Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen e-ISSN: 2461-0593 PENGARUH LIKUIDITAS. PERPUTARAN BARANG. DAN NILAI TUKAR TERHADAP PROFITABILITAS DI SUB INDUSTRI TEKSTIL YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2019-2023 Salsabillah Herdy Maharani Salsabillahherdy02@gmail. Widhi Ariestianti Rochdianingrum Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya ABSTRACT This research aims to determine and analyze the effect of liquidity, goods flow, exchange rate, and profitability. The liquidity was referred to as the Current Ratio (CR), goods flow was referred to as Inventory Turnover, and the exchange rate was referred to as the value of currency middle rate. Furthermore, the research applies quantitatively with secondary data, that were gained from companies' financial statements. The data collection technique used purposive sampling. In line with that, there were 10 Textile subindustry companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2019-2023. Moreover, the data analysis technique used multiple linear regression with the SPSS (Statistical Product and Service Solutio. 20 version. The result indicates that liquidity has a positive significant effect on profitability. Likewise, goods flow has a positif significant effect on profitability. On the other hand, the exchange rate has an negative insignificant effect on profitability. Keywords: liquidity, goods flow, exchange rate, and profitability. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh likuiditas, perputaran barang, nilai tukar dan profitabilitas. Likuiditas diproksikan dengan Current Ratio (CR), perputaran barang diproksikan dengan Inventory Turnover, dan nilai tukar diproksikan dengan nilai pada kurs tengah mata Penelitian ini termasuk pendekatan kuantitatif yang dimana jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 10 perusahaan sub industri tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019 Ae 2023. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS versi 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan perputaran barang berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, dan nilai tukar berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap profitabilitas. Kata Kunci: likuiditas, perputaran barang, nilai tukar, profitabilitas PENDAHULUAN Industri tekstil merupakan salah satu sektor manufaktur utama yang awalnya bertujuan memenuhi kebutuhan domestik dan impor, namun kemudian berkembang menjadi industri ekspor nonmigas unggulan Indonesia. Industri ini mencakup produksi serat, benang, kain, hingga pakaian dan keperluan rumah tangga, serta berperan penting dalam mendukung perekonomian nasional. Selain menjadi sumber devisa, industri tekstil juga dikenal sebagai industri padat karya karena menyerap banyak tenaga kerja, termasuk yang berpendidikan rendah (Purwanto, 2. Meski pernah menjadi komoditas unggulan, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhannya menurun, berdampak pada PHK, penurunan ekspor, dan efisiensi produksi, sebagaimana terlihat dari kontribusinya terhadap PDB Indonesia pada 2019Ae2023. Pengaruh Likuiditas. Perputaran. Salsabillah Herdy Maharani. Widhi Ariestianti Rochdianingrum 0,98 -1,98 1,03 9,34 1,06 -4,08 1,21 Kontribusi / Persen Terhadap PDB -8,88 Pertumbuhan / Persen 1,26 15,35 Pertumbuhan dan Kontribusi Industri Tekstil Dan Pakaian Jadi Terhadap PDB Indonesia Tahun 20192023 Gambar 1 Pertumbuhan dan Kontribusi Tekstil dan Pakaian Jadi Sumber: Kusnandar . Berdasarkan Gambar 1 menunjukkan fluktuasi pertumbuhan industri tekstil Indonesia pada 2019Ae2023. Tahun 2019 mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,35% dengan kontribusi PDB 1,26%, didukung tingginya ekspor dan stabilitas pasar domestik. Namun, pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan tajam di 2020, dengan pertumbuhan -8,88% dan kontribusi PDB turun ke 1,21%. Pada 2021, meskipun masih negatif (-4,08%), terdapat tanda pemulihan seiring pulihnya aktivitas ekonomi global. Tahun 2022 menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 9,34%, namun kontribusi PDB tetap rendah . ,03%), menandakan pemulihan berfokus pada volume, bukan nilai tambah. Di 2023, industri kembali terkontraksi (-1,98%) dengan kontribusi PDB turun menjadi 0,98%, dipicu oleh ketatnya persaingan global dari negara seperti Vietnam dan Bangladesh. Data ini menunjukkan bahwa pemulihan industri tekstil belum stabil dan kontribusinya terhadap PDB terus menurun, menandakan menurunnya peran sektor ini sebagai pendorong utama ekonomi nasional. Millions Nilai Ekspor Industri Teksil di Indonesia Tahun Nilai Ekspor / US$ Gambar 2 Nilai Ekspor Tekstil 2019-2023 Sumber: Ahdiat . Gambar 2 menunjukkan fluktuasi nilai ekspor industri tekstil Indonesia tahun 2019Ae2023. Tahun 2019 mencatat nilai ekspor tertinggi sebesar 4. 598 juta USD, mencerminkan kinerja positif sebelum pandemi. Namun, di 2020 terjadi penurunan drastis sekitar -22% menjadi 581 juta USD akibat turunnya permintaan global selama pandemi COVID-19. Tahun 2021 mencatat pemulihan signifikan dengan ekspor naik ke 4. 566 juta USD, menunjukkan membaiknya pasar global. Namun, nilai ekspor kembali menurun pada 2022 sebesar -6,8% 256 juta USD karena ketidakstabilan ekonomi global dan persaingan internasional. Di tahun 2023, ekspor turun lagi sekitar -14,8% menjadi 3. 627 juta USD. Penurunan ini menunjukkan bahwa industri tekstil masih menghadapi tantangan berat, termasuk Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 persaingan dari negara-negara seperti Vietnam. Bangladesh, dan India yang menawarkan harga lebih rendah. Penurunan ekspor ini berdampak langsung pada pendapatan negara dan kinerja perusahaan tekstil Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir keuntungan industri tekstil telah mengalami fluktuasi. Ini terlihat dari data profitabilitas oleh penjualan bersih yang diperoleh sub industri tekstil sebagai berikut : Tabel 1 Data NPM Sub Industri Tekstil Tahun 2019-2023 Kode Perusahaan BELL CNTX ARGO ESTI INDR MYTX POLY SRIL SSTM TFCO Rata-Rata 4,955 NPM . et profit margi. dalam persen (%) -15,372 -16,101 -21,381 6,248 Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan, 2024 Berdasarkan Tabel 1. menunjukkan rata-rata net profit margin (NPM) pada tahun 2019-2020 terjadi penurunan sebesar -132,23% dari sebesar 4,955% menjadi -15,372%. Penurunan ini terjadi disebabkan oleh adanya dampak dari pandemi COVID-19 yang mengguncang perekonomian Pandemi menyebabkan penurunan permintaan sekaligus penjualan akibat turunnya daya beli masyarakat serta kebijakan pembatasan sosial yang menghambat distribusi dan operasional Rata-rata NPM pada tahun 2020-2021 terjadi penurunan sebesar -4,74% dari sebesar -15,372% menjadi sebesar -16,101%. Penurunan ini terjadi disebabkan di tahun 2021 kondisi bisnis masih dalam proses pemulihan pasca pandemi COVID-19. Rata-rata NPM pada tahun 2021-2022 mengalami penurunan signifikan sebesar -32,78% dari -16,101% menjadi sebesar -21,381%. Penurunan ini disebabkan oleh pandemi yang masih memiliki dampak sisa pada tahun 2022, ditambah dengan ketegangan geopolitik seperti konflik Rusia-Ukraina memperparah gangguan rantai pasok global. Hal ini mempengaruhi ketersediaan bahan baku dan menambah biaya logistik dan berdampak juga pada penurunan permintaan terhadap produk tekstil terutama di pasar domestik dan ekspor akibat inflasi global. Rata-rata NPM pada tahun 2022-2023 mengalami kenaikan sebesar 129,24% dari sebesar -21,381 menjadi sebesar 6,248%. Kenaikan ini disebabkan adanya pemulihan ekonomi pasca pandemi yang mendorong peningkatan aktivitas bisnis, permintaan produk, serta perbaikan rantai pasok. Selain itu, banyak perusahaan menerapkan strategi efisiensi operasional dan manajemen biaya yang lebih baik, sehingga mampu meningkatkan profitabilitas. Kenaikan permintaan dan harga produk termasuk faktor penting, terutama bagi perusahaan yang bergerak di sektor tekstil dan manufaktur, seperti SRIL dan ARGO, yang mengalami lonjakan NPM secara signifikan. Perbaikan kondisi ekonomi global dan domestik turut berkontribusi terhadap peningkatan daya beli konsumen, sehingga berdampak positif pada pendapatan perusahaan. Profitabilitas merupakan indikator penting dalam menilai kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan menjadi pertimbangan utama bagi investor (Nuraini & Suwaidi, 2. Salah satu faktor yang memengaruhi profitabilitas adalah likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek. Likuiditas yang baik dapat mengurangi beban keuangan dan risiko keterlambatan pembayaran, sehingga berdampak positif terhadap Pengaruh Likuiditas. Perputaran. Salsabillah Herdy Maharani. Widhi Ariestianti Rochdianingrum laba (Lusiana, 2023. Ulfa & Widati, 2. Investor juga menilai likuiditas sebagai ukuran kecepatan aset lancar dikonversi menjadi kas. Penelitian Sukmayanti & Triaryati . menyebutkan bahwa pemanfaatan likuiditas yang optimal berpengaruh positif terhadap Selanjutnya, akan disajikan data pengaruh likuiditas . urrent rati. terhadap profitabilitas . et profit margi. pada sub industri tekstil yang terdaftar di BEI periode 2019Ae2023. Tabel 2 Data Likuiditas (CR) Sub Industri Tekstil Tahun 2019-2023 Kode Perusahaan BELL CNTX ARGO ESTI INDR MYTX POLY SRIL SSTM TFCO Rata-Rata Likuiditas (Current Rati. dalam persen (%) 168,309 142,741 129,379 137,515 138,963 Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan, 2024 Pada Tabel 2 berdasarkan data likuiditas yang ditunjukkan dengan perhitungan CR . urrent rati. diperoleh dari industri tekstil tahun 2019-2023, menunjukkan bahwa ratarata likuiditas (CR) pada tahun 2019-2020 terjadi penurunan sebesar 15,19% dari sebesar 168,309% menjadi 142,741% . Penurunan ini terjadi imbas dari pandemi COVID-19 yang menyebabkan aktivitas masyarakat terbatas dan penurunan daya beli terhadap produk tekstil sehingga berdampak pada penjualan yang terhambat dan aset lancar perusahaan Pada tahun 2020-2021, rata-rata likuiditas (CR) terjadi penurunan sebesar 9,36% dari sebesar 142,741% menjadi sebesar 129,379%. Penurunan ini terjadi karena masih adanya dampak berkelanjutan pandemi COVID-19 yang menyebabkan permintaan pasar domestik dan pasar internasional terhadap produk tekstil belum sepenuhnya ke tingkat normal ditambah pada saat tahun 2020 terdapat banyak perusahaan yang mengambil hutang jangka pendek untuk menjaga operasionalnya sehingga di tahun 2021 hutang ini mulai dibayar kembali dan berdampak pengurangan aset lancar perusahaan. Pada tahun 2021-2022, rata-rata likuiditas (CR) terjadi kenaikan 6,29% dari sebesar 129,379% menjadi sebesar 137,515%. Kenaikan ini terjadi kemungkinannya yaitu penjualan kredit yang lebih tinggi bisa meningkatkan piutang yang berkontribusi pada aset lancar dan meningkatnya permintaan produk tekstil dapat membantu perusahaan meningkatkan pendapatan dan Rata-rata likuiditas (CR) tahun 2022-2023 mengalami kenaikan 1,05% dari sebesar 137,515%. menjadi sebesar 138,963%. Namun, kemungkinan kenaikan ini terjadi dikarenakan adanya peningkatan aset lancar pada perusahaan maka perusahaan mampu melunasi sebagian hutang jangka pendek sehingga liabilitas lancar berkurang. Hal ini disebabkan kondisi ekonomi membaik pasca-pandemi atau setelah periode ketidakpastian, perusahaan mungkin melihat peningkatan pendapatan yang berdampak pada likuiditas. Lalu, hasil olah data likuiditas ini dibandingkan dengan rata-rata NPM periode 2019-2023 Tabel 3 Perbandingan Rata-Rata Likuiditas (CR) dan Profitabilitas (NPM) Sub Industri Tekstil Tahun 2019-2023 Tahun Rata- Rata Likuiditas (Perse. 168,309 142,741 129,379 Rata-Rata Profitabilitas (Perse. -4,955 -15,372 -16,101 Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Tahun Rata- Rata Likuiditas (Perse. 137,515 138,963 Rata-Rata Profitabilitas (Perse. -21,381 -6,248 Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Mengacu Tabel 3 diatas. pada tahun 2019 rata-rata likuiditas (CR) tercatat sebesar 168,309% sedangkan tingkat profitabilitas (NPM) justru menunjukkan angka negatif sebesar -4,955%. Ini mengindikasikan meskipun perusahaan dapat melunasi utang jangka pendeknya dengan lancar, namun mereka tidak efisien dalam menghasilkan laba. Pada tahun 2020, rata-rata likuiditas (CR) sebesar 142,741% dan profitabilitas (NPM) juga mengalami penurunan signifikan menjadi -15,372%. Penurunan likuiditas berlanjut pada 2021, rata-rata likuiditas (CR) sebesar 129,379% dan profitabilitas (NPM) sebesar -16,101%. Pada tahun 2022, rata-rata likuiditas (CR) sebesar 137,515% dan profitabilitas (NPM) sebesar -21,381%, diketahui likuiditas (CR) sedikit meningkat dari tahun lalu, tetapi profitabilitas rata-rata tetap negatif. Tahun 2023, rata-rata likuiditas (CR) sebesar 138,963% dan profitabilitas (NPM) sebesar 6,248%. Hal ini menunjukkan likuiditas (CR) sedikit meningkat dari tahun 2022, diikuti kenaikan NPM rata-rata menjadi -6,248%, yang menunjukkan kondisi industri semakin tidak Secara umum tren likuiditas cenderung menurun dari 2019 hingga 2021, kemudian sedikit mengalami peningkatan pada 2022 dan 2023. Namun, fluktuasi ini tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap profitabilitas karena tidak ditemukan hubungan yang jelas antara tingkat likuiditas (CR) dengan profitabilitas (NPM). Penurunan atau kenaikan current ratio (CR) tidak selalu sejalan dengan naik turunnya net profit margin (NPM). CR yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek, namun tidak menjamin profitabilitas tinggi. Menempatkan dana berlebih pada aset lancar bisa meningkatkan likuiditas, tetapi mengurangi peluang investasi yang lebih menguntungkan, sehingga menghambat pertumbuhan laba jangka panjang. Hal ini sesuai dengan pendapat Van Horne & Wachowicz Jr. , bahwa terdapat hubungan terbalik antara likuiditas dan profitabilitas: semakin tinggi likuiditas, semakin rendah potensi sebaliknya, likuiditas rendah dapat mendorong profitabilitas yang lebih tinggi, meskipun risikonya juga meningkat. Adapun faktor lain yang mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan yaitu, perputaran persediaan. Menurut Aminah & Sumarni . , perputaran persediaan adalah rasio yang menunjukkan seberapa banyak dana yang ada dalam persediaan dan seberapa cepat persediaan itu terjual dalam suatu periode waktu. Semakin tinggi perputaran persediaan, maka semakin kecil modal kerja yang terikat dalam persediaan barang dagangan ini mencerminkan bahwa perusahaan memperoleh hasil yang lebih optimal dalam pengelolaan persediaannya (Hery, 2017:. Jika perputaran persediaan barang lebih cepat, maka biaya yang dapat ditekan menjadi lebih tinggi, sehingga perolehan laba suatu perusahaan menjadi lebih besar. Namun sebaliknya, jika perputaran persediaan barang bergerak lebih lambat, maka perolehan laba suatu perusahaan menjadi lebih rendah (Kurniawati & Fitri, 2. Berikut disajikan pengaruh perputaran barang terhadap profitabilitas . et profit margi. pada industri tekstil di Bursa Efek Indonesia periode 2019- 2023. Tabel 4 Data Perputaran Barang Sub Industri Tekstil Tahun 2019-2023 Kode Perusahaan BELL CNTX ARGO ESTI INDR MYTX Perputaran Barang dalam persen (%) Pengaruh Likuiditas. Perputaran. Salsabillah Herdy Maharani. Widhi Ariestianti Rochdianingrum Kode Perusahaan POLY SRIL SSTM TFCO Rata-Rata 3,702 Perputaran Barang dalam persen (%) 2,952 3,312 3,346 6,979 Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Pada tabel 4 ditunjukkan perputaran barang yang diperoleh dari industri tekstil tahun Rata-rata perputaran barang tahun 2019-2020 terjadi penurunan sebesar 20,26% dari sebesar 3. 702 kali menjadi 2. 952 kali. Penurunan ini terjadi kemungkinan besar imbas pandemi COVID-19 yang mempengaruhi permintaan dan produksi industri tekstil. Pada tahun 2020-2021 perputaran barang terjadi kenaikan kenaikan 12,20% dari sebesar 2. 952 kali 312 kali. Kenaikan ini terjadi disebabkan pemulihan ekonomi setelah adanya pelonggaran aktivitas sehingga berdampak pada permintaan produk tekstil. Rata-rata perputaran barang tahun 2021-2022 terjadi kenaikan 1,03% dari sebesar 3. 312 kali menjadi 346 kali. Kenaikan yang tidak signifikan ini mencerminkan stabilitas ekonomi di tahun Tahun 2022-2023 rata-rata perputaran barang mengalami kenaikan secara signifikan sebesar 108,61% dari sebesar 3. 346 kali menjadi sebesar 6. 979 kali. Kenaikan signifikan ini diakibatkan perusahaan mungkin mengalami lonjakan permintaan, baik dari pasar domestik maupun internasional, yang dapat mendorong perusahaan untuk mengoptimalkan pengelolaan persediaannya dan diikuti tren konsumsi yang meningkat karena perubahan gaya hidup atau tren mode di industri tekstil. Lalu, dianalisis dengan membuat perbandingan antara rata-rata perputaran barang dengan profitabilitas (NPM) sebagai berikut : Tabel 5 Perbandingan Rata-Rata Perputaran Barang dan Profitabilitas (NPM) Sub Industri Tekstil Tahun 2019-2023 Tahun Rata- Rata Perputaran Barang (Kal. Rata-Rata Profitabilitas (Dalam Perse. 4,955 -15,372 -16,101 -21,381 6,248 Sumber: Data diolah peneliti, 2024 Berdasarkan Tabel 5 di atas diketahui pada 2019-2020 industri tekstil kondisi perputaran barangnya mengalami penurunan sebesar 3. 702 kali menjadi 2. 952 kali, namun profitabilitas mengalami penurunan sebesar 4,955% menjadi -15,372%. Kemudian, di tahun 2021, 2022, dan 2023 kondisi perputaran barang mengalami kenaikan sebesar 3. 312 kali menjadi 3. 346 kali 979 kali, namun pada profitabilitas (NPM) industri tekstil mengalami penurunan secara signifikan sebesar -16,101% menjadi -21,381% dan kenaikan -6,428%. Dari uraian analisis tersebut diketahui bahwa perputaran barang industri tekstil selama periode 2019-2023 cenderung stabil dengan tren profitabilitas yang menunjukkan pengurangan kerugian secara Dari perbandingan tersebut dapat disimpulkan bahwa hubungan antara perputaran barang dengan profitabilitas tidak selalu linier. Salah satu bukti penyebab hal ini terjadi dikarenakan peningkatan perputaran barang untuk memaksimalkan volume penjualan tidak diikuti dengan peningkatan harga jual sehingga tidak mencukupi untuk menutupi biaya tetap dan variabel seperti bahan baku, tenaga kerja, dan sebagainya, maka keuntungan yang didapat perusahaan tetap sedikit atau bahkan rugi. Akibatnya, meskipun perputaran barang tinggi profitabilitas bisa tetap rendah atau bahkan negatif. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Adapun faktor ketiga yang dapat meningkatkan profitabilitas, yaitu nilai tukar. Nilai tukar . merupakan harga suatu mata uang jika dibandingkan dengan mata uang aslinya lainnya untuk melakukan pembayaran internasional dan memenuhi kebutuhan perdagangan internasional (Adjei et al. , 2. Perubahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar juga dapat mempengaruhi keuntungan dan kerugian perusahaan (Setyoko & Purwanti, 2. Hal ini disebabkan oleh adanya pergerakan nilai tukar dapat mempengaruhi arus kas yang diterima dan dibayarkan oleh perusahaan, terutama yang beroperasi dengan mata uang lokal. Kurs Tengah Mata Uang Dolar AS Terhadap Rupiah 000,00 000,00 000,00 000,00 Kurs Tengah Mata Uang Dolar AS Terhadap Rupiah Gambar 3 Kurs Tengah Mata Uang Dolar AS Terhadap Sumber: data diolah peneliti, 2024 Gambar 5 menunjukkan bahwa kurs tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada periode 2019-2023 mengalami fluktuasi. Di tahun 2019, nilai tukar rupiah Rp. 075,61 terhadap dolar AS mengalami peningkatan sebesar Rp. 15,178. 78 di 2023. Hal ini menunjukkan bahwa Rupiah melemah terhadap Dolar AS. Pergeseran nilai tukar dapat berdampak biaya produksi dan harga jual, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan tekstil yang bergantung pada kegiatan ekspor dan impor (Hardani & Rozani, 2. Profitabilitas perusahaan cenderung meningkat ketika nilai tukar Rupiah Hal ini terjadi jika industri tekstil sebagai perusahaan yang mengimpor bahan baku, barang, atau peralatan dari luar negeri yang harganya dihitung dalam dolar, maka perusahaan tersebut akan mengeluarkan lebih sedikit rupiah untuk mendapatkan jumlah dolar yang sama. Dengan biaya bahan baku yang lebih rendah, perusahaan dapat meningkatkan margin keuntungan yang langsung berdampak pada profitabilitas. Berbanding terbalik jika nilai tukar rupiah melemah, maka profitabilitas perusahaan cenderung menurun. Hal ini terjadi jika industri tekstil sebagai perusahaan yang mengekspor dengan melemahnya rupiah bisa menjadi keuntungan. Ketika nilai tukar rupiah turun, produk tekstil yang dijual ke luar negeri akan menjadi lebih murah dalam mata uang negara tujuan serta produk menjadi lebih kompetitif di pangsa pasar internasional sehingga profitabilitas perusahaan meningkat. Berdasarkan penjelasan dan penjabaran latar belakang yang penulis lakukan adapun pokok permasalahan dalam penelitian ini, yaitu . Apakah pengaruh likuiditas terhadap profitabilitas sub industri tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019 2023?, . Apakah pengaruh perputaran barang terhadap profitabilitas sub industri tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019 - 2023? , dan . Apakah pengaruh nilai tukar terhadap profitabilitas sub industri tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019 - 2023? Pengaruh Likuiditas. Perputaran. Salsabillah Herdy Maharani. Widhi Ariestianti Rochdianingrum TINJAUAN TEORITIS Kinerja Perusahaan Brigham & Houston . kinerja keuangan didefinisikan sebagai ukuran yang dipakai untuk mengevaluasi sejauh besar perusahaan dapat mengelola sumber daya keuangannya. Analisis kinerja keuangan dilakukan untuk mengetahui bagaimana perusahaan mengelola keuangannya secara tepat dan sesuai dengan prinsip pengelolaan yang baik. Dalam cakupan kinerja keuangan terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan keuangan dan operasionalnya. Profitabilitas Profitabilitas adalah salah satu indikator yang dipakai untuk mengukur kinerja sebuah Profitabilitas mencerminkan kapasitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan atau laba selama jangka waktu tertentu (Kasmir, 2. Profitabilitas sangat penting dalam dunia bisnis karena dapat dipakai untuk mengevaluasi kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan pendapatan dan membantu investor dalam menentukan apakah mereka harus berinvestasi di suatu sektor (Nuraini & Suwaidi, 2. Likuiditas Kasmir . mengemukakan likuiditas adalah rasio yang memperlihatkan potensi perusahaan dalam menunaikan kewajiban jangka pendek yang telah jatuh tempo. Kewajiban jangka pendek perusahaan bisa berupa pajak, utang usaha, dividen, dan lain sebagainya. Menurut Brigham & Houston . , perusahaan dikatakan likuid jika memiliki kemampuan untuk menunaikan kewajiban jangka pendeknya pada saat jatuh tempo, dengan menggunakan aset lancar seperti kas, piutang, atau persediaan. Perputaran Barang Menurut Aminah & Sumarni . , perputaran barang adalah rasio yang mengukur jumlah dana yang diinvestasikan dalam persediaan yang berputar dalam periode tertentu atau berapa lama rata-rata persediaan berada di gudang sebelum terjual. Persediaan merujuk pada barang-barang yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dijual dalam proses bisnis, atau bahan yang akan diproses lebih lanjut untuk menghasilkan barang yang siap dijual (Kieso et al. , 2. Nilai Tukar Nilai tukar merujuk pada harga satu mata uang dibandingkan dengan mata uang Nilai tukar sangat berpengaruh pada kinerja keuangan perusahaan, terutama bagi perusahaan yang beroperasi dalam pasar internasional atau memiliki transaksi dalam mata uang asing. Nilai tukar, atau yang biasa disebut kurs, merujuk pada jumlah uang dalam mata uang domestik yang harus dikeluarkan, yakni jumlah rupiah yang diperlukan, untuk mendapatkan satu unit mata uang asing (Sukirno, 2. Nilai tukar . merupakan nilai harga sebuah mata uang yang dibandingkan dengan nilai mata uang Eropa. Amerika Serikat, dan lainnya untuk melakukan pembayaran internasional dan memenuhi kebutuhan perdagangan internasional (Adjei et al. , 2. Beradsarkan penjelasan dan penjabaran latar belakang yang penulis lakukan adapun pokok permasalahannya dalam penelitian ini, yaitu . Apakah pengaruh likuiditas terhadap profitabilitas sub industri tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019 2023?, . Apakah pengaruh perputaran barang terhadap profitabilitas sub industri tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019 - 2023? , dan . Apakah pengaruh nilai tukar terhadap profitabilitas sub industri tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019 - 2023? Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Penelitian Terdahulu Berbagai penelitian sebelumnya memberikan gambaran yang beragam terkait pengaruh likuiditas, perputaran barang, dan nilai tukar terhadap profitabilitas, antara lain . Ulfa & Widati . menemukan bahwa ukuran perusahaan dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, perputaran modal kerja dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh, . Dauda et al. menyatakan bahwa likuiditas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, . Rantika et al. menemukan bahwa likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan berpengaruh signifikan, . Rahman et al. menyimpulkan bahwa perputaran persediaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, perputaran kas dan piutang tidak berpengaruh, . Moyo & Tursoy . menyatakan nilai tukar berpengaruh positif terhadap profitabilitas, . Afhami et al. menemukan bahwa nilai tukar tidak berpengaruh terhadap profitabilitas bank syariah, inflasi memiliki pengaruh signifikan. Rerangka Konseptual Gambar 1 menjelaskan hubungan antara variabel independen, yaitu likuiditas, perputaran barang, dan nilai tukar, terhadap variabel dependen yaitu profitabilitas, baik secara parsial maupun simultan. Rerangka ini disusun untuk mempermudah analisis hubungan antar variabel dalam penelitian. Likuiditas (CR) Perputaran Barang (PB) Profitabilitas (NPM) Nilai Tukar (NT) Gambar 4 Rerangka Konseptual Pengembangan Hipotesis Pengaruh Likuiditas Terhadap Profitabilitas Likuiditas adalah kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancar yang dimiliki. Dalam penelitian ini, likuiditas diukur menggunakan current ratio (CR) karena mencerminkan kapasitas perusahaan dalam melunasi utang jangka pendek. Likuiditas yang baik dapat meningkatkan profitabilitas jika dikelola dengan seimbang. Penelitian oleh Sukmayanti & Triaryati . Ulfa & Widati . , serta Dauda et al. menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Namun. Rantika et al. menemukan hasil berbeda, yaitu likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. H1: Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Pengaruh Perputaran Barang Terhadap Profitabilitas Perputaran persediaan adalah rasio yang menunjukkan seberapa sering dana dalam persediaan berputar dalam periode tertentu (Kasmir, 2. Rasio ini penting untuk menilai efisiensi pengelolaan persediaan dan optimalisasi modal kerja. Semakin tinggi perputaran persediaan, semakin besar profitabilitas yang dapat dicapai karena dana tidak tertahan terlalu lama dan biaya penyimpanan dapat ditekan (Ahmed & Shaik, 2. Penelitian Rahman et al. dan Abdullah & Siswanti . mendukung adanya pengaruh positif signifikan antara Pengaruh Likuiditas. Perputaran. Salsabillah Herdy Maharani. Widhi Ariestianti Rochdianingrum perputaran persediaan dan profitabilitas. Namun, penelitian Amanda . menunjukkan hasil berbeda, yakni tidak ada pengaruh signifikan. H2: Likuiditas berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas Pengaruh Nilai Tukar Terhadap Profitabilitas Nilai tukar adalah perbandingan nilai mata uang suatu negara dengan mata uang asing yang digunakan dalam transaksi internasional (Adjei et al. , 2. Fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi profitabilitas, terutama bagi perusahaan yang terlibat dalam ekspor dan impor (Septiawan et al. , 2. Penguatan Rupiah menguntungkan importir karena menurunkan biaya bahan baku, sementara pelemahan Rupiah menguntungkan eksportir karena meningkatkan daya saing produk di pasar internasional. Dengan demikian, nilai tukar dapat berdampak positif terhadap profitabilitas perusahaan, khususnya yang berbasis ekspor. Penelitian Gulleid . Hossin & Mondol . , serta Moyo & Tursoy . mendukung adanya pengaruh signifikan nilai tukar terhadap profitabilitas. Namun. Afhami et al. menemukan bahwa nilai tukar tidak berpengaruh signifikan H3: Nilai Tukar berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis hubungan antar variabel melalui uji hipotesis dengan data berbentuk angka yang diolah secara statistik. Pendekatan ini didasarkan pada filosofi positivisme dan bertujuan menguji hipotesis secara objektif (Sugiyono, 2. Jenis penelitian yang digunakan adalah kausal komparatif, yang bertujuan mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara variabel. Adapun variabel independen dalam penelitian ini adalah likuiditas, perputaran barang, dan nilai tukar, sedangkan profitabilitas merupakan variabel dependen. Gambaran dan Populasi Penelitian Menurut Sugiyono . , populasi adalah kumpulan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti sebagai objek penelitian. Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah perusahaan sub industri tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019Ae2023. Pemilihan sub industri tekstil sebagai fokus penelitian bertujuan untuk menilai sejauh mana perusahaan-perusahaan tersebut mampu menghasilkan keuntungan. Teknik Pengambilan Sampel Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu metode pemilihan sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Menurut Kasmir . , purposive sampling memungkinkan peneliti memilih sampel yang dianggap paling relevan dan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan secara optimal. Adapun kriterian yang ditentukan antara lain . Perusahaan sub industri tekstil yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023, . Perusahaan sub industri tekstil yang melakukan IPO (Initial Public Offerin. setelah tahun 2019, . Perusahaan sub industri tekstil yang tidak mengalami suspensi dalam periode penelitian 2021-2023, dan . Perusahaan sub industri tekstil yang menerbitkan laporan keuangan secara berturut-turut selama periode 2019Ae 2023. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi untuk mengumpulkan data. Metode ini dilakukan dengan mengakses dan mengunduh laporan keuangan perusahaan sub industri tekstil sektor pakaian dan barang mewah yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 melalui situs resmi w. id dan Galeri BEI STIESIA Surabaya, untuk periode tahun 2019Ae2023. Variabel dan Definisi Operasional Variabel Variabel dependen Profitabilitas Profitabilitas merupakan performa perusahaan dalam menciptakan laba dalam jangka waktu tertentu yang dipengaruhi oleh besarnya penjualan, aset, serta modal saham yang Dalam penelitian ini profitabilitas diproksikan menggunakan Nett Profit Margin (NPM). Rumus yang digunakan sebagai berikut (Kasmir, 2. Nett Profit Margin = X 100% Variabel Independen Likuiditas Likuiditas merujuk pada tingkat kapasitas perusahaan dalam menunaikan liabilitas jangka pendek yang jatuh tempo. Likuiditas dalam penelitian ini diproksikan menggunakan Current Ratio (CR). Rumus yang diterapkan sebagai berikut (Kasmir, 2. Current Ratio = x 100% Perputaran Barang Perputaran persediaan ini merupakan rasio untuk melihat seberapa sering persediaan diperbarui atau dijual dalam suatu periode berdasarkan dana yang diinvestasikan dalam suatu periode. Rumus perputaran barang (Kasmir, 2. Inventory Turnover = ycu 100% Nilai Tukar Nilai tukar adalah kurs yang mencerminkan biaya perolehan satu unit mata uang asing dalam mata uang lokal. Dalam penelitian ini nilai tukar diproksikan menggunakan perhitungan kurs tengah dari data portal BIS (Bank International Settlement. Menurut Ekananda . , kurs tengah diformulakan: Kurs Tengah = Teknik Analisis Data Teknik analisis data digunakan untuk menjawab seluruh rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang diajukan secara akurat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 20. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Dalam analisis regresi, uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data pada variabel independen dan dependen berdistribusi normal (Sujarweni, 2. Salah satu metode yang digunakan adalah Kolmogorov-Smirnov (K-S), sebagaimana dijelaskan oleh Ghozali . Jika nilai signifikansi > 0,05, maka data dianggap berdistribusi normal. Sebaliknya, jika nilai signifikansi < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal. Pengaruh Likuiditas. Perputaran. Salsabillah Herdy Maharani. Widhi Ariestianti Rochdianingrum Uji Multikolinieritas Pengujian multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan linier antar variabel independen yang dapat mengganggu keakuratan model regresi. Menurut Sunyoto . , uji ini dilakukan melalui regresi berganda dengan melihat korelasi antar variabel independen menggunakan nilai variance inflation factor (VIF). Multikolinearitas terindikasi jika VIF > 10 dan nilai toleransi < 0,10. Sebaliknya, jika VIF < 10 dan toleransi > 0,10, maka tidak terjadi multikolinearitas dalam model. Uji Heteroskedastisitas Menurut Sujarweni . , uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya ketidakkonsistenan varian residual antar periode pengamatan. Uji ini dilakukan menggunakan metode Glejser, yaitu dengan meregresi nilai absolut residual terhadap variabel Berdasarkan Ghozali . , jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat heteroskedastisitas, sedangkan jika < 0,05 maka terdapat indikasi heteroskedastisitas dalam Uji Autokorelasi Menurut Ghozali . , uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara residual pada periode t dengan periode sebelumnya dalam model regresi. Model regresi yang baik seharusnya bebas dari autokorelasi. Untuk mengujinya, digunakan statistik Durbin-Watson (D-W) dengan ketentuan: jika nilai D-W < -2 berarti ada autokorelasi jika berada antara -2 hingga 2 berarti tidak ada autokorelasi. dan jika > 2 maka terdapat autokorelasi negatif. Uji Kelayakan Model Uji F Menurut Ghozali . , uji F digunakan untuk menilai kelayakan model regresi dalam memprediksi pengaruh Likuiditas. Perputaran Barang, dan Nilai Tukar terhadap Profitabilitas. Model dianggap layak jika nilai signifikansi uji F < 0,05, sedangkan jika > 0,05 maka model dinyatakan tidak layak digunakan. Uji Koefisien Determinasi (R. Menurut Ghozali . , uji koefisien determinasi (RA) digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai RA yang rendah mendekati 0 menunjukkan pengaruh yang sangat kecil, sedangkan nilai yang tinggi mendekati 1 menunjukkan bahwa variabel independen secara signifikan mampu menjelaskan variabel dependen. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam suatu model (Ghozali, 2018:. Dalam penelitian ini, variabel independennya terdiri dari Likuiditas (CR). Perputaran Barang (PB), dan Nilai Tukar (NT), sedangkan variabel dependennya adalah Profitabilitas (NPM). Pr = 1Li 2PB 3NT e Keterangan: = Profitabilitas = Likuiditas = Perputaran Barang = Nilai Tukar Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 e1, 2, 3 = Koefisien Regresi masing-masing variabel independen . = Konstanta = Standard Error Uji Hipotesis (Uji . Menurut Ghozali . , uji t digunakan untuk mengukur pengaruh signifikan variabel independen terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka terdapat pengaruh signifikan, sedangkan jika > 0,05, maka tidak ada pengaruh signifikan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 5 Hasil Uji Normalitas Normal Parameters yca. yca Unstandardized Residual 0E-7 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Hasil uji normalitas menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov yang sebelumnya pada model regresi tersebut nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,019 < 0,05. Ini menegaskan model regresi tidak berdistribusi normal kemungkinan karena adanya outliers. Setelah dilakukan penyesuaian outliers, uji normalitas kembali dilakukan. Hasilnya, nilai Asymp. Sig. -taile. menjadi 0,885, yang lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, model sudah berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Tabel 6 Hasil Uji Multikolinieritas VIF 1,615 2,036 1,351 Nilai Tolerance 0,619 0,491 0,740 Variabel Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Mengacu Tabel 2 hasil uji multikolinearitas, tidak terdeteksi masalah multikolinearitas dalam model regresi ini. Hal ini ditunjukkan oleh nilai tolerance yang berada di atas 0,10 dan nilai VIF yang memiliki angka kurang dari 10 untuk semua variabel independen. Hasil tersebut memperjelas bahwa hubungan yang ditemukan tidak cukup kuat antar variabel independen. Uji Heteroskedastisitas Tabel 7 Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Model Constant Unstandardized Coefficients Std. Error 0,359 0,295 -0,010 0,011 Sig. Keterangan 1,217 -0,884 0,234 0,384 Bebas Heteroskedastisitas Bebas Heteroskedastisitas Pengaruh Likuiditas. Perputaran. Salsabillah Herdy Maharani. Widhi Ariestianti Rochdianingrum Unstandardized Coefficients Std. Error -0,005 0,004 -2,079E-005 0,000 Model Sig. Keterangan -1,186 -1,046 0,245 0,304 Bebas Heteroskedastisitas Bebas Heteroskedastisitas Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Berdasarkan Tabel 3 hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji glejser, didapatkan hasil bahwa semua variabel independen memiliki nilai signifikansi (Sig. ) > dari 0,05, yaitu likuiditas (CR) sebesar 0,384, perputaran barang (PB) sebesar 0,245, dan nilai tukar (NT) sebesar 0,304. Hasil ini menegaskan bahwa tidak terdapat indikasi heteroskedastisitas dalam model regresi. Uji Autokorelasi Model 0,625a Tabel 8 Hasil Uji Autokorelasi R Square 0,391 Adjusted R Square 0,328 Std. Error of the Estimate 0,047824 Durbin-Watson 1,446 Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Mengacu Tabel hasil uji Durbin-Watson, didapatkan sebesar 1. 446 yang dimana nilai DW tersebut mendekati 2 sesuai dasar kriteria keputusan, sehingga dapat disimpulkan model regresi ini tidak terdapat autokorelasi. Uji Kelayakan Model Uji F Tabel 9 Hasil Uji F Model Regression Residual Total Sum of Squares 0,043 0,066 0,109 Mean Square 0,014 0,002 6,203 Sig. 0,002 Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Hasil uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 6,203 dan tingkat signifikansi 0,002 < 0,05. Ini menunjukkan model regresi yang digunakan dalam riset ini dianggap layak untuk menguraikan perubahan profitabilitas perusahaan. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 10 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model 0,625a R Square 0,391 Adjusted R Square 0,328 Std. Error of the Estimate 0,047824 Durbin-Watson 1,446 Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Hasil uji koefisien determinasi, diperoleh nilai R Square (RA) sebesar 0,391, yang berarti bahwa 39,1% variasi dalam net profit margin (NPM) bisa diuraikan oleh variabel likuiditas (CR), perputaran barang (PB), dan nilai tukar (NT). Sementara itu, sisanya 60,9% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan di model ini. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 11 Hasil Uji Analisis Regresi Linier Berganda Model Unstandardized Coefficients (Constan. Likuiditas Perputaran Barang Nilai Tukar -0,026 0,071 0,015 -7,671E-006 Standardized Coefficients Std. Error Beta 0,454 0,017 0,784 0,006 0,493 0,000 -0,042 Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Bentuk persamaan regresi linier berganda pada penelitian ini dapat dijelaskan sebagai Pr = -0. 026 0,071 Li 0,015 PB -0,000007671 NT e Persamaan analisis regresi berganda tersebut menunjukkan bahwa nilai profitabilitas (P. dipengaruhi oleh beberapa variabel independen, yaitu likuiditas (L. , perputaran barang (PB), dan nilai tukar (NT), diuraikan: . Nilai konstanta sebesar -0,026 menunjukkan besarnya nilai profitabilitas (P. ketika semua variabel independen bernilai nol, . Koefisien variabel likuiditas (L. sebesar 0,071 menggambarkan hubungan positif antara likuiditas (L. dan profitabilitas (P. , artinya setiap kali likuiditas (L. meningkat sebesar 1%, maka profitabilitas (P. juga akan meningkat sebesar 0,071% dengan asumsi variabel lain tetap, . Koefisien variabel perputaran barang (PB) sebesar 0,015 juga menggambarkan hubungan positif antara perputaran barang (PB) dan profitabilitas, artinya setiap kali perputaran barang (PB) meningkat sebesar 1%, maka profitabilitas (P. juga akan meningkat sebesar 0,015% dengan asumsi variabel lain tetap, dan . Koefisien variabel nilai tukar (NT) sebesar -0,000007671 menggambarkan hubungan negatif dengan profitabilitas (P. , artinya setiap kali nilai tukar (NT) menurun, profitabilitas (P. juga akan menurun sebesar 0,000007671. Uji Hipotesis (Uji . Tabel 12 Hasil Uji t Variabel Likuiditas Perputaran Barang Nilai Tukar 4,254 2,384 -0,251 Sig. 0,000 0,024 0,804 Keterangan Signifikan Signifikan Tidak Signifikan Sumber: Data Sekunder, 2025 (Diola. Mengacu pada Tabel uji hipotesis . , diinterpretasikan yaitu berikut: . Pengaruh Likuiditas (CR) terhadap Profitabilitas (NPM), pengujian ini menunjukkan bahwa variabel likuiditas (CR) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 (), dengan arah hubungan Nilai t hitung sebesar 4,254, sedangkan t tabel sebesar 1,699, sehingga t hitung > t tabel. Ini menegaskan likuiditas (CR) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (NPM). Dengan demikian, hipotesis pertama mengemukakan bahwa likuiditas berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dapat diterima, . Pengaruh Perputaran Barang (PB) terhadap Profitabilitas (NPM), pengujian ini menunjukkan bahwa variabel perputaran barang (PB) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,024, yang lebih kecil dari 0,05 (), dengan arah hubungan positif. Nilai t hitung sebesar 2,384, sedangkan t tabel sebesar 1,699, sehingga t hitung > t tabel. Ini mengindikasikan perputaran barang (PB) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (NPM). Dengan demikian, hipotesis kedua mengemukakan perputaran barang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas dapat diterima, dan . Pengaruh Nilai Tukar (NT) terhadap Profitabilitas (NPM), pengujian ini menunjukkan variabel nilai tukar (NT) memiliki nilai signifikansi sebesar 0,804 > 0,05 () yang mengarah Pengaruh Likuiditas. Perputaran. Salsabillah Herdy Maharani. Widhi Ariestianti Rochdianingrum hubungan negatif. Nilai t hitung sebesar -0,251, sedangkan t tabel sebesar 1,699, sehingga t hitung < t tabel. Ini mengindikasikan nilai tukar (NT) tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (NPM). Dengan demikian, hipotesis ketiga mengemukakan nilai tukar berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas ditolak. PEMBAHASAN Pengaruh Likuiditas Terhadap Profitabilitas Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas, yang diukur dengan current ratio (CR), berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (NPM) pada perusahaan sub-industri tekstil di BEI periode 2019Ae2023. Dengan demikian, hipotesis pertama (H. diterima, artinya semakin tinggi kemampuan perusahaan sub-industri tekstil dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, semakin besar kemampuannya dalam meningkatkan profitabilitas. Perusahaan sub-industri tekstil dengan likuiditas tinggi cenderung memiliki kestabilan keuangan yang lebih baik, dapat menjalankan operasional tanpa bergantung pada pinjaman jangka pendek, dan menghindari beban bunga yang tinggi. Sebaliknya, perusahaan sub-industri tekstil dengan likuiditas rendah berisiko menghadapi kesulitan keuangan, peningkatan biaya utang, hingga penurunan laba. Oleh karena itu, manajemen likuiditas yang optimal penting untuk menjaga dan meningkatkan profitabilitas. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Ulfa & Widati . dan Dauda et al. , yang menyimpulkan bahwa likuiditas tinggi berdampak positif terhadap profitabilitas serta meningkatkan kepercayaan investor. Namun, temuan ini bertentangan dengan studi Rantika et al. yang menyatakan tidak ada pengaruh signifikan, dan Manurung & Atmoko . yang menemukan pengaruh negatif. Pengaruh Perputaran Barang Terhadap Profitabilitas Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perputaran barang (PB) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (NPM) pada perusahaan sub-industri tekstil di BEI periode 2019Ae2023, sehingga hipotesis kedua (H. Artinya, semakin cepat perputaran barang, semakin besar peluang perusahaan dalam meningkatkan laba. Perusahaan sub-industri tekstil dengan perputaran barang tinggi cenderung lebih efisien dalam mengelola persediaan, mengurangi biaya penyimpanan, serta mencegah penumpukan stok yang merugikan, sehingga profitabilitas meningkat. Sebaliknya, perputaran barang yang lambat menyebabkan stok menumpuk, memperbesar beban operasional, dan menurunkan daya saing perusahaan. Hasil ini sejalan dengan temuan Rahman et al. dan Abdullah & Siswanti . yang menyatakan bahwa perputaran persediaan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Namun, hasil ini bertentangan dengan penelitian Fitriana et al. yang menemukan pengaruh negatif signifikan, serta Amanda . yang menyatakan tidak adanya pengaruh. Pengaruh Nilai Tukar Terhadap Profitabilitas Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa nilai tukar (NT) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas (NPM) pada perusahaan sub-industri tekstil yang terdaftar di BEI selama periode 2019Ae2023, sehingga hipotesis ketiga (H. Artinya, fluktuasi nilai tukar selama periode tersebut tidak berdampak berarti terhadap profitabilitas. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh penggunaan mata uang yang sama, seperti dolar AS, dalam aktivitas ekspor dan impor, sehingga fluktuasi nilai tukar rupiah tidak banyak memengaruhi margin keuntungan perusahaan. Penggunaan kurs tengah sebagai acuan dianggap tepat karena memberikan gambaran nilai tukar yang lebih adil dan seimbang, terutama dalam industri tekstil yang terlibat dalam kegiatan ekspor dan impor secara bersamaan. Selain itu, perusahaan dalam sub-industri tekstil memiliki karakteristik yang beragam, dengan sebagian besar lebih mengandalkan bahan baku lokal dan berorientasi pada pasar domestik. Kondisi ini mengurangi dampak perubahan nilai tukar terhadap kinerja keuangan mereka. Hal ini Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen : Volume 15. Nomor 4. April 2026 juga tercermin dari data ekspor industri tekstil Indonesia yang menurun dari US$ 4,256 juta pada tahun 2022 menjadi US$ 3,627 juta di 2023, meskipun pada saat yang sama terjadi depresiasi nilai tukar rupiah. Jika nilai tukar berpengaruh signifikan, maka pelemahan rupiah seharusnya meningkatkan ekspor karena produk menjadi lebih kompetitif. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, menunjukkan bahwa faktor seperti penggunaan bahan lokal dan orientasi pasar domestik lebih dominan dalam memengaruhi profitabilitas. Temuan ini sejalan dengan hasil riset Afhami et al. yang menyatakan bahwa fluktuasi nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Namun, hasil ini bertentangan dengan studi Moyo & Tursoy . yang menyimpulkan adanya pengaruh signifikan antara nilai tukar dan profitabilitas. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas dan perputaran barang berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan sub-industri tekstil di BEI periode 2019Ae2023. Likuiditas yang baik mencerminkan kestabilan keuangan, sedangkan perputaran barang yang cepat mendukung peningkatan laba. Sebaliknya, nilai tukar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas, mengindikasikan bahwa fluktuasi kurs tidak berdampak besar pada kinerja keuangan perusahaan tekstil selama periode yang diteliti. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, nilai R Square (RA) sebesar 0,391 menunjukkan bahwa hanya 39,1% variasi nett profit margin (NPM) dapat dijelaskan oleh variabel likuiditas, perputaran barang, dan nilai tukar, sementara 60,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Kedua, penelitian hanya menggunakan tiga variabel independen, padahal terdapat faktor lain baik keuangan maupun non-keuanganAiyang juga dapat memengaruhi profitabilitas. Ketiga, cakupan penelitian dibatasi pada perusahaan subindustri tekstil yang terdaftar di BEI selama periode 2020Ae2023, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasi ke sektor atau periode lain. Saran Berdasarkan simpulan dan keterbatasan penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat diberikan, yaitu . Perusahaan sub industri tekstil di BEI periode 2019Ae2023, disarankan untuk meningkatkan likuiditas melalui pengelolaan aset lancar dan kewajiban jangka pendek secara efisien, mengoptimalkan pengelolaan persediaan agar sesuai dengan permintaan pasar, serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor dengan memanfaatkan bahan baku lokal dan memperluas pasar domestik, . Calon investor disarankan untuk memilih perusahaan dengan likuiditas sehat, efisiensi dalam pengelolaan stok, dan strategi bisnis yang kuat, dan . Peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain seperti inflasi, struktur modal, dan harga bahan baku, serta memperluas periode penelitian guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi profitabilitas perusahaan tekstil. DAFTAR PUSTAKA