EKONOMI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. Desember 2025 Hal. 144 - 148 e-ISSN: 2774-6755 Pemberdayaan Perempuan: Melalui Ekonomi Kreatif dengan Merajut Siti Shoimatul Azizah STAI Salafiyah Bangil sitishoimatulazizah@gmail. ABSTRACT The women's empowerment program through hand-knitting craft training was chosen because the process is relatively easy, flexible, and affordable. The community service method used a Participatory Action Research (PAR) approach, encouraging active participation from planning to evaluation. The results showed that 20 participants from various women's organizations in Lumajang District successfully mastered basic crochet stitches and produced completed crochet wallets and accessories. The training received positive responses, equipping women with skills to create valuable products for potential Keywords: Creative Economy. Skills. Women's Empowerment ABSTRAK Program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan membuat kerajinan rajutan tangan dipilih karena prosesnya yang relatif mudah, waktu yang fleksibel, dan bahan baku yang terjangkau. Metode pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang mendorong partisipasi aktif anggota mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 20 peserta yang merupakan perwakilan organisasi perempuan di Kabupaten Lumajang berhasil menguasai teknik dasar crochet dan menyelesaikan pembuatan produk fisik berupa dompet serta aksesoris rajut. Evaluasi kegiatan memperlihatkan respons positif dan peningkatan keterampilan peserta yang siap dikembangkan sebagai peluang wirausaha. Kata Kunci: Ekonomi Kreatif. Keterampilan. Pemberdayaan Perempuan PENDAHULUAN Sumber Daya Manusia merupakan penduduk yang siap, mau dan mampu memberikan sumbangan terhadap usaha untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi. Dalam ilmu kependudukan, konsep sumber daya manusia ini dapat disejajarkan dengan konsep tenaga kerja yang meliputi angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan yang bekerja disebut juga dengan pekerja. Keberhasilan organisasi, baik perusahaan, sosial, maupun pemerintahan, sangat bergantung pada pemanfaatan sumber daya yang efektif, terutama sumber daya manusia, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perempuan merupakan komponen penting dalam masyarakat yang perlu dilibatkan dalam Namun, potensi mereka masih belum tergali secara optimal. Pemerintah perlu mengambil langkah bijak untuk memberdayakan perempuan, mengingat mereka merupakan mayoritas warga negara. Dengan demikian, perempuan dapat meningkatkan kemampuan dan kesempatan mereka dalam bidang pendidikan dan ekonomi, sehingga dapat berkontribusi secara maksimal dalam masyarakat. Pemberdayaan merupakan salah satu wadah yang dijadikan sebagai upaya untuk memberikan wahana bagi masyarakat dalam memenuhi akan kebutuhan untuk belajar berupa pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan bagi kehidupan yang lebih baik di dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Konsep pemberdayaan merupakan suatu upaya untuk menjadikan sesuatu yang adil dan beradab menjadi lebih efektif dalam seluruh aspek kehidupan. Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan ekonomi kreatif berupa merajut merupakan suatu pembelajaran dalam upaya meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan Kegiatan pelatihan ekonomi kreatif diharapkan berdampak pada kemampuan/keberdayaan perempuan menciptakan lapangan kerja. Melalui pelatihan kewirausahaan dalam memanfaatkan potensi alam yang berada di lingkungan setempat, perempuan dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Menurut Howkins . Ekonomi Kreatif adalah kegiatan ekonomi dimana input dan output-nya adalah gagasan. Hanya dengan modal gagasan, seseorang yang kreatif sudah dapat dikatakan berpartisipasi dalam ekonomi kreatif dan dapat memperoleh penghasilan yang cukup besar dari idenya tersebut. Gagasan seperti apakah yang dimaksud? Yaitu gagasan yang orisinal dan dapat dilindungi oleh HKI (Hak Kekayaan Intelektua. Jadi, gagasan yang dicari disini adalah yang benar-benar baru dan orisinal. Ekonomi kreatif digerakkan oleh kapitalisasi kreativitas dan motivasi dalam menghasilkan produk dan jasa dengan kandungan kreatif yang tinggi terhadap masukan dan keluaran aktivitas ekonomi (Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata 2. Ketangguhan ekonomi kreatif telah terbukti sebagai konsep yang paling jitu disaat perusahaan besar mengalami gulung tikar pada saat terjadi krisis ekonomi yang di alami Negara Indonesia. Bahkan ekonomi kreatif mampu memperbaiki tatanan perekonomian nasional (Polnaya 2. Secara teoritis, program ini mengacu pada Teori Partisipasi yang menekankan bahwa keberdayaan masyarakat hanya dapat dicapai melalui keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan (Fahrudin, 2. Berlandaskan kerangka tersebut, program pemberdayaan perempuan melalui pelatihan membuat kerajinan rajutan tangan dipilih karena prosesnya yang relatif mudah, waktu yang fleksibel, dan bahan baku yang terjangkau. Dengan demikian, perempuan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam membuat produk rajutan yang bernilai. Keterampilan merajut tidak hanya menjadi hobi, tapi juga peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan merajut, seseorang dapat menciptakan berbagai produk fashion dan dekorasi yang unik dan bernilai tinggi. Merajut atau crochet adalah teknik mengait berupa simpul-simpul benang panjang yang dirangkai dengan jarum rajut yang disebut dengan hakken, atau hakpen, mengikuti suatu pola dengan rumus-rumus tertentu. Walaupun merajut merupakan keterampilan yang mudah dipelajari, namun bagi pemula diperlukan metode atau cara tertentu dalam melatihnya agar kegiatan merajut menjadi menyenangkan, bukan sebaliknya menjadi membosankan. Rajutan adalah produk handicraft yang dihasilkan dari simpul-simpul benang panjang yang dirangkai dengan jarum rajut dengan mengikuti suatu pedoman . Produk rajutan yang diproduksi oleh banyak pengrajin akan sangat sulit untuk mendapatkan ukuran dan bentuk yang standar karena tarikan tangan setiap pengrajin terhadap benang rajut mempunyai karakter spesifik. Untuk itu, para pengrajin rajutan perlu mendapat latihan menggunakan pedoman/tutorial manual produksi agar dapat menghasilkan produk yang terstandar. Peserta dari pelatihan merajut ini yaitu perwakilan dari organisasi-organisasi perempuan di Kabupaten Lumajang. Pemilihan mitra ini didasari oleh hasil observasi bahwa banyak anggota organisasi tersebut memiliki waktu luang yang belum dimanfaatkan untuk kegiatan produktif bernilai ekonomi . Melalui pelatihan merajut ini diharapkan kaum perempuan baik yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga maupun kaum remaja mempunyai keahlian khusus. Melalui pelatihan merajut ini diharapkan kaum perempuan baik yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga maupun kaum remaja mempunyai keahlian Keahlian ini selain untuk memenuhi kebutuhan sendiri juga bisa digunakan untuk mendapatkan penghasilan tambahan atau bila memungkinkan dengan tekad dan kerja keras bisa menjadi sumber penghasilan utama sebagai wirausahawan. Bila sudah berkembang diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar tempat tinggalnya yang pada gilirannya bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara sebagaimana diungkapkan Suhardiyah dan Menuk bahwa bidang wirausaha atau usaha kecil memiliki keunggulan karena tenaga kerja lebih produktif dan kreatif serta lebih luwes dalam menjalankan roda organisasi dibandingkan usaha skala besar. Adapun pelatihan ini terdiri dari dua bagian: Menguasai tusuk-tusuk dasar crochet, . Membuat tas dengan teknik crochet menggunakan tusuk dasar yang telah dipelajari. METODE Metode pengabdian kepada masyarakat menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Menurut Fahrudin . , metode Participatory Action Research digunakan untuk menciptakan perubahan sosial melalui penelitian kolaboratif dan partisipatif. Metode PAR mendorong partisipasi aktif anggota dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi hasil. Metode PAR mendorong partisipasi aktif anggota dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi hasil. Tahap perencanaan dilakukan pembicaraan dengan para kaum perempuan yang biasa kumpul mendiskusikan program merajut sebagai salah satu alternatif mengisi waktu Di sini juga dibicarakan mengenai waktu pelaksanaan dan produk rajutan yang akan diajarkan. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya mendengarkan teori saja, tapi demonstrasi langsung dengan membuat berbagai rajutan. Terakhir tahap evaluasi dimana setiap peserta harus bisa menyelesaikan pembuatan dompet dari benang rajut serta mendiskusikan keterampilan yang diperoleh peserta dapat digunakan untuk menghasilkan uang tambahan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dengan topik pelatihan pemberdayaan perempuan peningkatan ekonomi keluarga . erajut dompet dan aksesori. yang dilaksanakan pada Selasa 26 Agustus 2025 bertempat di ruang pertemuan lantai II Dinsos P3A Kabupaten Lumajang. Ada tiga tahapan yang dilalui sesuai pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu: Tahap Perencanaan Pada tahap perencanaan ini, yakni kami membicarakan target peserta yang akan hadir dalam pelaksanaan nanti, dan setelah di diskusikan maka kami memutuskan untuk mengundang, perwakilan dari beberapa organisasi perempuan yang ada di kabupaten Lumajang, sejumlah 20 peserta, adapun organisasi perempuan yang menjadi peserta yaitu, 2 orang dari TP-PKK Kabupaten Lumajang, gaspol tangguh kabupaten Lumajang sejumlah 2 orang, 4 orang dari Muslimat NU, 4 orang dari Fatayat NU, 4 orang dari PD Aisyiyah, dan 4 orang dari PD Nasyaitul Aisyiyah. Yang mana harapan kami, hasil dari pelatihan ini dapat diaplikasikan dan di salurkan ke anggota atau jamaah dari organisasi-organisasi yang telah kami undang sebagai peserta dalam pelatihan ini. Gambar 1. Peserta Pelatihan Waktu Pelaksanaan Kegiatan pelatihan dilaksanakan Selasa, 26 Agustus 2025 jam 08. 30 WIB sampai menjelang dhuhur di ruang pertemuan lantai II Dinsos P3A Kabupaten Lumajang. Kegiatan diikuti 20 peserta. Kegiatan pelatihan diisi dengan penjelasan teori secara singkat untuk selanjutnya dilakukan praktiknya. Materi yang diajarkan mengenai teknik dasar merajut yang terdiri dari: Teknik pertama: tusuk rantai, tusuk selip, 3 rantai cluster, dan tusuk tunggal Teknik kedua: dua tusuk tunggal . , dua tusuk tunggal . , tusuk ganda. Teknik ketiga: tusuk trebel, dua tusuk ganda . , dua tusuk ganda . , tiga tusuk ganda dikluster Mematikan benang Membuat dompet atau aksesoris. Alat dan bahan yang digunakan: Setiap peserta mendapat 4 gulung benang rajut hak pen no 3/0 Ae 4/0, 2 ritsleting dengan kepala ritsleting terpisah, 1 gunting, 2 jarum jahit, dan 4 locking stich . enanda raju. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 Gambar 2. Alat dan Bahan Gambar 3. Kegiatan Merajut Langkah Pembuatan A Mulai dengan membuat simpul awal . lip kno. , kemudian buat rantai . sebanyak 48 1 untuk menghasilkan bunga dengan diameter 5 cm. Untuk ukuran yang berbeda, sesuaikan jumlah rantai sesuai kebutuhan. Pastikan jumlah rantai ganjil dan tambahkan 3 rantai A Selanjutnya, buat double crochet . pada rantai keempat, tanpa menghitung rantai yang terlilit pada pengait. Kemudian, lewati satu rantai dan buat V-shape, lalu lewati satu rantai lagi dan buat V-shape lainnya pada rantai yang sama. Ulangi pola ini hingga akhir rantai. A Setelah mencapai ujung, buat 3 rantai dan putar rajutan. Masukkan pengait ke dalam V-shape, buat 2 double crochet . , 1 rantai, dan 2 dc lagi. Ulangi pola ini hingga akhir baris. A Pada baris ketiga, masukkan pengait di bawah rantai antara 2 dc pada baris sebelumnya. Buat 6 double crochet . dan sambungkan dengan slip stitch. Ulangi pola ini hingga ujung rajutan. Setelah selesai, buat single crochet . di sekeliling rajutan hingga titik awal, lalu potong benang dan buat simpul mati untuk menyelesaikan. A Selanjutnya, gulung kelopak bunga dari ujung ke dalam dan bentuk perlahan-lahan dengan Untuk menyatukan kelopak. Anda bisa menggunakan jahitan manual dengan pengait, jarum jahit, atau lem. Setelah mahkota bunga terbentuk, tempelkan ke peniti bros menggunakan lem tembak atau jahitan. Di tahap akhir, peserta harus menyelesaikan aksesoris rajut mereka dan memikirkan cara untuk memanfaatkan keterampilan ini, baik untuk kebutuhan keluarga atau sebagai peluang usaha sampingan yang menghasilkan uang. Pelatihan merajut menuai respons positif dari para peserta pelatihan, yang kini bersemangat untuk melanjutkan keterampilan ini dengan menciptakan berbagai kerajinan lain dari benang rajut. Sebetulnya minat kaum perempuan menambah kemampuan diri melalui keterampilan merajut sudah ada hanya fasilitas dan motivasi yang masih harus digalakkan. Pelatihan keterampilan bagi perempuan yang dilakukan secara berkala dapat menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan perekonomian keluarga melalui produksi kerajinan berbasis benang rajut. SIMPULAN Output dari pelatihan ini kami harap ada manfaat bagi jangka panjang bagi kaum perempuan, melalui organisasi perempuan yang merupakan peserta dalam pelatihan ini diharapkan dapat melanjutkan kegiatan merajut ini di setiap organisasi mereka masing-masing. Diharapkan ketrampilan merajut yang sudah dimiliki bisa menjadi peluang kaum perempuan membuat berbagai kreasi dari benang rajut untuk digunakan sendiri dan keluarganya bahkan bisa menjadi peluang usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan menopang perekonomian keluarga. Saran untuk ibu-ibu yang menjadi peserta dalam pelatihan ini, yakni dari berbagai organisasi perempuan di Lumajang, diharapkan agar melanjutkan kegiatan membuat benda-benda kerajinan untuk berbagai jenis. Kedepan, diharapkan tujuan pemberdayaan perempuan dalam mengembangkan ekonomi kreatif bisa diwujudkan, sehingga keterampilan tersebut bisa dikomersialkan dan meningkatnya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan pelatihan sebaiknya dapat ditindak lanjuti dengan materi lanjutan dan dilengkapi dengan packaging serta materi pemasaran melalui online. Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 Desember 2025 DAFTAR RUJUKAN Basri. Chatib. Rumah Ekonomi Rumah Budaya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Creswell. Research Design: Pendekatan Kualitatif. Kuantitatif, dan Mixed. Desa Pedekik. Data Kependudukan Desa Pedekik Kecamatan Bengkalis Tahun 2017. Fahrudin. Adi. Pemberdayaan Partisipasi & Penguatan Kapasitas Masyarakat. Bandung: Humaniora. Howkins. The Creative Economy: How People Make Money from Ideas. London: Penguin. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Peraturan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2010. Polnaya. Ghalib Agfa dan Darwanto. AuPengembangan Ekonomi Lokal Untuk Meningkatkan Daya Saing Pada UKM Ekonomi Kreatif Batik Bakaran Di Pati. Jawa TengahAy. Jurnal Bisnis dan Ekonomi 22 . Sintawati. Esin, dkk. AuPelatihan Keterampilan Merajut pada Kelompok PKK Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru Kota MalangAy. Jurnal Karinov 1 . Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. Suharto. Edi. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: PT. Refika Aditama. Sukirno. Sadono. Makro Ekonomi Modern. Jakarta: PT. Rajawali Grafindo Persada. Suryana. Ekonomi Kreatif. Ekonomi Baru Mengubah Ide dan Menciptakan Peluang. Jakarta: Salemba Empat. Syauqi. Ahmad Tharin. AuStartup sebagai Digitalisasi Ekonomi dan Dampaknya bagi Ekonomi Kreatif di IndonesiaAy. Tambunan. Tulus. Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia. Jakarta: LP3ES. Terjemahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.