Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. PKM Petualangan Keuangan Keluarga dengan Media Board Game di TWK Al-Fatih Antang Makassar Irmawatia. Syarifuddin Mabe Parenrengb. Andi Asiraha. Jumadi Mabe Parenrengc Universitas Patria Artha Universitas Hasanuddin Universitas Negeri Makassar Artikel Info Genesis Artikel: Dikirim, 14 Oktober 2024 Diterima, 29 Oktober 2024 Diterbitkan, 10 November 2024 Kata Kunci: Literasi Keuangan Board Game TWK Antang ABSTRAK Latar Belakang: Pentingnya kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini menjadi perhatian utama dalam meningkatkan literasi keuangan anak usia sekolah dasar (SD). Tantangan berupa rendahnya pemahaman anak terkait konsep dasar keuangan, terutama pada anak yang terlibat kegiatan TWK, menjadi fokus pengabdian ini. Tujuan: Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan anak, melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran, dan menyediakan media interaktif berupa Board Game. Metode: Metode yang digunakan meliputi persiapan, pembuatan prototipe, sosialisasi, implementasi, serta evaluasi Board Game. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman anak tentang menabung, dapat membedakan antara kebutuhan, dan keinginan, berdonasi, serta membuat anggaran yang sederhana dalam memenuhi keinginan. Keterlibatan orang tua juga memperkuat pembelajaran anak serta menciptakan komunikasi yang lebih efektif. Kesimpulan: Board Game terbukti sebagai media pembelajaran yang efektif dari pada media Program ini memiliki potensi untuk diimplementasikan di sekolah dasar lainnya. ABSTRACT Keywords: Finansial Literacy Board Game TWK Antang Background: The importance of the ability to manage finances wisely from an early age is a major concern in improving the financial literacy of elementary school children. The challenge of low understanding of children regarding basic financial concepts, especially for children involved in TWK activities, is the focus of this service. Objective: This program aims to improve children's financial literacy, involve parents in the learning process, and provide interactive media in the form of Board Games. Method: The methods used include preparation, prototyping, socialization, implementation, and evaluation of Board Games. Results: The evaluation results show an increase in children's understanding of saving, being able to distinguish between needs and wants, donating, and making a simple budget to fulfill desires. Parental involvement also strengthens children's learning and creates more effective communication. Conclusion: Board Games have proven to be an effective learning medium than conventional media. This program has the potential to be implemented in other elementary schools. This is an open access article under the CC BY-SA License. Penulis Korespondensi: Irmawati. Program Studi Akuntansi. Universitas Patria Artha. Email: irmawati. b@patria-artha. Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. PENDAHULUAN Tahfiz Weekend Antang merupakan salah satu tempat inisiatif anak-anak untuk pembelajaran mengaji dan menghafal Al QurAoan di kawasan antang dan sekitarnya di luar jam formal sekolah. Program pembelajaran Al-Quran ini telah berjalan sejak tahun 2018 yang jumlah pesertanya sampai saat ini mencapai 48 orang, sebelum masa pandemi tahfiz ini beroperasi di harisabtu-minggu dengan sistem datang pada pukul 15. 00 pada hari sabtu dan pulang pada hari minggu jam 10. 00, namun pada masa pandemi kegiatan tahfiz diadakan pada hari sabtu saja, jam kedatangan 13. 30 dan kepulangan 30, setelah sholat magrib. Kegiatan di Tahfiz di isi dengan belajar, menghafal Al QurAoan dan games. Di sela istirahat anak-anak mempunyai kebiasaan berbelanja padahal di tahfiz tersebuttelah disediakan konsumsi yang sehat agar anak-anak dapat fokus dalam menghafal Al Quran. Hal ini membuktikan mayoritas anak-anak peserta tahfiz belum mampu membedakan keinginan dan kebutuhan dan Tingkat pemahaman terhadap literasi keuangan masih rendah (Rakhmawati. Ita. Lahana Avonita. Ozy. Maria Tsalimna. Umi. Nisa, 2. Melihat fenomena ini orang tua dan pengabdi melakukan diskusi, dari diskusi tersebut diperoleh kesimpulan 80% anak-anak tahfiz tersebut belum mampu mengelola keuangannya, hal ini meunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah, maka dibutuhkan edukasi literasi keuangan (Solomon et al. , 2. Sebagaimana kita ketahui manajemen keuangan melalui pembelajaran literasi keuangan menjadi hal penting yang harus dipelajari oleh masyarakat seiring dengan kebutuhan akan ketrampilan masyarakat di zaman digitalisasi meliputi literasi, dasar, kompetensi, dan pembentukan karakter. Literasi keuangan juga merupakan wujud dari progam pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang sedang digalakkan oleh pemerintah pada saat ini (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Pemahaman tentang literasi keuangan merupakan bekal yang sangat penting untuk mereka miliki ketika memasuki usia produktif pada masa mendatang . ssential life skill. ,(Amagir et al. , 2. Perilaku keuangan yang tidak bertanggung jawab dan pengelolaan keuangan yang tidak bijaksana merupakan penyebab munculnya utang dikalangan dewasa maupun dikalangan anak muda, kelompok ini sangat rentan, (Abdullah et al. , 2022. Grody, 2015. Yuliani et al. , 2. Hutang finansial menimbulkan biaya besar dan hilangnya kesejahteraan, tidak hanya bagi debiturnya, namun juga bagi masyarakat secara keseluruhan(Gutiyrrez-Nieto et al. , 2017. Song et al. , 2. Berdasarkan data September 2023 yang dirilis OJK, persentase pinjaman yang diberikan untuk sektor produktif hanya 37% dari Rp20,7 triliun lebih penyaluran pinjaman pada bulan sebagian besar sisanyaadalah pinjaman konsumtif yang tentu saja, berbunga tinggi yang sumber dananya sebagian besar . % dari outstanding pinjaman onlin. justru berasal dari perbankan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan literasi keuangan sejak dini untuk menghindari jebakan utang yang dapat merugikan individu dan masyarakat luas(Ananda Putra, 2. Pemahaman tentang literasi keuangan telah sering dilakukan melalui penyuluhan, ceramah namun belum melibatkan orang tua sebagai lingkungan belajar utama yang sangat mempengaruhi perilaku Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. seorang anak(Kafabih, 2020. Llanto, 2. Maka pengabdi agar pemahaman anak tentang literasi keuangan ini dapat mudah dipahami dengan cara yang menyenangkan serta dapat melibatkan orang tua maka literasi keuangan digunakan media Board Game Financial. Dengan adanya PKM ini harapan pengabdi anak akan memahami literasi keuangan dengan cara yang menyenang dan orang tua dapat terlibat pada permainan tersebut sehingga memciptakan bonding yang dapat mepererat hubungan anak dan orang tua maupun guru. Selain itu harapan pengabdi antara anak, orang tua ataupun guru dapat menciptakan komunikasi yang lebih efektif dalam keluarga, yang pada akhirnya akan mendukung proses pembelajaran anak secara keseluruhan . Gambar 1. Kegiatan Makan Bersama Anak Tahfiz Weekend Antang METODE PENGABDIAN Tahapan yang telah disusun untuk menyelesaikan permasalahan mitra. Tahapan tersebut terbagi 4 tahapan utama yaitu: 2 Tahap Persiapan Tahap persiapan ini diawali dengan melakukan Identifikasi Kebutuhan Mitra dan Studi Literatur dengan melakukan Identifikasi Kebutuhan Mitra dan Studi Literatur untuk menyelesaikan Masalah Mitra. 3 Tahap Pembuatan Board Game Pada tahap ini diawali dengan merancang board game yang sesuai dengan konsep literasi keuangan dan cocok dengan karakteristik mitra. 4 Tahap Implementasi Tahap implementasi diadakan sosialisasi cara penggunaan Board game, sosialisasi tersebut juga memberikan informasi tentang konsep keuangan, strategi pengelolaan uang, dan cara memanfaatkan board game secara efektif dalam pembelajaran di rumah. Setelah itu, di lakukan implementasi diadakan pada TWK Al Fatih Antang dengan target Anak usia sekolah dasar, orang tua dan guru. 5 Tahap evaluasi dan pelaporan. Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap efektivitas program pengabdian pada masyarakat ini. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan angket pra kegiatan dan setelah kegiatan dilakukan, evaluasi ini dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum implementasi dan setelah implementasi Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. program PKM. Dari uraian di atas maka tahapan pelaksanaan pengabdian untuk menyelesaikan masalah mitra dapat digambarkan dalam bentuk diagram singkat di bawah ini . Tahap Implementasi: Sosialisasi Cara Penggunaan Board Game Implementasi Penggunaan Board Game Tahap Evaluasi dan Pelaporan Menyebarkan Angket Pra Kegiatan dan Setelah Kegiatan untuk mengukur Tingkat Pemahaman Peserta Cara Pengeloaan Keuangan yang Bijak. Gambar 2. Tahapan Pelaksanaan Pengabdian HASIL DAN ANALISIS Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dimulai pada bulan agustus 2024. Proses sosialisasi diadakan pada tanggal 28 September 2024 dan implentasi diadakan pada tanggal 29 September 2024. Berikut ini uraian tahapan pelaksanaan pengabdian: 1 Tahap persiapan Pada tahap ini pengabdi melakukan wawancara dengan orang tua, pengajar untuk mengetahui permasalahan yang ada. Dari hasil wawancara dan survey, terdapat 3 permasalahan: . Kurangnya pemahaman anak terhadap pengelolaan keuangan yaitu: Menabung, membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Menyusun budget dan berdonasi, . Kurangnya keterlibatan orang tua dalam memahamkan anak dalam mengelola uangnya sendiri karena anggapan bahwa anak masih kecil dan tidak perlu mengelolah keuangannya, . Kurangnya media pembelajaran yang menyenangkan dalam mengelolah keuangan(Hayati et al. , 2. 2 Tahap Study Literatur Dari permasalahan di atas pengabdi kemudian melakukan studi literatur. Dari studi literatur beberapa cara dilakukan untuk meningkatkan pemahaman tetang cara mengelola keuangan yang bijak, dengan penyuluhan atau ceramah (Irmawati et al. , 2. , meningkatkan literasi keuangan dengan cara Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. memaparkan materi disertai video animasi (Rolanda et al. , 2. , pengenalan literasi keuangan dengan media Diorama (Nur & Bakir, 2. Pada pengadian ini media yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman anak terhadap literasi keuangan yang dapat melibatkan orang tua dan pengajar adalah Board Game, media ini menarik dan interaktif (Maulani Amira Nurifka, 2. 3 Tahap Design dan Membuat Protype Tahapan ini meliputi design papan permainan, kartu-kartu, dan instruksi permainan. Board game dibuat dengan desain yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak, orang tua, guru(Maulani Amira Nurifka et al. , 2. Selain itu, panduan penggunaan board game juga harus jelas dan mudah dipahami anak usia sekolah dasar,serta orang tua dan guru, setelah protype jadi dilakukan pengujian dan revisi terkait Prototype Board Game tersebut dengan beberapa anak dan orang tua dengan melakukan pengamatan terhadap respon mereka pada permainan, respon tersebut dicatat sebagai masukan atau saran untuk melakukan revisi dan perbaikan pada board game, proses ini dilakukan sebanyak 6x yang dimulai sejak bulan Agustus 2024 . Gambar 3. Board Game Literasi Keuangan 4 Tahap Sosialisasi dan Implementasi Setelah Uji coba dan perbaikan dilakukan maka produk Board Game siap digunakan. Selanjutnya tahap sosialisasi dilakukan pada tanggal 28 September 2024, proses sosialisasi ini berupa penyuluhan bagaimana mengelola keuangan secara bijaksana dan tata cara penggunaan . Tanggal 29 September dilakukan implementasi board game dihadiri anak dan orang tua, pengajar. Pengabdi melakukan implementasi dengan mendampingi anak, orang tua, dan pengajar dalam bermain board game . ambar Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. Gambar 4. Sosialisasi Terkait Pengelolaan Keuangan dan Tata Cara Penggunaan Board Game 5 Tahap Evaluasi dan Pelaporan Tahap ini pengabdi melakukan evaluasi dengan menyebarkan angket pra dan paska kegiatan. Dari angket tersebut pengabdi memperoleh hasil mayoritas anak yaitu 65 % anak mengetahui tentang menabung, dan berdonasi, 40 % anak belum bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, 30% anak mengetahui tentang bagaimana Menyusun anggaran . Setelah implementasi 90 % memahami pentingnya menabung dan berdonasi, sebanyak 80% anak telah mampu memahami membedakan antara keinginan dan kebutuhan, 70 % anak dapat memahami konsep anggaran. Dari data di atas pengabdi menyimpulkan kegiatan pembelajaran literasi keuangan dengan media Board Game berdampak signifikan terhadap peningkatan pemahaman anak terhadap literasi keuangan. Namun penyusunan anggaran pada anak perlu media lain untuk memahamkan anak membuat budget keuangan terutama pada anak yang masih berusia 7 tahun. Hasil pengabdian ini selaras dengan pengabdian yang dilakukan (Hermawan et al. , 2022. Hospido et al. , 2021. Langgi & Susilaningsih, 2022. Maulani Amira Nurifka et al. , 2023. Nur & Bakir, 2. Salah satu tujuan dari pengabdian ini melibatkan orang tua, pengajar, berdasarkan umpan balik, hasil pengamatan yang di dapatkan bahwa, board game memberikan ruang interaksi antara anak-anak, orang tua, dan pengajar, sehingga menciptakan pembelajaran yang kolaboratif dan partisipatif. KESIMPULAN Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berhasil meningkatkan pemahaman anak-anak usia 7-12 tahun terkait literasi keuangan melalui penggunaan media board game. Program ini menargetkan anak-anak yang mengikuti kegiatan Tahfiz Weekend Antang, di mana sebelumnya mayoritas anak-anak belum mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan serta mengelola keuangan secara efektif. Dengan melibatkan orang tua, program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman anak-anak tentang konsep dasar keuangan seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menyusun anggaran, tetapi juga meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman anak-anak, di mana 90% memahami pentingnya menabung dan berdonasi, 80% mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta 70% memahami konsep penyusunan anggaran. Selain itu, board game terbukti sebagai media pembelajaran Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Archive. Vol. No. Desember 2024, pp. ISSN: 2809-7076 (Onlin. ISSN: 2809-7246 (Prin. DOI: https://doi. org/10. 55506/arch. yang lebih efektif dibandingkan metode konvensional, dan memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas di sekolah dasar lainnya. Mengingat keberhasilan program ini dalam meningkatkan literasi keuangan anak-anak, program serupa dapat diperluas ke sekolah-sekolah dasar lainnya dan lembaga pendidikan informal. Penyebaran board game sebagai media pembelajaran interaktif dapat membantu lebih banyak anak memahami literasi keuangan dengan cara yang menyenangkan. UCAPAN TERIMA KASIH