JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Implementasi Metode Ummi dalam Pembelajaran Al-QurAoan di SDIT Insan QurAoani Bener Meriah Abdul Ghani Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia Email: aneuk. nangrroe2008@gmail. ABSTRACT This study aims to analyze the implementation and effectiveness of the Ummi Method in Quran learning at SDIT Insan Qurani Bener Meriah. The Ummi Method is an innovative approach that emphasizes the principles of tartil . roper recitatio. , talaqqi . irect teacher-student transmissio. , and tasmi' . istening assessmen. with an affectionate approach akin to a mother's teaching. The research used a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with the school principal. Quran coordinator, teachers, and students, as well as documentation studies. The results show that the implementation of the Ummi Method was carried out systematically through three main stages: . preparation stage through teacher training and certification. implementation stage with seven structured learning and . continuous evaluation stage. The implementation of this method proved to significantly improve students' Quran recitation quality, enhance makhraj and tajwid aspects, and foster love for the Quran. The main constraints included limited certified teachers and heterogeneous student abilities, which were successfully addressed through classical approaches and regular mentoring programs. This study concludes that the Ummi Method is effective in improving elementary school students' Quran reading competence and can be adopted as an innovative alternative learning model. Keywords: Ummi Method. QurAoan Learning. Insan QurAoani Islamic Elementary School. Learning Implementation. Islamic Education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan efektivitas Metode Ummi dalam pembelajaran Al-QurAoan di SDIT Insan Qurani Bener Meriah. Metode Ummi merupakan pendekatan inovatif yang menekankan prinsip tartil, talaqqi, dan tasmiAo dengan pendekatan kasih sayang layaknya seorang ibu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, koordinator AlQurAoan, guru, dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Metode Ummi dilaksanakan secara sistematis melalui tiga tahap utama: . tahap persiapan melalui pelatihan dan sertifikasi guru. tahap pelaksanaan pembelajaran dengan tujuh tahapan terstruktur. tahap evaluasi berkelanjutan. Implementasi metode ini terbukti meningkatkan kualitas bacaan Al-QurAoan siswa secara signifikan, memperbaiki aspek makhraj dan tajwid, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-QurAoan. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan guru bersertifikat dan heterogenitas kemampuan siswa, yang berhasil diatasi melalui pendekatan klasikal dan program pendampingan rutin. Studi ini menyimpulkan bahwa Metode Ummi efektif dalam meningkatkan kompetensi baca Al-QurAoan siswa sekolah dasar dan dapat diadopsi sebagai model pembelajaran alternatif yang inovatif. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Kata kunci: Metode Ummi. Pembelajaran Al-QurAoan. SDIT Insan QurAoani. Implementasi Pembelajaran. Pendidikan Islam. *** PENDAHULUAN Al-QurAoan sebagai pedoman hidup umat Islam tidak hanya berfungsi sebagai sumber ajaran spiritual, tetapi juga merupakan landasan fundamental dalam membentuk karakter dan intelektual muslim. Kitab suci ini menuntut setiap pemeluknya untuk mampu membacanya dengan benar sesuai kaidah tajwid yang telah ditetapkan, karena kesalahan dalam membaca dapat mengakibatkan perubahan makna yang signifikan. Kemampuan membaca Al-QurAoan secara tartil dan benar bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan merupakan fondasi utama dalam pendidikan Islam yang mengintegrasikan aspek spiritual, kognitif, dan afektif. Pemahaman ini mendasari pentingnya penguasaan membaca Al-QurAoan sejak usia dini sebagai bekal essential dalam kehidupan (Shihab, 2. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Berdasarkan laporan Kementerian Agama RI . , masih banyak peserta didik di tingkat dasar yang belum mampu membaca Al-QurAoan secara tepat, bahkan sebagian besar masih mengalami kesulitan dalam mengenali huruf hijaiyah dengan benar. Fenomena ini tidak hanya terjadi di daerah terpencil, tetapi juga di wilayah urban dengan fasilitas pendidikan yang memadai. Data tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan antara harapan ideal pendidikan Al-QurAoan dengan realitas implementasinya di lapangan, yang memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak terkait. (Maimoen & Amiroh. Fenomena ini menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan Islam, khususnya di sekolah dasar sebagai institusi formal yang memikul tanggung jawab dalam membentuk dasar-dasar keislaman peserta didik. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, termasuk pengembangan metode pembelajaran yang inovatif dan efektif. Dalam beberapa dekade terakhir, telah muncul berbagai metode pembelajaran Al-QurAoan yang mencoba menjawab tantangan ini, mulai dari metode Iqra'. Qiroati. Tilawati, hingga metode-metode kontemporer lainnya. Setiap metode menawarkan keunggulan dan karakteristik tertentu dalam pendekatan pembelajarannya. (Nobisa & Usman, 2. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Di antara sekian banyak metode yang ada. Metode Ummi emerged sebagai salah satu pendekatan yang semakin populer dan banyak diadopsi di berbagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Popularitas metode ini tidak terlepas dari klaim efektivitasnya dalam mengajarkan membaca Al-QurAoan dengan cepat dan tepat, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap kitab suci tersebut. Metode ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan akan sistem pembelajaran Al-QurAoan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter dan emotional attachment terhadap AlQurAoan(Foundation, 2. Metode Ummi dikembangkan oleh Ummi Foundation di Surabaya dengan filosofi pendekatan keibuan yang unik. Proses pembelajaran dalam metode ini dilakukan dengan penuh kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan sebagaimana seorang ibu mengajarkan bahasa kepada anaknya. Filosofi ini diwujudkan dalam tiga prinsip utama: pendekatan langsung . irect metho. dimana siswa langsung mempraktikkan bacaan tanpa banyak teori, pengulangan . untuk memperkuat memori dan keterampilan, serta kasih sayang . yang menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan Nama "Ummi" sendiri yang berarti "ibuku" dalam bahasa Arab, merefleksikan esensi pendekatan pembelajaran yang digunakan(Masruri & Yusuf, 2. Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji implementasi Metode Ummi di berbagai setting pendidikan dengan hasil yang menggembirakan. (RifaAoi, 2. meneliti implementasi metode ini di Madrasah Diniyah Ar-Rohman Parang Magetan dan menemukan peningkatan signifikan dalam kelancaran dan ketepatan baca Al-QurAoan santri hanya dalam waktu enam bulan penerapan. Sementara itu, meneliti penerapan Metode Ummi di SMP Islam Terpadu Widya Cendekia Serang dan menyimpulkan efektivitas metode dalam memperbaiki kualitas bacaan siswa, khususnya dalam aspek tajwid dan makhraj. Penelitian-penelitian tersebut memberikan indikasi kuat tentang potensi metode ini dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-QurAoan. (Nasrudin. Namun, penelitian mengenai implementasi Metode Ummi di sekolah dasar Islam terpadu di Aceh masih terbatas, padahal daerah ini memiliki karakteristik sosial-budaya yang unik dan kekayaan tradisi Islam yang khas. SDIT Insan Qurani Bener Meriah merupakan salah satu sekolah yang telah menerapkan Metode Ummi sejak tahun 2022 dengan hasil yang cukup menggembirakan berdasarkan laporan internal sekolah. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Keberhasilan awal ini perlu dikaji lebih mendalam untuk memahami proses implementasi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, sehingga dapat menjadi model bagi sekolahsekolah lain di wilayah tersebut. (Ramadhani & Werdiningsih, 2. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Metode Ummi di SDIT Insan Qurani secara komprehensif, dengan fokus pada tiga aspek utama: proses implementasi metode yang meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan, dan . faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan metode. dampaknya terhadap kemampuan baca Al-QurAoan siswa. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berarti dalam pengembangan teori dan praktik pendidikan Al-QurAoan, khususnya dalam konteks sekolah dasar Islam terpadu di Indonesia. (Rupita & Muslihah, 2. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik untuk memahami fenomena implementasi Metode Ummi di SDIT Insan Qurani Bener Meriah secara mendalam. Pendekatan ini dipilih karena mampu menggali realitas dalam konteks alamiah secara holistik . Desain studi kasus intrinsik memungkinkan peneliti memusatkan perhatian pada kasus unik terkait proses pembelajaran Al-QurAoan, sebagaimana disarankan oleh Yin . Penelitian dilaksanakan di SDIT Insan Qurani Bener Meriah. Aceh, selama AprilAeJuni 2024 dengan pertimbangan bahwa sekolah ini telah menerapkan Metode Ummi secara konsisten dan memiliki sistem pembelajaran AlQurAoan yang terstruktur(Creswell, 2. Partisipan penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi tertentu. Mereka terdiri atas kepala sekolah, koordinator Al-QurAoan, delapan guru bersertifikat Metode Ummi dengan pengalaman minimal dua tahun, serta lima belas siswa dari kelas 1Ae6 yang mewakili berbagai tingkat kemampuan baca AlQurAoan. Data dikumpulkan melalui triangulasi metodeAiobservasi partisipatif sebanyak 32 sesi, wawancara mendalam terhadap 25 partisipan, dan studi dokumentasi terhadap berbagai dokumen pembelajaran seperti RPP, jurnal mengajar, serta laporan perkembangan siswaAiuntuk memastikan kedalaman dan validitas informasi(Oktavia et , 2. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Analisis data menggunakan model tematik yang mencakup enam tahap mulai dari familiarisasi hingga penyusunan laporan akhir. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode, member check, serta ketekunan pengamatan, sedangkan reliabilitas dijamin melalui audit trail yang terdokumentasi. Aspek etika penelitian dipenuhi melalui pemberian informed consent tertulis, anonimisasi identitas partisipan, dan penerapan prinsip kesukarelaan, memastikan bahwa seluruh proses penelitian berlangsung secara etis dan transparan. (Braun & Clarke, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil SDIT Insan Qurani Bener Meriah SDIT Insan Qurani merupakan sekolah dasar Islam terpadu yang berdiri di bawah naungan Yayasan Raudhatul Hifz Quran sejak tahun 2019. Sekolah ini memiliki visi "Menjadi lembaga pendidikan berkualitas terbaik dalam mencetak generasi Islam yang berprestasi dan gemilang" dengan misi mengintegrasikan pendidikan umum dan pendidikan Islam secara seimbang. Berdasarkan data dokumentasi sekolah, saat ini terdapat 426 siswa dan 52 tenaga pendidik, dengan 15 guru khusus yang telah tersertifikasi dalam pembelajaran Al-Qur'an. Sekolah ini menekankan pendekatan pendidikan holistik yang memadukan kurikulum nasional dengan penguatan nilai-nilai Islam, khususnya melalui program pembelajaran Al-Qur'an yang intensif. Implementasi Metode Ummi Berdasarkan analisis data dari observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, implementasi Metode Ummi di SDIT Insan Qurani dapat dikategorikan menjadi tiga tahap utama yang saling terkait: Tahap Persiapan Tahap persiapan dilaksanakan melalui beberapa kegiatan fundamental. Pelatihan dan sertifikasi guru dilakukan secara berjenjang melalui Ummi Foundation, mencakup materi tahsin selama 40 jam, metodologi pengajaran 30 jam, dan sistem evaluasi 20 jam. Hasil wawancara dengan koordinator Al-Qur'an menunjukkan bahwa 100% guru AlQur'an telah mengikuti sertifikasi dan dinyatakan kompeten. Penyiapan materi ajar meliputi penyediaan buku panduan Metode Ummi edisi lengkap . ilid 1-6, buku gharib, dan buku tajwi. yang diperoleh melalui distribusi resmi Ummi Foundation. Penyusunan JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. program pembelajaran dilakukan melalui rapat koordinasi bulanan yang menghasilkan program semester dan target pencapaian yang terukur untuk setiap tingkat kelas. Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Proses pembelajaran Al-Qur'an dilaksanakan selama 60 menit setiap hari. Senin hingga Jumat, dengan mengikuti tujuh tahapan terstruktur yang telah distandardisasi: Tabel 1. Tahapan Pembelajaran Metode Ummi Tahapan Deskripsi Salam. Pembukaan Waktu hafalan surat pendek, dan 5 menit pengkondisian kelas Mengulang Apersepsi baru dengan alat peraga dan Latihan membaca contoh 10 dengan bimbingan guru Pengulangan dan pelancaran Latihan/Keterampilan bacaan secara mandiri dan Penilaian rubrik menit Penutup dan spiritual sebelumnya dengan metode 5 menit 80% contoh langsung Evaluasi Siswa siap mental Memperkenalkan Pemahaman Konsep Keberhasilan Siswa tanya jawab Penanaman Konsep Indikator Doa penutup, motivasi, dan 5 menit Siswa konsep dasar materi Siswa dengan bantuan Siswa Teridentifikasi Siswa untuk belajar mandiri Metode pembelajaran yang digunakan sangat variatif dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan siswa. Metode individual diterapkan untuk 15% siswa yang membutuhkan perhatian khusus, metode klasikal individual untuk 45% siswa level JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. menengah, metode klasikal baca simak untuk 25% siswa level lanjut, dan metode klasikal baca simak murni untuk 15% siswa yang telah mencapai level mahir. Tahap Evaluasi Sistem evaluasi dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan melalui tiga level assessment. Evaluasi harian dilaksanakan melalui kegiatan tasmi' . dan penilaian langsung menggunakan rubrik yang mencakup aspek ketepatan makhraj, kelancaran, dan penerapan tajwid. Evaluasi periodik berupa ujian kenaikan jilid dilaksanakan setiap menyelesaikan satu level dengan standar kelulusan minimal 85%. Evaluasi sumatif melalui sistem munaqasyah melibatkan assessor eksternal dari Ummi Foundation untuk menentukan kelulusan akhir program. Dampak Implementasi Metode Ummi Berdasarkan analisis data dari observasi selama 32 pertemuan dan wawancara mendalam dengan 25 partisipan, implementasi Metode Ummi memberikan dampak positif yang signifikan dalam beberapa aspek: Peningkatan Kualitas Bacaan Al-Qur'an Data menunjukkan peningkatan rata-rata nilai bacaan Al-Qur'an sebesar 35% dalam kurun waktu 6 bulan. Sebanyak 85% siswa mampu membaca Al-Qur'an dengan tartil dan menerapkan kaidah tajwid dasar dengan benar. Tingkat kelancaran bacaan meningkat dari 45% menjadi 82% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Perbaikan Makhraj dan Tajwid Pendekatan langsung dan pengulangan dalam Metode Ummi terbukti efektif membantu 90% siswa memperbaiki makhraj huruf secara signifikan. Pemahaman praktis hukum tajwid dasar meningkat drastis, dimana 75% siswa mampu mengidentifikasi dan menerapkan hukum nun sukun/tanwin dan mim sukun dalam bacaan. Pembentukan Karakter Proses pembelajaran yang penuh kasih sayang berhasil menumbuhkan karakter disiplin . erlihat dari 95% kehadiran tepat wakt. , percaya diri . % siswa berani membaca secara individua. , dan kecintaan terhadap Al-Qur'an . % siswa membaca AlQur'an secara mandiri di ruma. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. Faktor Pendukung dan Penghambat . Faktor Pendukung: Komitmen sekolah yang tinggi dalam menyediakan guru bersertifikat dibuktikan dengan alokasi dana pelatihan sebesar 15% dari total anggaran pendidikan Sistem pembelajaran yang terstruktur dan terukur melalui 7 tahapan baku yang konsisten diterapkan Dukungan sarana dan prasarana yang memadai meliputi 17 ruang kelas ber-AC, mushola, dan perpustakaan khusus Al-Qur'an Kerjasama yang baik antara sekolah dan orang tua melalui pertemuan rutin bulanan dan komunikasi via grup WhatsApp . Faktor Penghambat: Keterbatasan jumlah guru bersertifikat Ummi dengan rasio 1:28, melebihi standar ideal 1:15 Heterogenitas kemampuan siswa dalam satu kelas dengan variasi penguasaan materi mencapai 40% Kendala waktu yang terbatas untuk pembelajaran individual akibat jam pelajaran yang padat Kurangnya pendampingan orang tua di rumah dengan hanya 45% orang tua yang aktif mendampingi belajar . Strategi Mengatasi Kendala: Mengadakan pelatihan internal bagi guru secara berkala melalui program In House Training setiap 3 bulan Mengelompokkan siswa berdasarkan level kemampuan dengan sistem pembagian kelas homogen Memanfaatkan metode klasikal yang efektif melalui pendekatan differentiated Membangun komunikasi intensif dengan orang tua melalui grup WhatsApp dan home visit untuk siswa bermasalah Implementasi Metode Ummi SDIT Insan Qurani Bener Meriah mengkonfirmasi temuan sebelumnya bahwa keberhasilan pembelajaran Al-Qur'an sangat JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. dipengaruhi oleh pendekatan yang sistematis dan berorientasi pada mutu (Nasrudin. Namun, penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengidentifikasi bahwa keberhasilan tidak hanya terletak pada struktur sistem, tetapi juga pada konsistensi implementasi ketujuh tahapan pembelajaran secara utuh. Proses yang mengintegrasikan tujuh tahapan terstruktur membuktikan efektivitas teori mastery learning (Syaikhu, 2. dalam konteks pembelajaran Al-Qur'an. Temuan unik dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan apersepsi yang dilakukan secara konsisten selama 5 menit setiap pertemuan meningkatkan retensi memori jangka panjang siswa hingga 80%, jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional yang hanya mencapai 45%. Pendekatan kasih sayang yang menjadi ciri khas Metode Ummi tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, tetapi juga membangun ikatan emosional antara guru dan siswa. Temuan baru dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa siswa yang merasa dicintai oleh gurunya menunjukkan peningkatan motivasi belajar sebesar 65% dibandingkan dengan siswa yang hanya menerima pembelajaran formal. (Nasrudin, 2. Strategi pengelompokan siswa berdasarkan level kemampuan terbukti efektif mengatasi heterogenitas, namun penelitian ini menemukan bahwa efektivitas strategi tersebut sangat bergantung pada akurasi assessment diagnostik di awal pembelajaran. Temuan ini melengkapi penelitian Syaikhu . dengan menekankan pentingnya sistem assessment yang valid dan reliabel. Kualifikasi guru yang kompeten melalui sertifikasi ternyata tidak cukup tanpa diimbangi dengan komitmen profesional yang tinggi. Temuan baru dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa guru dengan komitmen tinggi menghasilkan peningkatan kualitas bacaan siswa 40% lebih baik dibandingkan guru dengan kompetensi sama namun komitmen rendah. Hal ini menyoroti pentingnya aspek afektif guru dalam keberhasilan implementasi metode pembelajaran. KESIMPULAN Penelitian ini mengungkap tiga temuan utama mengenai implementasi Metode Ummi di SDIT Insan Qurani Bener Meriah. Pertama, penerapan metode ini berlangsung melalui tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu persiapan . elatihan guru selama 90 jam, penyediaan materi standar, dan perencanaan pembelajara. , pelaksanaan . ujuh tahapan pembelajaran terstruktur selama 60 meni. , dan evaluasi berkelanjutan . asmiAo, ujian jilid. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 4. Nomor 1. Januari-Juni 2025 https://jigm. dan munaqasya. Kedua, metode ini terbukti efektif meningkatkan kualitas bacaan AlQurAoan siswa, dengan peningkatan nilai rata-rata sebesar 35% dalam enam bulan, perbaikan tajwid pada 90% siswa, serta tumbuhnya kecintaan terhadap Al-QurAoan pada 92% siswa. Ketiga, kendala seperti keterbatasan guru bersertifikat dan heterogenitas kemampuan siswa berhasil diatasi melalui pelatihan berjenjang, pengelompokan berdasarkan level, dan kolaborasi aktif dengan orang tua. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi berbagai pihak. Bagi lembaga pendidikan. Metode Ummi direkomendasikan sebagai model pembelajaran Al-QurAoan inovatif dengan dukungan anggaran memadai, minimal 15% untuk pelatihan guru dan sarana pendukung. Guru disarankan mengikuti sertifikasi dan pelatihan rutin setiap tiga bulan guna memperkuat metodologi dan kemampuan asesmen. Sementara itu, orang tua diharapkan berperan aktif dengan mendampingi anak membaca Al-QurAoan selama 30 menit per hari dan menjaga komunikasi dengan guru secara berkala. Meski demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, yakni dilakukan hanya di satu lokasi sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas, periode tiga bulan yang relatif singkat untuk mengamati dampak jangka panjang, serta keterbatasan instrumen dalam mengukur aspek afektif dan spiritual siswa secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak sekolah di berbagai daerah, meneliti dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter melalui studi longitudinal, serta mengembangkan adaptasi Metode Ummi bagi siswa berkebutuhan khusus dan model eksperimen baru untuk menguji variasi pembelajaran yang lebih *** DAFTAR PUSTAKA