Jurnal Semnasdik Vol. No. Desember 2024, hlm. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Berbantuan Media Flipchart Dengan LKPD Tebak Gambar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Brostin Ana Manang1. Vidriana Oktoviana Bano2. Audery Louise Makatita3 123Pendidikan Biologi. Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan. Universitas Kristen Wira Wacana Sumba Email Penulis: rostinanamanang291@gmail. com1 , vidri. bano@unkriswina. id 2, audreymakatita@unkriswina. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran singkat tentang keadaan terkini penelitian di bidang Kooperatif tipe Talking Stick. Metode daalam penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model PTK yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Kemmis & Taggart. Meldia Flipchart adalah selkulmpullan rangkulman informasi pada lelmbaran kelrtas yang ditelmpell di atasnya dan dibulka selcara belrulrultan delngan melmbalik halaman selsulai delngan pokok bahasan matelri LKPD Telbak Gambar adalah lelmbar kelrja yang belrisi gambar-gambar yang haruls ditelbak olelh pelselrta didik ulntulk mellatih kelmampulan obselrvasi dan pelnalaran pelselrta didik selrta melmbanguln sulasana bellajar yang aktif dan intelraktif. Sulbyelk dari pelnellitian ini yaitul sellulrulh pelselrta didik kellas IX SMP Nelgelri 2 Pabelriwai yang belrjulmlah 24 orang, telrdiri dari 15 pelselrta didik laki-laki dan 9 pelselrta didik Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam tulisan ini, peneliti akan fokus pada model pembelajaran kooperatif berbasis kelompok dengan bantuan tongkat adalah model pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dengan LKPD Tebak Gambar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX Smp Negeri 2 Paberiwai Pada Materi Sistem Perkembangbiakan Pada Tumbuhan Dan Hewan. Kondisi awal hanya mencapai 62,91 yang tuntas 21% dan yang tidak tuntas sebanyak 79% sedangkan pada siklus I terdapat 63% peserta didk tuntas sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 83% yang Tuntas. Belrdasarkan gambar 4. 8` telrdapat pelrbandingan sikluls I melmpelrolelh nilai 67% katelgori tulntas, dan 33% dikatelgorikan tidak tulntas, seldangkan pada sikluls II ada pelningkatan ataul melmpelrolelh nilai 79% delngan katelgori tulntas dan 21% dikatelgorikan kulrang. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi guru IPA untuk mencoba menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dengan LKPD Tebak Gambar sampai meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kata kunci: Model Talking Stick. Flipchart. Tebak Gambar. Hasil Belajar ABSTRACT The aim of this research is to provide a brief overview of the current state of research in the field of Talking Stick type cooperatives. The method in this research is research with the type Classroom Action Research (PTK). The PTK model used in this research is the Kemmis & Taggart model. The research approach used in this research is a quantitative descriptive approach. In this paper, researchers will focus on the group-based cooperative learning model with the help of sticks is the Cooperative Talking Stick Type learning model. Researchers will also highlight the latest developments in this field. The results of the study indicate that the use of the Talking Stick Type Cooperative learning model assisted by Flipchart media with Guess the Picture LKPD can improve the learning outcomes of class IX students of Smp Negeri 2 Paberiwai on the Material of Reproductive Systems in Plants and Animals. The initial condition only reached 62. 91 which was completed 21% and 79% were not completed while in cycle I there were 63% of students who completed while in cycle II it increased to 83% who completed. Based on the results of this study, it is recommended for science teachers to try using the Talking Stick Type Cooperative learning model assisted by Flipchart media with Guess the Picture LKPD to improve student learning outcomes (Edite. Restore original. Key words: Talking Stick Model. Flipchart. Guess the Picture. Learning Results PENDAHULUAN Belajar merupakan proses pembelajaran yang mengembangkan potensi peserta didik sehingga memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan yang dimilikinya. Belajar membutuhkan adanya aktivitas, karena tanpa adanya aktivitas proses belajar tidak mungkin berjalan dengan baik (Setiawan, 2024:. Belajar meruapakan suatu hal penting yang mengembangkan intelektual, ketrampilan, dan Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Manang, dkk. Penerapan Model Talking Stick dengan Flipchart pembentukan karakter sehingga menjadi pribadi yang mandiri (Wijaya dkk. , 2. Melalui proses belajar, pendidikan bertujuan untuk memodifikasi perilaku individu atau kelompok, (Limanto dkk. , 2. Berdasarkan hasil wawancara yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Paberiwai melalui guru IPA kelas IX (Pak S) pada tanggal 19 Maret 2024. Diketahui bahwa hasil belajar UTS IPA peserta didik kelas Vi semester genap TA 2023/2024 masih rendah. Adapun hasil belajar peserta didik, yang di ambil dari nilai UTS pada semester genap dengan KKM yang ditentukan 70 yaitu dari 24 orang, hanya terdapat 9 orang yang mencapai KKM dengan ketuntasan yaitu 37,5% sedangkan 15 orang yang tidak mencapai KKM dengan ketuntasan 62,5%. Hal ini terjadi karena guru kurang bervariasi dalam menggunakan metode ceramah dan diskusi, selain itu model yang digunakan yaitu discovery learning sehingga menyebabkan kurangnya partisipasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan kemudian selebihnya ada peserta didik yang sibuk sendiri, belum siap mengikuti pembelajaran dan tidak fokus dalam mendengarkan penjelasan materi pelajaran dari guru, bahkan terdapat juga peserta didik yang mengantuk serta tidak bersemangat dalam mengikuti proses belajar. Salah satu solusi dalam menyelesaikan permasalahan tersebut maka peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick. Menurut Rantamsih dkk . model Talking Stick yaitu model pembelajaran kelompok dengan bantuan tongkat dan kelompok yang memegang tongkat terlebih dahulu wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah peserta didik mempelajari materi pokoknya. Talking Stick merupakan model pembelajaran dengan bantuan Peserta didik yang memegang tongkat terlebih dahulu wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah mereka mempelajari materi pokoknya (Kamarudin dkk. , 2. Model pembelajaran yang dapat mengakomodasi hal ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick. Model pembelajaran kooperatif ini dapat mendorong terjadinya komunikasi yang aktif melalui kegiatan diskusi, pengajuan pertanyaan, mendengarkan secara aktif dan mempresentasikan, yang teknisnya dilakukan dengan bantuan stick dengan panjang 20 cm. Peserta didik yang memegang stick wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah peserta didik mempelajari materi Selain untuk melatih berbicara dan mengemukakan pendapatnya, pembelajaran ini akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat peserta didik aktif (Oru, dkk. , 2. Adapun langkah-langkah dalam model pembelajaran kooperatif Talking Stick menurut Putri dkk. , sebagai berikut: . guru menyiapkan sebuah tongkat yang panjangnya A 20 cm, . guru mengarahkan peserta didik untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 5-6 peserta didik, . guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari materi pelajaran dalam kelompok masing- masing, . peserta didik berdiskusi membahas masalah yang terdapat dalam wacana dan mengerjakan lkpd, . setelah mempelajari materi pelajaran, guru mempersilahkan peserta didik untuk menutup isi bacaan, . guru mengambil tongkat dan memberikannya kepada salah satu peserta didik, setelah itu guru memberi pertanyaan kepada peserta didik yang mendapat tongkat dan peserta didik tersebut wajib menjawabnya. demikian seterusnya sampai sebagian besar peserta didik mendapat bagian untuk menjawab pertanyaan dari guru, . guru bersama peserta didik mengambil kesimpulan dari materi yang telah dipelajari, . guru melakukan evaluasi/penilaian. Upaya yang dapat dilakukan guru dalam meningkatkan pemahaman belajar peserta didik adalah dengan membuat suasana pembelajaran aktif dan menjadikan pembelajaran sangat mudah dipahami melalui media pembelajaran yang inovatif. Media pembelajaran memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran (Nadila dkk. , 2. Media pembelajaran merupakan komponen terpenting dalam penyampaian informasi atau pesan pembelajaran pada peserta didik. Media pada proses belajar mengajar diharapkan dapat membantu guru dalam meningkatkan hasil belajar pada peserta didik (Kondameha dkk. , 2. Media pembelajaran yang tepat akan mempermudah peserta didik dalam menggunakannya (Widiatmoko & Erni, 2. Media Flipchart merupakan salah satu media tiga dimensi yang dapat digunakan pada pembelajaran IPA. Media Flipcart adalah lembaran-lembaran kertas menyerupai album atau kalender berukuran 50 X 75 cm, atau ukuran yang lebih kecil 21 X 28 cm sebagai lipbook yang disusun dalam urutan yang diikat pada bagian atasnya (Wahyuningati & Mizan, 2. Dengan memanfaatkan bahan kertas yang mudah dijumpai disekitar kita. Selain itu, media Flipchart merupakan media visual yang menarik perhatian peserta didik, memperjelas sajian ide, menggambarkan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan jika tidak divisualkan. Dengan demikian, peserta didik mampu mengungkapkan kembali materi yang dipelajari dengan pemahaman konsep yang dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan masalah dalam pembelajaran (Barkah. , 2. Penggunaan gambar dalam LKPD dapat meningkatkan daya tarik dan memudahkan pemahaman peserta didik terhadap materi. Melalui LKPD mendapat kesempatan untuk memancing peserta didik agar terlibat aktif dengan materi yang dibahas. Prastowo . 2 : . menyatakan bahwa LKPD diartikan sebagai bahan ajar cetak berupa lembaran kertas yang berisi materi, ringkasan, dan petunjuk pelaksaan tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Tebak gambar adalah sebuah lembar kerja yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan sesuai materi. Proses belajar peserta didik menggunakan strategi tebak gambar mewakili ranah kecerdasan spesial visual. Tebak gambar adalah suatu kegiatan seperti bermain yang mampu meningkatkan kemampuan minat belajar peserta didik. Gambar yang diperlukan dalam LKPD tersebut yaitu sesuaikan dengan materi yang telah dijelaskan (Hanifah. N dkk. , 2. LKPD Tebak Gambar merupakan suatu pembelajaran Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Manang, dkk. Penerapan Model Talking Stick dengan Flipchart dengan permainan tebak-tebakkan yang membuat peserta didik dapat lebih tertarik, aktif dan menyenangkan. Oleh karena itu, para peserta didik terlibat aktif dalam proses belajar mengajar ketika mereka menggunakan permainan tebak-tebakkan (Delvianti & Prasrihamni, 2. LKPD Tebak Gambar adalah lembar kerja yang berisi gambar-gambar yang harus ditebak oleh peserta didik untuk melatih kemampuan observasi dan penalaran peserta didik serta membangun suasana belajar yang aktif dan interaktif, (Latifah, 2. Tujuan penelitian ini adalah . untuk mendeskripsikan proses penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dengan LKPD Tebak Gambar untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan kelas IX di SMP Negeri 2 Paberiwai dan . untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dengan LKPD Tebak Gambar untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan kelas IX di SMP Negeri 2 Paberiwai. Ruang lingkup penelitian adalah . peserta didik yang menjadi subjek penelitian yaitu peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Paberiwai yang berjumlah 24 orang, terdiri dari 15 orang laki-laki dan 9 orang perempuan pada semester ganjil TA 2024/2025, . penelitian ini dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dengan LKPD Tebak Gambar. Media ini terbuat dari sebuah lembaran kertas yang mana didalamnya gambar dan tulisan dan dijilid menjadi satu bagian sisi atasnya berbentuk sama seperti kalender, serta penggunaannya yaitu dengan cara di bolak-balikkan, . Materi yang digunakan yaitu materi sistem perkembangbiakan tumbuhan dan hewan pada KD 3. 2 Menganalisis sistem perkembangbiakkan pada tumbuhan dan hewan serta penerapan teknologi pada sistem perkembangbiakan tumbuhan dan hewan, . hasil belajar belajar yang diukur dibagi menjadi dua bagian yaitu ranah kognitif . dan ranah afektif yaitu percaya diri, tanggung jawab dan disiplin, . jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas . lasroom action researc. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Adapun penelitian relevan Oleh Liayana . Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Berbantuan Media Flipchart Terhadap Hasil Belajar Kelas V MIN 9 Bandar LampungAy sedangkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantuan media Flipchart terbukti bahwa dapat memberikan pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik pada pelajaran aksara lampung. Hasil uji hipotesis yang diperoleh Thitung = 2,204 sedangkan pada taraf signifikasi 5% diperoleh Ttabel = 2,005 artinya Thitung > Ttabel, sehingga hasil pengujian hipotesis dinyatakan H1 diterima dan H0 ditolak ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe scramble berbantuan media lipchart memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik pada pelajaran aksara lampung di kelas V di MIN 9 Bandar Lampung. Peserta Didik Pada Pelajaran Aksara Lampung. Dan Oleh Futri Maharani Siregar . Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan menggunakan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPA terpadu siswa kelas VII-5 SMP Negeri 20 Pekanbaru dengan Berdasarkan hasil penelitian penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan menggunakan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar IPA terpadu siswa kelas VII-5 SMP Negeri 20 Pekanbaru, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick meningkatkan hasil belajar peserta didik mata pelajaran IPA. Hasil belajar pada siklus I mengalami peningkatan hal ini dapat dijelaskan bahwa rata-rata nilai pada siklus I meningkat dengan persentase sebesar . ,89%) dan rata-rata nilai pada siklus II mengalami peningkatan persentase sebesar . , 65%). Adapun kebaruan dalam penelitian ini yaitu peneliti menggunakan media Flipchart dilengkapi dengan LKPD Tebak Gambar yang akan didesain oleh peneliti sendiri dan akan digunakan saat proses pembelajaran IPA pada materi sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan. Adapun hipotesis penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dilengkapi dengan LKPD Tebak Gambar dapat meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Paberiwai pada materi sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan . METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model PTK yang digunakan dalam pene litian ini adalah model Kemmis & Taggart. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Paberiwai. Kecamatan Paberiwai. Kabupaten Sumba Timur yang terdiri dari 24 peserta Sumber data pendukung dalam penelitian ini adalah guru IPA di SMP Negeri 2 Paberiwai. Penelitian dua siklus yang menguraikan empat proses yang membentuk satu siklus atau putaran dan mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, digunakan untuk melakukan tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2024 di IX SMP Negeri 2 Paberiwai. Kecamatan Paberiwai. Kabupaten Sumba Timur pada semester I tahun ajaran 2024/2025. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah . test, . dokumentasi, . Instrumen yang digunakan peneliti dilapangan adalah . lembar tes dan . lembar Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Manang, dkk. Penerapan Model Talking Stick dengan Flipchart Subyek dari penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas IX SMP Negeri 2 Paberiwai yang berjumlah 24 orang, terdiri dari 15 peserta didik laki-laki dan 9 peserta didik perempuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick. Hal ini akan memungkinkan peserta didik untuk belajar lebih banyak tentang materi pelajaran, menyuarakan pendapat mereka, berpartisipasi lebih aktif di kelas, dan memahaminya dengan lebih baik. Selain itu, peserta didik akan menjadi tertarik dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sugianto . , bahwa peserta didik dapat berkolaborasi dengan teman sebayanya untuk belajar, mendengar apa yang dikatakan peserta didik lain, serta terlibat dan produktif dalam pendekatan pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick. Tiga pertemuan dilakukan peneliti untuk melakukan kajian proses belajar mengajar: pra siklus, siklus 1, dan siklus 2. Nilai Hasil pretest dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Nilai Hasil postest Prasiklus Nilai Rata-Rata 62,91 Jumlah peserta didik Yang Tuntas Jumlah peserta didik Yang Tidak Tuntas Persentase Ketuntasan Persentase Tidak Tuntas Berdasarkan tabel 1 hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran discovey learning dan media pembelajaran buku paket pada sub materi sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan Pada pra siklus memperoleh nilai rata-rata posttest yaitu 62,91 , dari nilai posttest ini terdapat 19 orang peserta didik yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70, sedangkan yang memenuhi KKM terdapat 5 orang peserta didik, dari 24 orang peserta didik. Untuk melihat persentase peserta didik yang mencapai KKM yaitu 21% sedangkan persentase peserta didik yang tidak mencapai KKM 79%, dikategorikan rendah. SIKLUS 1 Kegiatan siklus 1 terdiri dari empat fase: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pemantauan, dan refleksi. Berdasarkan hasil belajar peserta didik, para peneliti menemukan sejumlah kekurangan dalam siklus I Sementara beberapa peserta didik melakukan pekerjaan mereka dengan baik selama pembelajaran Peneliti sudah mempersiapkan kegiatan penelaahan yakni menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, media Flipchart serta LKPD tebak gambar, di mana peserta didik harus menyimak materi yng ada pada media dan setelah peserta didik memahaminya maka mereka mengerjakan LKPD yang di disiapkan oleh peneliti untuk mengukur kualitas belajar Untuk menilai hasil belajar peserta didik, peneliti memberikan soal post-test pada akhir pembelajaran. Post-test merupakan tugas penilaian yang diselesaikan instruktur setelah penyampaian materi setiap akhie Pelajaran Magdalena dkk. , . Rekapan nilai hasil post test dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Rekapan Nilai Hasil pots-test Siklus I Nilai rata-rata 75,83% Jumlah peserta didik yang tuntas Jumlah peserta didik yang tidak tuntas 9 Tidak ketuntasan Persentase tuntas Berdasarkan hail siklus 1 yang dilakukan di SMP Negeri 2 Paberiwai pada mata Pelajaran IPA kelas IX, 15 orang peserta didik mencapai KKM dengan presentase 63%, maka dari itu penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dengan LKPD tebak gambar dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 2 Paberiwai, dan peneliti akan melanjutkan ke siklus II untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Manang, dkk. Penerapan Model Talking Stick dengan Flipchart Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu oleh Atmasari dkk . Implementasi Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Media Flipchart pada Pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi pada Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar menjelaskan bahwa dari 24 peserta didik yang tuntas sejumlah 16 peserta didik dengan persentase 66,67% dan peserta didik yang tidak tuntas sejumlah 8 peserta didik dengan persentase 33,33%. persentase ketuntasan pada siklus I adalah 77,58%, yang tentu masih di bawah kriteria persentase ketuntasan klasikal yang standarnya adalah Ou80%. Pembelajaran yang dilakukan pada siklus I kurang berhasil sesuai harapan. SIKLUS 2 Tujuan pembelajaran peserta didik siklus 2 sangat berhasil diselesaikan, memberikan hasil yang maksimal sehingga banyak peserta didik yang memperoleh nilai di atas KKM atau 70. Para peneliti menemukan bahwa terdapat lebih banyak kemajuan dalam tahap refleksi sehubungan dengan hasil belajar peserta didik dan aktivitas kelas. Oleh karena itu, kegiatan peserta didik siklus II dipaparkan penambahan yang sangat baik, dan peserta didik sangat menyukai pengalaman belajarnya Karena pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick mendorong peserta didik secara aktif mengkomunikasikan ide satu sama lain membantu guru mencapai bagian dari pemahama konseptual, hasil belajar peserta didik dapat meningkat Esminarto dkk. , . Hasil pengamatan terkait dengan aspek penilaian kognitif pada kegiatan siklus 2 yang terdapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Rekapan nilai Post-test Peserta Didik Siklus II Nilai rata-rata 85,41 Jumlah peserta didik Yang Tuntas Jumlah peserta didik yang tidak tuntas 4 Persentase ketuntasan Persentase tidak tuntas Berdasarkan tabel 3 hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Talking Stick yang peneliti terapkan di sekolah dengan penerapan media Flipchart dilengkapi LKPD Tebak Gambar pada sub materi sistem perkembangbiakan pada hewan. Pada siklus II memperoleh nilai rata-rata posttest yaitu 85,41, terdapat 4 orang peserta didik yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70, sedangkan yang memenuhi KKM terdapat 20 orang peserta didik, dari 21 orang peserta didik. Untuk melihat persentase orang peserta didik yang mencapai KKM yaitu 83% sedangkan persentase peserta didik yang tidak mencapai KKM 17%, pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar kognitif. Data peneliti menunjukkan adanya peningkatan nyata dalam penyajian hasil belajar peserta didik pada setiap tugas pembelajaran. Dibandingkan dengan siklus 1 yang sebesar 75,83, aktivitas prasiklus dalam memberikan hasil belajar peserta didik sebesar 62,91. Dan pada siklus 2 mencapai titik tertinggi yaitu 85,41. Hal ini menyatakan bahwa pendekatan penelaahan model pembelajaran kooperatif tiep Talking Stick berbantuan media Flipchart dengan LKPD Tebak Gambar telah efisien dalam meluaskan proses belajar peserta didik pada mata pelajaran sistem perkembangbiakan pada tumbuhan dan hewan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Paberiwai. Guru menggunakan model pembelajaran kooperatif, seperti tipe TS, untuk membantu peserta didik memperoleh komponen pengetahuan konseptual tertentu dengan meminta mereka terlibat dalam diskusi satu sama lain dan memahami isinya. Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Manang, dkk. Penerapan Model Talking Stick dengan Flipchart Gambar 1. Persentase Ranah Kognitif Berdasarkan gambar 1 perbandingan hasil belajar peserta didik terlihat bahwa nilai posttest pada pra siklus dengan persentase peserta didik yang tuntas yaitu: 21% sedangkan persentase peserta didik yang tidak tuntas yaitu:79%. Hal ini menunjukan bahwa pra siklus belum memenuhi standar KKM yang ditetapkan di sekolah yaitu: Kemudian hasil belajar peserta didik pada siklus I mengalami peningkatan dengan persentase peserta didik yang tuntas yaitu: 63% sedangkan persentase peserta didik yang tidak tuntas yaitu: 38%. Kemudian hasil belajar peserta didik pada siklus II mengalami peningkatan dengan persentase peserta didik yang tuntas yaitu: 83% sedangkan persentase peserta didik yang tidak tuntas yaitu: 17%. Dalam penelitian ini terbukti bahwa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dilengkapi LKPD Tebak Gambar terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik pada ranah kognitif. Gambar 2. Persentase Ranah Afektif Berdasarkan gambar 2 terdapat perbandingan siklus I memperoleh nilai 67% kategori tuntas , dan 33% dikategorikan tidak tuntas, sedangkan pada siklus II ada peningkatan atau memperoleh nilai 79% dengan kategori tuntas dan 21% dikategorikan kurang. Hal ini menunjukan hasil belajar ranah afektif peserta didik setelah mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dengan LKPD Tebak Gambar mengalami peningkatan. Menurut Damayanti dkk . , model Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar pada ranah afektif. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu oleh (Baid dkk. , 2. mengenai Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Fiqh Kelas IV MIS Tigaherang-Ciamis bahwa hasil penelitian dari siklus II, sudah memenuhi kriteria ketuntasan belajar yaitu Pada siklus II ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan hasil siklus I. Berdasarkan kriteria ketuntasan hasil belajar maka hasil dari siklus II dapat dikatakan bahwa perbaikan hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran dinyatakan berhasil dengan persentase ketuntasan peserta didik 85%. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penggunaan model pembelajaran Talking Stick berbantuan Flipchart dengan LKPD Tebak Gambar mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam memahami materi sistem Terbit online pada laman web: https://ojs. id/index. php/SEMNASDIK-FKIP/ Manang, dkk. Penerapan Model Talking Stick dengan Flipchart perkembangbiakan tumbuhan dan hewan. Hasil penelitian oleh Pasanea dkk . dari hasil pengamatan dan juga temuan yang dilakukan selama pengamatan pada siklus II dapat dilihat bahwa perkembangan bahasa khususnya bahasa lisan melalui metode tanya jawab berbantuan media pada kelompok B1 telah nampak adanya Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya perkembangan presentase bahasa khususnya bahasa lisan pada siklus 1 sebesar 60% dengan kategori rendah dan meningkat menjadi 87% pada siklus II dengan kategori Hal ini menunjukkan adanya rata-rata presentase perkembangan bahasa khususnya bahasa lisan pada anak kelompok B1 semester II dari siklus I ke siklus II sebesar 27. Hasil penelitian oleh Putri, . bahwa penerapan LKPD AuTebak GambarAy Berbantuan Adiksimba Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Narasi Peserta Didik Kelas Iv Sdn Lidah Kulon I Kota Surabaya yaitu Pembelajaran dengan menggunakan LKPD AuTebak GambarAy yang didukung ADiKSiMBa dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran di kelas. Dengan adanya aplikasi LKPD Tebak Gambar yang didukung oleh ADiKSiMBa, kegiatan pembelajaran tidak lagi membosankan tetapi menjadi lebih menarik. Pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru, namun diharapkan keatiktifan pembelajaran juga berasal dari diri peserta didik. Peserta didik dapat langsung berinteraksi dan memilih untuk mendukung metode pembelajaran guru di kelas. Hal ini sesuai dengan pendapat Trianto . berpendapat bahwa pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang dapat meningkatkan keaktifan peserta didiknya melalui suatu metode yang dapat meningkatkan kinerja peserta didik dalam proses belajar mengajar dan bertujuan untuk membantu peserta didik dalam memahami konsep bahwa belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang menyenangkan. KESIMPULAN Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dengan LKPD Tebak Gambar untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik . Pada pra siklus memperoleh nilai rata-rata posttest yaitu 62,91, dari nilai tes ini terdapat 19 orang peserta didik yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70, sedangkan yang memenuhi KKM terdapat 5 orang peserta didik, dari 24 orang peserta didik. Untuk melihat persentase peserta didik yang mencapai KKM yaitu 21% sedangkan persentase peserta didik yang tidak mencapai KKM 79%, dikategorikan Hasil belajar pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dengan LKPD Tebak Gambar untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada siklus I memperoleh nilai rata-rata posttest yaitu 75,83, 9 orang peserta didik yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70, sedangkan yang memenuhi KKM terdapat 15 orang peserta didik, dari 24 orang peserta didik. Untuk melihat persentase peserta didik yang mencapai KKM yaitu 63% sedangkan persentase peserta didik yang tidak mencapai KKM 38%, pada siklus I terdapat peningkatan hasil belajar kognitif namun belum tercapai secara optimal. Setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick berbantuan media Flipchart dengan LKPD Tebak Gambar untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Pada siklus II memperoleh nilai rata-rata posttest yaitu: 85,41, terdapat 4 orang peserta didik yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70, sedangkan yang memenuhi KKM terdapat 20 orang peserta didik, dari 24 orang peserta didik. Untuk melihat persentase peserta didik yang mencapai KKM yaitu 83% sedangkan persentase peserta didik yang tidak mencapai KKM 17%, pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar kognitif kategori tinggi. Berdasarkan gambar 4. 8` terdapat perbandingan siklus I memperoleh nilai 67% kategori tuntas, dan 33% dikategorikan tidak tuntas, sedangkan pada siklus II ada peningkatan atau memperoleh nilai 79% dengan kategori tuntas dan 21% dikategorikan kurang. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kepada kepala sekolah dan guru-guru dan juga peserta didik SMP Negeri 2 Paberiwai yang sudah mengijinkan Peneliti untuk melakukan penelitian sehingga berjalan dengan lancar. DAFTAR PUSTAKA