GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 LOVING NOT LABELLING : DAMPAK NEGATIF LABELLING TERHADAP PERKEMBANGAN BAKAT DAN KREATIF ANAK Ani Lestari. Khairul Huda. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jl. Laksana Adisucipto. Papringan. Caturtunggal. Kec. Depok. Kabupaten Sleman. Yogyakarta 55281. Email: anilestari2096@gmail. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jl. Laksana Adisucipto. Papringan. Caturtunggal. Kec. Depok. Kabupaten Sleman. Yogyakarta 55281. Email: huda. uinsk@gmail. Abstrak: Labelling merupakan pemberian cap atau julukan dengan mendiagnosis seseorang yang memiliki gejala-gejala perilaku tertentu dalam suatu mayarakat. Pemberian label biasanya didapatkan dari interaksi sosial. Labelling seringkali terjadi dalam keluarga ketika anak melakukan hal yang tidak dikehendaki orang tuanya. Labelling dapat berdampak pada konsep diri anak sehingga anak menjadi berperilaku seperti label yang diberikan kepadanya. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji teori labelling dan dampak negatif dari labelling bagi perkembangan bakat dan kreatif anak. Penelitian ini dianalisis melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research yang sumber datanya diperoleh dari buku, jurnal-jurnal, artikel berita, makalah ilmiah, internet dan media sosial. Temuan penelitian menggambarkan bahwa labelling bisa menghambat perkembangan bakat dan kreatif anak. Dampak negatif dari efek labelling diantaranya dapat mengekang konsep diri anak, membatasi minat anak, dan menghambat cara orang lain memperlakukan anak. Kata Kunci : Labelling. Perkembangan Bakat dan Kreatif. Akibatnya, individu yang PENDAHULUAN Labelling merupakan pemberian telah diberi label mengalami perubahan cap atau julukan kepada seseorang yang memiliki gejala-gejala perilaku tertentu. seperti label yang diberikan kepadanya. Dalam (Anggraeni 2. Pemberian label membuat diri labelling diberikan pada seseorang yang berperilaku menyimpang seperti julukan membenarkan label tersebut sehingga Menurut Jon Gunnar konsep dirinya berubah menjadi negatif. Sebagaimana Henslin dan Erianjoni Bernburg, terhadap masalah yang muncul setelah lingkungan sosial didefinisikan atau menyimbolkan individu orang yang seseorang akan menjadi bagian dari (Nugrahaeni dkk. konsep diri orang tersebut. Seseorang Labelling seringkali diberikan pada orang yang berperilaku menyimpang melanjutkan perilaku menyimpang yang dan melanggar nilai-nilai, norma di dilabelkan pada dirinya. (Efendi 2. GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 Sejalan ISSN: 2301-6671 AupemalasAy mengatakan bahwa semakin sering dan mengerjakan PR atau AubodohAy karena banyak orang yang memberikan label lamban dalam belajar. Hal ini tentunya kepadanya, maka orang atau kelompok akan mempengaruhi perkembangan anak tersebut akan menyerupai bahkan dapat secara psikologis. Label negatif yang berubah menjadi label yang diberikan diberikan akan menjadi konsep diri anak Lebih Hikmat hingga dewasa. Sebagaimana menurut Sigmund Freud, konsep diri berkembang muncul karena seseorang yang diberi melalui pengalaman termasuk perilaku label merasa terkurung dalam label yang orang lain terhadap dirinya secara diberikan kepadanya. (Perdana 2. ulang(Kushendar Labelling secara umum ada dua berulangMaba jenis yaitu label positif dan label negatif. (Herlina 2. Jika psikologis anak Namun yang lebih banyak diberikan terganggu dikarenakan konsep diri yang kepada seseorang adalah label negatif. salah akibat label negatif maka akan Menurut Mulen menjelaskan bahwa berdampak pada perkembangan potensi bentuk label negatif merupakan bentuk bakat dan kreatif anak. Sejalan dengan ekspresi penghinaan, cemoohan dan Munandar yang mengungkapkan bahwa seperti pemberi stigma yang mereka kendala psikologis merupakan salah satu mewakili mekanisme sosial kontrol yang hambatan dalam perkembangan bakat memperkuat keadaan kelompok yang dan kreatif anak. (Munandar, 2. tidak beraturan. (Kushendar dan Maba Dalam penelitian Kushendar dan Aprezo menemukan bahwa dampak Labelling tidak hanya terjadi dalam lingkungan sosial masyarakat. pembentukan konsep diri anak yang Labelling juga sering terjadi dalam Anak yang diberi label si bodoh pendidikan seperti di sekolah. Hal ini atau pemalas akan meyakini bahwa ia banyak dialami oleh para anak dan memang bodoh dan malas. Dalam hal ini peserta didik. Sebagai contoh orang tua anak yang mengalami gangguan belajar yang melabel anaknya AunakalAy karena perlu di tangani dengan tepat sesuai membangkang perkataan orang tua. Selain itu, orang tua. Kemudian di sekolah anak di cap guru, teman dan lingkungan sekitarnya GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 negatif seperti si bodoh atau pemalas. Hal menyimpang siswa IPS di SMAN 1 Sekaran. (Efendi 2. Dari bahwa pemberian label dari seseorang membentuk konsep diri anak yang dapat berdampak dan mempengaruhi positif, renforcment positif membentuk perilaku diri seseorang. Untuk itu perlu positif bagi anak. (Kushendar,2. dikaji lebih lanjut apa saja dampak Penyebab labelling biasanya negatif dari labelling pada anak dan melakukan penyimpangan dalam suatu menghambat perkembangan bakat dan Dengan (Soerjono,1. Hal tersebut sejalan dengan G. Efendi dan A. Wahyudi mendeskripsikan dampak negatif dari dalam penelitiannya menemukan bahwa labelling yang diberikan kepada anak. Selain itu penelitian ini juga akan Jika sering diberi label maka akan terlihat perilakunya mengarah pada perilaku kreatif anak. menyimpang sesuai dengan apa yang METODE dilabelkan pada dirinya. Pemberian label Penulisan menggunakan konsep penelitian dengan menganggap bahwa siswa jurusan IPS pendekatan kualitatif yang dianalisis memilki kemampuan akademik rendah dari beberapa referensi buku, jurnal- jurnal, artikel berita, makalah ilmiah dan sekolah atau nakal. Label tersebut situs Nakita. id serta media sosial seperti mengantarkan siswa untuk melakukan dengan materi pembahasan. Penelitian perilaku menyimpang dan melanggar ini merupakan jenis penelitian library Hal tersebut terbukti dari temuan Kemudian data yang diperoleh labelling yang dilakukan oleh guru dan menggunakan metode Content Analysis IPS dan bersifat deskriptif dipakai untuk menganalisis dan menggambarkan hasil GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 penelitian secara jelas, kritis, objektif. Dalam dan sistematis. labelling dimaknai sebagai teori yang TINJAUAN TEORI ada karena respon masyarakat terhadap Labelling Labelling merupakan pemberian Kemudian individu yang label atau julukan dari seseorang kepada dianggap menyimpang tersebut diberi orang lain biasanya diberikan kepada label . oleh lingkungan sosialnya. orang yang berperilaku tertentu atau Penyimpangan menyimpang dan cenderung menjadi identitas orang yang mendapat label masyarakat, tetapi juga melalui reaksi atau sanksi dari penonton sosialnya yang (Nugrahaeni Handbook for The Study of Mental merupakan perilaku negatif. Pendapat Health, tersebut sejalan dengan NurAoaini dan sebuah sebutan yang jika diberikan Ahmadi yang dikuitip Amalia Angraeni kepada seseorang akan menjadi jati diri yang menyatakan bahwa dalam teori orang tersebut dan menggambarkan ia labelling orang berperilaku menyimpang orang seperti apa. Dengan demikian atau tidak menyimpang tergantung pada seseorang yang diberi label akan dinilai dimana penilaian itu ditentukan oleh kategorisasi pada pemikiran orang lain kepribadiannya dan tidak melihat satu yang sudah melekat dalam dirinya. per satu pada perilakunya. (Ahmadi dan (Anggraeni 2. Nuraini 2. Herimanto Sebagaimana yang dijelaskan dalam A Dalam penelitian Ari Wahyudi Winarno mengungkapkan labelling merupakan mempengaruhi tingkat tinggi rendahnya sebutan yang seseorang atau kelompok berikan kepada individu berdasarkan tersebut dibuktikan dari hasil temuan ciri-ciri menyatakan bahwa siswa jurusan IPS minioritas oleh masyarakat sekitarnya. yang sering di label atau cap sebagai Labelling seringkali diberikan pada siswa nakal dan sering melanggar orang yang berperilaku menyimpang peraturan sekolah serta memiliki nilai Hal GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 melakukan penyimpangan perilaku yang seseorang terletak pada kesalahan yang dibuatnya, bukan pada potensi kebaikan Hal tersebut terjadi karena cap atau kelebihan yang dimiliki pada atau label yang diberikan pada siswa IPS Kondisi seperti ini tentunya telah melekat dan menjadi bagian dari akan berdampak negatif pada psikologis konsep dirinya. (Efendi 2. Dengan demikian labelling pada anak dapat Sebagaimana Beck dalam Qorny mempengaruhi konsep dirinya sesuai mengemukakan bahwa distorsi kognitif dengan label yang diberikan kepadanya. Sejalan Kusnandar berlebihan yang dianggap kenyataan Aprezo gangguan psikologis, dimana pikiran mengalami gangguan belajar dan diberi tersebut sebenarnya tidak real tapi label negatif Ausi bodohAy atau AupemalasAy malah memberikan sugesti negatif atau emosi buruk terhadap diri sendiri, hal- mempengaruhi pembentukan konsep diri hal yang terdengar rasional dan akurat Pelabelan negatif secara berulang- tapi tidak real namun menjadikan diri ulang akan menyebabkan persepsi baru 2. Dengan demikian labelling yang permasalahan gangguan belajar, ketika diberikan kepada anak secara berulang- si anak dikatakan anak bodoh secara ulang akan melekat pada konsep dirinya terus menerus maka anak menjadi dan mempengaruhi perkembangan anak percaya bahwa ia memang bodoh dan (Kushendar dan Maba 2. Hal itu berarti bahwa tanpa sadar seseorang yang diberi label secara berulang-ulang . (Anggraeni . Bakat dan Kreativitas Anak terlahir di dunia dengan pribadi pada dirinya sendiri dan telah membawa potensi atau bakat masing- menciptakan gambaran diri yang negatif sebagai bibit kemampuan yang dimiliki diberikan kepadanya. Distorsi kognitif Bakat dalam diri anak. Setiap anak membawa bentuk ini beranggapan bahwa nilai GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 berbeda-beda dan perlu dikembangkan agar tidak menjadi bakat terpendam. Utami Munandar Kreativitas juga dapat bahwa bakat pada umumnya diartikan dimaknai sebagai kemampuan seseorang sebagai kemampuan bawaan, sebagai untuk membuat sesuatu yang baru atau potensi yang masih perlu dikembangkan merubah menjadi lebih bervariasi baik itu dalam bentuk ide, langkah, maupun dilatih agar dapat terwujud. Nurharsya Fatimah Terdapat pendapat Rath menyatakan bahwa bakat penting yang akan mengikutinya yaitu: merupakan perasaan, pola pikir dan Pertama, dia harus bisa menemukan ide perilaku yang berulang-ulang serta dapat meningkatkan produktivitas. Menurut seseorang dalam membuat sesuatu, dan beliau apabila perasaan, pikiran dan perilaku yang berulang-ulang tersebut dipupuk serta dikembangkan kearah (Sudarma, 2. Kedua, yang positif dan berkualitas, maka akan Salah satu konsep yang terpenting memunculkan suatu keahlian seseorang dalam bidang kreativitas ialah korelasi dalam suatu bidang. (Hanafie dan Amin, antara kreativitas dengan aktualisasi diri. Menurut psikologi humanistik Abraham Dari pemaparan di atas dapat Maslow Carl Rogers disimpulkan bahwa bakat merupakan Munandar, aktualisasi diri diartikan potensi yang dibawa oleh seseorang ketika seseorang menggunakan semua sejak lahir dimana dalam perjalanannya bakat dan talentanya untuk menjadi apa perlu dilatih dan dikembangkan agar yang ia mampu untuk mewujudkan Pribadi kemampuan/keahlian yang dimiliki oleh mengaktualisasaikan dirinya ialah orang seseorang dalam kehidupannya. yang mentalnya sehat, pribadi yang siap Berbicara mengenai bakat tidak bertumbuh dan berkembang serta siap dapat lepas dari kreatifitas. Bakat yang berfungsi sepenuhnya. Dalam hal ini terasah dan berkembang baik akan Rogert menegaskan bahwa sumber dari kreativitas adalah kecenderungan untuk Kreativitas itu sendiri mengekspresikan diri, mengaktualisasi diartikan sebagai moderasi suatu hal diri, mengaktifkan semua kemampuan GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 Padahal mungkin saja anak memiliki keinginan lain dan lebih menjadi matang. (Munandar, 2. Peran Mengembangkan Bakat piawai dalam hal lain yang di minatinya. Dalam Selain itu banyak orang tua yang selalu beranggapan bahwa larangan Kreatif Anak Kehadiran orang tua dalam proses membuat anak sukses dalam kehidupan tumbuh kembang anak merupakan suatu masa depan. Padahal kata-kata larangan yang sering diberikan orang tua kepada anak membuat bakat dan kreativitas berperan dalam usaha mengembangkan anak mati dengan kata lain bakat dan bakat dan kreatifitas anak dari masa kreatif anak menjadi terhambat dan tidak kanak-kanak Hal ini dikarenakan anak Sebab Kesempatan takut untuk melakukan apa yang dia inginkan, dan mendengar keluarganya menyenangkan hati sekaligus penuh tantangan jika orang tua mengikuti Maka pertumbuhan dan perkembangan serta seharusnya memperlakukan peraturan kemajuan belajar anak secara utuh. Proses pendidikan dan perkembangan menerapkan konsep keterbukaan dalam diri anak. Dengan demikian, larangan memberikan manfaat besar baginya dan yang diberikan kepada anak tidak dirasa menjadi suatu kesempatan unik menimbulkan kebohongan dalam diri bagi orang tua. (Lestari 2. anak, karena semakin dilarang anak Namun akan semakin menutup dirinya untuk tanggungjawab dan tugas orang tua pada berkreatifitas dengan imajinasi-imajinasi anak dalam asah, asih, asuh sering kali yang ada didalam pikirannya. Selain itu membuat orang tua otoriter atau merasa larangan-larangan AuberkuasaAy dalam keluarga juga dapat menghambat berkuasa dan ingin memberi yang perkembangan bakat dalam diri anak, terbaik untuk anak terkadang secara sehingga anak tidak dapat menyalurkan tidak langsung membuat orang tua bakat yang telah ia miliki. Loving Not Labelling Pada Anak GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 Anak merupakan anugerah yang mandiAy. (Au#LovingNotLabelling dititipkan oleh Allah SWT. Orang tua Mengenal Efek Labelling pada Anak di Coaching mendidiknya dengan sebaik mungkin. Mencintai, menyayangi dengan Clinic Hypnotalk Tribunnews. comAy t. Tindakan labelling bisa terjadi dalam bentuk lain yang tidak disangka. kalimat baik jika anak berbuat salah. Banyak diucapkan kepada anak namun tidak orang tua menghardik anak. Sebab amarah dan bentakan akan menjadi luka batin pada sebenarnya termasuk juga labelling. Hal diri anak dari pola asuh orang tua yang Luka pengasuhan yang terjadi mengucapkan Auibu tidak suka kalau kamu kerjanya main terus yaAy. Kalimat psikologis atau luka batin pada diri anak ini termasuk labelling tetapi kebanyakan yang umumnya berakar pada masa kanak-kanak sebelum aqil baligh yang Perkataan tersebut bisa membuat anak berontak, khususnya saat anak merasa dirinya tidak menyukai atau sependapat menerapkan pola asuh yang salah atau dengan orang tuanya. Bahkan anak tidak tepat. terkadang bisa sengaja melakukan hal Bentuk pola asuh yang kurang yang tidak disukai orang tuanya. AuAnak tepat dan sering dilakukan orang tua bisa berpikir ketika saya tidak suka ibu, ialah memberi labelling kepada anak. saya akan melakukan itu agar ibu sebal. Ay Ketika Hal ini sering kali terjadi pada orang tua orang tua sering kali tidak sadar atau dan dialami oleh anak. tidak sengaja memberi labelling pada Adapun bentuk labelling lainnya anak saat anak melakukan kesalahan yang juga sering dilakukan orang tua . uatu hal yang tidak dikehendaki orang Misalnya orangtua mengatakan dengan anak lainnya. Orang tua tidak Auaduh ini anak rusuh banget tidak bisa diamAy ketika anak aktif bermain dan bandingkan anak merupakan bentuk berantakin mainan atau Ausi jorokAy karena labelling secara halus tidak seperti mencap tetapi sebenarnya melabelling. membandingkan-bandingkan GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 Labelling ini merupakan masalah serius Kenali Efek Labelling Positif atau karena sangat berdampak buruk bahkan Negatif pada Anak. Moms Wajib Tahu! mempengaruhi psikis anak. Lebih lanjut - NakitaAy t. Erfiane mengungkapkan ada beberapa Selain itu tindakan orang tua dampak yang dapat anak rasakan akibat yang sering kali memberi pujian kepada labelling yaitu: anak bisa mengikuti anak dengan harapan sebagai doa agar bisa terwujud di masa mendatang tidak kepadanya, anak menjadi malas usaha, selalu berefek positif jika dilakukan anak menjadi kurang percaya diri, anak secara tidak tepat. Sebagaimana menurut mudah emosi, anak memiliki konsep diri psikolog anak dan keluarga yaitu Ajeng Raviando. Erfianne tindakan orangtua yang melabel anaknya bahwa labelling tidak selalu negatif dengan kata-kata positif seperti pintar, tampan, cantik dan sebagainya akan keduanya tetap mempunyai dampak berdampak berbahaya terhadap konsep diri dan kualitas hidup anak. Dimana sebenarnya bertujuan untuk memotivasi apabila labelling yang diberikan tidak anak dan sebagai bentuk apresiasi apa sejalan dengan potensi dan bakat maka yang dilakukan anak. Namun labelling anak tidak tahu potensi sebenarnya yang positif yang dilakukan secara terus lebih dikuasai. Sehingga dapat dikatakan menerus akan ada dampak negatifnya bahwa labelling positif maupun negatif terhadap konsep diri anak. Salah satu akan berdampak pada perkembangan dampak negatif dari labelling positif potensi bakat dan kreatif anak. Untuk itu ialah bisa menjadikan anak terbatasi Misalnya ketika anak di label positif sebagai anak yang pintar memperlakukan dengan tetap rasional, tidak berlebihan dan memujinya karena termotivasi untuk berlatih menyanyi. alasan, serta memotivasi tanpa harus Namun, saat itu juga anak menjadi terpaku pada satu bidang tertentu. Selain terbatasi karena mungkin pada dirinya itu yang terpenting orang tua harus tetap ada potensi terpendam lain yang bisa tenang dan jangan sampai terbawa emosi ketika menasehati anak. Psi Labelling (Au#LovingNotLabelling: GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 Berbicara mengenai labelling labelling tersebut menjadi sugesti atau doktrin pada diri anak dalam mengenali orangtua tentang dampak negatif dari dirinya sendiri. Maka dari itu kampanye labelling dan bentuk-bentuk tindakan #Loving Not Labelling dibuat untuk menyadarkan dan mengingatkan para Hal tersebutlah yang menjadi orangtua mengenai bahayanya labelling salah satu alasan terbentuknya sebuah pada anak. Hal ini merupakan bentuk situs parenting Nakita. id (For Moms and kepedulian Nakita id akan kekeliruan Everything Matter. Sehingga diluncurkan oleh Kompas Gramedia. melabelling anak namun orangtua tidak Nakita. id merupakan situs yang berisi sadar akan hal itu karena kurangnnya tentang pembahasan mengenai keluarga . unia Nakita. id banyak mensupport Situs ini diarahkan untuk dengan banyak membuat artikel-artikel para mahmud . amah mud. milenial parenting untuk membuat para orangtua tidak melakukan labelling. Salah satu (AuKompas Gramedia Luncurkan Situs acaranya dilakukan pada tanggal 7 Parenting Nakita. idAy t. September 2018 dengan tema AuStop Nakita. id sering mengadakan acara-acara Labelling Metode Pada Anak!Ay Mengenal Hypnotalk Untuk narasumber pakar parenting, psikolog Mengendalikan EmosiAy. Adapun yang menjadi narasumber adalah seorang Psikolog Anak dan Coach Leader yaitu terkhusus dunia anak . Selain Erfianne S. Cicilia. Psi dan Nunny Hersianna. Dalam acara tersebut tidak Nakita. masalah-masalah tema-tema hanya mengkampanyekan stop labelling tetapi juga memberikan solusi kepada kebiasaan orangtua yang sering memberi hypnotalk dalam berkomunikasi dengan label pada anak di saat anak melakukan anak untuk mencegah labelling. Oleh kesalahan atau tidak bisa memenuhi karena itu, salah satu sesi acaranya ialah GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 Coaching Clinic Hypnotalk. (Golangsing memandang diri sendiri seperti apa yang Disini baik kepada anak tanpa melabelnya. persepsi atau stigma yang belum tentu Dengan bagaimana cara berkomunikasi dengan (Damsar, 2. Seseorang yang telah dilabel negatif akan mempengaruhi kreatifitasnya dengan baik. konsep dirinya menjadi negatif sehingga cenderung berperilaku seperti apa yang dilabelkan pada dirinya. Selain itu dampak labelling juga dapat membuat HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil tekanan psikologis sehingga seseorang library research atau studi literatur yang dilakukan ialah ada beberapa dampak sampai menarik diri dari lingkungan Misalkan siswa di label Ausi lambatAy oleh guru dan teman-temannya Mustillo menerima materi pelajaran di sekolah. pertumbuhan dan perkembangan anak. Sehingga dapat meningkatkan stress atau tekanan minder, tidak percaya diri, dan menjadi psikologis anak hingga akhir masa penyendiri serta malu bergaul dengan teman yang lain. Maka dari itu dapat berdampak pada pembentukan konsep (Kushendar dan Maba 2. Dampak negatif dari labelling paling bulliying verbal. Dalam hal ini penulis lebih konsep diri baik pada anak-anak maupun memfokuskan dampak negatif labelling orang dewasa. yang terjadi pada anak. Sebagaimana Labelling, anak-anak prasangka dapat berdampak pada jati perkembangan sangat rentan mendapat diri seseorang sehingga ia sulit merubah pelabelan dari orangtua dan orang citra dirinya dari stigma orang lain. Sebab pada masa perkembangan Dengan anak lebih banyak mengeksplore diri bahwa dampak utama dari labelling dan mencari identitas . ati dir. sehingga GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 anak akan sering melakukan kesalahan dan perilaku-perilaku menyimpang yang memperlakukan anak seperti apa yang tidak sengaja dilakukan karena rasa dilabelkan dari orangtuanya. Misalkan ingin tau nya yang tinggi. Namun hal ini orangtua yang melabel Auanak manjaAy yang membuat orangtua salah paham maka orang lain pun akan cenderung memperlakukan ia sebagai anak manja. memarahi anak tanpa disadari. Padahal . Membatasi minat. Ketika anak dilabel kesalahan yang dilakukan anak karena negatif oleh orangtuanya karena telah ketidaktauan dan ketidaksengajaan anak berbuat kesalahan maka anak akan takut akan perbuatan itu. Seharusnya sebagai melakukan hal baru lain sebab takut salah, sehingga kreatifitas anak tidak pengetahuan bahwa yang dilakukan Sedangkan orang tua yang anak itu tidak baik dengan tujuan agar hanya fokus pada satu bidang saja. Tidak padahal anak bisa saja memiliki potensi ketidaktauan orang tua akan dampak dibidang lain yang lebih berbakat. negatif dari labelling ini menjadi salah (Au#LovingNotLabelling: satu faktor kenapa banyak orang tua Labelling Positif atau Negatif pada Menurut Anak. Moms Wajib Tahu! - NakitaAy t. Psikolog anak Anna Surti Ariani saat Dari pendapat diatas secara diwawancarai mengatakan bahwa ada 3 tidak langsung dapat dikatakan bahwa dampak negatif dari pemberian labelling pemberian label kepada anak dapat kepada anak yaitu: . Membatasi konsep berdampak pada perkembangan bakat anak yang diberi label oleh dan kreatif anak. Sebagaimana Utami orangtuanya akan mengeneralisasi label Munandar menjelaskan bahwa salah satu tersebut sebagai kepribadiannya dan kendala mengembangkan bakat dan meyakini bahwa dirinya memang seperti kreatif ialah kendala psikologis, yang apa yang dilabelkan kepadanya sehingga mana termasuk dalam kendala internal mempengaruhi konsep diri anak menjadi meliputi kendala intelektual, kendala dalam emosi, kendala persepsi . onsep memperlakukan anak. ketika anak di dir. , kendala imajinasi, dan kendala Membatasi (Munandar Kenali Efek Dengan GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 yang mana biasanya mereka lebih mengalami tekanan psikologis seperti emosi tidak stabil, persepsi diri yang memperkaya dan mengerjakan tugas- (Taher dan Munastiwi 2. mengembangkan bakat dan kreatif anak. Berbeda halnya di lingkungan Adapun faktor eksternal yang sekolah sikap guru yang lebih perhatian menjadi kendala pengembangan bakat dan kreatif anak diantaranya. Kendala terhadap siswa dengan nilai kognitif dan dari rumah, lingkungan keluarga dapat IQ tinggi. Akibatnya anak yang terlabel menghambat kreatifitas anak, seperti kurang pintar atau bodoh merasa tidak pemberian hadiah atau pujian yang tidak diperhatikan dan minder sehingga tidak tepat, pilihan atau lingkungan yang dapat mengembangkan potensi bakat Orang tua yang membatasi dan kreatifnya. Dalam hal ini harapan atau keinginan guru telah tersampaikan memberi kesempatan mengembangkan kepada siswa yang kemudian menjadi bakat dibidang lainnya. Kendala sosialisasi, kendala dari sekolah, dan Sebagaimana teori Pygmalion effect atau Lingkungan Hal disebut dengan self fulfilling prophesy yang menemukan bahwa tanpa disadari dialami anak ketika berada di luar orang akan berperilaku sebagaimana lingkungan rumah. Selain itu Munandar dalam penelitiannya mengungkapkan Pendapat tersebut hampir bahwa persepsi guru dan orangtua mengenai ciri anak ideal ialah anak yang mengerjakan tugas dengan cepat dan dengan pemberian labelling atau stigma Sebenarnya anak memang perlu dan persepsi orang lain kepada dirinya. Sehingga dapat dikatakan bahwa citra melakukan perilaku diluar batas, namun diri dan tingkah laku seseorang itu harus dilakukan sedemikian rupa supaya diciptakan atau dipengaruhi oleh sistem mereka tetap dapat mempertahankan (Munandar 2. Hal Labelling tidak selalu mengenai kurang sesuai dengan ciri anak kreatif kata atau kalimat negatif tapi ada juga GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 yang berupa labelling positif, salah satu melakukan sesuatu yang tidak disukai bentuknya berupa pujian seperti pintar, atau diinginkan orang tua, maka jangan Sebenarnya memberikan pujian pada positifnya atau hikmahnya. Misalkan anak sangat bagus untuk memotivasi dan anak yang tidak bisa diam atau terlalu sebagai bentuk apresiasi atas perbuatan aktif bergerak, orangtua harus berfikir baik anak. Namun orangtua harus hati- positifnya bahwa anaknya berarti kreatif hati dalam pemilihan kata yang akan dan produktif. Anak adalah anugerah diungkapkan jangan sampai melabel dari Allah maka orangtua diberi amanah Sebab walaupun labelling bersifat menjaganya penuh kasih sayang. Salah berpengaruh pada pertumbuhan dan satu bukti mencintai anak ialah dengan tidak memberi labelling dan berperilaku secara berlebihan dan berulang-ulang. Dampak kasar kepada anak. KESIMPULAN Teori bahwa semakin banyak dan sering orang memberikan label kepadanya, maka pengembangan bakat dan kreatifitasnya. Untuk itu orang tua harus mulai untuk berperilaku menjadi seperti label yang mengurangi pelabelan pada anak. Salah satunya dengan berkomunikasi pada Labelling yang sering orang tua berikan anak menggunakan metode hypnotalk kepada anak yaitu labelling positif dan Ada Namun memiliki dampak negatif bagi anak bila seringkali orangtua mengatakan Aumales dilakukan secara terus menerus. Adapun kali sih dek gak mau membersihkan dampak negatif labelling diantaranya kamarAy Sebagai labelling tersebut bisa diganti dengan membentuk konsep diri . ati dir. anak kalimat yang lebih positive seperti Augimana caranya ya supaya kamar adek memperlakukan anak menjadi terbatasi rapiAy. Selain itu orang tua harus berfikir dengan adanya labelling serta positive kepada anak misalkan anak GENTA MULIA Volume XII No. Januari 2021 Page : 24-40 ISSN: 2301-6671 menghambat perkembangan bakat dan meningkatkan_pemahaman_labell kreatif anak. ing_negatif_pada_siswa_smp Dampak negatif labelling sangat Damsar. Pengantar berbahaya bagi perkembangan anak baik Pendidikan. Sosiologi Jakarta: Kencana, pengembangan bakat dan kreatifitasnya. Devi. Sri. N, etc. AuFenomena Labelling Untuk itu orang tua harus mempunyai dan Self Concept Siswa Sekolah ilmu atau pemahaman bagaimana cara DasarAy. berkomunikasi dengan baik pada anak Teknologi Pendidikan Volume 18 untuk mengurangi pelabelan pada anak. Salah satunya berkomunikasi dengan April29,2020,https://ejournal. anak menggunakan hypnotalk untuk edu/index. php/edutech/article/do mencegah labelling. wnload/17546/pdf Edutech: Jurnal Efendi. dan A. Wahyudi. AuPengaruh DAFTAR PUSTAKA