JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 109-119 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya ISSN : 2809-3151 DOI: https://doi. org/10. 54883/jikmw. https://ejournal. id/jikmw/index Persepsi Penyakit dan Manajemen Diri Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Lanjut Usia Laode Saltar1. Laode Hamiru2. Riska Aulia3 Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan Universitas Mandala Waluya ABSTRAK Pasien diabetes mellitus (DM) yang memiliki persepsi buruk terhadap penyakitnya, akan berdampak pada pengelolaan, serta proses penyembuhan penyakitnya. Individu yang memiliki pikiran bahwasanya penyakitnya tidak akan sembuh, dapat mempengaruhi menurunnya motivasi untuk sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi penyakit dengan manajemen diri pasien DM tipe 2. Metode penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah lanjut usia . yang terdiagnosis DM tipe 2 sebanyak 34 Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,9% responden memiliki manajemen diri DM yang kurang baik, dan sebanyak 55,9% responden memiliki persepsi negatif mengenai penyakit yang Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (<0,. , sehingga disimpulkan ada hubungan antara persepsi penyakit dengan manajemen diri pasien diabetes melitus tipe 2 pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan. Tingkat keeratan hubungan berdasarkan nilai phi (I) sebesar 0,82 artinya ada hubungan kuat antara persepsi penyakit dengan manajemen diri pasien DM tipe 2 pada lansia. Tenaga kesehatan masih perlu terus melakukan edukasi bagi lansia dengan DM tipe 2 untuk meningkatkan persepsi positif terhadap penyakitnya dan meningkatkan manajemen diri DM untuk mencegah dan memperlambat terjadinya komplikasi akibat penyakitnya. Kata Kunci : Diabetes Mellitus Tipe 2. Lansia. Manajemen diri. Persepsi penyakit Disease perception and self-management of type 2 diabetes mellitus patients in the elderly ABSTRACT Diabetes mellitus (DM) patients who have a bad perception about their disease will have an impact on the management and healing process of their disease. Individuals who think that their illness will not be cured can reduce their motivation to This study aims to determine the relationship between disease perception and self-management of type 2 DM The research method uses observational analytical methods with a cross-sectional approach. The sample in this study was 34 elderly people diagnosed with type 2 DM. Data analysis used the chi-square test. The research results showed 9% of respondents had poor DM self-management, and 55. 9% of respondents had negative perceptions about the disease they were experiencing. The results of statistical tests using Chi-Square obtained a significance value of 0. 002 (<0. so it was concluded that there was a relationship between disease perception and self-management of type 2 diabetes mellitus patients in the elderly in the Kaliorang Community Health Center Working Area. Pulau Dua Village. Bungku Selatan District. The level of closeness of the relationship is based on a phi (I) value of 0. 82, meaning there is a strong relationship between disease perception and self-management of type 2 DM patients in the elderly. Health workers still need to continue to provide education for elderly people with type 2 DM to increase positive perceptions of their disease and improve selfmanagement of DM to prevent and slow the occurrence of complications due to their disease. Keywords: Diabetes Mellitus Type 2. Elderly. Self-management. Perception of disease Info Artikel: : Info Artikel Penulis Korespondensi : Laode Saltar Universitas Mandala Waluya saltarlaode@yahoo. HP : 08114051977 Submitted: : 22 Desember 2023 Submitted Revised : : 26 Desember 2023 Revised Accepted : : 28 Desember 2023 Accepted Published: : 31 Desember 2023 Published JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 109-119 PENDAHULUAN Menurut Schulman-Green et al. , . faktor-faktor yang dapat mempengaruhi Diabetes Melitus tipe 2 (DMT. yang tidak individu dalam menjalankan manajemen diri diabetes adalah faktor pengetahuan, mengakibatkan komplikasi yang serius faktor emosional, faktor motivasi, faktor pada penyandangnya (Papatheodorou et pola hidup, pengalaman manajemen diri, , 2. Sebanyak 32% pasien DM tipe 2 di Indonesia mengalami komplikasi manajemen diri yang rutin, dan adanya neuropati perifer, 26,2% mengalami transisi dalam kehidupan. Individu yang komplikasi makrovaskuler, dan 17,2% menyandang penyakit DMT2, diharapkan mengalami komplikasi mikrovaskuler memiliki sikap positif dari dalam dirinya (Soeatmadji et al. , 2. Komplikasi yang agar mampu untuk bertahan dan tetap terjadi pada pasien DM juga dapat memiliki harapan yang baik agar mengakibatkan timbulnya masalah baik manajemen diri yang dibutuhkan dalam dari segi fisik maupun psikologis. Banyak perawatan diabetes dapat terlaksana. pasien yang tidak dapat menerima dan Berdasarkan studi pendahuluan terhadap merasa putus asa dengan penyakit yang delapan orang penderita DM di Puskesmas diderita sehingga akan mempengaruhi Kaleroang, didapatkan empat orang manajemen diri pasien DM (Chew et al. penyandang DM mengatakan bahwa mereka setiap bulannya diingatkan oleh Manajemen diri yang efektif pada pasien anggota keluarganya untuk mengontrol DM merupakan salah satu faktor penting kadar gula darah mereka di puskesmas, untuk meningkatkan pencapaian tujuan sedangkan dalam penatalaksanaan DMT2. Oleh mengatakan tidak teratur mengontrol gula karena itu, diperlukan kepatuhan pasien darah, dan keluarga jarang mengingatkan dalam menjalankan manajemen diri untuk mengecek kadar gula darahnya. diabetes (Albuquerque et al. , 2. Kaya & Selanjutnya dari delapan orang pasien Karaca . memaparkan bahwa, tersebut, lima pasien mengatakan bahwa perawatan diri yang kurang baik mereka tidak melakukan latihan fisik berhubungan dengan rendahnya tingkat seperti berjalan, olahraga ataupun yang pendidikan seseorang. Pasien DM tipe 2 lainnya di pagi hari. Selain itu mereka yang memiliki tingkat pendidikan rendah, belum dapat mengontrol pola makannya memerlukan informasi untuk menambah karena tidak adanya kemauan, serta pengetahuan dan kesadaran dalam kurangnya perhatian dari keluarga untuk melakukan perawatan diri. Hal ini mengingatkan mereka berolahraga, serta diperkuat oleh penelitian Do Nascimento mengontrol pola makannya. Gambaran et al. bahwa tingkat pendidikan manajemen diri yang ditunjukan oleh sekolah dasar memiliki tingkat efikasi penyandang DM tersebut, tampaknya memberikan gambaran belum optimalnya perawatan diri yang lebih rendah. JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 109-119 pasien DM dalam mengatur manajemen Kecamatan Bungku Selatan. Jumlah sampel Sehingga dalam penelitian sebanyak 34 responden. membutuhkan dukungan dari orang-orang Teknik untuk digunakan yaitu teknik consecutive meningkatkan persepsi penyakit dan sampling, yaitu mengambil responden manajemen diri diabetes mellitus. Tujuan yang ditemukan sesuai dengan kriteria penelitian adalah untuk mengetahui sampai jumlah sampel terpenuhi. Kriteria hubungan persepsi penyakit dengan inklusi yaitu mampu berkomunikasi dengan manajemen diri pasien DM tipe 2 pada baik, dan tidak memiliki keterbatasan lansia di wilayah kerja Puskesmas dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali HASIL PENELITIAN Sulawesi TengahAy. Analisis Deskriptif METODE Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Desain penelitian ini menjelaskan hubungan persepsi penyakit dengan manajemen diri pasien DM tipe 2. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang terdiagnosis DM di wilayah kerja Puskesmas Kaleroang desa pulau dua Karakteristik Responden Distribusi Responden Berdasarkan Umur Distribusi umur responden di wilayah kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan dijabarkan pada Tabel 1. Tabel 1. Distribusi Responden berdasarkan umur di Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan bungku Selatan Bulan November-Desember 2023 Umur 60 Tahun 61-65 Tahun 66-70 Tahun 70 Tahun Keatas Total Berdasarkan data pada tabel diketahui 47,1% lansia penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan berumur 61-65 tahun dan 32,4% lansia berumur 66-70 tahun. JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 109-119 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin dijabarkan pada Tabel 2. Tabel 2. Distribusi Responden berdasarkan jenis kelamin di Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan bungku Selatan Bulan November-Desember 2023 Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Berdasarkan tabel diketahui sebanyak 67,6% lansia penderita diabetes di wilayah kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan berjenis kelamin laki-laki sementara 32,4% lansia lainnya berjenis kelamin perempuan. Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Lansia penderita DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan memiliki pendidikan terakhir yang berbeda-beda. Distribusi pendidikan responden dijabarkan pada tabel 3. Tabel 3. Distribusi Responden berdasarkan tingkat pendidikan di Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan bungku Selatan Bulan November-Desember 2023 Pendidikan SMP SMA Sarjana Total Berdasarkan tabel diketahui pendidikan lansia penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan sebanyak 11,8% lansia lulusan SD, 26,5% lulusan SMP, 41,2% merupakan lulusan SMA dan 20,6% merupakan sarjana. Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Distribusi pekerjaan lansia penderita Diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan dijabarkan pada Tabel 4. JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 109-119 Tabel 4. Distribusi Responden berdasarkan pekerjaan di Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan bungku Selatan Bulan November-Desember 2023 Pekerjaan IRT Pedagang Pensiunan Petani PNS Wiraswasta Total Berdasarkan tabel diketahui sebanyak 5 lansia . ,7%) merupakan ibu rumah tangga, 6 lansia . ,6%) merupakan pedagang, 2 lansia . ,9%) merupakan pensiunan, 11 lansia . ,4%) merupakan petani, 4 lansia . ,8%) merupakan PNS dan 6 lansia . merupakan wiraswasta. Distribusi Responden Berdasarkan Lama Menderita Diabetes melitus tipe II Distribusi lama menderita diabetes melitus tipe II oleh lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan dijabarkan pada Tabel 5. Tabel 5. Distribusi Responden berdasarkan lama menderita DM di Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan bungku Selatan Bulan November-Desember 2023 Lama Menderita 1-5 tahun 6-10 tahun 11-15 tahun >15 tahun Total Berdasarkan tabel diketahui 23,5% lansia menderita diabetes melitus tipe II selama 1-5 tahun, 11,8% responden menderita diabetes melitus tipe II selama 610 tahun, 44,1% responden menderita diabetes melitus tipe II selama 11-15 tahun dan sebanyak 20,6% responden menderita diabetes melitus tipe II selama lebih dari 15 tahun. Distribusi Responden Berdasarkan Komplikasi Diabetes melitus tipe II Distribusi komplikasi yang dialami oleh lansia penderita diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan dijabarkan pada Tabel 6. JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 109-119 Tabel 6. Distribusi Responden berdasarkan komplikasi penyakit di Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan bungku Selatan Bulan November-Desember 2023 Komplikasi Hipertensi Jantung Stroke Total Berdasarkan tabel diketahui mayoritas lansia penderita diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan mengalami komplikasi berupa hipertensi dengan persentase sebanyak 64,7%. Analisis Univariat Manajemen Diri Tabel 7. Distribusi Responden berdasarkan manajemen diri di Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan bungku Selatan Bulan November-Desember 2023 Manajemen Diri Baik Kurang Baik Total Berdasarkan tabel diketahui 52,9% lansia penderita diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan melakukan manajemen diri dengan kurang baik sementara 47,1% lansia lainnya baik dalam manajemen diri. Persepsi Penyakit Tabel 8. Distribusi Responden berdasarkan tingkat pendidikan di Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan bungku Selatan Bulan November-Desember 2023 Persepsi Penyakit Negatif Positif Total Berdasarkan tabel 8 diketahui 55,9% lansia penderita diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan memiliki persepsi negatif mengenai penyakit yang dialaminya sementara 44,1% lansia lainnya memiliki persepsi positif mengenai diabetes melitus yang JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 109-119 Analisis Bivariat Hubungan Persepsi Penyakit Dengan Manajemen Diri Lansia Penderita Diabetes Melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan Hubungan persepsi penyakit dengan manajemen diri lansia penderita diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan dijabarkan pada tabel 9 berikut: Tabel 9. Hubungan persepsi penyakit dengan manajemen diri responden di Puskesmas Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan bungku Selatan Bulan November-Desember 2023 Manajemen Diri Baik Kurang Baik Total Persepsi Penyakit Negatif Positif Total 0,002 Berdasarkan tabel diketahui lansia nilai phi (I) sebesar 0,82 artinya ada dengan persepsi penyakit yang hubungan kuat antara persepsi 5,9% penyakit dengan manajemen diri manajemen diri dengan baik lansia penderita diabetes melitus sementara 50% lansia lainnya tipe II. kurang baik dalam melakukan PEMBAHASAN manajemen diri. Sementara pada kategori lansia dengan persepsi Persepsi dapat diartikan suatu proses penyakit yang positif, 41,2% lansia identifikasi dengan menggunakan panca baik dalam melakukan manajemen indera manusia, dalam hal ini dapat berarti diri dan 2,1% lansia kurang baik kesan individu terhadap suatu objek dalam melakukan manajemen diri. melalui proses belajar dan berpikir, serta Hasil uji statistik menggunakan Chi- berbagai faktor yang berasal dari individu Square diperoleh nilai signifikansi tersebut. Pada umumnya seorang 0,002<0,05 sehingga disimpulkan penderita memiliki persepsi terhadap ada hubungan antara persepsi penyakit yang dideritanya. Pasien diabetes penyakit dengan manajemen diri mellitus yang memiliki persepsi yang buruk lansia penderita diabetes melitus berdampak terhadap pandangan individu tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas terhadap diri sendiri dan mengganggu Kaleroang Desa Pulau Dua proses penyembuhan maupun pengobatan Kecamatan Bungku Selatan. Tingkat yang dijalaninya, individu yang memiliki keeratan hubungan berdasarkan JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 109-119 pikiran bahwasanya penyakitnya tidak akan Tingginya sembuh, dapat mempengaruhi turunnya penyandang diabetes melitus tipe II motivasi untuk sembuh (Al-Amer et al. , berkaitan dengan penilaian penyakit Pasien diabetes mellitus tipe II yang diabetes mereka merupakan hal yang memiliki persepsi diri yang positif memiliki mengganggu secara psikologis yang ciri-ciri seperti menjaga pola makan . , disebabkan oleh pengalaman yang istirahat yang cukup, dan berolahraga. Jika dirasakan pasien diabetes mellitus memiliki persepsi berpengaruh negatif, pola pikirnya dalam menjalani penyandang prosedur pengobatan dapat menurun atau memanajemen pengobatan diabetes. mengarah ke arah negatif, misalnya pasien Penelitian yang dilakukan oleh Im et al. menjadi malas untuk diet, tidak mau . menguraikan bahwa penyandang minum obat secara rutin, dan jarang diabetes dalam menerima dan menolak berolahraga sehingga hal ini dapat memicu penyakit yang diderita, menerima kondisi penyakit diabetes melitus yang diderita diri berkaitan dengan kondisi psikologis. bertambah parah (Saltar et al. , 2. Selain itu, penelitian Al-Amer et al. , . menyatakan bahwa persepsi sakit Hasil penelitian menemukan 55,9% lansia dipengaruhi oleh distress psikologis, penderita diabetes melitus tipe II di depresi, kecemasan dan obsesif kompulsif Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Desa penyandang diabetes saat memiliki Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan memiliki persepsi negatif mengenai penyakit yang dialaminya, sementara Penyandang diabetes yang memiliki 44,1% lansia lainnya memiliki persepsi persepsi positif akan penyakitnya, positif mengenai diabetes melitus yang cenderung memiliki pengetahuan, dan Hasil ini sesuai dengan perilaku manajemen perawatan diabetes penelitian Vazini & Barati . yang yang baik. Penelitian oleh Al-Qazaz et al. menyatakan bahwa penyandang diabetes . menyatakan bahwa pengetahuan melitus tipe II cenderung memiliki health yang baik pada penyandang diabetes, belief yang buruk terhadap diabetes. memandang penyakit diabetes dengan Kondisi ini berdampak pada manajemen positif. Penelitian Abdul Rahman et al. diri lansia. Hasil penelitian ini menemukan . menyatakan bahwa penyandang 52,9% lansia penderita diabetes melitus diabetes dengan pengetahuan yang rendah tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas terkait penyakit diabetes, cenderung Kaleroang Desa Pulau Dua Kecamatan terlibat dalam praktik perawatan mandiri Bungku Selatan melakukan manajemen diri diabetes yang lebih sedikit. Namun pada dengan kurang baik sementara 47,1% penyandang diabetes yang memiliki lansia lainnya baik dalam manajemen diri. pengetahuan yang baik, cenderung memandang penyakit mereka sebagai JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 109-119 suatu hal yang serius, mereka tidak dalam hal pengendalian penyakit, mengutamakan pendapat pribadi untuk memahami penyakit, apakah penyakitnya dapat disembuhkan, bagaimana siklus Penyandang diabetes dengan persepsi penyakitnya dan parah atau tidaknya positif cenderung memiliki pengetahuan penyakit tersebut (Albargawi et al. , 2. yang baik tentang penyakit diabetes Persepsi penyakit merupakan parameter diderita saat ini. Tingginya persepsi negatif penting perilaku kesehatan seseorang pada penyandang diabetes disebabkan seperti kepatuhan pengobatan, kualitas oleh kontrol diri penyandang diabetes yang hidup, parameter klinis dan pemulihan buruk dan disebabkan oleh komplikasi fungsional. Persepsi setiap orang berbedadiabetes yang terjadi. Hal ini sejalan beda tentang suatu penyakit, sehingga dengan hasil penelitian yang menemukan akan berdampak pada perilaku kesehatan bahwa lansia mengalami komplikasi yang berbeda-beda pula (Lee et al. , 2. berupa hipertensi, jantung dan stroke. Apabila pasien diabetes mellitus memiliki persepsi yang negatif tentang penyakitnya. Manajemen diri diabetes pasien DM dimana pasien menganggap penyakitnya adalah suatu hal yang mengancam atau Hasil disebut dengan fatalistik . andangan menemukan persepsi penyakit yang tentang putus asa dalam segala hal negatif berhubungan dengan manajemen sehingga berakhir kepada sikap pasra. diri yang buruk. Persepsi penyakit adalah maka mereka tidak akan melakukan usaha representasi kognitif terorganisir atau yang maksimal untuk pengelolaan keyakinan yang dimiliki pasien tentang penyakitnya (Albargawi et al. , 2. penyakit mereka. Representasi ini di proses Sebaliknya, apabila pasien diabetes secara paralel melalui tiga tahap. Pertama, mellitus memiliki persepsi yang positif individu membentuk representasi dari tentang penyakitnya maka mereka akan penyakit atau ancaman kesehatan dan melakukan perilaku kesehatan yang baik kemudian mereka mengadopsi perilaku untuk pengendalian penyakitnya. Hal ini untuk mengatasi penyakit. Terakhir, juga sejalan dengan pernyataan Al-Amer et mereka menilai kemanjuran perilaku ini , . yang berpendapat bahwa (Abdullah, 2. Persepsi penyakit telah diketahui pada penyakitnya maka seseorang dapat beberapa penelitian sebagai salah satu memahami dan mampu mengontrol aspek signifikan yang mempengaruhi self- penyakitnya dengan baik, akan tetapi care management pasien diabetes mellitus sebaliknya apabila memiliki persepsi tipe 2, dimana dalam pelaksanaan self-care negatif tentang penyakit maka seseorang perlu adanya pengambilan keputusan yang tidak dapat dengan baik memahami dan bergantung pada persepsi penyakit pasien mengontrol penyakitnya. JIKMW Ae 3. , 2023. Hal 109-119 Hasil uji statistik menggunakan Chi-Square Kecamatan Bungku Selatan. Kabupaten diperoleh nilai signifikansi 0,002<0,05 Morowali. Provinsi Sulawesi Tengah. sehingga disimpulkan ada hubungan antara UCAPAN TERIMA KASIH persepsi penyakit dengan manajemen diri lansia penderita diabetes melitus tipe II di Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Wilayah Kerja Puskesmas Kaleroang Desa pimpinan Universitas Mandala Waluya Pulau Dua Kecamatan Bungku Selatan. serta semua pihak yang terlibat dalam Tingkat keeratan hubungan berdasarkan proses penelitian ini. nilai phi (I) sebesar 0,82 artinya ada DAFTAR PUSTAKA