Volume 20 Number 02. Page 258-270, 2024 AKUISISI : Jurnal Akuntansi ONLINE ISSN : 2477-2984 Ae PRINT ISSN : 1978-6581 Pengaruh Return On Equity. Rapat Direksi, dan Umur Perusahaan Terhadap Management Discussion & Analysis Ajat Sudarjat1. Nana Umdiana2 E-mail: college@gmail. nanaumdianaunsera@gmail. ABSTRACT ARTICLE INFO Article history: Received 22 November Received in Revised 26 November 2024 Accepted 30 November KeywordAos : Return On Equity. Board of Directors Meeting. Company Age. Management Discussion & Analysis The purpose of this study is to prove the effect of return on equity, board of directors meeting, and firm age on the extent of disclosure in management discussion and analysis. The object of this research is a listed manufacturing company in Indonesia Stock Exchange from 2018-2022. The sampling technique used purposive sampling method which obtained a sample of 600 units of analysis. The analysis technique in this study uses multiple linear regression analysis to prove that return on equity, board of directors meeting, and firm age has an effect on management discussion and analysis. The result of this study shows that return on equity, board of directors meeting, and firm age has an effect on management discussion and analysis. Companies with low levels of disclosure in their management discussion and analysis reports are encouraged to pay more serious attention, particularly those that have been established for a long time. Additionally, it is important to focus on improving financial performance and increasing the frequency of board meetings to ensure that the information provided to external users is of higher quality. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh return on equity, rapat direksi, dan umur perusahaan terhadap sejauh mana pengungkapan management discussion and analysis. Objek dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur dalam Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018-2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 600 sampel analisis. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda untuk membuktikan bahwa return on equity, rapat direksi, dan umur perusahaan berpengaruh terhadap management discussion and analysis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa return on equity, rapat direksi, dan umur perusahaan berpengaruh terhadap management discussion and analysis. Perusahaan-perusahaan dengan pengungkapan laporan management discussion and analysis rendah, diharapkan dapat lebih memberikan perhatian dengan lebih serius terutama perusahaan yang telah berdiri sejak lama. Selain itu juga perlu diperhatikan terkait peningkatan kinerja keuangan dan frekuensi rapat direksi agar informasi yang diperoleh oleh para pengguna eksternal dapat lebih baik lagi AKUISISI : Jurnal Akuntansi Website : http://w. id/ejournal/index. php/JA This is an open access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. * Corresponding author. Telp. : 6281-0000-0000. fax: 0-000-000-0000. E-mail address: ajat. college@gmail. Peer review under responsibility of Akuisisi : Accounting Journal. http://dx. org/10. PENDAHULUAN Pengungkapan informasi atau pemberian sinyal dari pihak manajemen perusahaan yang dianggap memiliki lebih banyak dan lebih baik informasi dibanding pihak lainnya merupakan solusi atas fenomena yang kemudian dirumuskan dengan istilah signalling theory (Spence, 1. Dalam rangka keterbukaan informasi keuangan, setiap tahunnya Perusahaan diharuskan menyampaikan laporan tahunan . nnual repor. Berdasarkan Peraturan Otoriras Jasa Keuangan Nomor 29/POJK. 04/2016. Laporan Tahunan adalah laporan pertanggungjawaban Direksi dan Dewan Komisaris dalam melakukan pengurusan dan pengawasan terhadap Emiten atau Perusahan Publik dalam kurun waktu satu tahun buku kepada Rapat Umum Pemegang Saham yang disusun berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu bagian penting dari laporan tahunan yang disampaikan oleh perusahaan adalah Management discussion and Analysis (MD&A), yang di dalamnya memuat analisis dan pembahasan mengenai laporan keuangan dan informasi penting lainnya dengan penekanan pada perubahan material yang terjadi selama tahun buku. Adanya analisis dan pembahasan manajemen dalam laporan tahunan akan membantu para pengguna laporan keuangan eksternal mengenai informasi-informasi yang disajikan oleh internal perusahaan, baik berupa peristiwa atau kejadian yang telah terjadi selama tahun buku, maupun gambaran proyeksi dalam melihat keberlanjutan perusahaan di masa yang akan datang. Return on Equity (ROE) merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur profitabilitas perusahaan atau dengan kata lain untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba untuk para pemegang saham perusahaan. Semakin baik tingkat profitabilitas perusahaan, maka hal ini dapat mempengaruhi pihak internal perusahaan untuk menyajikan informasi yang lebih detail, mengingat perusahaan ingin para pemegang sahamnya mengetahui good news terkait kinerja keuangan perusahaannya. Perusahaan yang memiliki kinerja keuangan yang baik tentu ingin para stakeholder mengetahui secara detail mengenai informasi keuangan Oleh karena itu, pengungkapan informasi keuangan yang mendetail perlu diperhatikan oleh pihak manajemen perusahaan. Mengingat para pemegang saham dalam menentukan keputusan investasinya, membutuhkan informasi tersebut untuk menganalisis apakah perusahaan tersebut memiliki tingkat profitabilitas yang baik atau tidak Analisis dan pembahasan manajemen juga tidak terlepas dari adanya rapat direksi yang rutin dilakukan oleh setiap perusan. Direksi wajib mengadakan rapat Direksi secara berkala paling kurang 1 . kali dalam setiap bulan. (POJK Nomor 33/POJK. 04/2. Rapat diadakan guna membahas dan memastikan bahwa tujuan dan kinerja perusahaan dalam perencanaan strategis, keuangan, akuisisi, divestasi, operasi, manajemen risiko dan tata kelola dapat tercapai sejalan dengan target perusahaan. Informasi-informasi tersebutlah yang menjadi dasar dalam penyusunan Management Discussion and Analysis (MD&A). Mengingat rapat direksi diadakan guna membahas dan memastikan bahwa tujuan dan kinerja perusahaan yang kaitannya dengan perencanaan strategis, keuangan dan lain-lain dapat tercapai sejalan dengan target perusahaan, maka semakin tinggi frekuensi rapat direksi diharapkan akan semakin baik pula pengungkapan laporan Management Discussion and Analysis (MD&A). Selain itu, umur perusahaan juga menjadi penting ketika kita melihat citra perusahaan di mata investor, mengingat umur perusahaan menjadi salah satu faktor dalam melihat kelangsungan Di sisi lain umur perusahaan juga mencerminkan seberapa lamanya suatu perusahaan menjalin relasi dengan para pengguna eksternal . dengan tujuan menjaga dan meningkatkan kepercayaan mereka. Semakin panjang umur perusahaan dengan kepemilikan publik, maka diharapkan perusahaan tersebut akan lebih mengetahui informasi yang dibutuhkan oleh para Dengan kata lain, perusahaan yang umurnya lebih panjang diharapkan bisa lebih memaksimalkan informasi yang diungkapkan dalam Management Discussion and Analysis (MD&A). METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan penelitian asosiatif. Sementara itu, pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, di mana dalam penelitian ini menggunakan data berupa angka. Penelitian ini memiliki dua variabel yaitu variabel independen dan variabel dependen. Dalam penelitian ini yang merjadi variabel independen adalah Return On Equity (ROE) (X. Umur perusahaan (X. Rapat Direksi (X. Sementara itu, yang menjadi variabel dependen adalah Management Discussion and Analysis (MD&A) (Y). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaiut menggunakan data sekunder. Data sekunder yang dimaksud adalah laporan tahunan . nnual repor. yang dipublikasikan oleh setiap perusahaan dalam laman Bursa Efek Indonesia (BEI) atau laman perusahaan yang bersangkutan. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode pelaporan tahun 2018-2022. Variabel dalam penelitian ini memiliki indikator yang berbeda-beda. Untuk variabel Return on Equity diperoleh dengan cara membagi laba terhadap ekuitas perusahaan. Rapat direksi diperoleh dari laporan tahunan perusahaan berupa frekuensi rapat yang dilaksanakan oleh anggota direksi selama satu periode berjalan. Umur perusahaan merupakan lamanya perusahaan berdiri sampai pada saat periode pelaporan tiap tahunnya. Sedangkan Management Discussion and Analysis (MD&A) diperoleh dengan menggunakan indeks berupa elemen yang harus diungkapkan dalam pengungkapan MD&A yang telah diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti yang disajikan dalam tabel di bawah ini. Tabel 1. Butir-butir yang Diungkapkan dalam MD&A No. Butir-butir yang Diungkapkan dalam MD&A Tinjauan operasi per segmen usaha sesuai dengan jenis industri Emiten atau Perusahaan Publik. Kinerja keuangan komprehensif yang mencakup perbandingan kinerja keuangan dalam 2 . tahun buku terakhir, penjelasan tentang penyebab adanya perubahan dan dampak perubahan Kemampuan membayar utang atau kewajiban dengan menyajikan perhitungan rasio yang Tingkat kolektibilitas piutang Emiten atau Perusahaan Publik dengan menyajikan perhitungan rasio yang relevan. Struktur modal . apital structur. dan kebijakan manajemen atas struktur modal . apital structur. tersebut disertai dasar penentuan kebijakan dimaksud. Bahasan mengenai ikatan yang material untuk investasi barang modal. Bahasan mengenai investasi barang modal yang direalisasikan dalam tahun buku terakhir. Informasi dan fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan . ika ad. Prospek usaha dari Emiten atau Perusahaan Publik dikaitkan dengan kondisi industri, ekonomi secara umum dan pasar internasional disertai data pendukung kuantitatif dari sumber data yang layak dipercaya. Perbandingan antara target/proyeksi pada awal tahun buku dengan hasil yang dicapai . Target/proyeksi yang ingin dicapai Emiten atau Perusahaan Publik untuk 1 . tahun Aspek pemasaran atas barang dan/atau jasa Emiten atau Perusahaan Publik, paling sedikit mengenai strategi pemasaran dan pangsa pasar. Uraian mengenai dividen selama 2 . tahun buku terakhir. Realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum. Informasi material . ika ad. , antara lain mengenai investasi, ekspansi, divestasi, penggabungan/peleburan usaha, akuisisi, restrukturisasi utang/modal, transaksi material, transaksi afiliasi, dan transaksi benturan kepentingan, yang terjadi pada tahun buku. Perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berpengaruh signifikan terhadap Emiten atau Perusahaan Publik dan dampaknya terhadap laporan keuangan . ika ad. Perubahan kebijakan akuntansi, alasan dan dampaknya terhadap laporan keuangan . ika ad. Sumber: Surat Edaran OJK Nomor 16 /SEOJK. 04/2021 Analisis data yang digunakan peneliti adalah statistik deskriptif dan menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui adanya pengaruh antara satu variabel terhadap variabel lainnya. Adapun persamaan regresinya adalah sebagai berikut: Y = a bXl bX2 BX3 e . Keterangan: = MD&A = Konstanta = Koefisien Regresi Berganda = Return On Equity (ROE) = Rapat direksi = Umur perusahaan = Variabel pengganggu / Error Term (Kesalahan penduga dalam penelitia. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2. Statistik Deskriptif ROE RAPAT AGE MD&A Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation (Sumber: Data sekunder. Output Pengolahan Data SPSS Versi . Berdasarkan hasil pengujian statistik deskriptif pada tabel diatas menunjukan bahwa: Dari 600 data yang diteliti, variabel Return on Equity (ROE) mempunyai nilai minimum sebesar -0,50 dan nilai maksimum sebesar 0,89. Nilai rata-rata atau mean sebesar 0,0653 dan standar deviasi sebesar 0,14149. Varaibel rapat direksi memiliki nilai minimum sebesar 1,79 dan nilai maksimum sebesar 3,93. Nilai rata-rata atau mean sebesar 2,6421 dan standar deviasi sebesar 0,36764. Variabel umur perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 2,48 dan nilai maksimum sebesar 4,50. Nilai rata-rata atau mean sebesar 3,6443 dan standar deviasi sebesar 0,34725. Varabel Management Discussion and Analysis (MD&A) merupakan variabel dependen pada penelitian ini, memiliki nilai minimum sebesar 0,06 dan nilai maksimum sebesar 0,84 yang berarti bahwa terdapat perusahaan yang hampir mengungkapkan semua aspek dalam laporan analisis dan pembahasan manajemennya yaitu 84%. Sedangkan nilai rata-rata atau mean sebesar 0,3410 dan standar deviasi sebesar 0,17669. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 3 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Unstandardized Residual Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji kolmogrov-smirnov. Hasil pengujian pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikan dengan menggunakan perhitungan uji probabilitas pada 0,200 yang berarti tidak adanya masalah normalitas. Uji Multikolinearitas Tabel 4 Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. ROE RAPAT AGE Dependent Variable: MD&A Variabel Return on Equity (ROE) memiliki nilai tolerance sebesar 0,998 dan nilai VIF sebesar 1,002. Hal ini membuktikan angka tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, maka artinya tidak terjadi multikolinearitas. Variabel Rapat Direksi memiliki nilai tolerance sebesar 0,987 dan nilai VIF sebesar 1,013. Hal ini membuktikan angka tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, maka artinya tidak terjadi Variabel Umur Perusahaan memiliki nilai tolerance sebesar 0,988 dan nilai VIF sebesar 1,012. Hal ini membuktikan angka tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10, maka artinya tidak terjadi Uji Heteroskedastisitas Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan output Scatterplot regresi diatas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas karena titik-titik pada Scatterplot data menyebar diatas dan di bawah atau sekitar angka nol, titik-titik data tidak mengumpul hanya diatas atau dibawah saja, penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang melebar kemudian menyempit dan melebar kembali dan penyebaran titik-titik data tidak berpola. Uji Autokorelasi Tabel 5 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. ROE. RAPAT. AGE Dependent Variable: M&A Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS, menunjukkan bahwa nilai Durbin-Watson sebesar 1,936. Dengan n . adalah 600 dan k . otal variabel independe. adalah 3, maka dapat di ketahui bahwa nilai dl sebesar 1, 85587 dan nilai du sebesar 1,87596. Hal ini membuktikan bahwa nilai Durbin-Watson lebih besar dari nilai batas atas Durbin-Watson, jadi jika d > dU atau jika nilai Durbn-Watson lebih besar dari batas atas Durbin-Watson maka hasil pengujian tidak terdapat autokorelasi atau hipotesis nol diterima. Hasil Regresi Linear Berganda Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. ROE RAPAT AGE Dependent Variable: MD&A Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan hasil perhitungan estimasi model regresi linear berganda antara Return on Equity (ROE), rapat direksi dan umur perusahaan secara simultan terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A), maka diperoleh persamaan: Y= 0,389 Ae 0,268X1 0,086X2 Ae 0,070X3 Uji secara Parsial (Uji . Tabel 7. Hasil uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. ROE RAPAT AGE Dependent Variable: MD&A Standardized Coefficients Beta Sig. Pada hasil pengujian t dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa: Pengujian uji t variabel Return on Equity (ROE) didapat nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat diartikan bahwa secara parsial variabel ROE berpengaruh terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A). Pengujian uji t variabel rapat direksi didapat nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat diartikan bahwa secara parsial variabel rapat direksi berpengaruh terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A) Pengujian uji t variabel umur perusahaan didapat nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat diartikan bahwa secara parsial variabel umur perusahaan berpengaruh terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A). Uji Koefisien Determinasi Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. ROE. RAPAT. AGE Std. Error of the Estimate Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas dapat dketahui bahwa nilai koefisien determinasi atau Adjusted R Square sebesar 0,411. Nilai koefisien sebesar 0,411 tersebut mengandung arti bahwa Return on Equity (ROE), rapat direksi, dan umur perusahaan secara simultan memberikan pengaruh atau kontribusi kepada Management Discussion and Analysis (MD&A) sebesar 41,4 % dan sisanya sebesar 58,6% dipengaruhi faktor lainnya yang tidak dijelaskan dalam model penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Return On Equity (ROE) terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A) Hasil pengujian uji statistik t. Return On Equity (ROE) atas Management Discussion and Analysis (MD&A) diperoleh nilai sig sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil daripada nilai signifikan 0,05 maka dapat diartikan secara parsial variabel ROE berpengaruh terhadap MD&A. Hasil penelitian ini seiring dengan hasil penelitian (Umdiana et al. , 2. yang menyatakan kinerja keuangan dapat mempengaruhi pengungkapan Management Discussion and Analysis (MD&A). Artinya, kinerja perusahaan yang dalam hal ini Return on Equity dapat berpengaruh terhadap pengungkapan laporan MD&A suatu perusahaan. Hasil penelitian sesuai dengan signalling theory yang menjelaskan bahwa perusahaan yang memiliki kinerja keuangan baik cenderung akan memberikan sinyal bagi para pemegang saham melalui laporan tahunan salah satunya yaitu laporan Management Discussion and Analysis (MD&A). Tindakan manajemen tersebut ditujukan agar para pemilik modal tidak menjual sahamnya di perusahaan tersebut dan terlebih lagi perusahaan berharap agar para investor terus menambah modal yang diinvestasikan kedalam perusahaannya. Menurut Jogiyanto . , informasi yang disampaikan perusahaan sebagai suatu pengumuman akan memberikan sinyal yang berguna bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi. Pengaruh rapat direksi terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A) Hasil penelitian menyatakan bahwa rapat direksi berpengaruh atas Management Discussion and Analysis (MD&A). Artinya semakin tinggi frekuensi rapat direksi dilaksanakan dalam periode terterntu, maka pengungkapan laporan analisis dan pembahasan manajemen akan semakin baik. Dalam pelaksanaannya, direksi dalam hal ini manajemen perusahaan melakukan rapat secara berkala paling kurang 1 . kali dalam setiap bulan. (POJK Nomor 33/POJK. 04/2. Rapat direksi itulah yang menjadi salah satu sumber informasi dalam pengungkapan MD&A. Oleh karena itu, sejalan dengan hasil penelitian ini, bahwa semakin tinggi frekuensi rapat direksi, maka pengungkapan Management Discussion and Analysis (MD&A) akan semakin baik. Dalam literatur serupa, ditemukan bahwa semakin intens direksi melakukan rapat, maka akan memperluas pengungkapan Islamic Social Reporting (Milenia & Syafei, 2. Frekuensi rapat direksi dapat memengaruhi pengungkapan Management Discussion & Analysis (MD&A) juga sejalan dengan management impression theory yang menjelaskan bahwa manajemen perusahaan berusaha menggunakan cara komunikasi untuk menyampaikan informasi dengan tujuan meningkatkan citra perusahaan di mata para pemilik modal. Jika rapat direksi lebih sering, manajemen cenderung lebih aktif dalam pengungkapan MD&A untuk mencerminkan hasil dan rekomendasi terbaru dari rapat tersebut, sehingga memperlihatkan responsif dan proaktif mereka terhadap masukan direksi. Sebaliknya, dengan frekuensi rapat yang lebih rendah. MD&A mungkin kurang sering diperbarui untuk menunjukkan perubahan atau respons terhadap arahan keputusan rapat direksi. Pengaruh umur perusahaan terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A) Hasil pengujian uji t statistik umur perusahaan terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A) diperoleh nilai t sebesar 0,000 < 0,05. Hal tersebut dapat diartikan bahwa umur perusahaan berpengaruh terhadap pengungkapan Management Discussion and Analysis (MD&A). Dalam pengertian lain, perusahaan dengan umur tertentu dapat mempengaruhi pengungkapan laporan analisis dan pembahasan manajemen. Hal ini sejalan dengan penelitian (Umdiana et al. dan (Muslu et al,. yang menjelaskan bahwa umur perusahaan memiliki pengaruh terhadap MD&A. Perusahaan yang beroperasi lebih lama cenderung akan mengungkapan laporan MD&A lebih baik dalam laporan tahunan perusahaan mereka. Hal ini juga didukung dengan incremental information theory atau teori informasi tambahan yang juga merupakan bentuk upaya untuk menunjukan optimisme manajemen akan kinerja usahanya di masa depan. Incremental Information Theory menjelaskan bagaimana informasi tambahan memberikan nilai lebih dalam pengambilan Dalam hal ini, perusahaan yang lebih tua cenderung memiliki proses pengungkapan yang lebih baik dalam MD&A karena mereka memiliki sejarah dan data yang lebih stabil untuk diinformasikan atau diungkapkan lebih lengkap. Pengalaman dan pemahaman yang lebih mendalam terkait kebutuhan pemangku kepentingan seperti pemegang saham memungkinkan mereka untuk mengoptimalkan MD&A dengan informasi tambahan yang relevan dan terperinci, meningkatkan transparansi dan memperhatikan relevansi laporan. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Return on Equity (ROE), rapat direksi, dan umur perusahaan terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A) pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022. Berdasarkan data yang telah diolah dan dilakukan pengujian, maka diperoleh kesimpulan bahwa Return on Equity (ROE) berpengaruh terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A), kedua bahwa rapat direksi berpengaruh terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A) dan umur perusahaan berpengaruh terhadap Management Discussion and Analysis (MD&A). Dalam rangka meningkatkan kualitas pengungkapan Management Discussion and Analysis (MD&A), perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik diharapkan agar dapat mengungkapkan laporan MD&A dengan lebih baik sebagai bentuk sinyal positif bagi para pemegang saham. Selain itu, perusahaan disarankan untuk menjadikan frekuensi rapat direksi lebih efektif, memastikan bahwa informasi yang relevan dan terkini selalu diungkapkan dalam penyusunan laporan MD&A. Dalam konteks yang sama, perusahaan yang lebih tua juga harus memanfaatkan pengalaman dan data historis mereka untuk memberikan informasi tambahan yang mendalam dan berharga dalam MD&A untuk meminimalisasi fenomena asymmetry information, yang selain akan meningkatkan transparansi tetapi juga kepercayaan pemangku kepentingan. Peneliti juga disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut terkait faktor lain yang menjadi pengaruh atas pengungkapan MD&A seperti ukuran perusahaan, kinerja keuangan dengan proksi yang lainnya, dan juga sampel penelitian lain yang lebih bisa mewakili perusahaan-perusahaan yang terdapat di BEI sehingga dapat menjadi referensi dan memberikan wawasan yang lebih komprehensif mengenai penyampaian informasi keuangan dalam hal pengungkapan Management Discussion and Analysis (MD&A). DAFTAR PUSTAKA