RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 E-ISSN: 2775-2267 Email: ristansi@asia. https://jurnal. id/index. php/ristansi PENGARUH RASIO PROFITABILITAS. RASIO AKTIVITAS. INVESTMENT OPPORTUNITY SET. DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) PERIODE 2017-2021 Anggun Azhari. Agustin HP. Nurshadrina Kartika Sari Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang anggunazhari121@gmail. DOI: 10. 32815/ristansi. Informasi Artikel Tanggal Masuk Tanggal Revisi Tanggal diterima Keywods: Profitability. Ratio. Activity Ratio. Investment. Opportunity Set. Dividend Policy Kata Kunci: Rasio Profitabilitas. Rasio Aktivitas. Investment. Opportunity Set. Kebijakan Dividen 7 Februari, 01 April, 29 Mei. Abstract: This study aims to analyze the influence of the variable profitability ratios, activity ratios. Investment Opportunity Set (IOS) and dividend policy on profit growth with sector manufacturing companies consumer non cyclicals as an object of research. This research was conducted over a period of five years, from 2017 to 2021 with a total sample of 14 companies. Sampling in this study using the technique purposive sampling and data were analyzed using multiple linear regression analysis. The results showed that partially the profitability ratio, activity ratio. Investment Opportunity Set (IOS) has no effect on profit growth while the dividend policy variable has an effect on profit growth. Simultaneously variable profitability ratios, activity ratios. Investment Opportunity Set (IOS), and dividend policy has an influence on profit growth. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Investment Opportunity Set (IOS) dan kebijakan dividen terhadap pertumbuhan laba dengan perusahaan manufaktur sektor consumer non cyclicals sebagai objek penelitian. Penelitian ini dilakukan selama kurun waktu lima tahun yaitu dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 14 perusahaan. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier Hasil penelitian menunjukkan jika secara parsial rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Investment Opportunity Set (IOS) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba sedangkan untuk variabel kebijakan dividen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Secara simultan variabel rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Investment Opportunity Set RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 (IOS), dan kebijakan dividen memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba. PENDAHULUAN Kinerja dari sebuah perusahaan dapat dilihat melalui laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh perusahaan tersebut. Melaui laporan keuangan yang telah dipublikasikan oleh perusahaan maka, para pemakai laporan keuangan dapat mendapatkan informasi mengenai kinerja dari suatu perusahaan, aliran kas, dan informasi lainnya yang mempunyai keterkaitan dengan laporan keuangan (Silviana dan Asyik, 2. Salah satu hal yang menjadi fokus para pemakai laporan keuangan adalah laporan laba perusahaan. Menurut Juliana dan Sulardi . , laba merupakan kenaikan dari manfaat ekonomi selama satu periode akuntansi dalam bentuk berupa pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan adanya kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Tujuan utama dari suatu perusahaan adalah menghasilkan laba, dimana laba dapat menjadi salah satu alat ukur dari keberhasilan suatu perusahaan. Laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan dapat mengalami kenaikan . untuk tahun berjalan atau mengalami penurunan untuk tahun berikutnya. Setiap perusahaan menginginkan adanya kenaikan laba setiap Kenaikan dan penurunan laba dari suatu perusahaan dapat dilihat dari pertumbuhan laba. Gambar 1 Pertumbuhan Laba Sektor Consumer Non Cyclicals Berdasarkan Gambar 1 menunjukkan pertumbuhan laba yang terjadi pada perusahaan manufaktur sektor consumer non periode tahun 2017 sampai dengan tahun Pada tahun 2017 perusahaan manufaktur sektor consumer non cyclicals mengalami pertumbuhan laba sebesar 9%, kemudian pada tahun 2018 perusahaan RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 mengalami kenaikan pertumbuhan laba sebesar 13%, dan selanjutnya pada tahun 2019 mengalami penurunan pertumbuhan laba yang cukup signifikan yaitu sebesar 6%. Pada tahun 2020 perusahaan kembali mengalami pertumbuhan laba yaitu sebesar 29% yang dilanjutkan pada tahun 2021 perusahaan kembali dapat meningkatkan pertumbuhan labanya yang tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar 30% dengan subsektor makanan dan minuman yang menjadi penyumbang pertumbuhan laba tertinggi yaitu sebesar 32% pada tahun 2021 dibandingkan dengan subsektor yang lain seperti subsektor rokok yaitu sebesar -1%, dan subsektor produk rumah tangga tidak tahan lama sebesar -1%. Menurut Hanafi dan Halim . , pertumbuhan laba adalah salah satu informasi prediksi yang sangat penting bagi para pengguna laporan keuangan perusahaan di masa yang akan datang. Pertumbuhan laba dari suatu perusahaan dapat dilihat melalui kenaikan laba dari tahun sebelumnya yang dapat ditemukan pada laporan keuangan sehingga laporan keuangan harus memberikan informasi yang jelas. Pertumbuhan laba sangat penting bagi para pelaku usaha atau bisnis karena merupakan informasi prediksi yang dapat mencerminkan prospek dan kondisi keuangan perusahaan di masa Jika perusahaan mengalami pertumbuhan laba di setiap tahunnya, menandakan jika perusahaan telah mampu untuk menaikkan laba dari tahun ke tahun. Hal tersebut dapat memberikan sinyal yang positif mengenai prospek yang dicapai perusahaan di masa depan. Pertumbuhan laba adalah salah satu informasi prediksi yang sangat penting bagi para pengguna laporan keuangan perusahaan di masa yang akan datang. Pertumbuhan laba dari suatu perusahaan dapat dilihat melalui kenaikan laba dari tahun sebelumnya yang disajikan dalam laporan keuangan sehingga laporan keuangan harus dapat memberikan informasi yang jelas. Jika suatu perusahaan mengalami pertumbuhan laba yang terus mengalami peningkatan maka hal tersebut menandakan jika perusahaan tersebut telah mampu untuk menaikkan laba dari tahun ke tahun. Para pemakai laporan keuangan memerlukan informasi mengenai pertumbuhan laba guna mengetahui kenaikan laba, karena peningkatan laba yang diperoleh dapat menentukan besarnya tingkat pengembalian kepada para pemegang saham. Sedangkan bagi para calon investor yang ingin menanamkan modalnya akan melihat pertumbuhan laba perusahaan, sehingga akan mempengaruhi keputusan investasi bagi para calon investor karena investor pasti mengaharapkan dana yang telah diinvestasikan akan mendapatkan tingkat RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 pengembalian yang tinggi. Sehingga perlu dilakukannya estimasi pertumbuhan laba perusahaan di masa depan yaitu dengan menggunakan analisis rasio keuangan (Kusoy & Priyadi, 2. Analisis rasio keuangan adalah analisis yang dilakukan dengan menghubungkan berbagai perkiraan yang terdapat dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio keuangan (Mahaputra dan Adnyana, 2. Analisis rasio keuangan ( ratio analysi. dapat mengungkapkan hubungan penting, dan data menjadi dasar perbandingan dalam menemukan kondisi dan tren yang sulit dideteksi dengan cara mempelajari masingmasing komponen yang membentuk rasio (Wild, 2. Rasio keuangan sendiri terdiri dari rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas, dan rasio profitabilitas (Kasmir. Rasio keuangan digunakan untuk dapat menilai kondisi dan kinerja dari suatu Rasio Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk dapat menilai kemampuan dari suatu perusahaan dalam mencari keuntungan di suatu periode tertentu. Perusahaan dengan perolehan laba yang rendah atau tinggi, dapat menjadi faktor yang mempengaruhi investor untuk melakukan investasi. Jika perusahaan mengalami kenaikan atau peningkatan laba maka dapat menarik minat investor untuk berinvestasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Irawan dan Sitohang . menyatakan jika rasio profitabilitas berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Rasio Aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk dapat mengukur tingkat efisiensi dari pemanfaatan aktiva yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Rasio aktivitas menunjukkan bagaimana sumber daya yang telah dimiliki oleh perusahaan telah dikelola dan digunakan secara optimal. Rasio aktivitas juga menunjukkan kemampuan dana tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar perusahaan dalam satu periode tertentu. Kemampuan perusahaan dalam mengelola aktiva yang dimilikinya secara tepat dan optimal akan dapat memaksimalkan laba (Alwi dan Dahlan, 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Estininghadi . menyatakan jika rasio aktivitas berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Investment Opportunity Set (IOS) pertama kali dikenalkan oleh Myers . Myers menggambarkan bahwa nilai dari suatu perusahaan sebagai kombinasi antara nilai asset in place . set yang dimilik. dengan investment options . ilihan investas. di masa yang akan datang. Menurut Yusri . , semakin tinggi Investment Opportunity Set (IOS) yang dimiliki oleh suatu perusahaan maka diperkirakan akan dapat mempengaruhi RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 pertumbuhan laba pada perusahaan. Investment Opportunity Set (IOS) dari suatu perusahaan dapat berpengaruh terhadap cara pandang manajer, pemilik perusahaan, investor dan kreditor terhadap perusahaan. Karena perusahaan yang memiliki kesempatan tumbuh yang tinggi diasumsikan dapat menghasilkan laba dan return yang tinggi pula (Novianti, 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Chasanah . , menyatakan bahwa Investment Opportunity Set (IOS) terdapat pengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan laba. Kebijakan Dividen (Dividend Polic. adalah keputusan apakah laba yang telah diperoleh oleh suatu perusahaan akan dibagikan kepada para pemegang saham sebagai dividen atau laba tersebut akan ditahan dalam bentuk laba ditahan untuk pembiayaan investasi di masa datang. Semakin tinggi nilai rasio dari kebijakan dividen menandakan jika akan semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam membayarkan dividen kepada para pemegang saham (Manarung dan Kartikasari, 2. Miller dan Rock . alam Sunyoto, 2. menilai bahwa meningkatnya pembayaran dividen dari suatu perusahaan diartikan sebagai tanda meningkatnya keuntungan perusahaan di masa yang akan datang sebaliknya, menurunnya pembayaran dividen dari suatu perusahaan sering diartikan sebagai tanda dari menurunnya tingkat keuntungan perusahaan tersebut di masa yang akan datang. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ummah dan Andini . , menyatakan bahwa kebijakan dividen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Penelitian ini dilakukan perusahaan manufaktur sektor consumer non cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), dimana Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah suatu bursa saham yang dapat memberikan peluang investasi dan sumber pembiayaan dalam Sektor consumer non cyclicals sendiri upaya pembangunan ekonomi nasional. merupakan kebutuhan yang wajib ada dan tidak dapat dihilangkan dalam kehidupan sehari-hari serta sektor ini mengalami pertumbuhan yang stabil dan tidak melonjak tinggi sehingga pada saat ekonomi sedang mengalami penurunan, saham sektor ini tetap tumbuh bahkan dapat tumbuh lebih besar lagi contohnya seperti perusahaan jamu yang banyak dibutuhkan pada masa pandemi. Sektor consumer non cyclicals masih dipercaya oleh pelaku pasar, karena lebih mampu bertahan saat pasar masih dibayangi oleh gejolak Hal ini ditunjukkan meskipun inflasi meningkat masyarakat justru akan fokus dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari yang disediakan oleh emiten sektor barang konsumen primer. Pertumbuhan laba pada sektor consumer non cyclicals seperti yang RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 telah diolah oleh peneliti, sektor ini mengalami pertumbuhan laba yang fluktuatif dengan perolehan laba terendah yaitu pada tahun 2019. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan hipotesis pada penelitian ini H1 : Rasio Profitabilitas berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. H2 : Rasio Aktivitas berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. H3 : Investment Opportunity Set berpengaruh terhadap Pertumbuhan Laba H4 : Kebijakan deviden berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. H5 : Rasio Profitabilitas. Rasio Aktivitas. Investment Opportunity Set, dan Kebijakan dividen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dimana penelitian ini berlandaskan pada data konkrit, data penelitian berupa angka-angka yang diukur menggunakan statistika sebagai alat uji perhitungan yang ada keterkaitan nya dengan masalah yang sedang diteliti untuk dapat menghasilkan sebuah kesimpulan. Data yang digunakan berupa data sekunder dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah penelitian dokumentasi dan pustaka Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur di sektor Consumer Non Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2017-2021. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: Perusahaan manufaktur sektor Consumer Non Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang mempublikasikan data laporan keuangannya lengkap berturutturut selama periode 2017-2021. Perusahaan yang memiliki laba positif dan menggunakan mata uang rupiah selama periode 2017-2021. Perusahaan yang membagikan dividen berturut-turut selama periode 2017-2021 dikarenakan pada penelitian ini peneliti menggunakan indikator perhitungan berupa Dividend Payout Ratio, dimana rumus yang digunakan menggunakan Dividend per Share. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 Penelitian ini menggunakan metode analisis data berupa analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ormalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisita. , analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi, dan uji hipotesis . ji t dan uji F). HASIL PENELITIAN Hasil analisis dari penelitian ini dapat dilihat pada tabel-tabel penjelasan berikut ini: Hasil Pengujian Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif menggambarkan data observasi yang digunakan di dalam penelitian yang meliputi jumlah data, nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata-rata sampel, dan standar deviasi dari variabel dependen dan independen (Sari dan Widyarti. Berikut tabel hasil pengujian statistik deskriptif: Tabel 1 Hasil Pengujian Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation Rasio Profitabilitas (X. Rasio Aktivitas (X. 0,13 0,30 0,84 2,30 0,3163 1,1041 0,12437 0,58431 IOS (X. -0,041 0,432 0,02861 0,058754 Kebijakan Dividen (X. Pertumbuhan Laba (Y) 0,010 -0,570 1,620 1,740 0,46857 0,15496 0,348613 0,476871 Variabel Penelitian Berdasarkan tabel 1, hasil menunjukkan jika terdapat 70 data dimana data tersebut terdiri dari 14 perusahaan yang digunakan sebagai sampel penelitian. Masing-masing variabel yaitu variabel independen dan dependen yang digunakan memiliki hasil yang bervariasi mulai dari nilai minimum, maksimum, mean dan standar deviasi nya. Rasio profitabilitas memiliki nilai standar deviasi sebesar 0,12437 yang menunjukkan jika tingkat variasi dari data tergolong rendah dan sebaran data bersifat homogen karena nilai standar deviasi lebih rendah dari nilai mean. Rasio aktivitas memiliki nilai standar deviasi sebesar 0,58431 yang menunjukan jika tingkat variasi data tergolong rendah dan sebaran data bersifat homogen karena nilai standar deviasi lebih rendah dari nilai mean. Investment Opportunity Set (IOS) memiliki nilai standar deviasi sebesar 0,058754 yang menunjukkan jika tingkat variasi data tergolong tinggi dan sebaran data bersifat heterogen karena nilai standar deviasi lebih besar dari nilai mean. Sedangkan untuk kebijakan dividen memilki nilai standar deviasi sebesar 0,348613 yang menunjukkan jika RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 tingkat variasi data tergolong rendah dan sebaran data bersifat homogen. Untuk pertumbuhan laba sendiri memiliki nilai standar deviasi sebesar 0,476871 yang menunjukkan jika tingkat variasi data tergolong tinggi dan sebaran data bersifat Hasil Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik digunakan untuk menguji dan mengetahui kelayakan yang dimiliki oleh suatu model regresi yang dilakukan dalam penilitan ini. Uji asumsi klasik sendiri terdiri dari: uji normalitas, autokorelasi, multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas (Silviana dan Asyik, 2. Uji Normalitas Uji normalitas adalah uji yang digunakan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi yang digunakan variabel independen dan dependen yang digunakan ber distribusi normal atau tidak. Dikatakan berdistribusi normal jika nilai signifikansi atau probabilitas > 0,05 jika < 0,05 maka residual tidak berdistribusi normal (Ghozali, 2. Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Kolmogrof-Smirnov (K-S) One-Sample Kolmogrof-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Devition Absolute Positive 0,0000000 0,42078273 0,157 0,157 Negative -0,078 Test Statistic 0,157 Asymp. Sig. -taile. 0,000c Monte Carlo Sig . -tailed Sig 99% Cofidence Internal Lower Bound Upper Bound 0,114d 0,016 0,212 Sumber: Data diolah . Berdasarkan hasil uji normalitas yang dilakukan diperoleh hasil dari pendekatan Monte Carlo Sig. sebesar 0,114 dimana hasil tersebut memiliki arti jika nilai signifikansi lebih dari 0,05. Maka dapat disimpulkan jika nilai residual berdistribusi secara normal atau memenuhi kriteria dari uji asumsi klasik normalitas. RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 Hasil Uji Autokorelasi Uji autokorelasi merupakan salah satu uji dalam uji asumsi klasik yang bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier terdapat korelasi dari kesalahan penganggu apada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t1 . (Ghozali, 2. Uji Durbin Watson (DW tes. dapat digunakan dalam uji autokorelasi. Dikatakan terbebas dari autokorelasi jika du= Test Value Total Cases -0,06705 RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 Run Test Number of Runs Asymp. Sig. -taile. -0,482 0,630 Berdasarkan hasil uji run test didapatkan nilai Asymp. Sig sebesar 0,630 yang artinya nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 sehingga tidak terjadi autokorelasi pada penelitian ini. Hasil Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah ditemukan adanya korelasi antara variabel independen di dalam sebuah model regresi. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi korelasi antar variabel independen (Ghozali, 2. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 5 Hasil Uji Multikolinearitas Tolerance VIF Keterangan Rasio Profitabilitas 0,902 1,108 Rasio Aktivitas 0,721 1,388 IOS 0,986 1,015 Nilai Tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10 Tidak terjadi Kebijakan Dividen 0,716 1,396 Variabel Independen Berdasarkan tabel 5 tentang hasil uji multikolinearitas menunjukkan jika seluruh variabel independen yang digunakan oleh peneliti memiliki nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10 sehingga, model regresi dari penelitian ini tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel independen dalam sebuah model regresi atau tidak terdapat masalah multikolinearitas. Hasil Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terdapat ketidaksamaan varian dari residual di dalam satu pengamatan ke pengamatan lain (Ghozali, 2. Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini dapat diketehaui dengan melihat ada atau tidak adanya pola-pola tertentu dalam grafik Scatterplot. Berikut hasil dari uji Heteroskedastisitas dalam penelitian ini: RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 Gambar 2 Scatterplot Berdasarkan gambar 2 variabel dependen yaitu pertumbuhan laba terlihat jika titiktitik pada scatterplot tidak membentuk pola tertentu yang teratur dan menyebar secara acak dan juga tersebar diatas angka 0 maupun dibawah angka 0. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan jika model regresi tidak ditemukannya asumsi Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier berganda digunakan untuk dapat mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dan hubungan antar variabel independen dan dependen yang digunakan dalam penelitian ini. Berikut hasil dari uji analisis regresi linier berganda: Tabel 6 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Variabel Independen 0,211 0,399 0,134 0,357 -0,725 (Constan. Rasio Profitabilitas (X. Rasio Aktivitas (X. IOS (X. Kebijakan Dividen (X. Std. Error 0,191 0,442 0,105 0,895 0,177 Sumber: Data diolah . Berdasarkan tabel 6 hasil uji analisis regresi linier berganda maka, diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 0,211 0,399X1 0,134X3 0,357X4 -0,725X5 e Berdasarkan persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan bahwa: RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 Konstanta () = 0,221 yang menyatakan jika nilai rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Investment Opportunity Set (IOS), dan kebijakan dividen sama dengan 0 maka pertumbuhan laba meningkat menjadi 0,221. Artinya jika nilai rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Investment Opportunity Set (IOS), dan kebijakan dividen sama dengan 0 atau konstan maka dapat diperkirakan jika pertumbuhan laba akan mengalami kenaikan sebesar 0,221. Nilai koefisien regresi dari X1 yaitu rasio profitabilitas yang diukur dengan menggunakan Gross Profit Margin (GPM) bernilai sebesar 0,399 menunjukkan jika setiap penambahan 1 satuan nilai rasio profitabilitas, maka akan menambah nilai pertumbuhan laba sebesar 0,399. Artinya semakin tinggi nilai rasio profitabilitas suatu perusahaan akan dapat meningkatkan nilai pertumbuhan laba. Nilai koefisien regresi dari X2 yaitu rasio aktivitas yang diukur dengan menggunakan Total Asset Turn Over (TATO) bernilai sebesar 0,134 menunjukkan jika setiap penambahan 1 satuan nilai rasio aktivitas, maka akan menambah nilai pertumbuhan laba sebesar 0,134. Artinya semakin tinggi nilai rasio aktivitas suatu perusahaan akan dapat meningkatkan nilai pertumbuhan laba. Nilai koefisien regresi dari X3 yaitu Investment Opportunity Set (IOS) yang diukur dengan menggunakan Capital Expenditure to Book Value of Asset (CAPBVA) bernilai sebesar 0,357 menunjukkan jika setiap penambahan 1 satuan nilai Investment Opportunity Set (IOS), maka akan menambah nilai pertumbuhan laba sebesar 0,357. Artinya semakin tinggi nilai Investment Opportunity Set (IOS) suatu perusahaan akan dapat meningkatkan nilai pertumbuhan laba. Nilai koefisien regresi dari X4 yaitu kebijakan dividen yang diukur dengan menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR) bernilai sebesar Ae 0,725 menunjukkan jika setiap penambahan 1 satuan nilai kebijakan dividen, maka akan berkurangnya nilai pertumbuhan laba sebesar 0,725. Artinya semakin tinggi nilai kebijakan dividen suatu perusahaan akan dapat menurunkan nilai pertumbuhan laba. Hasil Koefisien Determinasi (R. Menurut Ghozali . , koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan dari sebuah model regresi dalam menjelaskan variasi dari variabel Semakin tinggi nilai dari koefisien determinasi akan semakin baik RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 kemampuan dari variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Berikut hasil dari uji koefisien determinasi (R. Tabel 7 Hasil Uji Koefesien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Model R Square Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson Berdasarkan tabel hasil dari analisis koefisien determinasi diketahui jika besar nilai dari Adjusted R Square sebesar 0,173 atau 17,3%. Hal tersebut menunjukkan jika 17,3% variasi pertumbuhan laba dapat dijelaskan oleh keempat variabel independen yang digunakan dalam penelitian yaitu rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Investment Opportunity Set (IOS), dan kebijakan dividen. Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji Parsial (Uji . Menurut Ghozali . , uji parsial . digunakan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh dari satu atau lebih variabel independen secara individual dalam menjelaskan variasi variabel dependen. Jika nilai signifikansi <0,05 atau thitung > ttabel maka hipotesis diterima . oefisien regresi signifika. dan variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen. Tabel 8 Hasil Uji Parsial (Uji . Signifikan Rasio Profitabilitas 0,903 0,370 Keterangan H1 Ditolak Rasio Aktivitas 1,269 0,209 H2 Ditolak IOS 0,399 0,691 H3 Ditolak Kebijakan Dividen -4,096 0,000 H4 Diterima Variabel Independen . Diketahui untuk variabel rasio profitabilitas memiliki nilai t hitung sebesar 0,903 dan nilai signifikansi sebesar 0,370. Nilai signifikansi dari variabel rasio profitabilitas bernilai 0,370 yang artinya nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 . ,370 > 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 yang menyatakan jika rasio profitabilitas berpengaruh terhadap pertumbuhan laba ditolak. Hal ini diperkuat RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 dengan nilai t hitung sebesar 0,903 dan t tabel sebesar 1,997 dimana nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel . ,903 < 1,. menunjukkan jika rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Diketahui untuk variabel rasio aktivitas memiliki nilai t hitung sebesar 1,269 dan nilai signifikansi sebesar 0,209. Nilai signifikansi dari variabel rasio aktivitas sebesar 0,209 yang artinya nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 . ,209 > 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 yang menyatakan jika rasio aktivitas berpengaruh terhadap pertumbuhan laba ditolak. Hal ini diperkuat dengan nilai t hitung sebesar 1,269 dan nilai t tabel sebesar 1,997 dimana nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel . ,269 < 1,. menunjukkan jika rasio aktivitas tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Diketahui untuk variabel Investment Opportunity Set (IOS) memiliki nilai t hitung sebesar 0,399 dan nilai signifikansi sebesar 0,691. Nilai signifikansi dari variabel Investment Opportunity Set (IOS) sebesar 0,691 lebih besar dari 0,05 . ,691 > 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 yang menyatakan jika Investment Opportunity Set (IOS) berpengaruh terhadap pertumbuhan laba ditolak. Hal ini diperkuat dengan nilai t hitung sebesar 0,399 dan nilai t tabel sebesar 1,997 dimana nilai t hitung lebih kecil dari nilai t tabel . ,399 < 1,. menunjukkan jika Investment Opportunity Set (IOS) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan . Diketahui untuk variabel kebijakan dividen memiliki nilai t hitung sebesar -4,096 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Nilai signifikansi dari variabel kebijakan dividen sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , sehingga dapat disimpulkan jika H4 yang menyatakan jika kebijakan dividen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba diterima. Hal ini diperkuat dengan nilai t hitung sebesar -4,096 dan t tabel sebesar -1,997 dimana nilai t hitung lebih kecil dari Ae 1,997 (-4,096 < -1,. untuk pengujian satu arah sebelah kiri menunjukkan jika kebijakan dividen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Hasil Uji Simultan (Uji F) Uji simultan (Uji F) digunakan untuk dapat menunjukkan apakah semua variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini berpengaruh terhadap variabel Jika nilai signifikansi < 0,05 maka variabel independen secara bersama-sama . berpengaruh terhadap variabel dependen. Berikut hasil uji simultan (Uji F): RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 Tabel 9 Hasil Uji F ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Berdasarkan tabel 9 Dapat dilihat jika nilai signifikansi sebesar 0,002 yang artinya nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan jika H5 yang menyatakan jika rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Investment Opportunity Set (IOS), dan kebijakan dividen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba diterima. Hal ini diperkuat dengan nilai F hitung 4,621 dan nilai F tabel sebesar 2,513 dimana nilai F hitung lebih besar dari F tabel . ,621 > 2,. menunjukkan jika rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Investment Opportunity Set (IOS), dan kebijakan dividen secara bersama-sama . berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. PEMBAHASAN Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Pertumbuhan Laba Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan jika rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan dari suatu perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan. Pada penelitian ini rasio profitabilitas diukur dengan menggunakan Gross Profit Margin (GPM). Nilai Gross Profit Margin (GPM) yang meningkat menunjukkan semakin besar laba kotor yang diterima oleh perusahaan terhadap penjualan bersihnya. Dari hasil penelitian ini menunjukkan jika rasio profitabilitas yang diukur dengan menggunakan Gross Profit Margin tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba yang dapat disebabkan karena laba kotor yang dihasilkan tidak mampu menutupi seluruh biaya operasional perusahaan yang memiliki besaran yang bervariasi sehingga dapat menyebabkan penurunan terhadap laba yang diperoleh atau bahkan perusahaan tersebut mengalami kerugian. Hal tersebut dapat dikarenakan pada perusahaan manufaktur di sektor consumer non cyclicals mengalami peningkatan biaya operasional pada rentang waktu penelitian. Dimana kenaikan biaya operasional yang signifikan dapat RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 mempengaruhi pertumbuhan laba secara negatif bahkan jika nilai Gross Profit Margin (GPM) perusahaan tetap stabil atau tinggi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kulsum . yang menyatakan jika rasio profitabilitas tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Rasio Aktivitas terhadap Pertumbuhan Laba Berdasarkan hasil penelitian ditemukan jika rasio aktivitas tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Rasio aktivitas adalah rasio yang digunakan untuk dapat mengukur tingkat efisiensi dari pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh Jika dilihat dalam jangka panjang, perusahaan yang mampu mengelola atau menggunakan aset yang dimiliki secara efisien akan menghasilkan penjualan yang tinggi. Penjualan yang meningkat atas pengelolaan aset yang efisien akan berdampak pula pada peningkatan laba perusahaan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan jika perusahaan manufaktur di sektor Consumer Non Cyclicals belum menunjukan efisiensi dalam penggunaan seluruh aktiva perusahaan untuk menunjang penjualan bersihnya. Hal tersebut dapat dilihat dengan bagaimana perusahaan menghasilkan penjualan yang dibiayai melalui penggunaan seluruh aktiva nya. Tingkat perputaran aktiva pada perusahaan manufaktur sektor Consumer Non Cyclicals pada penelitian ini dapat dikatakan berkurang sehingga, jika perusahaan tersebut melakukan aktivitas produksi yang tinggi akan diikuti pula dengan beban operasional yang tinggi dan hal tersebut akan mengakibatkan perusahaan tidak efektif dalam menggunakan total dari keseluruhan aktiva nya untuk dapat menghasilkan penjualan jika nilai aset yang dimiliki oleh perusahaan terlalu besar jika dibandingkan dengan penjualannya. Selain itu, dalam perusahaan manufaktur sektor consumen non cyclicals produk-produk yang diolah atau dibuat memiliki siklus produksi yang relatif panjang yang menyebabkan tingkat perputaran asset yang lebih rendah dan tidak secara langsung mempengaruhi efisiensi atau produktivitas perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggraeni dan Ardini . yang menyatakan jika rasio aktivitas yang diukur dengan menggunakan Total Asset Turn Over (TATO) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Investment Opportunity Set terhadap Pertumbuhan Laba Berdasarkan hasil penelitian ditemukan jika Investment Opportunity Set (IOS) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Investment Opportunity Set (IOS) merupakan RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 keputusan investasi dalam bentuk kombinasi dari aktiva yang dimiliki perusahaan . ssets in plac. dan opsi investasi di masa yang akan datang. Perusahaan yang memilki nilai Investment Opportunity Set (IOS) yang tinggi akan memilki peluang pertumbuhan yang tinggi pula dan akan mempengaruhi perubahan tingkat laba perusahaan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan jika Investment Opportunity Set (IOS) yang diukur dengan menggunakan Capital Expenditure to Book Value of Asset (CAPBVA) dimana Capital Expenditure to Book Value of Asset (CAPBVA) adalah rasio pengeluaran modal terhadap nilai aset dari suatu perusahaan. Dengan hasil penelitian yang menyebutkan jika Investment Opportunity Set (IOS) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba dapat diartikan jika tingkat investasi perusahaan di dalam melakukan pengeluaran modal tidak menjadi faktor penentu dalam pertumbuhan laba. Hal ini dapat disebabkan karena siklus bisnis pada sektor consumer non cyclicals yang ter dampak pandemic COVID-19 di tahun 2020 dan perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina di tahun 2019 yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan dan berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan sehingga kesempatan investasi menjadi lebih terbatas dan akan mempengaruhi pertumbuhan laba perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yusri . , menyatakan bahwa Investment Opportunity Set (IOS) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Kebijakan Dividen terhadap Pertumbuhan Laba Berdasarkan hasil penelitian ditemukan jika kebijakan dividen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Kebijakan dividen merupakan keputusan apakah laba yang diperoleh oleh perusahaan akan dibagikan atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan. Perusahaan yang melakukan pembayaran dividen yang tinggi kepada para investor, akan cenderung meningkatkan harga saham perusahaan karena para investor tertarik dengan besarnya nilai dividen yang dibagikan. Dari ketertarikan para investor terhadap besaran nilai dividen yang dibagikan akan menimbulkan ketertarikan para investor untuk menanamkan modal yang lebih besar sehingga perusahaan yang memiliki modal yang bertambah akan dapat meningkatkan pendapatannya dan memperoleh laba yang diharapkan perusahaan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan jika perusahaan yang melakukan pembayaran dividen yang tinggi akan dapat meningkatkan harga saham karena para investor tertarik RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 untuk menanamkan modal yang lebih tinggi kepada perusahaan tersebut. Sehingga perusahaan yang memiliki modal bertambah dapat meningkatkan pendapatannya dan akan memperoleh laba yang diharapkan akan tercapai oleh perusahaan. Maka semakin tinggi nilai kebijakan dividen yang dibagikan kepada para investor atau pemegang saham menyebabkan akan semakin meningkatkan laba yang dihasilkan oleh perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ummah dan Andini . menyatakan bahwa kebijakan dividen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh Rasio Profitabilitas. Rasio Aktivitas. Investment Opportunity Set, dan Kebijakan Dividen terhadap Pertumbuhan Laba Berdasarkan hasil penelitian ditemukan jika rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Investment Opportunity Set (IOS), dan kebijakan dividen berpengaruh secara simultan terhadap pertumbuhan laba. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan jika semua variabel independen memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari gabungan variabel rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Investment Opportunity Set (IOS) dan kebijakan dividen terhadap pertumbuhan laba. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Irawan dan Sitohang . menyatakan bahwa secara simultan Gross Profit Margin, dan Total Asset Turnover berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba dan sejalan juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Chasanah . menyatakan bahwa Investment Opportunity Set terdapat pengaruh positif signifikan serta penelitian yang dilakukan oleh Ummah dan Andini . menyatakan bahwa kebijakan dividen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. KESIMPULAN Dari hasil pengujian dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan jika secara parsial rasio profitabilitas, rasio aktivitas, dan Investment Opportunity Set tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan manufaktur sektor Consumer Non Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017-2021 sedangkan kebijakan dividen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Secara simultan rasio profitabilitas, rasio aktivitas. Investment Opportunity Set, dan kebijakan dividen berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Sehingga Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan pada penelitian ini, maka saran yang dapat penulis berikan adalah bagi RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 peneliti selanjutnya bisa menambah variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan laba seperti ukuran perusahaan, struktur modal, pengukuran rasio profitabilitas dapat menggunakan proksi lainnya sebagai alat ukur seperti Net Profit Margin (NPM), rasio aktivitas dapat diukur dengan menggunakan proksi lain sabagai alat ukur seperti Inventory Turn Over, dan Investment Opportunity Set dapat diukur dengan menggunakan rasio Current Assets to Net Sales (CAONS), dan bagi penelitian selanjutnya bisa menggunakan sampel penelitian di keseluruhan perusahaan dan sektor lain yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti pada sektor Healthcare untuk dapat mendapatkan hasil yang lebih bervariasi dan untuk dapat mengetahui apakah hasil penelitian ini dapat digunakan pada sektor yang lain. IMPLIKASI HASIL PENELITIAN Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka implikasi pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Hasil penelitian menunjukkan jika tidak semua faktor yang menjadi variabel dalam penelitian ini berpengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Faktor-faktor lain selain yang digunakan oleh peneliti dapat digunakan dalam menunjukkan pengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Faktor-faktor eksternal seperti perubahan tren konsumen, persaingan industri atau faktor eksternal lainnya yang mungkin memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Perusahaan dapat lebih fokus pada inovasi produk dan strategi pemasaran, karena dalam sektor consumer non cyclicals keberhasilan suatu perusahaan dalam menciptakan produk yang menarik dan pemasaran yang efektif untuk mencapai target pasar dapat menjadi faktor dalam mencapai pertumbuhan laba. Perusahaan perlu untuk mempertimbangkan pengendalian biaya produksi, rantai pasok, dan operasional secara keseluruhan untuk dapat meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan margin keuntungan. Perusahaan dapat mempertimbangkan ulang terkait dengan kebijakan investasi perusahaan dengan cara mempertimbangkan untuk mengurangi tingkat investasi modal yang besar dan memprioritaskan alokasi dana kepada hal-hal yang lebih berfokus kepada pertumbuhan laba. Perusahaan harus mempertimbangkan kebijakan dividen yang mendukung pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Dividen yang tepat dan sesuai dapat RISTANSI: Riset Akuntansi. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024. Hal 88 - 108 membantu perusahaan dalam membangun kepercayaan dari para pemegang saham dan hal itu akan memungkinkan perusahaan untuk dapat mengalokasikan sumber daya yang cukup guna mendukung pertumbuhan. REFERENSI