AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2023 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Pengendalian Biaya Dan Waktu Pada Pelaksanaan Proyek Area Concourse Kawasan Pariwisata Borobudur Dengan Metode Konsep Nilai Hasil Widya Kartika1. Buddewi Sukindrawati1. Nurrosyid Aldian1 Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Janabadra. Jl. Tentara Rakyat Mataram No. 55-57, 55231 Email: widya. kartika@janabadra. Abstract The revitalization of the Borobudur area occurred as a result of the burden of visitors on the existing road pavement structure becoming increasingly heavy over the years, especially in the Borobudur Temple Concourse Area, which is a road made of andesite stone with a garden in the middle as the median of the road. The Concourse area is 15 meters wide. Plans are to widen it to 22 meters. The widening of the Concourse Area aims to see the splendor of Borobudur Temple from a distance and to provide access for President-level VVIP guests, thereby making the Borobudur Temple Area a Super Priority (DSP) tourism destination. Implementation of this project requires appropriate control so that the project can run on time and at the right cost as planned. The Results Value Concept Method is a control method technique used to control the project budget and schedule in an integrated Stages of data analysis for each job, namely determining BCWS (Budgeted Cost of Work Schedul. , determining BCWP (Budgeted Cost of Work Performe. , and determining ACWP (Actual Cost of Work Performe. Variance analysis and performance indices from the Earned Value Concept method consist of Cost Variance (CV) and Schedule Variance (SV). Cost Performed Index (CPI), and Schedule Performed Index (SPI). In the final results of the analysis of the application of the Earned Value Concept method, the required values for the estimated project completion costs are BEAC (Rp 10. and BETC (Rp -4. Meanwhile, the estimated remaining time for SETC is 0, and the total time for completion of SEAC is 30 weeks in accordance with the project completion plan. The CPI to-go performance confidence index value of 1. 55 indicates more economical costs, and the SPI to-go index of 1. 00 means the duration of completion according to plan. The value of BAC (Rp . > BEAC (Rp 10. shows that the project is making a profit. The value of SAC . = SEAC . directs the project was completed according to plan. Keywords: Cost and Time Performance. Earned Value Concept. Project Control Abstrak Revitalisasi Kawasan Borobudur terjadi akibat beban pengunjung terhadap struktur eksisting perkerasan jalan semakin tahun semakin berat terutama di Area Concourse Candi Borobudur yaitu jalan dari susunan batu andesit dengan taman yang berada ditengah sebagai median jalan. Area Concourse memiliki lebar 15 meter, rencana diperlebar menjadi 22 meter. Perlebaran Area Councourse bertujuan untuk melihat kemegahan Candi Borobudur dari jarak jauh dan untuk menyediakan jalur tamu VVIP setingkat Presiden sehingga menjadikan Kawasan Candi Borobudur sebagai wisata Destinasi Super Prioritas (DSP). Pelaksanaan proyek ini membutuhkan pengendalian yang sesuai supaya proyek dapat berjalan tepat waktu dan tepat biaya sesuai dengan yang direncanakan. Metode Konsep Nilai Hasil merupakan teknik metode pengendalian yang dilakukan guna mengendalikan anggaran dan jadwal proyek secara terpadu. Tahapan analisis data pada masing-masing pekerjaan, yaitu menentukan BCWS (Budgeted Cost Of Work Schedul. , menentukan BCWP (Budgeted Cost of Work Performe. , menentukan ACWP (Actual Cost of Work performe. Analisis varian dan indeks kinerja dari metode konsep nilai hasil (Earned Value Concep. terdiri dari Cost Variance (CV) dan Schedule Variance (SV). Cost Performed Indeks (CPI) dan Schedule Performed Indeks (SPI). Pada hasil akhir dari analisis penerapan metode konsep nilai hasil (Earned Value Concep. nilai kebutuhan perkiran biaya penyelesaian proyek adalah BEAC (Rp10. dan BETC (Rp -4. Sedangkan, perkiraan waktu tersisa SETC 0 dan waktu total penyelesaian SEAC 30 minggu sesuai dengan rencana penyelesaian proyek. Nilai indeks kepercayaan kinerja CPI to-go 1. 55 menunjukkan biaya yang dikeluarkan lebih hemat dan indeks SPI to-go 1. 00 menunjukkan durasi penyelesaian sesuai rencana. Nilai BAC (Rp 11. > BEAC (Rp . menunjukkan proyek mengalami keuntungan. Nilai SAC . = SEAC . menunjukkan proyek selesai sesuai dengan rencana. Kata Kunci: Kinerja Biaya dan Waktu. Konsep Nilai Hasil. Pengendalian Proyek PENDAHULUAN Kontribusi pariwisata memiliki peran yang luas, tidak hanya secara ekonomi, namun juga secara sosial politik, budaya, kewilayahan dan lingkungan. Secara ekonomi, sektor pariwisata memberikan kontribusi nyata dalam perolehan devisa negara, pendapatan asli daerah (PAD) dan juga meningkatkan pendapatan masyarakat yang tercipta dari membuka lapangan kerja di sekitar tempat Sektor pariwisata menjadi kunci harapan yang mampu menyandang fungsi penyumbang devisa. Terdapat KARTIKA/PENGENDALIAN A. /930 - 937 banyak aktor yang terlibat serta memiliki peran dalam menggerakkan sektor pariwisata. Aktor-aktor tersebut, baik individu maupun kelompok, disebut pula sebagai insan-insan pariwisata yang ada pada berbagai sektor yang terkait dengan pariwisata. Secara umum, insan-insan pariwisata dikelompokkan dalam tiga pilar utama yaitu masyarakat, swasta, dan pemerintah (Suta & Mahagangga. Fungsi dan nilai Candi Borobudur di era globalisasi ada tiga, yaitu sebagai wahana spiritual memiliki nilai religius, sebagai wahana edukasi memiliki nilai intelektual. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2023 dan sebagai wahana pariwisata memiliki nilai komoditas (Yatno, 2. Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur menjadi salah satu destinasi wisata Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengubah wajah kawasan Borobudur agar lebih menarik wisatawan domestik maupun wisatawan Seperti dengan kajian yang ada, revitalisasi Kawasan Borobudur terjadi akibat beban pengunjung terhadap struktur eksisting perkerasan jalan semakin tahun semakin berat terutama di Area Concourse Candi Borobudur yaitu jalan dari susunan batu andesit dengan taman yang berada ditengah sebagai median jalan. Area Concourse memiliki lebar 15 meter, rencana diperlebar menjadi 22 meter. Perlebaran Area Councourse bertujuan untuk melihat kemegahan Candi Borobudur dari jarak jauh dan untuk menyediakan jalur tamu VVIP setingkat Presiden sehingga menjadikan Kawasan Candi Borobudur sebagai wisata Destinasi Super Prioritas (DSP). Pelaksanaan proyek ini membutuhkan pengendalian yang sesuai supaya proyek dapat berjalan tepat waktu dan tepat biaya sesuai dengan yang direncanakan. Beberapa cara untuk mengetahui keberhasilan proyek yang telah berjalan belum banyak dilakukan. Oleh karena itu untuk mengetahui cara ataupun metode tersebut diperlukan suatu penelitian secara langsung terhadap pelaksanaan proyek konstruksi guna mendapatkan data pada setiap minggunya untuk dapat dianalisis lebih lanjut (Widya Kartika, n. METODE Mengerjakan proyek tepat waktu sesuai dengan biaya, lingkup pekerjaan, serta mutu yang sudah ditetapkan menjadi target setiap perusahaan. Keterlambatan proyek akan berdampak pada pembengkakan biaya yang tidak sedikit, belum lagi jika ada sanksi berupa surat keputusan daftar hitam / black list sehingga tidak bisa mengikuti tender dari pemerintah selama 2 tahun. Untuk itu keterlambatan proyek harus dikurangi atau bahkan dihilangkan (Prasetya, 2. Pengendalian biaya proyek diperlukan agar proyek dapat terlaksana sesuai dengan biaya awal yang telah direncanakan (Witjaksana1 & Reresi2, 2. Perencanaan dan Pengendalian Biaya dan Waktu merupakan bagian dari manajemen proyek konstruksi secara keseluruhan. Selain penilaian dari segi kualitas, prestasi suatu proyek dapat pula dinilai dari segi biaya dan waktu. Biaya yang telah dikeluarkan dan waktu yang digunakan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan harus diukur secara kontinyu penyimpangannya terhadap rencana. Adanya penyimpangan biaya dan waktu yang signifikan mengindikasikan pengelolaan proyek yang buruk. Dengan adanya indikator prestasi proyek dari segi biaya dan waktu ini memungkinkan tindakan pencegahan agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan rencana (Soemardi et al. Metode Konsep Nilai Hasil merupakan teknik metode pengendalian yang dilakukan guna mengendalikan anggaran dan jadwal proyek secara terpadu. Metode ini dapat memberikan informasi dalam status kinerja proyek pada suatu periode tertentu pada saat pelaporan dan memberikan informasi ramalan biaya dan waktu untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan berdasarkan indikator KARTIKA/PENGENDALIAN A. /930 - 937 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. kinerja pada saat dilakukan pelaporan (Zakariyya et al. Berikut ini ada delapan langkah-langkah analisis perhitungan menggunakan konsep nilai hasil. Analisis Budgeted Cost of Work Schedule (BCWS) Budgeted Cost for Work Scheduled (BCWS) merupakan anggaran biaya yang dialokasikan berdasarkan rencana kerja yang telah disusun terhadap waktu. BCWS dihitung dari akumulasi anggaran biaya yang direncanakan untuk pekerjaan dalam periode waktu tertentu (Prasetya, 2. BCWS juga menjadi tolok ukur kinerja waktu dari pelaksanaan proyek. Berikut ini contoh perhitungan Minggu ke-1: Untuk pekerjaan pada Minggu ke-1 Biaya Kontrak = Rp 16. Rencana Kemajuan Pekerjaan Bobot Kumulatif = 1,19 % BCWS = 1,19 % y Rp 16. = Rp 193. Rekap Budgeted Cost for Work Scheduled (BCWS) pada minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-30 dalam tabel 1. Tabel 1 Rekap Budgeted Cost for Work Scheduled (BCWS) minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-30 Analisis Budgeted Cost of Work Performanced (BCWP) Budgeted Cost for Work Performed (BCWP) adalah nilai yang diterima dari penyelesaian pekerjaan selama periode waktu tertentu. BCWP ini dihitung berdasarkan akumulasi dari pekerjaan-pekerjaan yang telah diselesaikan. Berikut ini contoh perhitungan Minggu ke-1 : Biaya Kontrak = Rp 16. Realisasi Kemajuan Pekerjaan Bobot Kumulatif = 0,81 % BCWP = 0,81 % y Rp 16. = Rp 131. Rekap Budgeted Cost for Work Performed (BCWP) pada minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-30 dalam tabel 2. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2023 Tabel 2 Rekap Budgeted Cost for Work Performed (BCWP) minggu ke-1 sampai dengan minggu ke30 Analisis Actual Cost of Work Performanced (ACWP) Secara umum. ACWP representasi dari keseluruhan pengeluaran yang dikeluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan dalam periode tertentu. ACWP dapat berupa kumulatif hingga periode perhitungan kinerja atau jumlah biaya pengeluaran dalam periode waktu tertentu (Soemardi et al. , 2. ACWP merupakan biaya realisasi yang diperoleh dari data pengeluaran perusahaan dikalikan dengan bobot rencana kerja per minggu. Hasil dari perhitungannya berupa jumlah biaya aktual dari pekerjaan yang telah dilaksanakan. Data biaya realisasi seharusnya diperoleh dari pengeluaran perusahaan permingu (Purnomo et al. , 2. Analisa pengeluaran keseluruhan atau Actual Cost for Work Performed (ACWP) dari minggu ke-1 hingga minggu ke30 dapat disajikan sebagai berikut: KARTIKA/PENGENDALIAN A. /930 - 937 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 3 Rekap Actual Cost for Work Performed (ACWP) minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-30 Penyimpangan Terhadap Biaya (Cost Varia. Untuk mendapatkan nilai penyimpangan terhadap biaya atau Cost Variance (CV) setiap periode menggunakan rumus CV = BCWP Ae ACWP (Muhammad Izeul Maromidan, 2. Kriteria CV: CV = 0 . biaya proyek sesuai rencana CV > 0 . biaya lebih kecil dari rencana CV < 0 . biaya lebih besar dari rencana Contoh hitungan analisa Cost Variance (CV) pekerjaan minggu ke-1. BCWP = Rp 131. ACWP = Rp 218. = BCWP - ACWP = Rp 131. 559 - Rp 218. = -Rp 87. Nilai (-) pada CV menunjukkan biaya pelaksanaan proyek pada minggu ke-1 yang dikeluarkan lebih banyak. Untuk perhitungan minggu selanjutnya dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti perhitungan diatas AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2023 Tabel 4 Rekap Cost Variance (CV) minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-30 Penyimpangan Terhadap Waktu (Schedule Varia. Untuk mendapatkan nilai penyimpangan terhadap waktu atau Schedule Variance (SV) setiap periode menggunakan rumus SV = BCWP Ae BCWS. Kriteria SV: SV = 0 . proyek tepat waktu SV > 0 . proyek lebih cepat SV < 0 . proyek terlambat Untuk mengkonversi nilai SV ke satuan waktu digunakan rumus SV*=SV/(BCWS/. Contoh analisa (SV) pada Minggu ke-1 sebagai berikut. BCWP = Rp 131. BCWS = Rp 193. = BCWP - BCWS = Rp 131. 559 - Rp 193. = -Rp 62. SV* = -Rp 62. 022 / (Rp 193. 581 / . = -1. 29 minggu Nilai (-) pada SV menunjukkan proyek mengalami keterlambatan sebesar 1,29 minggu yaitu sekitar 9 hari. KARTIKA/PENGENDALIAN A. /930 - 937 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 5 Rekap Schedule Variance (SV) minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-30 Indeks Kinerja Biaya (CPI) Untuk mendapatkan nilai indeks kinerja biaya atau Cost Performance Index (CPI) setiap periode menggunakan rumus CPI = BCWP / ACWP. CPI merupakan indeks yang menunjukkan produktifitas keuangan /efisiensi biaya (Kartikasari, 2. Kriteria CPI: CPI = 0 . biaya proyek sesuai rencana CPI > 0 . biaya lebih kecil dari rencana CPI < 0 . biaya lebih besar dari rencana Contoh analisa indeks kinerja biaya atau cost performance index (CPI) pada minggu ke-1 BCWP = Rp 131. ACWP = Rp 218. CPI = BCWP / ACWP = Rp 131. 559 / Rp 218. = 0. Nilai CPI < 1 menunjukkan biaya proyek yang dikeluarkan lebih banyak. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2023 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 6 Rekap nilai Cost Performance Index (CPI) minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-30 Tabel 7 Rekap nilai Schedule Performance Index (SPI) minggu ke-1 sampai dengan minggu ke-30 Indeks Kinerja Waktu (SPI) Untuk mendapatkan nilai indeks kinerja waktu atau Schedule Performance Index (SPI) setiap periode menggunakan rumus SPI = BCWP / BCWS. SPI merupakan sejumlah angka yang digunakan untuk meninjau prestasi yang ada dibandingkan dengan target yang direncanakan pada kurun waktu tersebut (Kartikasari. Kriteria SPI: SPI = 1 . proyek tepat waktu SPI > 1 . proyek tepat waktu SPI < 1 . proyek terlambat Contoh analisa indeks kinerja waktu atau Schedule Performance Index (SPI) pada minggu ke-1 dapat disajikan sebagai berikut. BCWP = Rp 131. BCWS = Rp 193. SPI = BCWP / BCWS = Rp 131. 559 / Rp 193. = 0. Nilai SPI < 1 menunjukkan proyek mengalami Proyeksi Biaya Akhir Proyek Untuk mendapatkan nilai prakiraan biaya pekerjaan tersisa (BETC), sampai akhir proyek setiap periode menggunakan rumus BETC = (BAC Ae BCWP) / CPI (N et al. , 2. Menghitung prakiraan biaya total pada akhir proyek (BEAC) menggunakan rumus BEAC = (ACWP BETC). Kemudian menghitung indeks CPI to-go menggunakan rumus CPI to-go = (BAC - BCWP) / (BAC - ACWP). Nilai BAC = Rp 11. 700 didapat dari nilai biaya langsung (Direct Cos. Perhitungan nilai BETC dan BEAC pada minggu ke-30 sebagai berikut ini. BAC = Rp 11. BCWP = Rp 16. ACWP = Rp 14. CPI = 1. BETC = (Rp 11. 700 - Rp 16. / 1. = Rp -4. BEAC = Rp 14. 350 Rp (-4. = Rp 10. BEAC Rp 10. 738 < BAC Rp 11. BEAC < BAC Ie maka proyek akan mengalami CPI to-go = (Rp 11. 700 Oe Rp 16. / (Rp 11. 700 Oe Rp 14. = 1. BEAC< BAC Ie proyek akan mengalami keuntungan dengan CPI to-go 1. Keterangan : BETC = Budget Estimate To complete (Estimasi biaya sisa BEAC = Budgeted Estimate At Completion (Perkiraan biaya akhir proye. BAC = Budget At Completion (Rencana anggaran pelaksanaan proye. KARTIKA/PENGENDALIAN A. /930 - 937 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2023 Proyeksi Waktu Akhir Proyek Untuk mendapatkan nilai prakiraan penyelesaian waktu pekerjaan tersisa sampai akhir proyek setiap periode menggunakan rumus SETC = SAC Ae ( BCWP Ae SV*) / SPI (Rahmanto & Janizar, 2. Menghitung prakiraan kebutuhan waktu total penyelesaian pada akhir proyek menggunakan rumus SEAC = ( BCWP SETC). Kemudian menghitung indeks SPI to-go menggunakan rumus SPI to-go = (BAC - BCWP) / (BAC BCWS). Nilai BAC = Rp 11. 700 didapat dari nilai biaya langsung (Direct Cos. Nilai SAC = 30 minggu didapat dari rencana total waktu penyelesaian. Berikut ini perhitungan untuk pekerjaan pada Minggu Ke-30. BAC = Rp 11. SPI = 1. 00 SV* = 0. 00 minggu SETC = 30 Ae ( 30 Ae . ) / 1. 00 = 0. 00 minggu SEAC = ( . = 30 minggu SEAC 30 minggu = SAC 30 minggu SEAC = SAC Ie durasi proyek sesuai dengan rencana 30 SPI to-go = Rp 11. 700 Oe Rp 16. / Rp 11. 700 Oe Rp 16. = 1. SEAC = SAC Ie proyek akan selesai sesuai rencana atau tepat waktu dengan nilai SPI to-go 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis konsep nilai hasil pada pelaksanaan proyek Area Concourse Borobudur yang ditinjau dari segi waktu dan biaya, dilihat pada tabel 8 sebagai berikut. Tabel 8 Hasil Analisis Konsep Nilai Hasil ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 9 Pembahasan Analisis Data Keterangan : Lambat = Kemajuan pekerjaan pelaksanaan konstruksi lebih lambat Cepat = Kemajuan pekerjaan pelaksanaan konstruksi lebih Boros = Biaya pekerjaan pelaksanaan konstruksi lebih Hemat = Biaya pekerjaan pelaksanaan konstruksi lebih Analisis indikator konsep nilai hasil, analisis varian, analisis kinerja proyek, analisis prakiraan waktu dan biaya, serta analisis perkiraan rencana terhadap penyelesaian proyek pada minggu ke-30 ditabelkan pada tabel 10. Tabel 10 Rekapitulasi perkiraan rencana terhadap penyelesaian proyek Adapun penjelasan dari Tabel 10 sebagai berikut. Indikator konsep nilai hasil pada minggu ke-30 adalah nilai BCWS sebesar Rp 16. 545, nilai BCWP sebesar Rp 16. 545, dan nilai ACWP sebesar Rp Kebutuhan perkiran biaya penyelesaian proyek adalah BEAC (Rp10. dan BETC (Rp 4. Sedangkan, perkiraan waktu tersisa SETC KARTIKA/PENGENDALIAN A. /930 - 937 AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2023 00 dan waktu total penyelesaian SEAC 30 minggu sesuai dengan rencana penyelesaian proyek. Nilai indeks kepercayaan kinerja CPI to-go 1. 55 menunjukkan biaya yang dikeluarkan lebih hematdan indeks SPI to-go 1. menunjukkan durasi penyelesaian sesuai rencana. Nilai BAC (Rp 11. > BEAC (Rp menunjukkan proyek mengalami Nilai SAC . = SEAC . menunjukkan proyek selesai sesuai dengan rencana. Dari hasil perhitungan kinerja proyek menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan saat proses pelaksanaan konstruktsi, namun keterlambatan dapat ditangani dengan baik sehingga proyek selesai tepat waktu. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut. Keterlambatan Perihal Perencanaan Perencanaan desain yang belum matang dan perubahan Pengendalian yang tepat dengan menghindari adanya rancangan yang berlebihan, baik dari kualitas maupun kuantitas pendekatan prinsip optimasi desain dengan mengantisipasi potensi resiko kinerja lebih awal untuk diselaraskan dengan hasil akhir. Disini team diwajibkan harus siap dengan perubahan maupun penyesuaian alur Keterlambatan Perihal Perizinan Kemajuan pekerjaan lebih lambat dikarenakan perihal perizinan pembangungan, setiap membangun di kawasan warisan budaya dunia ada namanya HIA (Heritage Impact Assessmen. , yang diajukan oleh pemerintah melalui Kemendikbudristek ke UNESCO. Pengendalian yang tepat dengan saling crosscheck semua persyaratan untuk memastikan kesiapan pekerjaan. Namun, namanya perizinan cepat lambatnya tidak dapat dipastikan 100%. Keterlambatan Perihal Jam Kerja dan Tenaga Kerja. Pengendalian yang tepat dengan memilih kapasitas tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan. Beserta tambahan waktu atau jam kerja lembur dengan cara dibuat shift malam untuk mengejar proges pekerjaan dikarenakan pihak pengelola candi borobudur hanya mengizinkan bekerja sampai jam 6. Keterlambatan Perihal Material Terutama produksi material batu andesit yang sangat terbatas dan tidak ada support alat yang memahadi untuk loading serta pemasangan material dikarenakan hanya dapat dilakukan secara manual. Pengendalian yang tepat dengan menambah rekanan vendor material untuk memenuhi kebutuhan material guna mengejar proges KESIMPULAN Berdasarkan data dan hasil analisis konsep nilai hasil pada proyek Area Concourse Borobudur maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Diketahui bahwa grafik nilai Actual Cost (ACWP) berada di bawah grafik nilai Planned Value (BCWS) dan Earned Value (BCWP). Artinya total biaya pelaksanaan proyek di bawah dari nilai kontrak. Indikator Earned Value pada minggu ke-30 adalah nilai BCWS sebesar Rp 545, nilai BCWP sebesar Rp 16. dan nilai ACWP sebesar Rp 14. Nilai kebutuhan perkiran biaya penyelesaian proyek KARTIKA/PENGENDALIAN A. /930 - 937 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. adalah BEAC (Rp10. dan BETC (Rp 4. Sedangkan, perkiraan waktu tersisa SETC 00 dan waktu total penyelesaian SEAC 30 minggu sesuai dengan rencana penyelesaian proyek. Nilai indeks kepercayaan kinerja CPI to-go 1. 55 menunjukkan biaya yang dikeluarkan lebih hemat dan indeks SPI to-go 1. menunjukkan durasi penyelesaian sesuai rencana. Nilai BAC (Rp 11. > BEAC (Rp menunjukkan proyek mengalami Nilai SAC . = SEAC . menunjukkan proyek selesai sesuai dengan rencana. DAFTAR PUSTAKA