P - ISSN E - ISSN Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 : 2503-4413 : 2654-5837. Hal 497 Ae 498 KAJIAN EMPLOYEE ENGAGEMENT DI BALAI DIKLAT APARATUR KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Oleh : Yudistira Adi Nugroho Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan Jl. Raya 2 Sukamandi. Ciasem 41256. Subang-Jawa Barat Email: yudistiraadinugroho09@gmail. Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract Organizations need employees who not only have a high level of satisfaction at work, but also have a high commitment, are involved in running the organization's business and have high loyalty and have a sense of ownership in the organization or have a level of citizenship towards the organization. This study aims to examine employee engagement at the Apparatus Training Center of the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries. Through this study, it can also provide an overview of aspects that need to be improved by the organization in order to increase employee engagement. For research purposes, the method used in this research is descriptive Descriptive research is used to describe or analyze the condition of each variable. While quantitative is intended to analyze the results of data collection and processing. The technique used to analyze employee engagement of the Apparatus Training Center of the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries is based on the results of filling out a questionnaire with a Likert scale range. The results of the study indicate that the average employee of the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries Apparatus Training Center is in the engaged category. This means that all employees have high enthusiasm, commitment, loyalty and dedication to the Keywords : Human Resources. Organization. Engagement dan profesional sehingga kinerja yang dicapainya diharapkan akan lebih memuaskan sesuai standar kerja yang dipersyaratkan. Menurut Sutrisno . bahwa kinerja adalah sebagai hasil kerja yang telah dicapai seseorang dari tingkah laku kerjanya dalam melaksanakan aktivitas kerja. Kinerja pegawai merupakan sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksankan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Sedangkan menurut Hasibuan . kinerja diartikan sebagai hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Menurut Mullawan dkk . , terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja pegawai dengan employee engagement di PT. Badja Baru Palembang. Employee Engagement merupakan PENDAHULUAN Menghadapi persaingan yang sangat dinamis di era globalisasi seperti saat ini, setiap organisasi harus mempertahankan aset-aset yang dimilikinya agar mampu menghadapi persaingan Salah satu aset yang tak luput menjadi perhatian adalah sumber daya manusia dalam sebuah organisasi. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset organisasi yang paling mahal dibanding dengan aset-aset lain karena SDM merupakan penggerak utama organisasi. Bisa dikatakan bahwa SDM merupakan nyawa dari sebuah organisasi. Oleh sebab itu SDM harus dikelola secara optimal, continue dan diberi perhatian secara ekstra. Seiring dengan perkembangan era globalisasi SDM harus selalu Dengan meningkatnya kualitas Sumber Daya Manusia diharapkan pegawai dapat bekerja secara produktif salah satu cara untuk membuat karyawan memiliki loyalitas yang tinggi, seperti pendapat Macey dan Schneider . ikutip oleh Hermawan, 2011:. yang menyatakan bahwa employee engagement membuat karyawan memiliki loyalitas yang lebih tinggi sehingga mengurangi keinginan untuk meninggalkan organisasi secara sukarela. Perasaan positif dan rasa antusias yang tinggi terhadap pekerjaan dapat disebut dengan employee Pegawai yang memiliki engagement tinggi cenderung lebih memiliki kinerja yang baik karena memiliki perasaan yang positif dan tidak Penelitian Mullawan dkk . telah menemukan hubungan positif antara employee engagement dan kinerja organisasi. Employee engagement adalah komitmen emosional pegawai pada organisasi dan Komitmen emosional ini berarti pegawai benar-benar peduli tentang pekerjaan dan Pegawai yang sudah enggaged tidak bekerja hanya untuk gaji, atau hanya untuk promosi, tetapi bekerja atas nama tujuan organisasi (Kruse, 2. Organisasi membutuhkan pegawai yang tidak saja memiliki tingkat kepuasan yang tinggi dalam bekerja, namun juga memiliki komitmen yang tinggi, ikut terlibat dalam menjalankan bisnis organisasi serta memiliki loyalitas yang tinggi dan memiliki rasa kepemilikan dalam organisasi atau memiliki tingkat kewargaan terhadap organisai (Organization Citizenship Behavio. Namun dalam kenyataannya, meskipun pegawai telah puas dengan pekerjaanya dan memiliki komitmen, dan terlibat dalam pekerjaan, tidaklah menjamin bahwa mereka akan tetap tinggal dalam organisasi dan Sebuah studi yang dilakukan oleh Gallup Manajemen (Seijts and Crim, 2. menunjukkan angka-angka statistik untuk angkatan kerja saat ini yaitu 29% adalah para karyawan yang secara aktif terikat dengan pekerjaan mereka. Para pegawai bekerja dengan hasrat atau keinginan yang besar dan merasakan pertalian yang sangat kuat pada perusahaan tempat mereka bekerja. Orang-orang yang secara aktif terikat membantu perusahaan untuk maju. adalah para karyawan yang merasa tidak terikat dengan pekerjaan mereka. Para karyawan dalam golongan ini pada dasarnya bersiap untuk meninggalkan perusahaan, mereka bekerja tetapi juga tidur dalam melewati hari kerja dan lebih menekankan pada waktu bukan pada keinginan yang besar dalam pekerjaan mereka. Terakhir, 17% adalah para karyawan yang secara aktif melepaskan diri dengan pekerjaannya. Para karyawan dalam golongan ini adalah karyawan yang sibuk memerankan ketidakbahagiaannya. Mereka berusaha untuk mempengaruhi rekan kerja yang engaged yang mencoba untuk menyelesaikan Jika demikian, misalnya 100 orang disurvei dari studi di atas, ternyata hanya 29 orang saja yang memiliki keterikatan dengan organisasi dan menyumbangkan kinerja terbaiknya. Namun bagaimana dengan 71 orang lainnya. Singkatnya, organisasi membutuhkan pegawai yang lebih dari memiliki komitmen dan terlibat dalam pekerjaan Organisasi membutuhan pegawai yang engaged dalam organisasi. Sebuah studi yang barubaru ini ditemukan oleh Hay Group menyatakan bahwa kantor-kantor dengan pegawai yang engaged meningkat 43% lebih produktif didasarkan pada perbandingan pendapatan yang Para pegawai yang actively engaged adalah pegawai yang bekerja dengan keinginan besar karena mereka merasakan ikatan dan komitmen yang kuat terhadap organisasi di mana mereka bekerja. Employee engagement merupakan suatu hal yang penting bagi setiap organisasi yang mencoba untuk mempertahankan para pegawai yang berbakat atau bertalenta. Perusahaan konsultan Watson Wyatt (Vazirani, 2. membuktikan bahwa terdapat hubungan intrinsik antara karyawan yang terikat . , kesetiaan pelanggan dan profitabilitas. Studi lain mengungkapkan bahwa cara penting untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah fokus pada pengembangan employee engagement. Manfaat dari employee engagement diungkapkan oleh Siddhanta dan Roy . 0 p. yang menyatakan bahwa employee engagement dapat menciptakan kesuksesan bagi perusahaan melalui hal-hal yang berkaitan dengan kinerja karyawan, produktifitas, keselamatan kerja, kehadiran dan retensi, kepuasan Kinerja pegawai senenarnya hanyalah merupakan dampak dari terciptanya employee engagement yang tinggi. Sebagai organisasi yang berada di era global dan menjadi lebih tergantung pada teknologi dalam suatu lingkungan kerja yang sebenarnya, terdapat suatu kebutuhan yang lebih besar untuk memiliki hubungan dan ikatan dengan para pegawai guna melengkapi mereka dengan suatu identitas Pada saat seseorang dalam keadaan engaged, mereka lebih banyak menginvestasikan dirinya dalam peran pekerjaan. Mereka lebih senang melakukan pekerjaannya dengan energi dan antusiasme dan terhubung dengan peran pekerjaannya, asyik dalam menjalankan peran Bersedia menginvestasikan energi personalnya dalam menjalankan pekerjaannya, karena hal tersebut sebagai bagian penting dalam Pegawai menginternalisasikan sasaran dan aspirasi organisasinya sebagai tujuan dan sasarannya Sebaliknya, pegawai yang tidak mengalami engagement, hanya fisiknya yang hadir di tempat kerja, mereka tidak membawa hati, energi dan intelektual dalam melakukan Pegawai yang tidak mengalami engagement tidak banyak memiliki keterkaitan emosi, atau bahkan tidak ada keterkaitan sama sekali dengan peran pekerjaannya, tidak peduli terhadap organisasi dan jarang sekali merasa asyik di pekerjaannya. Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan merupakan salah satu organisasi yang bernaung di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki fungsi untuk melaksanakan pelatihan teknis dan Dalam membutuhkan pegawai yang memiliki kinerja yang Seperti telah diuraikan sebelumnya bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai adalah keterikatan pegawai dengan Maka perlu kiranya bagi organisasi untuk mengetahui keterikatan setiap pegawainya. Namun sejauh ini belum pernah dilakukan kajian mengenai employee engagement . eterikatan pegawa. di Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan. Padahal dengan mengidentifikasi pegawai apakah termasuk kategori engaged atau tidak, organisasi dapat mengetahui kinerja, kepuasan, loyalitas, antusias dan dedikasi dari masing-masing pegawainya. Karena pegawai yang engaged sudah pasti akan memiliki kinerja, loyalitas, antusias, dedikasi yang baik dan merasakan kepuasan dalam melaksanakan Bersumber dari laporan kinerja dua tahun terakhir yakni tahun 2019 dan 2020 diketahui bahwa seluruh pegawai Balai Diklat Aparatur Kementerian kelautan dan Perikanan memiliki kinerja dalam kategori rata-rata baik Artinya hal ini menunjukkan bahwa dari sisi kinerja pegawai sudah memenuhi standar. Namun demikian masih menurut data tersebut pegawai yang dalam penilaian kinerjanya dalam kategori sangat baik masih berjumlah sedikit. Kondisi ini tentunya perlu diteliti lebih jauh dan mendalam. Melalui survey employee engagement ini dapat menginventarisir berbagai faktor yang menjadi kendala bagi pegawai untuk memberikan potensi terbaiknya. mengekspresikan dirinya secara fisik, kognitif dan emosional selama bekerja. Sedangkan menurut Schaufeli et al . menjelaskan employee engagement adalah rasa keterikatan yang dimiliki bersemangat dan melakukan aktivitas kerjanya dengan efektif serta pegawai tersebut memiliki keyakinan yang kuat untuk dapat menyelesaikan atau menangani setiap pekerjaanya dengan baik. Keterikatan juga bisa didefinisikan sebagai bentuk keterlibatan penuh pegawai dan memiliki semangat bekerja tinggi dalam aktivitas pekerjaanya maupun dalam hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan organisasi jangka panjang atau dengan kata lain Employee Engagement mengacu pada keterlibatan, kepuasan dan antusiasme karyawan dalam bekerja. Menurut Chartered Institude of Personnel and Development . Employee Engagement juga dijelaskan sebagai interaksi dua arah antara pekerja dan pihak yang memberi pekerjaan, pekerja yang engaged dikarakterisasikan dengan melingkupi beberapa faktor yang diantaranya: memiliki focus terhadap motivasi, kepuasan kerja, komitmen menemukan arti dalam bekerja, kebanggaan serta memiliki sebuah hubungan dengan visi dan misi keseluruhan sebuah organisasi. Dimensi Employee Engagement Ada tiga dimensi Employee Engagement menurut Schaufeli, et al . Vigor: Merupakan curahan energi dan mental yang kuat selama bekerja, keberanian untuk berusaha sekuat tenaga dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, dan tekun dalam menghadapi Juga menginvestasikan segala upaya dalam suatu pekerjaan dan teteap bertahan meskipun menghadapi kesulitan. Dedication: Merasa terlibat sangat kuat dalam suatu pekerjaan dan mengalami rasa inspirasi dan tantangan. Absorption: Dalam bekerja karyawan selalu penuh konsentrasi dan serius terhadap suatu Dalam bekerja waktu terasa berlalu begitu cepat dan menemukan kesulitan dalam memisahkan diri dengan pekerjaan. Menurut Macey. Schneider. Barbera dan Young . Employee Engagement mencakup dua dimensi penting, yaitu: Employee Engagement sebagai energi psikis dimana karyawan merasakan pengalaman puncak . eak experienc. dengan berada di dalam pekerjaan dan arus yang terdapat di dalam pekerjaan Employee Engagement KAJIAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Employee Engagement Menurut May et al . menjelaskan bahwa Employee Engagement dalam pekerjaan dikonsepsikan sebagai anggota organisasi yang melaksanakan peran kerjanya, bekerja dan perendaman diri dalam pekerjaan . , perjuangan dalam pekerjaan . , penyerapan . , fokus . dan juga keterlibatan . Employee Engagement sebagai energi tingkah laku. Bagai mana Employee Engagement terlihat oleh orang lain. Employee Engagement terlihat oleh orang lain dalam bentuk tingkah laku yang berupa hasil. Tingkah laku yang terlihat dalam pekerjaan berupa: Karyawan akan berfikir dan bekerja secara proaktif, akan mengantisipasi tindakan dan akan mengambil tindakan dengan cara yang sesuai dengan tujuan organisasi. Karyawan yang engaged tidak terikat pada job description, mereka fokus pada tujuan dan mencoba untuk mencapai secara konsisten mengenai kesuksesan organisasi. Karyawan secara aktif mencari jalan kemampuan yang dimiliki dengan jalan yang sesuai dengan yang penting bagi visi dan misi Karyawan pantang menyerah walau dihadapkan dengan rintangan atau situasi yang membingungkan. Menurut pendapat Lockwood . Employee Engagement mempunyai tiga dimensi yang merupakan perilaku utama, yaitu: Membicarakan hal-hal positif mengenai mereferensikan organisasi tersebut pada karyawan dan pelanggan potensial. Memiliki keinginan yang kuat untuk menjadi anggota organisasi tersebut, meskipun terdapat kesempatan untuk bekerja di tempat lain. Memberikan upaya dan menunjukan perilaku yang keras untuk berkontribusi dalam kesuksesan bisnis perusahaan. Sedangkan Development Dimensions International . terdapat tiga komponen dalam Employee Engagement, yaitu: Cognitive, memiliki keyakinan dan mendukung atas tujuan nilai-nilai Affective. Memiliki rasa kepemilikan, kebanggan dan kelekatan terhadap organisasi dimana ia bekerja. Behavioral. Keinginan untuk melangkah jauh bersama organisasi dan memiliki niat yang kuat untuk bertahan dengan METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif menganalisis kondisi setiap variabel. Sedangkan kuantitatif dimaksudkan untuk menganalisis hasil dari pengumpulan dan pengolahan data. Teknik yang digunakan untuk menganalisis employee engagement pegawai Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan Perikanan menggunakan isian kuisioner dengan rentang skala likert dari 1 Ae 5 yang kemudian diolah. Hasil pengolahan datanya kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori pegawai pada setiap level Kuisioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan item pertanyaan Gallup Q12 yang terdiri dari 12 pertanyaan. Adapun sumber data yang diperlukan untuk menunjang penelitian ini berasal dari hasil studi kepustakaan dan riset dari lapangan. Riset lapangan merupakan sumber data yang diperoleh dari hasil kuisioner yang telah dibagikan kepada Untuk teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh atau sensus. Hal ini dilakukan karena jumlah populasi yang tidak besar sehingga pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner ke seluruh responden yang notabene seluruh pegawai Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berstatus PNS diluar tim survey sejumlah 37 orang. Pengujian terhadap instrumen dilakukan dengan uji Uji menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur itu mengukur apa yang ingin diukur. Sedangkan uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Melalui penyebaran kuisioner ini dapat diketahui indicator mana saja yang perlu dilakukan perbaikan dan mana yang perlu dipertahankan atau dilakukan pemeliharaan. HASIL DAN PEMBAHASAN Employee engagement adalah sebuah pendekatan di tempat kerja yang bisa menghasilkan kondisi yang tepat bagi seluruh anggota organisasi agar bisa memberikan yang terbaik setiap harinya, berkomitmen terhadap tujuan dan nilai organisasi, serta termotivasi untuk berkontribusi dalam kesuksesan organisasi dengan kesadaran akan manfaatnya bagi diri sendiri. Artinya ini terkait dengan bagaimana kita menciptakan kondisi di mana pegawai menawarkan potensi dan kapabilitasnya secara Employee engagement didasarkan pada kepercayaan, integritas, serta komunikasi dan komitmen dua arah antara organisasi dan anggota Apabila dilihat dari sudut pandang pegawai, employee engagement membuat pegawai selalu bersemangat ketika akan berangkat kerja dan menyiapkan diri untuk menuangkan ide-ide kreatif bersama tim kerjanya. Artinya, di sini pegawai sadar apa perannya dalam organisasi, dan selalu bersemangat dalam membantu tercapainya tujuan Employee engagement juga membuat pegawai tahu jelas dan paham apa yang menjadi tujuan organisasi, serta bagaimana hal tersebut mengubahnya untuk bisa bekerja dengan lebih baik dan bersedia memberikan kontribusi berupa ide atau pekerjaan yang akan mempengaruhi jalannya bisnis inti organisasi. Pegawai juga diharapkan bisa berpartisipasi penuh sebagai sebagai anggota tim yang selalu fokus terhadap tujuan yang terukur dan jelas serta memiliki rasa saling percaya dan menguatkan satu sama lain. Pegawai akan memberi dan siap menerima masukan yang membangun, keterampilan dan pengetahuan, serta dihargai akan Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang organisasi, employee engagement adalah tentang sikap dan perilaku positif yang mengarah pada peningkatan output organisasi, sebagai dampak dari saling memicu dan Employee engagement adalah tentang bagaimana seorang pegawai bisa merasa bangga dan loyal dalam pekerjaannya bagi organisasi, menjadi bagian organisasi yang siap menangani klien, user, dan konsumen serta selalu memberi lebih dalam Jadi, employee engagement akan menarik ide-ide pegawai untuk meningkatkan produk dan jasa, serta tentang berinovasi dalam bekerja. Pihak manajemen berharap employee engagement bisa memancing komitmen lebih dalam dari pegawai, sehingga semakin sedikit pula mereka yang selalu absen, malas, tidak berada di tempat saat jam kerja, serta menimbulkan konflik dalam pekerjaan. Tujuan akhirnya tentu untuk meningkatkan produktivitas organisasi dengan selalu konsisten melakukan aksi demi mencapai nilai dan tujuan Pengukuran employee engagement di Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan perlu dilakukan agar pihak manajemen dapat menentukan hal-hal prioritas yang harus produktivitas dan komitmen pegawai agar berkontribusi positif di organisasi. Pegawai Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan terdiri dari pegawai yang memegang jabatan administrasi dan jabatan fungsional. Jabatan administrasi merupakan sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan. Khusus untuk Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan, jabatan administrasi yang paling tinggi adalah setingkat eselon 3 atau saat ini disebut dengan administrator. Sedangkan jabatan fungsional merupakan sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu. Jabatan fungsional yang ada di Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan terdiri dari widyaiswara, pranata komputer, pranata keuangan APBN, dan arsiparis. Untuk lebih jelasnya bagaimana sebaran pegawai Balai Diklat Aparatur Kementerian kelautan dan Perikanan adalah sebagai berikut : Tabel 1. Sebaran jabatan pegawai Balai Diklat Aparatur KKP No. Jenis Jabatan Administrasi Kepala Balai/Administrator Sub Koordinator Kelompok Tata Usaha Sub Koordinator Kelompok Penyelenggaraan Pelatihan Sub Koordinator Kelompok Program. Monitoring dan Evaluasi Staf Pelaksana Jumlah Fungsional Widyaiswara Pranata Komputer Arsiparis Pranata Keuangan APBN Jumlah Total Jumlah Sumber : Balai Diklat Aparatur KKP Berdasarkan tabel 1 di atas dapat diketahui bahwa seluruh pegawai Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan berjumlah 42 Adapun komposisi pegawainya terdiri dari pejabat administrasi sebanyak 26 orang dan pejabat fungsional sebanyak 16 orang. Pelaksanaan Survey Employee Engagement Survey employee engagement di Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat dilakukan karena dukungan penuh dari semua pihak. Baik itu pihak pimpinan maupun pihak pegawai sekalipun. Dukungan dari pimpinan sangatlah penting untuk menggugah awareness pegawai akan manfaat yang diperoleh dari hasil survey yang dihasilkan. Ketika mengukur mengeksplorasi berbagai factor termasuk besarnya rasa bangga pegawai terhadap organisasi, kesediaan untuk bekerja ekstra, tidak egois dan menjadi anggota tim yang baik, keyakinan terhadap produk jasa yang dihasilkan, serta lebih baik, dan kedekatan dengan rekan kerja. kepercayaan bahwa organisasi akan mendorong Terakhir untuk indicator Growth mengukur tentang pegawainya untuk melakukan yang terbaik. Survei kepedulian organisasi atas kemajuan pegawai, dan ini juga dapat menjadi alat diagnosa pilihan untuk kesempatan untuk belajar dan berkembang. Empat memahami dan melakukan tindak lanjut guna indicator tersebut dikompilasikan dalam 12 menenangkan pegawai. Beberapa organisasi pertanyaan kuisioner Gallup Q12 (Question . melakukan survey dengan menanyakan apa yang dengan rincian item pertanyaan sebagai berikut : dirasakan pegawai ditempat ia bekerja dan mencari Indikator Basic Need diwakili dengan pertanyaan 1 tahu tren utama yang terjadi setiap tahun. Pada Indikator Management Support diwakili survey ini menggunakan instrumen Gallup Q12 pertanyaan 3 sampai dengan 6. Indikator yang mengukur empat indicator yakni : Basic Teamwork diwakili item pertanyaan 7 sampai Need. Management Support. Teamwork, dan dengan 10, dan indicator Growth diwakili dengan Growth. Indikator Basic Need mengukur tentang pertanyaan 11 dan 12. Instrumen kuisoner tersebut kebutuhan dasar yang dimiliki pegawai di tempat diisi oleh semua pegawai menggunakan skala likert kerja dan pengetahuan akan harapan dari 1 Ae 5. Dimana 1 mewakili Sangat Tidak, 2 organisasi kepada pegawai. Indikator Management mewakili Tidak, 3 mewakili Cukup, 4 mewakili Ya Support mengukur tentang dukungan manjemen dan 5 mewakili Sangat Ya. kepada pegawainya seperti kesempatan pegawai Survey employee engagement di Balai untuk melakukan yang dikuasasinya dalam Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan bekerja, penghargaan/apresiasi kepada pegawai. Perikanan melalui metode sampel jenuh. Survey ini dukungan untuk berkembang, dan kepedulian telah berhasil mengumpulkan data seluruh pegawai atasan kepada bawahannya. Indikator Teamwork yang di survey sejumlah 37 responden. Hasil mengukur tentang kesediaan organisasi untuk survey tersebut seperti yang tertuang dalam tabel 5 mendengar setiap gagasan pegawai, kebermaknaan sebagai berikut : dalam bekerja, komitmen rekan kerja untuk bekerja Tabel 5. Hasil Survey Employee Engagement SKOR PER PERTANYAAN NAMA PEGAWAI Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Pegawai ke 1 Pegawai ke 2 Pegawai ke 3 Pegawai ke 4 Pegawai ke 5 Pegawai ke 6 Pegawai ke 7 Pegawai ke 8 Pegawai ke 9 10 Pegawai ke 10 11 Pegawai ke 11 12 Pegawai ke 12 13 Pegawai ke 13 14 Pegawai ke 14 15 Pegawai ke 15 16 Pegawai ke 16 17 Pegawai ke 17 18 Pegawai ke 18 19 Pegawai ke 19 20 Pegawai ke 20 21 Pegawai ke 21 22 Pegawai ke 22 23 Pegawai ke 23 24 Pegawai ke 24 25 Pegawai ke 25 26 Pegawai ke 26 27 Pegawai ke 27 28 Pegawai ke 28 29 Pegawai ke 29 30 Pegawai ke 30 31 Pegawai ke 31 32 Pegawai ke 32 33 Pegawai ke 33 34 Pegawai ke 34 35 Pegawai ke 35 36 Pegawai ke 36 37 Pegawai ke 37 Keterangan : Q1 s. d Q12 . tem pertanyaan kesatu s. d item pertanyaan kedua bela. Merujuk pada tabel 5 di atas dapat kita ketahui bahwa dari semua responden yang sudah mengisi instrumen kuisioner terdapat isian jawaban yang Terdapat jawaban maksimal dengan skor 5 (Sangat Y. dan terdapat juga pegawai yang menjawab dengan skor 1 (Sangat Tida. Hasil survey ini kemudian diolah sesuai rumus baku yang ada dimana item pertanyaan Basic Need dijumlah seluruhnya kemudian hasilnya dikalikan Begitu juga dengan item pertanyaan Growth dijumlahkan seluruhnya kemudian hasilnya dikalikan dua. Sedangkan untuk item pertanyaan Management Support dan Teamwork hanya No. dijumlahkan skornya. Kemudian hasil olah data tersebut kemudian di konsultasikan dengan skala kategori engagement sehingga dapat diketahui setiap pegawai masuk dalam kategori engage, not engage, atau actively disengaged. Disamping itu, hasil olah data dapat juga menunjukkan rata-rata seluruh pegawai masuk dalam kategori mana. Organisasi tentunya berharap apabila rata-rata seluruh pegawai masuk dalam kategori engaged. Hasil olah data dari hasil survey employee engagement di Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti tabel 6 sebagai Tabel 6. Hasil Olah Data Survey Employee Engagement JUMLAH SKOR TOTAL SESUAI RUMUS NAMA PEGAWAI KATEGORI SKOR B N M S TW Pegawai ke 1 Engaged Pegawai ke 2 Engaged Pegawai ke 3 Engaged Pegawai ke 4 Not engaged Pegawai ke 5 Engaged Pegawai ke 6 Not engaged Pegawai ke 7 Not engaged Pegawai ke 8 Not engaged Pegawai ke 9 Engaged Pegawai ke 10 Engaged Pegawai ke 11 Engaged Pegawai ke 12 Engaged Pegawai ke 13 Not engaged Pegawai ke 14 Not engaged Pegawai ke 15 Not engaged Pegawai ke 16 Engaged Pegawai ke 17 Not engaged Pegawai ke 18 Engaged Pegawai ke 19 Engaged Pegawai ke 20 Engaged Pegawai ke 21 Not engaged Pegawai ke 22 Engaged Pegawai ke 23 Engaged Pegawai ke 24 Engaged Pegawai ke 25 Not engaged Pegawai ke 26 Not engaged Pegawai ke 27 Not engaged Pegawai ke 28 Not engaged Pegawai ke 29 Not engaged Pegawai ke 30 Engaged Pegawai ke 31 Engaged Pegawai ke 32 Not engaged Pegawai ke 33 Engaged Pegawai ke 34 Engaged Pegawai ke 35 Not engaged Pegawai ke 36 Not engaged Pegawai ke 37 Engaged Jumlah Skor Rata-rata 64,838 Engaged Keterangan : - B N (Basic Nee. MS (Management Suppor. TW (Teamwor. G (Growt. - Engaged (Skor total 65 Ae . Not Engaged . Ae . Disengaged . Ae . Berdasarkan tabel 6 di atas dapat diketahui Apresiasi mampu menjadi faktor pendorong bahwa seluruh pegawai Balai Diklat Aparatur pegawai untuk bekerja lebih baik lagi. Dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan berada pada memberikan apresiasi baik berupa ucapan terima kategori Engaged dan Not Engaged serta tidak ada kasih, hadiah, dan lainnya dapat membuat pegawai satupun pegawai yang berada dalam kategori merasa dihargai dan merasa senang. Disinilah Disengaged. Responden yang berada pada kategori apresiasi itu bekerja, apabila pegawai merasa engaged sejumlah 20 orang dan responden yang dihargai dan senang maka keberadaannya dianggap berada dalam kategori not engaged sejumlah 17 penting dan tidak akan bekerja di bawah standar. Kemudian rata-rata responden berada pada Atmosfer di tempat kerja pun menjadi nyaman dan skor 64,8, dan dibulatkan masuk dalam kategori kinerja pegawai pun menjadi maksimal. Namun apabila diperhatikan lebih Menerapkan sikap saling menghormati kepada mendalam nilai skor rata-rata tersebut terletak di semua dan antar pegawai. Inti dari employee antara kategori engaged dan not engaged. Artinya engagement adalah rasa hormat pada pegawai. masih terdapat beberapa indicator yang harus Organisasi bisa mencoba dengan memberikan dilakukan perbaikan. Lebih lanjut dari hasil otonomi atas tugas kepada pegawai tanpa terlalu identifikasi hasil survey dapat diketahui bahwa sering mengaturnya. Pihak manajemen bisa item pertanyaan keempat yang berbunyi AuApakah bersikap lebih toleran terkait kesalahan kecil yang dalam tujuh hari terakhir ini Anda pernah masih dalam batas kewajaran. Setiap pegawai mendapat pujian atau penghargaan dari atasan memiliki kehidupan dan urusan di luar pekerjaan. Anda?Ay dan item pertanyaan kelima yang berbunyi Organisasi bisa memberikan kesempatan kepada AuApakah atasan Anda memperhatikan dan pegawai untuk menyeimbangkan hidupnya mempertimbangkan perasaan Anda sebagai manusia?Ay serta item pertanyaan ketujuh yang . Memberikan Kesempatan Berpendapat. berbunyi AuApakah pendapat Anda diperhitungkan Pegawai merasa senang jika suaranya didengarkan kerja?Ay berturut-turut karena merasa dianggap bagian dari organisasi. menempati urutan pertama, kedua dan ketiga yang Tak jarang pegawai memiliki ide cemerlang yang dijawab dengan skor rendah oleh sebagian tak pernah terpikirkan sebelumnya, namun Hal ini mengindikasikan dalam item sayangnya banyak organisasi tidak memiliki tersebut masih ada yang harus segera dibenahi. budaya mendengarkan pegawai. Jika ingin Harapannya tentunya ke depan tidak muncul meningkatkan engagement, beri kesempatan permasalahan terkait dengan ketiga hal tersebut pegawai berpendapat, misalnya melalui sesi baik itu mengenai apresiasi kepada pegawai, perbincangan empat mata atau survey. pertimbangan terhadap perasaan pegawai, dan KESIMPULAN kesediaan organisasi untuk mendengarkan Kesimpulan yang dapat diperoleh dalam penelitian masukan ataupun ide-ide dari seluruh pegawai. ini adalah sebagai berikut : Menindaklanjuti hasil survey tersebut maka Sebagian besar pegawai Balai Diklat terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Aparatur Kementerian Kelautan dan organisasi yakni : . Memberikan apresiasi atas Perikanan berada pada kategori engaged kinerja yang dihasilkan oleh pegawai. Kemampuan namun masih ada sebagian kecil Pegawai mengapresiasi merupakan sesuatu yang sangat Balai Diklat Aparatur Kementerian penting untuk dimiliki oleh setiap organisasi. Kelautan dan Perikanan yang berada pada kategori not engaged. Rata-rata Pegawai Balai Diklat Aparatur Kementerian Kelautan dan Perikanan berada kategori engaged. Maknanya adalah pegawai memiliki keterikatan dengan organisasi yang diindikasikan dengan semangat, dedikasi dan loyalitas Terdapat tiga aspek yang perlu menjadi meningkatkan engagement pegawai yakni mengenai apresiasi kepada pegawai, pertimbangan perasaan kepada pegawai, dan kesediaan organisasi untuk menerima aspisari dan ide pegawai. REFERENSI