Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Upaya Percepatan Penurunan Stunting (Gizi Buruk dan Pola Asuh ) Pada Balita yang Beresiko Stunting Yunida Turisna Octavia1*. Julia Mahdalena Siahaan2 . Ernawati Barus3 1,2,3Universitas Sari Mutiara. Medan. Sumatera Utara. Indonesia *penulis korespondensi: yunidastak15@gmail. Abstrak. Stunting adalah ketidakmampuan anak di bawah usia 5 tahun untuk tumbuh karena kekurangan gizi kronis, terutama 1. 000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Pengetahuan ibu yang kurang, pola asuh yang salah, sanitasi dan hygiene yang buruk dan rendahnya pelayanan kesehatan dianggap sebagai penyebab stunting. Kekurangan energi dan protein dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan balita. Perilaku ibu dalam mengasuh balitanya memiliki kaitan yang erat dengan kejadian stunting pada balita. Ibu dengan pola asuh yang baik akan cenderung memiliki anak dengan status gizi yang baik, begitu juga sebaliknya ibu dengan pola asuh gizi yang kurang cenderung memiliki anak dengan status gizi yang kurang. Pola asuh makan yang baik dicerminkan dengan semakin baiknya asupan makan yang diberikan kepada balita. Asupan makan yang dinilai secara kualitatif digambarkan melalui keragaman konsumsi pangan. Keragaman pangan mencerminkan tingkat kecukupan gizi seseorang. Rendahnya pola asuh menyebabkan buruknya status gizi balita. Setiap ibu perlu belajar menyediakan berbagai jenis makanan dan tidak harus makanan yang mahal tetapi makanan yang mengandung zat gizi yang cukup. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah : Untuk terbentuknya pengetahuan di kalangan masyarakat dan di wilayah kota Medan, dan menurunkan angka stunting yang tinggi menjadi rendah di tahun 2024, meningkatnya kegiatan dan pencegahan stunting dikalangan masyarakat. Abstract. Stunting is the inability of children under the age of 5 to grow due to chronic malnutrition, especially the first 1,000 days of life (HPK). Many factors cause the high incidence of stunting in toddlers. Lack of maternal knowledge, wrong parenting, poor sanitation and hygiene and low health services are considered as causes of stunting. Lack of energy and protein in the long term will cause stunted growth of The mother's behavior in caring for her toddler has a close relationship with the incidence of stunting in toddlers. Mothers with good parenting patterns tend to have children with good nutritional status, and vice versa mothers with poor nutritional parenting styles tend to have children with poor nutritional A good eating pattern is reflected in the better food intake given to toddlers. Food intake is qualitatively assessed through the diversity of food consumption. Dietary diversity reflects a person's level of nutritional adequacy. Low parenting style causes poor nutritional status of toddlers. Every mother needs to learn to provide various types of food and it doesn't have to be expensive food but food that contains sufficient The objectives of this community service activity are: To form knowledge among the community and in the Medan city area, and reduce the high stunting rate to low in 2024, increase activities and prevent stunting among the community. Historis Artikel: Diterima: 20 Juli 2023 Direvisi: 03 Juli 2023 Disetujui: 07 Agustus 2023 Kata Kunci: Stunting. Gizi Buruk. Pola Asuh PENDAHULUAN Stunting merupakan salah satu hal yang sangat menjadi perhatian terhadap gizi. Stunting adalah ketidakmampuan anak di bawah usia 5 tahun untuk tumbuh karena kekurangan gizi kronis, terutama 1. Hari Pertama Kehidupan (HPK) (Ramadhan, 2. Sebagaimana menurut data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI (Riskesda. tahun 2018, angka prevalensi stunting di Indonesia sebanyak 8,7 juta atau 30,7% bayi berumur bawah lima tahun . , dalam hal ini angkanya masih di atas target yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20% (Priyono, 2. Hal ini menunjukkan bahwa kasus stunting masih jauh dari target dalam penurunan jumlah kasusnya. Bantuan yang diberikan oleh tenaga-tenaga kesehatan merupakan hal yang utama terhadap penanganan stunting ini. Dampak negatif yang ditimbulkan oleh stunting ini diantaranya ada dua, yaitu dampak jangka Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. pendek yang dimana dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan otak, gangguan pertumbuhan fisik, kecerdasan, serta gangguan metabolisme tubuh, dan dampak negatif yang kedua adalah dampak jangka panjang yang dimana dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar anak, menurunnya kekebalan tubuh sehingga dengan mudah sakit, serta resiko tinggi untuk munculnya penyakitpenyakit seperti diabetes, obesitas, kanker, stroke, penyakit jantung dan pembuluh darah, dan disabilitas ketika usia tua (Dharmayani, 2. Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Pengetahuan ibu yang kurang, pola asuh yang salah, sanitasi dan hygiene yang buruk dan rendahnya pelayanan kesehatan dianggap sebagai penyebab stunting. Selain itu masyarakat belum menyadari anak pendek merupakan suatu masalah, karena anak pendek di masyarakat terlihat sebagai anak-anak dengan aktivitas yang normal (Mustika & Syamsul. Sasaran program gizi lebih difokuskan terhadap ibu hamil sampai anak usia 2 tahun. Fokus Gerakan perbaikan gizi adalah kepada kelompok 1000 hari pertama kehidupan, pada tataran global disebut dengan Scaling Up Nutrition (SUN) dan di Indonesia disebut dengan Gerakan Nasional Sadar. Gizi dalam Rangka Percepatan Perbaikan Gizi Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan dan disingkat Gerakan 1000 HPK). SUN movement merupakan upaya global dari berbagai negara dalam rangka memperkuat komitmen dan rencana aksi percepatan perbaikan gizi, khususnya penanganan gizi sejak 1. hari dari masa kehamilan hingga anak usia 2 tahun. Gerakan ini merupakan respon negara-negara di dunia terhadap kondisi status gizi di sebagian besar negara berkembang dan akibat kemajuan yang tidak merata dalam mencapai Tujuan Pembangunan Milenium/MDGs (Goal . (Mustika & Syamsul, 2. Secara global, stunting menjadi salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDG. Indonesia berproses mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs ke-2 yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik, dan mendukung pertanian berkelanjutan. Target yang termasuk di dalamnya adalah penanggulangan masalah stunting yang salah satunya adalah stunting (Farah Okky Aridiyah. Ninna Rohmawati, 2. Stunting merupakan masalah Gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Stunting juga dapat terjadi Sejak janin dalam kandungan akibat masalah kurang asupan protein pada saat ibu sedang hamil juga dapat berpengaruh dari kondisi lingkungan (Nur Azizah. Nastia. Masalah kurang energi protein (KEP) yaitu salah satu masalah utama gizi yang dapat berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak. Kekurangan energi dan protein dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan balita (Tampongangoy, 2. Stunting adalah pendek atau sangat pendek berdasarkan panjang / tinggi badan menurut usia yang kurang dari 2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO yang terjadi dikarenakan kondisi irreversibel akibat asupan nutrisi yang tidak adekuat dan/atau infeksi berulang / kronis yang terjadi dalam 1000 HPK (WHO, 2. Bagi UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi badan di bawah minus . tunting sedang dan bera. dan minus tiga . tunting kroni. , hal ini diukur dengan menggunakan standar pertumbuhan anak yang dikeluarkan oleh WHO. Secara global kejadian stunting masih sangat tinggi termasuk di Indonesia. Malnutrisi adalah kejadian gizi yang salah, biasa kekurangan gizi . maupun kelebihan gizi . ver nutritio. Kekurangan gizi pada anak dapat menyebabkan pertumbuhan fisik dan otak anak tidak optimal, anak menjadi kurus dan sangat pendek . (Harlina & Nur, 2. Stunting adalah bentuk paling umum dari kurang gizi (Irianto, 2. Stunting adalah gangguan pertumbuhan yang terjadi akibat kondisi kekurangan gizi kronis atau penyakit infeksi kronis (Harlina & Nur, 2. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Tingginya angka stunting pada balita sangat berkaitan erat dengan kondisi yang terjadi dalam waktu yang lama seperti kemiskinan, perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang, kesehatan lingkungan yang kurang baik, pola asuh yang kurang baik dan rendahnya tingkat pendidikan. Akan tetapi, kejadian stunting ini hendaknya tidak hanya dikaji dari faktor kemiskinan dan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi, tetapi bisa juga ditinjau dari kebiasaan, persepsi, sikap dan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi gizi anak. Bisa saja tubuh anak yang kecil dan pendek dianggap atau dilihat sebagai suatu hal yang biasa, takdir atau memang karena keturunan keluarga (Departemen Kesehatan, 2. Selain mengalami pertumbuhan terhambat, stunting juga kerap kali dikaitkan dengan penyebab perkembangan otak yang tidak maksimal. Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan mental dan belajar tidak maksimal, serta prestasi belajar yang buruk. Selain itu, efek jangka panjang yang disebabkan oleh stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, sering kali dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi . ttps://promkes. id/?p=8. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, didapatkan angka kejadian balita stunting . endek dan sangat pende. di Indonesia mencapai 30. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Kementerian kesehatan berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik tahun 2019 menunjukan bahwa angka balita stunting turun sampai 27. 67 persen. Akan tetapi, angka tersebut masih di atas menjadi masalah kesehatan masyarakat menurut WHO (>20%) (WHO, 2. Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN dimana prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di Presiden RI Joko Widodo mengatakan dalam forum tersebut stunting bukan hanya urusan tinggi badan tetapi yang paling berbahaya adalah rendahnya kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental, dan yang ketiga munculnya penyakit-penyakit kronis. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan Rakernas ini bertujuan mensukseskan Perpres nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan 5 pilar. Pilar pertama adalah komitmen, pilar kedua adalah pencegahan stunting, pilar ketiga harus bias melakukan konvergensi, pilar keempat menyediakan pangan yang baik, dan pilar kelima melakukan inovasi terobosan dan data yang baik . ttps://sehatnegeriku. id/baca/rilis-media/20230125/3142280/prevalensi-stunting di-indonesiaturun-ke-216-dari-244/). Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak aspek, mulai dari aspek pendidikan hingga ekonomi. Stunting sangat penting untuk dicegah. Hal ini disebabkan oleh dampak stunting yang sulit untuk diperbaiki dan dapat merugikan masa depan anak Kerdil (Stuntin. pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita . awah 5 Tahu. akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Dengan demikian periode 1000 hari pertama kehidupan seyogyanya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan (Saputri, 2. Stunting menunjukkan kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak hanya tubuh pendek, stunting memiliki banyak dampak buruk untuk anak (Yadika et al. , 2. Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak aspek, mulai dari aspek pendidikan hingga ekonomi. Stunting sangat penting untuk dicegah. Hal ini disebabkan oleh dampak stunting yang sulit untuk diperbaiki dan dapat merugikan masa depan anak (Wulandari Leksono et al. , 2. Nutrisi yang diperoleh sejak bayi lahir sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya termasuk risiko terjadinya stunting. Tidak terlaksananya inisiasi menyusu dini (IMD), gagalnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, dan proses penyapihan dini dapat menjadi salah satu faktor terjadinya stunting. Sedangkan dari sisi Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI) hal yang perlu diperhatikan adalah kuantitas, kualitas, dan keamanan pangan yang diberikan (Kemenkes RI, 2. Perilaku ibu dalam mengasuh balitanya memiliki kaitan yang erat dengan kejadian stunting pada balita. Ibu dengan pola asuh yang baik akan cenderung memiliki anak dengan status gizi yang baik, begitu juga sebaliknya ibu dengan pola asuh gizi yang kurang cenderung memiliki anak dengan status gizi yang kurang. Aspek kunci dalam pola asuh terdiri dari perawatan dan perlindungan bagi ibu, pemberian ASI dan MP-ASI, penyiapan makanan, praktik hygiene dan sanitasi lingkungan, serta praktik kesehatan di rumah (Tobing. Pane, & Harianja, 2. Masalah kejadian stunting secara garis besar adalah pada pola asuh anak dimana ibu memberikan asuhan makanan yang tidak baik atau kekeliruan orang tua memberikan asupan makanan pada anaknya sehingga menyebabkan timbulnya penyakit kronis. Salah satu faktor ketidaktersediaan makanan yang bergizi, dan masyarakat juga biasanya mentabukan makanan yang mengandung banyak zat gizi yang baik bagi tumbuh kembang anak juga dapat menyebabkan kejadian stunting (Tobing etal. , 2. Untuk mengetahui perkembangan kasus stunting dan capaian program pencegahan dan penanganan stunting, perlu adanya analisis pengukuran. Berdasarkan Perpres Nomor 27 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dengan target penurunan hingga 14% maka BKKBN ditunjuk sebagai coordinator pelaksana lapangan percepatan penurunan stunting (Sinaga et al. , 2. Berdasarkan hasil survei Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan bahwa angka stunting di Indonesia hingga tahun 2022 masih mencapai 24,4 persen dari keseluruhan jumlah balita 23 juta anak yaitu sekitar 6,1 juta anak balita yang mengalami stunting (Rofiah et al. , 2. Pola asuh makan yang baik dicerminkan dengan semakin baiknya asupan makan yang diberikan kepada Asupan makan yang dinilai secara kualitatif digambarkan melalui keragaman konsumsi pangan. Keragaman pangan mencerminkan tingkat kecukupan gizi seseorang. Rendahnya pola asuh menyebabkan buruknya status gizi balita. Jika hal ini terjadi pada masa golden age maka akan menyebabkan otak tidak dapat berkembang secara optimal dan kondisi ini sulit untuk dapat pulih kembali. (Novita, 2. Setiap ibu perlu belajar menyediakan berbagai jenis makanan dan tidak harus makanan yang mahal tetapi makanan yang mengandung zat gizi yang cukup. Pola konsumsi balita yang tidak terkontrol seperti kebiasaan jajan yang berlebihan harus diwaspadai oleh orang tua. Jadwal pemberian makan yang ideal adalah tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan yang bergizi untuk melengkapi komposisi gizi seimbang dalam sehari yang belum terpenuhi pada makanan utama. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting di Indonesia sebesar 24,4%. Prevalensi balita stunting pada tahun 2021 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 27,67%. Revalensi stunting di provinsi sumatera utara berdasarkan hasil survey status gizi indonesia (SSGI) tahun 2022 telah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan dengan mencatat capaian sebesar 21,1 persen yang merupakan penurunan signifikan jika dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar 25,8 persen dan dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar 29,2 persen serta tahun 2019 yang tercatat sebesar 30,07 persen . ttps://w. id/berita/3920/pemkab-langkat-terusserius-tekan-angkastunting-di-2022-turun-menjadi-. Pemerintah telah menetapkan Stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 Ae 2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4% pada tahun 2021 menjadi 14% pada tahun 2024. Dalam Upaya mendukung tercapainya target nasional tersebut, telah ditetapkan sasaran dan strategi nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dimana BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Stunting. Untuk itu tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah :Untuk terbentuknya pengetahuan di kalangan masyarakat dan di wilayah kota Medan, dan menurunkan angka stunting yang tinggi menjadi rendah di tahun 2024. Meningkatnya kegiatan dan pencegahan stunting dikalangan masyarakat. SOLUSI PERMASALAHAN MITRA Solusi permasalahan adalah yang dilakukan dalam kegiatan dan untuk melakukan edukasi penerapan Percepatan Penurunan Stunting atau Gizi Buruk dan Pola Asuh Pada Balita yang Beresiko Stunting dan tanya jawab kepada masyarakat. Berdasarkan rencana kegiatan yang telah disusun, maka solusi dari permasalahan mitra yang diharapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat sebagai berikut:. Angka kejadian stunting dari tahun 2018 sampai 2023 membawa perubahan dalam tatanan kehidupan Pemerintah telah tegaskan bahwa penurunan stunting di tahun 2024 harus turun sampai 14%. dan disisi lain juga memunculkan persoalan-persoalan yang hampir naik angka stunting ditahun sebelumnya dan dirasakan oleh seluruh masyarakat dan petugas kesehatan saat ini di daerah Medan maupun luar. Solusi permasalahan mitra : Terjalinya komitmen dan Kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di puskesmas atau klinik yang melakukan penyuluhan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan Mahasiswa Di Kebidanan Sari Mutiara Indonesia. Responden sebelumnya dikumpulkan dan didapat dari Puskesmas Jl. Karya. Media promosi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah leafleat yang dibagikan dalam penyuluhan. Leafleat yang dibagikan berjudul AuUpaya Percepatan Penurunan Stunting (Gizi Buruk Dan Pola Asuh Pada Balita Yang Beresiko Stuntin. Selama Periode 1000 Hari Pertama KehidupanAy. Pos Gabungan Pencegahan (Pos Gaga. dilakukan di beberapa provinsi yang memiliki Angka Penurunan Stunting dan Angka tertinggi Stunting dengan data terhitung di Medan Angka. prevalensi stunting Sumut berhasil turun 4,7%, menjadi 21,1%, dari sebelumnya 25,8% pada tahun 2021angka prevalensi stunting nasional juga turun dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Dibentuknya pos gabungan pencegahan angka penurun stunting di kawasan Medan Solusi permasalahan mitra : Sosialisasi dan Edukasi tentang Angka Penurunan Stunting yang diberikan oleh Mahasiswa Sari Mutiara di Klinik Pratama Manda / Shanty Terbentuknya tim yang terdiri dari 6 Mahasiswa Sari Mutiara dari wilayah Medan dan memutus Angka Penurunan Stunting dengan bekal pengetahuan yang didapat terkait dalam penerapan protocol kesehatan Asi Ekslusif Solusi permasalahan mitra: Video edukasi ASI Eksklusif yang mudah untuk dipahami bagi masyarakat Indonesia, agar mereka mengetahui pentingnya pemberian ASI Eksklusif sejak dini. Di TV display di kantor kecamatan, puskesmas induk, dan berbagai fasilitas kesehatan lainnya akan dimasukkan video edukasi mengenai ASI Eksklusif agar penerima/penggunanya dapat melihat secara online dan offline METODE 1 Tempat dan Waktu Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat telah dilaksanakan di Klinik Pratama Manda / Shanty yang merupakan tempat penyuluhan penurunan angka stunting tepatnya dijalan Karya Cilincing Gg. Ciliwung No. 22 Medan selama 1 hari pada tanggal 10 Juni 2023. 2 Khalayak Sasaran Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Sasaran utama yang hadir dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yang telah direncanakan sebelumnya adalah yang bersedia menjadi pemicu dari daerah setempat di kawasan Jl. Karya yang terdiri dari ibu hamil, bayi Ae balita, dan tokoh masyarakat lainnya. 3 Metode Pengabdian Masyarakat Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu dengan memberikan edukasi tentang Angka Penurunan Stunting dan pencegahan terjadinya stunting di wilayah medan. Penyuluhan dalam pengabdian ini pemberian materi dan dialog interaktif dilakukan dengan memberikan leaflet tentang pengetahuan dan pencegahan stunting. Pelatihan tentang Tumbuh Kembang dan Gizi Balita Pemberdayaan mitra yaitu Kader Posyandu dengan melakukan pelatihan tentang tumbuh kembang pada anak. Selain itu juga diberikan pelatihan gizi balita yang baik untuk diterapkan. Selain itu dilakukan juga pelatihan kepada Kader BKB dalam tata cara pengisian data di Kartu Kembang Anak (KKA) dan dengan melalui berbagai tahapan, antara lain : Tahap Persiapan Tahapan persiapan yaitu persiapan pre planning, dan penyiapan materi,pembagian leatflet tumbuh kembang anak dan penurunan stunting, alat dan tempat penyampaian materi. Tahap pelaksanaan Sebelum fasilitator memberikan edukasi ke ibu-ibu tentang Angka Penurunan Stunting, fasilitator dibekali pengetahuan secara spesifik terkait adaptasi kebiasaan gizi buruk dan pola asuh pada balita yang beresiko stunting. yang dilakukan di klinik pratama manda/shanty hari sabtu tanggal 10 Juni 2023 jam 10. 00 WIB sampai selesai. 4 Indikator Keberhasilan Struktur Peserta yang hadir sebanyak 15 orang yang terdiri dari ibu-ibu yang membawa bayi dan balita. Setting tempat sudah sesuai dengan rencana yang dibuat dan perlengkapan yang dilakukan untuk penyuluhan sudah tersedia dan sudah digunakan sebagaimana mestinya. Penggunaan Bahasa yang disampaikan saat pemberian edukasi penerepan percepatan penurunan stunting sudah komunikatif dalam penyampaiannya, sehingga ibu-ibu memahami materi dalam adaptasi kebiasaan baru dalam gizi buruk dan pola asuh pada balita yang beresiko stunting. Proses Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini berlangsung pada Tanggal 10 Juni 2023 mulai pukul 10. 00 WIB S/D selesai sesuai dengan jadwal yang di rencanakan Hasil Hasil yang diharapkan terkait penyuluhan angka penurunan stunting,yaitu: Ibu-ibu dapat memahami maksud dan tujuan penyuluhan stunting . Ibu-ibu dapat memahami gizi buruk dan pola asuh pada balita . Ibu-ibu dapat memahami penjelasan stunting . Ibu-ibu dapat memahami pemenuhan nutrisi yang baik sejak kehamilan hingga menyusui sampai usia 2 Tahun . Ibu-ibu dapat memahami upaya penurunan stunting untuk tercapainya 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupa. 5 Sasaran dan Lokasi Kegiatan Kegiatan ini akan melibatkan Mahasiswa Di Kebidanan Universitas Sari Mutiara Indonesia, dan Dosen Sari Mutiara. Mahasiswa diharapkan dapat menggambarkan keadaan status gizi, pengetahuan, dan perilaku anak sebagai kelompok intervensi. Anak usia 4 - 6 tahun tidak dilibatkan dalam kegiatan ini dikarenakan mengenai upaya percepatan penurun stunting pada saat Wanita Usia Subur (WUS). Ibu hamil. Busui, hingga si anak mendapatkan Makanan pendamping (MPASI). Pengabdian masyarakat dengan tema percepatan penurunan pada balita yang beresiko stunting dengan gizi buruk dan pola asuh balita dilakukan di Klinik Pratama Manda / Shanty di Jl. Karya Cilincing Gg. Ciliwung No. 22 Kecamatan Medan Barat Desa Karang Berombak. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Jumlah Sasaran Terhitung hingga tanggal 10 Juni 2023, sebagai kali terakhir pengumpulan data, sebanyak 18 orang yang mengikuti penyuluhan pencegahan stunting yang berhasil dikumpulkan dengan status gizi, pengetahuan, dan perilaku pemenuhan nutrisi yang baik sejak kehamilan, menimbang berat badan dan panjang badan bayi / balita di Klinik Pratama Manda / Shanty. Berdasarkan data ini, tahun berikutnya akan dilanjutkan dengan pengembangan materi dan media intervensi, termasuk roda IMT ( Indeks Massa Tubu. yang akan diberikan kepada masyarakat Desa Karang Barombak untuk memudahkan seluruh mahasiswa memantau status gizinya dengan cara yang mudah dan menyenangkan untuk mengetahui ada tidaknya perubahan maumpun sikap dari seluruh sasaran. 7 Metode Evaluasi Metode evaluasi dilakukan pada awal dan akhir penyampaian materi dan mampu memahami menjelaskan materi terkaitAy UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN SUNTING (GIZI BURUK DAN POLA ASUH PADA BALITA YANG BERESIKO STUNTING)Ayyaitu memahami maksud dan tujuan penjelasan stunting HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Pengabdian Masyarakat Kegiatan pengabdian ini diawali dengan melakukan persiapan kegiatan. Persiapan kegiatan dilakukan dengan melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pihak yang terkait dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan yang diikuti oleh masyarakat dan ibu-ibu sekitar, pertemuan ini meliputi menjelaskan tujuan kegiatan, manfaat kegiatan, alur kegiatan dan rencana monitoring dan evaluasi kegiatan. Persiapan juga meliputi perencanaan tempat dan sarana dan prasarana yang diperlukan. Persiapan kegiatan ini juga dilakukan dengan cara melakukan pendekatan pada masyarakat kota Medan Jl. Karya Celincing Gg. Ciliwung No. 22 mengenai pentingnya pencegahan stunting guna meningkatkan kesehatan balita. Kegiatan diskusi memiliki tujuan untuk menggali berbagai permasalahan yang dialami oleh mitra terkait permasalahan stunting, penyuluhan interaktif yang dibawakan mahasiswa sebagai narasumber yang memberikan pengetahuan dan tentang pencegahan stunting. Selain itu juga diberikan leaflet tentang pencegahan stunting pada balita yang mempunyai gizi buruk dan nutrisi yang kurang. Dari hasil monitoring terhadap kegiatan pendampingan dan pelatihan ini, kegiatan telah berjalan dengan baik dan lancar. Dari hasil evaluasi juga terlihat tujuan kegiatan telah tercapai diwilayah Jl. Karya Celincing Gg. Ciliwung No. Setelah dilakukan penyuluhan penurunan stunting juga sudah mampu mengajarkan ibu-ibu yang ada di Desa serta dalam pengisian data pada Kartu Kembang Anak (KKA). Keberlanjutan program sangat diharapkan dan diharapkan program ini bisa terus berjalan pada Kader posyandu sehingga terjadi penurunan angka stunting di Kelurahan Karangberombak Kecamatan Medan Barat untuk mewujudkan Au ANTISIPASI GENERASI STUNTING GUNA MENCAPAI INDONESIA EMAS 2045Ay Gambar 1 Pendokumentasian Penyuluhan Pencegahan Stunting Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pembahasan Pengabdian Masyarakat Masyarakat Wilayah Karangbarombak Kecamatan Medan Barat berkoordinasi untuk percepatan penanganan penurunan stunting. Secara teknis, upaya yang telah dilakukan di wilayah Karangbarombak hasil kegiatan pengabdian dilakukan kepada pihak klinik dan posyandu dan para Kader yang ada di Wilayah Karangbarombak. Selain itu juga tim pengabdian memperkenalkan metode pelatihan dan pendampingan serta skema perencanaan yang telah disusun. Penanganan di bawah Dosen Sari Mutiara tugas masing-masing wilayah di provinsi Sumatera Utara. Kemudian sosialisasi kepada masyarakat serta pendisiplinan masyarakat. Bukan berarti pemerintah daerah itu gagal, tetapi memang masyarakat masih belum memahami tentang pola gizi dan nutrisi yang baik. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah guna memutus mata rantai pola asuh pada balita yang dilakukan di Klinik Pratama Manda/Shanty, pencegahan tim pengabdian sebagai pihak fasilitator. Target kegiatan ini adalah seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Medan Barat. Kegiatan monitoring dan evaluasi lanjutan tetap dilakukan untuk melihat keefektifan metode ini. Hal ini dilihat dalam ruang lingkup yang lebih besar. Kegiatan monitoring dan evaluasi mencakup pelaksanaan kegiatan yang mana sesuai dengan skema dan matriks kegiatan AupeerAy pencegahan stunting. Penyampaian materi menggunakan secara langsung atau tatap muka kepada ibu ibu yang mempunyai balita atau yang sedang hamil . Setelah penyampaian materi, anggota kegiatan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang kemudian didiskusikan bersama narasumber. Pengelolaan gizi seimbang bagi keluarga yang mencakup asupan, managemen istirahat, olahraga dan pengelolaan berat badan juga akan diedukasi mengenai asupan 1000 HPK yang penting dalam upaya penvcegahan kasus stunting. Sebagai salah satu masalah kesehatan nasional, stunting perlu mendapatkan perhatian dan penanganan khusus dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, hingga tingkat keluarga. Dengan kondisi demikian, maka Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa terdapat 3 upaya yang akan dilakukan untuk mencegah stunting yang akan dimulai pada periode pra kehamilan wanita, yaitu Pemberian TTD (Tablet Tambah Dara. bagi para remaja putri. Melakukan pemeriksaan kehamilan dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil guna mencukupi kandungan gizi dan zat besi pada ibu hamil. Pemberian makanan tambahan berupa protein hewani pada anak usia 6-24 bulan seperti telur, ikan, ayam, daging dan susu. Angka prevalensi stunting di tingkat nasional berdasarkan Survei Status Gizi Balita mengalami penurunan sebesar 3. 27%, yaitu dari 27. 67% pada tahun 2019 menjadi 24,4% di tahun 2021. Meskipun terjadi penurunan, namun stunting masih menjadi tantangan pemerintah karena target angka prevalensi stunting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yaitu sebesar 14% di tahun 2024. Untuk mencapai target tersebut. Presiden pada Rapat Terbatas Percepatan Penurunan Stunting pada tanggal 11 Januari 2022 bahwa prevalensi Stunting harus diturunkan sedikitnya 3% tahun 2022. Atas arahan tersebut diatas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama-sama dengan Kementerian/Lembaga (K/L) yang menjadi pengampu dalam Perpres 72 tahun 2021 melakukan pendampingan terpadu di 12 provinsi prioritas dimana Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi lokus prioritas Stunting . Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Gambar 2 menjelaskan Penyuluhan Penurunan Stunting Pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan yang signifikan dari kondisi 24,4% pada 2021 menjadi 14% pada 2024. Strategi penurunan angka stunting juga sudah ditetapkan dalam strategi nasional percepatan penurunan stunting sesuai PP No 72 Tahun 2021. Peraturan Pemerintah tersebut mendorong sejumlah langkah, seperti peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan terkait program penurunan angka stunting di kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan pemerintah desa. Selain itu, peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan sensitif. Upaya lain yang diamanatkan PP No 72 Tahun 2021 adalah peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat, serta penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi. Gambar 3 Daftar Hadir Penyuluhan Penurunan Stunting Tahun 2023 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 5 No. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Terjalinya komitmen dalam membangun kesepakatan, bekerja bersama, saling mendukung dan melengkapi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas masyarakat dalam upaya percepatan penurunan stunting (Gizi buruk dan pola asuh pada balita yang beresiko stuntin. Melalui penyuluhan diKlinik Pratama Manda / Shanty, dan terbentuknya tim narasumber Mahasiswa Sari Mutiara Indonesia yang akan membuat pemenuhan nutrisi yang baik sejak kehamilan hingga MPASI Kegiatan pengabdian yang dilakukan merupakan sebuah kegiatan yang positif yang bertujuan untuk menghimbau seluruh masyarakat dengan tetap ikut penyuluhan pencegahan stunting guna memutus mata rantai penyebaran pengabdian masyrakat di Klinik Pratama Manda / Shanty Saran Diharapkan setelah dilakukan penyuluhan, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat dan keluarga, dan tempat-tempat public terkait penerapan upaya penurunan stunting yang merupakan perpanjangan tangan pengetahuan yang telah didapat selama penyuluhan atau pengabdian DAFTAR PUSTAKA