Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2527-6875 | E 2684-9569 Vol. No. Desember 2024 | Pages. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Interntional Lincese Al-Bahtsu Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Konsep Etika Pelajar dalam Membentuk Pendidikan Karakter Perspektif Kitab TaAoLimul MutaAoalim Karya Syeikh Burhanudin AzZarnuji Mutiara Matondang1. Rohimin2. Nurhidayat3 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu mutiaramatondang49495@gmail. rohimin@mail. nurh89414@gmail. Abstract The type of research used in this study is Literature Research, the data collection technique is with Context Analysis of primary and secondary sources, the data analysis technique used is content analysis. Namely, describing the concept of the character in an orderly manner. The intention is that all ideas in Sheikh Az-Zarnuji's thoughts regarding moral education . are presented as they are. After that, the author compares them through the views of other relevant figures. Research results: . Sheikh Burhanudin Az-Zarnuji at Nu Amyn ibn Ibryhym ibn Khalyl az-Zarnyjy Tyj ad-Dyn is the person believed to be the only author of the Book of Ta Alm AlMutallim. Sheikh Burhanudin Az-Zarnuji mentioned that there are several ethics or morals that a student should have in seeking knowledge, namely the right intention, respecting teachers, respecting knowledge, choosing good friends, wara', tawakkal, avoiding sin and choosing the right knowledge and time to study. In the book Ta'lm Al-Muta'allim Tharq At-Ta'allum it can be implicitly understood that the concept of Character Education offered by Sheikh Burhanudin Az-Zarnuji is in the form of religious character, discipline, hard work, creativity, curiosity, independence, love of reading and responsibility. The book Ta'lm Al-Muta'allim by Az Zarnuji is very relevant to character values if used as a reference or guideline in the world of education, especially Islamic education today, because this book discusses moral education which is very relevant today. Keywords: Student Ethics. Character Education. TaAolimul MutaAoallim. Sheikh Burhanudin az-Zarnuji. How to cite this article: Matondang. Rohimin. Nurhidayat. Konsep Etika Pelajar dalam Membentuk Pendidikan Karakter Perspektif Kitab TaAoLimul MutaAoalim Karya Syeikh Burhanudin Az-Zarnuji. Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 9. , 276-299. Received: 8/24/2024 Revised: 11/22/2024 Accepted: 12/12/2024 Vol. No. Desember 2024 | Pages. 276-299 | 277 PENDAHULUAN Arus modernisasi telah banyak memberi perubahan dalam kehidupan masyarakat. Namun, yang menyedihkan adalah perubahan yang terjadi justru cenderung mengarah pada krisis moral dan etika. Krisis moral tengah menjalar dan menjangkiti bangsa ini. Hampir semua elemen bangsa juga merasakannya. Menyelami negeri Indonesia kini seolah kita sedang berkaca pada cermin yang retak. Sebuah negeri yang sungguh sangat Bahkan, keganjilan demi keganjilan sudah melampaui dunia fiksi. Pendidikan karakter pada siswa saat ini memang menjadi salah satu perhatian utama. Banyak orang tua dan pendidik yang merasa perlu untuk lebih fokus mengembangkan nilai-nilai positif dan sikap baik pada generasi muda. Tantangan utamanya mungkin terletak pada pengaruh lingkungan yang terus berubah, seperti media sosial, tekanan akademis, dan budaya konsumtif. Pendidikan merupakan proses pembentukan kemampuan dasar fundamental yang menyangkut daya pikir . maupun daya rasa . Dipandang sebagai bagian integral dari proses menata dan mengarahkan individu menjadi lebih baik, maka pendidikan menjadi satu satunya jaminan kehidupan manusia menjadi berakhlak. Akan tetapi, dalam perjalanannya pendidikan terus mengalami perubahan dan perkembangan dengan karya dan potensi yang dimiliki setiap level generasi. Sedangkan menurut Marimba dalam buku karangan Ahmad Tafsir yang berjudul Ilmu Pendidikan Islam menyatakan bahwa pendidikan adalah bimbingan atau pembinaan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani anak didik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap manusia. Karena dengan adanya pendidikan manusia dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya dengan dibantu oleh pendidik. Dalam pendidikan, pendidik bukan hanya sekedar mentransfer ilmu saja tetapi dalam pendidikan selain mengembangkan kemampuan juga dapat membentuk karakter yang dimiliki manusia agar selalu berprilaku positif baik itu untuk dirinya sendiri maupun untuk orang Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 yang berisi tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan tegas menyatakan bahwa AuPendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demonstrasi serta bertanggung jawabAy Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, terlihat jelas bahwa disetiap pendidikan harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Hal ini berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga peserta didik ini mampu bersaing, berakhlak, beradab, bermoral, dan sopan santun dalam berinteraksi dengan masyarakat. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 278 | Mutiara Matondang1. Rohimin2. Nurhidayat3 Karakter merupakan nilai-nilai prilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Pendidikan karakter dipahami sebagai upaya penanaman kecerdasan dalam berfikir, penghayatan dalam bentuk sikap, dan pengamalan dalam bentuk perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya, diwujudkan dalam interaksi dengan Tuhannya, diri sendiri, antar sesama, dan lingkungannya. Nilai-nilai luhur tersebut antara lain kejujuran, kemandirian, sopan santun, kemuliaan sosial, kecerdasan berfikir termasul kepenasaran akan intelektual, dan berfikir logis. Indonesia saat ini kenyataannya mengalami krisis karakter, pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk dipelajari dan ditanamkan sejak dini ataupun ketika masih Dengan pendidikan karakter diharapkan dapat menciptakan manusia yang unggul dan berjiwa kepemimpinan yakni menyiapkan sosok yang akan ditiru dan di contoh keteladanannya bagi rakyat yang akan dipimpinnya kelak. Apabila peserta didik diabaikan karakternya maka semakin dekat kegagalan di negara ini. Karena kita ketahui bahwa semakin maraknya para koruptor di negara ini. Ini merupakan contoh betapa krisinya karakter di negara ini. Untuk itu, pendidikan karakter haruslah ditanamkan sejak dini agar tidak terjadi lagi dikemudian hari suatu hal yang sama. Kenyataannya saat ini, pendidikan karakter masih digabung dalam mata pelajaran agama dan diserahkan sepenuhnya pada guru agama. Karena pelaksanaan pendidikan karakter hanya diserahkan kepada guru agama saja. Maka wajar hingga saat ini pendidikan karakter belum menujukkan hasil yang optimal. Hal ini terbukti dari tingginya angka kenakalan dan kurangnya sikap sopan santun peserta didik dipandang sebagai akibat dari buruknya sistem pendidikan saat ini. Persoalan yang akhir-akhir ini akut mendera dunia pendidikan adalah gagalnya misi pendidikan nasional sebagai pembentuk karakter anak bangsa. Belakangan ini ramai diperbincangkan di televisi, surat kabar, jejaring sosial internet, serta berbagai media yang lain mengenai semakin memprihatinkan dan meresahkan masyarakat. Krisis yang paling menonjol adalah krisis pendidikan moral dalam pengertian sekarang adalah krisis Realitas yang ada memperlihatkan rendahnya nilai karakter bangsa semakin membuat moral generasi menurun dan segera mebutuhkan solusi. Kasus remaja saat ini yang notabene adalah sebagai status pelajar yang juga semakin memprihatinkan dengan banyaknya penyimpangan akhlak seperti masalah narkoba, hubungan seksual pranikah, aborsi, perkelahian, tawuran, dan kekerasan. Lebih parahnya lagi yaitu akibat dari kenakalan remaja tersebut adalah banyaknya para korban yang lukaluka dan bahkan jiwa pun ikut melayang. Berdasarkan fakta di salah satu daerah di Indonesia telah terjadi kekerasan remaja pada kurun waktu beberapa tahun terakhir telah terjadi banyak kasus yang diakibatkan oleh remaja. Fenomena inilah yang membuat dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat menahan kemerosotan karakter yang terjadi. Ini merupakan akibat dari titik berat pendidikan yang masih lebih banyak pada masalah kognitif saja. Penentu kelulusan pun masih lebih banyak pada prestasi akademik dan kurang memperhitungkan akhlak dan budi pekerti siswa. Bahkan jika dilihat dari sudut global, munculnya banyak masalah yang mendera bangsa Indonesia adalah akibat rendahnya moral dan karakter para pelaku kebijakan yang juga Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 276-299 | 279 diikuti oleh rendahnya etos kerja masyarakat. Sederhananya solusi yang tepat adalah menerapkan pendidikan yang berlandaskan karakter. Melihat betapa rendahnya karakter peserta didik pada saat ini, sehingga banyak bermunculan para ahli pendidikan Islam yang membahas tentang pendidikan akhlak atau dikenal sekarang dengan istilah pendidikan karakter, diantaranya adalah Syeikh Burhanuddin az-Zarnuji dalam kitab karangannya yang berjudul Ta Alim al-Muta Alim Tharq Al-Tallum. Dalam kitab tersebut menujukkan akan pentingnya pendidikan karakter di masa sekarang ini guna mencapai tujuan pendidikan yakni dengan membentuk karakter positif dalam prilaku anak didik. Az-Zarnuji mengatakan bahwa banyak dari pelajar yang sebenarnya mereka sudah bersungguh-sungguh menuntut ilmu namun mereka tidak merasakan nikmatnya ilmu, hal ini disebabkan mereka meninggalkan atau kurang memperhatikan akhlak . dalam menuntut ilmu. Oleh sebab itu, kondisi pendidikan yang demikian mendorong pendidik untuk membangun cara pandang baru dalam pendidikan yang tidak hanya berorientasu pada ilmu pengetahuan . noeledge oriente. dan ketrampilan . kill oriente. namun juga berorientasi pada nilai . alues oriene. KitAb TaAlm Al-Mutaallim Tharq Al-Tallum merupakan kitab yang di dalamnya membahas tentang adab dalam menuntut ilmu. Kitab ini telah dijadikan referensi bagi santri di sebagian besar pondok pesantren di nusantara. Dalam kitab ini berisikan tentang adab dalam menuntut ilmu. Sehingga dalam pembahasan kitab yang ditulisnya sangat relevan dengan pendidikan karakter. Salah satu nilai karakter yang terdapat dalam KitAb TaAlm Al-Mutaallim Tharq Al-Tallum yaitu sikap wara A yang secara sederhana diartikan meninggalkan perkara haram dan shubhat. Sifat wara A ini dalam nilai pendidikan karakter adalah hal yang sama dengan nilai pendidikan karakter yang dikembangkan di Indonesia yaitu nilai religius. Nilai religius adalah sikap dan prilaku yang taat dan patuh pada agama yang dianut. Kitab ini dapat membantu dan memperbaiki pendidikan karakter saat ini yang mengalami kemerosotan. Serta dapat memeberikan sumbangsih dalam Pendidikan Agama Islam. METODE Jenis penelitian ini adalah individual life history . tudi toko. yaitu pengkajian secara sistematis terhadap pemikiran/gagasan seorang pemikir muslim, keseluruhannya atau Studi tokoh pada umumnya bertujuan untuk mencapai suatu pemahaman tentang ketokohan seorang individu dalam suatu komunitas tertentu, melalui pandanganpandanganya yang mencerminkan pandangan warga dalam komunitas yang Dalam ilmu sosial, jenis penelitian ini digunakan sebagai pendekatan untuk melihat bagaimana reaksi, tanggapan, interpretasi dan pandangan dari dalam . arga masyarakat itu sendir. terhadap diri/masyarakat sendiri . Dengan pemahaman melalui life history ini, seorang peneliti akan dapat memperdalam pengertiannya secara kualitatif mengenai rincian persoalan yang sedang dipelajarinya dari orang, kelompok, atau masyarakat tertentu yang tidak dapat diperoleh dari sekedar wawancara, observasi atau dengan menggunakan kuesioner. HASIL DAN PEMBAHASAN This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 280 | Mutiara Matondang1. Rohimin2. Nurhidayat3 Konsep Etika Pelajar Dalam Menuntut Ilmu Menurut Imam Burhanudin Az-Zarnuji Dalam KitAb TaAlm Al-Mutallim Tharq At-Tallum. Burhanuddin Az-Zarnuji menekankan pada aspek etika dan akhlak, baik bersifat lahir maupun batin. Dengan demikian dapat diketahui bahwa pendidikan bukan hanya sekedar proses pentrasferan ilmu saja melainkan yang terpenting adalah pembentukan etika peserta didik serta merubah tingkah laku peserta didik dari yang tidak baik menjadi lebih baik. Untuk membentuk peserta didik yang beretika dan berakhlak mulia maka pendidikan Islam haruslah mengarahkan peserta didik pada nilai-nilai pendidikan etika dan akhlak yang harus dimiliki peserta didik. Adapun Implikasi Pemikiran Az-Zarnuji dalam KitAb TaAlm Al-Mutallim Tharq At-Tallum Tentang etika Peserta Didik Dalam Pembelajaran Terhadap Pendidikan adalah sebagai berikut: Niat dalam mencari ilmu Kita ketahui bahwa segala sesuatu itu harus didasarkan pada niatnya, karena niat merupakan tujuan yang ingin dicapai. Niat menjadi tolak ukur suatu amalan yang dikerjakan berpahala atau tidaknya perbuatan itu tergantung niatnya. Niat bukan hanya diucapkan melalui lisan saja niat juga merupakan perkara hati yang urusannya sangat Dalam KitAb TaAlm Al-Mutallim Tharq At-Tallum Az-Zarnuji menjelaskan sebagai berikut: AaeE eAA Aa aA Aa a eA AaeE aEA AaEA AaEA AaeE aEA AaCA AaE aA AaE caA A au EacI acO aOaN eA OaA aIa eO a a aE aE eO aNaE a eO aN EacA aO Eac aI au aIacI aIe a EacI aO aA. AcaIa a aNaE aI aI EcaI acO a OaA aI aI a aIcaE Ea aIeEA Aa a eO U a eO UA AuWajib adanya niat saat belajar. Sebab niat itu menjadi pokok dari segala keadaan atau kondisi, sebagaimana sabda Nabi SAW: AuSesungguhnya amal-amal perbuatan itu terserah niatnyaAy Hadits shahih. Dalam pasal ini, bahwa niat belajar hendaklah mencari ridha Allah swt, untuk kebahagian akhirat, menghilangkan kebodohan, menjaga agama dan mengukuhkan Islam. Selain itu juga berniat untuk selalu mensyukuri nikmat berupa akal dan kesehatan. Dalam pasal ini juga menjelaskan dalam belajar jangan diniatkan untuk dihormati, mencari harta dunia, mendapatkan kemuliaan dan lain-lain. AeIaE aI eI aIa aO a aA acO a aA eO a a a aIe Eac eI aO aO aO aeO aa e EacI acO a aI eI a aIe aeEa a a aO eIaE aI eIA: AaO a eI a a eO EaNE aA EaNE a aE eO aN aO a aIacEA a AaEA AaEA AaEA Aa sE ac eI aA AaIA AaOacEA AaeEA AaIa sE aO a aA acO a a aA eO a a aIe aE a a a acIa aO aA aeO aI eI aIe aE E aO a a eO a EacI acO aA. AuDiriwayatkan dari Rasulullah SAW :AyBanyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia, lalu menjadi amal akhirat karena baiknya niat, dan banyak pula amal yang berbentuk amal akhirat, kemudian menjadi amal dunia karena buruknya niat. Ay Senada dengan pendapat al-Ghazali belajar dengan niat ibadah dalam rangka taqarrub kepda Allah. Peserta didik akan senantiasa mensucikan diri dengan akhlak alkarimah dalam kehidupan sehari-harinya, serta berupaya meninggalkan watak dan akhlak yang rendah . Konsep niat dalam belajar ini menjadi fondasi penting dalam filosofi pendidikan alZarnuji. Ia menekankan bahwa niat yang benar akan membawa keberkahan dalam proses belajar, memudahkan pemahaman, dan memastikan bahwa ilmu yang diperoleh bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat. Cara memilih ilmu, guru, dan teman . Cara memilih ilmu Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 276-299 | 281 Syeikh Burhanuddin Az-Zarnuji mengatakan bagi seorang pelajar, dalam masalah ilmu hendaklah memilih mana yang terbagus dan dibutuhkan dalam kehidupan agamanya dan ilmu itu dibutuhkan untuk masa yang akan datang. a AacIa eaO a aEA AeaO a aEA Aa e aI aNA AaO eI a aE a aE eE a a eI eaO a eIA Aa aI acEaE a sIeE a aO aI a au eO aN aOA eI a a eO aI aN OaA aeE aE aI a au eO aN OaA aIeE aEA Aa aIeEA AOaA AuBagi pelajar, dalam masalah ilmu hendaklah memilih mana yang terbagus dan dibutuhkan dalam kehidupan agamanya pada waktu itu, lalu yang untuk waktu yang akan Ay Ae e aEA Aac eO aA acI aIeO aI aIeE aC aO eI aE aI eO U eI a aI aE eI aE aIA AaO aO aC ac aI a aIeE Eac eO a eO a aO aOe aA aNE a aA a aA AaE aO eO UIa a ea aE aueE a aEA Aa E OaE a E aE aE au au acEa auA AuHendaknya lebih dahulu mempelajari ilmu tauhid, mengenali Allah lengkap dengan Karena orang yang imannya hanya taklid sekalipun menurut pendapat kita sudah syah, adalah tetap berdosa karena ia tidak mau beristidlal dalam masalah ini. Ay Analisis az-Zarnuji tentang pemilihan ilmu mencerminkan pendekatan yang holistik dan berorientasi pada tujuan dalam pendidikan Islam. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan spiritual dan praktis, sambil tetap menjaga prioritas pada ilmu-ilmu agama sebagai fondasi utama pendidikan seorang Muslim. Cara memilih guru Dalam hal memilih guru Syeikh Burhanuddin az-Zarnuji menyarankan hendaklah memilih guru yang alim, waroA dan juga lebih tua usianya. AaeEA AaeEA AaeEA AaeEA AaO a acI e a aO a e a a aA aO eI a a eI eaO a a e aIaE aO eO a a aO a acI aIaE e a a a a O a aI eO aA a a eO aI a s acIa a aIe a a aE eO aI aI a e a Eac a acI aOA AaEA AOaA AOaA Aac aA acEA AE aA. AuDalam memilih guru, hendaklah mengambil yang lebih alim, waro A dan juga lebih tua usianya. Sebagaimana Abu Hanifah setelah lebih dahulu memikir dan mempertimbangkan lebih lanjut, maka menentukan pilihannya kepada tuan Hammad Bin Abu Sulaiman. Ay A aO aC aE a a ac a eI a acIa a a a aE eO aI aI aA a a acA,AaO aC aE a a eO a eO aA a aaIa aN EaNE a a aO a e a aN a eO U aO aC eO U a aE eO UI aA a eO U A AaIA AOaEA AaIe OaA AuDalam hal ini dia berkata: AuBeliau saya kenal sebagai orang tua yang budi luhur, berdada lebar serta penyabar. Katanya lagi: saya mengabdi di pangkuan tuan Hammad Bin Abu Sulaiman, dan ternyata sayapun makin berkembang. Ay Menurut Ibn Jamaah orang yang berhasil hingga menjadi ilmuwan besar, sama sekali tidok boleh berhenti menghormati guru. Misalnya tidak memanggil guru dengan menggunakan kata engkau. Ketika jauh dari guru tidak boleh menyebut nama langsung, tetapi membubuhi dengan ungkapan yang mengandung makna mulia. Analisis az-Zarnuji ini mencerminkan pandangan holistik terhadap peran guru dalam pendidikan Islam. Tidak hanya menekankan pada aspek keilmuan, tetapi juga karakter, spiritualitas, dan kemampuan pedagogis. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas murid. Cara memilih teman Dalam hal memilih teman Syeikh Burhanuddin Az-Zarnuji juga menyarankan agar memilih teman yang rajin belajar, bersifat wara A dan berwatak istiqamah dan mudah paham . serta hindari orang yang malas, penganggur, banyak cerita . , dan suka mencari masalah dan suka memfitnah. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 282 | Mutiara Matondang1. Rohimin2. Nurhidayat3 AaO a acI e a aO a E eO aE aA aO eI a a eI eaO a a aIeE a ac aO eE aO a a aO aA a a Eac e aIeE e a aC aO aIeE a aI aO aO aA ac aI aI eEaE e aE aI aO aIeE a ac aOA AacNa AaEA AeA aac eEaA ac OaA AaIeOA a AeE aA AaIeE a aO aIeE a a aO aIA. AuTentang memilih teman, hendaklah memilih yang tekun, waro, bertabiat jujur serta mudah memahami masalah. Menjauhi orang pemalas, penganggur, banyak bicara, suka mengacau dan gemar memfitnah. Ay A aO aC aE Eac a aA: a a AaCA AaE a eEA AeAA AaCA a eE aCA A au I a aIeO a aIeE a aI aO a a OA# Aa aI aIeE e a e aO e eaA a eO aI aNA a eI aE aI a a e aN ea a UA AaO eI aE aI a a aA aC aIA A seO a aN eNa a a OA A sca acIA A auA# AauA Syiir dikatakan: A Jangan bertanya siapakah dia. Cukup kau tahu oh itu temannya karena siapapun dia, mesti berwatak seperti temannya. A Bila kawannya berbudi buruk, jauhilah dia segera. Bila bagus budinya, rangkullah dia, tentu kau akan mendapat petunjuk. Az-Zarnuji memberikan penjelasan yang mendalam tentang pentingnya memilih teman dalam proses belajar. Al-Zarnuji menekankan bahwa pemilihan teman yang tepat sangat penting dalam proses belajar, karena teman dapat mempengaruhi semangat, fokus, dan hasil belajar seseorang. Ia menganjurkan para pelajar untuk berhati-hati dalam memilih teman dan lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas dalam pertemanan. Cara menghormati ilmu dan guru Menghormati Ilmu Dalam KitAb TaAlm Al-Mutallim Tharq At-Tallum Syeikh Burhanuddin Az-Zarnuji mengatakan Ketahuilah, sesungguhnya seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan dalan belajar dan kemanfaatan dari sebuah ilmu kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahli ilmu juga harus mengagungkan guru. AeEA AeE aE aI aE eEA AaE eI a Ae eIaE aa acIA a a Aa eNA AaeE aA AacE aA Aa aE a a aIeE aO a aIeE aO aO a a aN au a e a aIeO a aIeE aO aNaE aO e a aIeO e a aO eO aC aeO aNA AauA AuPenting diketahui. Seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan gurunya. Ay Dalam pasal ini. Beliau menjelaskan behwa seorang pelajar tidak akan mendapatkan kesuksesan sebuah ilmu dan kemanfaatan ilmu selain dengan mengagungkan ilmu, ahli ilmu . Di antara cara menghormati guru yaitu tidak berjalan di depannya, tidak duduk ditempat yang di dudukinya, tidak memulai bicara kecuali atas izinnya, tidak banyak bertanya kepadanya yang dapat membosankannya serta tidak boleh mengetuk pintu rumahnya namun harus bersabar menunggu sampai sang guru keluar dari rumah. AacA a AaC aA AaC a acEA AaE acEA AaEA AaEA AaEA AaE aa a acIA a A aeE e aI a UeO aI aI E a a OA: A aO aC eOA. AaC eO aI aO aA aI eI aO aA au a aeE e aI a aO aI a aI eI a au a ea aE aeE e aI aO Eac e a aIeOA AeEA AeA AaEA AeEA AeEA a a AaIA AeIA a a AaIeE aA AeA AaO a aIeE e acO a aO aIacI aO a ea aE aeE e aI a aO aI eI eA A uaE a A. Aa a a AauA Aa aIeO a aIeE a aIeO aIacEA AuAda dikatakan: AuDapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengagungkan sesuatu itu, dan gagalnya pula karena tidak mau mengagungkannya. AuTidaklah anda telah tahu, manusia tidak menjadi kafir karena maksiatnya, tapi jadi kafir lantaran tidak mengagungkan Allah. Ay Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 276-299 | 283 Pandangan al-Zarnuji tentang menghormati ilmu mencerminkan pendekatan holistik dalam pendidikan Islam. Ia menekankan bahwa ilmu bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang adab, akhlak, dan spiritualitas. Dengan menghormati ilmu, seorang pelajar tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kedekatan dengan Allah SWT. Menghormati Guru Az-Zarnuji memberikan kedudukan yang sangat tinggi terhadap guru. Dia harus dihormati dan dimuliakan. Kedudukan guru bagi muridnya tak ubahnya seperti orang tua terhadap anaknya. A aI eI a a a a eI aO aE eO aI a e aI aN a UIaE aA aO eI a a eI aaO aOa e Ea a a aA: A aC aE aI a aaO aI A: AaO aE aI a e a a aI Eac eO a aI aI a a eO a Eac Eac aeO O aO aC eO aEA AaueEA AOaA AaEA AeEA AeEa AaE aIA AaIeO a a aA eIA AaI aI aNaC a aO aO a aNaI eI aO aOa ac aI aN eI aO aOe a aNaOeI eO U au eIaE aO aI e aI aN a UIaE aO eO a aA a aN a UIaE A. AuGuru kita Syaikhul Imam Sadiduddin Asy-Syairaziy berkata: Guru- guru kami berucap: AuBagi orang yang ingin putranya Aoalim, hendaklah suka memelihara, memulyakan, mengagungkan, dan menghaturkan hadiah kepada kaum ahli agama yang tengah dalam pengembaraan ilmiyahnya. Kalau toh ternyata bukan putranya yang Aoalim, maka cucunyalah nanti. AaO eI a eO aIeE a a eI aE eIaO aOa a aI aI aN aO aE eaO a aI aE aI aN aO aE aOe a a a eEaEaE aI eI a aN acE e aO aE aO eE aa e aEaE aI eI a aN aO aE aO e a aEA Aa au aua aI aNA AE aA AaEA AaI aC aeO aIacEA Aa eO U a eI a aI aE aE aaN aO aaO aOa eE aO eC a aO aE aO a acC eE a a a eE aOeA aa a eaO a aA. AOacA AuTermasuk dari menghormati guru, yaitu jangan berjalan di depannya, duduk di tempatnya, memulai mengajak bicara kecuali atas perkenan darinya, berbicara macammacam darinya, dan menanyakan hal hal yang membosankannya, cukuplah dengan sabar menanti di luar hingga ia sendiri yang keluar dari rumah. Ay Guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan masa depan para murid. Menghormati guru adalah wujud rasa syukur kita atas dedikasinya dalam membimbing dan mendidik kita. Suasana saling menghormati antara guru dan murid menciptakan lingkungan belajar yang positif dan kondusif. Hal ini memudahkan proses transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan dari guru kepada murid. Az-Zarnuji dengan jelas menunjukkan pentingnya menghormati guru dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan mencapai kesuksesan dalam hidup. Menghargai jasa guru dan menghormati mereka bukan hanya kewajiban sebagai murid, tetapi juga sebuah investasi untuk masa depan. Menghormati guru adalah langkah awal untuk meraih ilmu, membangun karakter, dan mencapai cita-cita yang mulia. Kesungguhan dalam mencari ilmu dan beristiqomah Dalam hal ini Syeikh Az-Zarnuji dalam kitab karangannya mengatakan Az-Zarnuji mengatakan bahwa seorang pelajar haruslah bersungguh-sungguh dalam belajar serta tekun dan terus menerus dalam menuntut ilmu. AaEA AacEA AaEA AeEA AaE a aA a AaEA AaEA AeE aCA Aa aA AaC aA A aO a aIeO a aN a eO aA eO aI eNaI a aO aNacIeI a a aI A: AacIa a ac aI aI aeE ac aO aIeE aO a a aO aIeE aI a aE aE a a aIeE aO au eO aN aueE a OaA e aI eO aNaE a OaEA. AuSelain itu semua, pelajar juga harus bersungguh hati dalam belajar serta kontinu . erus-terusa. Seperti itu pula di tunjukkan firman Allah: AuDan orang-orang yang mencari keridhaan Kami, niscaya Kami tunjukkan mereka kepada jalan-jalan KamiAy (Surat 29. Al-Ankabut . A aI eI aA a a eE a a aO aaE aO aaE aO eO aE aC e aI a a a a aI aE aI a a aIA. AaO aC eO aE aI eI aaE a a eO U aO a ac aO a aA AaC a a OacI OacIA This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 284 | Mutiara Matondang1. Rohimin2. Nurhidayat3 AuAda dikatakan pula: AuSiapa sungguh-sungguh dalam mencari sesuatu pastilah ketemuAy AuBarangsiapa mengetuk pintu bertubi-tubi, pasti dapat memasukiAy. Ada dikatakan lagi: AuSejauh mana usahamu, sekian pula tercapai cita-citamuAy AacaE a aIeE a a aO ae a aO aeE eI aE aIA Aac a aO ac aA acCA AaC eO aE eaO a aA AOaA aueE e aO aA A OaA E aIacE E aN auOaE a ac E a aIacE a a auA AuAda dikatakan: AuDalam mencapai kesuksesan mempelajari ilmu dan fiqh itu diperlukan kesungguhan tiga fihak. Yaitu guru, pelajar dan wali murid jika masih ada. Ay Dalam bab ini juga Beliau mengatakan Jadikanlah malam-malam mu sebagai kendaraan, maka kamu akan menemukan cita-citamu. Dan hendaknya bagi seorang pelajar jangan pernah katakan tidak bisa ataupun tidak mau dalam mengulang-ulang pelajaran, untuk itu waktu yang baik bagi pelajar untuk mengulangi pelajarannya lebih baik pada permulaan malam yakni antara maghrib dan isya dan juga diwaktu sahur. Ukuran dan urutan Az-Zarnuji mengatakan waktu yang baik untuk mengulang-ulang pelajaran ialah diawaktu anatar waktu maghrib dan isya serta waktu sahur karena waktu ini adalah waktu yang diberkahi. Kemudian menjelaskan juga beberapa waktu yang lain dalam kitabnya seperti berikut: AaO aO aC eO aEA AU aA acEA Aa aO ac a a aOeO aeE e a aO aE aIA AaE aN aIA Aa aEA a AaE aI a a a aI a aA AeaO aO O OaA aE a a eO aO e a a a aNA AaC aE e aE eO aueE e aI ea aE Eac aIeO aOeO aC Oa a a E aC aeEOaE aI acE aaC aA Aa a a aOeO aI e aA A a a eO EaNE aA EaNE a eO aN aO a acIaE aI eIA. AaO e aO acIaA A a a auA AOacEA A aI seOA AuGuru kita Syaikhul Islam Burhanuddin memulai belajar tepat Pada hari rabu. Dalam hal ini beliau telah meriwayatkan sebuah hadist sebagai dasarnya, dan ujarnya: Rasulullah SAW bersabda: Aytiada lain segala sesuatu yang di mulai pada hari rabu, kecuali akan menjadi sempurna. Ay AO N E I OOI E OOI EC AON EIO O OOI I OA C EEA AOEOI IE EIEiOA. AuDemikianlah, karena pada hari rabu itu Allah menciptakan cahaya, dan hari itu pula merupakan hari sial bagi orang kafir yang berarti bagi orang mukmin hari yang berkah. Ay Zarnuji menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap materi Belajar tidak hanya tentang menghafal, tetapi juga tentang memahami makna di balik informasi yang didapatkan. Zarnuji memandang belajar sebagai proses internal yang melibatkan transformasi pengetahuan dan pemahaman. Baginya, belajar bukan hanya tentang menghafal informasi, tetapi tentang memahami makna di balik pengetahuan tersebut. Ia menekankan pentingnya integrasi antara akal, hati, dan jiwa dalam proses pembelajaran. Zarnuji juga menekankan peran aktif pelajar dalam mencari ilmu, bukan hanya menerima informasi secara pasif. Bertawakal Dalam KitAb TaAlm Al-MutaAyallim Tharq Al-Tallum. Az-Zarnuji mengatakan pelajar harus bertawakal dalam menuntut ilmu. Jangan goncang atau susah masalah rizki, dan hatinya pun jangan terbawa kesana. Dalam KitAb TaAlm Al-Mutallim Tharq At-Tallum Az-Zarnuji menjelaskan sebagai AEA A OO O IOA I ENE EON I A,AI E EE EIE II EOEE OA E EIE OE NO I I EC OE OE CEN EEA AENE I EI EOO A OE ENE AOE ENE EON O IE II ACN OA IO ENE EAN ENE INN O CN II O E O A. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 276-299 | 285 AuPelajar harus bertawakal dalam menuntut ilmu. Jangan khawatir karena masalah rizki, dan hatinya pun jangan terbawa kesana. Abu Hanifah meriwayatkan dari Abdullah Ibnul Hasan Az-Zubaidiy sahabat Rasulullah SAW: AuBarangsiapa mempelajari agama Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya dan memberinya rizki dari jalan yang tidak dikira sebelumnya. AO E EE EIE II IE IEC O EIA OA A EIE IE CE IOO EON EAE O EEI OA A EIE O IE OICE INA AEA A EOIE I A EIE E O EO I EA. A EC ECOI II AI N IAOA,AEE OA O N II AA. AuJuga harus sanggup hidup susah dan sulit di waktu kepergiannya menuntut ilmu. Sebagaimana Nabi Musa as. Waktu pergi belajar pernah berkata: AuBenar-benar kuhadapi kesulitan dalam kelanaku iniAy padahal selain kepergiannya tersebut tiada pernah ia katakan yang seperti itu. Hendaknya pula menyadari bahwa perjalanan menuntut itu tidak akan lepas dari kesusahan. Ay Tawakkal dalam belajar bukanlah konsep yang pasif, melainkan sikap aktif yang diiringi dengan usaha maksimal dan penyerahan diri kepada Allah SWT. Zarnuji mengajarkan kita untuk percaya diri, tidak mudah putus asa, dan senantiasa berusaha mencapai potensi terbaik. Dengan tawakkal yang kuat, kita akan lebih fokus, bersemangat, dan tegar dalam menghadapi tantangan belajar. Tawakkal akan membawa kita pada kesuksesan yang hakiki, yaitu kesuksesan yang diridhoi Allah SWT. Waktu belajar ilmu Az-Zarnuji mengatakan waktu yang baik untuk mengulang-ulang pelajaran ialah diawaktu anatar waktu maghrib dan isya serta waktu sahur karena waktu ini adalah waktu yang diberkahi. ACOE O C EIE II IEN uOE EE E I I OA EACN O NO I I IIO I O IE O OE EA IO IA aO EE IO IA. AuAda dikatakan: AuMasa belajar itu sejak manusia berada di buaian hingga masuk keliang kubur. AuHasan bin Ziyad waktu sudah berumur 80 tahun baru mulai belajar fiqh, 40 tahun berjalan tidak pernah tidur di ranjangnya, lalu 40 tahun berikutnya menjadi Ay AEA A O OIO I OC I O OCN Au IE II IE OE IEA. AO AE OC E O OC E O IO EIOA A NO OOI EA: A u IE II eI OCOEA,A O EI I O ENE OE NI IA. AuMasa yang paling cemerlang untuk belajar adalah permulaan masa masa jadi pemuda, waktu sahur berpuasa dan waktu diantara Maghrib dan Isya. A Tetapi sebaiknya menggunakan seluruh waktu yang ada untuk belajar, dan bila telah merasa bosan terhadap ilmu yang sedang dihadapi supaya berganti kepada ilmu lain. Apabila Ibnu Abbas telah bosan mempelajari Ilmu Kalam, maka katanya: AuAmbillah itu dia kitab para pujangga penyairAy Zarnuji menggaris bawahi pentingnya mengatur prioritas dalam kegiatan belajar. percaya bahwa tidak semua hal memiliki tingkat kepentingan yang sama, sehingga siswa perlu memilih mana yang harus dipelajari lebih dulu. Ia berpendapat bahwa kualitas belajar jauh lebih penting daripada kuantitas. Artinya, lebih baik memahami sedikit materi dengan mendalam daripada hanya menghabiskan banyak waktu untuk belajar tanpa pemahaman yang jelas. Dengan pendekatan ini. Zarnuji berusaha memberikan panduan This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 286 | Mutiara Matondang1. Rohimin2. Nurhidayat3 yang jelas bagi siswa dalam mengelola waktu belajar mereka secara lebih efektif, sehingga dapat mencapai tujuan akademis dengan lebih baik. Bersikap WaraAoi WAraA dimaknai dengan menjauhkan diri dari dosa, maksiat dan perkara Dalam hal ini Az-Zarnuji menganjurkan agar peserta didik bersikap wara A dalam menuntut ilmu. A II IE OO OA IEN uEN ENE OE A: AOO N I O OA N E I OE ENE AOE ENE EON O IE IN CEA AIAA A NI EI E EIE O EI IEN IA O EIEA,A uI I IO ON OA N O OOCN OA EIOC O OEON I EEIA: AE OA ANE O O AON EA. AuDalam masalah waroA, sebagian ulama meriwayatkan hadist dari Rasulullah SAW: AuBarang siapa tidak berbuat waroA waktu belajarnya, maka Allah memberinya ujian dengan salah satu tiga perkara: dimatikan masih berusia muda, ditempatkan pada perkampungan orang-orang bodoh atau dijadikan pengabdi sang pejabatAy. Jikalau mau membuat waroA maka ilmunya lebih bermanfaat, belajarpun mudah dengan banyak banyak berfaedah. Ay AO II EO I O I E O E EIOI O E eI AIO E OIAA AuTermasuk berbuat waroA adalah memelihara dirinya jangan sampai perutnya kenyang amat, terlalu banyak tidur dan banyak membicarakan hal yang tak bermanfaat. AEA AO I O I EE I EOC uI IEI I I EOC C uOE EI O E O I E ENE OE O CA AEA AuOE EAE I A EAC IC EON O E OCOI OE E IIN AOOI EE AN ENA. AuDan menjauhi makanan masak di pasar jika mungkin karena makanan ini lebih mudah terkena najis dan kotor, jauh dari dzikrillah, bahkan membuat lengah dari Allah, juga orang-orang fakir mengetahui sedang tidak mampu membelinya yang akhirnya berduka lara, sehingga berkahnyapun menjadi hilang karena hal-hal tersebut. Ay Pandangan Zarnuji tentang sikap wara' dalam belajar menekankan pentingnya kesadaran dan kehati-hatian dalam memilih ilmu dan praktik yang baik. Zarnuji percaya bahwa sikap wara' juga mencakup keseimbangan antara ilmu dunia dan akhirat. Pelajar harus berusaha untuk memperoleh pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan duniawi sekaligus mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah mati. Dengan sikap wara'. Zarnuji berharap siswa dapat menjadikan proses belajar mereka tidak hanya sebagai pencarian pengetahuan, tetapi juga sebagai jalan untuk mengembangkan karakter yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Hal yang Memudahkan Hafal dan Lupa A COE EO O OA,AO COO EA E O IEO O CEOE E O AE EEOE O C ECI II EAA A AE IE IO C ECI IA: A O C ECI I AE ECONE EON EAE EEIA,AEEA II C ECI IA. AuYang paling kuat menyebabkan mudah hafal adalah kesungguhan, kontinuitas, mengurangi makan dan shalat di malam hari. Membaca Al Qur Aan termasuk penyebab hafalan seseorang, ada dikatakan: AuTiada sesuatu yang lebih bisa menguatkan hafalan seseorang, kecuali membaca Al-QurAan dengan menyimak. Ay AuMembaca Al-Qur Aan yang dilakukan dengan menyimak itu lebih utamaAy, sebagaimana sabda Nabi SAW: AuAmalan umatku yang paling utama adalah membaca Al-Qur Aan dengan menyimak tulisannya. Ay Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 276-299 | 287 A I ENE I ENE OE EI ENE O E uNE uE ENE O ENE E E OE O E CO uE E ENE EOE EIOA: AO OCOE I A EEA A O OCOE EE IEO II ENE EC ON EA. AEOO EEIO EE A E O OE IO O N ENIOA A OE NE O EA I ONA. AuTermasuk penguat hafalan lagi, yaitu waktu mengambil buku berdo Aa: yang artinya: (Dengan menyebut Asma Allah. Maha suci Allah, segal puji milik Allah dan tiad tuhan selain Allah yang Maha Agung, tiada daya dan kekuatan selain atas pertolongan Allah Yang Maha Mulya Agung Luhur Lagi Maha Mengetahui, sebanyak huruf yang tertulis dan akan di tulis, berabad-abad dan sepanjang mas. Dan setiap selesaimenulis berdo Aa : Amantu billahil wahidi wahdahu lasyarika lahu wakapartu bima siwahu. Artinya: (Aku beriman kepada Allah Yang Tunggal. Maha Esa, berkesendirian tiada teman dalam ketuhannaNya, dan saya hindari dari bertuhan kepada selain-Nya. AEA ANAA A O CA,A O E uE E O EECA,A IEOA O E EIO O NEIOOI O I OA IO EIOA: AO I I OO EIOI OA AEA AEA AEA A O INOI E EO IA,A O INOI EIO E EO I EIE OA ECEA,AEI IN E OIO EECE I NO I I EIO IN O OE OIAA AEA ANAA A O uE E EAE OE E O OA,A OIN O INE EONA,A I EIO IO IN II E O A,A O ON N OA EAEA,AEIO OA ECEA A AOE EIE OIOA NEI O EIA. AuPenyebab lupa adalah laku maksiat, banyak dosa, gila dan gelisah karena urusan Seperti telah kami kemukakan di atas, bahwa orang yang berakal itu jangan tergilagila dengan perkara dunia, karena akan membahayakan dan sama sekali tidak ada Gila dunia tak lepas dari akibat kegelapan hati, sedang gila akhirat tak lepas dari akibat hati bercahaya yang akan tersakan di kala shalat. Kegilaan dunia akan menghalangi berbuat kebajikan, tetapi kegilaan akhirat akan membawa kepada amal Menyibukkan diri dengan melakukan shalat secara khusus dan mempelajari ilmu pengetahuan itu dapat menghilangkan kegundahan dalam hati. Ay Kitab TaAlym al-Mutallim merupakan kitab yang berisi panduan belajar dan mengajar bagi setiap guru dan peserta didik. Selain berisi tentang panduan belajar dan mengajar, di dalam kitab tersebut juga terdapat nilai-nilai Pendidikan etika dan akhlak yang perlu dikaji dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga apa yang menjadi tujuan dari belajar dapat tercapai, yakni menjadikan manusia semakin taat dan dekat kepada Allah SWT, bermanfaat bagi sesama, serta mendapat keberkahan bagi dirinya. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah peneliti temukan dalam kitab Ta Alym al-Mutallim peneliti mendapatkan bahwa ada beberapa etika yang semestinya dimiliki oleh seorang palajar dalam menuntut ilmu, yaitu: Niat dalam mencari ilmu: Wajib berniat waktu belajar. Sebab niat itu menjadi pokok dari segala hal, sebagaimana sabda Nabi SAW: Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu terserah niatnyaAy Hadits shahih. Cara memilih guru dan teman: Bagi pelajar, dalam masalah ilmu hendaklah memilih mana yang terbagus dan dibutuhkan dalam kehidupan agmanya pada waktu itu, lalu yang untuk waktu yang akan datang. Cara menghormati ilmu: Penting diketahui. Seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan gurunya. Kesungguhan dalam mencari ilmu dan beristiqomah: Ada dikatakan pula: Ausiapa sungguh-sungguh dalam mencari sesuatu pastilah ketemuAy AuBarangsiapa mengetuk This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 288 | Mutiara Matondang1. Rohimin2. Nurhidayat3 pintu bertubi-tubi, pasti dapat memasukiAy. Ada dikatakan lagi: AuSejauhmana usahamu, sekian pula tercapai cita-citamuAy. Ukuran dan urutan: Mengenai ukuran seberapa panjang panjang yang baru dikaji, menurut keterangan Abu Hanifah adalah bahwa Syaikh Qadli Imam Umar bin Abu Bakar Az-Zanji berkata: guru-guru kami berkata: AuSebaiknya bagi oarang yang mulai belajar, mengambil pelajaran baru sepanjang yang kira-kira mampu dihapalkan dengan faham, setelah diajarkannya dua kali berulang. Kemudian untuk setiap hari, ditambah sedikit demi sedikit sehingga setelah banyak dan panjang pun masih bisa menghapal dengan paham pula setelah diulanga dua kali. Demikianlah lambat laun setapak demi Apabila pelajaran pertama yang dikaji itu terlalu panjang sehingga para pelajar memerlukan diulanganya 10 kali, maka untuk seterusnya sampai yang terakhirpun Karena hal itu menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan kecuali dengan susah Ay Bertawakal: Pelajar harus bertawakal dalam menuntut ilmu. Jangan goncang karena masalah rizki, dan hatinya pun jangan terbawa kesana. Abu Hanifah meriwayatkan dari Abdullah Ibnul Hasan Az-Zubaidiy sahabat Rasulullah SAW: AuBarangsiapa mempelajari agama Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya dan memberinya rizki dari jalan yang tidak dikira sebelumnya. Ay Waktu belajar ilmu: Ada dikatakan: AuMasa belajar itu sejak manusia berada dibuaian hingga masuk keliang kubur. AuHasan bin Ziyad waktu sudah berumur 80 tahun baru mulai belajar fiqh, 40 tahun berjalan tidak pernah tidur di ranjangnya, lalu 40 tahun berikutnya menjadi mufti. Mencari tambahan ilmu pengetahuan: Hendaknya pelajar bisa mengambil pelajaran dari para sesepuh dan mencecap ilmu mereka. Tidak setiap yang telah berlalu bisa didapatkan kembali, sebagaimana yang dikemukakan oleh Ustadz Syaikhul Islam dimasa tua beliau: Banyaklah orang-orang tua yang agung ilmu dan keutamaannya, saya bertemu tapi tidak mengambil sesuatu yang baik dari padanya, maka atas kelewatan tersebut, saya berkata dalam mengubah satu bait syi Air dibawah ini: # Sayang seribu sayang, aku terlambat dan tak mendapat # Apapun yang pana dan terlewat, tak mesti bisa didapat WaraA ketika menuntut ilmu: Dalam masalah waro A, sebagian ulama meriwayatkan hadist dari Rasulullah SAW: AuBarang siapa tidak berbuat waro A waktu belajarnya, maka Allah memberinya ujian dengan salah satu tiga perkara: dimatikan masih berusia muda, ditempatkan pada perkampungan orang-orang bodoh atau dijadikan pengabdi sang pejabatAy Jikalau mau membuat waroA maka ilmunya lebih bermanfaat, belajarpun mudah dengan banyak-banyak berfaedah. Hal-hal yang dapat menguatkan hafalan dan melemahkannya: Yang paling kuat menyebabkan mudah hafal adalah kesungguhan, kontinuitas, mengurangi makan dan shalat di malam hari. Membaca Al-QurAan termasuk penyebab hafalan seseorang, ada dikatakan: AuTiada sesuatu yang lebih bisa menguatkan hafalan seseorang, kecuali membaca Al-QurAan dengan menyimak. Ay AuMembaca Al-Qur Aan yang dilakukan dengan menyimak itu lebih utama. Ay Sebagaimana sabda Nabi SAW: AuAmalan umatku yang paling utama adalah membaca Al-QurAan dengan menyimak tulisannya. Ay dan Penyebab lupa adalah laku maksiat, banyak dosa, gila dan gelisah karena urusan dunia. Seperti Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 276-299 | 289 telah kami kemukakan di atas, bahwa orang yang berakal itu jangan tergila-gila dengan perkara dunia, karena akan membahayakan dan sama sekali tidak ada manfaatnya. Gila dunia tak lepas dari akibat kegelapan hati, sedang gila akhirat tak lepas dari akibat hati bercahaya yang akan tersakan dikala shalat. Kegilaan dunia akan menghalangi berbuat kebajikan, tetapi kegilaan akhirat akan membawa kepada amal kebajikan. Nilai-nilai Karakter Pelajar dalam menuntut ilmu menurut Imam Burhanudin Az-Zarnuji Dalam kitab TaAolm Al-MutaAoallim tidak ditemukan sub-bab khusus mengenai pendidikan karakter. Dalam memaparkan pemikiran Az-Zarnuji, peneliti menggambarkan pemikiran beliau dari berbagai sub-bab dan dikaitkan dengan problematika pendidikan peserta didik, yang akan peneliti klasifikasikan di bawah ini: Akhlak siswa terhadap Allah SWT, dalam beberapa dalam beberapa sub-bab ditemukan beberapa hal yang berhubungan dengan akhlak siswa terhadap Allah SWT. Diantaranya adalah niat baik dalam menuntut ilmu dengan berharap akan ridhoNya, bertawakal dan bersikap waraAo. Menurut penulis, pendapat ini benar sekali. Karena hakikatnya seorang pelajar harus bertawakal sepenuhnya kepada Allah sepanjang perjalanannya menyelami lautan ilmu. Jika tawakal sudah berkurang, akan berakibat pada terganggunya proses belajar. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat beberapa masalah yang sering menghampiri siswa yaitu masalah finansial. Akhlak Siswa terhadap Diri Sendiri dalam tulisannya, az-Zarnuji mencantumkan sifatsifat yang wajib menjadi karakter siswa sebagai bentuk adanya pendidikan akhlak terhadap dirinya sendiri yaitu sifat tawadhuAo, tawakal, berani, husnudzon, waraAo, menghindari perselisihan dan saling menyayangi serta sungguh sungguh. WaraAo yang dimaksud oleh az-Zarnuji yaitu meminimalisir porsi makan agar tidak kekenyangan dan terlalu banyak tidur serta membicarakan sesuatu yang tidak ada nilai manfaatnya serta menahan diri agar tidak makan jajanan pasar karena jajanan pasar kurang terjaga dari najis dan kotor sehingga dapat menjauhkan diri dari ingat kepada Allah serta mendekatkan kepada kelalaian. Akhlak Siswa kepada Guru, mengenai akhlak siswa dengan az-Zarnuji menjelaskan mengenai akhlak siswa terhadap guru yaitu pada bab ketiga dan keempat. Adapun akhlak siswa terhadap guru dalam penjelasannya yaitu: Pertama, dalam memilih guru beliau memerintahkan untuk memilih guru yang ahli, bersifat waraAo dan usianya lebih tua dari siswa tersebut. Karena apabila seorang siswa tidak selektif dalam memilih guru maka akan berdampak kurang baik pada dirinya sendiri. Kewajiban memilih guru yang pandai harus dilakukan oleh seorang siswa karena jika guru tidak pandai maka pelajaran tidak akan tersampaikan dengan baik kepada siswanya begitu pula bersifat waraAo dan lebih tua. Kedua, dalam memilih guru menurutnya tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. Bahkan beliau memerintahkan untuk memilihnya dengan tenang dan dengan pertimbangan yang matang. Hal ini dimaksudkan agar siswa tidak mudah berpindah-pindah belajar ke satu guru ke guru yang lain dan meninggalkannya atas dasar ketidaktertarikannya dengan apa yang guru sampaikan. Pasal yang berjudul Mengagungkan Ilmu dan Ahli Ilmu, dalam pendidikan karakter berkaitan dengan Tanggung Jawab. Peduli Sosial. Cinta Damai dan Bersahabat. Karena tanggung jawab merupakan sikap dan perilaku untuk melaksanakan tugas dan Untuk itu kewajiban dari seorang pelajar yaitu belajar serta hormatilah This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 290 | Mutiara Matondang1. Rohimin2. Nurhidayat3 Ilmu dan Ahli Ilmu . Sedangkan karakter cinta damai adalah sikap, perkataan dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Juga peduli sosial, karena karakter peduli sosial adalah sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Pada pasal yang berjudul Kesungguhan dalam mencari Ilmu. Beristiqamah dan Citacita yang luhur. Adapun kaitannya dengan pendidikan karakter yaitu karakter Tanggung jawab dan Kerja keras, karena apabila seseorang memiliki sifat tekun dan serius dalam belajar maka akan tumbuh dalam dirinya karakter yang bertanggung jawab dan kerja Karena dengan perilaku kerja keras menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam menggapai sesuatu atau yang diharapkannya. Dengan demikian, apabila peserta didik mempunyai cita-cita yang tinggi haruslah bekerja keras sekuat tenaga serta tekun dalam belajar agar mendapatkan apa yang dicita-citakannya. Pembahasan pasal Tawakkal yang terdapat dalam KitAb Ta Alm Al-Mutaallim Tharq AlTallum dalam isi pembahasan tersebut maka karakter yang terbentuk ialah karakter Religius karena ketika peserta didik telah tertanam dalam dirinya sifat tawakkal maka karakter yang terbentuk secara tidak langsung terbentuk karakter religius. Karena religius merupakan sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama. Pasal yang berjudul WaraA berkaitan dengan karakter religius, peduli lingkungan, peduli sosial, jujur dan bertanggung jawab. Wara A dengan karakter religius, kita ketahui bahwa pengertian WaraA ialah menjauhkan diri dari dosa, maksiat dan perkara Adapun kaitannya dengan karakter yang religius yaitu perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. Hal ini senada dengan firman Allah AuKerjakan apa yang aku perintahkan dan tinggalkan apa yang yang Aku larangAy. WaraA dengan karakter peduli lingkungan, jika seseorang itu sudah tertanam sikap WaraA maka seseorang tersebut tidak akan membuat kerusakan lingkungan alam sekitarnya karena hal tersebut merupakan perbutan dosa dan syubhat. Wara A dengan karakter peduli sosial, maka akan terbentuk sikap tolong menolong kepada orang yang WaraA dengan karakter jujur, maka tidak akan terjadi penipuan dan tidak akan bertambahnya para koruptor. Relevansi Konsep Etika Pelajar dalam membentuk pendidikan karakter perspektif kitab TaAlm Al-Mutallim karya Imam Burhanudin Az-Zarnuji dengan konsep Pendidikan masa kini Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kitab Ta Alim Muta Aallim sangat penting untuk dipelajari bagi penuntut ilmu yang sedang mencari ilmu guna untuk mengetahui bagaimana cara-cara yang baik dsalam mencari ilmu agar bermanfaat untuk dirinya dan orang lain kelak. Oleh karena itu sangat perlu bagi semua orang untuk mencari ilmu karena mencari ilmu itu hukumnya wajib. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . wajib berniat waktu belajar, hendaklah memilih mana yang terbagus dalam memilih guru dan teman, seorang pelajar tidak akan mendapatkan ilmu jika tidak menghormati ilmu, siapa sungguh-sungguh dalam mencari sesuatu pastilah ketemu, dalam belajar sedikit sedikit dan diulang-ulang, pelajar harus bertawakal dalam menuntut ilmu. Hendaknya pelajar bisa mengambil pelajaran dari para sesepuh dan mencecap ilmu mereka. Jikalau mau membuat waro A maka ilmunya lebih bermanfaat. Yang paling kuat menyebabkan mudah hafal adalah kesungguhan. Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. Desember 2024 | Pages. 276-299 | 291 kontinuitas, mengurangi makan dan shalat di malam hari, . mengagungkan semua yang berhuungan dengan ilmu baik itu memulyakan guru, memulyakan kitab dan menghormati teman. Brangsiapa mengetuk pintu bertubi-tubi, pasti dapat memasuki. Pangkal kesuksesan adalah kesungguhan dan himmah yang luhur. Siapa bersabar dalam menghadapi segala kesulitan di atas, maka akan mendapat kelezatan ilmu yang melibihi segala kelezatan yang ada di dunia. Apabila seseorang kebetulan kaya raya, alangkah bagusnya bila harta yang halal itu dimiliki orang shaleh. KESIMPULAN Pemikiran az-Zarnuji dalam Pendidikan sangat kental dengan muatan moral. Tujuan pendidikan diarahkan pada kedekatan diri pada Allah SWT dan mencari ridha Allah SWT. Dalam prosesnya murid harus mengagungkan guru dan tidak boleh mendebat gurunya. Setiap mau belajar harus diawali dengan doa kepada Allah SWT. Materi-materi pendidikannya lebih menekankan pada materi keagamaan. Dalam proses pembelajaran, spirit pendidikan berpusat pada guru . eacher centere. Syaikh Burhanudin Az-Zarnuji at NuAmyn ibn Ibryhym ibn Khalyl az-Zarnyjy Tyj ad-Dyn adalah orang yang diyakini sebagai satu-satunya pengarang KitAb Ta Alm Al-Muta Aallim Tharq At-Tallum akan tetapi nama beliau tidak begitu dikenal dari apa yang ditulisnya. KitAb TaAlm Al-Mutallim Tharq At-Tallum merupakan satu satunya karya Az-Zarnuji yang terdokumentasi yang sampai sekarang masih ada. Sebagai seorang pemerhati Pendidikan yang teori dan konsepnya sangat di pengaruhi oleh latar belakang Pendidikan yang di jalaninya serta bagian dari respon sosial terhadap lingkungan Pendidikan yang terjadi pada kisaran abad 6 H. Syaikh Burhanudin Az-Zarnuji dalam TaAlm Al-Mutallim Tharq At-Ta Aallum menyebutkan ada beberapa etika atau akhlak yang semestinya dimiliki seorang pelajar dalam menuntut ilmu yaitu niat yang benar, mengahrgai guru, mengharhai ilmu, memilih teman yang baik, waraAo, tawakkal, menghindari maksiat dan memilih ilmu dan waktu yang tepat dalam belajar. Pendidikan akhlak yang ditekankan beliau dalam kitab tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni pertama akhlak kepada Allah yaitu Hal ini dilakukan sebagai kebaktian dan tugas sebagai seorang yang dianugerahi ilmu oleh Allah, disamping juga sebagai pengalaman untuk manusia itu sendiri. Kedua akhlak kepada sesama manusia manusia yang berilmu harus mengaktualkan ilmunya untuk kebaikan umat dan ketiga akhlak kepada ilmu yakni keilmuan manusia dianjurkan untuk selalu mengembangkan ilmunya Kitab "Ta'limul Muta'allim" karya Az-Zarnuji memberikan kerangka pendidikan karakter yang sangat kuat dengan menekankan pentingnya niat yang ikhlas, etika terhadap guru dan sesama, kesabaran, ketekunan, rendah hati, pengendalian diri, akhlak mulia, dan keseimbangan antara ilmu dan amal. Pendidikan karakter dalam kitab ini tidak hanya fokus pada aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan moral, yang membuatnya relevan dan bermanfaat dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia serta cerdas secara emosional dan spiritual. Sehingga dapat dipahami secara tersirat bahwa konsep Pendidikan karakter yang ditawarkan Syaikh Burhanudin Az-Zarnuji berupa karaakter religus, disiplin, kerja keras, kreatif, rasa ingin tahu, mandiri, gemar membaca dan tanggung jawab. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 292 | Mutiara Matondang1. Rohimin2. Nurhidayat3 Kitab TaAlym al-Mutallim karya Az Zarnuji sangat relevan dengan nilai karakter apabila dijadikan acuan atau pedoman dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan Islam saat ini, karena dalam kitab ini membahas mengenai pendidikan akhlak yang sangat relevan untuk saat ini. Kitapun kerap menyadari bahwa betapa merosotnya etika dan akhlak pelajar sat ini sehingga menjadi perhatian bagi pemerhati Pendidikan. Az-Zarnuji sangat menekankan etika . dalam proses belajar mengajar. Karakter seperti kerendahan hati, rasa hormat terhadap guru, dan kesungguhan dalam belajar merupakan bagian integral dari pendidikan menurutnya. Banyak kurikulum saat ini memasukkan pengajaran etika, kepemimpinan, kerja sama, dan pengembangan moral ke dalam proses Pendidikan berbasis nilai dan moral tidak hanya membentuk siswa menjadi individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga baik secara sosial dan emosional, sesuai dengan tujuan pendidikan holistik di era modern. DAFTAR PUSTAKA