Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Rancangan Sistem Monitor Flight Plan di Bandar Udara Temindung Samarinda Design of the Flight Plan Monitor System at Temindung Airport Samarinda Fatmawati Sabur1. Sandhy Pangestu2 fatmawatisaburatkp@gmail. com, sandhypangestu@gmail. Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar ABSTRAK Pengiriman flight plan dari Bandar udara Temindung Samarinda ke Bandar udara Sepinggan Balikpapan terkadang gagal dikarenakan berbagai hal seperti putusnya jalur komunikasi atau kegagalan fasilitas penunjang yang lainnya yaitu VSAT. Sehingga apabila data flight plan dari BO Samarinda ke BO Balikpapan tidak terkirim, maka BO Samarinda akan mengirim ulang flight plan Tujuan perancangan untuk membuat aplikasi yang dapat memonitor flight plan pada tower di Bandar Udara Temindung Samarinda dan untuk menghasilkan alat yang dapat mengirimkan notifikasi ke teknisi bila terjadi gangguan pada jaringan AFTN. Metode perancangan menggunakan komponen mikrokontroler, modul GSM, dan aplikasi Microsoft Visual Studio 2013. Hasil perancangan menunjukan simulasi alat tersebut akan mampu memberikan gambaran mengenai system monitoring pengiriman flight plan yang terkirim maupun diterima di Bandara Temindung Samarinda. Kata kunci: pengiriman. flight plan. modul SMS ABSTRACT Transmission of filght plan from Samarinda Temindung airport to Balikpapan Sepinggan airport has been sometimes failed because of various things such as breaking off the communication way or another supporting facility failure such as VSAT. So, if flight planAos data from Samarinda BO to Balikpapan BO is not sent, then Samarinda BO will resend that filght plan. The objective of this design was to make an application which is able to monitor flight plan at tower of Samarinda Temindung airport and to invent a device which could be used to send notification to the technician if there any trouble on AFTN. The method of this design used microcontroller component. GSM modul, and Microsoft Visual Studio 2013 application. The aim of this design had shown the simulation of that device would be able to give a description about flight plan transmission monitoring system which transmit and receive into Samarinda Temindung airport. Keywords: transmission. flight plan. SMS modul Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 PENDAHULUAN Bandar Udara merupakan titik simpul pergerakan moda transportasi udara dan keberadaannya tidak dapat dipungkiri sebagai kebutuhan vital masyarakat dewasa ini. Adanya melakukan perjalanan antar pulau atau antar Negara, membuat peranan Bandar udara menjadi berarti. Di Indonesia memliki ratusan Bandar udara yang menyebar di pulau besar dan kecil di ibukota provinsi atau di pedesaan seperti yang dijumpai di Provinsi Papua dan Papua Barat. Bandar udara ini dikelolah oleh PT. Angkasa Pura I dan II. Kementerian Perhubungan. Perusahaan Swasta dan Yayasan Keagamaan. Salah satu bandar udara yang dikelola oleh pemerintah adalah adalah Bandar Udara Temindung di kota Samarinda. Bandar Udara ini berada merupakan bandara kelas II, terletak pada posisi koordinat 117A 9' 26,19" BT - 0. 484455 0A 29' 4,04" LS yang melayani operasional penerbangan ke Balikpapan. Berau. Bulungan. Tarakan. Datah Dawai dan Long Apung. Untuk menunjang operasional penerbangan dibutuhkan berbagai jenis fasilitas seperti fasilitas sisi udara, sisi darat, telekomunikasi, navigasi penerbagan, keamanan penerbangan dan lain-lain. Setiap Bandar udara di Indonesia telah terhubung dengan suatu sistem jaringan yang Aeronautical Fixed Telecommunication Network (AFTN). AFTN digunakan sebagai format dalam pengiriman penerimaan berita Ae berita penerbangan dari Bandar udara Temindung Samarinda ke Bandar udara Sepinggan Balikpapan yang kemudian dilanjutkan penggunaannya sesuai alamat tujuan dan sebaliknya. Dalam operasinya, pada jaringan AFTN penerimaan/pengiriman berita. Ini bisa disebabkan oleh berbagai halseperti cuaca buruk, putusnya jalur komunikasi atau bahkan kegagalan fasilitas penunjang yang lainnya yaitu VSAT (Very Small Apparture Termina. Hal ini akan menyebabkan terganggunya proses penerimaan dan pengiriman beritaberita penerbangan. Bila hal tersebut tidak ditanganidengan segera oleh teknisi TELNAV maka akan mengganggu proses komunikasi point to point. Salah satu berita penerbangan yang dikirimkan adalah flight plan. Untuk menunjang keselamatan dan keamanan penerbangan, diperlukan juga koordinasi yang baik antara ATC dengan pilot mengenai laporan rencana penerbangan yang akan dilakukan dan diajukan sebelum Laporan itu disebut flight plan. Dalam penerbangan, tentunya setiap pesawat yang akan melakukan take-off wajib mengisi flight plan . zin penerbanga. Untuk mendapatkan flight plan, dispatcher atau flight operation officer wajib mengirim rencana penerbangan atau flight plan ke Air Traffic Service atau Brieffing Office (BO) di suatu Bandar Udara. Flight plan sudah diterima Brieffing Office 1 jam sebelum keberangkatan pesawat. Flight plan berisi data Bandar Udara asal. Bandar Udara tujuan, registrasi pesawat, nama pilot in command, warna pesawat, perlengkapan pesawat. Bandar udara alternatif, dan lain-lain. Petugas BO akan memproses flight plan tersebut untuk disampaikan ke ATC unit seperti ADC. APP, dan ACC serta ke ATS Penyampaian flight plan ke ADC unit atau tower masih melalui telepon. Dalam operasinya, penyampaian flight plan dari Bandar udara Temindung Samarinda ke Bandar udara Sepinggan Balikpapan terkadang gagal, mengakibatkan unit BO Balikpapan mengonfirmasi ke unit tower Samarinda mengenai flight plan yang dikirim. Samarinda mengkonfirmasi kembali ke unit BO. Apabila data flight plan dari BO Samarinda ke BO Balikpapan tidak terkirim, maka BO Samarinda akan mengirim ulang flight plan Mengacu pada kondisi tersebut akan menghambat efisiensi kinerja dari ATC. Dengan kondisi tersebut pula, bila ada gangguan pada proses penerimaan dan pengiriman flight plan tidak segera dapat Tujuan perancangan menghasilkan Sistem Monitor Flight Plan yang lebih efisien dari Flight plan yang tersedia saat ini di Bandar Udara Temindung Samarinda. METODE PERANCANGAN Perancangan ini dilaksanakanpada dua tempat yaitu Bandar Udara Temindung Samarinda sebagai lokasi pengumpulan data Kampus Akademi Teknik Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Keselamatan Penerbangan Makassar sebagai lokasi pengerjaannya. Waktu perancangan ini dimulai dari bulan Oktober 2016 hingga Juni Metode perancangan menggunakan Personal Computer (PC) atau laptop, adaptor, arduino UNO, modul GSM SIM900A, kabel LAN, program Microsoft Visual Basic 2013 dan program Arduino 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan permasalahan pengiriman flight plan dari Bandara Temindung Samarinda ke Bandara Sepinggan Balikpapan tersebut, maka penulis merancang alat yang dapat memonitor pengiriman tersebut dengan AFTN menggunakan mikrokontroler. Gambar di bawah ini menunjukkan proses perancangan sistem monitor yang ditampilkan dalam bentuk flow chart, pada Gambar 1. Rancangan sistem monitor flight plan ini menggunakan komponen-komponen yang telah dijelaskan pada BAB sebelumnya dimana rancangan ini menggunakan modul GSM mikrokontroleryang menjadi output sebagai sistem notifikasi serta aplikasi pengiriman flight plan message yang dibuat menggunakan Visual Basic 2013 sebagai sistem interface antara PC-1 dan PC-2. Adapun blok diagram dari rancangan ini dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Blok diagram perancangan (Sumber: Hasil Rancanga. Fungsi masingAemasing komponen dari blok diagram tersebut adalah sebagai berikut: PC-1 Bandara Balikpapan, yaitu dapat mengirim dan menerima flight plan ke atau dari PC-2. PC-1 dan PC-2 terhubung dengan jaringan PC-2 Bandara Samarinda, yaitu dapat mengirim dan menerima flight plan ke atau dari PC-1 dan terhubung dengan information display (PC. melalui kabel LAN. PC-3 berfungsi sebagai information display, yaitu penampil dari data yang dikirim dan diterima oleh PC-2. Mikrokontroler Arduino SMD berfungsi sebagai pengolah data, yaitu mengolah data dari PC-2 bila disconnect dari PC-1. Rangkaian ini dihubungkan pula dengan rangkaian SIM900A untuk mengirimkan SMS. Modul GSM SIM900A berfungsi sebagai pemberi notifikasi, yaitu mengirimkan notifikasi atau informasi berupa SMS kepada HP Teknisi bila terjadi disconnect pada PC-1 dan PC-2. Gambar 1. Flow chart perancangan (Sumber: Hasil Rancanga. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Sedangkan blok diagram untuk alat monitoring jaringan itu sendiri dapat dilihat pada gambar Gambar 3. Blok diagram hardware (Sumber: Hasil Rancanga. Pada blok diagram di atas, diketahui bahwa PC-2 akan mengirimkan data ke mikrokontroler bila terjadi disconnect. Catu DC. Mikrokontroler akan mengolah data yang diterima dan output dari mikrokontroler menjadi input bagi SIM900A, sehingga modul SIM900A akan mengirimkan SMS ke HP Teknisi. Pada hardware ini, penulis juga menggunakan rangkaian regulator yang berfungsi menurunkan tegangan input dengan menggunakan IC LM7805. Tegangan masuk 9 volt ke electrolit capasitor . sebagai decouple yang selanjutnya diregulasi di LM7805 menjadi 5 volt untuk input tegangan pada mikrokontroler dan modul GSM SIM900A. Prinsip Kerja Rancangan Rancangan sistem monitor flight plan ini berfungsi untuk mempermudah petugas ATC dalam memonitor flight plan yang dikirim atau diterima dari BO Balikpapan (PC. ke BO Samarinda (PC-. begitupun sebaliknya, melalui PC-3 yang ditempatkan di Jadi. PC-1 dan PC-2 saling terhubung dengan jaringan wifi yang disimulasikan sebagai jaringan AFTN, dimana dapat saling bertukar informasi mengenai flight plan. Kemudian. PC-2 terhubung dengan PC-3 melalui kabel LAN, sehingga berita flight plan yang diterima atau dikirim oleh PC-2 dapat ditampilkan di PC-3 sehingga petugas ATC dapat mengetahui dengan pasti mengenai flight plan tersebut. Dan juga terdapat rangkaian sistem notifikasi yang terhubung dengan PC-2 yang bisa memberikan notifikasi berupa SMS bila koneksi terputus kepada HP Teknisi. Cara Pengoperasian Rancangan Untuk mengoperasikan perancangan ini dibutuhkan tiga buah PC yang telah mempunyai file aplikasi pengiriman flight plan untuk server, client, dan aplikasi untuk memonitor pengiriman flight plan yang bertipe application (. Hubungkan alat system monitoring jaringan pada PC-2. Setelah itu hubungkan PC-1 dan PC-2 pada jaringan Wifi yang sama. Kemudian hubungkan PC-2 dan PC-3 menggunakan kabel LAN sehingga PC-1. PC2, dan PC-3 saling terhubung. Cara agar PC-1. PC-2, dan PC-3 dapat saling terhubung adalah dengan mengubah pengaturan adapter jaringan pada PC-2 selaku server, yaitu dengan membuka opsi jaringan lalu pilih AyChange Adapter SettingAy kemudian blok jaringan Wifi dan jaringan LAN yang digunakan. Klik kanan dan pilih AuAdd to BridgeAy sehingga muncul suatu adapter baru yaitu Network Bridge. Seperti Gambar 4. Gambar 4. Hubungan antara PC-2 dan PC-3 menggunakan kabel LAN (Sumber: Hasil Rancanga. Lalu koneksikan alat monitoring jaringan dengan jaringan yang digunakan. Sebelumnya telah dibuat aplikasi untuk menyambungkan perangkat dengan jaringan. Buka aplikasi tersebut, kemudian setting IP address dari PC-2. Pilih COM port yang Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 digunakan lalu pilih ping to arduino, maka akan muncul kondisi atau kecepatan dari jaringan wifi tersebut. Seperti Gambar 5. Gambar 5. Pemasangan rancangan pada PC-2 (Sumber: Hasil Rancanga. Kemudian, buka aplikasi di PC-1, masukkan username dan password, lalu isi data flightplan pada format yang telah Kemudian isi port yang ingin digunakan pada kolom AyListen To PortAy. Port yang dimaksud adalah 4 angka acak dan harus sama dengan port PC-2. Masukkan pula IP address dari PC-2. Bila data telah terisi, pilih AuSendAy maka data flightplan yang dikirim dari PC-1 ke PC-2 akan tersampaikan juga ke PC3. Dan apabila data flightplan dikirim dari PC2 ke PC-1, maka akan diterima juga oleh PC3. Hasil Uji Coba Rancangan Uji rancangan ini dilaksanakan berulang-ulang di kampus Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar dan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan uji coba pada aplikasi dan tahap kedua pada alat Uji coba tahap pertama yaitu pada aplikasi pengiriman dan monitor flight plan. Berikut hasil pengujian sistem pengingat, seperti gambar 6. Gambar 6. Display monitor flight plan pada PC-3 (Sumber: Hasil Rancanga. Namun, bila koneksi PC-1 dan PC-2 terputus dikarenakan gangguan jaringan, maka rancangan monitoring jaringan akan bekerja dengan cara mengirim notifkiasi berupa SMS ke teknisi bahwa koneksi telah terputus. Seperti Gambar 7. Gambar 7. Tampilan SMS masuk (Sumber: Hasil Rancanga. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian rancangan sistem monitor flight plan ini, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa: Rancangan sistem monitor flight plan dengan aplikasi berbasis Visual Basic 2013 pada sebuah PC yang dapat dihubungkan dengan komputer BO sehingga dapat memonitor pengiriman flight plan. Rancangan alat monitor jaringan AFTN GSM SIM900A berhasil mengirimkan SMS dengan baik sehingga dapat memberikan informasi mengenai gangguan jaringan Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 AFTN kepada Teknisi berupa notifikasi SMS. DAFTAR PUSTAKA