Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 PENGARUH PERUBAHAN NILAI JUAL TBS KELAPA SAWIT TERHADAP KEMAKMURAN MASYARAKAT DESA MUARA LINGSING KABUPATEN LAHAT Intan PermatasariA. Firmansyah 2 Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sriwijaya. Indonesia 12 Corresponding Author Email: firman0807@gmail. Author Email : intanpermatas2704@gmail. Article History: Received: May 2025 Revision: June 2025 Accepted: June 2025 Published: August Keywords: Oil Palm. FFB Price. Village Welfare. Prosperity. Sejarah Artikel: Diterima: Mei 2025 Direvisi: Juni 2025 Disetujui: Juni 2025 Diterbitkan: Agustus Kata kunci: Kelapa Sawit. Harga TBS. Kesejahteraan Desa. Kemakmuran. Abstract: Study aims to determine the extent to which changes in the selling price of oil palm Fresh Fruit Bunches (FFB) affect the level of community prosperity in Muara Lingsing Village. Lahat Regency. The method used was a descriptive quantitative approach with data collection techniques through surveys, interviews, and documentation and then analysed descriptive statistics. The population in this study was all oil palm farmers in Muara Lingsing Village, while the sample was farmers who owned at least one hectare of land, selected using purposive sampling Community prosperity was measured through five indicators set by the Central Statistics Agency, namely health, education, consumption, housing, and social conditions. The results show that changes in the selling price of FFB have a real influence on community welfare. When prices rise, welfare increases, and conversely when prices fall, welfare decreases. Therefore, the local government is expected to maintain price stability and encourage farmers to have alternative sources of income to reduce their poverty. Abstrak: Penelitan ini dilatarbelakangi oleh ketergantungan masyarakat terhadap komoditas kelapa sawit sebagai sumber utama pendapatan. Ketidakstabilan harga TBS kelapa sawit akan berdampak langsung pada pendapatan dan kemakmuran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perubahan harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit memengaruhi tingkat kemakmuran masyarakat di Desa Muara Lingsing. Kabupaten Lahat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui survei, wawancara, dan dokumentasi lalu dianalisis secara statistik deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani kelapa sawit di Desa Muara Lingsing, sedangkan sampelnya adalah petani yang memiliki lahan minimal satu hektar, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kemakmuran masyarakat diukur melalui lima indikator yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik, yaitu kesehatan, pendidikan, konsumsi, perumahan, dan kondisi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan harga jual TBS memiliki pengaruh yang nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Ketika harga naik, kesejahteraan meningkat, dan sebaliknya ketika harga turun, kesejahteraan menurun. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan mendorong petani untuk memiliki sumber pendapatan alternatif guna mengurangi risiko Penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam memahami dinamika ekonomi rumah tangga di wilayah agraris. How to Cite: Intan Permatasari. Firmansyah. PENGARUH PERUBAHAN NILAI JUAL TBS KELAPA SAWIT TERHADAP KEMAKMURAN MASYARAKAT DESA MUARA LINGSING KABUPATEN LAHAT. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI), 10 . DOI : 31932/jpe. This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 538 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE PENDAHULUAN Secara naluriah, manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup seharihari dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya, mengerahkan pikiran dan tenaga, dan menggunakan potensi dan modal yang dimiliki baik dari dalam diri mereka maupun dari lingkungan tempat mereka hidup (Karimia et al. , 2. Sektor pertanian masih menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia (Gita Srihidayati & Suhaeni, 2. Hal ini didukung oleh banyaknya sumber daya alam dan kondisi tanah yang subur, yang membuat sektor ini sangat memungkinkan untuk terus berkembang. Sektor pertanian berperan besar dalam penyediaan lapangan kerja dan menyumbang devisa negara. Sektor pertanian dapat menyerap tenaga kerja, menyediakan sumber mata pencaharian, dan secara tidak langsung meningkatkan menjadikannya sangat penting. Selain itu, sektor pertanian sangat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mengatasi kemiskinan (Rahman et al. Oleh karena itu, dengan tujuan produktivitas, pembangunan pertanian difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Di Indonesia, kelapa sawit adalah komoditas yang paling umum dan paling Salah satu negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia adalah Indonesia (Ronauliy, 2. Selain berfungsi sebagai sumber uang negara dan sebagai pendukung ekonomi masyarakat pedesaan, komoditas ini memainkan peran penting dalam perekonomian nasional. Tandan Buah Segar (TBS), komoditas utama dalam rantai industri kelapa sawit, adalah salah satu bentuk hasil dari tanaman kelapa Permintaan produk kelapa sawit Indonesia terus meningkat setiap tahun untuk konsumsi domestik dan internasional (Saragih & Rahayu, 2. Dengan permintaan yang terus meningkat setiap tahunnya, masyarakat jelas memilih untuk menjadi petani kelapa sawit daripada komoditas perkebunan lainnya. Komiditi kelapa sawit sangat cocok untuk dibudidayakan karena, selain kemudahan perawatannya, harganya terus meningkat. Desa Muara Lingsing. Kabupaten Lahat, merupakan salah satu wilayah yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari usaha perkebunan kelapa sawit. Namun, tingginya ketergantungan terhadap masyarakat sangat rentan terhadap fluktuasi Pendapatan petani secara langsung dipengaruhi oleh perubahan harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, serta kualitas hidup atau tingkat kemakmuran mereka. Fenomena inilah yang mendorong pentingnya dilakukan penelitian mengenai pengaruh nilai jual TBS terhadap kemakmuran masyarakat Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan beberapa petani dapat diketahui bahwa penurunan harga TBS dapat menyebabkan penurunan pendapatan Sementara itu, kenaikan harga dapat meningkatkan taraf hidup petani secara nyata. Fluktuasi pendapatan akibat perubahan harga TBS juga dirasakan oleh masyarakat di Desa Muara Lingsing, yang mayoritas penduduknya bergantung pada perkebunan kelapa sawit sebagai sumber utama penghasilan. Berdasarkan temuan awal di lapangan, penurunan harga TBS seringkali menyebabkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok, menurunnya This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 539 | Intan Permatasari. Firmansyah. PENGARUH PERUBAHAN NILAI JUAL TBS KELAPA SAWIT TERHADAP KEMAKMURAN MASYARAKAT DESA MUARA LINGSING KABUPATEN LAHAT. daya beli, serta mengganggu stabilitas ekonomi rumah tangga. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memperbesar potensi kemiskinan lokal apabila tidak ditangani secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman lebih lanjut tentang sejauh mana nilai jual TBS memengaruhi aspek kemakmuran masyarakat di wilayah ini. Penelitian kemakmuran masyarakat dengan lima indikator yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik . , yaitu: kesehatan dan gizi, pendidikan, taraf dan pola konsumsi, perumahan dan lingkungan, serta kondisi sosial lainnya. Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengkaji hubungan antara harga TBS dan kesejahteraan petani. Kudril Hamdillah et al. menunjukkan bahwa harga TBS berkontribusi sebesar 87% terhadap kesejahteraan petani. Surya et al. menyimpulkan bahwa naik turunnya harga TBS secara langsung memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat petani kelapa Penelitian lain oleh Sukowati . menyatakan bahwa meskipun dampaknya relatif kecil secara nasional, fluktuasi harga TBS pendapatan rumah tangga petani. Namun, penelitian-penelitian tersebut belum secara spesifik mengkaji pengaruh perubahan nilai jual TBS terhadap kemakmuran masyarakat dalam konteks lokal Desa Muara Lingsing, dengan pendekatan indikator kesejahteraan secara komprehensif. Dengan demikian, penelitian ini menghadirkan kebaruan dalam aspek wilayah kajian, pendekatan indikator kemakmuran, serta penggunaan data primer dari responden di tingkat rumah Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perubahan nilai penjualan TBS kelapa sawit terhadap kesejahteraan masyarakat Muara Lingsing. Penelitian dinamika hubungan antara kesejahteraan dan fluktuasi harga produk pertanian di masyarakat pedesaan. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi para akademisi dan peneliti selanjutnya yang tertarik untuk mempelajari ekonomi pedesaan dan ekosistemnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang dikenal sebagai deskriptif-asosiatif. Sugiyono . mengatakan bahwa penelitian kuantitatif berbasis positivisme dan dilakukan pada populasi atau sampel Sasaran penelitian adalah masyarakat penghasil kelapa sawit di Desa Muara Lingsing di Kabupaten Rahat. Data primer dan sekunder diambil dari dokumen tertulis, wawancara semi-terstruktur, dan kuesioner tertutup. Sebanyak 91 kepala penelitian, yang mencakup semua kepala keluarga di desa yang memiliki lahan minimal 1 hektar yang ditanami kelapa Jumlah sampel 74 orang dihitung dengan rumus Slovin dan tingkat kesalahan Alat angket yang digunakan telah diuji reliabilitas dan validitasnya dengan menggunakan uji korelasi Pearson dan Alpha Cronbach. Uji coba angket dilakukan kepada responden sebanyak 30 masyarakat di Desa Maspura Kabupaten Lahat yang bukan sampel. selanjutnya untuk pengujian angket telah dilakukan dan dihasilkan semua indikator valid sebanyak 30 butir 540 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Tabel 1: Hasil Uji Validitas Angket Nilai Jual No Item r-hitung r-tabel 0,610 0,361 0,737 0,361 0,583 0,361 0,415 0,361 0,653 0,361 0,549 0,361 0,365 0,361 0,415 0,361 0,408 0,361 0,389 0,361 0,376 0,361 0,512 0,361 0,400 0,361 0,485 0,361 0,555 0,361 0,457 0,361 0,436 0,361 0,416 0,361 0,376 0,361 0,384 0,361 0,423 0,361 0,531 0,361 0,463 0,361 0,427 0,361 0,499 0,361 0,396 0,361 0,583 0,361 0,382 0,361 0,737 0,361 0,610 0,361 Sumber: Data Primer diolah, 2025 Selanjutnya angket kemakmuran masyarakat telah diuji coba dan dilakukan pengujian validitas menggunakan formula product moment yang memberikan hasil Interpretasi Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Keterangan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan bahwa semua indikator sebanyak 30 pertanyaan valid dan layak untuk digunakan dalam penelitian. Tabel 2: Hasil Uji Validitas Angket Kemakmuran No. Item r-itung r-tabel 0,751 0,361 This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Interpretasi Valid Keterangan Digunakan Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 541 | Intan Permatasari. Firmansyah. PENGARUH PERUBAHAN NILAI JUAL TBS KELAPA SAWIT TERHADAP KEMAKMURAN MASYARAKAT DESA MUARA LINGSING KABUPATEN LAHAT. 0,896 0,857 0,636 0,723 0,667 0,738 0,734 0,819 0,620 0,662 0,772 0,619 0,773 0,811 0,845 0,371 0,550 0,401 0,580 0,713 0,776 0,760 0,853 0,727 0,728 0,830 0,800 0,641 0,774 Sumber: Data Primer diolah, 2025 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 Dalam penelitian ini, variabel bebas yang digunakan adalah nilai jual TBS (X), yang dihitung dengan indikator harga jual di tingkat pengepul dan pabrik. Variabel terikat adalah kemakmuran masyarakat (Y), yang dihitung dengan lima indikator BPS: kesehatan dan gizi, pendidikan, taraf dan pola konsumsi, perumahan dan lingkungan, dan kondisi sosial. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dan uji asumsi klasik seperti uji normalitas dan linearitas untuk menguji model regresi yang digunakan. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan Digunakan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat kemakmuran masyarakat di Desa Muara Lingsing. Kabupaten Lahat, dan nilai jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa Uji asumsi klasik seperti uji normalitas data nilai jual menunjukkan hasil 9,246 O xA tabel = 9,488. Artinya, data nilai jual berdistribusi normal, sementara uji normalitas data kemakmuran masyarakat menunjukkan hasil 8,5005 O xA tabel = 9,487. Artinya, data angket kemakmuran masyarakat berdistribusi Dalam uji linieritas setelah dilakukan perhitungan diperoleh Fhitung 542 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE =0,0136 O Ftabel = 0,57 maka dapat diketahui bahwa data berpola linier sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Selanjutnya, diperoleh bahwa terdapat pengaruh positif antara nilai jual terhadap kemakmuran masyarakat di Desa Muara Lingsing Kabupaten Lahat sebesar 32,49 yang dinyataan dalam persamaan regresi yaitu Y = 32,49 0,49X artinya, ketika x naik 1 maka y naik 0,565. Dengan menggunakan uji korelasi Pearson, analisis statistik menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,4061 yang berada dalam kategori hubungan sedang. Ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara harga jual TBS dengan tingkat kemakmuran masyarakat, meskipun tidak tergolong kuat. Artinya, ketika harga jual TBS naik, maka tingkat kemakmuran masyarakat cenderung meningkat, begitu juga sebaliknya. Namun, karena kekuatan kemungkinan bahwa masih ada faktorfaktor lain di luar harga TBS yang turut Sementara itu. Koefisien (K. 16,49%, menunjukkan bahwa variabel nilai jual TBS memberikan sumbangan terhadap kemakmuran masyarakat sebesar 16,49%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Hasil koefisien determinasi yang hanya 16,49% menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor lain yang turut menentukan kemakmuran masyarakat, seperti kepemilikan aset lain, pekerjaan sampingan, atau bantuan Dengan nilai t-hitung sebesar 3,7712 yang jauh lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,66629 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan . Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh yang signifikan antara nilai jual TBS terhadap kemakmuran Hasil ini mengonfirmasi bahwa naik turunnya harga TBS berperan penting dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani sawit. Mereka sangat merasakan dampaknya secara langsung, mulai dari pemenuhan kebutuhan pokok seperti makanan dan menyekolahkan anak dan memperbaiki kondisi tempat tinggal. Selain itu hasil tersebut mendukung pengamatan lapangan dan wawancara awal dengan petani pendapatan mereka sangat dipengaruhi oleh naik-turunnya harga TBS. Ketika harga mengalami kenaikan, petani mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan anak, dan perbaikan tempat Sebaliknya, ketika harga turun drastis, daya beli mereka menurun, konsumsi berkurang, dan mereka bahkan terpaksa menunda pembayaran biaya pendidikan atau layanan kesehatan. Tabel 3: Hasil Koefisien Determinasi dan Korelasi Uji Statistik Koefisien Korelasi . Koefisien Determinasi (K. Sumber: Data Primer Diolah, 2025 Nilai 0,4061 0,1649 Keterangan Hubungan sedang (Sugiyono, 2. Nilai Jual memengaruhi 16,49% Tabel 4: Hasil Uji-t Antara Nilai Jual dan Kemakmuran Uji Statistik Nilai Keterangan t-hitung 3,7712 > t-tabel . ,66. , signifikan t-tabel 1,66629 = 0,05, df = 72 Sumber: Data Primer Diolah, 2025 This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 543 | Intan Permatasari. Firmansyah. PENGARUH PERUBAHAN NILAI JUAL TBS KELAPA SAWIT TERHADAP KEMAKMURAN MASYARAKAT DESA MUARA LINGSING KABUPATEN LAHAT. Hasil ini secara teoritik sejalan dengan pendapat Sugiyono . yang menyatakan bahwa adanya hubungan signifikan antara dua variabel dapat diterima dalam kasus di mana nilai t-hitung lebih besar daripada nilai t-tabel. Firdaus . mengatakan dalam konteks ekonomi rumah tangga bahwa pendapatan dari industri primer seperti pertanian, terutama kelapa sawit, memainkan peran penting dalam menentukan taraf hidup masyarakat. Pendapatan petani meningkat ketika harga TBS naik, yang berdampak langsung pada pendidikan, kesehatan, dan perumahan. Sebaliknya, ketika harga TBS turun, daya beli menurun dan kestabilan ekonomi rumah tangga terganggu. Dalam lingkup teori ekonomi mikro. Ummah . menjelaskan bahwa ekonomi adalah ilmu tentang perilaku manusia dalam menghadapi kelangkaan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas. Petani sebagai pelaku ekonomi menghadapi kenyataan fluktuasi harga TBS yang tidak menentu. Oleh karena itu, mereka dituntut untuk mengambil keputusan yang rasional dalam mengatur konsumsi dan pengeluaran rumah tangga agar dapat bertahan secara ekonomi. Dari wawancara juga terungkap bahwa tergantung pada pendapatan dari kelapa sawit, sehingga harga jual TBS sangat menentukan kondisi kesejahteraan mereka. Ketika harga naik, pendapatan meningkat kebutuhan pokok, biaya pendidikan anak, dan kesehatan. Hal ini sesuai dengan indikator kemakmuran menurut BPS . pendidikan, kesehatan, perumahan, dan sosial lainnya. Penelitian Kudril Hamdillah et al. , yang menemukan bahwa harga TBS mempengaruhi kesejahteraan petani hingga 87%, dan penelitian Surya et al. peningkatan harga sawit meningkatkan Selain itu, teori permintaan dan penawaran yang diusulkan oleh Mankiw . juga relevan untuk menjelaskan bagaimana ketidakpastian keseimbangan sosial dapat dipengaruhi oleh fluktuasi harga. Perencanaan keuangan rumah tangga petani menjadi lebih sulit karena fluktuasi harga TBS. Hal ini menunjukkan keuangan rumah tangga petani harus disesuaikan secara rasional dalam kerangka ekonomi mikro. Fluktuasi harga sebagai variabel independen dalam penelitian ini juga berkaitan erat dengan teori permintaan dan Irwan Arfin . menyatakan bahwa fluktuasi harga dapat menciptakan keputusan ekonomi oleh konsumen maupun Senada dengan itu. Gregory Mankiw . menjelaskan bahwa kurva permintaan dan penawaran dalam pasar bebas memiliki peran besar dalam menentukan harga, yang apabila tidak stabil akan berdampak pada pendapatan dan daya beli masyarakat. Dengan kata lain, volatilitas harga TBS tidak hanya mempengaruhi keuntungan petani secara finansial, tetapi juga berdampak pada keseimbangan konsumsi, investasi rumah tangga, dan kesejahteraan sosial secara Sebagian bergantung pada pendapatan dari kelapa sawit, menurut hasil wawancara dan observasi lapangan. Mereka memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan ketika harganya tinggi, tetapi ketika harganya turun, dampaknya langsung terhadap kemakmuran mereka. Ini diperkuat oleh hasil angket yang menunjukkan bahwa mayoritas orang hidup berdasarkan lima indikator yang ditetapkan 544 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE oleh Badan Pusat Statistik . kesehatan dan gizi, pendidikan, pola konsumsi, perumahan dan lingkungan, dan elemen sosial lainnya. Grafik Kemakmuran Masyarakat Kesehatan dan Gizi Pendidikan Taraf dan Pola Konsumsi Perumahan Lingkungan Sosial dan Lainnya Gambar 1. Grafik Kemakmuran Masyarakat Sumber : Data Primer Diolah . Berdasarkan hasil survei dan wawanca hasil angket mengenai kesehatan dan kesejahteraan masyarakat umum dengan menggunakan indikator kesehatan dan gizi menunjukkan bahwa status kesehatan responden berada pada tingkat yang tinggi, dengan skor 88%. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas anggota masyarakat memiliki kesehatan yang baik, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti akses terhadap layanan kesehatan dan rasa tanggung jawab yang kuat untuk menjunjung tinggi kesehatan. Namun, meskipun kondisi kesehatan kelompok tersebut baik, faktor-faktor lain yang terkait dengan gizi dan akses terhadap informasi kesehatan memberikan hasil yang lebih bervariasi. Asupan gizi keluarga responden berada pada tingkat sedang dengan skor 66%, yang mengindikasikan bahwa meskipun keluarga mengonsumsi makanan bergizi, masih ada ruang untuk perbaikan dalam hal kualitas dan keseimbangan gizi. Pada indikator mengenai tingkat responden dalam menerima pendidikan berada pada tingkat yang tinggi, dengan Meskipun kemampuan membaca dan menulis anggota kelompok yang berusia 15 tahun berada di posisi teratas, dengan skor 82%, yang mengindikasikan bahwa tingkat literasi dalam kelompok tersebut baik. Sumber daya pendidikan yang tersedia bagi anakanak juga menunjukkan hasil positif dengan skor 77%, yang mengindikasikan bahwa anak-anak memiliki akses ke Kualitas pendidikan di wilayah tempat tinggal dinilai tinggi oleh 82% responden, yang mengindikasikan bahwa pendidikan yang diterima anak-anak di wilayah tersebut sangat baik. Namun, tingkat pendidikan tertinggi di antara kelompok ini terutama ditemukan pada . %), mengindikasikan adanya hambatan untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih Pola konsumsi masyarakat umum dengan menggunakan indikator taraf dan pola menunjukkan bahwa mayoritas konsumsi masyarakat masuk dalam kategori sedang, dengan skor 67%, yang mengindikasikan adanya keseimbangan This is an open-access article under the CC-BY-SA License Copyright A2025. The Author. Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) | e-ISSN 2541-0938 p-ISSN 2657-1528 545 | Intan Permatasari. Firmansyah. PENGARUH PERUBAHAN NILAI JUAL TBS KELAPA SAWIT TERHADAP KEMAKMURAN MASYARAKAT DESA MUARA LINGSING KABUPATEN LAHAT. Berdasarkan rata-rata pengeluaran untuk konsumsi pangan dalam beberapa bulan terakhir juga termasuk kategori sedang . %), sedangkan tingkat kecukupan gizi dari konsumsi pangan yang dinilai adalah tinggi . %). Hal ini mengindikasikan bahwa kelompok ini dapat membantu mereka memenuhi Meskipun demikian, responden melaporkan adanya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga setiap bulannya dengan nilai Sumber makanan utama yang dikonsumsi keluarga tergolong rendah . %), mengindikasikan adanya kelemahan dalam hal sumber makanan yang tidak Frekuensi konsumsi makanan siap saji dalam seminggu berada dalam kategori sedang, dengan skor 69%, mengindikasikan bahwa meskipun terdapat kecukupan gizi, pola konsumsi makanan meningkatkan keragaman dan kualitas asupan keluarga. Kesejahteraan masyarakat umum dengan menggunakan indikator rumah tangga dan lingkungan menunjukkan bahwa kondisi rumah tangga responden termasuk dalam kategori tinggi, dengan skor 78% untuk kondisi tempat tinggal. Material yang digunakan untuk dinding rumah juga menunjukkan hasil yang sangat bangunan yang berkualitas tinggi. Sumber bahan bakar untuk memasak, yang digunakan oleh 91% dari kelompok tinggi, menunjukkan akses yang tepat terhadap energi yang aman dan efisien. Jenis fasilitas kamar kecil yang tersedia juga memiliki nilai yang tinggi yaitu 89%, yang mengindikasikan sanitasi yang baik. Ketersediaan udara bersih di dalam rumah mencapai nilai 76%, yang menunjukkan bahwa mayoritas rumah besar memiliki akses terhadap udara bersih, sementara lingkungan sekitar rumah juga memiliki nilai yang baik yaitu 79%. Indikator opini publik dan indikator sosial lainnya menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat umum untuk mendapatkan informasi yang relevan ditunjukkan dengan skor 79% kategori tinggi untuk konsumsi informasi melalui Kemampuan komunikasi antar anggota keluarga juga berada pada titik tertinggi sepanjang masa, yaitu 73%, yang mengindikasikan hubungan sosial yang positif di antara anggota keluarga. Namun, 66% rumah tangga melaporkan memiliki akses yang mudah ke internet, yang memiliki akses, masih ada tantangan dalam Keamanan lingkungan sekitar tempat tinggal dan keterlibatan dalam kegiatan sosial masing-masing memperoleh skor 69% dan 61%, yang mengindikasikan bahwa meskipun terdapat suasana yang tenang, partisipasi dalam kegiatan sosial masih perlu ditingkatkan. Akses terhadap layanan kesehatan di lingkungan juga berada pada kategori sedang . %), mengindikasikan bahwa masih perlu adanya peningkatan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat umum. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada manfaat dari akses informasi dan komunikasi, masih ada beberapa masalah yang perlu diatasi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Oleh karena itu, temuan ini tidak hanya mengkonfirmasi teori dan penelitian sebelumnya, tetapi juga memberikan bukti empiris bahwa stabilitas harga komoditas pertanian seperti TBS sangat penting untuk kemakmuran masyarakat desa. Meskipun variabel nilai jual hanya 16,49%, kontribusinya masih signifikan dan menunjukkan bahwa kebijakan harus dilakukan untuk menjaga harga stabil dan meningkatkan ketahanan ekonomi rumah PENUTUP 546 | Jurnal Pendidikan Ekonomi (JURKAMI) JURKAMI Volume 10. Nomor 2, 2025 http://jurnal. id/jurnal/index. php/JPE Hasil bahwa perubahan harga jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit memiliki dampak yang nyata terhadap tingkat kemakmuran Desa Muara Lingsing. Masyarakat yang bergantung pada hasil perkebunan kelapa sawit merasakan dampak langsung dari fluktuasi harga, terutama dalam hal kemampuan memenuhi pendidikan, dan kesehatan, serta kualitas tempat tinggal dan kehidupan sosial. Kondisi ekonomi masyarakat cenderung membaik ketika harga TBS meningkat, sedangkan ketika harga TBS turun, daya beli dan kesejahteraan mereka ikut Temuan ini memperlihatkan bahwa masyarakat yang bergantung pada satu komoditas lebih rentan terhadap perubahan ekonomi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga dalam jangka panjang, pemerintah daerah dan pihak terkait perlu mendorong program stabilisasi harga serta membuka peluang diversifikasi usaha bagi petani. Selain itu, peningkatan akses terhadap pendidikan dan pelatihan kewirausahaan juga penting untuk memperkuat kapasitas ketidakpastian ekonomi. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, terutama pada ruang lingkup wilayah yang terbatas hanya di satu desa dan pendekatan deskriptif yang belum mengeksplorasi hubungan kausal secara mendalam dapat memengaruhi kesejahteraan petani. Oleh karena itu, hasil temuan ini perlu ditafsirkan dengan kehati-hatian dan dijadikan dasar awal untuk penelitian lanjutan dengan pendekatan yang lebih DAFTAR PUSTAKA