PENELITIAN ASLI SOSIALISASI PENGGUNAAN OBAT ANALGETIK DAN ANTIPIRETIK YANG TEPAT SECARA SWAMEDIKASI DI GEREJA METHODIST INDONESIA ANUGRAH MEDAN Christica Ilsanna Surbakti1. Modesta Tarigan1. Bunga Rimta Barus2. Gracia Ruth Betarita2 Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Fakultas Farmasi. Universitas Tjuk Nyak Dhien. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima: 15 Juni 2025 Direvisi: 20 Juni 2025 Diterima: 27 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Kata kunci: Penulis Korespondensi: Christica Ilsanna Surbakti Email: christicasurbakti@gmail. Abstrak Swamediskasi merupakan tindakan pengobatan mandiri yang umum dilakukan masyarakat, khususnya untuk mengatasi keluhan ringan seperti nyeri dan demam menggunakan obat analgetik dan Namun, masyarakat mengenai cara penggunaan yang tepat dapat menimbulkan risiko efek samping yang merugikan terhadap cara penggunan obat analgesic, antipiretik secara swamedikasi di Gereja Methodist Indonesia Anugrah Medan. Menggunkan deskriptif kuantittif dengn pendekata survey, melibatkan 80 responden yang dipilih melalui teknik quota sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner berisi 20 pertanyaan terkait pengetahuan penggunaan parasetamol, ibuprofen, dan asam mefenamat, menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup baik . ,3%), baik . ,5%) dan kurang baik . ,3%) dengan rata-rata skor pengathuan sebesar 66,31%. Rata-rata tingkat pengetahuan berada pada kategori cukup baik. Jurnal ABDIMAS Mutiara (JAM) e-ISSN: 2722-7758 Vol. No. 02 Juni, 2025 (P145-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Sistem Informasi Fakultas Sain dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Salah satu keuntungan dari swamedikasi adalah obat-obatan untuk gangguan kesehatan yang dialami pada umumnya sudah tersedia dirumah, terlebih lagi masyarakat yang tinggal di desa terpencil yang belum terjamah atau terjangkau oleh praktik dokter, swamedikasi akan menghemat banyak waktu serta biay yang diperlukan untuk pergi mengunjungi praktik dokter atau instansi kesehatan lainnya dikota. Akan tetapi swamedikasi juga memiliki beberapa risiko, seperti gejala penyakit yang tersamarkan dan tidak dapat dikenali atau terdeteksi sebagai suatu penyakit yang serius, selain itu juga terdapat risiko terjadinya pemakaian obat yang kurang atau tidak tepat (Rahardja. Pengertian obat sendiri berdasarkan PerMenkes No. 949 Tahun 2000 menyatakan bahwaa obat jadi merupakn sediaan atau paduan dari bahan-bahan termasuk produk biologi dan kontrasepti yang siap digunakan untuk mempengaruhi tu menyelidiki sistem fisiologi ataupun keadaan patologi dalam rangkat penetapan diagnosa, pencegahan, penyembuhan, pemulihan dan peningkatan kesehatan (RI, 2. Metode Metode harus disusun sebagai berikut: 1 Desain Penelitian Pengabdian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara dan a=oobservasi, informasi yang dipilih meliputi apoteker, petugas kefarmasian, dan mahasiswa farmsai dan apoteke dari Universitas Sari Mutiara Indonesia. Dta yang diperoleh kemudian dianalisis secara sistematik untuk mengidentifikasi strategi yang efektif dalam sifat deskriptif. Desain yang digunakan adalah cross-sectional yang berarti pengumpulan data dilakukan hanya sekali pada waktu tertentu dengan melibatkan responden yang sesuai dengan kriteria inklusi 2 Pengaturan dan Sampel Popolasi trget yang akn dilalukan dalam kegiatan pengbdian ini adalah seluruh ibu rumah tangga di Gereja Methodist Indonesia Anugrah Medan 3 Intervensi . erlaku untuk studi eksperimenta. Salah satu keuntungan dari swamedikasi adalah obat-obatan untuk angguan kesehatan yang dialami pada umumnya sudah tersedia dirumah. Terlebih lagi bagi masyarakat yang tinggal di Desa terpencil yang belum terjamah atau terjangkau oleh praktik dokter, swamedikasi akan menghemat banyak waktu serta biaya yang diperlukan untuk pergi mengunjungi praktik atau instansi kesehatan lainnya dikota. 4 Pengukuran dan pengumpulan data Berdasarkan dari hasil survey jumlah ibu rumah tangga yang beraada di gereja anugrah methodist medan sebanyak 80 orang, dengan kriteria yaitu ibu rumah tangga, bersedia menjadi responden, dan berada di lingkungan gereja 5 Analisis data Berdasarkan total skor yang diperoleh, selanjutnya akan dilanjutkan dengan mengkategorikan tingkat pengetahuan dengan batas baik, cukup dan kurang dengan definisi sebagai berikut Bik = 76% - 100 % jawaban benar Cukup baik = 56% - 75% jawaban benar Kurang baik = 40% - 55% jawaban benar Tidak baik = <40% jawaban benar Pengolahn data dilakukan dengan tahapan sebagai berikut a. Penyuntingan data . : langkh ini bertujuan untuk memperoleh data yang baik agar informasi yang diperoleh benar, kegiatan dilakukan dengan cara melihat dan memeriksa apakah semua jawaban telah terisi. Pengkodean (Codin. pemberian kode agar proses pengolahand ata menjadi lebih mudah, pengkodean akn dilakukan berdasrkan jawabn yang telah diberi skor atau nilai tertentu. Cleaning : tahapan kegiatan pengecekan kembali data yang telah diinput dan akan dikoreksi kembali apabila terdapat kesalahan Tabulasi (Tabulatin. : merupakan tahap kegiatan pengelompokkan data agar dapat dijumlahkan dengan lebih mudah, disusun dan kemudian didata untuk disajikan dan dianalisis 6 Dapat dipercaya/ketelitian . erlaku untuk penelitian kualitati. Naskah harus merinci strategi yang digunakan untuk memastikan kepercayaan dan ketelitian data kualitatif, termasuk aspek-aspek seperti kredibilitas, transferabilitas, ketergantungan, dan konfirmabilitas. 7 Pertimbangan etika Jelaskan pertimbangan etis dari penelitian ini, dengan merinci bagaimana persetujuan diperoleh dari partisipan. Berikan pernyataan yang mengonfirmasi persetujuan dari komite etika penelitian kesehatan, termasuk nomor referensi. Hasil Karateristik responden yang menjadi bagian dari pengabdian ini mecakup dua variabel utama, yaitu usia dan tingkat pendidikan, dari total 80 responden, sebagian besar berada dalam rentang usia produkti dan memiliki latar belakang dalam usia produktif dan memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari tingkat SMP hingga Keberagaman ini memberikan dasar yang kuat untuk menganalisis pengetahuan penggunaan obat analgesik dan antipiretik secara swamedikasi Tabel 1. Judul tabel . uruf Times New Roman, ukuran huruf 12, spasi tunggal. Usia Frekuensi Persentase 28 Ae 45 58, 8 46 Ae 55 56 Ae 65 Berdasarkan tabel diatas, terdapat 80 responden dengan karateristik usia diperoleh persentase paling tinggi 58,8% dengan jumlah 47 orang dengan rentang usia 28045 Kemudian responden dengan rentang usia 46-55 tahun dengan persentase 31,2 % dan responden dengan usia 56-65 tahun berjumlah 8 orang dengan persentase 10%. Proporsi ini menunjukkan bahw mayoritas respondens berasal dari kelompok usia Khususnya pada rentang usa 28 Ae 45 tahun. Pemahaman terhadap paracetamol Pada kuisoner yang ditampilkan dalam butir soal yang terkait dengan paracetamol dan berdasarkan hasil yang didapat, dapat diketahui bahwa 54 responden . ,5%) mengetahui bahwa paracetamol dapat digunakan untuk menurunkan demam. responden mengetahui bahwa dosis harian paracetamol untuk dewasa adalam 4000 mg/hari. 56 responden mengetahui bahwa paracetamol aman apabila dikonsumsi oleh anakanak 56 responden mengetahui bahwa paracetamol tidak disarankan untuk digunakan selama lebih dari 3 hari tanpa pengawasan atau konsultasi kepada Berdasarkan data yang diproleh dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki pemahaman dasar mengenai indikasi dan waktu penggunaan Akan tetapi pengetahuan mengenai dampak toksisitas akibat penggunaan paracetamol masih perlu ditingkatkan. Gambar 1. Judul gambar . uruf Times New Roman, ukuran huruf 12, spasi tunggal. Sumber: Dokumentasi Penulis Gambar 1. Foto bersama dengan pimpinan pengurus Taman Bacaan Masyarakat Pembahasan 56 responden mengetahui bahwa paracetamol aman apabila dikonsumsi oleh anak-anak. 56 responden mengetahui bahwa paracetamol tidak disarankan untuk digunkan selama lebih dari 3 hari tanpa pengawasan atau konsultasi kepada dokter. Hasil pengabdian ini menunjukkanmayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik, namun masih terdapat 17 responden . ,3%) yng berada dalam kategori yang kurang baik. Hal ini menandakan perlunya strategi edukasi yang lebih efektif dan relevan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya terhadap ibu rumah tangga yang umumnya memiliki peran penting dalam pengelolaan kesehatan dalam keluarga. Selain itu diperlukan juga keterlibatan apoteker sebagai tenaga kesehatan lini pertama, yang menekankan bahwa interaksi yang terjadi antara apoteker dan konsumen pada saat pembelian obat bebas dapat meningkatkan pemahaman yang benar mengenai penggunaan obat. Di sisi lain, pemanfaatan media digital juga perlu dioptimalkan. Hal ini juga mengingat akses masyarakat terhadap informasi melalui platfrom sosial media yang semakin meningkat, dan diharapkan praktik swamedikasi di kalangan ibu rumah tangga dapat berlangsung lebih aman dan lebih bertanggung jawab. Kesimpulan Berdasarkan dari kegiatan pengabdian yang telah dilakukan mengenai tingkat pengetahuan ibu rumah tangga terhadap cara penggunaan obat analgetik antipiretik secara swamedikasi di Gereja Methodist Indonesia Anugrah Medan. Diketahui sebgaian besar responden, yaitu 41 orang . ,3%) termsuk dalam kategori cukup bik, 22 orang . ,5%) dalam kategori baik dan 17 orang . ,3%) dalam kategori kurang baik. Sehingga diketahui rata-rata tingkat pengetahauan berada pada kategori cukup bik dengan skor pengetahuan sebesar 66,31% Ucapan Terimakasih Ucapan Terimakasih dari seluruh tim pengabdian kepada masyarakat Referensi