Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Pelatihan Fotografi Kelompok Sadar Wisata Gunungsari untuk Mendukung Ekowisata Berkelanjutan Di Desa Ngesrepbalong Aji Purwinarko1. Margareta Rahayuningsih1*. Supatmo3. Martanto Setyo Husodo4 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Negeri Semarang *email:etak_sigid@mail. Abstract The management of Curug Lawe Secepit is currently under the Gunungsari Pokdarwis (Tourism Awareness Grou. and is still focused on mass tourism. Sustainable ecotourism or often called conservation ecotourism is a tourism activity that has a responsibility to nature, society, and the surrounding environment. One way to prepare for sustainable ecotourism is to prepare digital promotions or marketing because the current trend is that promotions circulate through internet networks or social media. Pokdarwis really need more in-depth knowledge and skills in photography. Based on the background above, photography knowledge and skills are needed, especially among tourism conscious groups, to prepare for sustainable ecotourism. Implementing community service activities in Gunungsari from May-October 2022 includes three main stages: preparation, implementation, monitoring evaluation and reporting. The preparation stage starts with permits, preparing schedules, and preparing materials. The implementation stage is divided into providing indoor training material which contains an introduction to photography equipment . ameras and cellphone. , basic shooting techniques, aesthetics in photography, photo transfer, digital photography applications and outdoor material which is direct practice in the field. The evaluation and monitoring stage is the stage of evaluating the results of the training for participants and the result is that almost 75% of participants understand photography techniques and participants become more confident in carrying out photography activities to prepare for ecotourism activities in Ngesrepbalong Village. Abstract is written in English and Indonesian . xcept articles written in Englis. which contain key issues, research objectives, methods / approaches and research Abstract is written in one paragraph, no more than 200 words. (Times New Roman 11, single space, and italic. , a maximum of 1 page. Keywords: Photography. Ecoturism. Pokdarwis. Ngesrepbalong Village, promotion Abstrak Pengelolaan Curug Lawe Secepit saat ini dibawah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisat. Gunungsari dan masih terfokus pada mass tourism atau pariwisata masal. Ekowisata Berkelanjutan atau sering disebut ekowisata konservasi merupakan kegiatan wisata yang memiliki tanggungjawab kepada alam, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Dalam mempersiapkan ekowisata berkelanjutan salah satunya adalah mempersiapkan promosi atau pemasaran dalam bentuk digital karena trend saat ini promosi beredar melalui jejaring internet atau sosial media. Pokdarwis sangat membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan lebih mendalam dalam hal fotografi. Berdasarkan latar belakang diatas, maka diperlukan pengetahuan dan ketrampilan fotografi khususnya pada kelompok sadar wisata untuk mempersiapkan ekowisata berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian di Dusun Gunungsari pada bulan May-October 2022, meliputi tiga tahap utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap monitoring evaluasi, dan Tahap persiapan dimulai dari perijinan, penyusunan jadwal, dan penyusunan materi. Tahap pelaksanaan terbagi menjadi Pemberian materi pelatihan indoor yang berisi pengenalan alat fotografi . amera dan HP), tekhnik dasar pemotretan, estetika dalam fotografi, tranfer foto, aplikasi https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 dijital fotografi dan materi outdoor yang bersifat praktek langsung di lapangan. Tahap evaluasi dan monitoring merupakan tahap dilakukannya evaluasi hasil pelatihan kepada peserta dan hasilnya hampir 75% peserta memahami Teknik fotografi dan peserta semakin percaya diri dalam melakukan kegiatan fotografi untuk mempersiapkan kegiatan ekowisata di Desa Ngesrepbalong. Kata Kunci: Fotografi. Ekoturisme. Pokdarwis Desa Ngesrepbalong. Promosi PENDAHULUAN Desa Ngesrepbalong yang terletak di lereng Gunung Ungaran merupakan salah satu desa penyangga kawasan konservasi hutan lindung dan Cagar Alam. Dengan Bentang alam yang unik dan indah menjadikan desa ini menjadi salah satu destinasi wisata yang mulai ramai dikunjungi wisatawan . Salah satu obyek wisata di Desa Ngesrepbalong yang menarik wisatawan dan telah dikelola oleh Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisat. adalah Curuq Lawe Secepit, tepatnya di Dusun Gunungsari. Curug Lawe Secepit memiliki bentang alam yang unik dan indah, karena letaknya dikelilingi hutan lindung, hutan produksi, dan kebun teh. Kondisi ini membuat Curug Lawe dan sekitarnya memiliki keanekaragaman flora dan menjadi habitat beberapa fauna . Keindahan, keunikan bentang alam di Curug Lawe Secepit dan keanekaragaman flora dan faunanya menjadikan tempat ini berpotensi untuk dapat lebih dikembangkan lagi dan dikenal tidak hanya oleh wisatawan lokal tetapi Pengelolaan Curug Lawe Secepit saat ini dibawah Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisat. Gunungsari dan masih terfokus pada mass tourism atau pariwisata masal. Ekowisata Berkelanjutan atau sering disebut ekowisata konservasi merupakan kegiatan wisata yang memiliki tanggungjawab kepada alam, masyarakat, dan lingkungan sekitar . Dalam mempersiapkan ekowisata berkelanjutan salah satunya adalah mempersiapkan promosi atau pemasaran dalam bentuk digital karena trend saat ini promosi beredar melalui jejaring internet atau sosial media. Hasil wawancara dengan pengelola Pokdarwis dan Kepala Desa Ngesrepbalong menyebutkan bahwa sebenarnya mereka telah melakukan promosi dan pemasaran tetapi masih secara konvensional, yaitu dari mulut ke mulut. Ketua Pokdarwis mengatakan, mereka belum membuat media promosi dalam bentuk digital karena foto-foto representative atau hasil foto menurut mereka masih belum terlalu baik (Gambar Pokdarwis sangat membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan lebih mendalam dalam hal fotografi. Fotografi menimbulkan daya tarik dan dengan cepat ditangkap oleh indera penglihatan, tanpa harus melelahkan pikiran, sehingga khalayak dapat langsung mengerti isi pesan yang hendak disampaikan . Fotografi merupakan sebuah kegiatan atau proses menghasilkan suatu seni gambar atau foto melalui media cahaya dengan alat yang disebut kamera dengan maksud dan tujuan tertentu . Dari latar belakang diatas, maka diperlukan pengetahuan dan ketrampilan fotografi khususnya pada kelompok sadar wisata untuk mempersiapkan ekowisata Hal ini juga sejalan dengan UNNES Universitas berwawasan Konservasi, maka UNNES pengembangan ekowisata berkelanjutan melalui program pengabdian masyarakat . Hal ini juga ditunjang lokasi kampus UNNES yang yang berjarak A 15 Km dari Desa Ngesrepbalong dan dapat ditempuh hanya dalam waktu minimal 1 . METODE PENGABDIAN Lokasi kegiatan pengabdian di Dusun Gunungsari Desa Ngesrepbalong Kecamatan Limbangan. Kendal Jawa Tengah. Pusat pelaksanaan pelatihan https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 direncanakan di Balai Dusun Gunungsari dan Obyek Wisata Curug Lawe Secepit. Waktu kegiatan dilaksanakan mulai bulan Juni - Oktober 2022. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi tiga tahap utama, yaitu tahap persiapan pada bulan Juni, tahap pelaksanaan bulan Juli-Agustus, dan tahap evaluasi bulan September, dan pelaporan bulan Oktober. Untuk mencapai target luaran sesuai permasalahan yang dihadapi, akan digunakan beberapa metode, yang meliputi transfer pengetahuan melalui pelatihan, praktek langsung di lapangan, penyuluhan, pendampingan, evaluasi dan Sasaran dari kegiatan ini adalah 15 anggota Pokdarwis sekaligus pelaku usaha di Dusun Gunungsari. Tabel 1 Target luaran kegiatan pelatihan Target Luaran 70 % peserta dasar-dasar fotografi yang pertanyaan yang minimal 70 % jawaban benar. Instrumen Pelatihan dasardasar fotografi 70 % peserta pelatihan trampil alat-alat Praktek dilakukan dengan pembelajaran di dalam ruangan. Pre-test diberikan pembelajaran untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta tentang dilakukan dengan pembelajaran di luar ruangan dan praktek langsung lingkungan sekitar HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam Desa https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Ngesrepbalong Kecamatan Limbangan kegiatan pengabdian ini difokuskan untuk mempersiapkan promosi atau pemasaran dalam bentuk digital karena trend saat ini promosi beredar melalui jejaring sosial Salah mempersiapkan promosi dan pemasaran melalui media sosial sebaiknya dilengkapi dengan foto-foto obyek wisata, foto produk-produk unggulan, dan paket ekowisata yang menarik. Kegiatan materi dasar dalam kelas dilaksanakan pada bulan Juli di Balai Desa Dusun Gunungsari,Desa Ngesrepbalong. Materi yang disampaikan diantaranya adalah Sejarah dan Dasar-dasar fotografi, pengenalan alat-alat fotografi, estetika dalam fotografi, komposisi, tranfer foto, dan aplikasi dijital fotografi. Materi pertama disampaikan oleh Bapak Supatmo mengenai pengetahuan dasar fotografi. Dasar fotografi ini merupakan suatu point penting yang tidak dapat dipisahkan dalam mencipta sebuah karya fotografi. Materi dimulai dari sejarah fotografi, jenis-jenis alat fotografi, dan bagaimana mendapatkan foto-foto dengan hasil yang baik (Gambar . Gambar 1. Materi dasar-dasar fotografi Materi kedua disampaikan Bapak Martanto yang menjelaskan tentang komposisi dalam fotografi. Komposis dapat mendukung ekspresi dan keindahan susunan bentuk-bentuk dalam sebuah foto (Gambar . Komposisi dalam fotografi diantaranya adalah warna, bentuk, bidang, tekstur, sudut pandang, format, irama, keseimbangan proporsi. Melalui komposisi yang tepat maka sebuah foto tidak menjadi datar . tetapi menjadi sebuah foto yang p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Komposisi merupakan jalan termudah untuk mempertajam kemampuan dalam fotografi. Pada saat melakukan pemotretan dengan pengaturan komposisi yang baik, foto yang kita buat akan semakin Gambar 2. Materi Komposisi Peserta dalam kegiatan ini diikuti sebanyak 15 kader konservasi yang bergerak di sektor wisata, terdiri dari perwakilan Dusun Gempol. Pokdarwis Dusun Gunungsari. PKK Gunungsari. Karang taruna, perwakilan aparat Desa Ngesrepbalong dan Mahasiswa KKN Giat UNNES sebagai pendamping kegiatan fotografi di Desa Ngesrepbalong. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa kegiatan pengabdian ini sangat positif dan membantu mereka dalam memahami dunia fotografi, selama ini mereka belum membuat media promosi dalam bentuk digital karena foto-foto yang dihasilkan kurang representative atau hasil foto menurut mereka masih belum terlalu baik. Menurut mereka Fotografi menimbulkan daya tarik yang dengan cepat ditangkap oleh indera penglihatan, tanpa harus melelahkan pikiran, sehingga peserta kegiatan dapat langsung mengerti isi pesan yang hendak disampaikan. Menurut peserta foto memberikan daya tarik khususnya dalam promosi wisata maupun kuliner. Keindahan sebuah objek yang disampaikan melalui foto dengan teknik yang tepat akan membuat ketertarikan sesorang untuk berkunjung atau melihat obyek yang dimaksudkan. Hal itu disebabkan karena fotografi adalah Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 fenomena yang memiliki banyak sisi wajah yang meliputi ragam bidang khusus mulai dari pure art hingga jurnalisme, investigasi kriminal, dan periklanan . Daya tarik fotografi sebagai pencipta photo stock yang akan diimplementasikan pada berbagai media promosi telah menjadi industri tersendiri yang tengah naik daun saat ini. zaman serba cepat dan dinamis, banyak hal yang seringkali luput dalam ingatan Oleh sebab itu, keinginan untuk menangkap peristiwa penting makin kuat melalui fotografi. Selain menangkap peristiwa penting, fotografi menjadi pilihan mengabadikan tempat-tempat spesial yang pernah dikunjungi. Seiring makin mudah dan terjangkaunya moda transportasi. Berbanding lurus dengan kebutuhan pasar, kini kamera-kamera saku yang praktis termasuk kamera telepon genggam makin mudah didapatkan. Pelatihan fotografi ini diharapkan membuka perhatian peserta pada peluang yang ada di dunia fotografi. Meskipun akses fotografi saat ini makin mudah dijangkau masyarakat awam, kesempatan untuk peserta yang berniat menekuni karir sebagai fotografer masih tetap terbuka Namun, perkembangan industri fotografi profesional dituntut berkembang berbanding lurus dengan teknologi yang semakin maju. Bila kemampuan seorang fotografer tidak diasah sesuai dengan update teknologi terbaru, amat sulit memiliki nilai lebih dibanding yang lain. Dengan demikian, diperlukan keahlian dengan pemahaman teknik yang tepat sejak Peserta pelatihan selanjutnya diberi kesempatan untuk berlatih melakukan kegiatan fotografi dan dishare di dalam Instagram, para narasumber selanjutnya akan memberikan komentar dan saran. Disamping itu, kegiatan pengabdian ini dilanjutkan dengan field trip dan praktek di lapangan pada bulan Agustus. Kegiatan praktek lapangan mendapat materi https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 8 No. November 2024 tambahandari Bapak Nurdin Razak. Beliau merupakan pemilik Baluran Ecolodge dan pendiri Indonesia Ecoturism Institute. Materi yang disampakan secara umum adalah pengalaman-pengalaman praktis terkait fotografi. Menurut beliau seorang fotografer dapat membentuk image seorang melalui tujuan, tatanan lighting, arah angle, konsep dan lokasi foto yang ditata sedemikian rupa untuk membentuk makna dari sebuah foto. Selama kegiatan praktek di lapangan peserta sangat antusias menyimak dan mengikuti praktek kegiatan lapangan. Pak Nurdin Razak memberikan tip-tip singkat dalam menggunakan kamera DSLR dan asesoris yang akan digunakan seperti lensa Kualitas foto yang baik dapat dilakukan dengan Teknik pengambilan gambar yang baik dan benar, ada beberapa tekknik dalam pengambilan foto . Teknik pengambilan foto agar dapat menghasilkan kualitas gambar foto sangat berpengaruh dari segi pencahayaan, angle pengambilan gambar, resolusi kamera, fokus kamera terhadap suatu objek serta ratio. Beberapa peserta mencoba menerapkan langsung penggunaan kamera dan lensa tele dengan obyek alam di sekitar kopi pucuk e Kendal dan Curuq Lawe Sejepit (Gambar . Gambar 3. Praktek penggunaan kamera DSLR dan lensa Setelah kegiatan praktek di lapangan kemudian dilakukan evaluasi singkat kepada para peserta tentang fotografi baik penggunaan alat-alat fotografi maupun Teknik fotografi. Hasil dari evaluasi secara https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 umum menunjukkan sebagian besar peserta memahami fotografi dibandingkan sebelum pelatihan (Tabel . Tabel 2. Evaluasi pelatihan fotografi Alternatif Solusi Pelatihan dasar-dasar Target Luaran pada mitra C 75 % peserta dasar-dasar Praktek kamera, lensa, dan HP sebagai alat fotografi C 75 % peserta pelatihan trampil alat-alat fotografi Kegiatan praktek langsung pemotretan di menggunakan kamera dan mobile phone dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tersebut kemudian mereka juga dapat merambah pada bidang kerja fotografi yang lain, misal menjadi fotografer acara. Secara tidak langsung hal peningkatan perekonomian masyarakat di sekitar Kawasan . SIMPULAN Kegiatan pengabdian ini memberikan wawasan baru dan pemahaman kepada Hasil menunjukkan sebagian besar peserta . %) semakin memahami fotografi dan teknikteknik dalam fotografi. Disamping itu para mempersiapkan hasil-hasil foto mereka untuk kegiatan ekowisata di Desa Ngesrepbalong. UCAPAN TERIMAKASIH