261 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 Eksintensi Kawasan Pantai Tamarunang Sebagai Destinasi Wisata Di Kabupaten Jeneponto Rusmin Nuryadin1. Syafaruddin2. Erna Cahyani3. Faizah Mastutie4. Virza Hadrianti5. Andi Ibrahim Yunus6. Rani Sofyan7 Universitas Tamalatea Makassar. Indonesia1,2,7 Universitas Fajar. Indonesia3,4,5,6 Email: ernaichacahyani@gmail. Abstrak. Pembangunan Pariwisata sangat berperan penting dalam meningkatkan pendapatan nasional maupun daerah, oleh sebab itu dibutuhkan studi yang mendalam tentang hal yang berkaitan dengan pengembangnan destinasi yang berpengaruh terhadap kunjungan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor pengaruh yang mempengaruhi kunjungan wisatawan di Pantai Tamarunang Kabupaten Jeneponto. Faktor yang diuji meliputi harga, daya tarik wisata, kenyamanan, dan promosi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 47 responden. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat faktor berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan. Daya tarik wisata menjadi faktor dominan, diikuti oleh harga, kenyamanan, dan promosi. Nilai RA sebesar 0,619 menunjukkan bahwa 61,9% variasi kunjungan wisatawan dijelaskan oleh variabel penelitian, sedangkan 38,1% dipengaruhi faktor lain di luar model. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan daya tarik wisata yang berkelanjutan, penetapan harga yang wajar, perbaikan dan peningkatan fasilitas kenyamanan, serta promosi yang lebih kreatif berbasis digital. Kata Kunci: Daya tarik wisata, destinasi, pendapatan daerah, wisatawan, promosi, fasilitas wisata. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. Eksintensi Kawasan Pantai Tamarunang Sebagai Destinasi Wisata PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan ekonomi Melalui pengembangan destinasi wisata, pemerintah daerah dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor pendukung lainnya seperti transportasi, kuliner, dan kerajinan lokal. Menurut Cooper et al. , pariwisata adalah fenomena sosial, budaya, dan ekonomi yang melibatkan pergerakan orang ke negara atau tempat di luar lingkungan biasa mereka untuk tujuan pribadi atau bisnis. Kabupaten Jeneponto yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata, terutama wisata bahari. Salah satu destinasi yang mulai menarik perhatian adalah Pantai Tamarunang. Pantai Tamarunang yang terletak di Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup populer di daerah tersebut. Keindahan alamnya yang mempesona dan suasana yang tenang menjadikan pantai ini diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Peningkatan kunjungan wisatawan di Pantai Tamarunang sangat penting, karena dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar dan meningkatkan citra wisata di daerah tersebut. Namun, angka kunjungan wisatawan ke Pantai Tamarunang menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan setiap tahun. Pantai ini memiliki keindahan alam yang memikat dan daya tarik yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata Namun, berdasarkan pengamatan awal, jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Tamarunang masih fluktuatif dan belum optimal. Tren pariwisata saat ini menunjukkan bahwa preferensi wisatawan semakin beragam, dan keputusan mereka untuk mengunjungi suatu tempat tidak hanya dipengaruhi oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kemudahan akses, harga, pelayanan, serta ulasan dari pengunjung sebelumnya (Kotler. Bowen & Makens, 2. Beberapa faktor yang mempengaruhi kunjungan wisatawan ke suatu destinasi antara lain adalah daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas, promosi, serta persepsi wisatawan terhadap keamanan dan kenyamanan lokasi wisata (Yoeti, 1. Pemahaman terhadap faktorfaktor ini sangat penting agar strategi pengembangan pariwisata dapat disusun secara tepat sasaran. Selain perubahan perilaku wisatawan di era modern juga menjadi tantangan tersendiri bagi pengembangan destinasi wisata di suatu daerah. Di sisi lain, keberadaan Pantai Tamarunang memiliki makna sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat. banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas pariwisata, seperti membuka warung, menyediakan jasa parkir, hingga menjual hasil laut atau kerajinan tangan. Dengan kata lain, keberhasilan pengelolaan Pantai Tamarunang tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat lokal. Namun, ketika kunjungan wisatawan menurun, dampaknya pun langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar. Selain faktor ekonomi, aspek lingkungan juga perlu mendapat perhatian. Pantai Tamarunang sempat mengalami kerusakan akibat angin muson dan abrasi, yang mengganggu aktivitas 263 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 wisata dan merusak fasilitas penunjang. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pengembangan wisata tidak bisa dilepaskan dari upaya pelestarian lingkungan. Keberlanjutan wisata hanya dapat tercapai apabila ada keseimbangan antara pemanfaatan potensi alam untuk pariwisata dengan menjaga kelestarian ekosistem Lebih jauh lagi, keberadaan destinasi wisata seperti Pantai Tamarunang juga memiliki peran penting dalam membangun identitas daerah. Kabupaten Jeneponto tidak hanya dikenal sebagai wilayah agraris, tetapi juga memiliki potensi besar di bidang pariwisata bahari. Apabila dikelola dengan baik. Pantai Tamarunang dapat menjadi ikon pariwisata daerah yang mampu meningkatkan daya tarik Jeneponto di mata wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, maka daerah ini akan semakin dikenal dan berpotensi menarik investasi baru di sektor pariwisata maupun sektor pendukung lainnya. METODE PANELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Dengan lokasi di Pantai Tamarunang Kabupaten Jeneponto. Sulawesi Selatan. Adapun populasi mencakup wisatawan yang berkunjung ke Pantai Tamarunang, pelaku usaha atau penyedia jasa di sekitar lokasi wisata, aparat pemerintah desa atau instansi pariwisata yang terkait dengan pengelolaan objek wisata, serta tokoh masyarakat atau komunitas lokal yang terlibat dalam kegiatan pariwisata. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling yaitu berdasarkan pertimbangan dan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian serta pemilihan informan dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki informasi, pengalaman, dan pemahaman yang mendalam mengenai kunjungan wisata di Pantai Tamarunang. Jumlah informan dalam penelitian ini bersifat fleksibel dan ditentukan berdasarkan prinsip kecukupan data. Adapun data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan indikator Kuesioner berisi pernyataan yang diukur menggunakan skala Likert, selain data pendukung melalui observasi langsung di tempat dan dokumen administratif dari pengelola Pantai Tamarunang tentang jumlah kunjungan selama periode penelitian (Fahmi & Jatmiko, 2. Tahap selanjutnya data dianalisis untuk menguji hipotesis penelitian dan menjawab rumusan masalah. menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Pantai Tamarunang yang terletak di Kabupaten Jeneponto. Sulawesi Selatan, merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang sangat menarik. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang lembut dan luas, air lautnya yang jernih, serta pemandangan matahari terbenam yang luar biasa indah. Keindahan alam yang ditawarkan membuat pantai ini menjadi favorit bagi wisatawan, baik dari daerah sekitar maupun masyarakat lokal. Letaknya yang strategis juga memudahkan akses menuju pantai ini, menjadikannya tempat yang ramai dikunjungi saat hari libur. Eksintensi Kawasan Pantai Tamarunang Sebagai Destinasi Wisata Secara resmi, pengelolaan Pantai Tamarunang berada di bawah Dinas Pariwisata Kabupaten Jeneponto. Selain itu, pemerintah desa setempat dan warga sekitar juga turut aktif membantu pengelolaan dan pengembangan pantai. Di sekitar pantai, sudah ada fasilitas sederhana seperti area parkir dan toilet umum, serta beberapa warung yang dikelola oleh masyarakat lokal. Bahkan meskipun fasilitas ini masih bisa dikatakan sederhana, ada upaya terus menerus untuk memperbaiki dan menambah fasilitas demi kenyamanan para pengunjung. Sejarah pantai ini pun cukup menarik. Dahulu. Pantai Tamarunang lebih dikenal sebagai area nelayan tradisional yang menjadi tempat berlabuhnya perahu dan mencari Namun seiring waktu, dengan kesadaran mengenai pesona alam pantai ini, masyarakat dan pemerintah mulai mengembangkan Tamarunang menjadi destinasi wisata yang semakin populer. Usaha ini melibatkan penataan kawasan, penambahan fasilitas, dan promosi agar lebih dikenal luas. Keterlibatan masyarakat sekitar sangat terasa dalam pengelolaan pantai ini. Banyak warga yang aktif menyediakan berbagai layanan yang mendukung pariwisata, seperti menyewakan perahu, menjual makanan khas, atau membuat kerajinan tangan untuk oleh-oleh wisatawan. Partisipasi ini membuat destinasi wisata ini menjadi semakin hidup dan berkembang. Rencana pengembangan terus digalakkan. Pemerintah dan para pemangku kepentingan berfokus pada pemulihan dan perbaikan fasilitas yang sedikt mengalami kerusakan akibat dampak cuaca buruk, memperbaiki tembok pantai, serta meningkatkan sarana umum agar lebih nyaman dan aman. Upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan ahli lingkungan diharapkan bisa menjaga keseimbangan antara pembangunan dengan kelestarian alam. Gambar 1. Peta kawasan pantai Tamarunang Berdasarkan hasil penelitian terhadap 47 responden, diperoleh gambaran karakteristik responden yang dapat dilihat pada Tabel 4. Dari sisi jenis kelamin, 265 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 mayoritas responden adalah laki-laki dengan jumlah 27 orang atau sebesar 57,45 Sementara itu, responden perempuan berjumlah 20 orang atau sekitar 42,55 Data ini menunjukkan bahwa partisipasi laki-laki lebih dominan dibandingkan perempuan dalam kunjungan wisata ke Pantai Tamarunang Kabupaten Jeneponto. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kecenderungan laki-laki yang lebih aktif dalam melakukan aktivitas wisata, terutama wisata pantai yang identik dengan aktivitas fisik dan petualangan. Dari segi usia, responden paling banyak berada pada kelompok usia 17Ae25 tahun yaitu sebanyak 21 orang atau 44,68 persen. Disusul oleh kelompok usia 26Ae35 tahun dengan jumlah 15 orang . ,91 perse. , dan kelompok usia di atas 35 tahun sebanyak 11 orang . ,40 perse. Hal ini menunjukkan bahwa pengunjung Pantai Tamarunang didominasi oleh kelompok usia muda. Usia 17Ae25 tahun merupakan kategori remaja hingga dewasa awal yang biasanya memiliki minat tinggi terhadap kegiatan rekreasi, eksplorasi, serta aktivitas sosial bersama teman sebaya. Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Kategori Jumlah . Persentase (%) Laki-laki 57,45 Jenis Kelamin Perempuan 42,55 17Ae25 tahun 44,68 Usia 26Ae35 tahun 31,91 >35 tahun 23,40 SMA/Sederajat 59,57 Diploma/S1 31,91 Pendidikan S2/S3 8,51 Pelajar/Mahasiswa 42,55 Wiraswasta 27,66 Pekerjaan PNS/Karyawan Swasta 19,15 Lainnya 10,64 Sumber: Olahan data primer. SPSS . Karakteristik berikutnya adalah pendidikan terakhir. Mayoritas responden berpendidikan SMA/sederajat dengan jumlah 28 orang atau 59,57 persen. Selanjutnya, sebanyak 15 orang . ,91 perse. memiliki pendidikan Diploma atau S1, dan 4 orang . ,51 perse. memiliki pendidikan S2/S3. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar pengunjung Pantai Tamarunang berasal dari kalangan pelajar SMA, mahasiswa, serta masyarakat dengan latar belakang pendidikan menengah. Tingkat pendidikan ini juga berkaitan dengan kelompok usia yang memang masih berada pada fase pelajar atau Jika dilihat dari aspek pekerjaan, sebanyak 20 responden . ,55 perse. merupakan pelajar atau mahasiswa, yang sekaligus menjadi kelompok dominan. Eksintensi Kawasan Pantai Tamarunang Sebagai Destinasi Wisata Kemudian, 13 responden . ,66 perse. berprofesi sebagai wiraswasta, 9 responden . ,15 perse. bekerja sebagai PNS atau karyawan swasta, dan sisanya 5 responden . ,64 perse. bekerja pada kategori lain. Data ini semakin memperkuat bahwa pengunjung Pantai Tamarunang lebih banyak berasal dari kalangan pelajar/mahasiswa yang memiliki waktu luang lebih fleksibel dan biaya wisata yang relatif terjangkau. Secara umum, gambaran karakteristik responden memperlihatkan bahwa kunjungan wisata di Pantai Tamarunang lebih banyak didominasi oleh kalangan muda, khususnya pelajar/mahasiswa laki-laki dengan pendidikan SMA/sederajat. Hal ini penting bagi pengelola wisata karena dapat menjadi dasar untuk menentukan strategi promosi dan penyediaan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan kelompok pengunjung utama tersebut. Setiap variabel diukur dengan skala Likert 1Ae5 . = Sangat Tidak Setuju, 5 = Sangat Setuj. Nilai rata-rata, minimum, maksimum, dan standar deviasi diperoleh dari hasil analisis deskriptif SPSS. Adapun hasil penilaian responden terhadap setiap variable adalah sebagai berikut : Variabel Harga (X. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, variabel Harga memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,12 dengan standar deviasi 0,55. Nilai ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian positif terhadap aspek harga. Walaupun saat penelitian dilakukan Pantai Tamarunang belum mengenakan tarif tiket masuk akibat kerusakan fasilitas, namun persepsi responden menunjukkan harapan bahwa harga yang nantinya ditetapkan haruslah wajar dan sesuai dengan fasilitas yang tersedia. Hal ini penting, karena bagi wisatawanAikhususnya pelajar dan mahasiswa yang merupakan mayoritas pengunjungAitingkat keterjangkauan harga merupakan pertimbangan utama dalam memilih destinasi wisata. Dengan demikian, jika Pantai Tamarunang beroperasi kembali, pengelola perlu menentukan harga tiket yang tidak terlalu membebani pengunjung namun tetap dapat menjadi sumber pemasukan daerah. Lebih jauh, hasil ini juga mengindikasikan bahwa pengunjung memiliki toleransi terhadap harga selama sesuai dengan kualitas layanan dan fasilitas yang ditawarkan. Artinya, wisatawan bersedia membayar jika kenyamanan, kebersihan, dan fasilitas dasar seperti tempat duduk, toilet, dan area rekreasi tersedia dengan baik. Variabel Daya Tarik Wisata (X. Variabel Daya Tarik Wisata memperoleh nilai ratarata tertinggi yaitu 4,25 dengan standar deviasi 0,50. Angka ini mengindikasikan bahwa mayoritas responden menilai Pantai Tamarunang memiliki daya tarik yang kuat sebagai destinasi wisata. Keindahan alam pantai, panorama laut, serta suasana alami menjadi faktor yang membuat wisatawan merasa tertarik untuk berkunjung. Fakta bahwa variabel ini memperoleh rata-rata tertinggi menunjukkan bahwa daya tarik merupakan aspek utama yang mendorong kunjungan wisatawan. Meskipun fasilitas fisik di lokasi sempat mengalami kerusakan, keindahan alamiah pantai tetap menjadi daya pikat tersendiri. Hal ini menegaskan pentingnya menjaga kelestarian 267 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 lingkungan pantai, kebersihan, serta suasana yang alami agar daya tarik wisata tetap Selain itu, persepsi positif terhadap daya tarik wisata dapat dimanfaatkan sebagai modal pengembangan kepariwisataan. Jika ke depannya dilakukan perbaikan fasilitas, promosi, dan diversifikasi aktivitas wisata seperti olahraga pantai, kuliner, atau festival budaya, maka Pantai Tamarunang berpotensi menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Jeneponto. Variabel Kenyamanan (X. Untuk variabel Kenyamanan, diperoleh nilai rata-rata 4,05 dengan standar deviasi 0,60. Nilai ini menandakan bahwa sebagian besar responden merasa cukup nyaman ketika berkunjung ke Pantai Tamarunang, meskipun kondisi fasilitas sempat mengalami kerusakan. Kenyamanan dalam konteks ini mencakup aspek kebersihan lingkungan, keamanan, ketersediaan fasilitas, serta suasana rekreasi yang mendukung aktivitas wisata. Standar deviasi yang relatif lebih besar dibandingkan variabel lain menunjukkan adanya variasi pendapat di kalangan Sebagian responden merasa cukup nyaman, sementara sebagian lainnya mungkin merasa kurang nyaman akibat keterbatasan fasilitas yang ada. Hal ini dapat dimaklumi karena pada saat penelitian, kondisi pantai belum sepenuhnya berfungsi optimal akibat dampak angin muson dan abrasi. Temuan ini memberikan masukan penting bagi pengelola agar lebih memperhatikan faktor kenyamanan, terutama dalam hal penyediaan fasilitas dasar, kebersihan, serta area rekreasi yang aman. Jika kenyamanan dapat ditingkatkan secara konsisten, maka wisatawan akan lebih termotivasi untuk kembali berkunjung serta merekomendasikan Pantai Tamarunang kepada orang lain. Variabel Promosi (X. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Promosi memperoleh nilai rata-rata 3,98 dengan standar deviasi 0,58. Nilai ini lebih rendah dibandingkan variabel lainnya, sehingga dapat diartikan bahwa promosi masih dianggap belum optimal oleh para responden. Mayoritas pengunjung mengenal Pantai Tamarunang dari informasi mulut ke mulut atau pengalaman pribadi, bukan melalui promosi resmi dari pihak pengelola. Kurangnya upaya promosi ini menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Di era digital saat ini, promosi seharusnya dapat dilakukan secara lebih efektif melalui media sosial, website pariwisata, maupun kerja sama dengan agen perjalanan. Dengan strategi promosi yang baik. Pantai Tamarunang akan lebih mudah dikenal secara luas, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa promosi harus lebih terarah pada segmen pengunjung muda, seperti pelajar dan mahasiswa, yang mendominasi kunjungan. Media sosial seperti Instagram. TikTok, atau YouTube bisa menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan potensi Pantai Tamarunang. Jika promosi ditingkatkan, maka potensi daya tarik wisata yang sudah tinggi dapat lebih maksimal dalam menarik kunjungan wisatawan. Eksintensi Kawasan Pantai Tamarunang Sebagai Destinasi Wisata Variabel Kunjungan Wisatawan (Y). Variabel Kunjungan Wisatawan memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,20 dengan standar deviasi 0,52. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum responden memiliki pengalaman yang cukup baik dalam melakukan kunjungan ke Pantai Tamarunang. Meskipun saat ini kondisi pantai belum beroperasi secara optimal, namun persepsi wisatawan tetap positif terhadap destinasi ini. Hal ini berarti bahwa Pantai Tamarunang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan kembali. Wisatawan tetap menaruh minat untuk berkunjung, bahkan dalam kondisi fasilitas yang terbatas. Faktor daya tarik alamiah pantai menjadi alasan utama yang membuat wisatawan merasa puas dengan Dengan demikian, jika pengelolaan wisata dapat ditingkatkan, te rutama pada aspek promosi dan kenyamanan, maka tingkat kunjungan wisatawan dapat terus meningkat. Potensi ini bukan hanya bermanfaat untuk meningkatkan kepuasan pengunjung, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jeneponto. Oleh Karena Itu, dapat dikatakan bahwa berdasarkan hasil- hasil penilaian seluruh responden diatas terhadap lima variable yang dipakai, maka dapat dikatakan lebih lanjut bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor harga, daya tarik wisata, kenyamanan, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisatawan di Pantai Tamarunang Kabupaten Jeneponto. Hal ini dibuktikan melalui analisis regresi linear berganda yang menghasilkan nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,619. Artinya, keempat variabel tersebut mampu menjelaskan 61,9% variasi kunjungan wisatawan, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian, seperti aksesibilitas, keamanan, cuaca, dan kebijakan pemerintah daerah. Dengan penjelasan kesimpulan hasil penelitian adalah bahwa : Pengaruh Harga terhadap Kunjungan Wisatawan Variabel harga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai koefisien regresi 0,210 . -value 0,. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Pantai Tamarunang belum menetapkan tiket masuk karena kondisi belum beroperasi, persepsi wisatawan terhadap hargaAiseperti biaya transportasi, konsumsi, serta fasilitas penunjangAitetap menjadi pertimbangan penting. Hasil ini mendukung penelitian Firdaus . yang menyatakan bahwa harga yang wajar, terjangkau, dan transparan akan meningkatkan kepuasan serta minat kunjungan wisatawan. Hal ini juga sejalan dengan pendapat Kotler & Keller . yang menekankan bahwa persepsi nilai terhadap harga memengaruhi keputusan konsumen, termasuk dalam konteks pariwisata Pengaruh Daya Tarik Wisata terhadap Kunjungan Wisatawan Daya tarik wisata menjadi faktor paling dominan dengan nilai koefisien regresi 0,315 . -value 0,. Hasil ini menunjukkan bahwa keindahan alam, panorama pantai, dan suasana alami Pantai Tamarunang merupakan daya tarik utama yang mendorong 269 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 kunjungan wisatawan. Temuan ini konsisten dengan penelitian Pramudito . yang menegaskan bahwa daya tarik wisata berhubungan erat dengan minat berkunjung Huang & Hsu . juga menyebutkan bahwa daya tarik destinasi merupakan motivasi intrinsik utama bagi wisatawan, bahkan lebih kuat dibandingkan faktor eksternal lainnya. Oleh karena itu, pemeliharaan kelestarian pantai, kebersihan lingkungan, dan pengembangan atraksi baru perlu menjadi prioritas pengelolan. Pengaruh Kenyamanan terhadap Kunjungan Wisatawan Variabel kenyamanan memiliki koefisien regresi 0,198 dengan tingkat signifikansi 0,026. Hal ini menandakan bahwa kenyamanan lingkungan, kebersihan, dan fasilitas yang memadai memberikan pengaruh nyata terhadap kepuasan dan niat kunjungan ulang wisatawan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Li & Wang . yang menjelaskan bahwa kenyamanan destinasi berkontribusi terhadap loyalitas pengunjung. Dalam konteks Pantai Tamarunang, meskipun fasilitas sempat rusak akibat angin muson, wisatawan tetap menilai kenyamanan cukup baik. Namun, peningkatan fasilitas dasar, penataan ruang publik, dan pengelolaan sampah masih menjadi faktor penting agar pengalaman wisatawan semakin optimal. Pengaruh Promosi terhadap Kunjungan Wisatawan Promosi berpengaruh positif signifikan dengan koefisien regresi 0,185 . -value 0,. Temuan ini mengindikasikan bahwa upaya promosi, meskipun belum maksimal, tetap memiliki peran penting dalam mendorong kunjungan wisatawan. Hasil penelitian ini mendukung temuan Putri . bahwa promosi yang efektif melalui media digital dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke destinasi wisata. Chen & Gursoy . juga menekankan bahwa media sosial saat ini menjadi sarana utama yang mampu memengaruhi persepsi wisatawan terhadap destinasi. Mengingat mayoritas pengunjung Pantai Tamarunang adalah pelajar dan mahasiswa, strategi promosi berbasis digital seperti Instagram. TikTok, dan YouTube sangat potensial untuk menarik lebih banyak wisatawan muda. KESIMPULAN Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa daya tarik wisata merupakan faktor utama yang harus diprioritaskan dalam pengembangan Pantai Tamarunang, disusul oleh kenyamanan, harga, dan promosi. Namun, promosi tetap menjadi faktor strategis karena berfungsi sebagai pintu masuk informasi bagi Oleh karena itu, strategi pengelolaan Pantai Tamarunang harus bersifat integratif: menjaga kelestarian daya tarik, meningkatkan kenyamanan fasilitas, menentukan harga tiket yang wajar, dan memperkuat promosi digital. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa : . Faktor-faktor yang memengaruhi kunjungan wisatawan ke Pantai Tamarunang Kabupaten Jeneponto adalah Hatga . kenyamana ,promosi, dan Eksintensi Kawasan Pantai Tamarunang Sebagai Destinasi Wisata daya tarik wisata. Harga. Daya Tarik. Kenyamanan. Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kunjungan wisatawan. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,619 menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut . arga, daya tarik, kenyamanan, dan promos. secara simultan mampu menjelaskan 61,9% variasi kunjungan wisatawan, sedangkan sisanya 38,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti aksesibilitas, cuaca, keamanan, dan kebijakan pemerintah. Dari 4 Variabel yang diteliti ,Daya tarik wisata yang menyangkut keindahan alam, kebersihan pantai, kegiatan wisata menunjukkan Variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap Kunjungan wisatawn paling besar dengan koefisien 0,41% atau 41%. DAFTAR PUSTAKA