Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya P-ISSN: 2303-1565 Tersedia online di http://e-journal. id/index. php/equilibrium/index E-ISSN: 2502-1575 Implementasi digitalisasi pembayaran menggunakan QRIS pada UMKM patung gypsum di car free day Jombang: studi kualitatif Cantika Nanda Rosiviona Kajhora1. Siti Munawaroh2 Universitas PGRI Jombang. JI. Pattimura Ill No. Kec. Jombang. Kabupaten Jombang. Jawa Timur 61418. cantikananda24@gmail. com, sitimunawaroh. stkipjb@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta implikasinya terhadap pendapatan UMKM patung gypsum di Car Free Day (CFD) Jombang. Penelitian dilakukan pada tahun 2025 dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri dari dua pelaku UMKM, dua konsumen, dan satu informan pendukung dari sektor Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS membantu meningkatkan kelancaran transaksi dan kenyamanan pembayaran, terutama bagi konsumen yang terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai. Dari sudut pandang pelaku usaha. QRIS dipersepsikan mampu menjaga kontinuitas transaksi dan mengurangi potensi kehilangan penjualan, khususnya pada periode Car Free Day (CFD) yang ramai. Bentuk peningkatan pendapatan tercermin dalam persepsi pelaku usaha dan tren peningkatan jumlah transaksi, meskipun belum bersifat signifikan secara kuantitatif. Selain itu, pencatatan transaksi otomatis melalui QRIS mempermudah pemantauan omzet usaha. Meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi digital dan gangguan jaringan internet, penelitian ini menunjukkan bahwa QRIS berperan sebagai instrumen pendukung adaptasi UMKM informal terhadap transformasi digital. Kata kunci: QRIS. Digitalisasi pembayaran. Pendapatan. UMKM. Car Free Day. Received . 25-8-2025 Diterima 15-1-2026. Diterbitkan 10-2-2026 Implementation of digital payments using QRIS In gypsum statue MSMEs at Jombang car free day: a qualitative study Abstract This study aims to analyze the implementation of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) and its implications for the revenue of gypsum statue MSMEs during Car Free Day (CFD) in Jombang. The study was conducted in 2025 using a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation with five informants consisting of two MSMEs, two consumers, and one supporting informant from the banking sector. The results show that the use of QRIS helps improve transaction smoothness and payment convenience, especially for consumers accustomed to using non-cash payments. From the perspective of business actors. QRIS is perceived as being able to maintain transaction continuity and reduce the potential for lost sales, especially during the busy CFD period. The increase in revenue is reflected in business actors' perceptions and the increasing trend in the number of transactions, although not yet quantitatively significant. In addition, automatic transaction recording through QRIS facilitates monitoring of business turnover. Although still facing obstacles such as limited digital literacy and internet network disruptions, this study shows that QRIS plays a role as a supporting instrument for informal MSMEs' adaptation to digital transformation. Keywords: QRIS. Payment digitalization. Income. SMEs. Car Free Day. Received . 25-8-2025 Accepted 15-1-2026. Published 10-2-2026 DOI: 10. 25273/equilibrium. Copyright A 2026 Universitas PGRI Madiun Some rights reserved. | 90 Implementasi Digitalisasi Pembayaran Menggunakan QRIS pada UMKM Patung Gypsum di Car Free Day Jombang: Studi Kualitatif (Kajhor. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan pilar penting dalam perekonomian nasional yang berperan dalam penyediaan lapangan kerja serta mendukung pemerataan pendapatan masyarakat. Peran strategis UMKM semakin relevan dalam konteks ekonomi daerah, termasuk di kabupaten Jombang, di mana kegiatan Car Free Day (CFD) berkembang sebagai ruang ekonomi informal yang mempertemukan pelaku usaha dan konsumen secara langsung. Salah satu UMKM yang berkembang di Kawasan tersebut adalah usaha patung gypsum yang termasuk dalam sector industri kreatif. Produk patung gypsum memiliki nilai estetika dan keunikan desain yang diminati sebagai dekorasi maupun souvenir, namun dalam praktiknya pelaku usaha masih menghadapi berbagai tantangan dalam aktivitas transaksi terutama terkait sistem pembayaran yang masih didominasi secara tunai. Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam perilaku konsumen, termasuk dalam cara melakukan pembayaran. Seiring dengan meningkatnya penggunaan perangkat digital, metode pembayaran non-tunai dinilai lebih praktis, cepat, dan efisien dibandingkan transaksi tunai (Putri, 2. Fenomena ini juga terjadi secara global, di mana pembayaran berbasis QR code menjadi salah satu bentuk inovasi sistem pembayaran yang berkembang pesat di sector ritel dan usaha kecil (Yan. Di Indonesia. Bank Indonesia memperkenalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai standar nasional pembayaran digital yang mengintegrasikan berbagai layanan dompet digital dan aplikasi perbankan dalam satu kode QR. QRIS dirancang untuk mempermudah dan mempercepat transaksi, sekaligus meningkatkan keamanan pembayaran digital (Tarman, 2. Kondisi ini selaras dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa membawa smartphone dibandingkan uang tunai saat bertransaksi (Natsir, 2. Berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji adopsi pembayaran digital dan QR code dalam konteks UMKM. Studi internasional menunjukkan bahwa penggunaan pembayaran berbasis QR di pengaruhi oleh persepsi kemudahan, manfaat, serta keamanan yang berkontribusi terhadap niat penggunaan dan penerimaan teknologi oleh konsumen maupun pelaku usaha (Chang, 2. Sementara itu, penelitian di Indonesia umumnya berfokus pada faktor-faktor adopsi QRIS dan dampaknya terhadap kinerja UMKM menggunakan pendekatan kuantitatif. Meskipun hasil penelitian tersebut menunjukkan potensi digitalisasi pembayaran, kajian yang menggali secara mendalam pengalaman, praktik, serta konteks implementasi QRIS dengan pendekatan kualitatif masih relative terbatas, khususnya pada UMKM industri kreatif yang beroperasi di ruang ekonomi informal seperti Car Free Day (CFD). Kegiatan Car Free Day (CFD) memiliki karakteristik yang berbeda dengan lokasi usaha formal karena bersifat temporer, padat pengunjung, dan mengandalkan interaksi langsung antara penjual dan pembeli. Dalam kondisi tersebut, sistem pembayaran menjadi aspek penting yang memengaruhi kelancaran transaksi sehari-hari. Meskipun QRIS menawarkan kemudahan dan fleksibilitas pembayaran, tidak semua pelaku UMKM di Car Free Day (CFD) mengadopsinya secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 91 Vol 14 no 1 Hal 90-98 Implementasi Digitalisasi Pembayaran Menggunakan QRIS pada UMKM Patung Gypsum di Car Free Day Jombang: Studi Kualitatif (Kajhor. pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana pelaku UMKM patung gypsum mengimplementasikan QRIS dalam aktivitas transaksinya, termasuk persepsi, pengalaman, serta tantangan yang dihadapi selama proses digitalisasi pembayaran. Berdasarkan uraian tersebut, penelitianini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi digitalisasi alat pembayaran menggunakan QRIS pada UMKM patung gypsum di Car Free Day Jombang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi pelaku UMKM dalam memahami pemanfaatan sistem pembayaran digital di ruang ekonomi informal, serta memperkaya kajian akademik mengenai digitalisasi pembayaran pada sector UMKM melalui pendekatan kualitatif. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan memahami secara mendalam penerapan digitalisasi alat pembayaran menggunakan QRIS serta implikasinya terhadap pendapatan UMKM patung gypsum di Car Free Day (CFD) Jombang. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti menggali makna, proses, dan konteks sosial secara komprehensif berdasarkan pengalaman langsung para pelaku yang terlibat (Moleong, 2. Penelitian dilaksanakan di Kawasan Car Free Day (CFD) Jombang, yang secara rutin menjadi pusat aktivitas UMKM setiap hari minggu pagi. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, yaitu pihak-pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan penggunaan QRIS pada UMKM patung gypsum. Informan penelitian terdiri atas pemilik UMKM patung gypsum sebagai informan kunci serta rekan usaha, konsumen/pembeli, dan karyawan bank penyedia layanan QRIS sebagai informan pendukung. Keberagaman informan ini dimaksudkan untuk memperoleh perspektif yang utuh, baik dari sisi pelaku usaha, pengguna, maupun penyedia layanan pembayaran digital. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Observasi dilakukan pada beberapa pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang berbeda untuk mengamati proses transaksi dan interaksi antara penjual dan pembeli. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan durasi rata-rata 30-40 menit per informan, sehingga memungkinkan penggalian data yang mendalam namun tetap terarah. Dokumentasi meliputi catatan lapangan, foto aktivitas usaha, serta dokumen pendukung terkait penggunaan QRIS. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara semi-terstruktur yang disusun berdasarkan fokus penelitian, meliputi pemahaman penggunaan QRIS, kelebihan dan kendala, serta dampaknya terhadap pendapatan UMKM. Sumber data penelitian terdiri atas data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi, serta data sekunder berupa literatur ilmiah dan dokumen terkait digitalisasi pembayaran. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, meliputi triangulasi sumber, teknik, dan waktu (Sugiyono, 2. Data dari pemilik UMKM dibandingkan dengan informasi dari rekan usaha, konsumen, dan karyawan bank, serta dikonfirmasu melalui hasil observasi dan dokumentasi pada waktu yang berbeda. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 92 Vol 14 no 1 Hal 90-98 Implementasi Digitalisasi Pembayaran Menggunakan QRIS pada UMKM Patung Gypsum di Car Free Day Jombang: Studi Kualitatif (Kajhor. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi secara berulang hingga diperoleh temuan yang konsisten dan kredibel (Sugiyono, 2. Penelitian ini juga memperhatikan etika penelitian, dengan memastikan bahwa seluruh informan memberikan persetujuan sebelum wawancara dilakukan. Informasi yang diperoleh digunakan semata-mata untuk kepentingan akademik, serta dijaga kerahasiaannya sesuai prinsip penelitian ilmiah. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan sistem pembayaran digital melalui QRIS pada UMKM patung gypsum di Car Free Day (CFD) Jombang menunjukkan dinamika yang menarik dalam praktik usaha sehari-hari. Temuan lapangan memperlihatkan bahwa QRIS tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran alternatif, tetapi juga memengaruhi pola transaksi, interaksi dengan konsumen, serta pengelolaan usaha. Pembahasan berikut menguraikan temuan penelitian berdasarkan enam fokus utama yang saling berkaitan. Profil Usaha UMKM patung gypsum yang diteliti merupakan usaha berskala mikro yang beroperasi secara informal di kawasan Car Free Day (CFD) Jombang. Produk yang dijual berupa patung hias dan souvenir berbahan gypsum dengan sistem produksi Lokasi Car Free Day (CFD) dipilih karena tingginya arus pengunjung dan peluang interaksi langsung dengan konsumen. Kondisi ini sejalan dengan (Hastuti, 2. yang menyatakan bahwa UMKM yang memanfaatkan lokasi strategis memiliki peluang lebih besar dalam menjangkau pasar. Selain itu, (Radiansyah, 2. menekankan bahwa integrasi inovasi sederhana dalam aktivitas usaha informal dapat meningkatkan daya tarik dan citra usaha. Dalam konteks ini, keberadaan QRIS memperkuat strategi usaha yang sebelumnya hanya bergantung pada transaksi tunai. Pemahaman Pelaku Usaha terhadap QRIS Dalam konteks aktivitas jual beli di Car Free Day (CFD) Jombang yang menuntut transaksi yang cepat dan praktis, pemahaman pelaku UMKM terhadap sistem pembayaran digital menjadi aspek penting. Berdasarkan temuan lapangan pelaku UMKM menunjukkan pemahaman yang cukup baik mengenai QRIS sebagai sistem pembayaran non-tunai berbasis kode QR. QRIS dipahami sebagai solusi praktis untuk melayani konsumen yang tidak membawa uang tunai. AuSekarang sudah zamannya digitalisasi dan juga dari pengamatan saya sebagai penjual banyak pembeli yang terbiasa bayar dengan QRIS jadi kalau saya tidak ikut menyediakan takutnya banyak pembeli yang tidak jadi beliAy. (Informan kunci, wawancara 2. Pemahaman tersebut sejalan dengan (Fauzi, 2. yang menyatakan bahwa adopsi teknologi digital oleh UMKM sangat dipengaruhi oleh persepsi kemudahan Selain itu (Putri, 2. menegaskan bahwa kesadaran pelaku usaha terhadap perubahan perilaku konsumen menjadi factor kunci dalam keberhasilan digitalisasi pembayaran. Sehingga dapat dipahami bahwa pemahaman pelaku UMKM terhadap QRIS tidak muncul secara instan, melainkan terbentuk melalui pengalaman penggunaan dan tuntutan situasi di lapangan. Konteks Car Free Day (CFD) yang dinamis mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan diri dengan Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 93 Vol 14 no 1 Hal 90-98 Implementasi Digitalisasi Pembayaran Menggunakan QRIS pada UMKM Patung Gypsum di Car Free Day Jombang: Studi Kualitatif (Kajhor. preferensi konsumen agar transaksi tetap berjalan dengan lancar. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerimaan QRIS pada UMKM patung gypsum tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknologi, tetapi juga oleh kebutuhan praktis dalam aktivitas usaha sehari-hari yang selanjutnya berdampak pada pola transaksi dan pengelolaan . Kelebihan Penggunaan QRIS dalam Proses Transaksi Dalam situasi transaksi yang berlangsung cepat dan melibatkan banyak pengunjung seperti Car Free Day (CFD) Jombang, efisiensi sistem pembayaran menjadi faktor penting bagi kelancaran aktivitas jual beli. Berdasarkan hasil pengamatan dan keterangan informan, penggunaan QRIS memberikan keunggulan utama berupa kecepatan dan fleksibilitas transaksi. Konsumen dapat melakukan pembayaran tanpa harus menyiapkan uang tunai atau menunggu kembalian sehingga proses transaksi berlangsung lebih efisien terutama pada jam kunjungan Car Free Day (CFD) yang padat. Hal ini tercermin dari pernyataan salah satu konsumen yang menyebutkan AuKalau pakai QRIS lebih praktis, apalagi kalau CFD lagi ramai, jadi nggak perlu ribet soal uang tunaiAy. (Informan pendukung/konsumen, wawancara 2. Temuan ini sejalan dengan (Natsir, 2. dan (Yan, 2. yang menyatakan bahwa sistem pembayaran berbasis QR code mampu meningkatkan efisiensi serta transaksi ritel melalui proses pembayaran yang lebih cepat dan praktis. Selain itu pencatatan transaksi secara otomatis melalui QRIS membantu pelaku usaha memantau omzet secara lebih tertib dan terstruktur, sebagaimana yang ditegaskan oleh (Sihaloho, 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa keunggulan QRIS tidak hanya terletak pada kemudahan teknis dalam proses pembayaran, tetapi juga menyimpan potensi sebagai instrument manajemen usaha. Oleh karena iru penguatan kapasitas pelaku UMKM dalam memahami dan mengolah data transaksi menjadi penting agar manfaat QRIS dapat dirasakan tidak hanya pada aspek operasional, tetapi juga pada pengembangan usaha secara berkelanjutan. Respon Konsumen dan Kendala Implementasi QRIS Dalam konteks aktivitas transaksi yang berlangsung di ruang public seperti Car Free Day (CFD) Jombang, penerimaan konsumen terhadap sistem pembayaran digital menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan penggunaan QRIS. Berdasarkan temuan lapangan, respon konsumen terhadap penggunaan QRIS cenderung positif, khususnya dari kelompok usia produktif yang telah terbiasa menggunakan dompet digital dalam aktivitas sehari-hari. AuRespons pelanggan terhadap penggunaan QRIS sejauh ini cukup baik, terutama dari kalangan anak muda atau yang sudah terbiasa dengan pembayaran digital. Mereka merasa lebih praktis karena nggak perlu bawa uang tunaiAy. (Informan kunci, wawancara 2. Meskipun demikian penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah keterbatasan dalam implementasi QRIS di lapangan. Sebagian konsumen masih memiliki tingkat literasi digital yang rendah, sehingga belum sepenuhnya nyaman untuk menggunakan pembayaran non-tunai. AuMenurut saya, penggunaan QRIS di lingkungan Car Free Day Jombang masih belum sepenuhnya optimal. Jadi, meskipun potensinya besar, pemanfaatannya masih belum maksimal dan perlu waktu serta edukasi lebih lanjutAy. (Informan kunci, wawancara 2. Selain itu gangguan internet di area Car Free Day (CFD) Jombang turut memengaruhi kelancaran transaksi digital. Temuan ini sejalan dengan (Tarman. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 94 Vol 14 no 1 Hal 90-98 Implementasi Digitalisasi Pembayaran Menggunakan QRIS pada UMKM Patung Gypsum di Car Free Day Jombang: Studi Kualitatif (Kajhor. dan (Munawaroh, 2. yang menegaskan bahwa adopsi pembayaran digital pada UMKM informal memerlukan edukasi dan pendampingan berkelanjutan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara inklusif. Hal ini juga diperkuat oleh (Chang, 2. yang menyatakan bahwa kesiapan infrastruktur dan pengguna merupakan faktor kunci dalam menentukan keberhasilan sistem pembayaran digital di sektor Secara keseluruhan respon positif konsumen terhadap QRIS menunjukkan adanya potensi penerimaan yang cukup besar, namun keberlanjutan implementasinya masih bergantung pada upaya peningkatan literasi digital serta dukungan infrastruktur yang Oleh karena itu pemanfaatn QRIS di lingkungan UMKM informal seperti Car Free Day (CFD) Jombang perlu dipandang sebagai proses adaptasi bertahap bukan sekedar penerapan teknologi semata. Dampak QRIS terhadap Pendapatan dan Pengelolaan Usaha Dalam dinamika aktivitas jual beli di Car Free Day (CFD) Jombang, kelancaran transaksi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan penjualan. Berdasarkan temuan lapangan penggunaan QRIS dirasakan sangat membantu pelaku UMKM dalam menjaga alur transaksi dan mengurangi potensi kehilangan penjualan. Kehadiran QRIS memungkinkan transaksi tetap terjadi Ketika konsumen tidak membawa uang tunai sehingga peluang penjualan dapat dipertahankan. AuSejak ada QRIS, saya merasa pendapatan jadi meningkat karena ada tambahan transaksi dari pelanggan yang sebelumnya mungkin nggak jadi beli karena nggak bawa uang tunai. QRIS membantu usaha saya menjangkau lebih banyak pembeliAy. (Informan kunci, wawancara 2. Dari sisi pendapatan, pelaku UMKM menyampaikan bahwa penggunaan QRIS memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan omzet, meskipun tidak selalu dalam jumlah yang besar dan langsung. Berdasarkan keterangan dari informan kunci, terdapat perbedaan omzet sebelum dan sesudah penggunaan QRIS. AuKalau dibandingkan sebelum pakai QRIS, sekarang penjualan bisa naik sekitar 10-20%, apalagi waktu CFD ramai. Soalnya pembeli jadi nggak ribet tentang masalah pembayaran. Ay (Informan kunci, wawancara 2. Temuan ini sejalan dengan (Putri, 2. dan (Permatasari, 2. yang menyatakan bahwa digitalisasi alat pembayaran dapat memperluas peluang transaksi UMKM dengan mengurangi hambatan dalam proses pembayaran. Dalam konteks penelitian ini QRIS berperan sebagai sarana pendukung yang memungkinkan transaksi tetap berlangsung pada situasi tertentu, sehingga membantu menjaga stabilitas pendapatan Namun demikian, peningkatan pendapatan yang dirasakan pelaku UMKM masih bersifat situasional dan sangat dipengaruhi oleh tingkat keramaian pengunjung. Selain itu, meskipun QRIS menyediakan data transaksi secara digital, pelaku usaha belum sepenuhnya memanfaatkan informasi tersebut sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan usaha jangka panjang. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran QRIS masih dominan sebagai pendukung operasional transaksi, sementara potensinya sebagai alat manajemen usaha yang strategis belum dimanfaatkan secara Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 95 Vol 14 no 1 Hal 90-98 Implementasi Digitalisasi Pembayaran Menggunakan QRIS pada UMKM Patung Gypsum di Car Free Day Jombang: Studi Kualitatif (Kajhor. Harapan dan Saran terhadap Penggunaan QRIS Sebagai bagian dari refleksi atas implementasi QRIS dalam aktivitas usaha seharihari, pelaku UMKM patung gypsum di Car Free Day (CFD) Jombang menyampaikan sejumlah harapan terkait keberlanjutan penggunaan sistem pembayaran digital Harapan utama yang disampaikan mencakup peningkatan kualitas jaringan internet di lokasi Car Free Day (CFD) serta perlunya edukasi penggunaan QRIS bagi konsumen, khususnya bagi mereka yang belum terbiasa dengan trnasaksi non-tunai. Selain itu aspek keamanan transaksi juga menjadi perhatian bagi pelaku usaha maupun konsumen dalam menggunakan QRIS secara berkelanjutan. AuHarapan saya ke depannya, sistem QRIS bisa makin cepat, aman, dan stabil, terutama di tempat ramai seperti Car Free Day. Semoga jaringannya makin luas, biaya transaksinya tetap ringan, dan lebih banyak orang yang paham cara menggunakannyaAy. (Informan kunci, wawancara 2. (Sebayang, 2. menegaskan bahwa persepsi keamanan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat dan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan sistem pembayaran digital, termasuk QRIS. Dari sisi evaluasi kritis, meskipun QRIS terbukti meningkatkan efisiensi dan kenyamanan transaksi, sistem ini belum sepenuhnya mampu menggantikan peran pembayaran tunai dalam konteks UMKM informal. Keterbatasan infrastruktur, variasi tingkat literasi digital konsumen, serta kondisi lingkungan usaha menjadi faktor yang memengaruhi optimalisasi penggunaan QRIS. Dari perspektif perbankan, evaluasi kritis terhadap implementasi QRIS menekankan pentingnya penguatan tata kelola dan proses verifikasi. AuUntuk pendaftaran QRIS ke depan harus lebih disaring lagi. Sekarang sangat mudah bikinnya. Ay (Informan pendukung/karyawan bank, wawancara 2. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun QRIS memberikan kemudahan transaksi bagi UMKM dan konsumen, sistem ini masih memiliki celah yang berpotensi menimbulkan risiko, terutama terkait penyalahgunaan dan lemahnya verifikasi pelaku usaha. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pengembangan QRIS tidak dapat hanya berfokus pada aspek kemudahan penggunaan, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan regulasi, peningkatan persyaratan administrasi, serta pengawasan yang lebih ketat. Secara kritis, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa QRIS belum sepenuhnya menggantikan peran pembayaran tunai dalam konteks UMKM informal, melainkan berfungsi sebagai instrumen pelengkap yang memperluas pilihan transaksi. Keberlanjutan penggunaan QRIS sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, literasi digital pengguna, serta dukungan kebijakan yang memadai. Temuan ini selaras dengan (Wauk, 2. yang menegaskan bahwa adopsi pembayaran digital di sektor informal membutuhkan kombinasi antara inovasi teknologi, kesiapan pengguna, dan dukungan lingkungan institusional. Dengan demikian, optimalisasi QRIS ke depan memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh UMKM patung gypsum di Car Free Day (CFD) Jombang. Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya | 96 Vol 14 no 1 Hal 90-98 Implementasi Digitalisasi Pembayaran Menggunakan QRIS pada UMKM Patung Gypsum di Car Free Day Jombang: Studi Kualitatif (Kajhor. SIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan QRIS pada UMKM patung gypsum di Car Free Day (CFD) Jombang berperan sebagai instrument pendukung kelancaran transaksi dan adaptasi pelaku usaha terhadap perubahan perilaku konsumen di era pembayaran digital. QRIS tidak hanya mempermudah proses pembayaran non-tunai dan mengurangi potensi transaksi yang batal, tetapi juga membantu pelaku UMKM menjaga kontinuitas penjualan, terutama pada kondisi pasar yang padat dan dinamis seperti Car Free Day (CFD). Temuan ini menegaskan bahwa dampak QRIS terhadap pendapatan UMKM bersifat kontekstual dan situasional, yaitu lebih berfungsi sebagai penopang transaksi dibandingkan sebagai faktor tunggal peningkatan omzet secara langsung. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian digitalisasi UMKM dengan memperkaya pemahaman mengenai implementasi pembayaran digital pada sektor UMKM informal berbasis aktivitas temporer. Hasil penelitian menegaskan bahwa keberhasilan adopsi QRIS tidak hanya ditentukan oleh kemudahan teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh kesiapan pelaku usaha, literasi digital konsumen, serta dukungan infrastruktur lokal. Dengan demikian, penelitian ini memperkuat perspektif bahwa digitalisasi pembayaran pada UMKM perlu dipahami sebagai proses adaptif yang bertahap, bukan sekadar adopsi teknologi semata. Dari sisi praktis dan kebijakan, temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengembangan pembayaran digital pada UMKM perlu disertai dengan program edukasi yang berkelanjutan serta perbaikan kualitas infrastruktur jaringan, khususnya pada ruang publik seperti Car Free Day (CFD). QRIS berpotensi memberikan manfaat yang lebih optimal apabila tidak hanya dimanfaatkan sebagai alat transaksi, tetapi juga didukung dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan data transaksi digital untuk pengelolaan usaha. Oleh karena itu, sinergi antara pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan penyedia layanan pembayaran digital menjadi kunci dalam mendorong pemanfaatan QRIS yang lebih berkelanjutan dan inklusif. DAFTAR PUSTAKA