ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Potensi Antiinflamasi Ekstrak Etanol dan Fraksi Etil Asetat Kulit Batang Kapur Naga (Calophyllum soulattr. secara In Vitro Fadlilaturrahmah1*. Nashrul Wathan1. Samsul Hadi1. Amalia Khairunnisa1. Khairunnisa1 Program Studi Farmasi . Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru. Kalimantan Selatan. Indonesia email: fadlilaturrahmah@ulm. ABSTRACT Limestone plant (Calophyllum soulattri Burm F. ) is a medicinal plant that is often used by the public as an anti-inflammatory skin wound medicine. The purpose of this study was to identify chemical compounds and determine the anti-inflammatory activity of ethanol extract and ethyl acetate fraction from the bark of C. soulattri using UV-Vis spectrophotometry method. Phytochemical screening was conducted qualitatively by observing characteristic color changes and/or precipitate formation after adding specific reagents (Mayer and Dragendorff for alkaloids. FeClCE for phenolics. LiebermannAeBurchard for terpenoids/steroids. MgAeHCl for flavonoids. gelatin test for tannins. and froth test for saponin. Testing of antiinflammatory activity using data on inhibition results and IC50 value. Percentage inhibition and IC50 values were determined, with diclofenac sodium used as a positive control. The results showed that diclofenac sodium exhibited an ICCICA value of 6. 06 ppm, while the ethanolic extract and ethyl acetate fraction of C. soulattri stem bark showed ICCICA values 88 ppm and 121. 25 ppm, respectively. These findings indicate that the ethanolic extract of C. soulattri stem bark possesses stronger anti-inflammatory activity than its ethyl acetate fraction, suggesting its potential as a natural antiinflammatory agent. Keywords: Calophyllum soulattri, anti-inflammatory. ICCICA, phytochemical screening. UV-Vis spectrophotometry Received: November 2025. Accepted: Desember 2025. Published: Desember 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG tradisional biasanya digunakan masyarakat sebagai Tumbuhan C. soulattri banyak dimanfaatkan sebagai obat herbal. Daun C. soulattri diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti seperti tanin, flavonoid dan quinon . Tanaman kapur naga (Calophyllum Burm. tumbuhan dari famili Clusiaceae yang tumbuh luas di wilayah tropis Asia Tenggara, termasuk Indonesia, khususnya di Kalimantan. Tanaman ini dikenal secara lokal dengan nama bintangur/kapur naga dan telah lama dimanfaatkan sebagai tanaman obat Secara etnofarmakologi, masyarakat lokal di Kalimantan, terutama masyarakat pedesaan dan masyarakat adat. Tanaman C. soulattri secara obat radang, obat keputihan, rematik, kudis, dan borok . Beberapa penelitian terdahulu telah melaporkan soulattri, yang umumnya berfokus pada bagian Violet . melaporkan bahwa daun C. triterpenoid, tanin, dan saponin. Senyawa flavonoid dan tanin diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi . Meskipun demikian, laporan ilmiah yang secara khusus mengevaluasi aktivitas antiinflamasi bagian Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 208Ae 218 e-ISSN: 2598-2095 kulit batang C. soulattri masih sangat terbatas, reagen mayer (Nitra Kimi. , reagen wagner (Nitra Kimi. , dragendroff (Nitra Kimi. , gelatin (Merc. , antiinflamasi secara in vitro berbasis penghambatan FeCl3 (Merc. , reagen Liberman- Bucchard (Merc. , denaturasi protein dengan indikator bovine serum serbuk Mg dan HCl (Merc. albumin (BSA) serta pelaporan nilai IC50 sebagai parameter kuantitatif aktivitas. Alat: Timbangan analitik (Ohau. , stop watch, pH Uji penghambatan denaturasi protein menggunakan meter (ATC), kertas saring, spektrofotometer UV- Vis BSA merupakan salah satu metode in vitro yang (Genesys 10 v2. 100 2H3K297. dan Waterbath sensitif, sederhana, dan efisien untuk mengevaluasi (Memmer. penggunaan hewan uji . Pengukuran dilakukan Metode Determinasi Tumbuhan C. UVAeVis protein oleh senyawa uji. Dalam Determinasi tumbuhan C. soulattri dilakukan untuk representatif terhadap senyawa aktif antiinflamasi, dilakukan di Laboratorium Dasar FMIPA. Universitas pemilihan pelarut didasarkan pada sifat kepolarannya. Lambung Mangkurat. Banjarbaru. Fraksi etil asetat dipilih karena bersifat semi-polar dan Pengumpulan Bahan dan Pembuatan Simplisia efektif mengekstraksi senyawa flavonoid, fenolik, dan Kulit Batang C. Kulit batang C. soulattri yang akan digunakan dalam antiinflamasi dibandingkan fraksi non-polar maupun penelitian ini berlokasi di Kecamatan Karang Intan, sangat polar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan Kabupaten Banjar. Kalimantan Selatan. Kulit batang untuk mengisi celah penelitian dengan melakukan soulattri diambil sebanyak 3 kg, lalu dilakukan sortasi basah dan dicuci menggunakan air yang antiinflamasi secara in vitro melalui uji penghambatan Kemudian dilakukan perajangan dengan denaturasi protein pada ekstrak etanol dan fraksi etil cara kulit batang diserut untuk memperkecil ukuran asetat kulit batang kapur naga (Calophyllum soulattr. menggunakan metode spektrofotometri UVAeVis. menggunakan lemari pengering dengan suhu 55oC. digunakan untuk penelitian. Determinasi tanaman Simplisia kulit batang yang sudah kering dilakukan METODE Bahan : bagian kulit batang dari tanaman batang C. soulattri, etanol 96% (Merc. , etil asetat (Merc. Triss Buffer Saline (Himedi. Bovine Serume Albumin (Himedi. , metanol (Merc. , asam asetat glasial (Merc. NaCl (Merc. , natrium diklofenak (Aarti drugs limite. , kloroform (Merc. , ammonium hidroksida (NH4OH) (Merc. , asam sulfat (H2SO. (Merc. , sortasi kering untuk memisahkan sampel dari Selanjutnya kulit batang diserbukkan menggunakan blender dan dilakukan pengayakan dengan mesh nomor 14. Serbuk dimasukkan ke wadah tertutup rapat dalam ruangan yang harus terhindar dari sinar cahaya matahari langsung . Pembuatan Ekstrak Etanol Kulit Batang C. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 208Ae 218 Ekstraksi Calophyllum soulattri dilakukan dengan metode maserasi selama 3y24 jam dengan pengadukan setiap 6 jam. Perbandingan sampel dan pelarut etanol 96% adalah 1:2,5, dengan penggantian pelarut setiap 24 jam. Ekstrak disaring menggunakan kertas saring Whatman No. 1 untuk memperoleh filtrat, kemudian diuapkan menggunakan waterbath pada suhu 55AC hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak disimpan dalam wadah tertutup rapat hingga dilakukan pengujian . e-ISSN: 2598-2095 didapatkan fraksi kental dan dilakukan perhitungan rendemen . %Rendemen fraksi= x 100% Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak etanol dan fraksi etil asetat masing-masing ditimbang sebanyak 0,5 gram, lalu dilarutkan menggunakan etanol 96% di dalam gelas beker sebanyak 50 mL. Kemudian dilakukan pengujian senyawa dengan cara larutan dibagi menjadi 8 tabung reaksi, 7 tabung yang digunakan untuk pengujian identifikasi senyawa dan 1 tabung sebagai Pembuatan Fraksi Etil Asetat Kulit Batang C. Skrining Fitokimia Ekstrak kulit batang C. soulattri yang didapatkan Uji Alkaloid selanjutnya difraksinasi bertingkat dengan metode Identifikasi uji alkaloid pada fraksi kulit batang C. cair-cair menggunakan corong pisah. Ekstrak kental soulattri menggunakan 2 pereaksi yaitu pereaksi perbandingan 1:2 dan diaduk hingga homogen. Suspensi kemudian ditambahkan n-heksan 100 mL dan ditutup lalu digojok hingga homogen, sesekali kran penggojokan lalu didiamkan beberapa saat sampai terbentuk 2 lapisan, pada lapisan bawah berupa fase air dan lapisah atas fase pelarut organik dikeluarkan dari corong pisah. Kemudian fraksi air dimasukkan ke dalam corong pisah dimasukkan pelarut n-heksan yang baru dilakukan sebanyak 3 kali hingga n-heksan Mayer dan Dragendorff. Pertama ditimbang ekstrak dan fraksi kulit batang C. soulatrri masing-masing sebanyak 0,2 g dilarutkan dengan etanol sebanyak 4 mL lalu ditetesi dengan HCl 2 N. Kemudian dibagi kedalam 2 tabung reaksi sebanyak 2 mL. Pada Mayer sebanyak 3 tetes, hasil positif dengan terbentuknya endapan putih kekuningan. Tabung kedua ditambah reagen Dragendorff sebanyak 3 tetes, hasil positif dengan terbentuknya endapan jingga . Uji Saponin Identifikasi uji saponin pada fraksi kulit batang C. soulatrri dilakukan dengan menimbang sebanyak 0,1 Kemudian fraksi air dimasukkan kedalam corong g ekstrak dan fraksi kulit batang C. pisah ditambahkan pelarut etil asetat 40 mL lalu corong pisah digojok hingga terbentuk 2 lapisan pada lapisan atas etil asetat dan lapisan bawah fase Refraksinasi dilakukan sebanyak 3 kali hingga didapatkan fraksi berwarna bening . Hasil dari ditambahkan air panas sebanyak 10 mL kemudian Kemudian larutan dikocok kuat- kuat setelah itu ditambahkan HCl 2 N 1 tetes. Jika terbentuk buih stabil tidak kurang selama 10 menit dengan setinggi 1-10 cm maka positif mengandung saponin . menggunakan waterbath dengan suhu 55oC hingga Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 208Ae 218 e-ISSN: 2598-2095 Uji Fenol Uji In Vitro Aktivitas Antiinflamasi Identifikasi uji fenol pada ekstrak dan fraksi kulit Pembuatan Larutan TBS (Tris Buffer Salin. batang C. soulatrri dilakukan dengan menimbang NaCl sebanyak 4,35 gram ditambahkan aquadest sebanyak 0,1 g ekstrak dan fraksi kulit batang C. 200 mL lalu ditambahkan Tris buffer saline sebanyak soulatrri lalu dilarutkan sebanyak 2 mL etanol dalam 605 mg, ditambahkan kembali aquadest 200 mL, tabung reaksi. Larutan uji ditambahkan FeCl3. Jika diatur pH dengan asam asetat glacial sampai terjadi perubahan warna menjadi biru kehitaman atau hijau maka ditambahkan aquadest 100 mL . 6,2-6,5 mengandung fenol . Pembuatan 0,2% BSA (Bovine Serum Albumi. Uji Terpenoid dan Steroid BSA dimasukkan ke dalam labu ukur 100 ml Identifikasi uji terpenoid dan steroid pada ekstrak sebanyak 0,2 gram, kemudian ditambahkan larutan dan fraksi kulit batang C. soulatrri dilakukan dengan TBS dengan pH 6,2-6,5 hingga volume 100 mL . menimbang sebanyak 0,1 g ekstrak dan fraksi kulit Pembuatan Larutan Kontrol Negatif batang C. soulatrri kemudian dilarutkan dengan 2 mL Etanol dan etil asetat diambil masing-masing sebanyak 50 AAL lalu ditambahkan 0,2% BSA ke labu Liebermann Buchard sebanyak 1 mL. Hasil positif pada uji ukur hingga volume 5 mL . terpenoid apabila terjadi perubahan warna merah Pembuatan Larutan Uji dan Kontrol Positif atau ungu sedangkan hasil positif pada uji steroid Natrium Diklofenak akan terjadi perubahan warna biru atau hijau . Ekstrak etanol diambil sebanyak 50 mg kemudian Uji Flavonoid dilarutkan dengan etanol 96 % sebanyak 25 mL. Identifikasi uji flavonoid pada ekstrak dan fraksi kulit Fraksi etil asetat diambil sebanyak 50 mg dilarutkan batang C. soulatrri dilakukan dengan menimbang dengan pelarut etil asetat sebanyak 25 mL. Natrium sebanyak 0,1 g ekstrak dan fraksi kulit batang C. diklofenak diambil sebanyak 50 mg dilarutkan soulatrri dilarutkan dengan 2 mL etanol, kemudian dengan pelarut etanol sebanyak 25 mL. Konsentrasi ditambahkan 0,1 g serbuk Mg dan 1 mL HCl pekat. yang didapatkan yaitu 2. 000 ppm sebagai larutan Jika terjadi perubahan warna jingga, kuning atau induk, kemudian larutan induk dibuat seri kadar 000 ppm, 500 ppm, 250 ppm dan 125 ppm . mengandung flavonoid . Pengukuran Aktivitas Antiinflamasi Uji Tanin Kontrol positif natrium diklofenak dan larutan uji Identifikasi uji tanin pada ekstrak dan fraksi kulit diambil pada konsentrasi 500 AAL dari setiap batang C. soulatrri dilakukan dengan menimbang konsentrasi larutan ditambahkan dengan BSA 0,2% 0,1gram ekstrak dan fraksi kulit batang C. hingga volume 5 mL pada labu ukur, pada masing- kemudian dilarutkan dengan 2 mL etanol, kemudian masing konsentrasi didapatkan variasi konsentrasi ditambahkan gelatin 10% sebanyak 1 mL. Jika 12,5 ppm, 25 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 200 ppm, timbulnya endapan putih maka menunjukkan sampel kemudian selama 15 menit setiap larutan diinkubasi positif mengandung tanin . pada suhu 37oC, selanjutnya selama 5 menit dipanaskan pada suhu 70oC lalu didiamkan hingga dingin, kemudian dilakukan pengocokan dengan kuat Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 208Ae 218 e-ISSN: 2598-2095 pada larutan agar tidak terjadi penggumpalan pada IC50 menghambat radikal bebas yang diperoleh dengan pembacaan dan dilakukan pengukuran absorbansi menggunakan persamaan regresi linier y = bx a. dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang Nilai IC50 digunakan untuk mengetahui aktivitas gelombang 660 nm karena panjang 660 nm antiinflamasi yang dimiliki oleh sampel yang akan di merupakan panjang gelombang maksimum protein Data disajikan dalam bentuk gambar dan tabel . Perhitungan Persentase Penghambatan dengan perbandingan literatur. Denaturasi Protein Presentasi penghambatan denaturasi protein diukur rumus sebagai %inhibisi = HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi Tumbuhan Determinasi tumbuhan C. soulattri di Laboratorium X 100% Dasar FMIPA. Universitas Lambung Mangkurat. Senyawa yang menghambat denaturasi protein lebih Banjarbaru. besar dari 20% dianggap memiliki sifat antiinflamasi memastikan bahwa spesies sampel yang digunakan dan dapat digunakan sebagai nilai acuan untuk dalam penelitian telah sesuai dengan spesies pengembangan obat . tumbuhan yang terdapat dalam literatur. Hasil Perhitungan Persentase Nilai IC50 determinasi menunjukkan bahwa tumbuhan yang Nilai IC50 dihitung dengan membuat persamaan digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini regresi linier antara konsentrasi (X) dengan % termasuk dalam spesies Callophylum soulattri Burm inhibisi (Y) sehingga didapatakan nilai IC50 dari F Famili Clusiaceae. ekstrak etanol dan fraksi etil asetat kulit batang C. Pengolahan dan Penyerbukan Simplisia Kulit soulattri dan natrium diklofenak. Nilai IC50 bilangan batang C. yang menunjukkan konsentrasi . yang dapat Simplisia kulit batang C. soulattri diolah dari sampel Determinasi disubstitusikan untuk nilai y pada persamaan y= bx dikumpulkan dengan bobot sebesar 5 kg. Hasilnya a. Apabila disusbtitusikan dalam persamaan maka didapatkan simplisia serbuk yang diperoleh adalah akan didapatkan nilai x sebagai IC50 . sebesar 500 gram. Analisis Data Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah untuk data kualitatif seperti data hasil uji pendahuluan dilakukan dengan cara reaksi warna pada ekstrak etanol dan fraksi etil asetat yang disajikan dalam bentuk analisis deskriptif. Data kuantitatif yang didapat dari hasil penentuan Gambar 1. Serbuk kering kulit batang C. aktivitas antiinflamasi berdasarkan dalam bentuk nilai IC50 dengan spektrofotometri UV-Vis. Nilai Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 208Ae 218 e-ISSN: 2598-2095 Tabel 1. Simplisia serbuk kulit batang C. Bentuk Warna Bau Rasa Serbuk kasar Coklat Khas Sangat pahit Pembuatan Ekstrak Etanol 96% Kulit Batang Gambar 2. Ekstrak etanol kulit batang C. Ekstraksi Tabel 3. Hasil Uji Organoleptik Ekstrak Etanol 96% menggunakan metode maserasi. Hasil ekstraksi dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Hasil Ekstraksi Simplisia Kulit Batang C. Kulit Batang C. Bentuk Warna Bau Rasa Kental Coklat Khas Sangat Keterangan Jumlah Berat simplisia . Berat ekstrak . 38,35 Rendemen ekstrak (%) 7,7% Pembuatan Fraksi Etil Asetat Dau C. Ekstrak kering yang diperoleh dilakukan fraksinasi secara bertingkat dengan metode fraksinasi cair-cair Nilai rendemen ekstrak kulit batang C. soulattri yang diperoleh cukup kecil jika dibandingkan dengan penelitian oleh Husni et al . yang menghasilkan rendemen sebesar 13,97% dengan metode ekstraksi maserasi dengan palarut etanol 96% . Perbedaan menggunakan corong pisah . Fraksi kental kulit batang C. soulattri dihitung bobot konstan, hasilnya dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Rendemen Fraksi Etil Asetat Kulit Batang C. Berat ekstrak Beerat fraksi . 38,35 hasil rendemen dikarenakan pengambilan sampel yang berbeda dan lama waktu ekstraksi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Farida . tempat tumbuh suatu tumbuhan memengaruhi metabolisme tumbuhan tersebut dan kandungan metabolitnya . Hal ini dikarenakan perbedaan iklim, kandungan organik dan anorganik yang ada dalam tanah tempat tumbuhan tumbuh dan factor lingkungan seperti intensitas sinar matahari yang didapatkan. Selain itu, semakin lama waktu ekstraksi yang digunakan waktu kontak antara sampel dan pelarut semakin lama sehingga jumlah senyawa yang terinteraksi semakin banyak dan semakin tinggi rendemen yang dihasilkan. Rendemen (%) 2,61% Hasil nilai rendemen fraksi etil asetat yang didapat cukup kecil yaitu 2,61% Jika dibandingkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Husni et al . 8,94% metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol Terdapat perbedaan hasil rendemen hal ini dikarenakan asal tumbuhan yang digunakan dari tempat yang berbeda sehingga mempengaruhi metabolisme tumbuhan tersebut dan kandungan senyawa metabolitnya. Penelitian Husni et al . tumbuhan C. soulattri berasal dari Padang . Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 208Ae 218 e-ISSN: 2598-2095 Rendemen yang dihasilkan menunjukkan banyaknya Hasil pengujian menunjukkan ekstrak etanol dan jumlah yang dapat terlarut dalam pelarut etil asetat. soulattri positif memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenol. Sedangkan pada hasil pengujian negatif diperoleh pada uji steroid dan terpenoid. Selain itu, hasil pengujian pada fraksi etil asetat positif mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, dan tanin. Sedangkan pada hasil pengujian negatif diperoleh pada uji saponin, terpenoid dan steroid. Penelitian Gambar 3. Fraksi etil asetat kulit batang C. Tabel 5. Hasil Uji Organoleptik Fraksi Etil Asetat Kulit Batang C. Bentuk Warna Bau Agak keras Coklat Khas lainnya mengenai kandungan ekstrak etanol yang menunjukkan adanya golongan senyawa alkaloid, fenol, tanin, flavonoid, triterpenoid dan steroid, serta Uji Aktivitas Antiinflamasi Kulit Batang C. soulattri terhadap Penghambatan Denaturasi Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol dan Asetat Protein secara In Vitro Kulit Batang C. Soulattri Ekstrak etanol 96% dan fraksi etil asetat kulit batang Senyawa metabolit sekunder yang diuji tabung yaitu soulattri dilakukan uji aktivitas antiinflamasi alkaloid, steroid, fenol, flavonoid, saponin, tanin, terhadap penghambatan denaturasi protein. Natrium Hasil pengujian skrining fitokimia yang diklofenak digunakan sebagai kontrol positif yang dilakukan dapat dilihat pada tabel 6. memiliki aktivitas antiinflamasi. Kontrol negatif yang Tabel 6. Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol 96% digunakan yaitu etanol 96% dan etil asetat. dan Fraksi Etil Asetat Kulit Batang C. Hasil Aktivitas Antiinflamasi dan Hasil IC50 Ket: ( ) : menunjukkan adanya senyawa Natrium Diklofenak Penghambatan Denaturasi Protein secara In Senyawa Reagen Alkaloid Dragendorff Mayer Flavonoid Serbuk Mg HCl P Aquadest HCl Terpenoid LiebermannBurchard Fenolik FeCl3 iritasi terhadap saluran cerna yang lebih rendah Tanin Gelatin 10% dibanding obat golongan AINS yang lain . Hasil Saponin Ekstrak Fraksi etil Vitro Penentuan nilai IC50 natrium diklofenak bertujuan untuk mengetahui besarnya aktivitas antiinflamasi, pembanding karena merupakan obat golongan AINS yang sering digunakan untuk mengatasi inflamasi dan nyeri. AINS derivat fenil asetat ini memiliki aktivitas analgesik dan antipiretik serta memiliki potensi efek antiinflamasi kuat dengan efek samping (-) : menunjukkan tidak adanya senyawa Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 208Ae 218 e-ISSN: 2598-2095 aktivitas antiinflamasi dari natrium diklofenak dapat menjadi lebih stabil sehingga saat diinduksi oleh dilihat pada tabel 7. panas sehingga protein tidak mengalami denaturasi Tabel 7. Aktivitas Antiinflamasi Natrium Diklofenak . Obat- obatan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) Konsentrasi . AbsorbansiASD 1A0,0029 Persen Inhibisi (%) 9,466 0,660A0,001 43,058 0,380A0,002 67,247 0,264A002 77,216 0,040A0,001 96,565 menstabilkan atau mencegah denaturasi protein. Hasil Aktivitas Antiinflamasi dan IC50 dari Ekstrak Etanol Penghambatan Denaturasi Protein secara In Vitro Tabel 8. Hasil IC50 Larutan Pembanding Natrium Ekstrak etanol dengan variasi konsentrasi 12,5 ppm. Diklofenak 25 ppm, 50 ppm, 100, 200 ppm dilakukan uji Persen Inhibisi Konsen . Rep 1 Rep 2 Rep 3 Rata- yeo aktivitas antiinflamasi. Hasil aktivitas antiinflamasi IC50ASD RSD dari ekstrak etanol dapat dilihat pada Tabel 9. Persen Inhibisi 9,607 9,555 9,236 9,466 6,060A 0,9802 42,980 43,023 43,170 43,058 0,01266 67,066 67,325 67,351 77,044 77,285 1,160 96,482 Tabel 9. Aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol kulit batang C. Konsentrasi AbsorbansiASD %Inhibisi 67,247 2,248A0,005 15,947 77,320 77,216 1,762A0,007 34,116 96,620 96,565 1,726A0,019 35,475 0,625A0,008 75,614 0,360A0,001 86,528 Natrium diklofenak dapat memberikan aktivitas antiinflamasi dari konsentrasi 12,5 ppm yang ditunjukkan oleh persen inhibisi kurang dari 20% yaitu 9,46%. Nilai tertinggi terletak pada konsentrasi mencapai 96,56%. IC50 merupakan konsentrasi sampel yang menghambat sebesar 50%. Persamaan Tabel 10. Hasil IC50 ekstrak etanol kulit batang C. Konsen . Persen Inhibisi Rep 1 Rep 2 Rep 3 diklofenak dengan nilai IC50 adalah 6. 06 ppm. IC50ASD % RSD Persen Inhibisi regresi yang didapat dari natrium diklofenak adalah y = 33,045 x 24,143 sehingga diperoleh nilai natrium Rata- 16,195 15,881 15,766 15,947 50,88A 34,401 33,949 33,998 34,116 8,5258 36,312 34,999 35,113 35,475 Penelitian Farida et al . rimpang temulawak 75,947 75,425 75,471 75,614 (Curcuma xanthorhiza Roxb. ) didapatkan nilai IC50 86,564 86,545 86,475 86,528 7,0314 natrium diklofenak sebesar 47,74 ppm . Hasil Berdasarkan data pada Tabel 9 dan 10 dapat dinyatakan bahwa aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol kulit batang C. soulattri, pada konsentrasi 12,5 ppm mencegah denaturasi protein. Natrium diklofenak memiliki nilai persen inhibisi kurang dari 20%. berikatan dengan albumin dan membuat protein Sedangkan pada konsentrasi 25 ppm, 50 ppm, 100 ppm Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 208Ae 218 e-ISSN: 2598-2095 dan 200 ppm memiliki nilai persen inhibisi lebih dari Tabel 12. Hasil IC50 fraksi etil asetat kulit batang C. Karena senyawa yang menghambat denaturasi protein lebih dari 20% dianggap memiliki sifat Konsentrasi . AbsorbansiASD %Inhibisi dengan persen inhibisi 2,716A0,023 -11,840 tertinggi terletak pada 200 ppm dengan persentasi 2,412A0,010 0,708 2,310A0,004 4,895 menggunakan ekstrak metanol daun C. 1,968A0,175 18,975 memiliki persentase penghambatan 100. 00% . 0,180A0,001 92,579 86,528%. Pada Berdasarkan perhitungan regresi linear persamaan y = 60,678 x 53,554 sehingga didapatkan Berdasarkan pada tabel 11 dan 12 dapat dinyatakan nilai IC50 ekstrak etanol kulit batang C. bahwa aktivitas antiinflamasi fraksi etil asetat kulit sebesar 50,88 ppm. batang C. soulattri pada konsentrasi 12,5 ppm, 25 ppm, 50 ppm dan 100 ppm memiliki nilai persen Hasil Aktivitas Antiinflamasi dan IC50 dari Fraksi Etil Asetat terhadap Penghambatan konsentrasi 200 ppm nilai persen inhibisi lebih dari Denaturasi Protein secara In Vitro Konsentrasi dengan persen inhibisi tertinggi Fraksi etil asetat dilakukan uji aktivitas antiinflamasi dengan variasi konsentrasi 12,5 ppm, 25 ppm, 50 ppm, 100, 200 ppm. Hasil aktivitas antiinflamasi dari dengan menggunakan fraksi etil asetat daun C. ekstrak etanol dapat dilihat pada Tabel 11. teysmannii memiliki persen penghambatan 97,22%. 92,579%. Sedangkan Pada Berdasarkan perhitungan regresi linear diperoleh Tabel 11. Aktivitas Antiinflamasi Fraksi Etil Asetat persamaan y = 75,454 x 107,128 sehingga Kulit Batang C. didapatkan nilai IC50 fraksi etil asetat sebesar Persen Inhibisi Konsen . Rep 1 Rep 2 Rep 3 Rata- yeo 121,25 ppm. Hasil penelitian sebelumnya didapatkan IC50ASD RSD nilai IC50 fraksi etil asetat daun C. Persen sebesar 62,44 ppm . , berdasarkan penelitian Inhibisi 121,25A 10,721 12,331 12,468 11,840 0,578 0,506 1,243 0,708 4,877 4,690 5,119 4,895 23,213 23,00 10,711 18,975 92,575 92,574 92,643 92,597 1,137 sebelumnya yang dilakukan oleh Filbert et al . pada biji pinang yaki (Areca vestiaria Gisek. nilai fraksi etil asetat lebih besar dibanding dengan ekstrak etanol hal ini karena adanya beberapa senyawa aktif yang terdapat dalam ekstrak yaang menghambat radikal bebas sehingga nilai IC50 dari ekstrak lebih baik dari fraksinya . Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 208Ae 218 Menurut Novika menghambat denaturasi protein lebih dari 20% dianggap memiliki sifat antiinflamasi dan dapat dilanjutkan pada pengujian antiinflamasi lanjutan . Prinsip pengujian stabilisasi membran adalah penurunan absorbansi pada campuran larutan uji. Semakin kecil nilai absorbansi yang dihasilkan maka semakin kecil hemolisis yang terjadi, sehingga semakin signifikan aktivitas anti inflamasi yang dimiliki sampel . e-ISSN: 2598-2095 UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung dengan baik. DAFTAR PUSTAKA