Integral : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika p - ISSN 2654-4539 e Ae ISSN 2654-8720 Vol. 3 No. Mei 2021 Page 148 of 156 Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together Terhadap Prestasi Belajar Matematika Di Tinjau Dari Motivasi Siswa 1Anisa Putri Handayani, 2Eleonora Dwi W, 3Ahmadi. 1,2,3 Pendidikan Matematika. Pendidikan Matematika. Pendidikan Matematika anisap5507698@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : . apakah prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Numbered Head Together memenuhi KKM pada mata pelajaran matematika, . apakah terdapat perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model Numbered Head Together dengan model pembelajaran ekspositori, . apakah prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together lebih baik daripada yang diajar menggunakan model ekspositori ditinjau dari motivasi tinggi, . apakah prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together tidak lebih baik daripada yang diajar menggunakan model ekspositori ditinjau dari motivasi rendah. Analisis data yang digunakan adalah uji satu proporsi. Rancangan Acak Kelompok (RAK), uji t satu pihak kanan dan uji t satu pihak kiri. Hasil penelitian ini diperoleh: . prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Numbered Head Together memenuhi KKM pada mata pelajaran matematika dengan Zhitung = 1,939 . terdapat perbedaan prestasi belajar yang diajar dengan model pembelajaran Numbered Head Together dengan model pembelajaran ekspositori dengan Fhit = 90,936 . prestasi belajar yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together lebih baik daripada yang diajar menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi tinggi dengan thitung = 4,618 . prestasi belajar yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together tidak lebih baik daripada yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi rendah dengan thitung = 5,378. Kata kunci: Efektivitas. Model Pembelajaran Numbered Head Together. Prestasi Belajar Matematika. Motivasi Siswa PENDAHULUAN Proses pembelajaran tersusun atas sejumlah komponen atau unsur yang saling berkaitan satu dengan Interaksi antara guru dan peserta didik dalam proses belajar mengajar memegang peran penting dalam mencapai tujuan yang Menurut Uno . motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswasiswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa Hal ini mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Eni Rusmiyati. selaku guru matematika kelas VII di SMP N 1 Pangkah menyatakan prestasi belajar matematika yang dicapai peserta didik masih rendah. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata nilai matematika yang masih dibawah nilai KKM yaitu 71, secara klasikal belum mencapai 60% . Menurut Hamdani . pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. Sementara pembelajaran yang digunakan oleh pembelajaran ekspositori, dimana model pembelajaran hanya disajikan secara monoton oleh guru. Guru pembelajaran, sementara peserta mendengarkan, mencatat bahkan menghafal saja sehingga tidak mendorong keaktifan peserta didik dalam pembelajaran. Hal ini yang menyebabkan peserta didik malas berfikir dan timbul perasaan bosan dalam mengikuti pembelajaran. Akibatnya, prestasi belajar peserta didik kurang maksimal dan tidak Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah. Salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan di atas pembelajaran, pemilihan model pembelajaran yang dapat memicu peserta didik untuk berperan aktif dan dapat belajar secara mandiri dalam kegiatan pembelajaran yaitu Numbered Head Together. Menurut Hamdani . Numbered Head Together (NHT) adalah metode belajar dengan cara setiap peserta didik diberi nomor dan dibuat suatu kelompok, kemudian secara acak, pendidik memanggil nomor dari peserta didik. Masalah-masalah berkaitan tentang dampak buruk prestasi belajar matematika dapat diatasi dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan kemampuan awal peserta didik dalam prestasi belajar matematika. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : . apakah prestasi belajar matematika menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dapat memenuhi KKM pada mata pelajaran matematika ? . apakah terdapat matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dengan menggunakan model pembelajaran ekspositori? . apakah prestasi belajar matematika yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together lebih baik daripada prestasi belajar matematika yang diajarkan menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi tinggi? . apakah prestasi belajar matematika yang Numbered Head Together tidak lebih baik daripada prestasi belajar matematika yang pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi rendah ? Untuk tujuan dalam penelitian ini adalah : . untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Numbered Head Together memenuhi nilai KKM pada mata pelajaran matematika. untuk matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dengan menggunakan model pembelajaran . untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika yang diajarkan menggunakan model Numbered Head Together lebih baik daripada prestasi belajar matematika yang diajarkan menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi . untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika yang Numbered Head Together tidak lebih baik daripada prestasi belajar matematika yang pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi rendah. Untuk manfaat dalam penelitian ini ada manfaat teoritis dan manfaat Manfaat teoretis penelitian ini adalah dapat memberikan data atau informasi empiris bahwa hasil belajar matematika di SMP dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together. Sedangkan untuk manfaat praktis adalah . Bagi peserta didik . Bagi guru . Bagi Sekolah . Bagi Peneiti. METODEPENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk jenis eksperimen. Kelas eksperimen dalam penelitian ini adalah yang menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together. Sedangkan kelas kontrol dalam penelitian ini adalah kelas yang tidak menggunakan model pembelajaran Desain penelitian dengan factorial design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 160 peserta didik dimana kelas VII B dan kelas VII C sebagai kelas eksperimen, kelas VII D dan kelas VII E sebagai kelas kontrol, dan kelas VII A sebagai kelas uji coba. Pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, tes dan angket. Instrumen penelitian ini adalah tes dan angket. Tes digunakan untuk mendapatkan nilai prestasi belajar matematika peserta didik setelah segiempat dan segitiga, sedangkan angket digunakan untuk memperoleh data motivasi peserta didik terhadap matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah . Uji penelitian meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji kesetaraan . Uji prasyarat hipotesis homogenitas data prestasi belajar . uji hipotesis meliputi uji proporsi, uji RAK, uji t satu pihak kanan, dan uji t satu pihak kiri. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam uji kesetaraan sampel meliputi melakukan uji normalitas dan uji homogenitas, dan uji kesetaraan sampel. Data yang diuji menggunakan data Penilaian Akhir Semester I tahun 2017. Berikut hasil uji normalitas untuk kesetaraan sampel : Tabel 1. Uji kesetaraan sampel N L hitung L tabel 159 0,049 0,070 0,05 InterpretasiKesimpulan Normal H0 diterima Hipotesis yang digunakan uji normalitas untuk kesetaraan sampel Ho: sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ha:sampel berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal. Dengan daerah kriteria tolak H0 jika ya0 yang diperoleh melebihi yaycycaycayceyco , maka dalam hal lain H0 diterima dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan tabel 1. bahwa H0 diterima artinya sampel berdistribusi normal. Berikut hasil uji homogenitas untuk kesetaraan sampel : Tabel 2. Uji kesetaraan sampel Hipotesis yang digunakan uji sampel adalah : Ho : sampel berasal dari populasi Ha : sampel berasal dari populasi mempunyai keragaman tidak Dengan daerah kriteria tolak H0 jika yue2 yang diperoleh melebihi yue2tabel, maka dalam hal lain H0 diterima dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan tabel 2. Didapat bahwa H0 diterima artinya sampel mempunyai keragaman homogen. Karena sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan sampel berasal dari populasi homogen maka dilakukan uji kesetaraan sampel. Berikut hasil uji kesetaraan Tabel 3. Uji kesetaraan sampel Hipotesis yang digunakan uji kesetaraan sampel adalah : Ho : Tidak ada perbedaan untuk kelas eksperimen, kontrol, dan kelas uji coba . ampel setar. Ha : Paling sedikit ada satu yang berbeda untuk setiap kelas eksperimen, kelas kontrol, dan kelas uji coba . ampel setar. Dengan daerah kriteria jika FhitungO Ftabel, diterimadengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan tabel 3. bahwa H0 diterima artinya tidak ada perbedaan untuk setiap kelas eksperimen, kelas kontrol, dan kelas uji coba . ampel setar. Sebelum menguji hipotesis, terlebih dahulu menguji uji prasyarat hipotesis yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas. Uji prasyarat ini menggunakan data prestasi belajar matematika. Berikut hasil uji normalitas untuk uji prasyarat hipotesis : Tabel 4. Uji Uji prasyarat hipotesis Hipotesis yang digunakan uji sampel adalah : Ho : sampel berasal dari populasi Ha : sampel berasal daripopulasi Dengan daerah kriteria tolak H0 jika yue2 yang diperoleh melebihi yue2tabel, maka dalam hal lain H0 diterima dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan tabel 5. Didapat bahwa H0 diterima artinya sampel mempunyai keragaman homogen. Uji Proporsi adalah uji untuk pembelajaran dalam target yang ditentukan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together. Hasil uji proporsi adalah : Tabel 6. Uji proporsi Hipotesis yang digunakan uji normalitas untuk uji prasyarat hipotesis adalah : Ho: sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Ha:sampel berasal dari populasi yang berdistribusi tidak normal. Dengan daerah kriteria tolak H0 jika ya0 yang diperoleh melebihi yaycycaycayceyco , maka dalam hal lain H0 diterima dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan tabel 4. bahwa H0 diterima artinya sampel berdistribusi normal baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Berikut hasil uji homogenitas untuk uji prasyarat hipotesis : Tabel 5. Uji kesetaraan sampel Hipotesis yang digunakan untuk uji proporsi adalah : H0 : yuU O60 %, artinya prestasi matematika peserta didik yang diajar menggunakan model Numbered Head Together KKM Ha : pada mata pelajaran yuU >60 %, artinya prestasi H1 : Terdapat perbedaan prestasi belajar matematika peserta Numbered Head Together Jika harga Fhitung lebih besar dari Ftabel dengan dk pembilang . dan dk penyebut n-1 untuk yu = 5%, maka ya0 ditolak, dimana n adalah jumlah peserta didik. Berdasarkan tabel 7. Didapat bahwa H0 ditolak artinya terdapat perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together pembelajaran ekspositori. matematika peserta didik yang diajar menggunakan model Numbered Head Together memenuhi KKM pada mata ya0 diterima apabila ycs < ycs0,5Oeyu dan ya0 ditolak apabila ycs Ou ycs0,5Oeyu dan taraf signifikan 5%. Berdasarkan tabel 5. bahwa H0 ditolak artinya prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model Numbered Head Together pada materi pokok segiempat dan segitiga dapat memebuhi KKM sebesar 60%. Untuk uji RAK digunakan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model Numbered Head Together pembelajaran ekspositori. Hasil uji RAK adalah : Tabel 7. Uji RAK Uji t satu pihak kanan digunakan untuk mengetahui . Model pembelajaran Numbered Head Together pembelajaran ekspositori terhadap prestasi belajar matematika peserta didik ditinjau dari motivasi tinggi. Model pembelajaran Numbered Head Together tidak lebih baik pembelajaran ekspositori terhadap prestasi belajar matematika peserta didik ditinjau dari motivasi rendah. Berikut hasil uji t satu pihak kanan untuk model pembelajaran Numbered Head Together lebih baik pembelajaran ekspositori terhadap prestasi belajar matematika peserta didik ditinjau dari motivasi tinggi Tabel 8. Uji t satu pihak kanan Hipotesis yang digunakan untuk uji RAK adalah : H0 : Tidak terdapat prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar Numbered Head Together Numbered Head Together tidak lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran ekspositori terhadap prestasi belajar matematika peserta didik ditinjau dari motivasi rendah t hitung t tabel Kesimpulan 4,618 1,671 H0 ditolak Hipotesis yang digunakan untuk uji t satu pihak kanan untuk model pembelajaran Numbered Head Together lebih baik dibandingkan ekspositori terhadap prestasi belajar matematika peserta didik ditinjau dari motivasi tinggi adalah : Tabel 9. Uji t satu pihak kiri t hitung t tabel Kesimpulan 5,378 -1,671 H0 diterima Hipotesis yang digunakan untuk Uji t satu pihak kiri untuk model pembelajaran Numbered Head Together pembelajaran ekspositori terhadap prestasi belajar matematika peserta didik ditinjau dari motivasi rendah H0 :AA1 O AA2, artinya belajar matematika menggunakan model Numbered Head Together tidak lebih menggunakan model ekspositori ditinjau dari motivasi rendah. H1 : AA1 > AA2, artinya prestasi belajar matematika dengan menggunakan model Numbered Head Together lebih baik atau sama dengan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi rendah. H0 diterima jika thitung > ttabel dan taraf signifikan 5%. Berdasarkan tabel 9. bahwa H0diterima artinya prestasi H0 :AA1 O AA2 ,artinya prestasi belajar matematika dengan menggunakan model Numbered Head Together tidak lebih menggunakan model ekspositori ditinjau dari motivasi tinggi. H1 :AA1 > AA2 , artinya prestasi belajar matematika dengan menggunakan model Numbered Head Together lebih baik menggunakan model ekspositori ditinjau dari motivasi tinggi. H0 diterima jika thitung < ttabel dan taraf signifikan 5%. Berdasarkan tabel 8. bahwa H0 ditolak artinya prestasi menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together lebih baik daripada yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi tinggi. Berikut hasil uji t satu pihak kiri untuk model pembelajaran belajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together tidak lebih baik atau sama dengan yang menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi Bagi guru yaitu Guru diharapkan dapat mengidentifikasi lebih awal tingkat motivasi yang dimiliki masing-masing peserta didik agar dapat mempertimbangkan metode, model, maupun media yang sesuai digunakan guru dalam proses . Bagi peserta didik yaitu agar lebih dilibatkan dalam proses pembelajaran agar tercipta pembelajaran sehingga peserta didik lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran dan tidak hanya mendengarkan dan menerima uraian materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Bagi peneliti lain dapat mengadakan penelitian lebih lanjut dengan memperhatikan faktor-faktor yang lain yang berhubungan dengan prestasi belajar matematika. Bagi pembaca yaitu perlu diadakan penelitian lebih lanjut pada populasi lain dan memperhatikan faktor Ae faktor lain yang diduga dapat mempengaruhi prestasi belajar matematika misalnya motivasi, gaya belajar, kreativitas, minat, dan lain Ae PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dengan mengacu pada rumusan masalah yang dikemukakan pada pendahuluan, maka dapat diambil simpulan : . prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar Numbered Head Together memenuhi KKM pada pelajaran matematika. terdapat perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dengan menggunakan model pembelajaran . prestasi belajar menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together lebih baik daripada prestasi belajar matematika yang diajarkan menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi tinggi. belajar matematika yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together tidak lebih baik daripada prestasi belajar menggunakan model pembelajaran ekspositori ditinjau dari motivasi DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Suharsimi. DasarDasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT Bumi Aksara Gaspersz. Vincent. Teknik Analisis Dalam Penelitian Percobaan. Bandung : Tarsito Hamdani. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta. Saran