Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 4. April 2025 ISSN: 27342488 KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI Dwi Rahmadani1. Tizahara Onma Reskinta2. Gusmaneli3 Email: thyrahma898@gmail. com1, kintareskinta@gmail. com2, gusmanelimpd@uin. UIN Imam Bonjol Padang ABSTRAK Manajemen pendidikan Islam merupakan proses pengelolaan lembaga pendidikan dengan prinsipprinsip dan nilai-nilai Islam dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang holistik, baik di dunia maupun akhirat. Kajian ini membahas konsep dasar manajemen pendidikan Islam, yang mencakup definisi, prinsip-prinsip, fungsi, tujuan, strategi, serta tantangan yang dihadapi dalam era globalisasi. Prinsip-prinsip utama dalam manajemen pendidikan Islam antara lain keikhlasan, kejujuran, amanah, keadilan, dan tanggung jawab, yang semuanya berlandaskan pada ajaran Al-QurAoan dan hadis. Fungsi manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, yang semuanya bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan berkarakter. Strategi manajemen yang efektif melibatkan integrasi nilai-nilai Islam secara konsisten, partisipasi aktif seluruh elemen pendidikan, optimalisasi teknologi, dan sistem evaluasi yang adil dan objektif. Dalam menghadapi tantangan globalisasi, pendidikan Islam harus responsif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya. Globalisasi memberikan peluang berupa kemudahan akses informasi dan peningkatan profesionalisme, namun juga membawa ancaman seperti komersialisasi pendidikan, disintegrasi budaya lokal, serta ketergantungan terhadap budaya luar. Oleh karena itu, manajemen pendidikan Islam perlu adaptif, responsif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan. Kata Kunci: Manajemen,Pendidikan Islami,Tantangan. Globalisasi. ABSTRACT Islamic education management is the process of managing educational institutions with Islamic principles and values in order to achieve holistic educational goals, both in this world and the This study discusses the basic concepts of Islamic education management, which include definitions, principles, functions, objectives, strategies, and challenges faced in the era of The main principles in Islamic education management include sincerity, honesty, trustworthiness, justice, and responsibility, all of which are based on the teachings of the Qur'an and Management functions include planning, organizing, implementing, and evaluating, all of which aim to create an effective and character-based learning environment. An effective management strategy involves consistent integration of Islamic values, active participation of all elements of education, optimization of technology, and a fair and objective evaluation system. In facing the challenges of globalization. Islamic education must be responsive to change without losing its Islamic Globalization provides opportunities in the form of easy access to information and increased professionalism, but also brings threats such as commercialization of education, disintegration of local culture, and dependence on foreign culture. Therefore. Islamic education management needs to be adaptive, responsive, and continue to uphold high Islamic values to answer the challenges of the present and the future. Keywords: Management,Islamic Education,Challenges,Globalization. PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran yang sangat vital dalam menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, dan bertanggung jawab. Dalam pandangan Islam, pendidikan tidak hanya dianggap sebagai proses mentransfer pengetahuan, melainkan juga sebagai bentuk ibadah dan upaya membentuk manusia seutuhnya . nsan kami. Oleh karena itu, sistem pendidikan Islam harus dikelola dengan pendekatan yang terarah dan bernilai, yakni melalui penerapan manajemen pendidikan Islam. Konsep ini tidak hanya fokus pada aspek teknis pengelolaan lembaga, tetapi juga menekankan penerapan prinsip-prinsip moral Islam seperti kejujuran, keikhlasan, dan amanah dalam setiap aspek pelaksanaan pendidikan. Secara terminologis, kata AumanajemenAy berasal dari bahasa Latin, yaitu manus yang berarti tangan, dan agere yang berarti menjalankan atau mengatur. Kata ini kemudian berkembang menjadi management dalam bahasa Inggris, yang diartikan sebagai suatu bentuk pengelolaan yang sistematis terhadap sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu. Sementara itu, pendidikan Islam yang dalam bahasa Arab dikenal dengan tarbiyah Islamiyah, merujuk pada proses pembinaan menyeluruh terhadap potensi manusia sesuai ajaran Islam. Dengan demikian, manajemen pendidikan Islam merujuk pada usaha sistematis dalam mengatur proses pendidikan berdasarkan nilai-nilai Islam, baik dalam perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan hingga evaluasi. Perubahan global yang cepat akibat arus globalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Di satu sisi, globalisasi membuka akses terhadap teknologi, informasi, dan sumber belajar yang luas. Namun di sisi lain, fenomena ini juga membawa tantangan seperti penetrasi budaya asing, komersialisasi pendidikan, dan degradasi nilai-nilai moral. Dalam menghadapi situasi ini, lembaga pendidikan Islam dituntut untuk tetap adaptif namun tetap menjaga identitas dan prinsip dasar Islam melalui sistem manajemen yang visioner dan berbasis nilai. Manajemen pendidikan Islam bertumpu pada prinsip-prinsip dasar seperti ikhlas, adil, jujur, dan tanggung jawab yang menjadi pijakan utama dalam mengelola lembaga Fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, harus dilakukan secara terintegrasi agar proses pendidikan berjalan secara efektif dan efisien. Di sisi lain, tujuan manajemen pendidikan Islam bukan hanya untuk mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga yang mampu berakhlak mulia dan menjalankan peran sosial secara positif di masyarakat. Oleh sebab itu, pembahasan dalam tulisan ini akan mengulas secara menyeluruh mengenai berbagai aspek dalam manajemen pendidikan Islam, meliputi definisi, prinsipprinsip dasar, fungsi manajerial, tujuan, strategi pelaksanaan, serta tantangan yang dihadapi di era globalisasi. Melalui kajian ini, diharapkan tercipta pemahaman yang lebih mendalam bagi para pengelola, pendidik, dan pengambil kebijakan agar mampu mengembangkan sistem pendidikan Islam yang unggul, berdaya saing, serta tetap berakar pada nilai-nilai Islam. ME TODE PE NE LITIA N Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi literatur. Studi literatur adalah suatu metode mengkaji secara kritis gagasan, atau temuan dari berbagai sumber tertulis yang dihasilkan sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan melalui pencarian digital atau manual di beberapa jurnal. Analisis data menggunakan metode konten, yaitu dengan memilih beberapa jurnal yang terkait dengan ruang lingkup penelitian, membandingkan beberapa jurnal yang diperoleh dalam proses seleksi, kemudian menggabungkan hasil perbandingan jurnal masa lalu untuk menghasilkan data yang relevan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian manajemen pendidikan islam Manajemen berasal dari bahasa latin, yaitu berasal dari kata manus, yang berarti dan agree yang berarti melakukan. Katakata itu digabung menjadi kata kerja yang artinya menangani. Manager diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. bentuk katakerja to manage, dalam bentuk kata benda m, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan. Akhirnya management ditransliterasi ke dalam bahasa Indonesia menjadi manajemen dengan arti pengelolaan. Sedangkan pengertian manajemen secara istilah adalah pemanfaatan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang Manajemen menurut Dr. Hadari Nawawi adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh manajer dalam memanage organisasi, lembaga, maupun perusahaan. Marry Papker Follett. Au Manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Pengertian ini mengandung arti bawa para manajer mencapai tujuantujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai tugas yang memungkinkan di perlukan, atau berarti dengan tidak melakukan tugas-tugas itu sendiriAy James A. Stoner mengemukakan bahwa manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah di (Syarhani. S 2. Sedangkan manajemen pendidikan adalah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. serta suatu proses kerja sama yang sistematik, dan komprehensif dalam rangka mewujudkan pendidikan Nasional. Manajemen pendidikan merupakan himpunan dari dua kata yang mempunyai satu artiyakni manajemen dan pendidikan. Pada manajemen pendidikan dapat dimaknai yaitu suatu manajemen yang dilakukan dalam lembaga pendidikan dengan aturan dan tanda yang khas pada dunia pendidikan. Manajemen pendidikan diartikan sebagai pengorganisasian terhadap seluruh kebutuhan lembaga organisasi dalam pendidikan dengan langkah yang efektif dan efisien. 6Manajemen pendidikan pada dasarnya adalah alat-alat yang harus ada dan digunakan dalam mensukseskan tujuan pendidikan. (Tamrozi,I dkk,2. Adapun kata AupendidikanAy sering dikaitkan dengan kata AupengajaranAy yang dalam bahasa Arab disebut Autarbiyah wa taAolimAy. SedangkanAupendidikan IslamAy dalam bahasa Arab disebut AuTarbiyahIslamiyahAy. Secara umum, pendidikan Islam adalah pembentukan kepribadian muslim. Pengertian pendidikan secara istilah sebagaimana dalam UndangUndang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1 ayat . , yaitu: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Adapun pengertian pendidikan Islam menurut beberapa ahli antara lain: Menurut Ahmad Tafsir Pendidikan Islam ialah bimbingan yang diberikan oleh seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai dengan ajaran Islam. Bila disingkat, pendidikan Islam ialah bimbingan terhadap seseorang agar ia menjadi muslim semaksimal mungkin. Menurut M. Arifin Pendidikan Islam adalah bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam. Menurut Zakiyah Darajat Secara umum, pendidikan Islam adalah pembentukan kepribadian muslim. Mastuhu mendefinisikan Pendidikan Islam adalah mengembangkan kemampuan belajar peserta didik sehingga mempunyai pemikiran kreatif dan liberal agar mampu membuat pilihan dan keputusan yang benar, tepat dan akurat, dalam bingkai ajaran Islam. Chatib Thoha menjelaskan Pendidikan Islam sebagai proses pemeliharaan dan penguatan sifat dan potensi insaniyah sehingga dapat menumbuhkan kesadaran ilmiah atau kreatif dalam rangkamenegakkan kebenaran di muka bumi. Dari berbagai pendidikan. (Listiowaty,E . Prinsip Prinsip Manajemen Pendidikan Prinsip adalah asas, dasar atau kaidah, yaitu pernyataan kebenaran fundamental yang menjadi pokok dasar berpikir atau melakukan kegiatan. Jadi prinsip-prinsip manajemen adalah asas/dasar ataupun kaidah yang merupakan pernyataan atau kebenaran fundamental yang dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas memimpin suatu usaha kerjasama, untuk mencapai suatu keseimbangan yang setinggi-tingginya dalam proses pencapaian Adapun contoh-contoh ayat Al-QurAoan, hadis Nabi, maupun pernyataan sahabat Nabi tersebut dapat diikuti pada pemaparan di bawah ini. Surah Al-Hasyr ayat 18 : a AcEEa aO eE a eIA A aEa aOacCaO NA e A e Ia eA acI Caac aIA AyA aAcEEa aaOe a aI a e aIEa eOIA AcEEa acaIA AOeaOac aN Eac aOeIa aIIaO acCaOA Artinya : AuWahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok . Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakanAy. Managemen pendidikan Islam mengandung berbagai prinsip umum yang fleksibel sehingga bisa sejalan dengan keajuan dan perkembangan yang baik. Banyak para pakar pendidikan Islam yang berbeda pendapat mengenai apa saja prinsip-prinsip dasar managemen pendidikan Islam. Menurut Ramayulis berpendapat bahwa prinsip management pendidikan Islam ada delapan yaitu: ikhlas, jujur, amanah, adi, tanggung jawab, dinamis, praktis, dan Sedangkan menurut Langgulung berpendapat bahwa prinsip management pendidikan Islam ada tujuh, yaitu: iman, akhlak, keadilan, persamaan, musyawarah, pembagian tugas dan kerja, berpegang pada fungsi management, pergaulan dan keikhlasan. Berdasarkan beberapa pendapat diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa prinsip-prinsip management pendidikan Islam adalah sebagi berikut ini. Pertama Ikhlas: Mengelola sekolah pada hakikatnya adalah sebuah kepercayaan dan tugas dari Allah. Subhanahu wa taAoala. Seringkali dalam aplikasinya kita menghadapi beban tugas yang tidak sesuai dengan materi yang diperoleh. Jika mengacu pada prinsip matrealistis, kita akan sering membandingkan apa yang kita kerjakan dengan apa yang kita peroleh, sehingga sering terjadi ketidakoptimalan saat menjalankan tugas. Dalam hal ini, prinsip keikhlasan adalah sebuah prinsip yang akan mendorong kita untuk berbuat yang terbaik meskipun yang kita peroleh tidak sebanding dengan materi duniawi yang kita dapatkan, sebab kita yakin bahwa apa yamg kita lakukan semata-mata sebagai wujud ibadah dn semata-mata mengharap keridhoan Allah. Allah Subhanahu wa TaAoala berfirman, yang artinya :Ay Luruskanlah muka . mu setiap sholat dan sembahlah Allah. mengikhlaskan ketaatanmu kepada Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan . emikian pulala. kamu akan kemabali kepada Nya {QS. Al AAoraf : . Dari arti ayat ini, kita dapat menagambil pelajaran, bahwa di dalam melakukan segala sesuatunya kita harus mengikhlaskannya karena mengharap ridho Allah. semata, dan kita harus yakin bahwa apapun yang kita kerjakan dengan keikhlasan akan mendaoat balasan yang tentunya jauh lebih baik dari Allah. subhanahu wa taAoala. Kedua adalah Jujur. Salah satu sifat yang dimiliki oleh Rasulullh adalah jujur, sifat ini menjadi salah satu identitas nabi Muhammad yang menjadikannya dikenal dan dipercaya oleh seluruh masyarakat Arab pada waktu itu. Tentu hal ini menjadi uswah bagi kita selaku umatnya, bahwa sifat jujur adalah merupakan salah satu modal yang penting guna menjadi sebagai seorang pemimpin. Beberapa ayat-ayat dalam Al QurAoan yang berbicara tentang kejujuran adalah sebagai berikut ini AuHai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah. hendaklah kamu bersama orangorang yang jujur Au {QS At Taubah : . Au Dan Allah. telah meninggikan langit-langit dan Dia meletakkan neraca . supaya kamu jangan melampaui batas neraca itu. Dan tegakkanlah timbanagan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca ituAy {QS. Ar Rahman : 55:7-. Dalam kaitannya dengan dunia persekolahan, keadilan seringkali menjadi hal yang sangat sensitif dan sangat rentan menimbulkan konflik manakala ketidakadilan itu tidak Dalam managemen pendidikan Islam, keadilan harus menjadi prinsip dasar yang memiliki pimpinan yang adil, akan memilkikultur sekolah atau lembaga pendidikan yang kondusif bagi pengembangan kualitas didalamnya. Ketiga Amanah: Dalam ajaran Islam, jabatan merupakan sebuah amanah yang harus Pertanggungjawaban ni tidak hanya di dunia melainkan smapai nanti di akhirat. Amanah artinya kepercayaan, maka seseorang yang diberi amanah adalah orang yang mendapatkan kepercayaan untuk memegang suatu tugas tertentu. Allah Subhanahu Wa taAoala berfirmanAu Sesungguhnya Allah. menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan . enyuruh kam. apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah. member pengajaran yang sebaikbaiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah. adalah Maha mendengar lagi Maha melihatAy{QS. An Nisao : . Berdasarkan ayat diatas, maka amanah itu hendaknya diberikan kepada orang yang berhak menerimanya, yaitu orang-orang yang memenuhi kriteria sesuai dengan karakteristik pekerjaan aatau tugas yang akan diembannya tersebut. Sekolah atau lembaga pendidikan yang dihuni oleh orang-orang yang amanah dengan sendirinya akan mendapatkan sebuah kultur kehidupan dimana semua orang berpegang dan bekerja sesuai dengan tugas dan Dan tentu hal ini akan berdampak signifikan terhadap kualitas sekoalah atau lembaga pendidikan. Keempat Adil: Salah satu prinsip dasar yang penting dalam management pendidikan Islam adalah adil. Menurut Abuddinnata keadilan adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan pada persamaan atau bersikap tengah-tengah atas dua perkara (Keadilan ini berdasarkan keputusan akal yang dikonsultasikan dengan agama. Berlaku adil sangat dianjurkan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan menjadi salah satu indikator ketaqwaan seseorang Kelima Tanggung jawab: Dalam prinsip managemen pendidikan Islam, tanggungjawab terhadap amanah yang diembankan merupakan salah satu prinsip penting dalam membangun managemen yang positif. Lepas tangan terhadap tanggungjawab akan melahirkan hasil ketidakpastian program yang ingin dicapai. Allah. subhanahu wa taAoala berfirman, artinyaAyAllah. tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. akan mendapat pahala . ari keabaikan yang diusahakannyadan ia ak an mendapat siksa . ari kejahata. yang dilakukannya, {QS. Al Baqarah: . Ay. Dan ada pula hadist Nabi yang berkaitan dengan tanggungjawab. Rasululloh bersabdaAuSetiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannyaAy. Dalam konteks pesekolahan pemimpin yang bertanggung jawab akan menjadi ujung tombak keberhasilan program pendidikan didalamnya. Prinsip bertanggung jawab terhadap tugas dan amanah yang diembankan haruslah menjadi salah satu prinsip dasar yang dimiliki oleh setiap manager Implikasi Prinsip-Prinsip Manajemen pendidikan islam dalam Dunia Pendidiakan Prinsip-prinsip manajemen pendidikan memiliki implikasi-implikasi yang saling terkait membentuk satu kesatuan sistem dalam manajemen pendidikan islam. Beriku ini Proses pengelolaan lembaga pendidikan islam. Hal ini menghendaki adanya nilai-nilai islam dalam proses pengelolaan lembaga pendidikan islam. Terhadap lembaga pendidikan islam. Hal ini menunjukan objek dari manajemen ini yang secara khusus diarahkan untuk menangani lembaga pendidikan islam dengan segala keunikannya. (Daulay,S. S dkk,2. Fungsi Manajemen Pendidikan fungsi manajemen dalampendidikan Islam di lembaga yang diteliti dapat dilihat dari empat aspek utama: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Keempat aspek ini berperan penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang efektif dan Perencanaan Perencanaan yang matang menjadi fondasi dalamanajemen pendidikan Islam. Hasil wawancara dengan kepala lembaga menunjukkan bahwa mereka mengembangkan rencana strategis yang berorientasi pada visi dan misi pendidikan Islam. perencanaan dalam pendidikan harus melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan Dengan melibatkan berbagai pihak, lembaga dapat merumuskan tujuan pendidikan yang relevan dan realistis. Selain itu, pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai Islam juga menjadi fokus utama. Hal ini sejalan kurikulum yang baik harus mampu mengembangkan potensi peserta didik secara utuh, baik dalam aspek akademik maupun karakter. Pengorganisasian Dalam hal pengorganisasian, lembaga pendidikan Islam yang diteliti telah membentuk struktur organisasi yang jelas dan efektif. Hasil observasi menunjukkan bahwa setiap posisi dalam struktur organisasi memiliki tanggung jawab yang terdefinisi dengan baik. pengorganisasian yang baik akan menciptakan sinergi di antara semua elemen lembaga, sehingga dapat meningkatkan kinerja keseluruhan. Pengembangan kapasitas guru juga menjadi salah satu fokus dalam pengorganisasian, dengan adanya pelatihan dan workshop yang rutin dilaksanakan. Hal ini sejalan dengan pengembangan profesionalisme guru merupakan kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan. (Daulae,N. Pelaksanaan Pelaksanaan manajemen pendidikan Islam menunjukkan adanya keterlibatan aktif dari guru dan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan variatif, mencakup diskusi, praktik, dan proyek kolaboratif. penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik. Dalam pelaksanaan, lembaga juga berusaha untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan karakter peserta didik. Hal ini sesuai dengan prinsip pendidikan Islam yang menekankan pentingnya pembinaan akhlak. Sebagai contoh, lembaga pendidikan yang diteliti menerapkan program pembinaan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler dan program pengabdian masyarakat. Programprogram ini bertujuan untuk membentuk kepribadian peserta didik yang peka terhadap lingkungan sosial dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat. karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler sangat penting dalam mendukung tujuan pendidikan yang holistik. Evaluasi Evaluasi merupakan tahap yang penting dalam manajemen pendidikan, di mana lembaga perlu menilai sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi dilakukan secara berkala, baik dalam bentuk penilaian akademik maupun penilaian terhadap aspek karakter peserta didik. Evaluasi ini tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga proses pembelajaran. evaluasi yang komprehensif akan memberikan gambaran yang lebih utuh tentang efektivitas program pendidikan. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan pengembangan program pendidikan ke depan. (Mulyono,P. , & Haryati. T 2. Tujuan Manajemen Pendidikan Islam Tujuan Manajemen pendidikan Islam adalah menggunakan dan mengelola sumber daya pendidikan islam secara efektif dan efisen untuk mencapai tujuan pengembangan, kemajuan dan kualitas proses dan hasil pendidikan islam itu sendiri. Sedangkan tujuan umum yaitu : Mengetahui permasalahan dalam rangka percepatan penuntasan pendidikan wajar 9 Menyusun rencana dan merumuskan tujuan. Mengidentifikasi kelemahan, kekuatan, peluang dan ancaman. Sebagai acuan dalam penetapan anggaran pendidikan. Sedangkan tujuan pendidikan islam ada beberapa pendapat dari para ulama yaitu sebagai berikut : Menurut Al-Ghazali, tujuan pendidikan yaitu pembentukan insan paripurna, baik di dunia maupun di akhirat. Menurut Imam Al-Ghazali pula manusia dapat mencapai kesempurnaan apabila mau berusaha mencari ilmu dan selanjutnya mengamalkan fadilah melalui ilmu pengetahuan yang dipelajarinya. Fadhilah ini selanjutnya dapat membawanya untuk dekat kepada Allah dan akhirnya membahagiakannya hidup di dunia dan di Menurut Al-Ghazali tujuan utama pendidikan Islam itu adalah ber-taqarrub kepada Allah Sang Khaliq, dan manusia yang paling sempurna dalam pandangannya adalah manusia yang selalu mendekatkan diri kepada Allah. Menurut al-Ghazali, yang dikutip oleh Fathiyah Hasan Sulaiman,26 tujuan umum pendidikan Islam tercermin dalam dua segi, yaitu: Insan purna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Insan purna yang bertujuan mendapatkan kebahagiaan hidup didunia dan di akhirat. Pandangan dunia akhirat dalam pandangan al-Ghazali adalah menempatkan kebahagiaan dalam proporsi yang sebenarnya. Kebahagiaan yan lebih emiliki nilai universal, abadi, dan lebih hakiki itu lah yang diprioritaskan. Menurut al-Ghazali, yang dikutip oleh Fathiyah Hasan Sulaiman,26 tujuan umum pendidikan Islam tercermin dalam dua segi, yaitu: Insan purna yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah Swt Insan purna yang bertujuan mendapatkan kebahagiaan hidup didunia dan di akhirat. Pandangan dunia akhirat dalam pandangan al-Ghazali adalah menempatkan kebahagiaan dalam proporsi yang sebenarnya. Kebahagiaan yan lebih emiliki nilai universal, abadi, dan lebih hakiki itu lah yang diprioritaskan. Tujuan umum pendidikan Islam menurut Al-Abrasyi adalah Untuk mengadakan pembentukan akhlak yang mulia Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat Persiapan untuk mencari rezeki dan bermanfaat pada tujuan-tujuan vokasional dan Menumbuhkan semangat ilmiah pada pelajar dan memuaskan keinginan tahu . dan memungkinkan untuk mengkaji ilmu itu sendiri Menyiapkan pelajar dari segi profesional, teknikal dan ketrampilan dalam menguasai profesi tertentu Selanjutnya menurut Nahlawy,27 tujuan umum pendidikan Islam meliputi: Pendidikan akal dan persiapan fikiran. Allah menyuruh manusia merenungkan kejadian langit dan bumi agar dapat beriman beriman kepada Allah. Menumbuhkan potensi-potensi dan bakat-bakat asal pada kanak-kanak. Menaruh perhatian pada kekuatan dan potensi generasi muda dan mendidik sebaikbaiknya, baik laki-laki dan perempuan Berusaha untuk menyeimbangkan segala potensi-potensi dan bakatbakat manusia (Daulay,H. P, dkk,2. Strategi Manajemen Pendidikan Islam beberapa strategi manajemen pendidikan Islam yang efektif dan bisa diterapkan dalam konteks pendidikan . Strategi-strategi tersebut meliputi (PITA, 2. Menjaga konsistensi dalam penerapan nilai-nilai Islam: Lembaga pendidikan Islam harus mempertahankan konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam semua aspek manajemen pendidikan, dari merumuskan visi dan misi, mengembangkan kurikulum, memilih tenaga pengajar, hingga mengelola keuangan. Menerapkan sistem pengelolaan pendidikan yang partisipatif: Lembaga pendidikan Islam perlu menerapkan sistem pengelolaan pendidikan yang melibatkan partisipasi semua pihak terkait dalam proses pengambilan keputusan, termasuk siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Mengoptimalkan teknologi dalam pembelajaran: Lembaga pendidikan Islam harus mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, termasuk penyusunan materi pembelajaran, pelaksanaan ujian online, dan pembuatan laporan kinerja siswa. Menerapkan sistem penilaian yang adil dan objektif: Lembaga pendidikan Islam perlu menerapkan sistem penilaian yang adil dan objektif, yaitu memberikan penilaian berdasarkan kemampuan dan kinerja siswa secara objektif, tanpa diskriminasi agama, ras, atau jenis kelamin. Mengembangkan sistem pengembangan kualitas guru dan tenaga kependidikan: Lembaga pendidikan Islam harus mengembangkan sistem untuk meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan, termasuk melalui pelatihan dan pengembangan kemampuan secara berkala. Menerapkan sistem evaluasi kinerja secara teratur: Lembaga pendidikan Islam perlu menerapkan sistem evaluasi kinerja secara berkala, dengan melakukan evaluasi kinerja secara teratur dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa, guru. , dan tenaga kependidikan. Dalam menerapkan strategi manajemen pendidikan Islam ini, lembaga pendidikan Islam perlu memperhatikan aspek-aspek yang relevan, termasuk kondisi lingkungan, budaya, dan sosial. Selain itu, diperlukan komitmen dan partisipasi aktif dari semua pihak yang terlibat untuk mencapai tujuan pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan responsef (Abnisa,P. ,& Abdul. Tantangan Globalisasi Terhadap Manajemen Pendidikan Islam Tantangan globalisasi merupakan suatu kondisi kekinian sebagai akibat dari Kondisi tersebut harus dihadapi dan dilalui agar tercapai suatu keberhasilan. Tantangan tidak harus dimaknai sebagai sesuatu yang membuat sulit, atau kadang menghambat sesuatu yang ingin dicapai, tetapi tantangan adalah penggugah tekad untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah. Menurut Zubaedi ketika globalisasi dihadapkan dengan pendidikan Islam, maka muncul dua implikasi sekaligus, yakni peluang dan ancaman. Sebagai peluang, globalisasi disatu sisi akan memudahkan pendidikan Islam untuk mengakses berbagai informasi secara cepat, juga memudahkan pendidikan Islam untuk menyebarluaskan produk-produk keilmuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Selanjutnya sebagai ancaman, ternyata globalisasi tidak hanya mempengaruhi tatanan kehidupan pada tataran makro, tetapi juga mengubah tata kehidupan pada level mikro, yaitu terhadap ikatan kehidupan sosial Globalisasi memicu fenomena disintegrasi sosial, hilang nilai-nilai tradisi, adatistiadat, sopan santun, dan penyimpangan sosial lainya. (Pewangi,M. tantangan pendidikan Islam pada era globalisasi yang menjadi. problematika pendidikan Islam adalah: Pendidikan cenderung berpijak pada kebutuhan pragmatis, atau kebutuhan pasar lapangan, kerja, sehingga ruh pendidikan Islam seba gai pondasi budaya, moralitas, dan social movement . erakan sosia. menjadi hilang. Saratnya kurikulum sehingga seolah-olah kurikulum itu kelebihan muatan. Anak anak terlalu banyak dibebani oleh mata dan. Banyak guru dan tenaga kependidikan masih unqualified, underqualified, dan mismatch, sehingga mereka tidak atau kurang mampu menyajikan dan menyelenggarakan pendidikan yang benar-benar kualitatif. (Primayanti,A,I. Globalisasi memiliki dampak bagi pendidikan Islam dan dunia pendidikan pada umumnya, penelitian Nawi menyimpulkan terdapat beberapa dampak yang dirasakan positif bagi pendidikan karena hadirnya globalsasi, antara lain: Aksesinformasi yang mudah. Pendidikan dilaksanakan secara profesional dan berstandar internasional. Pendidikan menjadi lebih kompetitif. Penciptaan tenaga kerja yang berkualitas dan berdaya saing. Munculnya inovasi di dalam pendidikan Selain dampak positif yang telah dijelaskan di atas, globalisasi juga berdampak negatif terhadap pendidikan Islam dan dunia pendidikan pada umumnya. Pertama, komersialisasi Pendidikan era globalisasi mendorong lebih luas keterlibatan publik terhadap pendidikan yang kemudian terjadinya komersialisasi pendidikan. Motivasi pendidikan yang dulu adalah melaksanakan amanah dan sebagai ibadah beralih kepada mencapi keuntungan yang sebesar-besarnya melaluipendidikan Kedua, pengelompokan status sosial. Melalui keterbukaan media sosial dan komukasi saat ini muncul berbagai kelompok kelompok sosial yang kadang kala memiliki kecenderungan material dalam berkelompok sehingga terjadinya pengelompokan sosial. Ketiga. Bahaya internet dan dunia maya. Dampak ini semakin terlihat baik dampak bagi fisik yang kemudian muncul penyakit-penyakit yang dirasa terlalu dini seperti penyakit mata, bentuk tubuh dan lain lain, juga penyakit psikologis seperti anak semakin introvert, sedih sendiri, suka marah-marah dan lain-lain. Keempat, tergerusnya budaya lokal. Masuknya budaya asing karena kemudaha teknologi saat ini juga berdampak bagi aspek budaya. Budaya barat yang dibawa oleh kemajuan teknologi mendominasi dimana-mana, mulai cara hidup, cara berpakaian danberpenampilan, kebebasan dalam berucap, kebebasan berbuat mejadi bagian penyebab tergerusnya budaya lokal. Kelima, ketergantungan. Ketergantungan yang dimaksud di sinimenyangkut berbagai hal, sepertiketergantungan terhadap teknologi itu sendiri, ketergantungan terhadap dunia luar yang dipandangnya luar biasa, etergantungan terhadap pola hidup yang modern, dan juga ketergantungan terhadap kemajuan budaya asing yang kemudian menimbulkan sikap tidak bias mandiri, serba instan dan cepat, juga timbul kebiasaan konsumtif terhadap produk dari kemajuan dan modernisasi (Firmasyah dkk,2. KESIMPULAN Manajemen Pendidikan Islam merupakan serangkaian upaya dalam mengatur dan menjalankan lembaga pendidikan dengan pendekatan yang berlandaskan ajaran Islam. Proses ini mencakup tahapan seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan efisien. Nilai-nilai seperti keikhlasan, kejujuran, amanah, keadilan, dan tanggung jawab menjadi pijakan moral dan spiritual dalam Tujuan utamanya adalah membentuk individu yang sempurna . nsan kami. , yakni pribadi yang dekat dengan Allah, berakhlak baik, serta mampu meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Selain itu, manajemen ini juga berfokus pada peningkatan kualitas lembaga pendidikan melalui penerapan nilai-nilai Islam, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan kompetensi tenaga pendidik. Dalam menghadapi era globalisasi, pendidikan Islam dihadapkan pada berbagai tantangan dan peluang. Tantangan tersebut mencakup komersialisasi pendidikan, masuknya budaya asing, serta ketergantungan terhadap teknologi. Sementara itu, globalisasi juga memberikan peluang berupa kemudahan akses informasi dan peningkatan kualitas Oleh karena itu, manajemen pendidikan Islam dituntut untuk bersifat adaptif, melibatkan semua pihak . , dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islami. DAFTAR PUSTAKA