Sholeh Hasan. Hamdar RifaAoi Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Implementasi Program Tahfidz Camp untuk Meningkatkan Hafalan Siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 OKU Timur Sholeh Hasan Unniversitas Nurul Huda sholehhasan@unuha. Hamdar RifaAoi Universitas Nurul Huda Hamdarrifai282@gmail. M Saiful Amin Universitas Nurul Huda Muhammadas-saif@unha. Abstrak Al-QurAoan merupakan pedoman umat Islam dalam semua urusan, baik yang berkaitan dengan masalah akidah, ibadah, muamalah, akhlak, maupun Mempelajari Al-QurAoan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh semua umat Islam baik laki-laki maupun perempuan. Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berbasis agama selalu berupaya dengan usaha-usaha dan program-program untuk mewujudkan generasi Islam qurAoani yang berakhlak mulia dan memiliki karakter spriritual yang baik. Saat ini, sekolah telah mengadakan kegiatan Tahfidz Camp sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kebiasaan membaca dan menghafal Al-QurAoan pada Namun, efektivitas dan dampak program ini belum dikaji secara mendalam, belum ada penelitian yang menyelidiki sejauh mana program ini berhasil dalam menanamkan kebiasaan membaca dan menghafal Al-QurAoan pada siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program kegiatan Tahfidz Camp di Madrasah Aliyah Negeri 1 OKU Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan dekriptif kualitatif, yaitu berupa pemaparan dan penggambaran secara menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya mengenai data-data terkait, dari objek penelitian yang ada di lokasi penelitian. Untuk memperoleh data peneliti menggunakan Teknik wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Untuk menudukung pemaparan data, penulis juga menyertakan berbagai lampiran yang terkait dengan penelitian ini. Berdasarkan rumusan masalah yang ada di peroleh hasil penelitian yang dapat disimpulkan bahwa: . Dalam Implementasinya program tahfidz camp di MAN Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 IMPLEMENTASI PROGRAM TAHFIDZ CAMP UNTUK MENINGKATKAN HAFALAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 OKU TIMUR 1 OKU Timur merupakan kegiatan tahfidz Al-QurAoan yang mirip seperti program tahfidz pada umumnya dari segi metode hafalan, namun yang membedakan program ini dilaksanakan dengan siswa yang di asramakan dengan waktu dan target hafalan yang telah ditentukan. Program ini memiliki tujuan untuk membentuk karakter spiritual siswa dan meningkatkan kebiasaan membaca dan menghafal Al-QurAoan. Secara umum metode yang digunakan pada program tahfidz camp ini adalah dengan menggunakan metode bil-nadzor, namun terdapat juga siswa yang menghafal dengan metode lain yakni dengan metode kitabah, hal ini menunjukkan perlunya pengembangan metode pada program tahfidz camp ini agar dapat menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Dalam pelaksanaan program tahfidz camp ini, dukungan dari orang tua dan motivasi dari guru, bimbingan dari guru tahfidz serta teman sebaya menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan program tahfidz camp ini. Adapaun faktor-faktor yang menghambat diantaranya keterbatasan fasilitas, perbedaan kemampuan siswa. Penambahan fasilitas dan penyesuaian target hafalan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efektivitas program ini. Kata kunci: Tahfidz Camp. Implementasi. Faktor. Abstract The Qur'an is a guideline for Muslims in all matters, both related to matters of faith, worship, muamalah, morals, and education. Studying the Qur'an is an obligation that must be carried out by all Muslims, both men and women. Madrasahs as religious-based educational institutions always strive with efforts and programs to create a generation of Qur'anic Muslims who have noble morals and good spiritual character. Currently, schools have held Tahfidz Camp activities as an effort to improve the habit of reading and memorizing the Qur'an in students. However, the effectiveness and impact of this program have not been studied in depth, there has been no research investigating the extent to which this program is successful in instilling the habit of reading and memorizing the Qur'an in students. Therefore, this study aims to analyze the implementation of the Tahfidz Camp program at Madrasah Aliyah Negeri 1 OKU Timur. This study uses a qualitative descriptive approach, namely in the form of a comprehensive presentation and description of the actual situation regarding related data, from the research objects at the research location. To obtain data, researchers used semi-structured interview techniques, observation, and To support the presentation of data, the author also includes various attachments related to this study. Based on the formulation of the existing problems, the results of the study can be concluded that: . In its implementation, the tahfidz camp program at MAN 1 OKU Timur is an Al-Qur'an tahfidz activity that is similar to the tahfidz program in general in terms of memorization methods, but what distinguishes this program is that it is carried out with students who are in dormitories with a predetermined time and memorization target. This program aims to shape students' spiritual character and improve the habit of reading and memorizing the Al-Qur'an. In general, the method used in this tahfidz camp program is to use the bil-nadzor method, but there are also students who memorize using other methods, namely the kitabah method, this shows the need for method development in this tahfidz Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Sholeh Hasan. Hamdar RifaAoi camp program so that it can be adjusted to the abilities of each student. In the implementation of this tahfidz camp program, support from parents and motivation from teachers, guidance from tahfidz teachers and peers are the main factors that support the success of this tahfidz camp program. The inhibiting factors include limited facilities and differences in student abilities. Adding facilities and adjusting memorization targets can be a solution to increase the effectiveness of this program. Keywords: Tahfidz Camp. Implementation. Factors. Pendahuluan Al-QurAoan merupakan pedoman umat Islam dalam semua urusan, baik yang berkaitan dengan masalah akidah, ibadah, muamalah, akhlak, maupun Mempelajari Al-QurAoan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh semua umat Islam baik laki-laki maupun perempuan. AuSalah satu upaya agar siswa semakin mudah mengkaji tuntunan agama Islam adalah melalui program tahfidz Qur'an dengan menanamkan kecintaan terhadap kitab AlQurAoan. Hal ini dikarenakan setiap muslim diwajibkan untuk mempelajari AlQurAoan yang merupakan sumber utama hukum Islam. Ay(Mardhatillah & Marati, 2. Sebagaimana Allah SWT. berfirman dalam Al-QurAoan surat Al-Qamar ayat AaOEaCae Oa eacIa eECa e Ia E aaE eE a Aa aN eE Ia eI acIacEaA Artinya: AuSungguh. Kami benar-benar telah memudahkan Al-QurAoan sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran?Ay (QS. AlQamar:. Menghafal Al-QurAan adalah suatu perbuatan yang sangat mulia dan Sebab orang yang menghafalkan Al-QurAan merupakan salah satu hamba yang ahlullah di muka bumi. Itulah sebabnya, tidak mudah dalam menghafalkan Al-QurAoan. Tahfidz Al-QurAoan adalah proses menghafal Al- Qur'an secara keseluruhan, baik untuk hafalan dan ketelitian bacaan, maupun untuk mengingat, membuat rutinitas serta menjaga hafalan dari kelupaan. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 IMPLEMENTASI PROGRAM TAHFIDZ CAMP UNTUK MENINGKATKAN HAFALAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 OKU TIMUR Menghafal Al-QurAoan juga merupakan aktivitas yang dapat dilakukan oleh semua bahkan orang yang sudah tua pun jika berusaha untuk menghafalkan Al-QurAoan pastinya akan mudah untuk menghafalkannya walau tidak secepat anak kecil dalam menghafal. Menghafal Al-QurAoan adalah salah satu cara untuk memelihara kemurnian Al-Quran, maka beruntunglah bagi orang-orang yang dapat menjaga Al- QurAoan dengan menghafalkannya. AuSekolah berbasis agama adalah sekolah yang menekankan nilai-nilai agama dalam setiap kegiatannya. Tentunya seperti agama, pembelajaran juga mengandung nilai- nilai religius yang dapat diterapkan pada sikap religius. Norma-norma Alquran dan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari menjadi sumber sikap Islami. Ay(Nur Salsabilah et al. , 2. Belajar Al-QurAoan di Madrasah Aliyah Negeri menjadi prioritas yang di unggulkan, karena sebagai perwujudan dari visi dan misi pada Madrasah dimana Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang bercirikan agama di bawah naungan Kementrian Agama Republik Indonesia. Dalam struktur kurikulum Madrasah Aliyah telah dicantumkan bahwa mempelajari Al-QurAoan adalah merupakan bagian dari pelajaran yang diajarkan dengan nama mata pelajaran Al-QurAoan dan Hadits dengan alokasi waktu dua jam perminggu dan diberikan kepada semua tingkatan kelas baik kelas X. XI, maupun XII. Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berbasis agama selalu berupaya dengan usaha-usaha dan program-program untuk mewujudkan generasi Islam yang memiliki akidah al-Islamiyah, ber-akhlakul karimah dan memiliki keteguhan iman dalam menjalankan syariat Islam, serta mewujudkan genarasi qurAoani yang mencintai agama dan negara. AyPenguatan nilai-nilai agama sangat penting bagi peserta didik karena berkaitan dengan agama, berpengaruh signifikan terhadap perilaku masyarakat dan diwujudkan melalui tindakan atau perilaku yang dilandasi oleh ajaran agama. Ay(Nur Salsabilah et al. Madrasah Aliyah Negeri 1 OKU Timur merupakan sebuah sekolah menengah atas yang menerapkan kurikulum berbasis agama. Sekolah ini memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan kegiatan keagamaan siswa. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Sholeh Hasan. Hamdar RifaAoi termasuk membaca dan menghafal Al-QurAoan. Saat ini, sekolah telah mengadakan kegiatan Tahfidz Camp sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kebiasaan membaca dan menghafal Al-QurAoan pada siswa. Namun, efektivitas dan dampak program ini belum dikaji secara mendalam. Meskipun telah diadakan program Tahfidz Camp di Madrasah Aliyah Negeri 1 OKU Timur, belum ada penelitian yang menyelidiki sejauh mana program ini berhasil dalam menanamkan kebiasaan membaca dan menghafal Al-QurAoan pada siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program kegiatan Tahfidz Camp di Madrasah Aliyah Negeri 1 OKU Timur. Berdasarkan pernyataan di atas, fakta ini menimbulkan minat bagi peneliti untuk melakukan penelitian di MAN 1 OKU Timur. Fokus penelitiannya adalah pada Program Tahfidz Camp yang diselenggarakan di MAN 1 OKU Timur. Untuk lebih jelasnya kami jabarkan dalam beberapa pembahasan rumusan masalah seperti di bawah ini. Kajian Teori Implementasi Program Tahfidz Al-QurAoan Secara etimologis, konsep Implementasi menurut kamus Webster berasal dari bahasa Inggris, yaitu Implement. Dalam kamus. Implementas berarti menyediakan sarana untuk melakukan sesuatu secara sistematis dan memiliki pengaruh. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, implementasi adalah pelaksanaan atau penerapan. Definisi lain dari implementasi adalah menyediakan sarana untuk melakukan sesuatu yang memiliki efek atau pengaruh pada sesuatu. (Badriyah, 2. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, implementasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan dihubungkan oleh mekanisme untuk mencapai tujuan tertentu. Secara umum implementasi di bagi dilakukan dengan tiga tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Merujuk pada pengertian pelaksanaan, maka beberapa tujuan pelaksanaan adalah: Tujuan utama pelaksanaan adalah untuk mencapai suatu perencanaan yang matang, baik secara individu maupun secara tim. Memeriksa dan mendokumentasikan prosedur dalam pelaksanaan rencana atau kebijakan. Mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam rencana atau kebijakan . Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 IMPLEMENTASI PROGRAM TAHFIDZ CAMP UNTUK MENINGKATKAN HAFALAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 OKU TIMUR Untuk menentukan kapasitas masyarakat untuk melaksanakan kebijakan atau rencana sebagaimana dimaksud Untuk menentukan seberapa sukses suatu kebijakan atau rencana telah dirancang untuk meningkatkan atau meningkatkan kualitas. (Badriyah, 2. Adapun langkah implementasi program adalah sebagai berikut: Menetapkan program Tahapan awal dalam menyusun suatu program yaitu sebaiknya menetapkan program yang akan dilaksanakan. Hal ini tentu dengan landasan latar belakang yang tepat, sehingga program yang akan dijalankan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Menentukan indikator keberhasilan program Indikator keberhasilan dapat diartikan acuan yang akan dicapai. Setelah menentukan program yang akan dilaksanakan, untuk mencapai tujuan yang dari pelaksanaan program tersebut perlu ditetapkan beberapa indikator keberhsilan dari program tersebut. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi apa saja yang harus dicapai dari program yang akan dilaksanakan. Menetapkan penanggung jawab program Penanggung jawab terhadap program yang akan dilaksanakan merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Dalam menetapkan penanggung jawab harus dengan pertimbangan tertentu. Menyusun kegiatan dan jadwal kegiatan Tahapan terakhir yang harus dilakukan adalah penyusunan kegiatan dan jadwal kegiatan dari program yang akan Dengan menyusun dan menentukan jadwal program yang akan dilaksanakan menjadi lebih jelas dan terarah. (Badriyah, 2. Istilah tahfidz Al-QurAoan terdiri dari dua kata, yaitu AoAotahfidzAoAo dan AoAoAl-QurAoanAoAo. Secara bahasa kata tahfidz berasal dari lafadz bahasa arab yang asal katanya adalah uaffaea-yuuaffieu-taufean artinya memelihara, menjaga, menghafal. (Abu AnAoim, 2. Adapun pengertian Al-QurAoan secara bahasa Al-QurAoan berasal dari kata qaraAoa yang berarti membaca atau mengumpulkan. Adapun secara istilah. Al-QurAoan menurut para ahli Ushul Fiqh yaitu:AoAoKalam Allah yang mengandung mukjizat . esuatu yang luar biasa yang melemahkan lawa. , diturunkan kepada penutup para Nabi dan Rasul . aitu Nabi Muhammad SAW), melalui malaikat jibril,tertulis pada mushaf,diriwayatkan kepada kita secara mutawatir, membacanya dinilai ibadah, dimulai dari surat Al-fatihah dan diakhiri dengan surat An-nasAoAo. (Anshori, 2. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Sholeh Hasan. Hamdar RifaAoi Menghafal Al-QurAoan pada prinsipnya adalah proses mengulang-ulang bacaan AlQurAoan, baik dengan bacaan atau dengan mendengar, sehingga bacaan tersebut dapat melekat pada ingatan dan dapat diulang kembali tanpa melihat mushaf. Proses mengulang ini sebenarnya sama saja dengan materi lainnya. Pekerjaan apapun asal sering diulang-ulang pasti akan hafal. (SaAodulloh, 2. Metode dan Strategi Menghafal Al-QurAoan Pendidikan Dalam mencapai target hafalan yang diinginkan perlu menggunakan strategi atau metode dalam meningkatkan hafalan. Dalam menghafal Al-QurAoan ada beberapa metode ketika menghafal diantaranya ialah: Metode Bi Al-Nazhar Metode bi al-nazhar yaitu membaca cermat Al-QurAoan yang akan dihafal dengan berulang-ulang. Salah satu metode untuk mempercepat menghafalkan Al-QurAoan ialah memperbanyak membacanya berulang kali sebelum hafalan tersebut Metode Kitabah Metode kitabah adalah penghafal terlebih dahulu menulis ayat-ayat yang akan dihafalkan pada kertas atau buku khusus yang telah dipersiapkan. Setelah ditulis kemudian ayat-ayat tersebut dibacanya sehingga lancer dan benar bacaannya dan setelah itu dihafalkannya. Metode SimaAoi Metode simaAoi adalah dengan cara mendengarkan atau menyimak suatu bacaan untuk dihafalkan. Metode tersebut dapat dilakukan dengan dua alternatif, yaitu : Mendengar dari guru yang membimbingnya. Merekam ayat-ayat yang akan dihafalkan ke dalam pita kaset, tape re-corder, atau menggunakan alat perekam pada handphone sesuai kebutuhan dan Metode Talaqqi Metode talaqqi adalah metode setoran, yaitu seseorang memperdengarkannya hafalannya kepada orang lain. Metode talaqqi dilakukan agar dapat memperbaiki kesalahan dalam pelafalan ayat dan agar senantiasa hafalan yang sudah dihafal selalu di murajaah kembali dengan menyetorkannya kepada pembimbing. (Inayati et al. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 IMPLEMENTASI PROGRAM TAHFIDZ CAMP UNTUK MENINGKATKAN HAFALAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 OKU TIMUR Menghafal Al-QurAoan merupakan kegiatan yang sangat mulia, karena hafidz QurAoan adalah ahlullah di bumi. Diperlukan doa, kedisiplinan, dan keuletan agar sukses dalam menghafal Al-QurAoan. Dalam menghafal Al-QurAoan pasti dituntut untuk memiliki strategi yang jitu agar semua kegiatan yang menjadi tanggung jawab tidak terabaikan, ada beberapa strategi yang harus dilakukan, yaitu: Usahakan pikiran dalam keadaan tenang dan suasana nyaman, karena saat pikiran kacau, sekeras apapun berusaha hasilnya tidak sama dengan jika pikiran tenang. Membaca terlebih dahulu ayat-ayat yang akan dihafal, ini akan lebih membantu dan memudahkan para penghafal Al-QurAoan dalam mengucapkan ayat-ayat yang mau dihafal. Memahami ayat yang akan dihafal. Memahami ayat dapat membantu untuk mengurutkan ayat-ayat yang dihafal, selain itu juga agar para penghafal Al- QurAan dapat merenungi ayat-ayat yang sedang dihafal. Menghafal ayat satu per satu yang di ulang-ulang hingga hafal, kemudian menggabungkan dengan ayat selanjutnya hingga lengkap satu halaman. MemurajaAoah hafalan. (Karya Hsb, 2. Faktor Pendukung dan Penghambat Faktor merupakan keadaan dan peristiwa yang menyebabkan atau mempengaruhi terjadinya sesuatu (KBBI, 2. Jika dikotomi, faktor dapat dikategorikan menjadi dua yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung dan faktor penghambat masing- masing memiliki dua jenis. Pertama, internal merupakan faktor-faktor baik pendukung maupun penghambat yang dapat mempengaruhi obyek berasal dari dalam. Sedangkan, eksternal adalah faktor-faktor baik pendukung maupun penghambat yang mempengaruhi suatu obyek berasal dari (Sutiyono, 2. Faktor pendukung sangat berperan dalam keberhasilan program Tahfidz Camp. Motivasi yang kuat, kualitas pengajar, fasilitas yang memadai, lingkungan belajar yang kondusif, kurikulum yang terstruktur, dan dukungan sosial serta emosional merupakan elemen-elemen kunci yang dapat membantu peserta mencapai tujuan mereka dengan lebih efektif. Dengan mengoptimalkan faktor-faktor pendukung ini, pelaksanaan suatu program dapat berjalan lebih lancar dan memberikan hasil yang maksimal. Pengelola program perlu melakukan evaluasi berkala dan beradaptasi untuk mengurangi dampak negatif dari faktor-faktor Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Sholeh Hasan. Hamdar RifaAoi penghambat ini, sehingga peserta dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih mudah dan efektif. Metode Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan sesuai jadwal penelitian yang telah direncanakan dan berdasarkan arahan dari dosen pembimbing. Adapun lokasi penelitian ini dilakukan di MAN 1 OKU TIMUR dengan alamat Jl. MP. Bangsa Raja No. 1007 Desa Gumawang. Kecamatan Belitang. Kabupaten Oku Timur. Sumatera Selatan. Dan Penelitian ini dilaksanakan juga di Kampus B Asrama MAN 1 OKU TIMUR sebagai tempat pelaksanaan program tahfidz camp tersebut, dengan lokasi yang beralamatkan di Jl. Kotabaru KM 6. Desa Negeri Agung Jaya. Kecamatan Buay Pemuka Peliung. Kabputaen OKU Timur. Sumatera Selatan. Pendekatan Dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan analisis. AuPenelitian kualitatif merupakan suatu teknik penelitian yang menggunakan narasi atau kata-kata dalam menjelaskan dan menjabarkan makna dari setiap fenomena, gejala, dan situasi sosial Ay(Waruwu, 2. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci untuk memaknai dan menginterpretasikan setiap fenomena, gejala dan situasi sosial Karena itu peneliti perlu menguasai teori untuk menganalisis kesenjangan yang terjadi antara konsep teoritis dengan fakta yang terjadi. Sedangkan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan Pendekatan ini memberikan gambaran yang akurat dan detail tentang suatu kejadian atau objek penelitian. AuPendekatan deskriptif dalam penelitian kualitatif berarti menggambarkan dan menjabarkan peristiwa, fenoma dan situasi sosial yang diteliti. Ay(Waruwu, 2. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 IMPLEMENTASI PROGRAM TAHFIDZ CAMP UNTUK MENINGKATKAN HAFALAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 OKU TIMUR Kehadiran Peneliti Dalam penelitian kualitatif, kehadiran peneliti berfungsi sebagai alat dan pengumpul data. Selain melakukan penelitian, kehadiran peneliti juga diperlukan untuk mengumpulkan data, yang merupakan ciri penelitian kua litatif. Selain menjadi pengamat dan berpartisipasi dalam penelitian ini, peneliti memperhatikan dan mendengarkan dengan cermat selama proses pengumpulan data. (Sukirman, 2. Karena itu, sangat penting bagi peneliti di lapangan untuk hadir atau terjun langsung dalam penelitian. Untuk memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan benar-benar valid, peneliti berusaha untuk menjalin hubungan yang baik dengan Pengumpul data utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain. Sumber Data Dalam memperoleh informasi tersebut, peneliti bekerja sama langsung dengan informan untuk mendapatkan informasi yang akurat sehingga peneliti tidak kesulitan dalam menangani data. Peneliti membagi sumber data pokok menjadi beberapa bagian, yaitu: 1 Kepala MAN 1 OKU TIMUR 2 Guru/Ustad-Ustadzah di MAN 1 OKU TIMUR 3 Beberapa Siswa di MAN 1 OKU TIMUR. Sumber informasi tambahan berupa tulisan, buku dan dokumen lain yang berhubungan dengan penelitian. Peneliti menggunakan informasi berupa tulisan, buku dan dokumen lainnya. Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan data berupa: Observasi. Wawancara. Dokumentasi. Pengecekan Keabsahan Data Pemeriksaan keabsahan data merupakan suatu hal yang penting sebagai bagian dari proses penelitian kualitatif yang berkaitan dengan validitas dan realibilitas data Pada penelitian ini peneliti menggunakan uji kredibilitas dengan triangulasi data. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Sholeh Hasan. Hamdar RifaAoi Teknik Analisis Data Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis data dengan tiga tahapan yakni Dekonstruksi. Interpretasi dan Rekonstruksi. Hasil Implementasi Program Tahfidz Camp di Madrasah Aliyah Negeri 1 OKU Timur Program tahfidz camp di MAN 1 OKU Timur merupakan kegiatan tahfidz Al-QurAoan yang mirip seperti program tahfidz pada umumnya dari segi metode hafalan namun yang membedakan program ini dilaksanakan dengan siswa yang di asramakan, program ini memiliki tujuan yang mulia dalam membentuk karakter spiritual siswa dan meningkatkan kebiasaan membaca Al-QurAoan. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan seperti pemahaman tajwid yang belum optimal dan perbedaan kemampuan menghafal di antara siswa. Dukungan dan motivasi dari guru, serta penyesuaian target hafalan, bisa menjadi solusi untuk mengatasi tantangan Faktor Pendukung dan Penghambat dalam pelaksanaan program Tahfidz Camp di Madrasah Aliyah Negeri 1 OKU Timur Berdasarkan data hasil wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti, peneliti menyimpulkan bahwa dukungan dari orang tua dan guru serta sarana yang memadai menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan program tahfidz camp. Namun, keterbatasan fasilitas, perbedaan kemampuan siswa, dan gangguan dari lingkungan menjadi tantangan yang harus diatasi. Penambahan fasilitas dan penyesuaian target hafalan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efektivitas program ini. Pembahasan Implementasi Program Tahfidz Camp di Madrasah Aliyah Negeri 1 OKU Timur Dari hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa dalam Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 IMPLEMENTASI PROGRAM TAHFIDZ CAMP UNTUK MENINGKATKAN HAFALAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 OKU TIMUR pelaksanaan program tahfidz camp ini ialah membiasakan siswa untuk membaca Al-QurAoan dan menghafal Al-QurAoan serta kebiasaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari, namun tak sedikit yang mengalami kesulitan dalam menghafal dikarenakan kemampuan individu yang berbeda-beda dalam Program tahfidz camp ini secara keseluruhan efektif dalam mengintegrasikan pembelajaran Al-QurAoan dengan pembinaan karakter spiritual siswa, menciptakan suasana belajar yang interaktif dan berkesan. Program Tahfidz Camp di MAN 1 OKU Timur dirancang dengan mengadopsi konsep tahfidz konvensional, namun memiliki keunikan berupa pelaksanaan di mana siswa diasramakan, selama kegiatan dengan melibatkan bimbingan langsung dari guru tahfidz. Tantangan utama dalam pelaksanaannya adalah latar belakang siswa yang beragam, di mana tidak semua siswa memiliki dasar pendidikan pesantren. Hal ini mengakibatkan beberapa siswa belum terbiasa dengan program keagamaan, terutama tahfidz Al-QurAoan, dan belum menguasai ilmu tajwid serta tahsin dengan baik. Kesulitan dalam menghafal Al-QurAoan juga dipengaruhi oleh perbedaan motivasi dan semangat siswa. Dari sudut pandang siswa, metode yang digunakan untuk menghafal Al-QurAoan termasuk membaca ayat-ayat secara berulang, mencatat kembali ayat yang dihafal, dan kemudian mempraktikkan hafalan secara konsisten. Program tahfidz camp di sekolah ini telah diimplementasikan dengan menggunakan evaluasi berkala tiap semester. Evaluasi ini dilakukan berdasarkan indikator yang terdapat dalam buku panduan tahfidz camp, yang menjadi acuan dalam penilaian capaian hafalan siswa. Siswa mengakui bahwa keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri, namun siswa berinisiatif mengatasi hal tersebut dengan mempersiapkan hafalan sebelum kegiatan tahfidz camp dimulai, agar lebih siap dalam mengikuti program. Keberhasilan program tahfidz didukung oleh sinergi antara pihak sekolah, guru, dan siswa. Sekolah memberikan dukungan penuh dengan menyediakan fasilitas yang memadai serta melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin. Guru berperan aktif dalam mendorong partisipasi siswa di setiap kegiatan, sementara dukungan dari teman sebaya juga penting dalam membangun semangat dan membantu proses hafalan siswa. Kolaborasi ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung pencapaian tujuan program tahfidz. Program tahfidz yang diterapkan menggunakan metode Bil-nadzor, yaitu metode Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Sholeh Hasan. Hamdar RifaAoi membaca Al-QurAoan secara berulang-ulang, karena dianggap paling efektif dan umum digunakan dalam program tahfidz. Selain itu, sebagian siswa juga menggunakan metode Khitabah. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hafalan, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan spiritual Hal ini terlihat dari pernyataan siswa yang merasakan perubahan positif dalam hal spiritual, khususnya melalui pembiasaan ibadah berjamaah selama mengikuti program. Kepala sekolah menyatakan komitmen untuk menjadikan program ini sebagai program unggulan. Namun, meskipun ada kemajuan yang terlihat pada beberapa siswa dalam membaca Al-QurAoan, guru tahfidz mencatat bahwa perubahan belum terlihat secara menyeluruh dalam hafalan siswa setelah mengikuti program ini. Siswa juga menyampaikan mengenai target hafalan yang dianggap terlalu banyak dalam waktu yang terbatas. Hal ini menunjukkan perlunya penyesuaian dalam rencana pelaksanaan program untuk memastikan pencapaian yang lebih baik dan efektif bagi semua siswa. Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Pelaksanaan Program Tahfidz Camp di Madrasah Aliyah Negeri 1 OKU Timur Dari hasil wawancara dan observasi menunjukkan bahwa keberhasilan program tahfidz camp ini didukung oleh beberapa faktor, antara lain: dukungan dan respon positif dari orang tua serta seluruh guru yang berkontribusi dalam pelaksanaan program, fasilitas yang memadai sesuai dengan kebutuhan siswa, serta bimbingan dari ustadz/ustadzah yang memberikan bantuan dalam proses penghafalan dan perbaikan bacaan. Kombinasi dari faktor-faktor tersebut menciptakan lingkungan yang kondusif dan mendukung siswa dalam mencapai tujuan program. Peran sekolah sangat penting dalam mendukung program tahfidz camp melalui penyediaan dukungan materi dan sarana-prasarana yang memadai. Meskipun demikian, siswa menghadapi beberapa hambatan, seperti gangguan dari teman-teman saat proses penghafalan. Untuk mengatasi masalah ini, siswa berusaha mencari tempat yang lebih tenang. Peran guru tahfidz sangat krusial dalam mendampingi dan membimbing siswa selama proses penghafalan Al-QurAoan, terutama bagi siswa yang mengalami kesulitan. Dukungan dari teman-teman sebaya juga berkontribusi positif, dengan mereka saling membantu dan menyimak saat teman-teman mereka menghafal. Pelaksanaan program Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 IMPLEMENTASI PROGRAM TAHFIDZ CAMP UNTUK MENINGKATKAN HAFALAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 OKU TIMUR tahfidz di sekolah berjalan dengan baik berkat bimbingan dan motivasi yang diberikan oleh guru tahfidz dan mentor secara bertahap. Guru tahfidz berperan penting dalam memberikan metode yang mudah dipahami. Dukungan ini membantu siswa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus menghafal Al-QurAoan. Meskipun fasilitas di asrama mendukung kebutuhan siswa dalam program tahfidz camp, masih terdapat kekurangan, terutama minimnya ruang kelas yang menyebabkan siswa harus menghafal di tempat yang sama. Hal ini seringkali mengganggu konsentrasi siswa karena suasana yang ramai dan kurang kondusif. Pihak sekolah dan guru berupaya untuk memaksimalkan fasilitas yang tersedia serta memberikan bimbingan tambahan kepada siswa yang mengalami kesulitan. Namun, terdapat harapan dari siswa untuk penambahan fasilitas seperti ruang hafalan yang lebih nyaman dan tenang, guna mendukung proses menghafal dengan lebih baik di masa mendatang. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai Auimplementasi program tahfidz camp untuk meningkatkan hafalan siswa di madrasah aliyah negeri 1 oku timurAy maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Dalam Implementasinya program tahfidz camp di MAN 1 OKU Timur melalui tiga tahapan implementasi yaitu Perencanaan. Pelaksanaan dan Ealuasi. Berikut hasil penelitian yang diperoleh: Dalam Perencanaannya Program Tahfidz Camp merupakan kegiatan tahfidz Al-QuAoan yang mirip seperti program tahfidz pada umumnya dari segi metode hafalan, namun yang membedakan program ini dilaksanakan dengan siswa yang di asramakan dengan waktu dan target hafalan yang telah ditentukan. Dalam Pelaksanaannya program Tahfidz Camp ini memiliki tujuan untuk membentuk karakter spiritual siswa dan meningkatkan kebiasaan membaca dan menghafal Al-QurAoan. Secara umum metode yang digunakan pada program tahfidz camp ini adalah dengan menggunakan metode bilnadzor . ibaca berulang-ulan. Jurnal Pendidikan Islam Nusantara Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda Volume 04 Nomor 01 2025 Sholeh Hasan. Hamdar RifaAoi Dalam Ealuasinya terdapat juga siswa yang menghafal dengan metode lain yakni dengan metode kitabah . icatat kembali lalu dihafalka. , hal ini menunjukkan perlunya pengembangan metode pada program tahfidz camp ini agar dapat menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing Penambahan fasilitas dan penyesuaian target hafalan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efektivitas program ini. Dalam pelaksanaan program tahfidz camp ini, dukungan dari orang tua dan motivasi dari guru, bimbingan dari guru tahfidz serta teman sebaya menjadi faktor utama yang mendukung keberhasilan program tahfidz camp ini. Adapaun faktor yang menghambat diantaranya keterbatasan fasilitas, perbedaan kemampuan siswa, dan gangguan dari lingkungan menjadi tantangan yang harus diatasi. Referensi