Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 PERLAKUAN PEMANGKASAN CABANG LATERAL DAN APLIKASI Photosynthetic Bacteria (PSB) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L. TREATMENT OF LATERAL BRANCH PRUNING AND APPLICATION OF Photosynthetic Bacteria (PSB) ON THE GROWTH AND YIELD OF LONG BEAN PLANTS (Vigna sinensis L. Erlia Retno Sri Wulandari1. Ellen Rosyelina SasmitaA 1, 2 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Yogyakarta 1 erliarts@gmail. A ellensasmita@gmail. Masuk: 07 September 2025 Penerimaan: 09 Desember 2025 Publikasi: 22 Desember 2025 ABSTRAK Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L. ) merupakan tanaman jenis hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia yang saat ini mengalami penurunan produksi tiap tahunnya. Penelitian bertujuan mengkaji interaksi antara waktu pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L. Penelitian menggunakan percobaan lapangan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL) dengan 2 faktor dan 1 Faktor pertama waktu pemangkasan cabang lateral pada 21, 28, dan 35 HST. Faktor kedua aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) setiap 5,10, dan15 hari. Kontrol menggunakan pupuk NPK 7,5 g/tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA. Kombinasi perlakuan dengan kontrol menggunakan uji Contrast Orthogonal, dilanjutkan uji DMRT taraf 5% untuk melihat ada tidaknya beda nyata antar Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) pada parameter tinggi tanaman 23 HST dan diameter batang 37 HST. Kombinasi perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) nyata lebih baik dibandingkan kontrol terhadap umur muncul bunga, jumlah polong, dan panjang polong. Pemangkasan cabang lateral 21 dan 28 HST memberikan pengaruh yang sama baik terhadap jumlah polong, panjang polong, dan mempercepat umur muncul bunga. Aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) 10 dan 15 hari sekali memberikan pengaruh sama baik terhadap tinggi tanaman umur 37 HST. Aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) 5 hari sekali mempercepat umur muncul bunga. Kata Kunci: Photosynthetic Bacteria (PSB). Cabang lateral. Kacang panjang (Vigna sinensis L. ABSTRACT Long beans (Vigna sinensis L. ) are a type of horticultural crop that is widely cultivated in Indonesia, but is currently experiencing a decline in production each year. This study aims to examine the interaction between the timing of lateral branch pruning and the application of Photosynthetic Bacteria (PSB) on the growth and yield of long beans (Vigna sinensis The study used a Complete Randomized Design (CRD) field experiment with 2 factors and 1 control. The first factor was the timing of lateral branch pruning at 21, 28, and 35 days after planting (DAP). The second factor was the application of Photosynthetic Bacteria (PSB) every 5, 10, and 15 days. The control used 7. 5 g/plant of NPK fertilizer. The data were analyzed using ANOVA. The combination of treatments with the control used the Orthogonal Contrast test, followed by the DMRT test at the 5% level to see if there were significant differences between treatments. The results showed that there was an interaction between lateral branch pruning and Photosynthetic Bacteria (PSB) application on plant height at 23 HST and stem diameter at 37 HST. The combination of lateral branch pruning and Photosynthetic Bacteria (PSB) application was significantly better than the control in terms of flowering age, number of pods, and pod Lateral branch pruning at 21 and 28 HST had the same positive effect on pod number, pod length, and accelerated flowering time. Application of Photosynthetic Bacteria (PSB) every 10 and 15 days had the same positive effect on plant height at 37 HST. Application of Photosynthetic Bacteria (PSB) every 5 days accelerated flowering time. Keywords: Photosynthetic Bacteria (PSB). Lateral branch. Long bean (Vigna sinensis L. Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 PENDAHULUAN Kacang panjang (Vigna sinensis L. ) merupakan jenis sayur polong-polongan banyak dibudidayakan di Indonesia yang kaya akan manfaat (Oktavianti et al. , 2. dan dapat dikonsumsi secara langsung atau diolah. Produksi kacang panjang (Vigna sinensis L. ) tahun 20212023 selalu mengalami penurunan (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2. karena teknik budidaya serta nutrisi yang diberikan menjadi kunci keberhasilan produktivitas kacang panjang (Vigna sinensis L. Pemangkasan dapat dilakukan untuk meminimalisir pertumbuhan vegetatif tanaman sehingga hasil fotosintesis akan difokuskan pada perkembangan generatif tanaman. Photosynthetic Bacteria (PSB) dapat membantu tanaman dalam proses fotosintesis karena bakteri didalamnta bersifat autotroph. Solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kacang panjang (Vigna sinensis L. )yaitu pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB). Pemangkasan cabang lateral bertujuan untuk pemeliharaan serta meningkatkan produksi Hal ini berhubungan dengan proses fotosintesis dan penyaluran hasil asimilasi dan laju metabolisme(Yanti & Aini, 2. Pemangkasan cabang lateral berguna untuk meminimalisir persaingan penyerapan asimilat sehingga pasokan asimilat akan secara merata ke bagian tumbuhan seperti untuk pembungaan dan pembuahan (Sukmawati et al. , 2. Menurut penelitian (Simanjuntak et al. , 2. , pemangkasan cabang lateral tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L. ) mampu mendorong pertumbuhan vegetatif, ditunjukkan oleh panjang tanaman yang mencapai 287,84 cm pada tanaman yang dipangkas, dibandingkan dengan 237,84 cm pada tanaman tanpa pemangkasan. Selain itu, pemangkasan juga berkontribusi pada peningkatan hasil, yakni berat polong segar per hektar sebesar 22,91 ton dibandingkan 18,12 ton pada perlakuan tanpa pemangkasan. Pemangkasan cabang lateral 21 HST mampu meningkatkan tinggi tanaman, diameter batang, dan bobot polong pertanaman (Sari et al. , 2. Bakteri fotosintesis (Synechococcus sp. ) salah satu bakteri fotosintetik dari kelompok Cyanobacteria, memiliki kemampuan menembus jaringan daun tanaman. Bakteri ini tidak hanya melakukan fotosintesis, tetapi juga mampu mengikat nitrogen bebas dari atmosfer. Photosynthetic Bacteria (PSB) dapat diaplikasikan pada semua jenis tanaman (Baba et al. , 2. Menurut penelitian SaAodiyah & Mutiati . , aplikasi dapat meningkatkan kemampuan tanaman dalam menangkap energi matahari, yang kemudian dimanfaatkan secara optimal dalam proses fotosintesis, sehingga mendukung pertumbuhan tanaman yang subur dan sehat. Menurut penelitian menurut Priyono . , pengaplikasian Photosynthetic Bacteria (PSB) dengan konsentrasi 15 ml/L berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan daun dan tanah disekitar Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) yang baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan di Amar Farm Greenhouse. Wonosari. Donoharjo. Kecamatan Ngaglik. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret Ae Mei 2025 Alat dan Bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cetok, ember, ajir, rafia, jangka sorong, penggaris, label, timbangan analitik, selang air, gembor, gunting, kamera, dan alat tulis. Untuk bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu benih kacang panjang (Vigna sinensis L. ) varietas Kanton Tavi, pupuk kotoran sapi, tanah. Photosynthetic Bacteria (PSB), pupuk NPK . :16:. Curacron 500 EC. Mipcinta 50 WP, dan polibag ukuran 35 x 35 cm. Pembuatan Pupuk Photosythentic Bacteria (PSB) Pembuatan Photosynthetic Bacteria (PSB) terdiri dari bahan dasar 3 butir telur ayam, 2 sendok makan penyedap rasa 2, 2-4 sendok makan saus tiram, galon mineral kemasan 15 liter dan air kolam lele . Pertama, pecah 3 butir telur kedalam wadah dan menambahkan 2 sendok makan penyedap rasa, dan 2-4 sendok makan saus tiram kemudian dikocok sampai merata. Selanjutnya setelah merata masukkan kedalam galon yang berisi air kolam lele, tutup galon dilubangi untuk mengatur aliran udara dan mencegah tekanan gas yang terlalu tinggi agar gas karbondioksida dapat keluar sehingga tidak terjadi penumpukan gas yang dapat menyebabkan ledakan kemudian letakkan di ruang terbuka atau dijemur langsung di bawah sinar matahari sambil digoyang-goyangkan setiap 2 hari sekali. Penjemuran ini memungkinkan terbentuknya bakteri fotosintesis (Rizqi et al. , 2. Aplikasi pupuk Photosythentic Bacteria (PSB) Photosythentic Bacteria (PSB) diaplikasikan 5 hari sekali, 10 hari sekali, dan 15 hari sekali. Pengaplikasian dimulai saat tanaman berumur 10 HST. Aplikasi dilakukan secara disemprot menggunakan sprayer. Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 Penanaman Proses penanaman kacang panjang (Vigna sinensis L. ) dilakukan dengan memasukkan benih ke media dalam polybag yang telah disiapkan. Setiap lubang tanam berisi 2 benih per lubang Selama penanaman dilakukan pemeliharan tanaman mulai dari penyiraman, pemupukan, penjarangan, penyulaman, penyiangan gulma , pengendalian OPT, dan panen. Pemanenan dilakukan di umur 45 hari setelah tanam (HST) dengan ciri polong sudah berisi, mudah dipatahkan, dan berwarna hijau tua. Rancangan percbobaan Rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 1kontrol. Faktor pertama = perlakuan pemangkasan cabang lateral (L) yaitu 21 HST (L. 28 HST (L. 35 HST (L. Faktor kedua = aplikasi Photosynthetic Bacteria yaitu 5 hari sekali (P. 10 hari sekali (P. 15 hari sekali (P. Kombinasi keseluruhan terdiri dari 3x3 = 9 perlakuan dan 1 kontrol. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga total ada 30 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri dari 10 tanaman, dengan 5 tanaman diambil sebagai sampel untuk setiap perlakuan. Dengan demikian, total tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah 300 tanaman. Pengumpulan Data Parameter penelitian ini meliputi pengukuran tinggi tanaman, diameter batang, umur muncul bunga, jumlah polong, dan panjang polong. Hasil pengamatan di analisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5%. Analisis yang digunakan untuk menguji kombinasi perlakuan dengan kontrol yaitu menggunakan uji Contrast Orthogonal. Untuk mengetahui ada tidaknya beda nyata antar perlakuan di uji lanjut dengan DuncanAos Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Tinggi Tanaman Perlakuan pemangkasan cabang lateral tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 16, 30, dan 37 HST. Aplikasi Photosynthetic bacteria (PSB) tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 16 dan 30 HST tetapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman unur 37 HST. Hasil uji kontras orthogonal kombinasi perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 berpengaruh nyata dibandingkan dengan kontrol terhadap tinggi tanaman umur 16 HST namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 23, 30, dan 37 HST. Tabel 1. Rerata tinggi tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L. ) umur 16, 30, dan 37 HST. Tinggi Tanaman . Perlakuan 16 HST 30 HST 37 HST Pemangkasan Cabang Lateral (L) L1 . HST) 27,86 a 157,71 a 189,71 a L2 . HST) 29,35 a 143,66 a 184,68 a L3 . HST) 28,93 a 151,33 a 188,24 a Aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) (P) P1 . hari sekal. 28,55 p 146,35 p 179,71 q P2 ( 10 hari sekal. 27,73 p 160,71 p 194,26 p P3 . hari sekal. 29,86 p 145,64 p 188,66 pq Kombinasi 28,71 x 150,9 x 187,54 x Kontrol 22,50 y 144,8 x 199,2 x Interaksi (-) Keterangan: Rerata yang memiliki huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata pada DMRT 5% . Huruf . menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan dengan kontrol dalam uji kontras orthogonal. Tanda ( ) artinya ada interaksi. Tanda (-) berarti tidak ada interaksi. Pemangkasan cabang lateral tidak beda nyata pada tinggi tanaman umur 16, 30, dan 37 HST. Pemangkasan cabang lateral lebih berpengaruh pada pertumbuhan generatif tanaman. Pemangkasan adalah proses penghilangan bagian tanaman seperti cabang, pucuk, atau daun untuk mengarahkan pertumbuhan tanaman. Hal ini sejalan dengan pendapat Puspita & Basri . , bahwa pemangkasan mengurangi pertumbuhan vegetatif tanaman dan meningkatkan pertumbuhan generatif tanaman seperti membesar buah, meningkatkan bobot buah, serta menurunkan tingkat kelembapan disekitar tanaman. Pengaplikasian Photosynthetic Bacteria (PSB) tidak berbeda nyata dikarenakan karena tanaman kurang mendapat sinar matahari dikarenakan iklim tidak menentu dan sering hujan. Kombinasi faktor lingkungan yang terjadi selama penelitian dapat mengakibatkan kuantitas tanaman kurang optimal (Sudiarta, 2. Sinar matahari dimanfaatkan bakteri fotosintesis karena sebagai sumber energi utama dalam proses fotosintesis. Apabila cahaya matahari kurang optimal maka proses fotosintesis tidak maksimal (Putri, 2. Tabel 2. Rerata Tinggi Tanaman Umur 23 HST . Photosynthetic Bacteria (PSB) Pemangkasan Rerata Cabang Lateral . hari sekal. hari sekal. hari sekal. L1 . HST) 76,73 abc 77,70 abc 69,66 abc 74,40 L2 . HST) 80,06 ab 69,56 abc 68,06 bc 72,56 L3 . HST) 67,80 bc 63,26 c 83,63 a 71,56 Rerata 74,80 70,10 73,78 Kombinasi 72,94 x Kontrol 64,40 x Interaksi ( ) Keterangan: Rerata yang memiliki huruf yang sama pada kolom dan baris yang sama menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata pada DMRT 5% . Huruf . menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan dengan kontrol dalam uji kontras orthogonal. Tanda ( ) artinya ada interaksi. Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan terdapat interaksi antara perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) terhadap tinggi tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L. ) pada umur 23 HST. Perlakuan L3P3 tinggi tanaman nyata lebih tinggi dibandingkan dengan L2P3. L3P1 dan L3P2 tetapi tidak ada beda nyata dengan L1P1. L1P2. L1P3. L2P1, dan L2P2. Hal tersebut membuktikan bahwa berbagai kombinasi perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) saling bersinergi dalam meningkatkan tinggi tanaman. Pemangkasan akan membatasi cabang lateral yang tumbuh sehingga hasil asimilat akan lebih difokuskan ke batang utama. Hal ini didukung dengan pemberian Photosynthetic Bacteria (PSB) yang membuat penyerapan nutrisi dan peningkatan Kombinasi keduanya mempercepat aktivitas pembelahan sel dan pemanjangan batang tanaman utama sehingga meningkatkan tinggi tanaman. Hal ini sejalan dengan pendapat Kristanto et al. , . , pengaplikasian Photosynthetic Bacteria (PSB) mampu meningkatkan kandungan auksin yang berperan dalam pemanjangan dan pembelahan sel. Bakteri fotosintesis (Synechococcus sp. ) mampu meningkatkan kandungan auksin pada tanaman yang dapat mendorong percepatan pertumbuhan dan peningkatan penyerapan unsur hara nitrogen sehingga meningkatkan pertumbuhan tinggi tanaman. Pemangkasan cabang lateral membuat tanaman akan fokus tumbuh ke atas sehingga nutrisi dan air lebih efisien diserap untuk pertumbuhan tinggi tanaman. Diameter Batang Perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi PSB tidak berpengaruh nyata terhadap diameter batang umur 16, 23, dan 30 HST. Hasil uji kontras orthogonal kombinasi perlakuan dengan kontrol tidak beda nyata. Tabel 3. Rerata Diameter Batang Umur 37 HST . Photosynthetic Bacteria (PSB) Pemangkasan Rerata Cabang Lateral . hari sekal. hari sekal. hari sekal. L1 . HST) 6,89 a 6,08 cd 5,89 d 6,28 L2 . HST) 6,07 cd 6,66 ab 6,30 bcd 6,34 L3 . HST) 6,57 abc 6,12 cd 6,76 ab 6,48 Rerata 6,51 6,28 6,13 6,37 Kombinasi 6,37 x Kontrol 6,11 x Interaksi ( ) Keterangan: Rerata yang memiliki huruf yang sama pada kolom dan baris yang sama menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata pada DMRT 5% . Huruf . menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan dengan kontrol dalam uji kontras orthogonal. Tanda ( ) artinya ada interaksi. Berdasarkan Tabel 3 menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan cabang lateral dan aplikasi PSB beda nyata terhadap diameter batang umur 37 HST. Perlakuan L1P1 diameter batangnya Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 nyata lebih besar dibandingkan dengan L1P2. L1P3. L2P1. L2P3, dan L3P2 tetapi tidak ada beda nyata dengan L2P2. L3P1, dan L3P3. Hal tersebut membuktikan bahwa berbagai kombinasi perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) bersinergi dalam meningkatkan diameter batang. Pemangkasan cabang lateral mengurangi kompetisi antar cabang sehingga energi yang dihasilkan mengarah ke batang utama serta penebalan jaringan. Ditambah dengan pengaplikasian Photosynthetic Bacteria (PSB) mampu meningkatkan kadar hormon seperti auksin dan giberelin yang mampu merangsang pembelahan sel dan penebalan Perlakuan pemangkasan pada tanaman dapat berdampak terhadap pertumbuhan diameter batang. Pemangkasan dapat merangsang tunas-tunas baru yang nantinya dapat berkontribusi membuat pasokan air dan hara lebih seimbang dan optimal pada tiap bagian Hal ini sejalan dengan pendapat Chozin et al. , . , bahwa suplai air dan hara yang tercukupi akan menyebabkan penambahan volume sel dalam batang mengalami peningkatan sehingga diameter batang membesar. Umur Muncul Bunga Perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) berpengaruh nyata terhadap parameter waktu muncul bunga. Hasil uji Contrast Orthogonal menunjukkan kombinasi perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) berpengaruh nyata dibandingkan dengan kontrol. Tabel 4. Rerata Umur Muncul Bunga pada (HST) . Perlakuan Umur Muncul Bunga Pemangkasan Cabang Lateral (L) L1 . HST) 30,66 b L2 . HST) 30,77 b L3 . HST) 32,33 a Aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) (P) P1 . hari sekal. 30,88 q P2 . hari sekal. 31,11 pq P3 . hari sekal. 31,77 p Kombinasi 31,25 x Kontrol 33,33 y Interaksi (-) Keterangan: Rerata yang memiliki huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata pada DMRT 5% . Huruf . menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan dengan kontrol dalam uji kontras orthogonal. Tanda ( ) artinya ada interaksi. Tanda (-) berarti tidak ada interaksi. Kemunculan bunga tidak terjadi secara serempak, di mana bunga pertama muncul pada usia 30 HST pada perlakuan pemangkasan cabang lateral 21 HST dan 28 HST serta pada aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) 5 hari sekali, yang artinya lebih cepat dibandingkan dengan deskripsi bahwa bunga kacang panjang (Vigna sinensis L. ) muncul pada usia 35 HST. Pemangkasan cabang lateral L1 . HST) dan L2 . HST) nyata berbunga lebih cepat dan beda nyata dengan L3 . Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 HST). Hal ini dikarenakan pemangkasan pada 21 HST dan 28 HST memiliki kondisi yang sama yang dapat memperluas permukaan asimilasi serta merangsang proses pembungaan dan pembentukan buah, yang terjadi akibat tercapainya keseimbangan antara fase vegetatif dan generatif tanaman (Artah et al. , 2. Pemangkasan dapat mengurangi pertumbuhan daun sehingga kebutuhan unsur hara terpenuhi saat proses pembentukan bunga. Pemangkasan adalah tindakan menghilangkan bagian tertentu dari tanaman dengan tujuan untuk merangsang pertumbuhan serta mendorong proses pembungaan dan pembuahan agar terjadi pada arah pertumbuhan yang diinginkan (Raga. Penerapan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) setiap 5 hari sekali (P. menunjukkan bunga lebih cepat secara signifikan dibandingkan dengan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) setiap 15 hari sekali (P. , namun tidak terdapat perbedaan signifikan dengan aplikasi PSB setiap 10 hari sekali (P. Intensitas pemberian aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) akan berpengaruh pada munculnya bunga. Hal ini sejalan dengan penelitian Aji & Widyawati . , tinggi intensitas yang diterapkan maka semakin cepat pertumbuhan tanaman akan berbunga. Photosynthetic Bacteria (PSB) terdapat kandungan MSG dalam proses pembuatannya. Monosodium Glutamat (MSG) mengandung unsur natrium (N. dan nitrogen (N). Nitrogen yang terkandung dalam MSG membantu pertumbuhan vegetatif tanaman, meningkatkan produksi tanaman, dan meningkatkan kadar MSG juga dapat mempercepat pertumbuhan, pembungaan, serta mempengaruhi kesuburan tanaman dan terlindungi dari serangan hama dan penyakit (Agitaria et al. , 2. Jumlah Polong Perlakuan pemangkasan cabang lateral berpengaruh nyata pada jumlah polong per tanaman dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) tidak berpengaruh nyata pada jumlah polong per tanaman. Hasil uji Contrast Orthogonal menunjukkan kombinasi perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) berpengaruh nyata dibandingkan dengan Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 Tabel 5. Rerata Jumlah Polong per Tanaman . Perlakuan Jumlah Polong Pemangkasan Cabang Lateral (L) L1 . HST) 15,40 ab L2 . HST) 15,90 a L3 . HST) 14,73 b Aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) (P) P1 . hari sekal. 14,93 p P2 . hari sekal. 15,60 p P3 . hari sekal. 15,55 p Kombinasi 15,36 x Kontrol 12,53 y Interaksi (-) Keterangan: Rerata yang memiliki huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata pada DMRT 5% . Huruf . menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan dengan kontrol dalam uji kontras orthogonal. Tanda ( ) artinya ada interaksi. Tanda (-) berarti tidak ada interaksi. Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa pemangkasan cabang lateral 28 HST (L. jumlah polongnya nyata lebih banyak dibandingkan dengan pemangkasan cabang lateral 35 HST (L. tetapi tidak beda nyata dengan pemangkasan cabang lateral 21 HST (L. Pemangkasan cabang lateral pada umur 21 dan 28 HST menciptakan kondisi lingkungan yang baik pada jumlah Pemangkasan umur 21 dan 28 HST masih berada dalam fase vegetatif aktif sehingga respons terhadap pemangkasan cukup baik. Pemangkasan yang dilakukan mengakibatkan translokasi cadangan makanan fokus ke perkembangan buah. Hal ini sejalan dengan pendapat Sofyadi et al. , . , pemangkasan organ-organ sink yang tidak diperlukan dapat mengarahkan aliran fotosintat secara optimal ke organ-organ tanaman seperti bunga dan buah, terutama selama fase generati Aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) 5 hari sekali (P. , 10 hari sekali (P. , 15 hari sekali (P. tidak beda nyata terhadap parameter jumlah polong. Photosynthetic Bacteria (PSB) cenderung lebih berdampak pada pertumbuhan vegetatif tanaman seperti tinggi tanaman dan diameter batang. Banyaknya jumlah polong yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari yang diterima tanaman. Intensitas cahaya matahari yang rendah mengakibatkan menurunnya jumlah polong dan bobot polong. Cahaya matahari berperan penting untuk aktivitas fisiologis Photosynthetic Bacteria (PSB), dimana intensitas cahaya matahari dan durasi cahaya sangat memengaruhi laju fotosintesis bakteri ini. Tanpa cahaya matahari yang cukup. Photosynthetic Bacteria (PSB) tidak dapat berfungsi optimal karena fotosintesis bakteri ini bergantung pada cahaya sebagai sumber energi utama (Sudiarta, 2. Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 Panjang Polong Perlakuan pemangkasan cabang lateral berpengaruh nyata pada parameter panjang Aplikasi PSB tidak berpengaruh nyata terhadap parameter panjang polong. Hasil uji Contrast Orthogonal menunjukkan kombinasi perlakuan berpengaruh nyata dibandingkan dengan Tabel 6. Rerata Panjang Polong per Tanaman . Perlakuan Panjang Polong Pemangkasan Cabang Lateral (L) Per Tanaman L1 . HST) 61,82 a L2 . HST) 60,46 ab L3 . HST) 59,64 b Aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) (P) P1 . hari sekal. 60,82 p P2 . hari sekal. 60,51 p P3 . hari sekal. 60,06 p Kombinasi 60,86 x Kontrol 56,92 y Interaksi (-) Keterangan: Rerata yang memiliki huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata pada DMRT 5% . Huruf . menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata antara kombinasi perlakuan dengan kontrol dalam uji kontras orthogonal. Tanda ( ) artinya ada interaksi. Tanda (-) berarti tidak ada interaksi. Pemangkasan cabang lateral pada umur 21 HST menunjukkan beda nyata dibandingkan pemangkasan pada umur 35 HST, namun tidak menunjukkan perbedaan nyata dengan pemangkasan pada umur 28 HST. Hal ini disebabkan pemangkasan umur 21 dan 28 HST menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung bagi pertumbuhan panjang polong. Pemangkasan cabang lateral memungkinkan cahaya matahari menembus ke seluruh bagian tanaman, sehingga fotosintesis berlangsung secara optimal. Pada fase reproduktif, tanaman cenderung mengarahkan hasil fotosintesis untuk mendukung pembentukan organ reproduktif, sekaligus mengurangi alokasi asimilasi ke bagian Oleh karena itu, hasil fotosintesis lebih difokuskan untuk mendukung perkembangan polong (Sofyadi et al. , 2. Sementara itu, perlakuan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) tidak beda nyata terhadap panjang polong. Salah satu faktor yang memengaruhi panjang polong adalah tersedianya unsur hara. Semakin tinggi unsur hara diserap oleh tanaman, maka semakin besar pula hasil reproduktif yang dicapai, termasuk pertambahan panjang polong (Maulani et al. Agroscience Vol 15 No. 2 Tahun 2025 ISSN Cetak: 1979-4681 e-ISSN: 2579-7891 KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: Terdapat interaksi antara perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) pada parameter tinggi tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L. ) umur 23 HST dan diameter batang tanaman kacang (Vigna sinensis L. ) panjang umur 37 HST. Kombinasi perlakuan pemangkasan cabang lateral dan aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) memberikan hasil berbeda nyata lebih baik dibandingkan dengan kontrol pada parameter tinggi tanaman umur 16 HST, umur muncul bunga, jumlah polong, dan panjang polong. Pemangkasan cabang lateral 21 HST dan 28 HST memberikan pengaruh yang sama baik terhadap jumlah polong per tanaman, panjang polong per tanaman, dan mempercepat umur muncul bunga. Aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) 10 dan 15 hari sekali memberikan pengaruh sama baik terhadap tinggi tanaman umur 37 HST. Aplikasi Photosynthetic Bacteria (PSB) 5 hari sekali mempercepat umur muncul bunga. DAFTAR PUSTAKA