P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Jurnal Language education literature OPTIMALISASI MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MENULIS TEKS LAPORAN OBSERVASI PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI KARANGPANGUNG Novi Damayanti SMP Negeri Karangpanggung. Indonesia Email: febian985@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks laporan observasi melalui model pembelajaran Examples Non Examples pada siswa kelas IXI SMP Negeri Karangpanggung Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dari pratindakan sampai dengan Siklus II. Pengumpulan data dengan teknik tes dan non-tes . asil observas. Pada hasil pratindakan diketahui hasil rata-rata nilai adalah 68,47 dengan ketuntasan klasikal 60,87%. Pada kegiatan siklus I diketahui rata-rata nilai adalah 73,69 dengan ketuntasan klasikal 69,56%. Pada siklus II diketahui rata-rata nilai adalah 76,52 dengan ketuntasan klasikal 86,95%. Berdasarkan hasil rata-rata dikatahui peningkatan dari pratindakan ke siklus I adalah 5,22 sedangkan peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I adalah 8,69%. Pada Siklus I ke siklus II diketahui peningkatan rata-rata nilai adalah 2,83 sedangkan ketuntasan mengalami peningkatan 17,39%. Selanjutnya peningkatan rata-rata nilai pratindakan ke siklus II adalah 8,05 dengan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus II adalah 26,08%. Berdasarkan hasil PTK dapat disimpulkan jika melalui model Examples Non Examples dapat meningkatkan kemampuan menulis teks laporan observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Kata kunci: Examples Non Examples, menulis, teks laporan observasi. OPTIMIZATION OF THE EXAMPLES NON EXAMPLES LEARNING MODEL AS AN EFFORT TO IMPROVE WRITING OBSERVATION REPORT TEXTS IN CLASS IX STUDENTS OF KARANGPANGUNG STATE SMP ABSTRACT The aim of this research is to determine the improvement in the ability to write observation report texts through the Examples Non Examples learning model in class IXI students at SMP Negeri Karangpanggung. The research method used is Classroom Action Research from preaction to Cycle II. Data collection using test and non-test techniques . bservation result. the pre-action results, it was found that the average score was 68. 47 with classical completeness of 60. In cycle I activities, it was found that the average score was 73. 69 with classical completeness of 69. In cycle II it was found that the average score was 76. 52 with classical completeness of 86. Based on the results, the average increase from pre-action to cycle I was 5. 22, while the increase in classical completion from pre-action to cycle I was From Cycle I to Cycle II, it was found that the average increase in score was 2. 83, while completion increased by 17. Furthermore, the average increase in the pre-action score to cycle II was 8. 05 with classical completeness from pre-action to cycle II being 26. Based on the PTK results, it can be concluded that the Examples Non Examples model can improve the ability to write observation report texts in class IX students at Karangpanggung State Middle School. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Jurnal Language education literature Keywords: Examples Non Examples, writing, observation report text. PENDAHULUAN Keterampilan berbahasa di tingkat Sekolah Menengah Pertama mengarahkan pada Pembelajaran keterampilan berbahasa keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan bahasa yang mengarahkan pada hasil dan bentuk adalah keterampilan menulis. Keterampilan menulis pada siswa SMP akan aktivitas aktif produktif, dalam menghasilkan bahasa. Tarigan . AuMenulis dipergunakan, untuk melaporkan atau memberikan, mempengaruhi, dan maksud serta tujuan seperti itu hanya dapat dicapai dengan baik oleh orang-orang yang dapat menyusun pikirannya dan mengutarakannya dengan jelas, kejelasan ini bergantung pada pikiran, organisasi, pemakaian kata-kata, dan struktur kalimatAy. Berdasarkan hal tersebut menulis menjadi komponen terpenting dalam keterampilan berbahasa di tingkat SMP. Pada kurikulum 2013 ditingkat SMP keterampilan menulis manjadi pokok yang terpenting salah satunya kemampuan menulis teks hasil observasi dengan Kompetensi Inti (KI . adalah mencoba, mengelola, dan menyajikan dalam ranah konkrit . enggunakan, mengurai, merangkai, memoditifikasi, dan membua. dan ranah asbtrak . enulis, membaca, menghitung, mengambar, dan mengaran. sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber yang lain sama-sama dalam sudut pandang/teori. Sedangkan Kompetensi Dasar (KD) adalah menyusun teks hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, dan cerita pendek sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan. Pokok materi menulis teks hasil observasi terdapat disemester genap pada kelas IX SMP, sehingga perlunya pembelajaran yang inovatif dan kreatif untuk meningkatkan kemampuan menulis teks hasil observasi. Kosasih . menjelaskan teks hasil observasi adalah teks yang mengemukakan fakta-fakta yang diperoleh melalui Teks hasil observasi, memberikan pembaca sejumlah pengetahuan ataupun wawasan, bukan hasil imajinasi. Priyatni . teks yang menyampaikan informasi tentang sesuatu apa adanya sebagai hasil pengamatan dan analisis secara sistematis. Berdasarkan penjelasan menulis teks laporan observasi merupakan salah satu keterampilan menulis yang harus dikuasai siswa kelas IX sekolah menengah pertama. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas berjalan dengan baik. Akan tetapi masih ada kesulitan yang dihadapi sebagian siswa dalam mempelajari materi menulis teks laporan observasi hal ini dibuktikan dengan hasil ulangan harian dan sekaligus sebagai data pratindakan yang menunjukan jika nilai siswa masih di bawah KKM yaitu 70. Hal ini terbukti dari 23 siswa terdapat 14 . ,87%) siswa yang mendapat nilai di atas KKM dari 9 . ,13%) siswa yang masih di bawah KKM, nilai rata-rata siswa 68,47 disebabkan siswa belum mamahami menulis teks laporan observasi. Kesesuaian model pembelajaran dengan materi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap kualitas belajar mengajar. Solusi penulis dalam menyelesaikan permasalahan kemampuan menulis teks hasil observasi adalah dengan dilakukanya PTK (Penelitian Tindakan Kela. melalui model pembelajaran examples non examples. Hal ini disebabkan model pembelajaran examples non examples, dipandang sesuai dengan materi menulis teks hasil observasi. Selain itu alternatif yang penulis lakukan adalah dengan melakukan PTK di kelas dengan harapan proses pembelajaran dapat ditingkatkan. PTK adalah bentuk penelitian reflektif diri yang secara kolektif dilakukan peneliti dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktek pendidikan dan sosial mereka, serta pemahaman mereka mengenai praktek ini dan terhadap situasi tempat dilakukan praktek ini (Riyanto, 2010:. Sementara OAoBrien (Mulyatiningsih, . menjelaskan jika PTK dilakukan ketika siswa diindentifikasi permasalahanya, kemudian guru menetapkan suatu tindakan untuk mengatasinya. Berdasarkan pendapat tersebut penulis sebagai guru menemukan permasalahan menulis teks laporan observasi dan mencoba memberikan solusi melalui model pembelajaran Examples non examples, dengan harapan hasil belajar akan Model pembelajaran examples non examples akan mengarahkan siswa dan guru berinteraksi secara langsung, dan memberikan pengalaman baru terhadap siswa, serta memudahkan siswa dalam memahami materi menulis teks laporan observasi. Pada model pembelajaran ini, guru juga dapat memiliki acuan dalam pelaksanaan pembelajaran yang berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan siswa dalam aspek kebahasaannya terutama kemampuan menulis teks laporan observasi melalui model pembelajaran examples non examples. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Model pembelajaran ini dapat digunakan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan dua hal yang terdiri dari examples . ontoh atau akan suatu materi yang sedang dibaha. dan non-examples . ontoh dari suatu materi yang tidak sedang dibahas, dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada. Model pembelajaran ini juga dirancang agar siswa memiliki kompetensi dalam menganalisis gambar dan memberikan deskripsi mengenai apa yang ada di dalam Model ini dipandang sesuai digunakan dalam kelas yang lebih tinggi karena diketahui siswa sudah memiliki tingkat analisis tinggi yang menekankan pada aspek psikoligis dan tingkat perkembangan siswa, kemampuan berbahasa tulis dan lisan, kemampuan analisis ringan, dan kemampuan berinteraksi dengan siswa lainnya. Berdasarkan latar belakang di atas penulis melakukan penelitian menggunakan model pembelajaran examples non examples dalam meningkatkan kemampuan menulis teks laporan observasi di SMP Negeri Karang Panggung dengan judul AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Hasil Observasi melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples di Siswa Kelas IX SMP Negeri Karang Panggung. METODE Metode penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kela. Supardi . 2: . AuPenelitian Tindakan Kelas adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar yang dirasakan adanya permasalahan pembelajaran di suatu kelasAy. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Observer dalam penelitian tindakan kelas ini adalah 2 orang, yaitu kepala sekolah dan 1 guru mata pelajaran bahasa Indonesia SMP Negeri Karangpanggung Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas. Proses perencanaan dibagi menjadi dua siklus dan masing-masing langkah dalam siklus terdiri dari . Planning . Acting . Observing . Reflecting . mpan bali. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Pada kegiatan akhir diadakan penyempurnaan tindakan sesuai dengan hasil refleksi pada siklus sebelumnya, sehingga mendapatkan hasil yang lebih optimal. Tempat penelitian ini akan dilakukan di siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung yang beralamat di Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas. Waktu yang digunakan pada kegiatan Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 PTK ini dimulai dari tanggal 10 Mei s. d 10 Juni 2022. Rentang waktu digunakan dalam proses penelitian tindakan kelas yang meliputi perencanaan, peleksanaan, obsevasi dan refleksi, sehingga didapat data peningkatan hasil belajar bahasa Indonesia pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Teknik untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik tes dan teknik non tes Teknik tes bertujuan untuk memperoleh data utama berupa skor atau nilai tes bahasa Indonesia tentang menulis teks laporan observasi siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Tenik Wawancara Teknik non-tes yang digunakan dalam penilaian ini berupa wawancara yang dilakukan oleh peneliti ditujukan kepada guru yang metapelajaran/ teman sejawat berkaitan dengan proses pembelajaran yang sudah dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui data pendukung, mengenai faktor-faktor yang menghambat dan penunjang pembelajaran menulis teks laporan observasi siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tamggal 10 Mei s. d 10 Juni 2022 di SMP Negeri Karangpangung. Tes yang diberikan kepada siswa pada siklus I dan siklus II berupa tes menulis teks laporan observasi pada siswa kelas IX. 1 SMP Negeri Karangpanggung. Siswa yang menjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX. pada tahun ajaran 2022/2023, sebagai subjek untuk mengumpulkan data penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 23 siswa. Penelitian ini dilaksanakan secara langsung oleh peneliti sesuai dengan jadwal pembelajaran bahasa Indonesia yang berlangsung di SMP Negeri Karangpanggung. Model pembelajaran yang digunakan yaitu model pembelajaran examples non examples dengan menulis teks laporan observasi. Adapun data yang dipakai dalam penelitian ini berupa data pratindakan. Siklus I dan Siklus II pada siswa kelas IX. 1 SMP Negeri Karangpanggung untuk mengetahui kemampuan menulis teks laporan observasi sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran examples non examples. Data pratindakan yaitu sebelum penggunaan model pembelajaran diperoleh dari hasil ulangan Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 harian pada pokok bahasan menulis teks laporan observasi. Setelah data diperoleh dilakukan kegiatan siklus I dan siklus II sebagai proses perbaikan pembelajaran. Hasil Tes Hasil Tes Pratindakan Pengambilan data pratindakan dilakukan pada tanggal 10 Mei 2022 di kelas IX. SMP Negeri Karangpanggung. Untuk memperoleh suatu data, penulis mengambil data ulangan harian sebagai data pratindakan. Berdasarkan hasil nilai pratindakan, siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 70 sesuai dengan KKM dalam pratindakan sebanyak 14 siswa . ,87%) dan yang belum tuntas sebanyak 9 siswa . ,13%). Nilai tertinggi adalah 85 dan yang terendah 50. Rata-rata nilai keseluruhan sebesar 68,47. Secara deskriptif dapat dikatakan bahwa kemampuan awal/pratindakan siswa belum dalam kategori tuntas secara klasikal, karena rata-rata nilai < 70 dan belum mencapai ketuntasan secara klasikal 75%. Rendahnya nilai pratindakan disebabkan baberapa faktor, antara lain kurangnya pemahaman siswa terhadap sistematika laporan observasi, dan faktor utama adalah kurang tepatnya materi pembelajaran dengan model yang digunakan. Model pembelajaran harusnya mampu memberikan langkah mudah siswa dalam memahami suatu materi. Model pembelajaran harusnya memberikan motivasi penuh pada materi tertentu khususnya pada materi kemampuan menulis teks laporan observasi pada siswa kelas IX. 1 SMP Negeri Karangpanggung. Oleh sebab itu diperlukan model pembelajaran yang sesuai salah satu yang dicobakan penulis adalah model pembelajaran Examples Non Examples. Hasil Siklus I Siklus 1 adalah proses perbaikan pembelajaran dari kegiatan pratindakan. Adapun siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan . y40 meni. pada pertemuan pertama tanggal 11 Mei 2022 dan pertemuan ke-dua tanggal 17 Mei 2022 di SMP Negeri Karangpanggung. Tahap Perencanaan Pada tindakan pertama dilakukan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Examples Non Examples. Pada pertemuan pertama pembelajaran membahas materi menulis teks laporan observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Karangpanggung. Pada tahap perencanaan penulis sebagai pelaksanaan tindakan mempersiapkan tahap pembelajaran pada perencanaan ini. Perencanaan pembelajaran, lembar observasi dan sejumlah keperluan mengajar lainnya. Pelaksanaan Pelaksanaan siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11 Mei 2022. Pada tahap ini penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. yang telah disusun sebelumnya. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan model yang digunakan. Hasil Observasi Pada tahap ini pelaksanaan pembelajaran, diamati oleh Kepala SMP Negeri Karangpanggung dan guru matapelajaran bahsa Indonesia atau teman sejawat SMP Negeri Karangpanggung. Pengamatan ini dilakukan penulis dan observer menggunakan lembar observasi yang sudah berisi indikator yang diperlukan dalam menjawab permasalahan proses pembelajaran yang berlangsung. Hasil observasi menunjukkan pada siklus I pertemuan pertama sebagian besar siswa kurang memperhatikan dalam kegiatan proses belajar berlangsung. Berdasarkan hasil dari observer secara umum pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik, walaupun dalam proses yang dilakukan oleh penulis masih memiliki kelemahan, terutama terhadap penggunaan waktu. Dalam pemanfaatan waktu menjadi kurang efisien karena ketika proses menulis teks laporan observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung, siswa masih banyak bertanya, sehingga waktu yang digunakan banyak terbuang ketika proses pembelajaran. Selain itu juga, pada saat kegiatan proses pembelajaran guru belum mamaksimalkan media pembelajaran. Hasil Siklus I Pertemuan 2 Tahap Perencanaan Penulis memulai pelaksanaan siklus I pertemuan kedua dengan perencanaan. Pada tahap ini penulis menyiapkan semua hal yang diperlukan pada pelaksanaan Hal-hal yang perlu disiapkan antara lain: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan lembar observasi. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan siklus I pertemuan ke-dua dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 Mei 2022. Pada tahap ini penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Rencana P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Jurnal Language education literature Pelaksanaan Pembelajaran telah disusun sebelumnya. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang penulis laksanakan sesuai dengan waktu yang ditetapkan . Kegiatan akhir pelaksanaan siklus I pertemuan ke-dua, maka pelaksanaan siklus I telah selesai dilaksanakan. Oleh karena itu untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks laporan observasi melalui model pembelajaran Examples Non Examples pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpangung, penulis memberikan latihan kepada Tes yang diberikan berupa penugasan kepada siswa untuk mengerjakan soal berkaitan dengan menulis teks laporan obsevasi. Pelaksanaan tes dikuti oleh seluruh subyek penelitian yaitu seluruh siswa kelas IX. 1 SMP Negeri Karangpanggung, yang berjumlah 23 siswa. Hasil Pelaksanaan Tindakan Hasil pelaksanaan siklus I akan memberikan gambaran perlunya dilaksanakan siklus II atau tidak. Berdasarkan hasil pembelajaran siklus I belum menunjukan keaktifan siswa sebagaimana yang diharapkan. Dari hasil tes kemampuan menulis teks laporan observasi melalui model pembelajaran Examples Non Examples pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpangung menunjukan siswa masih belum mencapai nilai Berdasarkan dari hasil tes siklus I diketahui bahwa siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 16 siswa atau 69,56%, dan 7 siswa atau 30,43% dinyatakan belum tuntas. Rata-rata nilai adalah 73,69, secara deskriptif dapat dikatakan bahwa siklus I secara klasikal belum tuntas, karena masih di bawah ketuntasan klasikal yaitu sebesar 75%. Pada kegiatan siklus 1 terjadi peningkatan kemampuan menulis teks laporan observasi melalui model pembelajaran Examples Non Examples pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpangung dari pratindakan dengan rata-rata 68,47 sedangkan pada siklus I ratarata nilai adalah 73,69, sehingga terjadi peningkatan rata-rata sebesar 5,22. Selain itu dari hasil siklus 1 diperoleh data peningkatan ketuntasan klasikal dari ketuntasan pratindakan 60,87% sedangkan silkus I sebesar 69,56%. Peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I sebesar 8,69%. Hasil Observasi Pelaksanaan observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru matapelajaran bahasa Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Indonesia mengamati pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan dan mengisi lembar observasi yang telah disiapkan dan kemudian memberikan saran dan kritik terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Saran dan kritikan yang diberikan oleh pengamat pada pelaksanaan siklus 1 pertemuan kedua. Hasil observasi menunjukkan pada siklus I pertemuan ke dua sebagian besar siswa merasa termotivasi dalam menulis teks laporan observasi dengan diterapkanya model pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Berdasarkan pengamatan antara guru, penulis dan kolaborator siswa terlihat lebih aktif, ada kompetisi antar kelompok. Refleksi Setelah dilaksanakan siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua, penulis mendapatkan saran-saran atau tangapan dari para observer. Saran-saran tersebut ditindak lanjuti dengan memperbaki langkah RPP yang akan diterapkan pada siklus II sesuai dengan saran-saran atau hasil pengamatan dari para observer dalam siklus I, selain itu perlunya mengoptimalkan contoh dan latihan yang mendukung. Hasil Siklus II Siklus II dilaksanakan dalam 2 x pertemuan . x40 meni. pada Senin tanggal 23 Mei 2022 (Pertemuan . sampai dengan Senin 6 Juni 2022 (Pertemuan . di kelas IX. SMP Negeri Karangpanggung. Pertemuan pertama pada siklus II menjelaskan sistematika laporan observasi. Pada pertemuan ke dua siklus II membahas latihanlatihan berkaitan dengan kebahasaan laporan observasi. Perencanaan Tindakan Tahap perencanan pada siklus II adalah refleksi dari siklus I. Masukan dari tahap refleksi kegiatan siklus 1 hal yang menjadi perbaikan adalah, apersepsi pembelajaran disiapkan semenarik mungkin, tujuan pembelajaran lebih terperinci, mengkondisikan setiap kelompok belajar dan menguatkan kerja siswa. Selain itu diperlukan latihanlatihan yang membuat siswa lebih termotivasi untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Tahap Pelaksanaan Sesuai dengan masukan dan saran yang diperoleh dari siklus I. Selanjutnya langkah-langkah yang perlu ditempuh pada pelaksanaan siklus II. Langkah yang dipersiapkan dimulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup, sehingga lebih mengoptimalkan model pembelajaranya. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Pelaksanaan siklus II bertujuan untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I. Berdasarkan kritik dan saran dari observer, maka penulis melakukan perbaikan meningkatkan kualitas bentuk latihan dengan mengoptimalkan langkah model pembelajaran yang tepat agar lebih efektif. Perbaikan pada pembagian alokasi waktu untuk mengkondisikan kelompok belajar. Untuk mengetahui peningkatan siklus II, diadakan latihan menulis teks laporan observasi pada siswa kelas XI. 1 SMP Negeri Karangpanggung yang dikerjakan secara perorangan. Berdasarkan hasil siklus II bahwa siswa yang mendapatkan nilai >70 ketegori tuntas sebanyak 20 siswa . ,95%). Siswa yang nilainya kurang dari <70 adalah 3 siswa . ,04%). Nilai tertinggi adalah 85 dan yang terendah 60 rata-rata keseluruhan sebesar 76,52. Pada siklus II kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung telah tuntas dengan rata-rata 76,52. Secara deskripsi pembelajaran pada siklus II dikatakan tuntas secara klasikal, karena siswa tuntas lebih dari 75% yang mendapatkan nilai >70. Berdasarkan hasil tersebut melalui model pembelajaran examples non examples mampu meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Hasil Observasi Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran examples non examples mampu meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Dapat dilihat dari hasil tes dan kegiatan pembelajaran siswa dalam menerima pelajaran serta memberikan respon yang baik yang diajarkan oleh guru pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Hasil observasi menunjukkan pada siklus II sebagian besar siswa lebih termotivasi untuk menyelesaikan latihan-latihan berkaitan menulis teks laporan ebservasi. Pada tahap ini menunjukkan bahwa model pembelajaran examples non examples yang digunakan dalam pembelajaran meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa Indonesia. Sebagian siswa juga menyatakan bahwa pembelajaran dengan model ini sangat efektif digunakan karena memberikan peluang kepada siswa berfikir kritis. Refleksi Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar melalui model pembelajaran examples non examples pada siklus II mengalami peningkatan dari sebelumnya, di antaranya siswa termotivasi dalam mengerjakan latihan menulis teks laporan hasil observasi pada Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung jika dibandingkan dengan pelaksanaan siklus I. Melihat proses pembelajaran yang aktif, dapat disimpulkkan melalui model pembelajaran examples non examples kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung dapat meningkat. Dapat dilihat dari hasil pratindakan dengan nilai rata-rata 68,47, siswa tuntas 14 siswa . ,87%) sedangkan siswa yang belum tuntas 9 siswa . ,13%). Sementara rata-rata siklus I sebesar 73,69 dengan jumlah siswa tidak tuntas sebesar 16 siswa . ,56%) sedangkan yang belum tuntas sebanyak 7 siswa . ,43%). Terjadi peningkatan ketuntasan dari pratindakan ke siklus I yaitu 8,69% dan rata-rata 5,22. Pada siklus II rata-rata hasil tes sebesar 76,52 dibandingkan dengan nilai ratarata siklus I sebesar 73,69. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus II sebanyak 20 siswa . ,95%). Sedangkan siklus I sebanyak 16 siswa . ,56%) dengan demikian, terdapat peningkatan siswa yang tuntas sebanyak 4 orang atau 17,39%. Dapat dilihat dari hasil nilai pratindakan ke siklus II terjadi peningkatan dengan jumlah siswa 6 atau 26,08%. Oleh sebab itu, tindakan pada siklus berikutnya tidak perlu dilaksanakan, karena kriteria ketuntasan secara klasikal sudah mencapai klasikal atau 75% pada siklus II dan siswa yang memperoleh nilai >70. Peningkatan secara signifikan ketuntasan belajar bahasa Indonesia yang dapat dicapai dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan pada proses siklus I dan penerapan hasil dari koordinasi dengan kepala SMP Negeri Karangpanggung dan teman sejawat (Guru Matapelajaran Bahasa Indoensi. dalam proses penelitian berlangsung sehingga nilai yang dicapai oleh siswa memperoleh nilai ketuntasan yang baik secara individu maupun keseluruhan. Pembahasan Analisis Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi. Kegiatan Pratindakan Pada tahap pratindakan dilakukan untuk mengatahui hasil kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung sebagai data awal. Data diperoleh melalui hasil ulangan harian pada kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Selanjutnya data akan diolah untuk melihat persentase ketuntasan dan belum tuntas pada siswa. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Jurnal Language education literature Hasil siswa pada pratindakan digunakan untuk memecahkan permasalahan yang ada baik dari siswa, guru dan proses pembelajaranya. Hasil ulangan harian digunakan sebagai data pratindakan sehingga didapatkan bahwa siswa yang mendapatkan nilai >70 kategori tuntas terdapat 14 siswa atau 60,87%. Hasil pratindakan dengan nilai rata-rata 68,47, sedangkan siswa yang belum tuntas 9 siswa atau 39,13%. Berdasarkan hasil pratindakan dapat dikatakan bahwa kemampuan awal siswa dalam kategori belum tuntas secara klasikal. Rendahnya hasil dari pratindakan dapat disebabkan dengan penggunaan model pembelajaran yang belum sesuai dengan materi yang diberikan. Model pembelajaran harus sesuai dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Motivasi belajar siswa terhadap materi belum maksimal sehingga diperlukan model yang sesuai. Model yang sesuai dengan materi pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mengoptimalkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Berdasarkan faktor-faktor peningkatan pembalajaran Indonesia, tersebut penulis menyimpulkan bahwa untuk mencapai hasil belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, maka perlu dicarikan solusi pemecahan masalahnya. Oleh karena itu untuk meningkatkan kemampuan siswa, digunakan model pembelajaran examples non examples terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Pembahasan Siklus I Kegiatan siklus I dilakukan untuk memperbaiki kondisi awal hasil belajar siswa, untuk itu pada proses pembelajaran diterapkan model Examples non examples. Pada proses kegiatan pembelajaran pada siklus I siswa masih dalam kategori belum tuntas secara klasikal terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Pada siklus I digunakan model pembelajaran Examples non examples untuk meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Pada siklus I ini penelitian dilakukan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Examples non Examples penulis bertindak sebagai guru. Pembelajaran yang dilakukan secara klasikal difokuskan pada proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar siswa. Dalam pelaksanaan tindakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Pada awal pembelajaran, setelah memberikan salam dan menyapa siswa guru mengabsen siswa serta menjelaskan dan memberikan motivasi kepada siswa. Kemudian guru menginformasikan dengan jelas tentang model pembelajaran Examples non examples. Informasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Siklus 1 digunakan sebagai alat ukur untuk menggetahui keberhasilan tindakan pertama, maka digunakan 1 soal dalam meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Berdasarkan hasil tes nilai yang diperoleh pada siklus I menunjukan rata-rata siklus I sebesar 73,69. Diketahui jumlah siswa tidak tuntas sebesar 16 siswa atau 69,56%. Dalam hal ini berarti tujuan dari pembelajaran secara klasikal 75% belum tercapai. Perlu adanya perbaikan yang dilaksanakan pada siklus II, walaupun setelah dilaksanakan pembelajaran pada siklus I terlihat banyak perubahan dan peningkatan nilai terjadi pada kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Pembahasan pada Siklus II Pada kegiatan siklus II penelitian dilakukan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Examples non examples, penulis bertindak sebagai Pembelajaran yang dilakukan difokuskan pada proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar bahasa Indonesia. Pelaksanaan tindakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. Menggetahui keberhasilan tindakan siklus II digunakan 1 soal menulis teks laporan hasil observasi dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Adapun pengunaan teori dalam materi menulis teks laporan observasi didasarkan pada hasil latihan yang diberikan. Hasil tes siklus II dilaksanakan menunjukkan bahwa siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 20 siswa 86,95%, dan 3 siswa atau 13,04% yang dinyatakan belum Nilai tertinggi yang diperoleh adalah 85 nilai terendah adalah 60 dan nilai ratarata pada siklus II adalah 76,52. Dari hasil tersebut diketahui adanya ketuntasan secara klasikal karena lebih dari 75%, maka dapat disimpulkan jika model pembelajaran Examples non Examples dapat meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Jurnal Language education literature Analisis Hasil Belajar Hasil belajar siswa kelas IX. 1 SMP Negeri Karangpanggung memahami materi menulis teks laporan observasi dengan model pembelajaran Examples non examples dapat diketahui adanya peningkatan. Peningkatan dari pratindakan, siklus I dan siklus II. Peningkatan siswa yang tuntas belajar, nilai rata-rata hasil tes, dan rekapitulasi dapat dilihat di bawah: Tabel 1. 1Rekapitulasi Pratindakan. Siklus 1 dan Siklus 2 Pratindakan Nilai Siklus I Siklus II Prekuensi Persen Prekuensi Persen Prekuensi Persen > 70 14 siswa 60,87 % 16 siswa 69,56% 20 siswa 86,95 % < 70 9 siswa 39,13 % 7 siswa 30,43% 3 siswa 13,04 % Jumlah Rata-rata 68,47 73,69 76,52 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat nilai rata-rata hasil pratindakan sebesar 68,47 sedangkan tes pada siklus I yaitu 73,69. Jika dibandingkan dengan pratindakan mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 5,22. Sedangkan siswa dinyatakan tuntas pada saat pratindakan sebanyak 14 siswa . ,87%) dan siklus I meningkat menjadi 16 siswa . ,56%). Peningkatan siswa tuntas pada pratindakan ke siklus I sebanyak 2 siswa . ,69%). Nilai rata-rata pada tes siklus II jika dibandingkan dengan siklus I juga mengalami Pada siklus 1 siswa yang tuntas 16 siswa . ,56%), pada siklus II meningkat menjadi 20 siswa . ,95%) pada siklus II, berarti meningkat sebanyak 4 siswa . ,39%). Peningkatan pratindakan ke siklus II yaitu: X 100% Dengan: R1: 68,47 R2: Rata-rata siklus I = 73,69 R2: Rata-rata siklus II = 76,52 P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Jurnal Language education literature x 100% x 100% = 0,041 x 100% = 4,1% Siswa yang tuntas pada saat pratindakan berjumlah 14 siswa . ,87%) setelah dilakukan siklus II menjadi 20 siswa . ,95%), berarti telah terjadi peningkatan dari pratindakan sampai siklus II sebanyak 6 siswa . ,08%). Peningkatan hasil belajar juga diperkuat dari nilai rata-rata kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung mengalami perubahan, dari rata-rata pratindakan sebesar 68,47 pada siklus I menjadi 73,69 dan mengalami peningkatan disiklus II sebesar 76,52. Nilai rata-rata pratindakan 68,47 dan pada siklus II menjadi 76,52. Peningkatan hasil belajar dari pratindakan ke siklus II dengan rata-rata sebesar 8,05. Dari hasil per-siklus mengalami peningkatan secara klasikal. Dengan demikian pembelajaran melalui model pembelajaran Examples non examples mampu meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas IX SMP Negeri Karangpanggung. SIMPULAN Berdasarkan hasil PTK (Penelitian Tindakan Kela. dapat disimpulkan jika hasil tes nilai yang diperoleh pada pratindakan menunjukan bahwa siswa yang memperoleh nilai >70 berjumlah 14 siswa 60,87%. Dalam hal ini berarti tujuan dari pembelajaran secara klasikal 75% belum tercapai. Setelah dilaksanakan siklus I terlihat peningkatan nilai disebabkan adanya daya tarik dalam proses belajar mengajar. Nilai rata-rata hasil pratindakan sebesar 68,47 sedangkan tes pada siklus I yaitu 73,69. Jika dibandingkan dengan pratindakan mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 5,22. Sedangkan siswa dinyatakan tuntas pada saat pratindakan sebanyak 14 siswa . ,87%) dan siklus I meningkat menjadi 16 siswa . ,56%). Peningkatan siswa tuntas pada pratindakan ke siklus I sebanyak 2 siswa . ,69%). Nilai rata-rata pada siklus II jika dibandingkan dengan siklus I juga mengalami Pada siklus 1 siswa tuntas sebanyak 16 siswa . ,56%), pada siklus II meningkat menjadi 20 siswa . ,95%), berarti meningkat sebanyak 4 siswa . ,39%). Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:76-91 Siswa yang tuntas pada saat pratindakan berjumlah 14 siswa . ,87%) setelah dilakukan siklus II menjadi 20 siswa . ,95%), berarti telah terjadi peningkatan dari pratindakan sampai siklus II sebanyak 6 siswa . ,08%). Peningkatan hasil belajar juga diperkuat dari nilai rata-rata, pratindakan sebesar 68,47 pada siklus I menjadi 73,69 dan mengalami peningkatan disiklus II sebesar 76,52. DAFTAR PUSTAKA