JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XII Nomor 1 Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. Peningkatan Kemampuan Membuat Perangkat Pembelajaran Inovatif Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kategori I Angkatan i. Dengan Penguatan Mata Kuliah Pendalaman Materi, dan Pengembangan Perangkat Pembelajaran IKIP Saraswati Tahun Akademik 2023/2024 Ni Wayan Dian Permana Dewia,*. Ni Made Serma Watib. I Made Sudianac a,b, c IKIP Saraswati *Pos-el: dian. permana0203@gmail. Tanggal Diterima: 9-2-2024 Tanggal revisi: 27-3-2024 Tanggal Terbit: 31-3-2024 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penyusunan perangkat pembelajaran inovatif dengan penguatan mata kuliah pendalaman materi dan pengembangan perangkat pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplorasi. Subyek penelitian yang digunakan adalah mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kategori I Angkatan i IKIP Saraswati Tahun Akademik 2023/2024 sebanyak 9 orang. Data penelitian berupa kemampuan pembuatan perangkat pembelajaran diperoleh dengan instrumen penilaian yang berupa lembar observasi. Tehnik analisis data dengan analisa kualitatif. Dari pembelajaran penguatan mata kuliah pendalaman materi dan pengembangan perangkat pembelajaran diperoleh hasil terjadi peningkatan nilai rata-rata untuk kemampuan penyusunan Perangkat Pembelajaran 75, 42 64 sehingga mengalami peningkatan sebesar 10,22 atau sebesar 13,5 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penguatan mata kuliah pendalaman materi dan pengembangan perangkat pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penyusunan perangkat pembelajaran inovatif Kata-Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran Inovatif. Pendalaman Materi. PPG PENDAHULUAN Dalam Peraturan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81 A Tahun 2013, mengisyaratkan bahwa untuk setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi (Depdiknas 2. Strategi pembelajaran sangat diperlukan dalam menunjang terwujudnya seluruh kompetensi tentunya dimuat dalam Kurikulum. Dalam arti bahwa kurikulum memuat apa yang seharusnya diajarkan kepada peserta didik, sedangkan pembelajaran merupakan cara bagaimana apa yang diajarkan bisa dikuasai oleh peserta didik (Syamsu Yusuf. Pelaksanaan pembelajaran didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada Silabus. JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XII Nomor 1 Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun perangkat pembelajaran yang lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta Sebagai guru senantiasa dituntut untuk mengembangkan diri. Apalagi dengan adanya program sertifikasi yang mengharapkan setiap guru menjadi lebih profesional. Salah satu aktivitas yang harus dapat dilakukan guru untuk menunjukkan keprofesionalannya adalah dengan membuat perangkat pembelajaran yang menarik, inovatif dan tentunya sesuai dengan tuntutan kurikulum (Ali Mudlofir, 2. Sebagai upaya pemerintah menghasilkan guru yang profesional, maka dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), diharapkan memiliki kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian dan professional serta mampu mengembangkan kompetensi secara Hal ini dituangkan dalam mata kuliah PPG yaitu pendalaman materi, pengembangan perangkat pembelajaran dan PPL. Salah satu skema kegiatan pembelajaran Pendidikan Profesi Guru yang harus ditempuh oleh mahasiswa adalah kegiatan praktik pembelajaran inovatif. Kegiatan pembelajaran inovatif merupakan salah satu mata kuliah dengan kegiatan yang dikemas dalam bentuk praktik pengalaman Mata kuliah praktik pembelajaran inovatif atau PPL dilaksanakan dalam bentuk aktivitas praktik pembelajaran inovatif. Penyusunan perangkat pembelajaran yang benar dan efektif dirasakan sangat penting ketika seorang guru melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Perangkat pembelajaran yang digunakannya dalam kegiatan belajar mengajar haruslah berdasarkan prinsip belajar dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Karena itu guru harus mempunyai pengetahuan luas tentang prinsip belajar, sebagai landasan dari perencanaan, memiliki kreativitas yang tinggi, berani mengemas dan mengembangkan materi juga peran guru dalam menyiapkan dan merencanakan pembelajaran. Program peningkatan kualitas dan kompetensi guru telah digulirkan. Struktur kurikulum program PPG Dalam Jabatan terdiri dari 3 kelompok mata kuliah yaitu . pendalaman materi pedagogik dan bidang studi, . pengembangan perangkat pembelajaran dan new model peerteaching, dan . praktik pengalaman lapangan. Standar kompetensi profesional guru tersebut dapat dikembangkan melalui PPG, karena di kurikulum dalam pembelajaran PPG sejalan dengan pengembangan standar Dimana kurikulum PPG mengacu pada prinsip activity based curriculum yaitu lokakarya pengembangan perangkat pembelajaran yang merupakan implementasi dari konsep TPACK . echnological pedagogical content knowledg. Dimana TPACK adalah salah satu framework yang mengintegrasikan antara pengetahuan teknologi, pengetahuan pedagogi, dan pengetahuan konten dalam sebuah konteks pembelajaran. Sehingga kemampuan guru dalam merancang perangkat pembelajaran akan meningkat Dalam perjalanannya, pola pembimbingan sebagai upaya meningkatkan profesionalitas guru terus diperbaharui dengan tidak mengesampingkan nilai atau karakter dari Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) maupun lingkungan Sistem pembimbingan yang kolaboratif dan reflektif menjadi cerminan dari model pelaksanaan pengajaran untuk mendukung sistem pembelajaran aktif yang JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XII Nomor 1 Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. berorientasi pada siswa. lnovasi dan temuan model pembimbingan ini diharapkan untuk meningkatkan kualitas calon guru yang profesional dalam pelaksanaan PPG Dalam Jabatan (Zainal Aqib, 2. Penyusunan perangkat pembelajaran inilah yang memang perlu dikaji dan diteliti secara mendalam, karena faktanya, masih banyak guru yang hanya sekedar membuat perangkat pembelajaran hanya karena tuntutan administrasi saja. Bahkan tidak jarang guru hanya mengcopy paste perangkan rekan seprofesi, lalu tinggal mengganti menjadi nama sendiri. Padahal sejatinya pembuatan perangkat pembelajaran harusnya diawali dengan identifikasi masalah yang dihadapi siswa, kemudian mengeksplorasi penyebab masalah, penentuan penyebab masalah, eksplorasi alternatif solusi, penentuan solusi lalu terakhir membuat rencana aksi yang dituangkan dalam perangkat pembelajaran inovatif. Proses inilah yang biasanya tidak banyak diketahui oleh guru yang akan membuat perangkat pembelajaran yang inovatif, efektif, dan menyenangkan sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Ada beberapa penelitian yang relevan terkait pelaksanaan PPG Dalam Jabatan, diantaranya pada tahun 2019 penelitian yang dilaksanakan oleh Hanifa Zulfitri dengan judul Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai Upaya Meningkatkan Profesionalisme Guru. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru pada era pendidikan 4. 0 adalah kompetensi profesional. Seorang guru sebagai tenaga profesional dibuktikan dengan sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik dapat diperoleh melalui program pendidikan profesi atau Pendidikan Profesi Guru (PPG). Melalui PPG, guru dapat meningkatkan kemampuan dalam memilih dan menguasai bahan ajar, merencanakan, mengembangkan, dan mengaktualisasi proses belajar mengajar yang produktif. Selanjutnya pada tahun 2021 Bayu Fitri Prisuna melaksanakan penelitian yang berjudul Persepsi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan terhadap Efektifitas Pembelajaran Daring Menggunakan Learning Management System (LMS) Space. penelitian ini mendapatkan gambaran terkait efektivitas pembelajaran daring di program studi pendidikan profesi guru dalam jabatan. Efektivitas pembelajaran daring secara keseluruhan jika dirata-ratakan dari keempat nilai Indeks Kinerja Mutu (IKM) setiap aspek berada pada nilai interval indeks kinerja mutu sebesar 3,43, yaitu memiliki makna kinerja unit pelayanan berada pada kategori sangat baik atau memiliki mutu pelayanan dengan nilai A Berdasarkan latar belakang tersebut, maka telah dilaksanakan penelitian dengan judul Peningkatan Kemampuan Membuat Perangkat Pembelajaran Inovatif Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kategori I Angkatan i. Dengan Penguatan Mata Kuliah Pendalaman Materi, dan Pengembangan Perangkat Pembelajaran IKIP Saraswati Tahun 2024, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam penyusunan perangkat pembelajaran inovatif dengan penguatan mata kuliah pendalaman materi dan pengembangan perangkat pembelajaran. JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XII Nomor 1 Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Tempat dan waktu penelitian dilaksanakan di IKIP Saraswati Tahun Akademik 2023/2024. Desain Penelitian Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (PTK) atau disebut juga Classroom Action Research yang didefinisikan sebagai suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar yang berupa tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh guru atau dengan arahan guru yang dilakukan oleh siswa (Arikunto, 2. Sedangkan menurut OAoBrien sebagaimana dikutip oleh Endang Mulyatiningsih . penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan ketika sekelompok orang . diidentifikasi permasalahannya, kemudian peneliti . menetapkan suatu tindakan untuk Yang menjadi subjek pada penelitian ini adalah Mahasiswa PPG K1 Angkatan i Kelompok 3 Bidang Studi Matematika IKIP Saraswati Tahun Akademik 2023/2024. Secara sederhana, penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan yaitu: . perencanaan, . pelaksanaan tindakan, . observasi/evaluasi, dan . refleksi, yang mengacu pada Model Kemmis dan Mac Taggrat (Madeamin, 2. Sumber Data Sumber data merupakan sumber dari mana data dapat diperoleh. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Data Primer Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya atau objek Dalam penelitian ini, peneliti memperoleh data primer dari hasil nilai lembar kerja mahasiswa yang memuat perangkat pembelajaran inovatif. Data sekunder Data sekunder adalah sumber data kedua yang didapatkan secara tidak langsung untuk menjadi penunjang dalam penelitian ini. Dala hal ini sumber data sekunder penelitian ini berupa literatur pustaka yang berkaitan dan berguna terhadap fokus kajian dalam skripsi ini, bisa berupa buku, jurnal, skripsi, dan artikel yang bisa menjadi pendukung dalam penelitian ini. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini digunakan beberapa metode pengumpulan data yaitu sebagai Teknik Observasi secara virtual. Observasi virtual adalah pengamatan yang dilakukan melalui media atau teknologi online, seperti video konferensi atau platform virtual. Ini JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XII Nomor 1 Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. memungkinkan seseorang untuk mengamati atau memonitor suatu kegiatan atau situasi tanpa harus berada secara fisik di tempat tersebut. Teknik Wawancara Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara secara virtual dengan pedoman wawancara yang hanya memuat garisAegaris besar yang akan Pada pedoman ini lebih memerlukan kreativitas dari pewawancara, bahkan hasil wawancara dengan jenis pedoman ini lebih banyak tergantung dari pewawancara. Pewawancara sebagai pengemudi jawaban responden. Narasumber dari wawancara ini adalah mahasiswa yang membuat perangkat pembelajaran inovatif. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui faktor Ae faktor yang menyebabkan mahasiswa belum mampu membuat perangkat pembelajaran secara benar dan mengacu pada pembelajaran yang Dokumentasi Dokumentasi adalah mencari suatu data mengenai hal Ae hal atau variabel yang berupa catatan, perangkat pembelajaran, buku, daftar absensi mahasiswa, dan lain Metode dokumentasi ini adalah suatu teknik yang digunakan untuk mendapatkan dataAedata mengenai perangkat pembelajaran yang dibuat sebelumnya, jumlah mahasiswa kelompok 3 bidang studi matematika PPG Daljab Angkatan i IKIP Saraswati. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di IKIP Saraswati Tahun Akademik 2023/2024. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa PPG Daljab Angkatan i Bidang Studi Matematika Kelompok i sebanyak 9 orang. Sedangkan objek dari penelitian ini Perangkat Pembelajaran Inovatif, dengan mata kuliah pendalaman materi, pengembangan perangkat pembelajaran dan PPL. Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (PTK) atau disebut juga Classroom Action Research yang didefinisikan sebagai suatu pencermatan terhadap kegiatan perkuliahan yang berupa tindakan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebut diberikan oleh Dosen atau dengan arahan Dosen yang dilakukan oleh mahasiswa. Secara sederhana, penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan yaitu: . perencanaan, . pelaksanaan tindakan, . observasi/evaluasi, dan . refleksi, yang mengacu pada Model Kemmis dan Mac Taggrat (Madeamin, 2. , seperti dijabarkan dalam gambar 1 di bawah. Adapun bagan alur pelaksanaan penelitian tindakan kelas tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini : JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XII Nomor 1 Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. Gambar 1 Siklus PTK Model Kemmis dan Mac Taggrat Berikut penjelasan masing-masing langkah tindakan yang dilakukan. Siklus I Perencanaan Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan yaitu . Menyiapkan sumber belajar dan media pembelajaran yang akan dipergunakan dalam setiap kali pelaksanaan tindakan, diantaranya adalah materi-materi tentang membuat perangkat pembelajaran inovatif. Menyiapkan beberapa instrumen penelitian seperti lembar pengamatan perangkat pembelajaran . Menguji kelayakan instrumen untuk penelitian berupa perangkat pembelajaran . Merancang jadwal pelaksanaan tindakan dalam penelitian. Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan yang dilakukan yaitu pembelajaran secara virtual. Seminggu sebelum kegiatan dilakukan Dosen telah menyiapkan materi, dan video pembelajaran pada kelas virtual . oogle mee. Dosen menyampaikan kepada mahasiswa melalui mata kuliah pendalaman materi, bagaimana cara membuat perangkat pembelajaran yang inovatif sehingga mampu menarik perhatian siswa. JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XII Nomor 1 Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. Tahap pengamatan . Pada tahap pengamatan terdapat dua kegiatan yang akan diamati, yaitu kegiatan perkuliahan mahasiswa dan kegiatan pembelajaran. Pengamatan terhadap proses perkuliahan mahasiswa dapat dilakukan sendiri oleh Dosen . sambil melaksanakan perkuliahan. Sedangkan pengamatan terhadap proses perkuliahan. Dosen . dapat meminta bantuan kepada teman sejawat yang bertindak sebagai kolaborator untuk melakukan pengamatan. Kolaborator melakukan pengamatan pembelajaran berdasarkan instrumen yang telah disusun oleh peneliti. Hasil pengamatan dari kolaborator nantinya akan bermanfaat atau akan digunakan peneliti sebagai bahan refleksi untuk perbaikan proses perkuliahan berikutnya. Tahap refleksi Pada Tahap refleksi dalam penelitian ini, disajikan dalam bentuk evaluasi dan analisis terhadap proses dan hasil penelitian. Peneliti menyampaikan bagaimana implementasi dilakukan, kendala yang dihadapi, dan kesesuaian antara tujuan dengan hasil yang dicapai. Refleksi membantu Anda memperoleh wawasan lebih dalam terhadap pengalaman penelitian dan potensi perbaikan untuk penelitian Siklus II Pada siklus II, dilaksanakan dengan memperhatikan hasil evaluasi pada siklus I dengan memperbaiki kelengkapan perangkat pembelajaran yang sudah dibuat oleh mahasiswa. Tahap penelitian siklus II juga sama seperti siklus I. Untuk mengumpulkan data mengenai hasil perangkat pembelajaran digunakan instrumen yang berupa tes penyusunan perangkat pembelajaran inovatif. Tes adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada mahasiswa untuk mendapat jawaban dari mahasiswa terkait cara membuat perangkat pembelajaran yang Dalam penelitian ini, tes diberikan sebanyak dua kali, yaitu diakhir setiap siklus. Teknik Analisis Data Teknik analisis data deskriptif kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini dengan tahapan Ae tahapan sebagai berikut. Analisis kualitatif terhadap penelitian ini dilakukan dengan tahap-tahap: menyeleksi, menyederhanakan, mengklasifikasi, memfokuskan, mengorganisasi . engaitkan gejala secara sistematis dan logi. , membuat abstraksi atas kesimpulan makna hasil analisis. Model analisis kualitatif yang terkenal adalah model Miles & Hubberman . 2: . yang meliputi : reduksi data . emilah data penting, relevan, dan bermakna dari data yang tidak bergun. , sajian deskriptif . arasi, visual gambar, tabe. dengan alur sajian yang sistematis dan logis, penyimpulan dari hasil yg disajikan (Model analisis ini dapat digambarkan sebagai berikut: JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XII Nomor 1 Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. Pengumpulan Data Penyajian Data Reduksi Data Verifikasi/Penarikan Kesimpulan Gambar 2 Model Analisis Miles & Hubberman HASIL DAN PEMBAHASAN Pada siklus 1, menunjukkan aktivitas belajar mahasiswa dalam menyusun perangkat pembelajaran. Misalnya, ketika awalnya mahasiswa masih kebingungan bagaimana merumuskan tujuan pembelajaran agar sesuai dengan sintaks pembelajaran. Beberapa mahasiswa masih kurang percaya diri untuk membuat perangkat pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum. Kenyataan ini membuat Dosen harus lebih menekankan teknik ataupun metode yang digunakan seshingga mahasiswa mampu menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Dari analisis data kemampuan membuat perangkat pembelajaran siklus I diperoleh rata-rata kemampuan membuat perangkat pembelajaran sebesar 75. Dengan hasil yang diperoleh setelah pelaksanaan tindakan siklus I, peneliti menemukan kendala-kendala yang mungkin menjadi penyebab kesulitan mahasiswa dalam menyusun perangkat pembelajaran diantaranya terlihat ketika kegiatan dan tahapan pembelajaran dalam RPP/Modul Ajar tidak terlaksana dalam proses pembelajaran. Kurangnya kerjasama dan persiapan matang dari guru/mahasiswa sendiri dalam membuat RPP dan LKPD siswa, padahal ketika membuat RPP/Modul Ajar diperlukan kesiapan yang matang karena tidak bisa disusun dengan asal-asalan. Dalam kegiatan pembelajaran sulit menentukan metodenya, minimnya pengetahuan akan berbagai metode pembelajaran menyebabkan mahasiswa menjadi sulit untuk menyesuaikan metode yang tepat untuk diberikan pada Padahal setiap materi ajar yang diberikan kepada siswa akan sangat menarik dan efektif jika sesuai dengan metodenya. Dengan demikian kemampuan untuk membuat perangkat pembelajaran belum mencapai indikator keberhasilan yang baik, oleh karena itu diadakan upaya perbaikan pada siklus II dengan memotivasi mahasiswa agar lebih baik dalam membuat perangkat pembelajaran yang inovatif. Sesuai dengan refleksi pelaksanaan tindakan pada siklus I, maka dilakukan tindakan pada siklus II. Tindakan pada siklus II merupakan penyempurnaan dan perbaikan terhadap kendala-kendala yang muncul pada siklus I. Tindakan yang dimaksudkan akan dipaparkan berikut ini : Pertama, kenali kebutuhan dan minat siswa. Pelajari profil siswa, termasuk minat mereka, gaya belajar, dan tingkat pemahaman. Dengan memahami siswa, guru dapat JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XII Nomor 1 Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. menciptakan materi yang relevan dan menarik bagi mereka. Kedua, buatlah Tujuan Pembelajaran yang Jelas. Tentukan tujuan yang ingin dicapai dengan perangkat pembelajaran inovatif. Tujuan yang jelas akan membantu mahasiswa fokus dalam merancang materi yang sesuai dan efektif. Ketiga Dosen mengarahkan mahasiswa untuk membuat Desain Pembelajaran yang Inovatif dengan menggunakan berbagai media dan teknologi untuk membuat materi lebih interaktif dan menarik. Misalnya, guru menyajikan materi dapat menyertakan gambar, video, atau aplikasi interaktif untuk memperjelas Keempat. Dosen mengarahkan mahasiswa untuk membuta variasi dalam Hindari monotoni dengan menciptakan variasi dalam metode pengajaran. Gunakan pendekatan yang berbeda seperti diskusi kelompok, permainan, simulasi, dan proyek berbasis masalah. Kelima, kaitkan dengan Kehidupan Nyata. Mahasiswa diarahkan dalam perangkat pembelajaran agar tersedia sintaks yang mebantu siswa mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman dan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ini akan membuat materi lebih relevan dan meningkatkan keterlibatan siswa. Dan yang cukup penting selalu lakukan evaluasi terhadap efektivitas perangkat pembelajaran dan sesuaikan sesuai dengan umpan balik dari siswa dan hasil pembelajaran yang dicapai. Dengan penyempurnaan dan perbaikan tindakan pada siklus I, pada siklus II kemampuan membuat perangkat pembelajaran lebih meningkat dibandingkan dengan siklus I. Ditandai bahwa skor rata-rata kemampuan membuat perangkat pembelajaran inovatif adalah 85,64. Jika dibandingkan dengan skor rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus I terjadi peningkatan yaitu dari 75, 42 menjadi 85. 64 sehingga mengalami peningkatan sebesar 10,22 atau sebesar 13,5 %. Dari kondisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pada siklus ke II kemampuan mahasiswa dalam membuat perangkat pembelajaran inovatif sudah meningkat. Dari pembahasan siklus I dan II di atas menunjukkan bahwa indikator keberhasilan tercapai, sehingga kemampuan Membuat Perangkat Pembelajaran Inovatif Mahasiswa PPG Dalam Jabatan Kategori I Angkatan i, dengan Penguatan Mata Kuliah Pendalaman Materi, dan Pengembangan Perangkat Pembelajaran dapat meningkat. Ringkasan hasil penelitian pada siklus I dan II dapat dilihat pada tabel 1 berikut. Tabel 1. Hasil Penelitian Siklus I dan Siklus II Kriteria Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Rata-Rata Kemampuan Membuat Perangkat Pembelajaran Siklus I 75,42 Siklus II JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume XII Nomor 1 Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa kemampuan mahasiswa PPG dalam membuat perangkat pembelajaran inovatif masih kurang. Mahasiswa belum memahami sepenuhnya bahwa sebelum membuat perangkat pembelajaran, hendaknya perlu memperhatikan berbabagi unsur dalam merancang pembelajaran inovatif. Unsur-unsur pembelajaran yang dimaksud, adalah TPACK . echnological, pedagogical, content knowledg. sebagai kerangka dasar integrasi teknologi dalam proses pembelajaran, pembelajaran berbasis Neuroscience. HOTS (Higher Order Thinking Skill. , tuntutan Kompetensi Abad 21 atau 4C (Comunication. Collaboration. Critical Thinking. Creativit. , kemampuan literasi, dan unsur-unsur lain. Penyebab dari rendahnya kemampuan mahasiswa untuk membuat perangkat pembelajaran adalah kurangnya kemampuan numerasi dan literasi, sehingga mahasiswa bahkan tidak mampu merumuskan tujuan pembelajaran dengan baik, sehingga sintaks pembelajaran yang ingin dicapai tidak terlaksana dengan maksimal. Saran Dari hasil yang diperoleh dalam penelitian, disarankan agar sebelum menyusun perangkat pembelajaran, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam merancang perangkat pembelajaran, antara lain: kesesuaian materi dengan kurikulum (SK dan KD), pemilihan sumber belajar . endaknya teks bacaan yang dipilih sesuai dengan kondisi peserta didik di lingkungan sekita. , penentuan urutan proses pembelajaran, dan yang paling utama ciptakan proses pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan menyenangkan sehingga materi yang disajikan mudah menarik perhatian siswa. DAFTAR PUSTAKA