RANCANG BANGUN MESIN PARUT DAN PERAJANG SINGKONG DENGAN MENGGUNAKAN MOTOR LISTRIK 0,5 HP Rudi Rafli Politeknik Raflesia Rezob1819@gmail. Abstrak Dalam memenuhi kebutuhan akan singkong perlu kita mencipkatan alat yang mempermudah kegiatan kita dalam mengolah bahan tersebut, alat yang dika buat adalah perajang sekaligus pemarut dalam satu mesin, sehingga dalam kegiatan mengiris sekaligus memarut. Untuk membuat alat tersebut perlu perencanaan yang baik, maka pada peneliti kali ini dengan memanfaatkan motor listrik sebagai penggerak dan membuat rancangan yang seefisien mungkin. Rancang bangun adalah kegiatan yang dilakukan untuk membuat alat dengan rencana yang sebaik mungkin sehingga alat yang buat dapat bernilai ekonomi tinggi, setelah alat dirancang barulah alat tersebut dibuat, kegiatan pembuatan alat ini dengan memanfaatkan motor listrik sebagai penggerak mesin Kata Kunci : Rancang bangun, motor listrik PENDAHULUAN Latar Belakang Singkong dengan nama latin (Manihot esculent. merupakan umbi atau ketela pohon yang panjang fisiknya rata-rata bergaris tengah antara 3-4 cm dan panjang ujung kepangkalnya yakni 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang Dalam proses pengolahan singkong ini, salah satu alat yang di gunakan adalah berupa alat pemarut dan perajang, dengan adanya mesin tersebut setidaknya petani bisa memproduksi hasil kebunnya sendiri dan meningkatkan hasil pengolahan dengan baik dari segi kualitas maupun kuantitas dari singkong Pengolahan singkong yang baik dan benar sangat berpenggaruh pada kwalitas dan rasa nya apabila suah di komsumsi, oleh karena itu petani yang menanam tumbuhan singkong ini sangat sulit menghadapi berbagai macam kendala dalam pengolahan singkong atau ketela pohon ini,oleh karena itu sebagian petani langsung menjual dan mensuplai singkong tersebut ke pengusahapengusaha atau pabrik-pabrik pengolahan singkong tersebut, alasan utama petani langsung menjual hasil dari singkong ini yakni karena pengusaha atau pabrik tersebut sudah memiliki mesin-mesin pengolahan singkong menjadi bahan setengah jadi menjadi bahan yang siap untuk di pasarkan. Maka dari itu perlu meneliti untuk membuat Perencaan Rancang Bangun Pembuatan Mesin Parut dan Perajang Singkong dengan Menggunakan Motor Listrik 0,5 HP, yang di harapkan dapat membantu dan menambah pengetahuan bagi penulis maupun pembacanya. Vol 03. No 01 . : Jurnal Teknik Mesin Halaman 1 B. Indentifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka didapatkan beberapa masalah sebagai Dalam proses pengoprasian mesin ini bisa mengerakkan mata pisau parut dan perajang singkong singkong secara bersamaan, maka dari itu perantara dari v-belt dan pulley sangat di perlukan. Pada dasarnya penggaruh dari v-belt dan pulley adalah hal kedua dari motor listrik, karena kedua alat ini sanggat berpenggaruh dalam setian gerak dan kecepatan dari proses pengerjaannya. Perumusan Masalah Adapun perumuan masalah perencanaan rancang banggun mesin parut dan pemotong singkong denggan mengunakan motor listrik ini adalah: Perencanaan pembuatan rangka dan dudukan mata parut dan perajangnya. Bagaimana membuat struktur rangka yang kokoh untuk menopang motor listrik saat mengoprasikan mata patut an perajang agar tidak menggalami getaran yang berlebihan pada saat dioprasikan. TINJAUAN PUSTAKA Komponen utama dalam proses perancanggan Motor lisrik Motor listrik 0,5 HP ini termasuk kedalam kategori mesin listrik dinamis dan merupakan sebuah perangkat elektromagnet yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor listrik secara umum sama, yaitu: C Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya. C Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkarann/loop, maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya paada arah yang berlawanan. C Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torsi untuk memutar kumparan. C Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk menghasilkan tenaga putaran yang lebih sergam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susuna elektromagnetik yang disebut kumparan medan. Dalam memahami sebuah motor listrik, penting unruk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban mengancu kepada keluaran tenaga putar/ torsi sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok: C Beban torsi konstan, adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi dengan keceptan oprasinya namun torsi nya. Contoh beban dengan torsi konstan adalah conveyors, rotary klins, dan pompa displacement konstan Beban dengan torsi variabel, adalah beban dengan torsi yang bervariasi dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan torsi variabel adalh pompa sentrifugal dan fan ( torsi bervariasi sebagai kwadrat kecepata. C Beban dengan energi dengan konstan, adalah beban dengan permintaan torsi yang berubah terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah peralatan-peralatan mesin. Dalam proses pengoprasiannya Motor DC/arus searah adalah sebagai motor alat utama penggeraknya. Motor DC digunakan pada penggunaan khusus dimana diperlukan penyalaan torsi yang tinggi atau percepatan yang tetap untuk kisaran kecepatan yang luas. Motor DC memiliki tiga komponen pendukung utama, yaitu: C Kutup medan, secara sederhana digambarkan bahwa interkasi dua kutub magnet akan menyababkan putaran pada motor DC. Motor DC memiliki kutub medan yang stasioner dan dinamo yang menggerakan bearing pada ruang diantara kutub medan. Motor dc sederhana memiliki dua kutub Yaitu kutub medan utara dan ksutub medan selatan . untuk motor yang lebih besar atau yang lebih komplek terdapat satu atu lebih Elektromagnet menerima listrik dari sumber daya dari luar sebagai penyedia struktur medan C Dinamo. Bila arus masuk menuju dinamo, maka arus ini akan menjadi Dinamo yang berbentuk silinder dihubungkan ke as penggerak untuk menggerakan beban. Untuk kasus motor DC, dinamo berputar dalam magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub, sampai kutub utara dan selatan magnet berganti lokasi. Jika hal ini terjadi, arusnya berbalik untuk merubah kutub-kutub utaran dan selatan dinamo. C Kumutator. Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC. Kegunaannya adalah untuk membalikan arah arus listrik dalam dinamo. Komutator juga membantu dalam transmisimarus dinamo dan sumber Keuntungan utama motor DC adalah kecepatanya mudah dikendalikan dan tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor listrik ini dapat di kendalikan dengan mengatur : - Tegangan dinamo meningkatkan tegangan dinamo akan meningkatkan - Arus medan menurunkan arus medan akan meningkatkan Motor DC tersedia dalam banyak ukuran, namun penggunaan pada umumnya dibatasi untuk beberapa penggunan berkecepatan rendah, penggunaan daya rendah hingga sedang, seperti peralatan mesin dan rolling milis, sebab sering terjadi masalahdengan perubahan arah arus listrik mekanis pada ukuran yang lebih besar. Motor tersebut dibatsi hanya untuk penggunaan di area yang bersih dan tidak berbahaya sebab resiko percikan api pada sikatnya motor DC juga relatif mahal dibanding motor AC Hubungan antara kecepatan, flux medan dan teganggan dinamo ditunjukan dalam persamaan berikut: Gaya elektromagnetik: = KyoN Torsi: T = K yo Ia Dimana: = gaya elektromagnetik yang dikembangkan pada terminal dinamo . = flux medan yang bebanding lurus dengan arus medan = keceptan RPM . utran per meni. = arus dinamo = kostanta persamaan Eo Jenis-jenis motor DC/ Arus Searah Motor DC sumber daya terpisah/ separately excited, jika arus medan dipasok dai sumber terpisah maka disebut motor DC sumber daya terpisah/separately excited Motor DC sumber daya sendiri/ selt excited: Motor shunt. Pada motor shunt, gulungan medan . edan shun. disambungkan secara paralel, oleh karena itu total aarus dalam jalur merupakan perjumblahan arus medan dan arus dinamo. Motor listrik daya sendiri: motor seri. Dalam motor seri, gulungan medan . edan shun. dihubungkan secara seri dengan gulungan dinamo (A), oleh karena itu arus medan sama dengan arus dinamo. Motor DC kompon/ Gabungan. Motor kompon DC merupakan gabungan seri dan shunt. Pada motor kompon, gulungan medan ( medan shu. dihubungkan secara paralel dan seri dengan gulungan dinamo. Sehingga , motor kompon memiliki torque penyalaan awal yang bagus dan kecepatan yang stabil. Maka tinggi presentase pengabunggan . akni presentase gulungan medn yang dihubungkan secar ser. , makin tinggi pula torque penyalaan awal yang dapat ditangani oleh motor ini. Contoh, penggabungan 40-50% menjadikan motor ini cocok untuk alat pengangkat hoist dan derek. Poros . adalah suatu bagian stasioner yang berputar, biasanya berpenampang bulat, dimana terpasang elemen-elemen mesin seperti roda gigi, pully, poros engkol, gigi jentera . dan elemen pemindah daya lainikan Poros bisa menerima beban-bebn lenturan, tekanan, tarikan atau puntiran yang bekerja sendiri-sendiri atau berupa gabungan satu dengan yang lainnya. Bila beban tersebut bergabung kita bisa mencari kekuatan statis dan kekuatan lelah yang perlu untuk pertimbangan perencanaan, karena suatu poros tunggal dengan tegangan-tegangan statis tegangan bolak balik lengkap, tegangan berulang yang semuanya bekerja diwaktu yang sama. Kata-kata poros mencakup berbagai variasi, seperti as . dan gelondong . Sebuah as adalah poros, apahkah as tersebut diam atau berputar yang tidak mendapat beban puntir. Bila puntiran dari poros harus dijaga pada batas yang ketat, poros tersebut harus ditentukan ukurannya berdasarkan lendutan sebelum melakukan analisa atau tegangan-tegangan. Bahwa jika poros tersebut harus ditentukan dibuat cukup kaku sehingga ledutan tidak terlalu besar, ada kemungkinan bahwa tegangan-tegangan yang dihasilkan akan aman. Poros yang biasa digunakan adalah baja karbon dengan kadar karbon yang Adapun penggolongannya adalah : Beban yang terjadi pada poros Poros yang umumnya meneruskan daya melalui sabuk, roda gigi, dan rantai akan mendapat beban puntir dan lentur sehingga pada permukaan poros akan mengalami tegangan geser. (Sularso, 1997 :. Perhitungan yang digunakan dalam merancang poros utama yang mengalami beban puntir dan beban lentur antara lain sebagai berikut : Menghitung Daya Rencana C Pd = yceyca xP Dimana : ycEycc = yaaya yang direncanakan (KW) Fc = Faktor Oe faktor yang akan ditransmisikan P = Daya Nominal dari Motor Penggerak (KW) Menghitung Momen yang Terjadi pada Poros ycE ycN = 97,4 X 105 ycu ycc (Sularso 1997:. Dimana : ycEycc = Daya yang direncanakan (KW) T = Momen Rencana ycu1 = Putaran Poros . C Mencari tegangan geser yang diinginkan Ta = EB /(Syce1 xSyce. (Sularso 1997:. Dimana : ycNyca = Tegangan geser yang diizinkan . yuayaA = Kekuatan tarik Syce1 = Faktor keamanan Syce 2 = Faktor koreksi untuk alur pasak dan dibuat bertangga Diameter Poros Meskipun dalam perkiraan sementara ditetapkan bahwa hanya terjadi atas momen puntir saja, perlu ditinjau juga apakah ada kemungkinan pemakaian dengan beban lentur dikemudian harinya. Adapun rumus penghitungan diameter poros adalah sebagai berikut (Sularso, 1997: . ds = [ ycN ycoyc . ycayaA . ycN] yca Dimana : ds = Diameter poros ycNyca = Tegangan geser yang diizinkan K t = Faktor koreksi beban tumbuk ycayaA = Faktor koreksi beban lentur T = Momen puntir Bantalan (Bearin. Bantalan merupakan elemen mesin yang menumpu poros berbeban, sehingga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus, aman, dan panjang umur. (Sularso, 1997:. Bantalan harus cukup kokoh agar poros atau elemen mesin lainnya dapat bekerja dengan baik. Jika bantalan tidak bekerja dengan baik maka prestasi seluruh sistem akan menurun atau tidak dapat bekerja secara semestinya. Jadi bantalan dapat disamakan peranannya dengan pondasi Pada waktu memilih bantalan ciri masing-masing harus dipertimbangkan sesuai pemakaian, lokasi, dan macam beban yang akan dialami. Pulley Pulley digunakan untuk memindahkan daya dari satu poros keporos yang lain dengan alat bantu sabuk. Karena perbandingan kecepatan berbanding terbalik dengan diameter, maka pemilihan pulley harus dilakukan secara teliti agar mendapatkan perbandingan kecepatan yang diinginkan. Diameter luar untuk alur sabuk sedangkan diameter dalam untuk penampang poros (Sularso, 2. Perbandingan kecepatan pada pulley berbanding terbalik dengan diameter pulley dan secara matematis ditunjukan dengan persamaan D1/D2 = N1/N2. Sabuk-V . -bel. Sabuk-V merupakan salah satu bentuk sistem transmisi. Jarak antara dua buah poros sering tidak memungkinkan menggunakan sitem transmisi langsung seperti roda gigi. Sehingga perencana menggunakan sistem sabuk yang dililitkan di keliling pulley pada poros. (Sularso, 2. Sebagian besar transmisi sabuk menggunakan sabuk-V dibuat dari karet dan mempunyai penampang trapesium. Tenunan teteron atau semacamnya dipergunakan sebagai inti sabuk untuk membawa tarikan yang besar, sabuk-V dililitkan pada keliling alur pulley yang berbentuk V pula. Bagian sabuk yang melilit pada pulley ini mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar. Gaya gesekan juga akan bertambah besar karena pengaruh baji, yang akan menghasilkan transmisi daya yang besar pada tegangan yang relatif rendah. Hal ini merupakan keunggulan sabuk-V dibandingkan dengan sabuk rata. Untuk mengetahui panjang sabuk yang digunakan dapat memakai (Sularso, 2002 hal . L = 2C (D1 D2 ) Dimana : L = Panjang Sabuk . C = Jarak antara sumbu poros . D1 = Diameter ycyycycoycoyceyc motor D2 = Diameter ycyycycoycoyceyc penggerak. Prinsip kerja mata parut dan perajang singkong dengan mengunakan motor listrik Sama hal nya dengan cara kerja mesin parut dan perajang singkong lainnya, cara kerja mesin ini yakni mengunakan media motor listrik sebagai media Dalam sistem kerjanya motor listrik ini bisa langsung menggerakkan mata parut dan perajang singkong secara bersamaan, dalam proses kerjanya motor listrik ini di bantu v-belt dan pulley sebagai media pembantu penggerak motor Dalam proses yang dihasilkan, mesin ini sangatlah efisien, karena satu rangkaian rancang banggun mesin ini mempunyai dua alat yang sekaligus digunakan bersamaan, karena mesin ini mempuyai masing-masing dua v-belt dan pulley diantara kedua mata parut singkong ini. Oleh karen itu apabila salah satu dari mata parut dan perajang singkong ini tidak digunakan bagi konsumen. Konsumen bisa melepas v-belt dari mata parut tanpa mempengaruhi sistem kerja dari mata perajang singkong. Kerangka Pikir Dasar pemikiran dalam penulisan ini dimulai dari pencarian ide kemudian melakukan desain atau gambar dilanjutkan dengan pengumpulan data dari berbagai sumber. Setelah ide, rancangan dan data-data yang diperlukan sudah lengkap perancangan dimulai dengan pencarian bengkel atau tempat pekerjaan yang akan digunakan untuk merancang alat. Setelah bengkel sudah didapat dan dirasa cocok untuk pembuatan alat, kemudian dilanjutkan dengan pengadaan alat, bahan dan perancangan DESAIN PENELITIAN Desain Penelitian Dalam suatu penelitian, diperlukan suatu langkah-langkah yang benar sesuai dengan tujuan penelitian, agar penelitian dapat dipertangung jawabkan. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperiment jenis komprasi, yaitu suatu penelitian dimana penelitian sengaja membangkitkan suatu kejadian atau keadaan, kemudian diteliti bagaimana perbedaan dan akibatnya. Penelitian adalah suatu proses mencari suatu secara sisitematik dalam waktu yang lama dengan metode ilmiahserta aturan-aturan yang Untuk harus lebih menerapkann metode ilmiah dalam praktek penelitian maka diperlukan suatu desain penelitian maka di perluakan suatu desain penelitianyang sesuai dengan kondisi, seimbang dalam dangkalnya penelitian yang akan di kerjakan. Desain penelitian yang sering digunakan adalah desain percobaan, desain percobaan tidak lain dari semua proses yang diperlukan dalam melaksankan penelitian. Desain percobaan sanggat diperlukan dalam melaksanakan penelitian Guna dari desain percobaan adalah untuk memperoleh suatu keterangan yang maksimum mengenai cara membuat proses perencanaan serta pelaksaan percobaan yang akan dilakukan. Proses perencanaan dan pelaksanaan percobaan perlu kita kita pikirkan dengan sungguh-sungguh, peneliti harus lebih dahulu memikirkan langkah-langkah serta jenjang dari percobaan yang akan di Desain Gambar Rancangan Gambar 1. Pandangan depan mesin pemarut dan perajang singkong Sumber : Dokumen pribadi Gambar 2. Pandangan atas mesin pemarut dan perajang singkong Sumber : Dokumen pribadi Gambar 3. Pandangan samping kanan mesin pemarut dan perajang singkong Sumber : Dokumen pribadi Permasalahan Dalam Perancangan Dalam perancangan alat ini terdapat banyak menemsukan kendala diantaranya adalah putaran mesin yang terlalu cepat, oleh karena itu hasilnya tidak sesuai dengan desain awal. Pada penelitian ini peneliti banyak melakukan perubahan diantaranya penulis melakukan perbandingan reduksi putaran pulley dan mengubah ukuran pulley dan v-belt untuk mendapatkan putaran mesin yang sesuai dengan harapan penulis. PROSES PERANCANGAN Tahapan Proses Perancangan Mesin Pemarut dan Perajang Singkong Proses Pemotongan Proses pemotongan bertujuan unutk mendapatkan ukuran yang sesuai dengan gambar kerja. Karena ukuran besi siku yang di jual dipasaran pada umumnya mempunyai panjang 6 meter dan 5 cm per batang. Maka dari itu perlu adanya proses pemotongan bahan untuk membuat untuk membuat ranacangan sesuai dengan gambar kerja yang disudah recanakan sebelumnya. Proses pemotongan bahan ini menggunakan mesin gerinda potong sebagai alat pembantu kerjanya. Setelah melihat gambar kerja beserta ukurannya, maka proses proses pemotongan baru bisa dilaksanakan, hal ini dilakukan untuk meminalisir kesalahan ukuran dalam proses pemotongan berlangsung. Proses Penyambungan Setelah proses pemotongan bahan, bahan-bahan yang tadi sudah terpotong sesuai dengan ukuran yang ada digambar, maka selanjutnya bahan tadi selajutnya akan disambung menjadi suatu ranakaian berbentuk mesin pemarut dan perajang singkong yang sesuai dengan bahan kerja. Proses penyambungan ini dilakukan dengan cara pengelasan. Pengelasan adalah proses penyambugan logam dengan jalan mengunakan nyala busur listrik yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. Proses Perakitan Tempat dudukan Alat Pemarut dan Perajang Singkong Setelah desain kerangka dibuat, maka hal selanjutnya adalah dilakukannya perakitan alat pemarut dan perajang singkong. Hal pertama yakni pembuatan bingkai dudukan alat pemarut dan perajang yang susuai dengan gambar kerja, kemudian proses pemasangan alat permarut dan perajang dengan bingkai yang sudah dilas dudukannya, tempat dudukan alat pemarut dan perajang singkong yang tadi sudah dilas kemudian akan diberikan lubang pada tempat peletan dudukan dengan berdiameter lubang 12 mm, dan 14 mm . Proses Pengeboran Setelah proses pengelasan, terbentuklah suatu kerangka mesin pemarut dan perajang singkong, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat lubang/mengebor untuk mmbuat dudukan motor listrik, alat pemarut singkong, alat perajang singkong dana dudukan bantalan/bearing. Pembuatan lubang ini dilakukan dengan cara mengukur posisi dudukan motor listrik, alat pemarut singkong, alat perajang singkong dan bantalan, sesudah mendapatkan ukuran yang di ingginkan maka proses pengeboran dapat dilakukan penitikan terlebih dahulu, sesudah penitikan selesai maka proses pengeboran dapat dilakukan, diameter lubang untuk dudukan bantalan adlah 12 mm, dan diameter dudukan motor listrik adalah 14 mm, proses pengeboran dilakukan dengan cara membuat lubang dengan diameter 5 mm terlebih dahulu, hal ini bertujun untuk memudahkan proses pengeboran dan untuk meminimalisir keselamaatan kerja. Selain itu hal yang paling utamanya yakni untuk bertujuan untuk memudahkan pergantian alat apabila salah satu atau semua alat pemarut dan perajang singkong mengalami keausan maupun kerusakan. Proses pemilihan Elemet Mesin Karena keterbatasan alat peralatan maka untuk proses pemilihn elemen mesin seperti poros, bantalan, pulley, sabuk-V tidak dilakukan perhitungan perencanaan terlebih dahulu. Namun setelh berdiskusi dengan intruktrur lapangan dan dosen pembimbing maka untuk memilih elemen mesin tersebut hanya mengikuti kondisi yang dengan menganalisa dan mempertimbangkan beban yang akan diterima oleh komponen tersebut. Proses Perakitan Mesin Pemarut dan Perajang Singkong Setelah kerangka mesin selesai terbuat dan komponen-komponen mesin tersedia maka hal selanjutnya yang dilakukan adalah proses perkitan atau penyatuan kerangka dengan komponen-komponen. Perakitan mesin pemarut dan perajang singkong ini dilakukan bertahap dengan beberapa tahap. Pertama pemasangan bantalan pada kerangka yang telah dibor, setelah semua bantalan terpasang poros yang telah ada pada bantalan. Kedua pasang motor listrik atau sumber pengerak pada dudukan kerangka. Ketiga setelah mesin, bantalan dan poros terpasang dari pada kerangka, hal selanjutnya adalah pemasangan bingkai alat pemrut dan perajang singkong pada kearangka, pemasangan bingkai ini dilakukan dengan cara memasang baut pada dudukan alat pemarut dan perajang. Setelah semuanya terpasang, maka hal terakhir yang dilakukan adalah pemasangan pulley dan sabuk-V. Pemasangan pulley harus sejajar dengan pulley yang ada pada mesin dan pada alat perajang dan pemarut singkong, setelah pulley sejajar maka pemasangan sabuk-V baru bisa dilakukan. Setelah semua komponen dirakit menjadi satu kesatuan, maka terciptalah satu unit mesin pemarut dan perajang singkong dengan sumber tenaga motor listrik. Proses Pengecatan Seteleh didapatkan satu unit mesin pemarut dan perajang singkong, maka hal selanjutnya yakni adalah perose pengecetan, pengecetan bertujuan unutk memberi warna serta untuk menghilangkan dan mencegah karat pada mesin pemarut dan perajang singkong. Prose pengecatan ini dilakukan dengan mengunakan satu unuit mesin kompresor unutk mempercepat proses kerja pengecetannya. Proses pengujian Proses pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas alat pemarut dan perajang singkong yang dirancang. Serta mengetahui spesikasi mesin, kapasitas mata perajang dan pemarut, kelemahan kelemahan yang ada pada mesin. Sehingga dapat dilakukan perbaikan- perbaikan kedepannya. Agar penelitian ini sesuai dengan perumusan masalah yang ditulis dibab pertama maka pengujian ini dilakukan hanya untuk mencari spesifikasi dan kapasitas singkong yang didapat dari proses parut dan dirajang yang dirancang oleh penulis. Pengujian Untuk Mencari Kapasitas Pengujian untuk mencari kapasitas dilakukan dengan cara menguji langsung alatpemarut dan perajang dengan menghitung waktu jumlah hasil singkong yang Untuk jumlah hasil singkong penulis hanya menguji pada 15 kg. Dan untuk mendapatkan efisiensi waktu penulis juga meneliti dengan melakukan pengujian dengan cara manual dan dengan pengujian dengan mesin. Maka hasil yang didapat dari dua pengujian tersebut maka dapat di tulis dengan rumus sebagai berikut: Kapasitas Alat Pemarut Dan Perajang Singkong C Alat Pemarut Singkong Kapasitas alat pemarut dapat dicari dengan cara jumlah singkong yang di parut dan dibagi dengan proses pemarutan yang mengunakan mesin ataupun manual , sehingga dapat ditulis dengan pembagian lama dan cepatnya waktu sebagai berikut: Dalam pengunaan mesin parut kelapa ini waktu yang diperlukan dalam pemarutan hanya memakan waktu 48 detik dalam perkilonya, oleh sebab itu peneliti hanya membandingkan waktu yang dihasilakan dalam per-jamnya, karena dalam waktu 1 jam ialah 3600 detik, maka satuan waktu yang digunakan peneliti dalam penghitungan waktunya adalah detik, sehingga diperolehlah waktu yang dihasilkan dalam perhitungan Diketahui : LWPS/kg = Lama waktu pemarut singkong/kg = Time . KKM = Kapsitas kerja mesin Ditanya : KKM = . ? . g/ja. KKM = yayaycEycI KKM KKM 3600 yccyceycycnyco . 48 yccyceycycnyco = 75 kg/jam Efesiensi waktu yang diperoleh dari perbandingan pemarut singkong dengan mengunakan cara yang manual dan lama pemarutan dengan mengunakan mesin pemarut. Efesiensi waktu pemarutan dengan mengunakan mesin dapat dihitung dengan mengunakan persamaan sebagai berikut: ycycaycoycyc ycyyceycoycaycycycycaycu ycoyceycuyciyciycycuycaycoycaycu ycoyceycycnycu Efisiensi waktu = y 100 % ycycaycoycyc ycyyceycoycaycycycycaycu yccyceycuyciycaycu ycaycaycyca ycoycaycuycycayco 48 yccyceycycnyco Efisiensi waktu = 300 yccyceycycnyco . y 100 % Efisiensi waktu = 16 % C Alat Perajang Singkong Kapasitas alat perajang dapat dicari dengan cara jumlah singkong yang dirajang dan dibagi dengan proses perajangan dengan mengunakan mesin dan mengunakan alat yang manual, sehingga dapat ditulis dengan pembagian lama dan cepatnya waktu sebagai berikut: Dalam pengunaan mesin perajang kelapa ini waktu yang diperlukan dalam pemarutan nya memakan waktu 53 detik dalam perkilonya, oleh sebab itu peneliti hanya membandingkan waktu yang dihasilakan dalam per-jamnya, karena dalam waktu 1 jam ialah 3600 detik, maka satuan waktu yang digunakan peneliti dalam penghitungan waktunya adalah detik, sehingga diperolehlah waktu yang dihasilkan dalam perhitungan Diketahui : LWPS/kg = Lama waktu pemarut singkong/kg = Time . KKM = Kapsitas kerja mesin Ditanya : KKM = . ? . g/ja. KKM = yayaycEycI 3600 yccyceycycnyco . KKM 53 yccyceycycnyco KKM = 68 kg/jam Efesiensi waktu yang diperoleh dari perbandingan pemarut singkong dengan mengunakan cara yang manual dan lama pemarutan dengan mengunakan mesin pemarut. Efesiensi waktu pemarutan dengan mengunakan mesin dapat dihitung dengan mengunakan persamaan sebagai berikut: ycycaycoycyc ycyyceycoycaycycycycaycu ycoyceycuyciyciycycuycaycoycaycu ycoyceycycnycu Efisiensi waktu = ycycaycoycyc ycyyceycoycaycycycycaycu yccyceycuyciycaycu ycaycaycyca ycoycaycuycycayco y 100 % 53 yccyceycycnyco Efisiensi waktu = 300 yccyceycycnyco . y 100 % Efisiensi waktu = 17,6 % KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa hal mengenai mesin pemarut dan perjang dengan menggunakan motor listrik sebagai penggeraknya, antara lain: Cara kerja mesin pemarut dan perajang ini adalah ketika mesin dinyalakan,motor listri ini akan menggerakan dua alat sekaliagud, yakni alat pemarut singkong dan alat perajang singkong, selanjutnya daya dari motor listrik ini akan diteruskan untuk memutar pulley perajang dengan menggunakan pulley dan menggunakan v-belt sebagai tranmisinya. Dan setelah itu, motor listrik ini akan memutarkan pulley perajang dengan memutarkan pulley satu poros akan meneruskan putaran ke pulley 2 untuk memutar poros 3 dengan mengunakan pulley 4 dan menggunakan v-belt sebagai transmisinya, setelah alat yang tadi sudah terpasang diposisi diamana alat tadi terpakai, maka bergeraklah alat pemarut dan perajang singkong secara bersamaan. Kelemahan dan kelebihan mesin pemarut dan perajang singkong Kelebihan C Proses pemarut dan perajang singkong lebih mudah dan cepat. C Meghemat tenaga dalam proses kerjanya. C Suku cadang yang mudah didapat dipasaran. C Dapat melakukan pemarutan dan perajangan dalam jumlah yang banyak. C Dapat dioprasikan dalam produksi rumahan C Mudah dalam perawatanya Kelemahan C Berat dalam proses pemindahan alat C Harga mesin yang relatif mahal Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan peneliti, mesin pemarut dan perajang ini lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan mengunakan alat pemarut dan perajang secara manual. DAFTAR PUSTAKA