Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK =================================================================================================== Received: 10 June 2021 :: Accepted: 17 June 2021 :: Published: 30 June 2021 EDUKASI PENYAKIT DIABETES MELLITUS TIPE-2 DAN PENERAPAN TATA LAKSANA DIET UNTUK MENGENDALIKAN GLUKOSA DARAH Reno Irwanto1*. Raini Panjaitan1. Annisa Febriana Siregar1. Anggi Isnani Parinduri1 Program Studi Gizi. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Jl. Sudirman No. 38 Petapahan. Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara Ae Indonesia 20512 *email korespondensi author: ireno@outlook. DOI 10. 35451/jpk. Abstrak Penyakit tidak menular seperti Diabetes mellitus (DM) menunjukkan kenaikan setiap Hal ini dikarenakan penyakit DM merupakan penyakit yang belum diketahui cara penyembuhannya selain melakukan pencakokan pankreas sebagai produsen insulin. dapat berakibat fatal bila tidak dikelola dengan baik dan dapat menyebabkan komplikasi penyakit lainnya. DM terdiri atas 3 tipe yaitu. DM Tipe1 (DMT. DM Tipe2 (DMT. , dan DM Tipe3 . DMT2 adalah kondisi tubuh dengan jumlah produksi insulin yang kurang ataupun insulin tidak bekerja dengan optimal sehingga terjadi hiperglikemia. Terjadinya penyakit DMT2 dapat disebabkan oleh buruknya pola makan, gaya hidup dan kurangnya aktifitas fisik. Dalam usaha mencegah dan mengendalikan hal tesebut diperlukan suatu Edukasi penerapan tata laksana diet merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan glukosa darah pasien DMT2 serta mencegah terjadinya peningkatan keparahan penyakit dan komplikasi. Pasien yang mengikuti edukasi penyakit DMT2 yang dilaksanakan di RS Grandmed Lubuk Pakam berjumlah 50 orang dengan persentase laki-laki 56,7% dan perempuan 43,3% kemudian nilai pengukuran tekanan darah peserta yang normal 97,3% dan hipertensi 2,7%. Edukasi merupakan salah satu cara yang direkomenasikan oleh WHO dalam menekan terjadinya peningkatan dan keparahan penyakit DMT2. Hasil edukasi yang telah dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan perhatian peserta dalam mengedalikan penyakit DMT2 melalui penerapan tata laksana diet yang telah diberikan. Kata Kunci: Diabetes mellitus. Edukasi, glukosa darah Abstract Non-communicable diseases such as Diabetes mellitus (DM) show an increase every year. This is because DM is a disease that has no known cure other than transplanting the pancreas as insulin producer. DM can be fatal if not managed properly and can cause complications of other diseases. DM consists of 3 types, namely. DM Type 1 (DMT. DM Type 2 (DMT. , and DM Type 3 . DMT2 is a condition in which the body produces insufficient insulin or insulin does not work optimally, resulting in hyperglycemia. The occurrence of DMT2 disease can be caused by poor diet, lifestyle and lack of physical In an effort to prevent and control this, an effort is needed. Education on the application of dietary management is one way that can be done to control blood glucose in Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK =================================================================================================== Received: 10 June 2021 :: Accepted: 17 June 2021 :: Published: 30 June 2021 T2DM patients and prevent an increase in disease severity and complications. There were 50 patients who attended DMT2 disease education at Grandmed Lubuk Pakam Hospital with the percentage of men 56. 7% and women 43. 3% then the measurement value of normal participants' blood pressure was 97. 3% and hypertension 2. Education is one of the ways recommended by WHO in suppressing the increase and severity of DMT2 disease. The results of the education that have been carried out are expected to increase the awareness and attention of participants in controlling DMT2 disease through the application of the diet management that has been given. Keyword : Diabetes mellitus, public education, blood glucose Pendahuluan Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronik yang terjadi akibat pankreas tidak mampu menghasilkan insulin atau ketika tubuh tidak mampu memanfaatkan insulin. Insulin merupakan komponen penting yang dibutuhkan tubuh dalam perubahan glukosa menjadi energi. Insulin dihasilkan oleh pankreas yang merupakan golongan hormon. Ketiadaan atau kurangnya kemampuan kerja insulin penumpukan glukosa didalam darah. Peningkatan glukosa darah akan dapat Dalam waktu Panjang, ketiadaan insulin akan dapat menimbulkan komplikasi yang memiliki risiko pada kerusakan organ dan jaringan sehingga timbul penyakit lainnya (IDF, 2. DM merupakan penyakit yang keberadaan hormon insulin. Berdasarkan hal tersebut, diabetes mellitus dibagi atas beberapa tipe. DM tipe 1, tipe 2 dan gestasional (IDF 2. DM tipe 1 terjadi ketika pankreas menghasilkan insulin dalam jumlah kecil atau bahkan tidak dapat menghasilkan hormon insulin. tipe 2 terjadi ketika pankreas tidak mampu memanfaatkan hormon insulin dengan baik. Hal tersebut terjadi dapat disebabkan oleh buruknya pola makan, gaya hidup. DM gestasional terjadi pada ibu hamil dengan usia >45 tahun. Hal tersebut terjadi karena adanya perubahan antara janin dan ibu tersebut. Irwanto hubungan terjadinya penyakit DM tipe-2 dengan buruknya pola makan, kurangnya aktifitas fisik. Menurut IDF . , asupan karbohidrat, lemak, dan protein memiiki pengaruh yang signifikan dalam status gizi dan tingkat keparah penyakit DM tipe-2. Menurut kaban . dalam ardiansah et al. penyakit diabetes merupakan penyakit yang jumlahnya akan semakin meningkat. Hal ini karena penderita DM Tipe-2 akan seumur hidup akibat gangguan kerusakan pankreas. Dengan demikian apabila penderita DM tipe-2 tidak sembuh maka dari tahun ke Menurut IDF penderita DM meningkat sebesar 15% secara global. Kawasan Asia Tenggara menduduki posisi ketiga sebagai kawasan dengan tingkat pertumbuhan terbesar akan penderita diabetes yaitu sebesar Pada menempati 7 dalam jumlah penderita 7 juta orang dan akan terus meningkat pada tahun 2045 dengan jumlah angka penderita diperkirakan 6 juta penderita. Menurut Sundari . dalam Muliasari . pankreas bersifat permanen sehingga akan menganggu produksi insulin. Hal ini Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK =================================================================================================== Received: 10 June 2021 :: Accepted: 17 June 2021 :: Published: 30 June 2021 dapat menyebabkan penderita DM tipe-2 ketergantungan obat anti hiperglikemia bahkan input insulin dari luar. Pengelolaan dan tata laksana diet yang tepat merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan dalam mengontrol glukosa Diperlukan peningkatan kualitas keparahan penyakit dan komplikasi. Terdapat diketahui dalam mencegah hal tersebut edukasi, terapi nutrisi, aktifitas fisik, dan farmakologi. Dalam hal ini, adanya pengetahuan akan DM sangat penting perannya begitupun dengan 3 pilar lainnya. Edukasi penderita DM tipe-2 akan dapat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari terjadinya risiko parah yang mungkin dapat terjadi. Pemberian edukasi dalam tata laksana diet atau terapi nutrisi memberikan pengetahuan dua pilar langsung kepada penderita yang diharapkan dapat menekan angka keparah penyakit DM tipe-2 (Putra et al. Jalan Raya Medan KM 25. No 66. Perdamaian. Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara 20514. Digunakan pendekatan berupa penyampaian materi DM, pengendalian dan peningkatan kualitas hidup penderita DM. Hasil dan Pembahasan Edukasi terkait penyakit DM tipe-2 yang telah dilaksanakan di RS Grandmed Lubuk Pakam diikuti oleh 50 orang Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan pasien dan pengunjung RS Grandmed. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini adalah insidentil yang dilaksanakan di ruang pertemuan RS Grandmed. Distribusi kehadiran peserta edukasi penyakit DM berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini. Metode Metode pengabdian adalah sebagai berikut: Pemeriksaan antropometri, glukosa darah sewaktu dan tekanan darah secara gratis Edukasi tentang DM, risiko penyakit DM, cara pengendalian DM melalui penata laksanaan diet Diskusi dan tanya jawab terkait DM, penderita DM dan tata laksana diet. Edukasi penderita DM ini dilakukan bersama dosen dan mahasiswa Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam yang bertempat di RS Granmed Lubuk Pakam. Sasaran kegiatan adalah para pasien RS Grandmed Lubuk Pakam yang berlokasi di Gambar 1. Distribusi jenis kelamin peserta edukasi DM Pelaksanaan dengan meminta kesediaan para pasien dan pengunjung. Para peserta diminta untuk mengisi daftar hadir edukasi. Setelah dilakukan absensi, para peserta dilakukan pengukuran antropometri dan nilai glukosa darah sewaktu. Pengukuran antropometri dan glukosa darah untuk mengetahui profil tubuh dan nilai glukosa darah sewaktu yang dimiliki oleh peserta Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK =================================================================================================== Received: 10 June 2021 :: Accepted: 17 June 2021 :: Published: 30 June 2021 Selanjutnya dipersilahkan untuk duduk dan diberikan makanan ringan sembari mengikuti acara Kegiatan edukasi dimulai dengan pembukaan oleh kepala unit kerjasama publik dan penelitian RS Grandmed Lubuk Pakam. Berikutnya adalah edukasi terkait DM dan tata laksana diet untuk mengendalikan glukosa darah. Materi yang disampaikan saat edukasi adalah penyakit DM secara umum, tipe penyakit DM, tata laksana dan penerapan diet bagi penderita DM, serta motivasi untuk hidup sehat dan berkualitas sesuai arahan WHO. WHO menyatakan untuk hidup sehat ada 4 kuncinya yaitu. makan makanan sehat dan bergizi, aktifitas fisik, isirahat yang cukup dan selalu bahagia . idak stres. Nilai pengukuran tekanan darah peserta yang hadir saat edukasi dapat dilihat pada gambar 2. Nilai tekanan darah peserta yang normal yaitu dikisaran 110120 mmHg adalah sebanyak 97,3% sedangkan sisanya 2,7% nilai tekanan darahnya diatas angka normal yaitu >130 mmHg. tidak menutup kemungkinan terkena penyakit DM tipe-2. Dari hal tersebut narasumber juga menyampaikan bahwa DM merupakan penyakit yang tergolong silent killer. Oleh karena itu manajemen pengaturan diet pola makan akan sangat menjaga kualitas hidup yang baik. Sebagai salah satu pilar untuk WHO pengaturan pola makan. Pola makan yang sehat perlu untuk diterapkan terutama bagi penderita DM untuk menghindari terjadinya kenaikan glukosa darah secara ekstrim dan meningkatkan risiko penyakit komplikasi lainnya. Edukasi yang telah terhadap peserta merupakan salah satu usaha dalam pengelolaan penyakit DM. WHO sendiri menyampaikan terdapat 4 cara pengelolaan DM bagi penderita yang pengaturan pola makan, olahraga dan terapi pengobatan melalui farmakologi (Suyono 2015 dalam Muliasari 2. Sebagai langkah awal penanggulangan peningkatan tingkat keparahan penyakit DM, edukasi merupakan salah satu usaha yang direkomendasikan dan diharapkan dapat menekan efek buruk dari DM dan memberikan kualitas hidup yang baik dengan pengelolaan diet. Kesimpulan Hasil edukasi dalam pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di RS Grandmed Lubuk Pakam diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan menekan angka komplikasi penyakit DM melalui pemahaman tata kelola diet yang telah diberikan. Gambar 2. Distribusi tekanan darah peserta edukasi DM Peserta yang hadir dalam acara edukasi juga melakukan pengukuran Dari pengukuran terlihat bahwa responden rata-rata memiliki berat badan normal. Berat badan secara tidak langsung juga potensi penyakit DM. pasien dengan berat badan tergolong kurang berat badannya Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam. Kepala Unit Kerjasama Pendidikan dan Penelitian Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK =================================================================================================== Received: 10 June 2021 :: Accepted: 17 June 2021 :: Published: 30 June 2021 Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam dan para Bapak/Ibu peserta edukasi. Daftar Pustaka