Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 SIKLUS PERENCANAAN PENDIDIKAN Nuri Rahmadani1. Herwadi2. Novita Sari3 Candra Wijaya4 Magister Manajemen Pendidikan Islam Murni Non Reguler Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Sumatera Utara Email : nurimelati96@gmail. com & whadhee@gmail. novitasari5273@gmail. Dosen Pascasarjana Magester Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara4 Abstrak Sebuah proses perencanaan pendidikan sejatinya harus dilakukan secara berkala dan berkesinambungan saat dibutuhkan kajian awal terkait sebuah kegiatan yang akan dikerjakan. Ini artinya bahwa untuk menentukan prioritas,kebutuhan serta biaya kegiatan harus melibatkan para pengambil keputusan seperti kepala sekolah,wakil kepala sekolah dan beberapa fungsionaris yang dibutuhkan Kesinambungan sebuah proses perencanaan pada akhirnya akan menjadi sebuah siklus yang mengagendakan pertemuan guna membahas persiapan sebuah kegiatan. Siklus perencanaan akan terus berulang pada waktu-waktu tertentu,sehingga tetap menjaga keefektifan persiapan kegiatan yang dirancang oleh para penentu kebijakan. Kata Kunci: Perencanaan. Siklus Perencanaan. Pendidikan PENDAHULUAN Perencanaan pendidikan merupakan sebuah rumusan rancangan kegiatan yang ditetapkan berdasarkan visi, misi dan tujuan pendidikan yang memuat langkah atau prosedur dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan. Perencanaan pendidikan menjadi kontrol dan pengendalian perilaku warga satuan pendidikan . epala sekolah, guru, karyawan, siswa, komite sekola. serta memuat rumusan hasil yang ingin dicapai dalam proses layanan pendidikan kepada peserta didik menyangkut masa depan proses pengembangan dan pembangunan pendidikan dalam waktu tertentu, yang lebih berkualitas. Perencanaan pendidikan di indonesia merupakan suatu proses penyusunan alternatif kebijaksaan mengatasi masalah yang akan dilksanakan dalam rangka mencapain tujuan pembangunan pendidikan nasioanal dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada dibidang sosial Nuri Rahmadani. Herwadi. Novita Sari. Candra Wijaya: Perencanaan. Siklus Perencanaan. Pendidikan ekonomi,sosial budaya dan kebutuhan pembangunan secara menyeluruh terhadap pendidikan nasional. Dalam artikel ini penulis berupaya untuk mendeskripsikan bagaimana sebuah siklus perencanaan pendidikan yang dilaksanakan pada satuan pendidikan dengan mengobservasi dan wawancara langsung kepada para penentu kebijakan. Dari sini penulis berharap informasi yang tergambar dalan tulisan ini mampu menambah pencerahan pada khalayak umum tentang bagaimana siklus dan tahapan-tahapan perencanaan dilakukan mampu menciptakan sebuah desain perencanaan yang baik sebagai dasar mengawali sebuah kegiatan. PEMBAHASAN Pengertian Perencanaan Pendidikan Pengertian perencanaan, dan pengertian perencanaan pendidikan. Ada beragam pengertian perencanaan yang telah dikemukakan oleh para ahli, antara lain menurut: . Bintoro Tjokroaminoto, perencanaan adalah Aoproses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Prajudi Atmosudirdjo, perencanaan adalah Aoperhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, siapa yang melakukan, bilamana, dimana dan bagaimana cara melakukannya. Handoko, perencanaan adalah meliputi: . pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi. penentuan strategi, kebijakan, proyek, program, prosedur, metode, sistem, anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. Husaini Usman, perencanaan adalah kegiatan yang akan dilakukan dimasa yang akan datang untuk mencapai tujuan. Coombs, perencanaan pendidikan adalah Aosuatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan dan . SaAoud dan Makmun, perencanaan pendidikan adalah Aosuatu kegiatan melihat masa depan dalam hal menentukan kebijakan, prioritas dan biaya pendidikan dengan memprioritaskan kenyataan yang ada dalam bidang ekonomi, sosial dan politik untuk mengembangkan sistem pendidikan negara dan pesera didik yang dilayani oleh sistem tersebut. Somantri, . Dari beberapa definisi tentang perencanaan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa konsep yang ada dalam pengertian perencanaan pendidikan adalah: . suatu rumusan rancangan kegiatan yang Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 ditetapkan berdasarkan visi, misi dan tujuan pendidikan. memuat langkah atau prosedur dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan . merupakan alat kontrol pengendalian perilaku warga satuan pendidikan . epala sekolah, guru, karyawan, siswa, komite . memuat rumusan hasil yang ingin dicapai dalam proses layanan pendidikan kepada peserta didik. menyangkut masa depan proses pengembangan dan pembangunan pendidikan dalam waktu tertentu, yang lebih berkualitas. Somantri, . Pentingnya Perencanaan Pendidikan Menurut C. Beeby dalam Triyo, . perencanaan pendidikan adalah suatu usaha melihat ke masa depan dalam hal menentukan kebijaksanaan, prioritas dan biaya pendidikan dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada dalam kegiatan ekonomi, sosial dan politik untuk pengembangan potensi sistem pendidikan nasional, memenuhi kebutuhan bangsa dan anak didik yang dilayani oleh sistem tersebut. Menurut Comb, dalam Pidarta, . perencanaan pendidikan merupakan aplikasi analisi rasonal dan sistmatik dalam proses pengembangan pendidikan yang bertujuan menigkatkan efektivitas dan efisiensi pendidikan dalam usahanya memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan . baik tujuan yang berhubungan dengan anak didik maupun masyarakat. Perencanaan pendidikan di indonesia merupakan suatu proses penyusunan alternatif kebijaksaan mengatasi masalah yang akan dilksanakan dalam rangka mencapain tujuan pembangunan pendidikan nasioanal dengan mempertimbangkan kenyataan-kenyataan yang ada dibidang sosial ekonomi,sosial budaya dan kebutuhan pembangunan secara menyeluruh terhadap penddidika nasioanl. Perencanaan pendidikan sendiri berfungsi sebagai pola dasar, petunjuk dan pedoman dalam mengambil keputusan, dalam melaksanakan dan mengendalikan kegiatan pendidikan, dalam mengembangkan kualitas pendidikan, memenuhi akuntabilitas lembaga pendidikan serta untuk mempersiapkan alternative kebijaksanaan untuk kegiatan masa depan dalam pembangunan pendidikan. Perencanaan pendidikan itu memberikan kejelasan arah dalam usaha proses penyelenggaraan pendidikan. Dengan kejelasan arah ini manajemen usaha pendidikan akan dapat dilaksanakan dengan leboh efektif dan Nuri Rahmadani. Herwadi. Novita Sari. Candra Wijaya: Perencanaan. Siklus Perencanaan. Pendidikan Maka, seorang perencana pendidikan pada semua tataran . truktur, institusional dan operasiona. dituntut untuk memiliki kemampuan dan wawasan yang luas menyusun sebuah rancangan yang dapat dijadikan pegangan dalam pelaksanaan proses pendidikan untuk mencapai tuntutan tersebut, maka salah satu bagian yang harus dipahamii oleh para perencana pendidikan adalah tentang bidang telaahan masalah perencanaan pendidikan. Perencanaan dapat menolong pencapaian suatu target atau sasaran secara lebih ekonomis,tepat waktu dan memeberi peluang untuk lebih mudah dikontrol dan dimonitoring dalam pelaksanaannya. Karena itu perencanaan sebagai unsur dan langkah pertama dalam fungsi pengelolaan pada umumnya menempati posisi yang amat penting dan amat menentukan. Melalui perencanaan akan lebih terjamin adanya penghematan waktu,biaya Pentingnya ditandaidangan adanya desakan masalah dalam berbagai aspek yang suka atau tidak harus dingani melalui perencanaan. Tanpa perencanaan maka banyak masalah pendidikan yang akan tertunda penanganannya. Pendekatan Perencanaan Pendidikan Menurut para ahli, ada beragam pendekatan perencanaan pendidikan, yaitu: pendekatan kebutuhan sosial . ocial demand approac. pendekatan ketenagakerjaan . anpower approac. pendekatan untung rugi . ost and benefit approac. dan pendekatan keefektifan biaya . ost effectiveness approac. Berikut ini akan dijelaskan secara singkat keempat pendekatan perencanan pendidikan tersebut. Sahnan, . 7:147-. Pendekatan Kebutuhan Sosial Perencanaan pendidikan yang menggunakan pendekatan kebutuhan sosial, oleh para ahli disebut pendekatan yang bersifat tradisional, karena fokus atau tujuan yang hendak dicapai dalam pendekatan kebutuhan sosial ini lebih menekankan pada: . tercapainya pemenuhan kebutuhan atau tuntutan seluruh individu terhadap layanan pendidikan dasar. pemberian layanan pembelajaran untuk membebaskan populasi usia sekolah dari tuna aksara . uta huru. pemberian layanan pendidikan untuk membebaskan rakyat dari rasa ketakutan dari penjajahan, dari kebodohan dan dari kemiskinan. Oleh karena itu pendekatan kebutuhan sosial ini biasanya dilaksanakan pada negara-negara yang baru meraih kemerdekaan dari penjajahan, dengan Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 kondisi masyarakat pribumi yang terbelakang pendidikannya dan kondisi sosial ekonominya. Apabila pendekatan kebutuhan sosial ini dipakai, maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan atau diperhatikan oleh penyusun perencanaan dalam merancang perencanaan pendidikan, antara lain: . melakukan analisis tentang pertumbuhan penduduknya. melakukan analisis tentang tingkat partisipasi warga masyarakatnya dalam pelaksanaan pendidikan, misalnya melakukan analisis persentase penduduk yang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan, yang dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan layanan pendidikan di setiap satuan pendidikan. melakukan analisis tentang dinamika atau gerak . peserta didik dari sekolah tingkat dasar sampai perguruan tinggi, misalnya kenaikan kelas, kelulusan, dan dropout. melakukan analisis tentang minat atau keinginan warga masyarakat tentang jenis layanan pendidikan di sekolah. melakukan analisis tentang tenaga pendidik dan kependidikan yang dibutuhkan, dan dapat difungsikan secara maksimal dalam proses layanan pendidikan. melakukan analisis tentang keterkaitan antara output satuan pendidikan dengan tuntutan masyarakat atau kebutuhan sosial di masyarakat. Soemantri, . 4:4-. Pendekatan ketenagakerjaan Perencanaan pendidikan yang menggunakan pendekatan ini lebih mengutamakan keterkaitan antara output . layanan pendidikan di setiap satuan pendidikan dengan tuntutan atau keterserapan akan kebutuhan tenaga kerja di masyarakat. Apabila pendekatan ini dipakai oleh para penyusun perencanaan pendidikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain: . melakukan kajian atau analisis tentang beragam kebutuhan yang diperlukan oleh dunia kerja yang ada di masyarakat secermat mungkin. melakukan kajian atau analisis tentang beragam bekal pengetahuan dan ketrampilan apa yang perlu dimiliki oleh peserta didik agar mereka mampu menyesuaikan diri secara cepat . terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi di dunia kerja. mengkaji atau menganalisis tentang sistem layanan pendidikan yang terbaik dan mampu memberikan bekal yang cukup bagi siswa untuk terjun di dunia kerja, oleh karena itu perlu dilakukan analisis peluang kerja dan menjalin kerjasama antara lembaga pendidikan dengan dunia usaha dan industri . ink and matc. Ada beberapa kelebihan dan kelemahan dari perencanaan pendidikan yang menggunakan pendekatan ketenagakerjaan, yaitu: Nuri Rahmadani. Herwadi. Novita Sari. Candra Wijaya: Perencanaan. Siklus Perencanaan. Pendidikan Pertama, beberapa kebaikan dari pendekatan perencanaan pendidikan ketenagakerjaan, antara lain: . proses pembelajaran atau layanan pendidikan di satuan pendidikan mempunyai aspek korelasional yang tinggi dengan tuntutan dunia kerja yang dibutuhkan masyarakat. pendekatan ini mengharuskan adanya keterjalinan yang erat antara lembaga pendidikan dengan dunia usaha dan industri, hal ini tentu sangat positif untuk meminimalisir terjadinya kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia industri-usaha. Kedua, beberapa kelemahan dari pendekatan perencanaan pendidikan ketenagakerjaan, antara lain: . mempunyai peranan yang terbatas terhadap perencanaan pendidikan, karena pendekatan ini telah mengabaikan peran sekolah menengah umum, dan lebih mengutamakan sekolah menengah kejuruan untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja. Dalam realitasnya masih banyak lulusan sekolah menengah kejuruan yang menganggur . utput-nya tidak terserap di dunia kerj. perencanaan ini lebih menggunakan orientasi, klasifikasi, dan rasio antara permintaan dan persediaan. tujuan utamanya untuk memenuhi tuntutan dunia kerja, sedangkan disisi lain tuntutan dunia kerja selalu berubah-ubah . ersifat dinami. begitu cepat, sehingga lembaga pendidikan kejuruan sering kurang mampu mengantisipasinya dengan baik Pendekatan Keefektifan Biaya Pendekatan ini berorientasi pada konsep Investment in human capital . nvestasi pada sumber daya manusi. Pendekatan ini sering disebut pendekatan untung rugi. Diantara ciri-ciri pendekatan ini antara lain: . pendidikan memerlukan biaya investasi yang besar, oleh karena itu perencanaan pendidikan yang disusun harus mempertimbangkan aspek keuntungan ekonomis. pendekatan ini didasarkan pada asumsi, bahwa: . kualitas layanan pendidikan akan menghasilkan output yang baik dan secara langsung akan memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi masyarakat. sumbangan seseorang terhadap pendapatan nasional adalah sebanding dengan tingkat pendidikannya. perbedaan pendapatan seseorang di masyarakat, ditentukan oleh kualitas pendidikan bukan ditentukan oleh latar belakang sosialnya. perencanaan pendidikan harus betul-betul diorientasikan pada upaya meningkatkan kualitas SDM . enguasaan Ipte. , dan dengan tersedianya kualitas SDM, maka diharapkan income masyarakat akan meningkat. program pendidikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi akan menempati prioritas pembiayaan yang besar Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 Ada beberapa kelebihan dan kelemahan dari perencanaan pendidikan dengan pendekatan keefektifan biaya, yaitu. Pertama, kelebihan pendekatan keefektifan biaya, antara lain: . perencanaan pendidikan yang disusun akan mempunyai aspek fungsional dan keuntungan ekonomis, sehingga bentuk-bentuk layanan pendidikan yang dianggap kurang produktif bisa ditiadakan melalui pendekatan efisiensi dan . pendekatan ini selalu memilih alternaif yang menghasilkan keuntungan lebih banyak daripada biaya yang Kedua, kelemahan pendekatan keefektifan biaya, antara lain: akan mengalami kesulitan dalam menentukan secara pasti biaya dan keuntungan . ost and benefi. dari layanan pendidikan, terlebih apabila digunakan mengukur keuntungan untuk periode atau masa yang akan . sangat sulit untuk mengukur secara pasti atau menghitung keuntungan . yang dihasilkan oleh seseorang dalam lapangan pekerjaan yang dikaitkan dengan layanan pendidikan sebelumnya. pendekatan ini mengabaikan hubungan antara penghasilan seseorang dengan faktor internal individu . isalnya, motivasi, disiplin nurani, kelas sosial, orientasi hidup individu, dan sejenisny. , dan hanya melihat hubungan antara tingkat pendidikan dengan penghasilan. perbedaan pendapatan seseorang sebenarnya tidak semata-mata menunjukkan kemampuan produktivitas individual, tetapi ada faktor lain yang ikut menentukan yaitu faktor konvensi sosial atau banyak dipengaruhi dari kerja kelompok. keuntungan dari pendidikan pada dasarnya tidak hanya diukur berupa keuntungan finansial . , tetapi juga dapat dilihat dari keuntungan sosial-budaya Pendekatan Integratif Perencanaan pendidikan yang menggunakan pendekatan integrasi . dianggap sebagai pendekatan yang lebih lengkap dan relatif lebih baik daripada ketiga pendekatan di atas. Pendekatan ini sering disebut dengan Aopendekatan sistemik atau pendekatan sinergikAo. Diantara ciri atau karakteristik pendekatan integratif adalah, bahwa perencanaan pendidikan yang disusun berdasarkan pada: . keterpaduan orientasi dan kepentingan terhadap pengembangan individu dan pengembangan sosial . keterpaduan antara pemenuhan kebutuhan ketenagakerjaan . ersifat pragmati. dan juga mempersiapkan pengembangan kualitas akademik . ersifat ideali. untuk mempersiapkan studi lanjut. keterpaduan antara pertimbangan ekonomis . ntung rug. , dan pertimbangan layanan sosial-budaya dalam rangka memberikan kontribusi terhadap terwujudnya integrasi sosial-budaya. Nuri Rahmadani. Herwadi. Novita Sari. Candra Wijaya: Perencanaan. Siklus Perencanaan. Pendidikan keterpaduan pemberdayaan terhadap sumber daya lembaga, baik sumber daya internal maupun sumber daya eksternal. konsep bahwa seluruh unsur yang terlibat dalam proses layanan pendidikan . elaksanaan progra. di setiap satuan pendidikan merupakan AosuatusistemAo. konsep bahwa kontrol dan evaluasi pelaksanaan program . erencanaan pendidika. melibatkan semua pihak yang berkaitan dengan proses layanan kualitas pendidikan, dengan tetap berada dalam komando pimpinan atau kepala satuan pendidikan. Sedangkan pihak-pihak yang dapat terlibat dalam proses evaluasi pelaksanaan perencanaan pendidikan di setiap satuan pendidikan adalah: . Kepala sekolah. Guru. Siswa. Komite Sekolah, . Pengawas sekolah. Dinas SaAoud dkk, . 5:110-. Siklus PerencanaanPendidikan Dalamgarisbesarnyaperencanaantermasukperencanaanpendidikandilaksa nakandalamtigasiklus yaitu: Sikluspertama, melayani dua tujuan anda: Menyusun persetujuan antara manajer puncak dan manajer bidang tentang strategi dan tujuan secara komprehensif. Memilih tujuan perencanaan yang lebih penting pada siklus Pada siklus ini manajer puncak menyusun tujuan umum dan meminta rencana-rencana dari setiap bidang. Sikluskedua, setiap kepala bagian menyetujui rencana sementara dari bawahan sesuai dengan bidang mereka. Oleh manajer bidang dipilih, rencanamana yang sesuai dengan tujuan utama dan tujuan bidang, lalu diajukan kemanajer puncak. Siklusketiga, tiap pimpinan bidang menyusun anggarank husus untuk biaya pelaksanaan rencana, tujuan dan sasaran. Setelah didiskusikan dianatara para manajer barulah anggaran disetujui dan disediakan Hal-hal yang memungkinkan dan menyebabkan kegagalan suatu perencanaan pendidikan. Pembuat rencana . yang tidak cakap sehingga menghasilkan perencanaan yang tidak tepat. Untuk itu perencanaan haruslah dibuat oleh orang yang ahlinya. Perencanaan yang dibuat tidak berdasarkan pada fakta-fakta dan data yang objektif Kesalahan dalam membuat ramalan dan dugaan. Perencanaan tidak fleksibel/kaku. Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 Kesalahan dalam pengolahan data. Kesalahan dalam penempatan pegawai dan kepala bagian yang tidak sesuai dengan kemampuan dan keahlian. Tidak adanya koordinasi diantara unit-unit dalam organisasi, karena masing-masing unit menganggap bagiannya lebih penting dari unit Kuranngnya pengawasan baik secara prfentif maupun secara represif. Dalam membuat perencanaan . pendidikan yang baik, harus dapat menjawab secara tepat pertanyaan berikut. What : apa yang menjadi tujuan, apa yang akan dikerjakan, apa tujuan pendidikan. Why : mengapa justeru tujuan itu yang akan dicapai. When : kapan waktu yang tepat tujuan itu akan mulai dikerjakan. Apakah akhir tahun, atau 1 tahun lagi. Where : di mana lokasi atau tempat kegiatan itu akan dilaksanakan atau didirikan, dalam hal ini perlu dipertimbangkan faktor lingkungan dan masyarakat. Who : siapa yang harus melaksanakan, siapa yang dapat dpercaya dalam melaksanakannya, mengolanya, baik dari manajemennya maupun dari tenaga pelaksananya. How : bagaimana cara pelaksanaan, cara mengerjakannya dan bagaimana metode pelaksanaannya. METODOLOGI PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang mana menggambarkan proses siklus perencanaan pendidikan dengan menggunkana penggumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Swasta SKB 3 Menteri Sei Tontong Perbaungan, penelitian ini terhitung sejak Mei sampai juni 2019. Alasan peneliti meneliti ditempat itu karena: . jauh dengan rumah peneliti, . Dalam proses siklus perencanaan disekolah tersebut belum berjalan lancar . Sekolah tersebut berada dibawah depertemen Agama dan memiliki selogan Madrasah Hebat. Madrasah Bermartabat. PEMBAHASAN Perencanaan menjadi suatu hal yang sangat penting dibicarakan karena berkaitan dengan pencapaian sebah tujuan . perencanaan awal dari Nuri Rahmadani. Herwadi. Novita Sari. Candra Wijaya: Perencanaan. Siklus Perencanaan. Pendidikan suatu hal yang ingin dibuat. Apabila perencanaan dibuat dengan baik maka hasilnya akan baik. Dalam dalam manajemen pendidikan mempunyai fungsi- fungsi yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dapat dijalankan dengan efektif dan efesien makan dapat menghasilkan tujuan yang diinginkan begitu juga dengan Hasil penelitian menunjukan pengetahuan siklus pendidikan berhubungan langsung dengan program yang ada dilembaga sekolah. MTs SKB 3 Menteri Sei Tontong. Dalam hal ini dari hasil wawancara diatas maka dapat dikatakan bahwa siklus dalam perencanaan pendidikan sudah dijalan sesuai dengan apa yang sudah ditentukan akan tetapi dalam hal ini masi ada yang belum dilaksnakan didalam lembaga sekolah ini. Dan sekitra siklus ini dijalankan dengan baik maka dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan suatu program yang diimpikan. Dalam membuat perencanaan . pendidikan yang baik, harus dapat menjawab secara tepat pertanyaan berikut. What : apa yang menjadi tujuan, apa yang akan dikerjakan, apa tujuan pendidikan. Why : mengapa justeru tujuan itu yang akan dicapai. When : kapan waktu yang tepat tujuan itu akan mulai Apakah akhir tahun, atau 1 tahun lagi. Where : di mana lokasi atau tempat kegiatan itu akan dilaksanakan atau didirikan, dalam hal ini perlu dipertimbangkan faktor lingkungan dan masyarakat. Who : siapa yang harus melaksanakan, siapa yang dapat dpercaya dalam melaksanakannya, mengolanya, baik dari manajemennya maupun dari tenaga pelaksananya. How : bagaimana cara pelaksanaan, cara mengerjakannya dan bagaimana metode pelaksanaannya. Sehingga didalam sekolah tersebut sudah merapkan seperti halnya yang diatas tercapai tujuan dari sebagian misi dan visi yang sudah KESIMPULAN Merujuk pada uraian dari pengertian perencanaan pendidikan sampai tahapan dalam penyusunan perencanaan pendidikan tersebut di atas, menunjukkan bahwa kedudukan perencanaan pendidikan dalam proses layanan pendidikan di setiap satuan pendidikan adalah sangat penting, karena dengan adanya perencanaan pendidikan yang baik dapat meningkatkan kualitas kegiatan atau aktivitas layanan pendidikan anak Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 secara ma ksimal, baik menyangkut aspek akademik atau non Hal ini disebabkan seluruh aktivitas warga sekolah harus berdasarkan pada program yang telah disusun dengan baik dalam suatu perencanaan pendidikan secara sistematik dan integral. Beberapa sumber daya internal dan eksternal yang dimiliki untuk dimanfaatkan secara maksimal, dan juga mengetahui beberapa kendala, hambatan dan tantangan yang akan dihadapi dalam upaya pencapaian tujuan. Hal ini disebabkan, suatu perencanaan pendidikan yang baik pasti akan memuat tentang beberapa peluang dalam mencapai tujuan dan prediksi tantangan atau hambatan yang akan muncul, serta strategi yang harus dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut. Memberi peluang pada setiap warga sekolah dalam meningkatkan beragam kemampuan, keahlian atau ketrampilan secara maksimal, dalam rangka mewujudkan tujuan layanan pendidikan. Memberikan kesempatan bagi pelaksana program untuk memilih beberapa alternatif pilihan tentang metode atau strategi atau pendekatan yang tepat dalam pelaksanaan perencanaan pendidikan, agar efektif dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Memudahkan dalam pencapaian tujuan pendidikan, karena perencanaan pendidikan yang baik selalu dirancang dengan tahapan-tahapan pelaksanaan program layanan pendidikan . angka pendek, menengah dan panjan. , disamping itu telah disusun skala prioritas sasaran tujuan yang akan Memudahkan dalam melakukan evaluasi tentang seberapabesar pencapaian tujuan layanan pendidikan yang telah diraih, karena dalam perencanaan pendidikan yang baik selalu merumuskan indikatorindikator pencapaian tujuan dan instrumen apa yang dipakai dalam mengukur keberhasilan dalam kegiatan untuk mencapai tujuan. DAFTAR PUSTAKA