Gorontalo Development Review https://jurnal. id/index. php/gdrev Vol 09. No 01. Tahun 2026 P-ISSN : 2614-5170. E- ISSN :2615-1375 Nationally Accredited Journal. Decree No. 225/E/KPT/2022 Strategi Peningkatan Investasi Berbasis Sektor Unggulan di Kabupaten Pohuwato: Analisis Location Quotient dan Shift Share Strategies for Increasing Investment through Analysis of Leading Sectors in Pohuwato Regency: an Analysis of Location Quotient and Shift Share Lusi Kurnia1 1 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur/Jl. Rungkut Madya. Gn. Anyar. Kec. Gn. Anyar. Surabaya. Jawa Timur/Indonesia Email1: lusi_kurnia. adbis@upnjatim. Article info Article history: Received. 03-02-2026 Revised. 04-03-2026 Accepted. 01-04-2026 Abstract. Pohuwato Regency in Gorontalo Province possesses significant economic potential but faces challenges in transforming its economy from extractive This study aims to formulate strategic recommendations for the Pohuwato Regency Government to enhance investment in leading sectors to drive regional economic growth. The research method employs both quantitative and qualitative approaches using Location Quotient (LQ). Shift-Share Analysis (SSA), and Klassen Typology to map the regional economic structure. Additionally. Focus Group Discussions (FGD) were utilized to shape investment policy directions. Data collection was conducted through the compilation of secondary data for the 2020-2024 period. The study results identify Agriculture. Forestry, and Fisheries and Manufacturing Industries as basic and prime sectors requiring investment Recommended policy strategies include: . creating a competitive national business climate. focusing investment on basic needs, priority industries, export orientation, green investment, infrastructure, and . protecting and developing MSMEs and . improving local workforce quality. providing investment facilities. improving investment . promoting investment. fostering investment cooperation. Implementation of these strategies is expected to create a competitive and sustainable business climate in Pohuwato Regency. Abstrak. Kabupaten Pohuwato di Provinsi Gorontalo menghadapi tantangan dalam mentransformasi ekonomi dari sektor ekstraktif. Penelitian ini bertujuan menyusun rekomendasi strategis untuk meningkatkan investasi pada sektor unggulan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui teknik analisis Location Quotient (LQ). Shift-Share (SSA), dan Tipologi Klassen untuk memetakan struktur ekonomi Selain itu, penelitian ini juga melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) yang digunakan untuk merumuskan arah kebijakan investasi. Pengumpulan data dilakukan melalui kompilasi data sekunder periode Hasil penelitian mengidentifikasi sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan dan Sektor Industri Pengolahan sebagai sektor basis dan prima yang memerlukan prioritas investasi. Strategi kebijakan yang direkomendasikan meliputi: (. Mendorong terciptanya iklim usaha nasional untuk penguatan daya saing perekonomian nasional. Fokus penanaman modal pada pemenuhan kebutuhan dasar, industri prioritas, berorientasi pada riset dan inovasi. Membuka kesempatan bagi perkembangan dan memberikan perlindungan kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan . Mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Memberikan fasilitas penanaman modal. Perbaikan pemerataan penanaman modal. Promosi penanaman modal. Kerja sama penanaman Implementasi strategi ini diharapkan mampu menciptakan iklim bisnis yang kompetitif dan berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato. Keywords: Pohuwato Regency Superior Products. Location Quotient. Shift Share. Downstreaming Coresponden author: Email: lusi_kurnia. adbis@upnjatim. Pendahuluan Pembangunan ekonomi regional merupakan proses dinamis yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam menciptakan nilai tambah melalui optimalisasi sumber daya lokal (Yuliadi, 2. Indikator utama dalam mengukur keberhasilan pembangunan ini adalah melalui pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mencerminkan produktivitas berbagai sektor ekonomi (Sofilda et al. , 2. Secara teoretis, pertumbuhan wilayah sangat ditentukan oleh keberadaan sektor unggulan karena berperan sebagai faktor pendukung unggulan tersebut (Adji et al. , 2. Strategi pembangunan yang berbasis pada penguatan sektor-sektor basis ini menjadi krusial untuk menciptakan resiliensi ekonomi regional di tengah fluktuasi pasar global. Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan pemerintah dalam merumuskan rencana investasi dan pemetaan potensi sektor unggulan menjadi prasyarat mutlak guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan di tingkat lokal. Sektor unggulan bertindak sebagai engine of growth karena memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif yang mampu memberikan multiplier effect terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan daerah (Luckyardi et al. , 2. Hal ini sejalan dengan Teori Basis Ekonomi yang menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah sangat bergantung pada kemampuan sektor basis untuk mengekspor barang dan jasa keluar wilayah guna mendatangkan aliran pendapatan masuk (Lu, 2. Tanpa sektor basis yang kuat, sebuah daerah akan terjebak pada aktivitas konsumsi domestik . ektor non-basi. yang terbatas (Ruwandari and Suharlina, 2. Sebagai gerbang ekonomi di Kawasan Timur Indonesia yang menghubungkan Teluk Tomini. Kabupaten Pohuwato memiliki posisi geopolitik yang sangat strategis (Eraku et al. , 2023. Novriyal et al. , 2. Posisi ini, didukung oleh kekayaan maritim dan mineral, seharusnya mampu dikonversi menjadi keunggulan kompetitif daerah melalui penguatan sektor unggulan sebagai engine of growth oleh Kabupaten Pohuwato. Posisi ini juga memberikan keunggulan logistik bagi arus barang dan jasa, yang jika dikelola melalui strategi investasi yang tepat, dapat menjadikan Kabupaten Pohuwato sebagai pusat akumulasi modal dan distribusi komoditas unggulan (Ibrahim et al. Potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari kekayaan maritim di sektor pesisir hingga cadangan mineral di sektor pertambangan, menempatkan Kabupaten Pohuwato sebagai daya tarik utama bagi penanaman modal dalam negeri maupun asing. Oleh karena itu, identifikasi sektor basis menjadi langkah fundamental dalam perencanaan strategi investasi di tingkat kabupaten guna memastikan bahwa posisi geografis yang menguntungkan tersebut mampu dikonversi menjadi keunggulan kompetitif daerah yang berkelanjutan (Farida et al. Beberapa penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya telah menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi Kabupaten Pohuwato bertumpu pada sektor pertanian, kehutanan, perikanan, serta industri pengolahan (Purwadi et al. , 2019, Kusumastuti and Alhempi, 2020. Ramadhani and Bouty, 2023. Oktadiani et al. Adji et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi daerah didominasi secara masif pada aktivitas-aktivitas primer yang bersifat ekstraktif. Ketergantungan yang tinggi pada sektor hulu tanpa adanya integrasi industri pengolahan . menyebabkan daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global dan kurang optimal dalam menciptakan nilai tambah . dded valu. bagi ekonomi lokal (Adji et al. , 2. Kondisi ini menciptakan tantangan tersendiri untuk Kabupaten Pohuwato, di mana konsistensi laju pertumbuhan ekonomi yang berkualitas tidak dapat lagi hanya bersandar pada eksploitasi sumber daya alam secara mentah karena rentan terhadap fluktuasi harga global dan membatasi terciptanya nilai tambah lokal (Ramadhani and Bouty, 2. Meskipun penelitian terdahulu telah memetakan dan mengidentifikasi sektor unggulan (Olii et al. , 2023. Ramadhani and Bouty, 2023. Adji et al. , 2. penelitian-penelitian tersebut hanya melaksanakan analisis makro terkait sektor unggulan dan belum memberikan justifikasi strategis terkait investasi yang spesifik dan operasional di Kabupaten Pohuwato. Penelitian yang telah ada juga belum meneliti terkait pemetaan berbasis kuantitatif atas hasil penelitian yang telah dilaksanakan dan diintegrasikan dengan perencanaan daerah terkait investasi. Penelitian ini disusun untuk mengisi celah fundamental dengan melakukan integrasi hasil analisis data ekonomi regional dan berupaya mentransformasikan hasil tersebut ke perencanaan struktural sehingga terjadi peningkatan investasi strategis yang terarah pada dokumen Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM). Dalam perspektif administrasi bisnis, investasi bukan sekadar alokasi modal finansial, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi, mengadopsi teknologi, dan merangsang permintaan agregat yang berkelanjutan (Ahmed et al. , 2022. Yuslaini et al. , 2. Berdasarkan fenomena tersebut, dapat diketahui bahwa tantangan investasi di Kabupaten Pohuwato tidak hanya terletak pada ketersediaan potensi fisik, melainkan pada efektivitas pemerintah daerah dalam menyusun strategi promosi dan kebijakan penanaman modal yang Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah dengan mengintegrasikan analisis ekonomi regional menggunakan metode Location Quotient (LQ). Shift-Share Analysis (SSA), dan Tipologi Klassen dengan analisis internal-eksternal untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang selaras dengan RUPM Kabupaten Pohuwato. Dengan memetakan pergeseran ekonomi sektor-sektor selama periode 2020-2024, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor mana yang benar-benar berdaya saing . ektor basi. dan prospektif (Kuadran I) untuk Masalah dalam penelitian ini dirumuskan pada: bagaimana pergeseran kinerja ekonomi sektor-sektor di Kabupaten Pohuwato dan bagaimana strategi investasi yang tepat untuk memperkuat sektor-sektor basis tersebut? Diharapkan, hasil penelitian ini memberikan referensi bagi pemerintah daerah Kabupaten Pohuwato dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif, transparan, mampu mengurangi ketimpangan ekonomi melalui penguatan sektor unggulan berbasis lokal, serta pemerintah daerah mampu menciptakan kebijakan penanaman modal yang relevan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan akademisi sehingga mampu tepat sasaran terkait strategi-strategi yang akan Metode Penelitian Penelitian dilakukan di Kabupaten Pohuwato. Provinsi Gorontalo dengan tujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang termasuk dalam kategori sektor basis dan sektor non basis serta menganalisis daya saing ekonomi wilayah Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) guna merumuskan arah kebijakan investasi sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pohuwato dan BPS Provinsi Gorontalo berupa data PDRB periode 20202024 serta dokumen Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini menerapkan desain Mixed Methods dengan model Sequential Explanatory, di mana pengumpulan dan analisis data dilakukan secara berurutan dalam dua tahap utama (Sugiyanto et al. , 2018. Lestari et al. , 2023, Creswell and Creswell, 2. Tahap pertama diawali dengan analisis kuantitatif melalui instrumen Location Quotient (LQ). Shift-Share Analysis (SSA), dan Tipologi Klassen(Harjanti et al. , 2. Variabel yang digunakan pada analisis ini adalah PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Kabupaten Pohuwato dan Provinsi Gorontalo periode 2020-2024 menurut 17 lapangan usaha. Tahapan ini berfungsi untuk memetakan secara objektif sektor-sektor ekonomi yang memiliki spesialisasi dan daya saing berdasarkan data PDRB Kabupaten Pohuwato periode 2020-2024. Setelah pola struktur ekonomi teridentifikasi, penelitian dilanjutkan ke tahap kedua yaitu pendekatan kualitatif. Pada tahap ini, hasil temuan kuantitatif digunakan sebagai landasan dalam pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD), pelaksanaan FGD ini bertujuan guna memperdalam pemahaman mengenai faktor internal dan eksternal dari informan terkait (Akyldz and Ahmed, 2. Peran FGD dalam penelitian ini sangat krusial karena berfungsi untuk memvalidasi serta melengkapi temuan statistik yang bersifat makro dengan realitas manajerial dan faktor internal-eksternal di lapangan serta untuk menggali lebih dalam terkait perumusan strategi peningkatan investasi Kabupaten Pohuwato. Melalui FGD terpumpun ini, variabel pertumbuhan ekonomi dikonfrontasikan dengan dokumen Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) serta visi daerah untuk menggali faktor pendukung investasi seperti kesiapan infrastruktur, regulasi perizinan, dan ketersediaan lahan komoditas unggulan. Dengan demikian, integrasi kedua metode ini memastikan bahwa rekomendasi strategi peningkatan investasi yang dihasilkan tidak hanya berpijak pada data teoretis, tetapi juga bersifat kontekstual, aplikatif, dan sinkron dengan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Pohuwato. Penggunaan metode ini bertujuan agar hasil analisis statistik yang bersifat makro dapat diperjelas dan divalidasi oleh perspektif para stakeholders sehingga rekomendasi strategi investasi yang dihasilkan dalam dokumen RUPM tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga kontekstual dan aplikatif secara manajerial. Analisis Location Quotient (LQ) Analisis LQ adalah metode yang dilakukan dengan membandingkan kemampuan sektor-sektor pembangunan dalam suatu wilayah dengan sektor- sektor pembangunan pada daerah yang lebih luas (Ruwandari and Suharlina, 2021. Harjanti et al. , 2. Pada penelitian ini, analisis LQ digunakan untuk menentukan sektor basis dan nonbasis dalam perekonomian wilayah Kabupaten Pohuwato yang dibandingkan dengan PDRB Provinsi Gorontalo. Persamaan yang digunakan yaitu: Ket: Sip PDRBP Sij PDRBJ Jumlah kontribusi sektor i pada daerah P dalam pembentukan PDRB PDRB total pada daerah P Jumlah kontribusi sektor i pada daerah rujukan yaitu J dalam pembentukan PDRB PDRB total pada daerah rujukan yaitu J Interpretasi dari nilai LQ yang mungkin dihasilkan berdasarkan perhitungan menggunakan persamaan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut (Ruwandari and Suharlina, 2021. Harjanti et al. , 2. Nilai LQ>1, menunjukkan kegiatan ekonomi di daerah analisis P tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan perekonomian di daerah acuan J pada sektor yang Industri tersebut menjadi sektor basis atau memiliki keunggulan Komoditas di sektor ini dapat digunakan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan daerah tetapi juga dapat diekspor ke luar daerah. Nilai LQ<1, menunjukkan perekonomian wilayah analisis tumbuh lebih lambat dibandingkan perekonomian wilayah acuan pada sektor serupa. Hal ini mencerminkan bahwa sektor ekonomi tersebut tidak termasuk dalam sektor unggulan wilayah analisis atau sektor ini masuk dalam kategori nonbasis. Komoditas yang ada di industri hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan daerahnya saja. Analisis Tipologi Klassen Penggunaan Tipologi Klassen dilakukan dengan cara membandingkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan pertumbuhan daerah yang menjadi acuan atau nasional dengan membandingkan pertumbuhan PDRB per kapita daerah dengan PDRB kapita daerah yang menjadi acuan atau PDRB per kapita secara Analisis tipologi klassen juga dapat digunakan untuk mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan sektoral daerah. Analisis ini mendasarkan pengelompokkan suatu sektor dengan melihat pertumbuhan dan kontribusi sektor tertentu terhadap total PDRB suatu daerah. Tabel 1. Kuadran Analisis Tipologi Klassen Kuadran I Kuadran II Sektor Maju dan Tumbuh Pesat Sektor Maju tapi Tertekan si>s dan ski>sk sisk Kuadran i Kuadran IV Sektor Potensial Berkembang Sektor Relatif Tertinggal si>s dan ski s dan ski > s. merupakan sektor yang maju dan tumbuh dengan pesat . eveloped secto. Laju pertumbuhan sektor tertentu dalam PDRB . lebih besar dibandingkan laju pertumbuhan sektor tertentu dalam PDRB daerah referensi . dan nilai kontribusi sektor terhadap PDRB . lebih besar dari kontribusi sektor tersebut terhadap PDRB daerah yang menjadi referensi . Kuadran II . i < s dan ski > s. merupakan sektor maju tapi tertekan . tagnant secto. Laju pertumbuhan sektor tertentu dalam PDRB . lebih kecil dari laju pertumbuhan sektor tertentu dalam PDRB daerah yang menjadi referensi . , namun nilai kontribusi sektor terhadap PDRB . lebih besar dari kontribusi sektor tertentu terhadap PDRB daerah yang menjadi referensi . Kuadran i . i > s dan ski < s. merupakan sektor potensial atau masih dapat berkembang . eveloping secto. Laju pertumbuhan sektor tertentu dalam PDRB . lebih besar dari laju pertumbuhan sektor tertentu dalam PDRB daerah yang menjadi referensi . , tetapi nilai kontribusi sektor terhadap PDRB . lebih kecil dari kontribusi sektor tersebut terhadap PDRB daerah referensi . Kuadran IV ( si< s dan ski < sk ) merupakan sektor relatif tertinggal . nderdeveloped secto. Laju pertumbuhan sektor tertentu dalam PDRB . lebih kecil dari laju pertumbuhan sektor tersebut dalam PDRB daerah referensi . dan nilai kontribusi sektor terhadap PDRB . lebih kecil dari kontribusi sektor tersebut terhadap PDRB daerah referensi . Analisis Strategi Peningkatan Investasi Analisis ini dilaksanakan dengan menganalisis faktor internal dan eksternal di suatu wilayah. Hasil analisis faktor internal mampu menunjukkan daya dukung yang berasal dari dalam wilayah tersebut dan faktor eksternal akan menunjukkan daya dukung yang berasal dari luar wilayah tersebut (Aslamsyah et al. , 2. Kombinasi dari analisis internal dan eksternal mampu memunculkan analisis strategi yang komprehensif sebagai upaya yang dapat dilaksanakan suatu wilayah kedepannya untuk menggapai dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan Hasil Dan Pembahasan Kondisi Perkembangan Ekonomi Regional Kabupaten Pohuwato Perkembangan ekonomi regional Kabupaten Pohuwato dapat dilihat dengan membandingkan kondisi perekonomian daerah analisis (Kabupaten Pohuwat. dengan perekonomian daerah pembanding yaitu (Provinsi Gorontal. selama 20202024 di tiap lapangan usaha. Beberapa analisis yang dilakukan, diantaranya: Identifikasi sektor basis dan nonbasis di Kabupaten Pohuwato. Identifikasi perubahan atau pertumbuhan kinerja ekonomi Kabupaten Pohuwato. Identifikasi gambaran pola dan struktur pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pohuwato. Data yang digunakan untuk ketiga analisis tersebut adalah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Pohuwato Atas Dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha dalam miliar rupiah di Kabupaten Pohuwato dan Provinsi Gorontalo Tahun 2020-2024. Berdasarkan nilai PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menurut Lapangan Usaha, ditemukan bahwa tidak terjadi pergeseran tren dari tahun 2020 sampai dengan 2024. Hingga tahun 2024. Kabupaten Pohuwato memiliki 5 sektor dengan PDRB tertinggi dalam miliar rupiah, yaitu: Pertanian. Kehutanan dan Perikanan sebesar 4. 828,49 dengan kontribusi 56,28%. Perdagangan Besar dan Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 083,32 dengan kontribusi 12,63%. Konstruksi 616,65 dengan kontribusi 7,19%. Industri Pengolahan 408,37 dengan kontribusi 4,765%. Identifikasi pada Sektor Basis dan Sektor Non-Basis di Kabupaten Pohuwato Identifikasi sektor-sektor basis dan nonbasis di Kabupaten Pohuwato dihitung dengan menggunakan metode perhitungan Location Quotient (LQ). Shift Share, dan Klassen yang membandingkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB ADHK) Kabupaten Pohuwato dari tahun 2020 hingga 2024 dengan PDRB ADHK Provinsi Gorontalo pada kurun waktu yang sama. Tabel 2. Hasil Analisis Location Quotient Sektor Rata-Rata Basis Non Basis Basis Non Basis Sektor Rata-Rata Non Basis Non Basis Non Basis Non Basis Non Basis Non Basis Non Basis Non Basis M,N Non Basis Non Basis Non Basis Non Basis R,S,T,U Non Basis Sumber : Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato dalam Angka, . Ket: A : Pertanian. Kehutanan. Perikanan B : Pertambangan dan Penggalian C : Industri Pengolahan D : Pengadaan Listrik dan Gas E : Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah, dan Daur Ulang F : Konstruksi G : Perdangangan Besar Eceran. Reparasi Mobil dan Sepeda Motor H : Transportasi dan Pergudangan I : Penyediaan Akomodasi. Makan Minum : Informasi dan Komunikasi M,N R,S,T,U Jasa Keuangan dan Asuransi Real Estat Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan Jaminan Sosial Wajib : Jasa Pendidikan : Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial : Jasa lainnya Hasil dari perhitungan LQ ini tersaji dalam Tabel 2. Terdapat 2 sektor menurut lapangan usaha pada Kabupaten Pohuwato yang memiliki sektor basis . kor LQ Ou . , yaitu sektor Pertanian. Kehutanan dan Perikanan . dan Industri Pengolahan 1,07. Sektor basis merupakan sektor dengan keunggulan komparatif jika dibandingkan dengan sektor serupa di tingkat Provinsi Gorontalo. Adapun 15 sektor lainnya adalah sektor-sektor non basis yang tidak menunjukkan keunggulan komparatif ketika dibandingkan dengan daerah acuan (Provinsi Gorontal. Selanjutnya, dilaksanakan Analisis Tipologi Klassen yang bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan sektoral daerah. Tabel 3. Hasil Analisis Tipologi Klassen PDRB Prov Gorontalo Kategori Lapangan Usaha Pertanian. Kehutanan dan Perikanan PDRB Kota Gorontalo Rata-Rata Pertumbu han . RataRata Kontrib usi . Rata-Rata Pertumbu han . RataRata Kontrib usi . Keterangan Kuadran maju dan realtif tertinggal maju dan pesat maju dan Pengadaan Air, pengelolaan sampah, limbah dan daur realtif tertinggal Konstruksi i i realtif tertinggal i realtif tertinggal Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik dan Gas Perdagangan Besar dan Eceran : Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan Penyediaan Akomodasi dan makan minum Informasi dan Komunikasi Jasa Keuangan dan Asuransi realtif tertinggal i Real Estat i Jasa Perusahaan Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib i Jasa Pendidikan realtif tertinggal Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial i Jasa Lainnya i Sumber : Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato dalam Angka, . Berdasarkan Tabel 3. Kabupaten Pohuwato memiliki sektor yang maju dan pesat . uadran I) yaitu sektor industri pengolahan. Sektor ini merupakan kategori sektor yang paling prospektif karena memiliki laju pertumbuhan dan kontribusi yang lebih besar dibandingkan rata-rata Provinsi Gorontalo, sehingga kedepannya fokus kebijakan harus diarahkan pada akselerasi hilirisasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan komoditas mentah diolah menjadi produk bernilai tambah sebelum keluar dari wilayah Pohuwato. Sektor yang maju dan tertekan . uadran II) yaitu sektor Pertanian. Kehutanan dan Perikanan dan sektor Pengadaan Listrik dan Gas. Sektor-sektor ini memiliki kontribusi yang besar terhadap PDRB, namun laju pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan rata-rata provinsi. Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan merupakan kontributor terbesar bagi PDRB Pohuwato . encapai 56,28% pada tahun 2. , namun mengalami titik jenuh atau tekanan dalam pertumbuhannya. Kondisi ini mencerminkan ketergantungan yang terlalu tinggi pada eksploitasi hulu tanpa adanya sentuhan teknologi atau inovasi yang mampu memacu pertumbuhan lebih tinggi. Sehingga diperlukan transformasi struktural dari sektor ekstraktif menuju integrasi industri. Investasi kedepannya dapay difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, infrastruktur logistik, serta riset dan inovasi untuk merevitalisasi produktivitas sektor-sektor ini agar kembali Sektor PDRB di Kabupaten Pohuwato setelah dilaksanakan analisis Tipologi Klassen, didominasi pada sektor yang potensial berkembang . yaitu Sektor Konstruksi. Perdagangan Besar dan Eceran : Reparasi Mobil dan Sepeda Motor. Penyediaan Akomodasi dan makan minum. Jasa Keuangan dan Asuransi. Real Estate. Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. dan Jasa Lainnya. Meskipun kontribusi sektoralnya saat ini masih berada di bawah rata-rata Provinsi Gorontalo tapi sektor-sektor ini menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang sangat progresif. Sektor-sektor pada kuadran i ini kedepannya dapat menjadi penyeimbang bagi Sektor Pertanian yang saat ini berada di posisi "Maju tapi Tertekan", sehingga menciptakan ketahanan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Selanjutnya, sektor dengan hasil analisis relatif tertinggal . uadran IV) yaitu Sektor Pertambangan dan Penggalian. Pengadaan Air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang. Transportasi dan Pergudangan. Informasi dan Komunikasi. Jasa Perusahaan. dan Jasa Pendidikan. Sektor-sektor pada kuadran IV ini memiliki karakteristik laju pertumbuhan dan kontribusi yang berada di bawah rata-rata Provinsi Gorontalo, hasil ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut belum mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dan cenderung stagnan dalam periode Berdasarkan hasil FGD, hal tersebut dikarenakan konektivitas antarwilayah yang belum merata karena topografi Pohuwato yang mencakup daerah lereng dan dusun-dusun terpencil, masih rendahnya ketersediaan tenaga kerja lokal yang memiliki spesialisasi tinggi sehingga ketergantungan terhadap tenaga kerja luar daerah masih cukup besar, dan terkait pengadaan air dan pengelolaan limbah belum dikelola dengan teknologi yang memadai, sehingga nilai tambahnya terhadap PDRB sangat minim meskipun kebutuhan dasarnya tinggi, serta terkait sektor pertambangan menjadi tanggungjawab dan ada di pengelolaan Provinsi Gorontalo. Analisis Strategi Peningkatan Investasi di Kabupaten Pohuwato Kabupaten Pohuwato merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Gorontalo yang merupakan kabupaten yang terletak paling barat di Provinsi Gorontalo. Pusat pemerintahan Kabupaten Pohuwato berada di Desa Palopo. Kecamatan Marisa. Wilayah Kabupaten Pohuwato terdiri dari 13 kecamatan, 105 desa/ kelurahan/UPT, dan 400 dusun, dari total desa/kelurahan/ UPT di Kabupaten Pohuwato, 67 desa/ kelurahan/UPT memiliki topografi wilayah dataran, sementara itu, 38 desa/kelurahan/UPT lainnya memiliki topografi daerah lereng. Kabupaten Pohuwato hanya terdapat 1 UPT yang berada di Kecamatan Taluditi. Berdasarkan kondisi umum tersebut, terdapat faktor eksternal yang mencakup beberapa aspek termasuk kondisi industri, politik, ekonomi, teknologi, bisnis, hukum, sosial dan budaya yang dapat mempengaruhi pemerintahan daerah Kabupaten Pohuwato. Berikut merupakan beberapa faktor eksternal yang muncu setelah dilaksanakan FGD dengan perangkat daerah Kabupaten Pohuwato : Adanya dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi dalam peningkatan investasi di Kabupaten Pohuwato. Adanya peningkatan kemitraan dengan sektor bisnis dan swasta. Adanya kebutuhan dan permintaan atas komoditas unggulan. Faktor internal mencakup semua aspek manajemen fungsional, seperti pemasaran, keuangan, operasional, sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan, sistem informasi manajemen, dan budaya perusahaan. Faktor faktor internal berdasarkan FGD dengan perangkat daerah Kabupaten Pohuwato : Visi "Pohuwato Berkelanjutan. Maju. Mandiri. Agamis. Berbudaya atau disingkat POHUWATO BERADAB" yang mengintegrasikan peningkatan daya saing ekonomi sebagai prioritas daerah. Adanya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di Kabupaten Pohuwato. Tersedianya Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kabupaten Pohuwato. Adanya komitmen pemberian perlakuan yang sama kepada semua investor dan kemudahan perizinan melalui DPMPTSP Kabupaten Pohuwato yang berorientasi pada transparansi. Kabupaten Pohuwato memiliki lahan subur untuk komoditas unggulan seperti jagung . ebagai lumbung jagung terbesar di Provinsi Gorontal. serta kelapa. Adanya cadangan mineral yang signifikan, terutama emas . eperti proyek Pani Gold Projec. yang menjadi penggerak utama realisasi investasi saat ini. Setelah dilaksanakan analisis faktor internal dan eksternal yang ada di Kabupaten Pohuwato, berikut merupakan beberapa strategi yang dapat dilaksanakan oleh Kabupaten Pohuwato sebagai upaya peningkatan investasi di Kabupaten Pohuwato: Mendorong terciptanya iklim usaha nasional untuk penguatan daya saing perekonomian nasional. Fokus penanaman modal pada pemenuhan kebutuhan dasar, industri prioritas, industri berorientasi ekspor, investasi hijau, infrastruktur, konektivitas dan logistik, serta berorientasi pada riset dan inovasi. Membuka kesempatan bagi perkembangan dan memberikan perlindungan kepada usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi. Mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja lokal. Memberikan fasilitas penanaman modal. Perbaikan pemerataan penanaman modal. Promosi penanaman modal Optimalisasi RUPM sebagai dokumen penanaman modal yang mampu mengintegrasikan perencanaa, pelaksanaan, dan evaluasi atas pelaksanaan pelayanan penanaman modal di Kabupaten Pohuwato. Mengakomodir kebutuhan dasar pelaksanaan penanaman modal. Menetapkan industri prioritas yang dijadikan unggulan Kabupaten Pohuwato. Peningkatan infrastruktur, konektivitas dan logistik. Peningkatan pelaksanaan riset dan inovasi. Peningkatan Iklim Penanaman Modal. Penguatan Kelembagaan Penanaman Modal. Menetapkan fokus Pengembangan Penanaman Modal . rah pengembangan dan fokus investasi. Secara berkala melaksanakan evaluasi pencapaian target realisasi penanaman Kesimpulan dan Saran Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sektor basis yang berdaya saing tinggi guna menciptakan peluang investasi yang mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi ketimpangan ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi Kabupaten Pohuwato pada periode 2020-2024 menunjukkan karakteristik yang kuat pada sektor ekstraktif namun memiliki peluang besar untuk bertransformasi melalui hilirisasi. Hasil analisis Location Quotient (LQ) mengidentifikasi bahwa sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan serta Industri Pengolahan merupakan sektor basis utama yang memiliki keunggulan komparatif di Kabupaten Pohuwato. Hasil analisis Tipologi Klassen menunjukkan bahwa Industri Pengolahan menjadi sektor paling prospektif yang berada pada kategori maju dan tumbuh pesat (Kuadran I), sementara sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan berada pada posisi maju namun tertekan (Kuadran II). Kondisi ini mencerminkan bahwa strategi peningkatan investasi harus diarahkan pada transformasi dari sektor hulu ke industri pengolahan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi Kabupaten Pohuwato. Berdasarkan hasil penelitian, pemerintah daerah Kabupaten Pohuwato melalui DPMPTSP diharapkan dapat melakukan akselerasi transformasi ekonomi dengan menggeser fokus investasi dari sektor ekstraktif menuju sektor industri pengolahan . Mengingat sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan saat ini berada di posisi "maju namun tertekan" (Kuadran II Hasil Analisis Tipologi Klasse. DPMPTSP juga dapat memfasilitasi investor dan mendukung hilirisasi sektor unggulan dengan memberikan insentif khusus dan kemudahan perizinan bagi investor yang berkomitmen membangun pabrik pengolahan di Kabupaten Pohuwato guna menciptakan nilai tambah sebelum produk keluar dari wilayah dengan menyusun surat keputusan kepala daerah atau peraturan daerah sehingga seluruh investor dapat mencermati dan memahami skema penanaman modal di Kabupaten Pohuwato. Strategi kebijakan yang direkomendasikan juga mencakup optimalisasi dokumen RUPM untuk mengintegrasikan perencanaan investasi, penetapan industri prioritas berorientasi ekspor, dan investasi hijau hingga penguatan infrastruktur konektivitas. Pemerintah daerah perlu mengakselerasi transformasi ini dengan memberikan insentif fiskal daerah yang spesifik serta kemudahan perizinan melalui sistem digital terpadu untuk menarik minat investor pada sektor hilirisasi. Selain itu, peningkatan kualitas tenaga kerja lokal melalui pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri serta penyediaan fasilitas penanaman modal yang transparan menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim bisnis yang kompetitif dan berkelanjutan. Selain itu, optimalisasi dokumen Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) perlu diintegrasikan dengan pengembangan investasi hijau dan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal dengan berkoordinasi dengan dinas terkait. Pelaksanaan evaluasi berkala terhadap realisasi target investasi juga perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tercipta tidak hanya bersifat makro tetapi juga bersifat inklusif dan kompetitif di tingkat regional. Bagi Peneliti selanjutnya, penelitian ini memiliki batasan, oleh karena itu, peneliti selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan kajian dengan menggunakan metode kualitatif atau campuran . ixed method. untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan insentif pajak daerah terhadap minat investasi sehingga mampu memperluas penelitian terkait pengembangan daerah. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat memfokuskan analisis pada dampak sosial-ekonomi dari investasi skala besar terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat lokal serta pelestarian lingkungan di Kabupaten Pohuwato mengingat dominasi sektor ekstraktif yang memiliki risiko ekologis yang signifikan. Daftar Pustaka