Website: ojs. itb-ad. id/index. php/JUSIN E-ISSN: 2797-8516 PERANCANGAN SISTEM RESERVASI DAN KASIR RESTORAN BERBASIS WEBSITE STUDI KASUS NYOMAN CAFE Mikail Abdullah. I Nyoman Purnama2 . Ni Putu Noviyanti Kusuma3 Universitas Primakara . Bali Universitas Primakara . Bali Universitas Primakara . Bali Abstract The advancement of information technology has driven various business sectors, including the culinary industry, to adopt digital systems to enhance operational efficiency and customer satisfaction. This study aims to design a web-based reservation and cashier system for Nyoman Cafe, a renowned seafood restaurant in Bali. The system addresses challenges in manual reservations and transaction recording, which often lead to errors, delays, and data inaccuracies. Utilizing the Prototipe method, the research involves stages of requirement gathering, interface design using Figma, and Prototipe evaluation to ensure the system aligns with user needs. The resulting system enables customers to make online table reservations with real-time availability access while simplifying transaction management through automated record-keeping features. This system is expected to improve operational efficiency, minimize errors, enhance customer experiences, and strengthen Nyoman Cafe's competitiveness in the culinary industry. Kata Kunci: Reservation system, chasier system, web-based. Prototipe. Nyoman Cafy Informasi Artikel: Dikirim : 20 September 2025 Ditelaah : 22 September 2025 Diterima: 30 September 2025 Publikasi: 23 Desember 2025 (*) Juli Ae Desember 2025. Vol 6 . : hlm 105-118 A2025 Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan. All rights reserved. Korespondensi: natioimih1@gmail. com (Mikail Abdulla. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi informasi mendorong banyak sektor bisnis, termasuk industri kuliner, untuk mengadopsi sistem digital dalam operasionalnya(Hasan et al. , 2. Salah satu jenis industri kuliner yaitu restoran dan cafe kini tidak hanya fokus pada kualitas makanan, tetapi juga pada kecepatan dan kenyamanan layanan. Dengan adanya tuntutan ini, pelanggan mengharapkan kemudahan dalam melakukan reservasi serta kenyamanan saat bertransaksi. Proses reservasi dan transaksi kasir merupakan aspek penting dalam manajemen restoran yang berperan dalam menjaga kelancaran operasional dan meningkatkan kepuasan pelanggan(Studi Manajemen Informatika et al. , 2. Jika proses reservasi tidak terstruktur atau pencatatan transaksi tidak akurat, maka potensi ketidakpuasan pelanggan meningkat, bahkan dapat berdampak buruk pada citra restoran(Dwi Hastuti et al. , 2. Sistem manual sering kali menyebabkan masalah seperti waktu tunggu yang lama, reservasi ganda, atau ketidaksesuaian meja yang tersedia(Ahmad Muhammad Thantawi, 2. Hal ini tentu saja memengaruhi pengalaman pelanggan dan pada akhirnya berpengaruh terhadap keberlanjutan bisnis restoran. Sistem operasional yang masih menggunakan metode manual, seperti reservasi melalui Whatsapp, sering kali tidak dapat memenuhi harapan karena pesan yang diterima dapat terabaikan atau tertumpuk dengan pesan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan solusi berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas, dan teknologi web merupakan pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut(Ikhwan et al. , 2. Teknologi web merupakan kumpulan alat, standar, dan protokol yang dirancang untuk mendukung pengembangan dan pengelolaan aplikasi berbasis web. Teknologi ini melibatkan penggunaan bahasa pemrograman seperti HTML. CSS, dan JavaScript untuk membangun antarmuka pengguna, serta framework seperti React atau Angular untuk meningkatkan struktur pengembangan front-end(Dasril Aldo et al. , 2. Di sisi server, pemrosesan dan penyimpanan data dikelola menggunakan bahasa seperti PHP. Python, atau Node. js, yang didukung oleh sistem basis data seperti MySQL atau MongoDB. Protokol seperti HTTP/HTTPS digunakan untuk komunikasi, sementara standar keamanan seperti SSL/TLS memastikan perlindungan data pengguna (Anna Valensia Christianty de Fretes et al. , 2. Dengan kemampuannya yang dapat diakses melalui berbagai perangkat dan platform, teknologi web menjadi pilar utama dalam mendukung inovasi, efisiensi, dan transformasi digital di berbagai Nyoman Cafe adalah salah satu restoran yang mengalami peningkatan jumlah pelanggan dan terus berusaha untuk bersaing di industri kuliner. Namun, saat ini Nyoman Cafe masih menggunakan metode tradisional untuk manajemen reservasi dan transaksi kasir. Akibatnya, berbagai kendala operasional sering muncul, seperti kesalahan dalam data reservasi, keterlambatan pemrosesan pesanan, serta kesulitan dalam penyusunan laporan penjualan yang konsisten. Dengan semakin bertambahnya pelanggan, sistem manual ini justru menambah risiko kesalahan dan dapat menghambat kelancaran pelayanan yang diharapkan Penelitian terdahulu mengenai pengembangan sistem pemesanan menu berbasis web sering memanfaatkan metode prototipe untuk memastikan bahwa desain sistem sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode ini melibatkan pengembangan model awal . yang Jurnal Sistem Informasi (JUSIN) Juli Ae Desember 2025. Vol 6 . : hlm 105-118 dievaluasi secara iteratif sebelum implementasi penuh. Sistem pemesanan menu ini umumnya diinstal pada komputer server agar dapat berfungsi dengan optimal. Sistem tersebut terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu back office, yang digunakan oleh administrator untuk mengelola data menu, transaksi, dan sistem secara keseluruhan, serta front office, yang dirancang untuk pelanggan dalam memesan menu dengan mudah melalui antarmuka berbasis Contohnya, penerapan sistem ini pada Restoran Lamongan Cahaya menunjukkan bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi operasional serta mempermudah proses pemesanan pelanggan(Pudyawardana, 2. Mengingat permasalahan tersebut, diperlukan sistem berbasis web yang dapat mendukung proses reservasi dan transaksi secara efisien dan terstruktur di Nyoman Cafe. Sistem reservasi dan kasir berbasis Website ini dirancang untuk memudahkan pelanggan dalam melakukan reservasi online dengan akses real-time terhadap ketersediaan meja. Selain itu, sistem kasir yang terintegrasi akan membantu dalam pencatatan transaksi yang akurat dan pengelolaan inventaris secara otomatis. Dengan penerapan sistem ini, diharapkan Nyoman Cafe dapat meningkatkan efisiensi operasional, meminimalkan kesalahan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan, sekaligus meningkatkan daya saing restoran di tengah persaingan yang ketat. METODE Dalam penelitian ini, metode prototipe digunakan sebagai pendekatan pengembangan sistem yang memfasilitasi interaksi dengan pengguna selama tahap perancangan. Metode ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal mengenai aplikasi atau situs web yang akan dikembangkan, meskipun tidak mencerminkan keseluruhan sistem secara final. Prototipe berperan penting dalam menyajikan model sistem yang dapat membantu komunikasi dengan pengguna, sehingga menghasilkan gambaran yang lebih jelas dan sesuai kebutuhan. Salah satu keunggulan metode prototipe adalah kemampuannya untuk memberikan transparansi kepada pengguna mengenai tahap pengembangan sistem. Prototipe yang dihasilkan akan dievaluasi oleh pengguna, memungkinkan penyesuaian dan penyempurnaan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dengan pendekatan ini, pengguna dapat berperan aktif dalam proses pengembangan, sehingga implementasi sistem menjadi lebih mudah. Tujuan utama metode ini adalah mendapatkan masukan langsung dari pengguna sekaligus membantu mereka memahami sistem yang sedang dirancang. Metode prototipe terdiri dari beberapa tahapan yang masing-masing memiliki peran dalam proses perancangan sistem. Tahapan ini meliputi pengumpulan kebutuhan awal, pembangunan prototipe, evaluasi prototipe oleh pengguna, dan penyempurnaan sistem berdasarkan masukan yang diterima. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan pengguna tetapi juga memastikan sistem yang dihasilkan lebih efektif dan sesuai dengan Perancangan Sistem Reservasi Dan Kasir Restoran Berbasis Website Studi Kasus Nyoman Cafe (Mikail Abdullah. I Nyoman Purnama & Ni Putu Noviyanti Kusum. Gambar 1. Tahapan Prototype Mengidentifikasi kebutuhan Analisiss kebutuhan merupakan tahap pertama dalam metode Protoype. Tahap ini membahas hasil dari pengumpulan data dengan metode kualitatif yaitu, melakukan wawancara dan observasi pada nyoman cafe. Dalam perancangan sistem informasi ini, wawancara dilaksanakan secara terstruktur yang membantu dalam proses mengumpulkan data, dengan penyajian pertanyaan yang berurut. Design Sistem Perancangan sistem bertujuan untuk memastikan sistem baru dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan mengatasi permasalahan yang ada, serta meminimalkan kendala di masa depan. Tahap ini melibatkan penyusunan desain teknis, seperti flowchart. Entity Relationship Diagram (ERD). Data Flow Diagram (DFD), dan rancangan antarmuka, sesuai dengan kebutuhan Nyoman Cafe. Proses ini dirancan untuk menghasilkan sistem yang efisien, sesuai tujuan, dan mendukung operasional secara optimal. Membangun Prototipe Pada tahap ini, peneliti mulai membangun prototipe sistem menggunakan Figma untuk merancang tampilan antarmuka Website yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Evaluasi dan Perbaikan Evaluasi prototipe dilakukan untuk memastikan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan pengguna Prototipe Selesai Jika sudah mencapai tahap ini maka tingkat kepuasan yang diinginkan oleh pengguna sudah sesuai maka prototipe sudah selesai dirancang. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis kebutuhan Wawancara Analisis kebutuhan merupakan tahap pertama dalam metode Protoype. Tahap ini membahas hasil dari pengumpulan data dengan metode kualitatif yaitu, melakukan wawancara dan observasi pada nyoman cafe. Dalam perancangan sistem informasi ini, wawancara Jurnal Sistem Informasi (JUSIN) Juli Ae Desember 2025. Vol 6 . : hlm 105-118 dilaksanakan secara terstruktur yang membantu dalam proses mengumpulkan data, dengan penyajian pertanyaan yang berurut. Tujuan dari kegiatan wawancara ini adalah mengumpulkan data primer mengenai kedala dan alur kerja nyoman cafe sehingga, bisa mendapatkan solusi untuk memecahkan masalah yang ada. Wawancara akan di lakukan oleh pemilik, staf admin dan dua pengguna sebagai pemberi infromasi dalam penelitian ini sehingga di ketahui alur dan permasalhan dalam sistem Nyoman cafe Tabel 1. Tabel Wawancara Narasumber Adm Pelanggan Pertanyaan Apakah saat ini Nyoman Cafe menerima reservasi dari Media atau sarana apa saja yang digunakan pelanggan untuk melakukan reservasi? Bagaimana proses pencatatan reservasi dilakukan saat ini Apakah pernah terjadi kendala dalam pengelolaan reservasi, seperti kesalahan Apa saja metode pembayaran yang diterima oleh kafe? Apa harapan Anda terhadap sistem reservasi digital yang dirancang nantinya? Fitur-fitur apa saja yang menurut Anda penting untuk dihadirkan dalam sistem Apakah Anda merasa nyaman dan siap menggunakan sistem berbasis komputer, tablet. Seberapa sering Anda berkunjung ke Nyoman Cafe? Apakah Anda merasa proses pemesanan di tempat ini mudah dan cepat, atau justru lambat dan membingungkan Pernahkah Anda mengalami kesulitan mendapatkan meja saat datang ke kafe, terutama saat akhir pekan atau jam Jawaban Iya saat ini kami menerima reservasi dari Media yang kami gunakan saat ini adalah Proses pencatatan ini dilakukan secara manual, jika kami sudah menerima pesan akan di catat kedalam buku Hal tersebut sering terjadi dalam proses reservasi yang dilakukan Pada nyoman cafe kami menirima pembayaran berupa cash, qris dan debit Saya harap sistem reservasi ini dapat membantu nyoman cafe Menurut kami fitur-fitur yang dibutuhkan seperti pemesanan yang berisi tanggal, nama dan jumlah anggota. Kami sangat siap jika menggunakan teknologi untuk kegiatan reservasi mengingat sekarang dunia teknologi semakin canggih Saya sering ketempat ini, untuk memakan seafood kesukaan saya sambil melihat pantai Pemesanan yang dilakuakn pada nyoman cafe menggunakan wahtsap, jadi terkadang pesan dijawab 2 jam setelah dikirim Pernah, saat saya datang kesini terkadang meja full saat saya tidak melakukan reservasi Perancangan Sistem Reservasi Dan Kasir Restoran Berbasis Website Studi Kasus Nyoman Cafe (Mikail Abdullah. I Nyoman Purnama & Ni Putu Noviyanti Kusum. Jika tersedia sistem reservasi online . elalui Website/aplikas. , apakah Anda bersedia saya bersedia menggunakan sistem tersebut agar mempermudah dalam proses reservasi Berdasarkan hasil wawancara dengan admin, dan pelanggan Nyoman Cafe, dapat disimpulkan bahwa proses reservasi yang dilakukan saat ini masih menggunakan media sederhana yaitu Whatsapp. Setiap pesan reservasi yang diterima kemudian dicatat secara manual dalam buku oleh pihak kafe. Cara ini cukup membantu, namun sering menimbulkan kendala berupa keterlambatan konfirmasi Observasi Pada tahap ini, kegiatan observasi akan dilaksanakan terhadap alur kerja nyoman cafe, data yang diperlukan saat melakukan pemesanan jada dan transkasi serta sumber daya manusia yang dibutuhkan. Berikut merupakan alur observasi yang dilaksanakan kepada pihak nyoman Gambar 2. Hasil Observasi BeriuKut ini merupakan penjelasan dari analisiss hasil kerja yang didapatkan : Admin Admin menerima pesan dari whatsapp terkait dengan reservasi yang dilakukan ,setelah admin mendapatkan whatsapp, admin langsung melakukan konfirmasi terkait dengan kegiatan reservasi, setelah melakukan reservasi admin memasukkan data pelanggan dan melakukan proses pembayaran dan setelah proses pembayaran reservasi sudah selesai dilakukan . Pelanggan Pelanggan melakukan pemesanan melalui wahtsapp terkait dengan reservasi yang ingin dilakukan, setelah itu pelanggan akan mendapatkan chat konfirmasi dari terkait reservasi Lalu mekakukan pembayaran terkait dengan reservasi yang sudah dilakukan. Perancangan Jurnal Sistem Informasi (JUSIN) Juli Ae Desember 2025. Vol 6 . : hlm 105-118 Tahap pemodelan atau desain sistem terdiri dari 4 diagram dari beberapa diagram digunakan untuk membangun pemodelan sistem ini antara lain. Unified Modelling Language (UML) yaitu Use case Diagram. Activity Diagram. Class Diagram. Sequence Diagram dan Entity Relationship Diagram. Use case Diagram Use case Diagram adalah salah satu jenis diagram dalam Unified Modeling Language UML yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara aktor . engguna atau sistem eksterna. dan fungsi-fungsi . se cas. yang ada dalam sistem. Berikut merupakan Use case Diagram tentang fitur apa yang dapat diakses oleh User dan Admin. Use case Diagram Pengguna User pengguna disini dapat melakukan beberapa hal yaitu melakukan login, melihat ketersedian meja, melakukan reservasi, melakukan pembayaran, membatalkan reservasi, melihat status reservasi Use case Diagram Admin User admin dapat melakukan beberapa hal yaitu login, melihat ketersediaan meja, mengelola ketersediaan meja, mengelola menu dan melihat laporan Berikut merupakan gambaran dari Use case Diagram nyoman cafe Gambar 3. Use case Diagram Activity Diagram Activity Diagram adalah salah satu jenis diagram dalam UML (Unified Modeling Languag. yang digunakan untuk memvisualisasikan alur kerja atau proses dalam suatu Diagram ini menggambarkan langkah-langkah aktivitas yang dilakukan dalam suatu proses, termasuk pengambilan keputusan, paralelisme, dan alur aktivitas. Proses login dimulai setelah pelanggan melakukan registrasi, setelah registrasi pengguna dapat melakukan login saat ingin masuk kedalam Website Nyoman Cafe. Berikut merupakan Activity Diagram Pengguna login Perancangan Sistem Reservasi Dan Kasir Restoran Berbasis Website Studi Kasus Nyoman Cafe (Mikail Abdullah. I Nyoman Purnama & Ni Putu Noviyanti Kusum. Gambar 4. Activity Diagram Pengguna login Sequence Diagram Sequence Diagram adalah salah satu jenis diagram UML yang digunakan untuk memodelkan interaksi antara objek atau komponen dalam suatu sistem secara Diagram ini menampilkan urutan pesan yang dikirimkan di antara objekobjek untuk melaksanakan sebuah skenario atau use case tertentu Berikut merupakan contoh Sequence Diagram login Gambar 5. Sequence Diagram Class Diagram Class Diagram adalah salah satu jenis diagram dalam Unified Modeling Language UML yang digunakan untuk memodelkan struktur statis dari sistem. Diagram ini menggambarkan kelas, atribut, metode . , serta hubungan antar kelas. Class Diagram sering digunakan dalam perancangan perangkat lunak untuk menunjukkan struktur sistem berbasis objek. Berikut merupakan Class Diagram dari Nyoman Cafe. Jurnal Sistem Informasi (JUSIN) Juli Ae Desember 2025. Vol 6 . : hlm 105-118 Gambar 6. Class Diagram ERD (Entity-Relationship Dagra. Berikut merupakan tampilan ERD dari perancangan nyoman cafe Gambar 7. ERD (Entity-Relationship Dagra. Implementasi Berikut merupakan tampilan UI dari perancangan sistem Reservasi pada nyoman Cafe Desain Low Fidelity dari konsumen Register dan Register dan Login Berikut merupakan Desain Low Fidelity untuk menu Register dan login pada pelanggan dan Perancangan Sistem Reservasi Dan Kasir Restoran Berbasis Website Studi Kasus Nyoman Cafe (Mikail Abdullah. I Nyoman Purnama & Ni Putu Noviyanti Kusum. Gambar 8. Register Gambar 9. Login Berikut merupakan perancangan Desain high Fidelity Halaman Register dan login Halaman Register berfungsi sebagai gerbang awal bagi pengguna untuk mengakses dashboard sistem. Pada tahap ini, pengguna diminta untuk memasukkan username email dan password yang akan didaftarkan. Gambar 10. Halaman Register dan login Jurnal Sistem Informasi (JUSIN) Juli Ae Desember 2025. Vol 6 . : hlm 105-118 Reservasi Halaman ini dirancang untuk menyajikan informasi secara lengkap mengenai ketersediaan meja serta daftar menu makanan yang dapat dipesan oleh pengguna. Pada bagian informasi meja, pengguna dapat melihat jumlah meja yang tersedia, status pemesanan, serta pilihan meja sesuai kebutuhan mereka Gambar 11. Reservasi Menu pembayaran Halaman ini dirancang untuk menampilkan seluruh informasi terkait proses pembayaran yang perlu dilakukan oleh konsumen setelah melakukan pemesanan. dalamnya, pengguna akan menemukan rincian tagihan secara jelas, termasuk total biaya, metode pembayaran yang tersedia. Gambar 12. Pembayaran Perancangan Sistem Reservasi Dan Kasir Restoran Berbasis Website Studi Kasus Nyoman Cafe (Mikail Abdullah. I Nyoman Purnama & Ni Putu Noviyanti Kusum. Pengujian Pengujian dilakukan dengan menggunakan System Usability Scale (SUS) yang merupakan sebuah metode yang digunakan untuk menilai sejauh mana suatu sistem atau produk dapat digunakan dengan mudah oleh penggunanya. Alat ini terdiri dari 20 pertanyaan yang bertujuan mengukur bagaimana pengalaman pengguna terkait kemudahan dalam menggunakan sistem. Setiap pertanyaan dijawab dengan memilih nilai dari 1 . angat tidak setuj. hingga 5 . angat setuj. Setelah itu, skor untuk setiap pertanyaan dihitung dan digabungkan untuk menghasilkan skor keseluruhan, yang memberikan gambaran tentang tingkat kegunaan sistem. Skor SUS berkisar antara 0 hingga 100, di mana angka yang lebih tinggi menunjukkan tingkat kemudahan penggunaan yang lebih baik. Adapaun pernyataan ini dibuat berdasarkan data yang dikembangkan oleh John Brooke pada tahun 1986 (Susilo, 2. Berikut merupakan tabel SUS Score Gambar 13. Gambar SUS Score Menghitung rata-rata nilai SUS menggunakan perhitungan untuk setiap pertanyaan ganjil nilai hasil kuisoner responden dikurangi 1, sedangkan untuk setiap pertanyaan genap skor hasil responden dikurangi 5. Tabel 1 berikut hasil penyebaran kuisioner SUS dan skor rata-rata untuk pengujian sistem. Berikut merupakan tabel hasil pengujian Gambar 14. Hasil Pengujian Jurnal Sistem Informasi (JUSIN) Juli Ae Desember 2025. Vol 6 . : hlm 105-118 Berdasarkan hasil pengujian SUS dengan menyebarkan kuisioner kepada 20 responden pengguna sistem maka didapatkan skor rata-rata yaitu 84,75. Berdasarkan skala SUS skor 84,755 termasuk kategori Good . dalam efektivitas, efisiensi dan kepuasan pengguna KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut. Perancangan Sistem Reservasi Dan Kasir Restoran Berbasis Website Studi Kasus Nyoman Cafy berhasil dilakukan dengan pendekatan prototype Proses ini memanfaatkan berbagai diagram UML (Unified Modelling Languag. seperti Use case Diagram. Activity Diagram. Class Diagram. Sequence Diagram, dan Entity Relationship Diagram (ERD) untuk memastikan perancangan sistem yang terstruktur dan komprehensif. Desain antarmuka pengguna (UI) dikembangkan menggunakan Figma, memberikan fokus pada kemudahan penggunaan dan pengalaman pengguna yang optimal. Pengujian implementasi desain dilakukan menggunakan metode SUS (System Usability Scal. , yang menghasilkan skor 84,75. Hasil ini menunjukkan bahwa fitur-fitur yang disediakan telah memenuhi standar kegunaan yang baik dan dapat memberikan pengalaman pengguna yang memuaskan. Perancanagn sistem ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan penyediaan reservasi secara efisien, mendukung pertumbuhan dan meningkatkan kepuasan pengguna. DAFTAR PUSTAKA