Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MATERI PERISTIWA DALAM TEKS NONFIKSI DAN FIKSI MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI NO. 153064 LOPIAN 1 KABUPATEN TAPANULI TENGAH Oleh: Wiraswasti Sinaga1*. Zulfadli2. Monica Theresia3. Rani Kusuma Ningtyas4. Eko Sucahyo5. Afdhal Ilahi6 1*,2,3,4,5,6 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email: wiraswasty43@gmail. Received: 22 Juni 2022 Article history: Revised: 04 Oktober 2022 Published: 30 November 2022 Accepted: 21 November 2022 Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran bahasa Indonesia materi peristiwa dalam teks nonfiksi dan fiksi melalui model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) kelas V SD Negeri 200405 Padangsidimpuan. Subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (Classroom Action Researc. Teknik pengumpulan data melalui lembar soal tes dan lembar observasi guru. Berdasarkan hasil pengamatan observer aktivitas belajar siswa dan guru meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I 42,86% hasil belajar siswa dan 73% hasil observasi guru. Pada siklus II meningkat 78,57% hasil belajar siswa dan 87% hasil observasi guru. Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Siklus I mencapai 42,86% atau 12 orang siswa sudah mencapai KKM, 57,14% atau 16 orang siswa yang belum mencapai KKM. Siklus II meningkat menjadi 78,57% atau 22 orang siswa sudah mencapai KKM, 21,43% atau 6 orang siswa belum mencapai KKM. Peningkatan hasil belajar mencapai 35,71%. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa dengan menggunakan model Cooperative Integrated Reading and Composition dapat meningkatkan hasil belajar siswa pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V SD Negeri No. Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah. Kata-kata kunci: Hasil Belajar. Siswa. Model. Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu Pendidikan tersebut di Indonesia adalah dengan cara meningkatkan kualitas belajar siswa dan memperbaiki proses belajar mengajar di sekolah. Belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam suatu proses pembelajaran. Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 19 November 2021 di kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah, perolehan hasil belajar siswa belum dapat Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. dikatakan tuntas karena presentase ketuntasan klasikalnya belum mencapai 70%. Siswa yang tuntas berjumlah 7 orang, dengan presentase ketuntasan klasikalnya 25%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas berjumlah 21 orang dengan persentase 75%. Hasil belajar merupakan suatu proses untuk menentukan pencapaian untuk nilai yang diperoleh dalam kegiatan pembelajaran. Jadi dengan adanya teori hasil belajar dapat mengetahui seberapa jauh siswa dapat menangkap, memahami materi pembelajaran yang Rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran mengakibatkan hasil pencapaian prestasi belajar siswa kurang tercapai. Hal itu terbukti dengan tidak tercapainya nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. Untuk KKM di SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah sendiri Di dalam kurikulum 2013 di SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah siswa akan melakukan remedial atau pengayaan jika nilai tidak mencapai KKM. Faktor penyebab rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran khususnya pada pembelajaran bahasa indonesia, disebabkan: . faktor internal yaitu yang berasal dari dalam diri siswa, seperti kurangnya minat dan motivasi siswa saat pembelajaran, kurangnya pengalaman belajar siswa dalam diskusi kelompok, . faktor eksternal yaitu yang berasal dari luar diri siswa, seperti metode pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik bagi siswa. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan di atas dan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti di lapangan, maka perlu satu tindakan guru untuk mencari dan menerapkan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Menurut Shoimin . AuCooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) merupakan model pembelajaran khusus mata pelajaran bahasa dalam rangka membaca dan menemukan ide pokok, pokok pikiran, atau tema sebuah wacanaAy. Ada beberapa langkah-langkah pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition(CIRC), dalam penelitian ini peneliti menerapkan langkah-langkah penerapan modelmenurut Stevens dkk . alam Huda, 2017:. Aulangkah-langkah penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yaitu, . Guru membentuk kelompokkelompok yang masing-masing terdiri dari 4 siswa, . Guru memberikan wacana sesuai dengan topik pembelajaran, . Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok kemudian kertas,. Siswamempresentasikan/membacakan hasil diskusi kelompok, . Guru memberikan penguatan . , . Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan. Model pembelajaran ini memiliki kelebihan dan kekurangannya seperti halnya yang diutarakan oleh Shoimin . Auadapun kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yaituAy: Kelebihan . CIRC sangat tepat meningkatkan keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah. Dominasi guru dalam pembelajaran berkurang. Siswa termotivasi pada hasil secara teliti karena bekerja dalam kelompok. Para siswa dapat memahami makna soal dan saling mengeceknya. Membantu siswa yang lemah. Meningkatkan hasil belajar khususnya dalam menyelesaikan soal yang berbentuk pemecahan masalah. Kekurangan Model pembelajaran ini hanya dapat dipakai untuk mata pelajaran yang menggunakan bahasa sehingga tidak dapat dipakai untuk mata pelajaran, seperti matematika, fisika, kimia, dan pelajaran lain yang menggunakan prinsip menghitung. Berdasarkan uraian diatas, maka perlu dilakukan suatu penelitian pendidikan. Dalam hal ini peneliti akan mengadakan penelitian yang berjudul: Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Materi Peristiwa dalam Teks Nonfiksi dan Fiksi Menggunakan Model Cooperative Integrated Reading Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. and Composition (CIRC) Pada Siswa Kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di lokasi di SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kecamatan Badiri. Kabupaten Tapanuli Tengah pada semester II (Gena. tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu, siklus I pada tanggal 24 dan 25 Maret 2022 dan siklus II pada tanggal 31 Maret dan 04 April 2022. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 28 orang siswa yang terdiri dari 12 perempuan dan 16 laki-laki. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang ditandai dengan adanya 2 siklus. Penelitian tindakan kelas ini terdiri atas beberapa komponen yaitu perencanaan . , pelaksanaan . , pengamatan . , dan refleksi . Pada penelitian ini peneliti menggunakan instrumen dan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Adapun instrumen dan teknik pengumpulan data dijelaskan sebagai berikut ini: Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, karena alat atau instrumen ini mencerminkan juga cara pelaksanaanya, maka sering juga disebut dengan teknik Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini lembar observasi dan soal, tes untuk masing-masing diuraikan sebagai berikut: Lembar Observasi Lembar observasi yang diberikan oleh peneliti terhadap siswa kelas V yang merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada mata pelajaran bahasa indonesia materi peristiwa dalam teks nonfiksi dan fiksi. Dan yang menjadi observer pada penelitian ini adalah guru Kelas V yaitu Bapak Rusudi Waruwu. Soal Tes Tes digunakan untuk memperkuat data observasi yang menjadi dalam kelas terutama pada penugasan materi pembelajaran dari unsur siswa. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data akurat atas kemampuan siswa memahami pembelajaran bahasa indonesia materi peristiwa dalam teks nonfiksi dan fiksi menggunakan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) tes yang digunakan adalah soal dalam bentuk pilihan ganda,essay dan uraian sebanyak 20 soal, dengan empat pilihan jawaban dan soal essay dan soal uraian. Teknik Analisis Data Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase ketuntasan belajar siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung pada tiap siklusnya, dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes. Untuk menghitung nilai rata-rata kelas dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai P = f x 100% Keterangan : P = Persentase subjek yang diamati f = Jumlah subjek yang diamati N = Jumlah subjek keseluruhan Sedangkan hasil tes dianalisis berdasarkan ketuntasan belajar siswa (Wardani,2007:. dengan rumus: Tingkat Penugasan = Jumlah benar x100% Jumlah Soal Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tabel 1 Kriteria tingkat keberhasilan belajar siswa Tingkat Kriteria Keterangan Keberhasilan Sangat Baik Baik Cukup Kurang <56 Sangat Kurang HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus I Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan oleh peneliti (Wiraswasti Sinag. yang bertindak sebagai guru. Observer dalam penelitian ini adalah wali kelas V yaitu Bapak Rusudi Waruwu. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah pada semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Waktu pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada semester II (Gena. tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu, siklus I pada tanggal 24 dan 25 Maret 2022 dan siklus II pada tanggal 31 Maret dan 04 April 2022. Pada siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan dimulai dari hari kamis dan jumAoat pada tanggal 24 dan 25 Maret 2022. Pelaksanaan tindakan diberikan dengan melakukan kegiatan mengajar dimana penulis bertindak sebagai guru kelas. Selanjutnya diakhiri dengan memberikan tes kepada siswa untuk mengetahui hasil yang dicapai melalui pemberian tindakan. Pelaksanaan tindakan ini dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang dilaksanakan berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pelaksanaan tindakanpada siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan dimulai dari pertemuan pertama dilakukan pada hari kamis tanggal 24 Maret 2022. Sedangkan pertemuan kedua dilakukan pada hari jumat tanggal 25 Maret 2022. Pada saat pembelajaran berlangsung ada observer untuk melihat apakah penerapan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang digunakan oleh guru sudah sesuai dengan aspek yang ditentukan oleh peneliti yaitu, . Guru menginformasikan materi yang akan dipelajari, . Guru memberikan penjelasan tentang materi yang dipelajari, . Guru membagikan lembar kerja kepada siswa, . Guru membentuk kelompok masing-masing 4 siswa setiap kelompok, . Guru memberikan waktu kepada siswa untuk membaca dan memahami cerita, . Guru menginstruksikan untuk berdiskusi secara kelompok, . Guru meminta perwakilan kelompok untuk melaporkan hasil diskusi di depan kelas setiap perwakilan kelompok maju ke depan kelas, . Guru bersikap terbuka terhadap ide dan gagasan siswa, . Guru berusaha bersikap adil, tidak memuji siswa tertentu atau menolak siswa yang lain, . Guru memberikan penguatan atau saran terkait dengan materi yang telah diberikan, . Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan, . Guru memberikan evaluasi atau kuis yang dikerjakan secara individu, . Guru memberikan motivasi dan menutup pembelajaran. Pengamatan keterampilan guru pada siklus I mulai dari pertemuan 1 dan 2 diperoleh data persentase skor yang tersaji pada tabel berikut ini : Tabel 2 Hasil Observasi Guru Siklus I Rat Perse a-rata Skor Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. iklus I 8 Berdasarkan hasil observasi guru pada tabel diatas maka diketahui hasil observasi pada guru belum mencapai rata-rata. Jika dikonsultasikan pada kriteria penilaian berada pada kategori cukup. Adapun kriteria penilaian nya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3 Kriteria Lembar Observasi Guru Siklus I Nilai Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Kurang <56 Sangat Kurang Proses pembelajaran pada siklus I diamati oleh wali kelas V yaitu Bapak Rusudi Waruwu sebagai Tabel 4 Analisis Data Hasil Belajar Siswa Siklus I Ketera Peserta Didik Sangat Baik Baik Cukup Kuran Sangat Kurang Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-rata 66,10 Selanjutnya akan disajikan analisis data hasil belajar siswa siklus I dalam bentuk diagram batang sebagai berikut ini: Analisis Data Hasil Belajar Siswa Siklus I Sangat Baik Baik Cukup Jumlah Siswa Persentase Kurang Sangat Kurang Gambar 1. Grafik Batang Analisis Data Hasil Belajar Siswa Siklus I Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan diagram batang diatas diketahui bahwa hasil belajar siswa nilai < 56 berjumlah 4 siswa . %), 57-66 berjumlah 3 siswa . %), 66-75 berjumlah 9 siswa . %), 76-85 berjumlah 10 siswa . %) dan 86-100 berjumlah 2 siswa . %). Dari data perolehan ketuntasan belajar siswa setelah diberi tindakan pada siklus I, maka siswa kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah belum dapat dikatakan tuntas karena persentase ketuntasan belum mencapai 70%. Siswa yang tuntas berjumlah 12 siswa, dengan persentase 42,86%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas berjumlah 16 siswa dengan persentase 57,14 % dengan rata-rata 66,10%. Hasil pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang diperoleh pada siklus I, maka masih belum mencapai hasil yang diharapkan, sehingga perlu dilakukan perbaikan pembelajaran yang memungkinkan dapat memaksimalkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal pada pelajaran. Selain itu pada pelaksanaan tersebut masih terdapat kelemahan, diantaranya masih ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam proses pembelajaran. Untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan, mempertahankan kelebihan serta mengatasi kesulitan-kesulitan pada siklus I maka pada siklus II Direncanakan yaitu, . Guru diharapkan mampu menyampaikan materi pelajaran lebih jelas agar pemahaman konsep pelajaran yang diajarkan semakin meningkat, . Guru diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan kegiatan selama pembelajaran yang sudah dicapai sebelumnya pada siklus I, . Guru diharapkan mampu mengoptimalkan waktu pada proses pembelajaran, . Guru harus lebih aktif membimbing dan mengarahkan siswa dalam memahami pelajaran yang disampaikan, . Guru harus lebih meningkatkan keikutsertaan siswa selama proses pembelajaran. Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus II Berdasarkan hasil tes siklus I . ost-tes I) menunjukkan bahwa siswa banyak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang diberikan, hal ini dari perolehan nilai rata-ratanya yaitu 66,10 belum dapat dikatakan tuntas, sehingga berdasarkan permasalahan ini penulis melanjutkan ke tahap yang selanjutnya. Pada tahap ini relatif sama dengan tahapan perencanaan pada siklus I. Pada siklus II dilaksanakan dua kali pertemuan dimulai dari hari kamis dan senin pada tanggal 31 Maret dan 04 April 2022. Pelaksanaan tindakan diberikan dengan melakukan kegiatan mengajar dimana penulis bertindak sebagai guru kelas. Selanjutnya diakhiri dengan memberikan tes kepada siswa untuk mengetahui hasil yang dicapai melalui pemberian tindakan. Pelaksanaan tindakan ini dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang dilaksanakan berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pelaksanaan tindakanpada siklus II dilaksanakan dua kali pertemuan dimulai dari pertemuan pertama dilakukan pada hari kamis tanggal 31 Maret 2022. Sedangkan pertemuan kedua dilakukan pada hari senin tanggal 04 April 2022. Pengamatan keterampilan guru pada siklus II mulai dari pertemuan 1 dan 2 diperoleh data persentase skor yang tersaji pada tabel berikut ini : Tabel 5 Hasil Observasi Guru Siklus I Rat Perse a-rata Skor iklus II 5 Berdasarkan hasil observasi guru pada tabel diatas maka diketahui hasil observasi pada guru mencapai rata-rata. Jika dikonsultasikan pada kriteria penilaian berada pada kategori sangat baik. Adapun kriteria penilaian nya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tabel 6 Kriteria Lembar Observasi Guru Siklus II Nilai Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Kurang <56 Sangat Kurang Proses pembelajaran pada siklus I diamati oleh wali kelas V yaitu Bapak Rusudi Waruwu sebagai Tabel 7 Analisis Data Hasil Belajar Siswa Siklus II Ketera Peserta Didik Sangat Baik Baik Cukup Kuran Sangat Kurang Skor Tertinggi Skor Terendah Rata-rata 76,39 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa hasil belajar siswa nilai < 56 berjumlah 1 siswa . %), 57-66 berjumlah 0 . %), 67-75 berjumlah 5 siswa . %), 76-85 berjumlah 18 siswa . %) dan 86-100 berjumlah 4 siswa . %). Dari tabel analisis data hasil belajar siswa siklus II dapat dilihat gambar grafik sebagai berikut: Analisis Data Hasil Belajar Siswa Siklus II Sangat Baik Baik Cukup 5 0 1 14% 0%4% Jumlah Siswa Kurang Sangat Kurang Persentase Gambar 2. Grafik Batang Analisis Data Hasil Belajar Siswa Siklus II Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Dari data perolehan ketuntasan belajar siswa setelah diberi tindakan pada siklus II, maka siswa kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah dapat dikatakan tuntas karena persentase ketuntasan sudah mencapai 70%. Siswa yang tuntas berjumlah 22 siswa, dengan persentase 78,57%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas berjumlah 6 siswa dengan persentase 21,43% dengan ratarata 76,39. Pembahasan Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan belajar siswa pada kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian I Kabupaten Tapanuli Tengah sekaligus mempunyai peranan penting sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Setelah dilakukan tindakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yaitu pada siklus I dan siklus II diperoleh hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan. Dilihat dari ketuntasan belajar klasikal pada siklus I dan siklus II diperoleh data peningkatan hasil belajar siswa pada tabel berikut: Tabel 8 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Tes Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II Kat Nilai Nilai Tes Hasil Tes Hasil Belajar Siklus I Belajar Siklus ngka ersen ngka ersen Nil ai Ou 75 2,86 8,57 Nil ai < 75 7,14 1,43 Rat 67,75 76,43 a-rata Ket 42,86% 78,57% Dari data perolehan ketuntasan belajar siswa pada tabel diatas, maka siswa kelas V SD Negeri No. 153064 Lopian 1 Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami peningkatan hasil belajar siswa antara siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil analisis data atau hasil tes yang telah dikerjakan siswa dapat disimpulkan sebagai berikut, . Bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa setelah pemberian tindakan dengan metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC), . Hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari kata hasil belajar siswa antara siklus I dan siklus II, . Peneliti telah mampu mempertahankan dan meningkatkan keberhasilan pada pembelajaran siklus II dan memperbaiki kesalahan yang ditemukan pada siklus I. Persentase ketuntasan klasikal pada hasil belajar II . ost-te. yaitu 76,57% Hal ini berarti ketuntasan belajar sudah tercapai karena sudah lebih dari 70% siswa yang mendapat nilai 75 ke atas, sehingga penulis tidak meneruskan pada siklus berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selanjutnya akan disajikan peningkatan hasil belajar siswa pada tes hasil belajar siklus I dan siklus II dalam bentuk diagram batang sebagai berikut: Vol. 2 No. 4 Edisi November 2022 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Tes Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II Nilai Ou 75 Nilai < 75 Angka Persen Angka Persen Nilai Ratarata Nilai Tes Hasil Nilai Tes Hasil Belajar Siklus I Belajar Siklus Ketuntasan Gambar 3. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Tes Hasil Belajar Siklus I dan Siklus II KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada siklus I 42,86% peserta didik tuntas belajar, siklus II 78,57% peserta didik tuntas belajar. Peserta didik yang tidak tuntas pada siklus II akan diberikan tindakan mandiri berupa latihan-latihan atau remedial yang dipantau sehingga diharapkan semua peserta didik dapat belajar tuntas. DAFTAR PUSTAKA