TINDAK TUTUR DIREKTIF PEDAGANG BUSANA DI PASAR KINALI KABUPATEN PASAMAN BARAT Zulfadli. Syofiani. Gusnetti. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Bahasa dan Seni. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta E-mail: Z_fadli25@yahoo. ABSTRACT This research aim to for the mendeskripsikan of form, situation context and type act to say seller derektif and buyer of merchant dress in market of Kinali. Sub-Province of Pasaman West. Theory the used is told by theory is Tarigan and also some other supporter theory, like Wijana and of Rohmadi. Sumarsono and of Paina Partama. Chaer and of Leonie, and Yule regarding/ hit to act to say. this Research type is research qualitative by using descriptive method that is by collecting, identifying, analysing, interpreting data, and conclude data. Research object is acting to say seller and buyer of merchant dress in market of Kinali SubProvince of Pasaman West. Pursuant to result of research, researcher find 61 data from 5 record, found by tuturan is researcher ofis four of type act to say is directive the than six type act to say directively, that is acting to say directively of request 11 data, question 42 data, comand 5 data, and advice 3 data. From result of data, that form act to say directively of merchant dress in market of Kinali Sub-Province of Pasaman most used by dominant West is acting to say directively of question, while least found by is directive of advise. Pursuant to result of research, can be concluded its ithim merchant dress in market of Kinali Sub-Province of Pasaman Barat often use to act to say directive at the . of sales interaction. The mentioned proved with many him used to act to say directively of request, question, comand, prohibition order, gift/ giving of advice and permit. With existence of acting to say directive will give effect which both for interaction among/between buyer and merchant. Keyword: Act To Say. Act To Say Directively. Merchant of Cloth. adalah salah satu aspek yang sangat PENDAHULUAN Bahasa tidak dapat dipisahkan dari menunjang kegiatan komunikasi. Dengan melakukan komunikasi sesama manusia. kepada orang lain. Menurut Chaer dan Di samping itu, bahasa juga memegang Agustina . di dalam kehidupan peran penting dalam proses komunikasi bermasyarakat, sebenarnya manusia dapat juga menggunakan alat komunikasi lain, menjalankan aktivitasnya. Keterampilan selain bahasa. Namun, tampaknya bahasa berbahasa baik secara lisan maupun tulisan merupakan alat komunikasi paling baik, paling sempurna, dibandingkan dengan struktural, bahwa bahasa adalah sistem alat komunikasi lain. termasuk juga alat lambang bunyi yang bersifat sewenang- komunikasi para hewan. Selanjutnya, menurut Keraf yang bersumber dari Maksan . juga berhubungan dan berinteraksi. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa bahasa merupakan mempergunakan vokal arbitrer, yang dapat suatu sistem lambang bunyi yang gunakan diperbuat dengan gerak-gerak badaniah yang nyataAy. Maksan anggota-anggota masyarakat untuk saling mengemukakan bahwa Aubahasa merupakan . kesimpulan bahwa bahasa adalah suatu manusia baik itu secara lisan maupun sistem lambang bunyi suara arbitrer yang digunakan oleh suatu masyarakat bahasa maksud dan tujuan. untuk berkomunikasi. Di samping itu. Parera Chaer . juga menjelaskan bahwa bahasa adalah suatu sistem lambang bunyi, manifestasi bahasa dalam bentuk lisan. bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu Tuturan merupakan ujaran lisan atau masyarakat tutur untuk bekerja sama, rentang pembicaraan yang didahului dan berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri. diakhiri dengan kesenyapan pada pihak Sedangkan. Kushartanti. Dkk . mengatakan bahasa adalah sebuah sistem penggunaan atau pemakaian sepenggal yang memadukan dunia makna dan dunia bahasa, seperti rentetan kalimat, sebuah Bahasa merupakan suatu sistem. frase, atau sepatah kata oleh seorang berarti bahwa bahasa itu sistematis dan pembincang pada suatu kesempatan atau sekaligus sistemis. peristiwa tertentu. Selain itu. Chaer dan Agustina Sebuah Chaer dan Agustina . , menjelaskan dalam setiap komunikasi sebuah sistem, artinya bahasa itu dibentuk manusia saling menyampaikan informasi oleh sejumlah komponen yang berpola yang dapat secara tetap dan dapat dikaidahkan. Senada maksud, perasaan maupun emosi secara dengan itu, menurut Bloomfield yang Dengan demikian, setiap proses bersumber dari (Sumarsono dan Partana, komunikasi terjadilah apa yang disebut 2011:. pandangan muncul dari linguistik berupa pikiran, peristiwa tutur dan tindak tutur dalam terakhir tindak tutur perlokusi, situasi tutur. sebuah tuturan yang diutarakan oleh Peristiwa tutur ini pada dasarnya seseorang seringkali mempunyai daya merupakan rangkaian dari sejumlah tindak Tindak perlokusi disebut The Act of Affecting Someone. (Inggris teroganisasikan untuk mencapai suatu Menurut Yule . sistem Kalau peristiwa tuturan merupakan klasifikasi umum mencantumkan 5 jenis gejala sosial, maka tindak tutur merupakan fungsi umum yang ditunjukan oleh tindak gejala Individual, bersifat Psikologis, dan tutur: deklarasi, representatif, ekspresif, direktif dan komisif. Direktif ialah jenis tindak tutur yang dipakai oleh penutur menghadapi situasi tertentu. Kalau dalam untuk menyuruh orang lain melakukan peristiwa tutur lebih dilihat pada tujuan Jenis tindak tutur ini menyatakan peristiwanya, tetapi dalam tindak tutur apa yang menjadi keinginan penutur. lebih dilihat pada makna atau arti tindakan Tindak dalam tuturanya. (Chaer dan Agustina, pemesanan, permohonan, dan pemberian 2010:. saran, dan bentuknya dapat berupa kalimat Menurut Searle yang bersumber positif dan negatif. dari (Wijana dan Rohmadi, 2011:. Brown yang bersumber dari Yasin bahwa secara pragmatis setidak-tidaknya . mengatakan perbedaan tuturan dengan kalimat ialah bahwa tuturan selalui diwujudkan oleh seorang penutur, yakni mempunyai konteks yang mempengaruhi tindak lokusi . ocutionary ac. , tindak makna tuturan tersebut, baik konteks ilokusi . locutionary ac. , dan tindak ekstralinguistik maupun konteks linguistik. erlocutionary ac. Sedangkan kalimat mempunyai makna Tindak lokusi merupakan tindak meta bahasa yang sama sekali terpisah dari tutur untuk menyatakan sesuatu. Tindak tutur ini disebut sebagai The Act of Saying Something. selanjutnya, tindak tutur ilokusi tradisional, struktural, dan transformasi. Sedangkan, pragmatik, khususnya tindak verbal atau juga digunakan untuk performansi yang terjadi pada situasi dan sesuatu, dapat melakukan sesuatu. Tindak ilokusi disebut sebagai The Act of Doing Something. Dan Istilah waktu tertentu. AukalimatAy Menurut Haliday yang bersumber aktivitas pedagang busana di pasar Kinali dari Tarigan . 9:5-. ada tujuh fungsi merupakan aktivitas yang banyak terdapat bahasa di dalam komunikatif, yaitu: fungsi komunikasi dan interaksi dengan beragam tuturan direktif dalam proses jual beli, interaksional, personal, dan heuristik dan yang melibatkan penutur dan mitra tutur Jadi, salah satu bentuk bahasa yaitu antara penjual dan pembeli pada adalah sebuah ucaapan dan tuturan yang dikenal tindak tutur. Berkaitan dengan Kabupaten Pasaman Barat. Pada penelitian fungsi regulasi yang merupakan sebuah ini selain konteks situasi tutur yang akan diteliti, bentuk tuturan penjual dan pembeli mengendalikan peristiwa-peristiwa. Lebih yang digunakan ketika proses jual beli juga menjadi hal menarik untuk diteliti karena bahwa fungsi regulasi merupakan fungsi dalam proses jual beli sangat dibutuhkan tuturan yang tepat sehingga mendapatkan Tarigan . mengatur dan mengendalikan orang lain. Pasar Kinali, respon yang baik dari pembeli. Demikianlah, pengaturan penemuan antara orang-orang Pasar kinali terletak di nagari Langgam kecamatan Kinali kabupaten ketidaksetujuan pengawan tingkah laku. Pasaman Barat, peneliti mengkaji jenis, bentuk dan konteks merupakan regulasi ciri-ciri bahasa. dalam penelitian pemakaian tindak tutur direktif yang Setiap fungsi regulasi di dalam digunakan saat interaksi . enjual dan tindak tutur direktif dapat ditemukan pada pembel. dalam melakukan transaksi jual aktivitas jual beli pedagang di pasar. beli pakaian di Pasar Kinali. Karna. Aktivitas jual beli ini banyak terjadi interaksi yang berlangsung antara seorang Sebelumnya, peneliti banyak menemukan pedagang dan pembeli di pasar, dengan pada pedagang busana di pasar Kinali waktu tertentu dan menggunakan bahasa banyak menggunakan tindak tutur direktif sebagai alat komunikasi. Salah satunya, dalam proses jual beli di pasar kinali. tindak tutur direktif yang terdapat pada Peneliti dengan sengaja mengambil kegiatan jual beli pedagang busana di pasar ojek penelitian pedagang busana, karena Kinali. Kabupaten Pasaman Barat. Suatu pernyataan yang menjadi banyak tuturan direktif ditemukan dari alasan bagi penulis untuk mengambil pada tuturan pedagang lainya contohnya sumber data penelitian ini ialah, sebab pedagang warung makanan kecil lebih banyak diam menunggu pembeli dan tidak adanya tawar menawar harga dalam proses gambaran, atau lukisan secara sistematis, jual beli. Dalam penelitian ini, peneliti faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, ingin mengetahui tindak tutur direktif apa sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang sering dipakai oleh penjual dan yang diselidiki, yaitu Pemakaian tindak pembeli dalam proses jual beli. Adapun tutur direktif penjual dan pembeli di pasar judul penelitian ini ialah AuTindak Tutur Kinali Pasaman Barat. Direktif Pedagang Busana di Pasar Kinali Kabupaten Pasaman BaratAy. Tujuan Sumber data dalam penelitian ini adalah penutur dan mitra tutur, objek penelitian ini ialah tuturan penjual dan mendeskripsikan: . jenis tindak tutur pembeli pedagang busana di pasar Kinal direktif pedagang busana di pasar Kinali. Kabupaten Pasaman Barat. Adapun subjek Kabupaten Pasaman Barat, . bentuk dalam penelitian ini adalah bentuk tindak tindak tutur direktif pedagang busana di pasar Kinali. Kabupaten Pasaman Barat, pedagang busana pasar Kinali Pasaman . konteks tuturan penjual dan pembeli Barat. Kinali. Dalam Kabupaten Pasaman Barat. sebagai instrumen kunci, baik dalam METODOLOGI PENELITIAN pengumpulan data maupun analisis data. Penelitian ini merupakan penelitian Selanjutnya, kualitatif yang menghasilkan data-data Menurut Moleong . handphone sebagai alat rekam setiap mengatakan penelitian kualitatif adalah tuturan penjual dan pembeli pedagang busana di pasar Kinali. Pasaman Barat memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya untuk alat pengumpulan data. Teknik perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain. langkah-langkah Metode yang digunakan adalah Merekam setiap tuturan pembeli dan metode deskriptif. Moleong . , pendagang busana di Pasar Kinali, mengatakan data yang dikumpulkan adalah Pasaman Barat. berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Jadi, kualitatif dengan metode deskriptif ini Hasil tuturan pedagang dan pembeli ditranskripkan ke dalam bentuk tulisan. Mengklasifikasikan data atau tuturan teori ke dalam bentuk Tindak tutur direktif merupakan mendorong mitra tutur melakukan sesuatu. Tindak tutur direktif terbagi dari enam Menurut Moleong . pertanyaan, perintah, larangan, pemberian triangulasi adalah teknik pemeriksaan izin, dan nasihat. Dalam tuturan pedagang busana di sesuatu yang lain diluar data itu untuk pasar Kinali Kabupaten Pasaman Barat ditemukan tindak tutur direktif permintaan, pembanding terhadap data itu. pertanyaan, perintah, larangan, pemberian Langkah-langkah yang digunakan dalam teknik analisis data adalah: Mengidentifikasikan izin dan nasihat. Semua jenis tindak tutur direktif tersebut, selalu dikaitkan dengan konteks tuturannya yang bermaksud untuk mengklasifikasikan secara keseluruhan memberikan efek tindakan kepada mitra bentuk tindak tuturan Direktif penjual dan pembeli, pedagang busana di pasar Kinali. Pasaman Barat Menganalisis Dengan demikian, sudah dapat dibuktikan bahwa pedagang busana di pasar Kinali Kabupaten Pasaman Barat Direktif penjual dan pembeli pedagang sering menggunakan tindak tutur direktif pada saat interaksi. Jika dikaitkan dengan Menginterprestasikan data yang telah bahwasanya tindak tutur direktif selalu digunakan pada saat berinteraksi. HASIL PENELITIAN Berdasarkan data yang diperoleh Dari penelitian tersebut diperoleh melalui pengelompokan data, ditemukan kesimpulan, bahwa siswa kelas VII SMPN bentuk tindak direktif. Adapun jenis tindak 12 Sijunjung belum mampu bertindak tutur tutur direktif yang ditemukan yaitu 4 dari 6 dengan baik dan benar karena dipengaruhi kategori tindak tutur direktif diantaranya oleh latar belakang pendidikan orang tua dan lingkungan sekitarnya, terutama saat Tindak tutur direktif tersebut berkomunikasi dengan siswa sesamanya dikutip dari dialog antara penjual dan pada saat bermain di sekolah. pembeli dalam proses jual beli di Pasar Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Tindak tutur direktif dalam novel dari dari Tanah Haram ke Tanah Minang karya Ummuki: Suatu Kajian PragmatikAy. PENUTUP Dari Kesimpulan kesimpulan, bahwa Novel Dari Tanah Haram Ranah Minang Berdasarkan pembahasan yang diuraikan pada bab IV, menggunakan tindak tutur direktif. Selain dapat simpulkan bahwa bentuk tindak tutur itu, pada setiap bentuk dan jenis tindak direktif pedagang busana di pasar Kinali tutur direktif dalam Novel Dari Tanah Kabupaten Pasaman Barat ditemukan 4 Haram Ke Ranah Minang dilatar belakangi jenis tindak tutur direktif, yaitu tindak tutur direktif permintaan, pertanyaan, perintah. Sedangkan, peneliti sendiri menemukan dan nasihat. Dari 5 rekaman yang diteliti, bentuk tindak tutur direktif pedagang peneliti menemukan 61 data tindak tutur busana di pasar Kinali Kabupaten Pasaman Barat, ditemukan 4 jenis tindak tutur permintaan ditemukan 11 data, pertanyaan 42 data, perintah 5 data, dan nasehat 3 konteks-konteks Untuk tindak tutur direktif Dari 5 rekaman yang diteliti. Dari hasil simpulan data tersebut, peneliti menemukan 61 data tindak tutur dapat dilihat bahwa pedagang busana di Untuk tindak tutur direktif Pasar Kinali Kabupaten Pasaman Barat permintaan ditemukan 11 data, pertanyaan banyak menggunakan . jenis tindak tutur 42 data, perintah 5 data, dan nasehat 3 direktif dalam proses jual beli di Pasar Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat bentuk tindak tutur direktif pedagang disimpulkan bahwasanya pedagang busana busana di pasar Kinali Kabupaten Pasaman di pasar Kinali Kabupaten Pasaman Barat Barat yang paling dominan digunakan sering menggunakan tindak tutur direktif adalah tindak tutur direktif pertanyaan, pada saat interaksi jual beli. sedangkan yang paling sedikit ditemukan Hal tersebut dibuktikan dengan adalah direktif nasehat dan . banyaknya digunakan tindak tutur direktif tuturan tersebut adalah adanya tindak tutur permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, direktif yang dilakukan oleh penjual dan pemberian izin dan nasihat. Sehingga, pembeli busana yang berada di Pasar dengan adanya tindak tutur direktif akan Kinali. Maksud penutur agar memberikan memberikan efek yang baik bagi interaksi pengaruh tindakan kepada mitra tuturnya. antara pedagang dan pembeli. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah peneliti dapat mengemukakan beberapa saran sebagai berikut: Bagi dunia pendidikan, hasil penelitian ini dapat menambah ilmu pengetahuan khususnya tindak tutur direktif dapat dijadikan sebagai referensi dalam pembelajaran pragmatik. Kushartanti. Untung Yuwono Multamia RMT Lauder. Pesona Bahasa Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Maleong. Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya. Maksan. Marjusman. Ilmu Bahasa. Padang : MRC FPTK IKIP Padang. Nofriani. Lia. Pemakaian Tindak Tutur Siswa Kelas VII SMPN 12 Sijunjung. Skripsi. Padang: Universitas Bunghatta. Peneliti lain, penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi maupun selanjutnya, khususnya pada kajian Bagi masyarakat umum, khususnya bagi pedagang busana, disarankan hal ini dapat memperkaya pengetahuan Parera. Teori Semantik. Jakarta : Erlangga. tindak tutur direktif. DAFTAR PUSTAKA