Fitri Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 Open Access: https://ojs. id/jste/ Pemanfaatan Lagu Interaktif Berbasis Video Animasi untuk Menumbuhkan Minat Salat pada Anak RA Baiturrahman Tasikmalaya Hillal Jummiatun1. Tina Heryanti2 1 RA Baiturrahman Tasikmalaya, 2 RA Baiturrahman Tasikmalaya Correspondence: hillaljummiatun84@gmail. Article Info Article history: Received 02 Jan 2025 Revised 02 Feb 2025 Accepted 31 Mar 2025 Keyword: Interactive Song. Animated Video. Salat. Early Childhood Education. RA Baiturrahman, student engagement. ABSTRACT This study aims to explore the utilization of interactive songs based on animated videos to foster interest in prayer . among early childhood students at RA Baiturrahman Tasikmalaya. The research employs a qualitative approach with a classroom action research (CAR) design. The intervention involves using animated video songs that teach the steps of salat in a fun, engaging, and interactive manner. Data were collected through observations, student reflections, and teacher interviews. The findings reveal that the use of animated video songs significantly increased students' interest in learning and performing salat. The combination of music, animation, and interactive elements helped sustain the students' attention and enhanced their understanding of the importance of salat. Additionally, the study highlights that integrating multimedia, such as animated videos and songs, can create a more immersive and enjoyable learning experience for young children. The results suggest that this approach is an effective tool to cultivate positive habits and religious practices in early childhood education, particularly in encouraging salat as an important part of daily life. A 2025 The Authors. Published by PT SYABAN MANDIRI BERKARYA. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan agama di Indonesia memegang peran penting dalam membentuk karakter dan moralitas siswa, terutama dalam pengajaran agama Islam. Salah satu aspek yang sangat ditekankan dalam pendidikan Islam adalah salat sebagai ibadah utama bagi umat Muslim. Salat merupakan tiang agama yang wajib dilakukan lima kali sehari oleh setiap Muslim yang sudah baligh. Oleh karena itu, sejak usia dini, anak-anak diajarkan untuk mengenal dan melaksanakan salat dengan benar. Namun, dalam praktiknya, banyak anak-anak yang merasa kesulitan dan kurang tertarik untuk melakukan salat secara Hal ini tentu menjadi tantangan besar bagi pendidikan agama Islam, khususnya di tingkat anak usia dini. Salah satu faktor penyebab kurangnya minat anak untuk salat adalah metode pengajaran yang tidak menarik atau tidak sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Pada usia dini, anak-anak memiliki kemampuan untuk menyerap informasi dengan sangat cepat, namun cara penyampaian materi harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif mereka. Pengajaran agama Islam, termasuk salat, haruslah menggunakan metode yang dapat menarik minat mereka dan menghibur mereka. Penggunaan media yang menarik seperti lagu, animasi, atau video bisa menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam meningkatkan minat anak-anak terhadap salat. Penggunaan media interaktif berbasis video animasi, misalnya, dapat mengubah pembelajaran yang tadinya membosankan menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari . yang menunjukkan bahwa media berbasis teknologi dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Salat adalah ibadah yang melibatkan gerakan tubuh yang terstruktur, seperti berdiri, rukuk, dan sujud, yang kadang-kadang sulit untuk dipahami dan diikuti oleh anak-anak yang belum sepenuhnya memahami makna dari setiap gerakan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengajarkan anak-anak sejak dini tentang salat dengan cara yang sederhana namun menyenangkan, agar mereka dapat mengerti makna dan pentingnya ibadah tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah melalui lagu Hillal Jummiatun. Tina Heryanti . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. interaktif berbasis video animasi yang dapat memperkenalkan langkah-langkah salat secara bertahap dan memudahkan anak-anak dalam mengikuti gerakan salat. Menurut Prensky . , pembelajaran berbasis multimedia seperti video animasi dapat membuat siswa lebih mudah mengingat dan memahami informasi karena mereka dapat melihat dan mendengar penjelasan secara bersamaan. Selain itu, lagu interaktif berbasis video animasi memiliki daya tarik yang kuat bagi anak-anak karena menggabungkan elemen musik dan visual yang bisa meningkatkan konsentrasi dan perhatian mereka. Anak-anak cenderung lebih tertarik pada media yang memiliki unsur hiburan, dan lagu serta animasi adalah dua hal yang sangat disukai oleh anak-anak. Dalam hal ini, lagu interaktif berbasis video animasi dapat menjadi media yang sangat efektif untuk mengajarkan salat. Media ini tidak hanya mengajarkan tentang gerakan salat, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai agama dan moral dalam bentuk yang menyenangkan dan mudah diterima oleh anak-anak. Penggunaan media berbasis teknologi juga dapat meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan agama anak. Orang tua bisa turut serta dalam mendampingi anak-anak saat menggunakan media pembelajaran berbasis video animasi di rumah. Hal ini akan semakin memperkuat nilai-nilai agama yang diterima anak-anak, karena mereka mendapat dukungan penuh dari orang tua dalam melaksanakan ibadah. Dalam hal ini, pendidikan agama tidak hanya terbatas di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak yang dibentuk bersama orang tua. Saracho & Spodek . menyatakan bahwa dukungan keluarga sangat penting dalam proses pembelajaran anak, terutama dalam hal pembentukan nilai-nilai moral dan agama. Namun, meskipun penggunaan media teknologi dalam pembelajaran agama Islam, terutama dalam pengajaran salat, memberikan banyak manfaat, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah kesiapan infrastruktur di sekolah, terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya memiliki akses ke teknologi yang memadai. Tidak semua sekolah memiliki perangkat komputer atau perangkat mobile yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran berbasis video animasi ini. Menurut Hidayat . , kurangnya akses terhadap teknologi di beberapa daerah di Indonesia dapat menjadi hambatan dalam penerapan metode pembelajaran berbasis media digital. Selain itu, tantangan lainnya adalah kesiapan guru dalam menggunakan teknologi. Meskipun teknologi telah berkembang pesat, masih banyak guru yang belum terlatih atau belum terbiasa dalam menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pelatihan yang memadai bagi guru agar mereka dapat mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, termasuk penggunaan lagu interaktif berbasis video animasi dalam pembelajaran salat. Pelatihan yang efektif dapat membantu guru dalam merancang pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Suyadi . mengungkapkan bahwa pelatihan guru dalam penggunaan teknologi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan untuk memastikan bahwa teknologi digunakan dengan cara yang efektif. Selain tantangan infrastruktur dan kesiapan guru, tantangan lainnya adalah keterbatasan waktu dalam proses pembelajaran. Pembelajaran salat dengan menggunakan media video animasi membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk menjelaskan setiap langkah dan gerakan salat. Namun, waktu yang tersedia dalam jadwal pelajaran anak-anak di RA (Raudhatul Athfa. sering kali terbatas. Oleh karena itu, perlu ada pengaturan waktu yang efisien agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik tanpa mengurangi kualitas pembelajaran. Hal ini penting agar anak-anak tetap mendapatkan kesempatan untuk mempelajari materi secara menyeluruh dan terstruktur. Meskipun demikian, penggunaan media interaktif berbasis video animasi tetap memberikan banyak manfaat bagi anak-anak dalam meningkatkan minat dan pemahaman mereka terhadap salat. Anak-anak yang sebelumnya enggan atau kurang tertarik untuk melakukan salat, setelah diperkenalkan dengan media ini, menunjukkan perubahan positif dalam sikap mereka. Mereka lebih termotivasi untuk belajar salat dengan cara yang lebih menyenangkan. Menurut Zins & Elias . , pendekatan yang menyenangkan dan berbasis teknologi dapat meningkatkan motivasi siswa untuk belajar dan membuat mereka lebih tertarik untuk melaksanakan ibadah. Selain itu, pengenalan media ini pada usia dini dapat membantu anak-anak untuk membentuk kebiasaan baik dalam melaksanakan ibadah salat sejak kecil. Dengan memanfaatkan teknologi yang tepat, anakanak dapat belajar dengan cara yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan zaman. Pembelajaran berbasis teknologi juga dapat membantu anak-anak untuk beradaptasi dengan dunia digital yang semakin berkembang, sehingga mereka siap untuk menghadapi tantangan di masa depan. Hillal Jummiatun. Tina Heryanti . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. Prensky . mengungkapkan bahwa generasi muda saat ini sangat terbiasa dengan teknologi, dan pembelajaran berbasis teknologi akan lebih diterima dan dimengerti oleh mereka. Secara keseluruhan, penerapan lagu interaktif berbasis video animasi dalam pembelajaran salat di RA Baiturrahman Tasikmalaya memiliki potensi yang besar untuk menumbuhkan minat dan pemahaman anak-anak terhadap salat. Meskipun terdapat tantangan terkait dengan infrastruktur dan kesiapan guru, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media ini efektif dalam meningkatkan minat anak-anak terhadap salat dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Oleh karena itu, penting untuk terus mengembangkan dan menerapkan teknologi dalam pembelajaran agama Islam, terutama dalam mengajarkan ibadah salat kepada anak-anak usia dini. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas (PTK) untuk mengeksplorasi penerapan lagu interaktif berbasis video animasi dalam pembelajaran salat di RA Baiturrahman Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada setiap siklus, siswa diberikan kesempatan untuk belajar tentang langkah-langkah salat melalui lagu interaktif yang disertai dengan animasi yang menggambarkan gerakan salat. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru dan siswa, serta refleksi siswa mengenai pengalaman mereka dalam mengikuti pembelajaran berbasis video animasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menilai pengaruh penggunaan lagu interaktif berbasis video animasi terhadap minat salat anak-anak. Observasi digunakan untuk menilai tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan penerimaan mereka terhadap media yang Wawancara dengan guru dan siswa memberikan pandangan mengenai efektivitas metode ini dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap salat. Refleksi siswa akan dianalisis untuk menggali dampak dari penggunaan media ini terhadap kebiasaan salat mereka. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi untuk mengembangkan metode pembelajaran yang menarik dan efektif dalam pendidikan agama Islam di tingkat anak usia dini. RESULTS AND DISCUSSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan lagu interaktif berbasis video animasi dalam pembelajaran salat di RA Baiturrahman Tasikmalaya berhasil meningkatkan minat siswa dalam melakukan salat. Anak-anak yang terlibat dalam pembelajaran menggunakan video animasi dengan lagu menjadi lebih antusias dan tertarik untuk mempraktikkan gerakan salat. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Prensky . , yang menyatakan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi siswa karena menggabungkan hiburan dengan edukasi yang Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan dalam pemahaman langkah-langkah salat. Dengan adanya animasi yang memperagakan gerakan salat secara jelas dan disertai dengan lagu, siswa dapat dengan mudah mengikuti dan menirukan gerakan tersebut. Menurut Sari . , media berbasis animasi dapat memperjelas konsep yang diajarkan, sehingga siswa lebih mudah mengingat dan memahami materi, dalam hal ini langkah-langkah salat. Penerapan video animasi dengan lagu juga meningkatkan kemampuan motorik siswa. Saat mengikuti gerakan dalam video animasi, siswa dilatih untuk meniru gerakan salat dengan tepat, yang dapat melatih keterampilan motorik kasar mereka. Hidayat . menyatakan bahwa pembelajaran berbasis gerakan sangat penting dalam perkembangan anak usia dini karena dapat membantu meningkatkan koordinasi tubuh dan keterampilan motorik mereka. Selain keterampilan motorik, penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan lagu interaktif dalam video animasi membantu siswa menghafal bacaan dalam salat dengan lebih mudah. Anak-anak cenderung lebih cepat mengingat lagu karena elemen musiknya yang menyenangkan. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Saracho & Spodek . , yang mengungkapkan bahwa musik dapat meningkatkan daya ingat siswa terhadap informasi yang disampaikan. Penerapan lagu interaktif berbasis video animasi juga memiliki dampak positif dalam hal keterlibatan sosial siswa. Mereka seringkali berkolaborasi dengan teman-temannya saat belajar bersama, saling memberi semangat, dan berbagi pemahaman tentang gerakan salat. Hal ini meningkatkan keterampilan sosial mereka. Menurut Zins & Elias . , pembelajaran yang melibatkan interaksi sosial dapat Hillal Jummiatun. Tina Heryanti . Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. memperkaya pengalaman belajar anak-anak dan membantu mereka mengembangkan kemampuan Namun, salah satu tantangan yang dihadapi dalam penerapan metode ini adalah keterbatasan infrastruktur teknologi di sekolah. Beberapa siswa tidak memiliki akses yang memadai terhadap perangkat yang diperlukan untuk menonton video animasi secara mandiri di rumah. Hidayat . mencatat bahwa kurangnya akses terhadap perangkat teknologi dapat menjadi kendala dalam mengimplementasikan metode berbasis teknologi di sekolah-sekolah, terutama di daerah-daerah dengan fasilitas terbatas. Tantangan lain yang muncul adalah kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Beberapa guru merasa kurang terbiasa dengan penggunaan teknologi dalam kegiatan mengajar. Oleh karena itu, pelatihan bagi guru perlu dilakukan agar mereka lebih siap dalam mengintegrasikan teknologi seperti video animasi dan lagu dalam pembelajaran. Anggraeni . menyatakan bahwa pelatihan guru dalam penggunaan teknologi sangat penting untuk memastikan bahwa pembelajaran dapat berjalan efektif. Meskipun ada beberapa tantangan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan video animasi berbasis lagu sangat efektif dalam meningkatkan minat salat anak-anak. Anak-anak yang awalnya kurang tertarik dengan salat menjadi lebih termotivasi setelah diperkenalkan dengan metode ini. Menurut Beers . , media yang menyenangkan dan interaktif dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, yang berdampak pada minat mereka untuk melaksanakan kegiatan yang diajarkan. Selain itu, penerapan metode ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis media digital dapat menjadi cara yang efektif dalam memfasilitasi pembelajaran agama di sekolah dasar. Dengan adanya teknologi, pembelajaran agama menjadi lebih menarik dan relevan bagi anak-anak di era digital ini. Prensky . menjelaskan bahwa generasi saat ini sangat terpapar teknologi, sehingga penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat membuat mereka lebih tertarik dan lebih mudah menyerap Secara keseluruhan, penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan lagu interaktif berbasis video animasi dalam pembelajaran salat di RA Baiturrahman Tasikmalaya terbukti efektif dalam meningkatkan minat, pemahaman, dan keterampilan siswa dalam melaksanakan salat. Meskipun ada tantangan terkait infrastruktur dan kesiapan guru, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media berbasis teknologi dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama, khususnya salat, di pendidikan anak usia dini. CONCLUSION Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan lagu interaktif berbasis video animasi dalam pembelajaran salat di RA Baiturrahman Tasikmalaya efektif dalam meningkatkan minat, pemahaman, dan keterampilan siswa dalam melaksanakan salat. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran menggunakan metode ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam mengenali gerakan salat serta menghafal bacaan yang terkait. Elemen musik dan animasi memberikan daya tarik yang kuat bagi anak-anak, yang membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan interaktif. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan kesiapan guru dalam menggunakan teknologi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi dalam pendidikan agama dapat membawa dampak positif dalam menarik perhatian anak-anak untuk lebih aktif dalam mempelajari dan melaksanakan ibadah salat. Oleh karena itu, penggunaan media berbasis teknologi seperti video animasi dengan lagu seharusnya menjadi alternatif yang lebih sering diterapkan dalam pendidikan anak usia dini, khususnya dalam pembelajaran agama. Pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif dapat membantu anak-anak lebih mudah memahami konsep-konsep agama dan memperkuat kebiasaan baik seperti salat dalam kehidupan mereka sehari-hari. REFERENCES