JURNAL BUANA SAINS Volume 25. Number 3 (Desember 2. : Hal. ISSN: 1412-1638 . 2527-5720 . Terakreditasi Peringkat 4 Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan No 148/E/KPT/2020 Tersedia online https://jurnal. id/index. php/buanasains PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP KETAHANAN UMKM PANGAN DALAM PEMANFAATAN FINTECH PADA PELAKU USAHA KOTA BLITAR Eko Wahyu Budiman dan Tri Kurniastuti Fakultas Pertanian dan Peternakan. Universitas Islam Balitar Corresponding author : ekowahyu. wahyu@gmail. Abstract Article history: Received 28 November 2025 Accepted 10 December 2025 Published 21 December 2025 This study aimed to examine the influence of financial literacy on the resilience of food-sector MSMEs (Micro. Small, and Medium Enterprise. , with fintech adoption as a supporting variable, to address the research gap concerning the interaction between financial competence and technology adoption in the context of economic digitalization. A quantitative survey of 50 food-sector MSME actors in Blitar City who have used fintech services was analyzed using multiple linear regression. The results indicate that financial literacy has a significant and strong influence on business resilience ( = 0. p < 0. , while fintech adoption has a positive but more moderate effect ( = 0. p < 0. The model explains 45% of the variance in MSME resilience. These findings reinforce the resource-based view theory by affirming that internal capability . inancial literac. is a key resource that is enhanced by technology . to build resilience. The implication is that MSME empowerment programs should integrate financial training with guided adoption of digital technology in a comprehensive manner. Keywords: Economic digitalization. Financial Literacy. Fintech. MSMEs Resilience. Food sector MSMEs. Pendahuluan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan strategis dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional, khususnya pada sektor pangan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. Di tengah perubahan kondisi ekonomi global dan tantangan pascapandemi, kontribusi UMKM tetap signifikan. Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK, 2. UMKM di Indonesia berkontribusi sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto serta menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan sektor UMKM, termasuk UMKM pangan, menuntut kemampuan adaptasi dan inovasi yang semakin tinggi. Salah satu faktor penting yang memengaruhi ketahanan UMKM adalah tingkat literasi keuangan pemilik usaha. Tantangan yang sering muncul dalam pengelolaan UMKM adalah minimnya pemahaman pelaku usaha mengenai konsep dasar keuangan, mulai dari penyusunan anggaran, pengelolaan arus kas, pengambilan keputusan investasi, hingga pemanfaatan layanan keuangan secara bijaksana. Rendahnya literasi keuangan dapat berdampak pada kesalahan dalam mengatur modal, ketidaktepatan memilih sumber pembiayaan. To cite this article: Budiman. dan T. Kurniastuti. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Ketahanan UMKM Pangan Dalam Pemanfaatan Fintech Pada Pelaku Usaha Kota Blita. Jurnal Buana Sains 25. : 1-8 E. Budiman dan T. Kurniastuti. / Buana Sains Vol 25 No 3 : 1-8 bahkan dapat menyebabkan usaha tidak mampu bertahan ketika menghadapi tekanan ekonomi. Pada saat yang sama, perkembangan teknologi finansial . memberikan peluang baru bagi UMKM untuk mengakses berbagai layanan keuangan secara lebih cepat, mudah, dan Layanan seperti pembayaran digital, pinjaman online, serta platform pencatatan keuangan menjadi instrumen yang dapat meningkatkan efektivitas operasional UMKM. Fintech kerap dipandang sebagai sarana strategis untuk memperluas inklusi keuangan, terutama pada era digital saat ini. Makkulau dan Astriwati . menegaskan bahwa literasi keuangan memiliki peran dalam meningkatkan kualitas layanan keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun demikian, agar pemanfaatan fintech benar-benar optimal, pelaku UMKM perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan keuangan yang memadai. Di Kota Blitar sendiri. UMKM mengalami perkembangan yang pesat di berbagai bidang, antara lain kuliner, perdagangan, dan jasa, sehingga pemahaman literasi keuangan dan teknologi keuangan menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UKM juga secara aktif memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, fasilitasi permodalan, hingga promosi produk. UMKM di Kota Blitar masih menghadapi berbagai tantangan. Permasalahan umum yang sering muncul adalah keterbatasan akses terhadap pembiayaan, rendahnya literasi keuangan, keterbatasan dalam pemasaran, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi. Selain itu, persaingan pasar yang semakin kompetitif menuntut UMKM untuk lebih inovatif dan adaptif terhadap perubahan zaman, khususnya dalam era digital dan pasca pandemi. Perkembangan teknologi digital serta perubahan perilaku konsumen yang kini lebih mengutamakan layanan berbasis online menuntut pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan cepat. Aulia dkk. mengungkapkan bahwa sekitar UMKM memaksimalkan teknologi digital, terutama karena keterbatasan pemahaman mengenai operasional, dan aspek keamanan siber. Literasi keuangan sendiri mencakup kemampuan memahami dan mengelola keuangan secara bijak, mulai dari penyusunan anggaran, pengelolaan risiko, hingga pemanfaatan berbagai layanan dan produk keuangan. Rendahnya tingkat literasi keuangan sering kali berujung pada pengambilan keputusan usaha yang kurang tepat, kesalahan mengatur modal, serta ketergantungan pada sumber pembiayaan informal yang memiliki risiko cukup besar. Dalam beberapa tahun terakhir, hadirnya layanan teknologi finansial . memberikan peluang baru bagi UMKM, termasuk di Kota Blitar, untuk mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien. Beragam layanan seperti dompet digital, pinjaman berbasis aplikasi, menawarkan kemudahan dan transparansi dalam pengelolaan usaha. Yuningsih dkk. menyebut Fintech merupakan inovasi dalam layanan keuangan yang memanfaatkan teknologi Namun demikian, penggunaan teknologi ini tetap memerlukan pemahaman keuangan yang memadai agar manfaatnya optimal dan tidak menimbulkan risiko baru. Temuan Idawati dan Pratama . menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan pada UMKM dapat mendukung keberlanjutan usaha mereka. Sementara itu. Aulia . menegaskan bahwa UMKM dengan kemampuan literasi digital yang baik cenderung memiliki ketahanan dan performa usaha yang lebih tinggi. Mereka mampu menggunakan e-commerce untuk memperluas pasar, mengimplementasikan strategi pemasaran digital, serta meningkatkan administrasi usaha melalui aplikasi pencatatan keuangan dan manajemen persediaan. Firmansyah dan Saepuloh . juga menemukan bahwa UMKM yang mengadopsi teknologi digital dapat meningkatkan penjualan hingga 25 persen dan lebih mampu menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh literasi keuangan terhadap ketahanan UMKM pangan dengan mempertimbangkan pemanfaatan To cite this article : Budiman. dan T. Kurniastuti. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Ketahanan UMKM Pangan Dalam Pemanfaatan Fintech Pada Pelaku Usaha Kota Blita. Jurnal Buana Sains 25. : 1-8. Budiman dan T. Kurniastuti. / Buana Sains Vol 25 No 3 : 1-8 teknologi finansial sebagai aspek pendukung Dengan memahami hubungan tersebut, peningkatan literasi keuangan yang tepat guna mendukung keberlanjutan UMKM pangan di era Penelitian ini menawarkan keunggulan dibandingkan penelitian sebelumnya dengan mengintegrasikan pendekatan literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi finansial . secara simultan dalam mengukur ketahanan UMKM pangan, khususnya di era digitalisasi Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya hanya fokus pada aspek literasi keuangan atau ketahanan usaha secara terpisah, penelitian ini menggabungkan kedua variabel tersebut dalam konteks pemanfaatan fintech sebagai instrumen modern dalam pengelolaan keuangan UMKM. Kebaruan . dari penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang mengaitkan tingkat literasi keuangan pelaku usaha dengan kemampuan adaptif mereka terhadap platform fintech, yang pada gilirannya berdampak pada ketahanan bisnis di sektor Selain itu, metode yang digunakan memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda serta uji moderasi untuk mengidentifikasi peran fintech sebagai variabel intervening atau moderating, yang belum banyak digunakan dalam studi serupa di wilayah atau konteks UMKM pangan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi teoritis, tetapi juga menawarkan implikasi praktis bagi pelaku usaha dan pemangku kebijakan. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap UMKM mempertimbangkan peran adopsi fintech. Metode Penelitian Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk menelusuri pengaruh literasi keuangan terhadap ketahanan UMKM pangan yang memanfaatkan layanan fintech di Kota Blitar. Ukuran sampel 50 responden dinilai memenuhi kaidah minimum untuk analisis regresi berganda, yaitu 10-15 observasi per variabel independen (Hair et al. , dan layak untuk studi eksploratori di tingkat Populasi penelitian mencakup seluruh pelaku UMKM pangan di wilayah tersebut, dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria bahwa responden telah menggunakan layanan keuangan digital . setidaknya selama satu tahun terakhir. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup yang berisi indikator-indikator literasi keuangan seperti pemahaman terhadap produk keuangan, kemampuan mengelola keuangan, serta perilaku dalam mengatur keuangan dan indikator ketahanan usaha, antara lain keberlanjutan operasional, kemampuan beradaptasi, serta aksesibilitas terhadap pembiayaan berbasis fintech. Sebelum digunakan, instrumen penelitian telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas. Analisis data selanjutnya dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menentukan sejauh mana literasi keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap ketahanan UMKM pangan berbasis Hasil Dan Pembahasan Karakteristik Responden Penelitian ini melibatkan 50 pelaku UMKM sektor pangan di Kota Blitar yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria utama telah menggunakan layanan fintech minimal satu tahun Profil karakteristik sebagai berikutMayoritas responden . %) berada dalam kategori usaha muda . -5 tahu. , menunjukkan bahwa UMKM pangan di Kota Blitar didominasi oleh pelaku usaha yang relatif baru namun sudah memiliki eksposur terhadap teknologi keuangan seperti terlihat pada Pada tabel 2 diketahui bahwa sebanyak 76% responden menggunakan fintech secara rutin (Ou3 kali/bula. , mengindikasikan bahwa adopsi teknologi keuangan telah menjadi bagian dari operasional usaha sehari-hari. To cite this article : Budiman. dan T. Kurniastuti. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Ketahanan UMKM Pangan Dalam Pemanfaatan Fintech Pada Pelaku Usaha Kota Blita. Jurnal Buana Sains 25. : 1-8. Budiman dan T. Kurniastuti. / Buana Sains Vol 25 No 3 : 1-8 Tabel 1. Distribusi lama usaha responden Lama Usaha Jumlah < 2 tahun 2Ae5 tahun 6Ae10 tahun > 10 tahun Total Persentase Tabel 2. Intensitas penggunaan fintech oleh responden Tingkat Penggunaan Fintech Jumlah Tidak rutin . Ae2 kali/bula. Cukup rutin . Ae5 kali/bula. Sangat rutin (>5 kali/bula. Total Persentase Tabel 3. Statistik deskriptif variabel penelitian Variabel Mean Literasi Keuangan (LK) 3. Adopsi Fintech (AF) Ketahanan UMKM (K) Usia Usaha . Min Standar Deviasi Deskripsi Variabel Penelitian Nilai mean literasi keuangan . berada pada kategori sedang-tinggi, sejalan dengan temuan OJK . yang melaporkan peningkatan literasi keuangan di kalangan pelaku UMKM pasca pandemi. Namun, rata-rata adopsi fintech . yang lebih rendah menunjukkan adanya ruang untuk optimalisasi, mengonfirmasi penelitian Aulia dkk. bahwa sekitar 60% UMKM belum memaksimalkan potensi teknologi Uji Kualitas Instrumen dan Asumsi Klasik dan Asumsi Klasik Uji Validitas dan Reliabilitas Semua item penelitian menunjukkan koefisien korelasi item-total antara 0. i atas batas kritis 0. , mengindikasikan validitas konstruk yang memadai. Reliabilitas instrumen yang diukur dengan Cronbach's Alpha menunjukkan konsistensi internal yang sangat Max tinggi: LK (=0. AF (=0. K (=0. dan Usia Usaha (=0. Nilai-nilai ini melebihi batas minimum 0. 70 yang disyaratkan oleh Hair et . , menjamin keandalan pengukuran. Uji Asumsi Klasik Hasil uji asumsi klasik mendukung kelayakan analisis regresi: Normalitas: Uji Shapiro-Wilk menghasilkan p=0. 50 (>0. , menunjukkan distribusi residual normal. Multikolinearitas: Nilai VIF semua variabel <3 . i bawah batas . , dan korelasi antar . =0. multikolinearitas serius. Homoskedastisitas: Plot menunjukkan pola acak tanpa terbentuk funnel shape. Outlier: Nilai Cook's distance <1 untuk semua observasi. To cite this article : Budiman. dan T. Kurniastuti. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Ketahanan UMKM Pangan Dalam Pemanfaatan Fintech Pada Pelaku Usaha Kota Blita. Jurnal Buana Sains 25. : 1-8. Budiman dan T. Kurniastuti. / Buana Sains Vol 25 No 3 : 1-8 Tabel 5. Hasil analisis regresi berganda Variabel Koefisien () p-value Interpretasi Konstanta Literasi Keuangan (LK) <0. Signifikan positif Adopsi Fintech (AF) <0. Signifikan positif Usia Usaha >0. Tidak signifikan Analisis Bivariat Hasil korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif signifikan antara: LK dan K . =0. 502, p<0. - hubungan AF dan K . =0. 282, p<0. - hubungan LK dan AF . =0. 461, p<0. - hubungan Temuan ini mengkonfirmasi hipotesis awal bahwa literasi keuangan berhubungan positif dengan ketahanan usaha, sejalan dengan penelitian Idawati dan Pratama . yang menemukan bahwa peningkatan literasi keuangan mendukung keberlanjutan UMKM. Analisis Regresi Berganda Model regresi menghasilkan RA = 0. mengindikasikan bahwa 45% variasi ketahanan UMKM dapat dijelaskan oleh literasi keuangan dan adopsi fintech. Uji F signifikan . <0. Pengaruh Literasi Ketahanan UMKM Keuangan Koefisien literasi keuangan (=0. 47, p<0. menunjukkan pengaruh positif yang kuat dan Temuan ini memperkuat teori ResourceBased View (Barney, 1. yang menekankan bahwa kapabilitas internalAidalam hal ini pengetahuan keuanganAimerupakan sumber daya berharga yang sulit ditiru dan menjadi dasar ketahanan kompetitif. Hasil ini konsisten dengan penelitian Yuningsih dkk. yang menemukan bahwa literasi keuangan secara signifikan mempengaruhi keberlangsungan usaha UMKM. Secara praktis, peningkatan satu poin skor literasi keuangan berkontribusi pada peningkatan 47 poin ketahanan usaha. Implikasinya, pelaku UMKM dengan pemahaman keuangan yang baik cenderung lebih mampu dalam: . pengelolaan arus kas yang efektif, . perencanaan keuangan jangka panjang, . pengambilan keputusan investasi yang rasional, dan . mitigasi risiko finansialAisemua faktor kritis untuk ketahanan usaha di tengah ketidakpastian ekonomi. Peran Adopsi Fintech dalam Memoderasi Ketahanan Usaha Adopsi fintech menunjukkan pengaruh positif signifikan namun lebih moderat (=0. p<0. Temuan ini mendukung teori Technology Acceptance Model (Davis, 1. yang menekankan bahwa manfaat yang dirasakan . erceived usefulnes. dan kemudahan penggunaan . erceived ease of us. mempengaruhi adopsi teknologi. Namun, pengaruhnya yang lebih lemah dibanding literasi keuangan mengindikasikan bahwa teknologi berfungsi sebagai enabler atau fasilitator, bukan penggerak utama ketahanan. Hasil ini selaras dengan penelitian Firmansyah dan Saepuloh . yang menemukan bahwa transformasi digital dapat meningkatkan penjualan UMKM hingga 25%, namun efektivitasnya tergantung pada kapabilitas pengguna. Di konteks Kota Blitar, moderasi pengaruh fintech mungkin disebabkan oleh: . tingkat adopsi yang belum optimal . ean=3. , . keterbatasan infrastruktur digital di beberapa area, atau . preferensi terhadap transaksi tradisional yang masih kuat di sektor To cite this article : Budiman. dan T. Kurniastuti. Pengaruh Literasi Keuangan Terhadap Ketahanan UMKM Pangan Dalam Pemanfaatan Fintech Pada Pelaku Usaha Kota Blita. Jurnal Buana Sains 25. : 1-8. Budiman dan T. Kurniastuti. / Buana Sains Vol 25 No 3 : 1-8 Ketidaksignifikanan Usia Usaha Usia usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap ketahanan (=0. 03, p>0. Temuan ini menarik karena bertentangan dengan asumsi umum bahwa usaha yang lebih tua secara otomatis lebih tangguh. Hasil ini mendukung perspektif bahwa dalam era digital, kapabilitas adaptif . eperti literasi keuangan dan adopsi teknolog. lebih menentukan ketahanan daripada sekadar pengalaman atau usia usaha. Studi oleh Makkulau dan Astriwati . juga menemukan bahwa UMKM baru dengan literasi digital yang baik dapat menunjukkan ketahanan yang setara bahkan melebihi usaha yang lebih mapan. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Literasi keuangan merupakan faktor terpenting dalam membangun ketahanan UMKM pangan di Kota Blitar, dengan pengaruh yang kuat dan signifikan ( = 0. p < 0. Ini bahwa pemahaman dasar pengelolaan keuangan lebih krusial daripada sekadar mengadopsi teknologi. Fintech berperan sebagai pendukung, dengan pengaruh positif namun lebih moderat ( = 0. p < 0. Teknologi keuangan digital berfungsi sebagai alat bantu yang memperkuat dampak literasi keuangan, namun bukan pengganti pengetahuan keuangan dasar. Usia usaha tidak menentukan ketahanan ( = 0. tidak signifika. Di era digital, kapabilitas dan adaptasi lebih penting daripada sekadar pengalaman atau lamanya usaha Kombinasi optimal untuk memperkuat UMKM pangan adalah dengan memprioritaskan kemudian didukung oleh adopsi fintech secara bertahap dan tepat guna. Model penelitian ketahanan UMKM, menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi antara pendidikan keuangan dan teknologi memberikan dampak substantif, meski masih ada faktor lain di luar model yang perlu dieksplorasi lebih lanjut. Ucapan Terima Kasih Peneliti menyampaikan Ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam terlaksananya penelitian ini. Penghargaan khusus diberikan kepada Universitas Islam Balitar atas kesempatan, fasilitas, dan pendanaan yang membantu kelancaran proses Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Fakultas Pertanian dan Peternakan serta LPPM Universitas Islam Balitar atas arahan, pendampingan, dan dukungan administratif yang sangat berarti. Peneliti juga berterima kasih kepada para pelaku UMKM pangan di Kota Blitar yang telah menyempatkan waktu serta memberikan informasi yang bernilai. pengumpulan data. Apresiasi mendalam diberikan kepada Ibu Ir. Tri Kurniastuti. , serta Saudari Devita Dwi Agustin atas kerja sama dan dedikasi yang turut memastikan penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik. Daftar Pustaka