Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 396-401 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Analisis Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level I-IV terhadap Pendapatan Pedagang Kaki Lima Merdeka Walk di Kota Medan Reni Ria Armayani1. Nuh Aulya Sari Lubis2. Faizatun NisaAo3. Aldy Fernando4. Deva Kumala Sari5 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara nuhaulya000@gmail. ABSTRACK During the COVID-19 pandemic, many had a very large and bad impact on life, especially for traders, both small traders and small traders, not only that, the implementation of community activity restrictions (PPKM) resulted in traders not being allowed to sell during the PPKM level. One of the impacts of the implementation of Community Activity Restrictions (PPKM) is the impact on street vendors around Merdeka Walk (PKL) in the city of Medan. The purpose of this research is to analyze the impact of the implementation of Community Activity Restrictions (PPKM) Levels I-IV on the Income of Merdeka Walk Street Vendors in Medan City, the research method in this study uses a qualitative method with data collection by interview. The results of interviews with street vendors on the income of street vendors around Merdeka Walk Medan. Keywords: PPKM. Income. Street Vendor ABSTRAK Di masa pandemi covid- 19 banyak memberikan dampak yang sangat besar dan buruk terhadap kehidupan terutama bagi pedagang, baik pedagang kecil maupun pedagang kecil, bukan hanya itu saja pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mengakibatkan pedagang tidak boleh berjualan di masa level PPKM diberlakukan. Salah satu Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pengaruh yang terdampak pada pedagang kaki lima disekitaran (PKL) Merdeka Walk di kota medan. Adapun tujuan dari penelitin ini adalah untuk Analisis Dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level I-IV Terhadap Pendapatan Pedagang Kaki Lima Merdeka Walk Di Kota Medan, metode penelitian pada penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan datanya dengan wawancara. Hasil penelitian wawancara kepada para pedagang kaki lima terhadap pendapatan pedagang kaki lima disekitan Merdeka Walk Medan. Kata Kunci : PPKM. Pendapatan. Pedagang Kaki Lima 396 | Volume 5 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 396-401 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PENDAHULUAN Indonesia telah dilanda virus sejak Maret 2019 yang bernama Corona Virus 19. Akibat dari virus ini memberikan banyak dampak terhadap berbagai kegiatan masyarakat. Gelombang global krisis Covid-19 telah bayak membawa dampak besar baik itu dari kesehatan, ekonomi, perdagangan dan pariwisata. Selain menerapkan beberapa tempat dan terutama warga untuk menerapkan protokol kesehatan 5M, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak,menghindari krumunan dan membatasi mobilitas, ada banyak kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk memberlakukan sosial distancing, mulai dari dari pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) serta yang terakhir ialah Pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM). PPKM Darurat merupakan upaya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dan juga untuk mengantisipasi penularan berbagai varian baru Covid-19 yang lebih cepat menular dibandingkan varian yang lama. Adapun penetapan PPKM Darurat ini bertujuan agar angka penyebaran Covid 19 di Kota Medan tidak seperti di Pulau Jawa dan Pulau Bali. Saat ini keny ataan yang terjadi pada lapangan, masih banyak masyarakat yang tak mendengarkan anjuran Hal ini bukan tanpa alasan melainkan suatu keadaan yang memaksa mereka untuk tak berdiam diri pada rumah, salah satunya sebab pada Indonesia sendiri begitu pula masyarakat yang pekerjaannya berada diluar rumah seperti berkehidupan melalui usaha mikro seperti pedagang kaki 5, tentunya sangat berdampak terhadap mereka. Selama PPKM pedagang kaki lima yang biasa berjualan harus dilarang berjualan beberapa hari dan juga waktu operasional pedagang kaki lima ini juga dibatasi selama PPKM di berlakukan sesuai aturan pemerintah kota Medan. Bukan hanya itu saja dampak dari diberlakukannya PPKM selama pandemi Covid-19 ini banyak pedagang kaki lima di merdeka walk mengalami penurunan omset atau penurunan pendapatan bakan selain pedang kaki lima juga yang mempunyai usaha berdagan lainnya juga mengalami penurunan omset bahkan menutup usahanya diakibatkan berlakunya PPKM di Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level I-IV Terhadap Pendapatan Pedagang Kaki Lima Merdeka Walk Di Kota Medan, lokasi penelitian ini di salah satu daerah Kota Medan yaitu Merdeka Walk atau lapangan Merdeka. KAJIAN TEORITIS PPKM PPKM merupakan singkatan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Tujuan dari pemberlakuan PPKM ini adalah untuk membatasi gerak akses masyarakat dengan harapan dapat mengurangi penyebaran COVID-19. Namun. PPKM bukanlah istilah yang pertama yang digunakan pemerintah untuk pemberlakuan pembatasan sosial. Sebelumnya 397 | Volume 5 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 396-401 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. ada sebutan lain yang juga diperkenalkan pemerintah sejak awal pandemi Covid-19, yakni PSBB. Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai diberlakukan 17 April 2020. Pemberlakuan PPKM darurat kembali dilaksanakan pada awal Juli. Kemudian setelah itu istilah ini diganti kembali menjadi PPKM darurat yang berlaku dari tanggal 03-20 juli 2021, khususnya di Jawa dan Bali. Kini penggunaan istilah PPKM telah diubah kembali menjadi PPKM Level 3-4. Sedangkan makna atau arti PPKM Level 3-4 ini sendiri masih sama dengan PPKM darurat. Penggantian istilah dari PPKM darurat menjadi PPKM level 3-4 terdapat dalam instruksi Mendagri Nomor 22 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali itu disetujui oleh Mendagri Tito Karnavian. Pendapatan Menurut ilmu ekonomi, pendapatan merupakan hasil dari penjualan barang atau jasa yang dijual oleh perusahaa. Pendapatan didpatkan tidak hanya dari hasil penjualan saja, tetapi pendapatan bisa dihasilakn dari hasil bunga perusahaan yang berasal dari harta perusahaan yang kemudian digunakan pihak lain. Kemudian, definisi lain dari pendapatan yaitu biaya barang atau jasa yang kemudian dibebankan kepada konsumen atau pelanggan. Tolak ukur dan maju mundurnya sebuah perusahaan dapat dilihat dari pendapatan yang Karena, semakin maju sebuah perusahaan dilihat dengan semakin tingginya pendapatan yang didapatkan. Dalam ilmu perbankan, pendapatan dikelompokkan menjadi dua jenis yakni pendapatan operasional dan pendapatan non-operasional. Pedagang Kaki Lima Pedagang kaki lima merupakan sekelopok pedagang yang tergolong pada ekonomi yang rendah, dengan berjuala2. Pedagang kaki lima pertama kali dikenal pada zaman Hindia Belanda, tepatnya saat Gubernur Jenderal Stanfird Raffles berkuasa. Ia mengeluarkan peraturan yang mengharuskan pedagang informal membuat jarak sejauh 5 kaki atau sekitar 1,2 meter dari bangunan formal di pusat kota3. Tempat pedagang informal yang berjarak 5 kaki dari bangunan formal di pusat kota inilah yang dikenal dengan kaki lima, dan pedagang yang berjualan di sebut pedagang kaki lima. Adapun istilah lain dari pedagang kaki lima (PKL) adalah pedagang yang berjualan dengan grobak. Pengertian istilah ini yaitu dikarenakan Ignacio Geordi Oswaldo. AuDetik Finance/ Berita ekonomi IslamAy, https://finance. com/beritaekonomi-bisnis/d-5652484/arti-ppkm-adalah (Diakses pada 16 November 2021. Pukul 05. Buchari Alm. AuDasar-dasar Bisnis dan PemasaranAy, (Bandung:Alfabeta, 1. Ersina dkk. AuJalur Pedestrian sebagai salah satu fasilitas perkotaanAy. Jurnal Of Architecture. Vol. No. 1, hal. 398 | Volume 5 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 396-401 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. jumlah kaki pedagang ada lima, yaitu lima kaki merupakan dua kaki pedagang dan ditambah dengan tiga kaki yaitu roda grobaknya dan satu kaki lagi ada tiang. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data seperti studi kasus, observasi dan wawancara. Menurut Maleong . penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motiivasi, tindakan, dll secara holistic, dan dengan cara deskrpsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian studi kasus . ase stud. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk mengulas sebanyak mungkin data mengenai dampak pemberlakuan PPKM terhadap pendapatan pedagang kaki lima Merdeka Walk di Kota Medan. Sumber data dalam penelitian ini adalah kata-kata dan tindakan orang orang yang diamati dan diwawancarai serta sumber tertulis dari dokumen yang dapat memberikan informasi dan data mengenai dampak pemberlakuan PPKM terhadap pendapatan pedagang kaki lima merdeka walk di Kota Medan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembangunan ekonomi memiliki 3 nilai pokok, yaitu kemampuan masyarakat dalam mencapai kebutuhan pokok . asic need. , meningkatnya rasa harga diri . elf-estee. masyarakat sebagai manusia, serta kemampuan masyarakat dalam memilih . reedom from Menurut Siti Umajah Masjkuri, pada dasarnya pembangunan manusia tidak selalu ditujukan dalam hal kebutuhan pokok saja, adapun yang lainnya seperti konsep multidemensi, gabungan antara 4 demensi, demensi ekonomi, sosialpsichologi, politik dan Kehadiran pedagang kaki lima sangat memberikan dampak positif dan keuntungan bagi masyarakat serta pemerintah daerah. Berdasarkan UU RI No 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Usaha mikro sesuai pasal 6 ayat 1 memilki definisi usaha Zainuddin Nasution. AuKebijakan Pemerintah Kota Medan dalam Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Dipasar Simpang Limun Kota MedanAy. Jurnal Taushiah FAI UISU. Vol. No. 2 JuliDesember 2019. 399 | Volume 5 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 396-401 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria sebagai berikut : Mempunyai kekayaan bersih paling banyak Rp. 000,- . ima puluh juta rupia. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Mempunyai hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 000,- . iga ratus juta Kemudian. Kota Medan merupakan Ibu Kota dari Provinsi Sumatera Utara yang termasuk kota terbesar ketiga setelah DKI Jakarta dan Surabaya. Salah satu tempat yang saat ini sangat digemari oleh masyarakat untuk bersantai adalah Merdeka Walk yang terletak di Jalan Balai Kota. Kesawan. Kec. Medan Barat. Kota Medan. Sumatera Utara 20231. Selain manfaatnya sebagai salah satu icon Kota Medan. Merdeka Walk juga dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas seperti berolahraga bahkan berdagang. Menurut hasil penelitian. PPKM memberikan dampak yang negative terhadap pendapatan pedagang kaki lima sekitaran Merdeka Walk. Karena jika diulas kembali. PPKM ini berlakukan agar terdapat batasan terhadap kegiatan masyarakat. 99% pedagang kaki lima disekitaran Merdeka Walk merasakan akibat dari PPKM ini. Terutama dampak terhadap pendapatannya, yang biasanya mereka bisa berjualan sampai waktu yang tidak dibatasi namun pada saat PPKM waktu berjualan dibatasi sampai pukul 21. 00 WIB. Bahkan pada saat pertama kali PPKM Darurat diberlakukan, beberapa pedagang kaki lima tidak bisa berjualan dan akhirnya menutup usaha mereka. Bahkan pendapatan pedagang kaki lima turun drastis dan mereka harus merasakan berdagang secara berkeliling. Namun ada beberapa pedagang yang masih bisa berjualan didepan Merdeka Walk pada saat Merdeka Walk ditutup. Tetapi hal ini juga tidak membuat pendapatan mereka stabil, karena dampak PPKM ini membuat masyarakat sulit untuk berpergian. Adapun hasil yang disimpulkan berdasarkan wawancara peneliti yakni : PPKM memberikan dampak negative terhadap pedagang kaki lima Merdeka Walk. PPKM berpengaruh menurun terhadap pendapatan pedagang kaki lima Merdeka Walk. Pemerintah juga tidak memberikan solusi sebagai ganti tempat para pedagang kaki lima untuk berdagang. KESIMPULAN Karena adanya pandemi yang terjadi dari awal tahun 2020 membuat banyak masyarakat yang kesusahan termasuk juga pada pedangan kecil yang terkhusus berdagang di sekitaran Merdeka Walk di kota medan,pemberlakuan PPKM di kota medan memiliki level I- 400 | Volume 5 Nomor 2 2022 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 4 Nomor 2 . 396-401 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. IV yang di berlakukan di kota medan,hal ini sangat terasa dampaknya bagi para pedagang kaki lima di Merdeka Walk di kota medan 99% pedangan merasakan dampaknya, karena adanya peraturan PPKM yang di berlakukan di Kota Medan menjadikan pedangan di sana memiliki akses kembali berjualan,tetapi hannya dengan waktu yang singkat, hal ini menjadi tidak efesien bagi pedangan kaki lima di sana,karena keterbatasan waktu yang di tentukan dan Masyarakat yang berkunjung juga sangat sedikit. PPKM yang di berlakukan bukan lah solusi yang tepat untuk melanjutkan jual beli yang di lakukan di sekitaran Merdeka Walk di kota Medan karena pemerintah juga tidak menyediakan tempat untuk para pedangan di sana,dan tidak memberikan solusi bagi mereka,dampak PPKM yang terjadi sangat memperburuk system jual beli di Merdeka Walk di kota medan dan mengakibatkan banyaknya pedangan yang harus menggulung tikar karena adanya wabah virus Covit-19 ini. DAFTAR PUSTAKA