E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Pengaruh Penjualan Dan Kebijakan Dividen Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur Di BEI 2017 - 2021 Yusdianto Akuntansi. Universitas Persada Indonesia YAI. Jakarta E-mail: yusdianto@upi-yai. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai harga saham dengan cara menganalisis penjualan dan kebijakan dividen. Penelitian ini mendasarkan pada analisa penjualan dan besarnya dividen dalam laporan keuangan. Analisa laporan keuangan diukur menggunakan indikator penjualan dan dividen. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, jumlah sampel penelitian ini adalah 10 perusahaan. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji statistik deskriptif, pengujian data panel, uji normalitas data dan uji Hasil uji t terhadap variabel penjualan diperoleh kecil dari t_. abel ) -0. 988187 > 1. dan nilai probabilitas lebih besar dari 0. 3289 > 0. sehingga Ho diterima dan H Maka dapat disimpulkan secara parsial variabel penjualan tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Begitu pula hasil uji-t terhadap variabel Dividen diperoleh nilai t_statistik sebesar 661642 dengan probabilitas sebesar 0. 0007, karena nilai t_statistik lebih kecil dari t-. abel ) . 661642 > 1. dan nilai probabilitas lebih kecil dari 0. 0007 < 0. sehingga Ho ditolak dan H diterima. Maka dapat disimpulkan secara parsial variabel probabilitas berpengaruh terhadap Harga Saham. Kemudian uji F didapatkan F-statistik 119. 8384 > F-tabel 3. 20 dengan nilai probabilitas 0. 0000 < 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama variabel penjualan dan kebijakan dividen berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel Harga Saham. Kata kunci : Penjualan. Dividen. Harga Saham ABSTRACT This study aims to determine the value of stock prices by analyzing sales and dividend policies. This study is based on sales analysis and the amount of dividends in financial statements. Financial statement analysis is measured using sales and dividend indicators. The selection of samples in this study used the purposive sampling method, the number of samples in this study was 10 The analysis carried out in this study was descriptive statistical tests, panel data testing, data normality tests and hypothesis tests. The results of the t-test on the sales variable were obtained small from t_. 988187> -1. and the probability value was greater than 05 . 3289> 0. so that Ho was accepted and H was rejected. So it can be concluded that the sales variable has no effect on Stock Prices partially. Likewise, the results of the t-test on the Dividend variable obtained a t_statistic value of 3. 661642 with a probability of 0. 0007, because the t_statistic value is smaller than t-. 661642> 1. and the probability value is smaller than 0. 0007 <0. so that Ho is rejected and H is accepted. So it can be concluded that partially the probability variable has an effect on Stock Price. Then the F test obtained an Fstatistic of 119. 8384> F-table 3. 20 with a probability value of 0. 0000 <0. 05 so that it can be concluded that together the sales and dividend policy variables have an effect together on the Stock Price variable. Keywords: Sales. Dividends. Stock Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. PENDAHULUAN Penerapan perusahaan dimulai dengan adanya keputusan perusahaan yang memuat langkah-langkah kegiatan bisnis perusahaan yang salah satunya adalah dengan adanya peningkatan terhadap pengembangan sumber daya yang dimiliki perusahaan, dalam peningkatan sumber daya tersebut tidak terlepas dari pengelolaan manajemen yang baik dan tepat terhadap jumlah pendapatan perusahaan maupun aset yang dimiliki perusahaan itu Dalam memperhatikan pengalaman-pengalaman dari organisasi sebelumnya sebagaimana yang dikemukakan oleh G. R Terry . Manajemen adalah sebuah proses yang khas, tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya. Salah satu keputusan atau tindakan yang khas dari manajemen adalah bagaimana perusahaan dapat meningkatkan keuntungan yang maksimal dengan sumbersumber daya yang dimiliki. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mulyadi . bahwa Penjualan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh penjual dalam menjual barang atau jasa dengan harapan akan memperoleh laba dari adanya transaksitransaksi tersebut. Sejalan dengan laba yang terakumulasi dalam akumulasi yang disebut dengan laba akuntansi, dan laba akuntansi ini disebutkan oleh Charles Thomas Horngren . bahwa laba akuntansi merupakan sebuah penghasilan lebih besar dari total jumlah pendapatan dengan perbandingan total beban atau disebut juga Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 dengan keuntungan bersih. Sehingga Penjualan yang akan meningkatkan pendapatan tentunya akan mendorong Tingginya tingkat akumulasi laba berlanjut terhadap keinginan manajemen untuk mengalokasikan dividen bagi pemegang saham yang pada akhirnya sumber dividen tersebut yang berasal dari laba harus senantiasa selalu dipelihara oleh manajemen agar pemegang saham tertarik untuk menginvestasikan dananya untuk waktu yang lama dan mempertahankan investasinya diwaktu yang akan datang. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Sari, et al . yakni pengetahuan mengenai berinvestasi merupakan sebuah informasi yang membahas tentang apa saja yang perlu dilakukan untuk memperoleh keuntungan besar diwaktu yang akan datang. Oleh sebab itu, sesuai uraian diatas maka penulis mengambil judul penelitian yaitu: AuPengaruh Penjualan dan Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Manufaktur BEI 2017 - 2021Ay 2 Rumusan Masalah Sesuai seperti perumusan masalah yang dinyatakan maka dari itu perumusan masalah yang ada dalam penelitian ini Apakah terdapat pengaruh penjualan terhadap terhadap harga saham? Apakah terdapat pengaruh kebijakan dividen terhadap terhadap Harga Saham? Apakah terdapat pengaruh penjualan dan kebijakan dividen secara bersamasama terhadap harga saham ? 3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dalam penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh penjualan terhadap harga saham. E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 Untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham. Untuk mengetahui pengaruh penjualan dan kebijakan dividen secara bersamasama terhadap harga saham. LANDASAN TEORI Teori Signal (Signaling Theor. Signal theory mengemukakan bahwa ada dorongan dari perusahaan untuk penyampaikan informasi baik itu informasi keuangan, sosial maupun lingkungan kepada pihak-pihak diluar perusahaan khususnya Terdapatnya dorongan perusahaan dalam menyajikan informasi karena adanya informasi asimetri dimana pihak internal perusahaan dalam hal ini adalah manajemen perusahaan memiliki lebih banyak informasi yang dapat disampaikan kepada para stakeholder termasuk investor mengenai keadaan dan prospek-prospek usaha perusahaan dimasa depan. Dorongan perusahaan untuk memberikan informasi adalah karena terdapat informasi asimetri antara perusahaan dengan pihak luar dimana perusahaan mengetahui lebih banyak mengenai perusahaan dan prospek yang akan datang daripada pihak luar Subramanyam. , & Wild. John, . Teori signaling berhubungan dengan penjualan, yang mana meningkatnya laba perusahaan akan meningkatkan nilai dividen yang menaruh frekuensi yang baik atau good news pada para investor. Hal tadi menerangkan bahwa dengan meningkatnya penjualannya secara tidak langsung akan meningkatkan dividen dan kecenderungan akan meningkatkan harga saham. Sebagaimana yang dikemukankan oleh Hartono . dalam Meythi et al. yakni bahwa keuntungan yang diperoleh investor dari penanaman modal saham dapat berasal dari laba perusahaan yang dibagikan atau dividen, dan kenaikan harga saham dalam bentuk capital gain. Kemudian menurut Jogiyanto . bahwa Harga pasar saham dari suatu perusahaan publik dapat meningkat atau menurun disebabkan DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. oleh berbagai faktor atau informasi, yaitu informasi yang bersifat fundamental, informasi yang bersifat teknis, dan informasi yang berkaitan dengan lingkungan. 2 Penjualan Penjualan adalah kegiatan menjual barang atau jasa dengan tujuan mendapatkan Penjualan juga dapat diartikan sebagai pemindahan hak kepemilikan dari penjual ke pembeli. Mulyadi . Perusahaan yang penjualannya relatif stabil akan secara langsung mendapatkan laba sesuai yang direncanakan oleh Manajemen. Menurut Dietiana . mengatakan bahwa pertumbuhan penjualan mencerminkan melihat keberhasilan masa lalu dan dapat dijadikan sebagai prediksi pertumbuhan yang akan datang. Pihak sumber pendanaan yang tepat bagi pembelanjaan aset tersebut. Tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi dapat menggambarkan bahwa pendapatan suatu Pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan adalah tingkat dimana penjualan perusahaan dapat tumbuh tergantung pada bagaimana dukungan aset terhadap peningkatan penjualan. Dengan demikian perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi akan membutuhkan lebih banyak investasi pada berbagai elemen aset, baik aset tetap maupun aset lancar. Pertumbuhan dengan rumus: 3 Kebijakan Dividen Menurut Suharli . mendefinisikan dividen sebagai pembagian laba kepada pemegang saham sebanding dengan jumlah saham yang dipegang. Kebijakan dividen menyediakan informasi mengenai performa perusahaan. Informasi mengenai dividen akan mempengaruhi perusahaan di pasar modal, yang kemudian Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. akan berpengaruh terhadap harga saham. Apabila manajer keuangan berhasil membuat kebijakan dividen dengan tepat, terutama memberikan dividen kepada para pemegang saham secara teratur dan meningkat, maka investor akan merespon positif sinyal tersebut dan harga saham akan meningkat (Yudiana, 2013: . Kebijkan dividen dalam penelitian ini menggunakan dua indikator yaitu Dividen payout ratio (DPR). Dividen payout ratio (DPR) pengestimasian dividen untuk periode yang akan datang. Hanafi, . 3: . Pada penelitian ini peneliti menggunakan rasio Dividen Payout Ratio (DPR) yang Presentasi dari laba yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebagai cash dividend dan dapat dirumuskan dengan 4 Harga Saham Harga saham adalah harga yang ditetapkan oleh suatu perusahaan terhadap entitas lain yang ingin memiliki hak kepemilikan saham atas perusahaan tersebut. Wardhani et al. Sedangkan menurut Siregar . Harga saham adalah indikator pengelolaan perusahaan yang digunakan oleh investor untuk melakukan penawaran dan perintaan saham. Semakin tinggi harga saham perusahaan maka semakin baik juga perusahaan tersebut dalam memberikan Menurut Anoraga & Pakarti . dan Kasmir . , harga saham diukur menggunakan harga penutupan . losing Harga saham merupakan nilai suatu saham yang mencerminkan kekayaan perusahaan yang mengeluarkan saham Harga saham juga di sebut sebagai keuntungan yang diperoleh investor dari penanaman modal saham. Harga saham adalah faktor yang membuat para investor Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 menginvestasikan dananya di pasar modal dikarenakan dapat mencerminkan tingkat pengembalian modal (Hartono dalam Putri Dwi Rahayu 2. Dalam penelitian ini pengukuran harga saham dengan melihat harga penutupan . losing pric. Closing price dapat dirumuskan sebagai berikut : Harga saham = Rata-rata closing price 5 Hubungan Antar Variabel 1 Hubungan Penjualan terhadap Harga Saham Penjualan merupakan kenaikan jumlah penjualan dari tahun ke tahun atau dari waktu ke waktu. Laju pertumbuhan mempengaruhi keuntungan dalam menandai kesempatan-kesempatan pada masa yang akan datang. Pertumbuhan penjualan tinggi akan mencerminkan pendapatan yang meningkat sehingga pembayaran dividen cenderung meningkat. Selain itu suatu perusahaan dengan tingkat penjualan yang tinggi, akan membutuhkan banyak investasi pada asset tetap maupun asset lancar. Penjualan semakin tinggi berarti perusahaan mampu memperoleh laba. Perusahaan yang mampu memperoleh laba merupakan perusahaan yang diminati investor sehingga harga saham diharapkan juga akan semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu (Putri. Rahmawati dan Fatchan Ahyani, pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap harga saham. Hubungan Kebijakan terhadap Harga Saham Dividen Dividend payout ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya persentasi laba bersih yang dibagikan dalam bentuk dividen tunai kepada pemegang saham. Dengan E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. membagikan dividen kepada pemegang saham, kesejahteraan para pemegang saham meningkat sehingga akan menarik para investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Semakin besar dividen yang dibagikan maka semakin besar tingkat dividend payout ratio, sebaliknya jika laba ditahan semakin besar maka dividend payout ratio akan semakin rendah. Melalui besaran dividend payout ratio dapat dilihat prospek perusahaan dimasa yang akan datang yang akan mempengaruhi naik-turunnya harga saham perusahaan Hal ini sejalan dengan hasil penelitian terdahulu (Irma Kurnia Fitri. Imas Purnamasari, 2. yang menyatakan bahwa kebijakan deviden menggunakan dividend payout ratio berpengaruh positif terhadap harga saham. Hubungan Penjualan Kebijakan Dividen secara bersamasama terhadap Harga Saham Hasil penelitian Putri. Rahmawati dan Fatchan Ahyani . yang menyatakan bahwa penjualan berpengaruh positif terhadap harga saham sedangkan hasil penelitian terdahulu Irma Kurnia Fitri dan Imas Purnamasari . yang menyatakan bahwa kebijakan deviden menggunakan dividend payout ratio berpengaruh positif terhadap harga saham. Kemudian Menurut Sani Haryati et. menyatakan bahwa Profitabilitas. Kebijakan Dividen dan Pertumbuhan Penjualan berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham secara bersama-sama atau 5 Kerangka Pemikiran Harga Saham (Y) Penjualan (X. Kebijakan Dividen (X. Gambar 1. Kerangka Pemikiran Sumber : Peneliti METODOLOGI 1 Jenis Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian explanatory research yaitu penelitian untuk melihat bagaimana pengaruh dan hubungan suatu variabel pada variabel lainnya dan menguji hipotesis yang 1 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dokumentasi dengan melihat laporan keuangan perusahaan sampel. Dengan metode ini dapat dikumpulkan data laporan keuangan perusahaan dari tahun 2017 sampai 2021 dan melakukan perhitungan Penjualan dan Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham. Selain itu dengan mengolah laporan keuangan perusahaan untuk memperoleh data yang diinginkan. Data diperoleh melalui Indonesian Capital Market Directory Book (ICMD dan id dengan cara mempelajari permasalahan penelitian. 2 Populasi dan Sampel Populasi yang akan menjadi objek penelitian ini adalah perusahaan sektor konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 Ae 2021 yang berjumlah 66 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling, sehingga terdapat 10 perusahaan dengan kriteria yang ditentukan. 2 Operasional Variabel Definisi operasional variabel adalah pengertian variabel . ang diungkap dalam definisi konse. tersebut, secara operasional, secara praktik, secara nyata dalam lingkup obyek penelitian/obyek yang diteliti. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel Dalam penelitian ini terdapat dua variabel independen (X) yaitu Penjualan (X. Kebijakan Dividen (X. serta satu variabel dependen (Y) yaitu Harga Saham. Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. HASIL DAN PEMBAHASAN Populasi dalam penelitian ini berjumlah 66 perusahaan manufaktur sektor konsumsi yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia tahun 2017 sampai 2021. Berdasarkan syarat kriteria yang dapat digunakan dalam pemilihan sampel diperoleh sebanyak 10 perusahaan yang sangat layak dijadikan sampel. 2 Analisis Regresi Linear Berdasarkan hasil regresi menggunakan tiga model pendekatan Common Effect Model (CEM). Fixed Effect Model (FEM) dan Random Effect Model (REM) dapat disimpulkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) adalah model yang paling tepat Tabel 2. Analisa Regresi Linear 1 Analisis Deskriptif Statistik Tabel 1. Analisa Deskriptif Statistik Sumber : Hasil olahan eviews Sumber : Hasil olahan eviews Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, hasil dari output data statistic deskriptif pada tabel 1 adalah : Nilai rata-rata Harga Saham dalam penelitian ini diperoleh sebesar 4055. dengan nilai standar deviasi sebesar . Nilai rata-rata Penjualan yang tergabung di dalam penelitian ini sebesar 0. dengan nilai standar deviasi sebesar . Nilai rata-rata Kebijakan Dividen yang tergabung dalam Perusahaan penelitian ini sebesar 0. 390885 dengan nilai standar deviasi sebesar 0. 3 Uji Asumsi Klasik Setelah menentukan model yang tepat untuk digunakan dalam analisis data panel dengan analisis regresi, yaitu Fixed Effect Model (FEM) maka perlu dilakukan uji asumsi klasik sebagai berikut: 1 Uji Normalitas Regresi Gambar 2. Histogram Uji Normalitas Sumber : Hasil olahan eviews Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 Nilai probabilitasnya sebesar 0. dimana nilai probabilitasnya lebih besar 0,05 151350 > 0,05, maka data sudah memiliki distribusi normal. Sedangkan dilihat dari uji statistik JarqueBera diperoleh nilai Jarque-Bera sebesar berdasarkan tabel Chi-Square dengan df = k-1 . -1=. dapat dilihat sebesar 81473 dengan derajat kebebasan sebesar 0,05 sehingga nilai Jarque-Bera lebih kecil dari tabel Chi-Square yaitu 1. 81473 maka data penelitian terdistribusi DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. dan Kebijakan Dividen 0. 975939 maka nilai R adalah Oo0. 975939 = 0. menunjukan bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat antara variabel independen dengan variabel dependen. 2 Uji Regresi Linear Berganda Dari Random Effect Model diperoleh uji persaman regresi linier berganda sebagai Tabel 4. Uji Regresi Linear Berganda 2 Uji Multikolinearitas Berdasarkan ditunjukkan tabel dapat diketahui bahwa nilai koefisien antar variabel lebih kecil dari 0,80. Maka dapat disimpulkan bahwa data tidak memiliki masalah multikolinearitas. 3 Uji Heterokedastisitas Hasil uji heterokedastisitas penjualan dan kebijakan Dividen lebih dari 0. Penjualan sebesar 0. 3019, dan Kebijakan Dividen sebesar 0. Maka dapat Heterokedastisitas. Tabel 3. Uji Heterokedastisitas Sumber : Hasil olahan eviews 4 Uji Hipotesis 1 Uji Analisis Koefisien Korelasi Dari model Fixed Effect didapat koefisien determinasi R2 (R-squar. Penjualan Sumber : Hasil olahan e-views Y= 3651. 271 (C) Ae 310. 2049 (X. 341 (X2 Berdasarkan persamaan regresi tersebut dapat dianalisis pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu : Nilai konstanta . sebesar = 3651. artinya jika nilai variabel independen Penjualan dan Kebijakan Dividen adalah . , maka besar Harga Saham. Nilai koefisien Penjualan sebesar 310. 2049, artinya setiap kenaikan 1 nilai Penjualan maka Harga Saham akan mengalami penurunan 2049 satuan. Dalam hal ini koefisien regresi variabel lain dianggap tetap. Nilai koefisien Kebijakan Dividen sebesar 341, artinya setiap kenaikan 1 nilai kebijakan dividen Harga Saham akan mengalami kenaikan sebesar 3701. Dalam hal ini koefisien regresi variabel lain dianggap tetap. 3 Uji Parsial (Uji-T) Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Uji t yaitu pengujian yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara parsial menpengaruhi variabel Berdasarkan hasil output dengan df = n-k => 50 Ae 3 => 47 dan derajat kebebasan sebesar 0. 05 diperoleh nilai ttabel sebesar 1. Hasil uji t terhadap variabel penjualan diperoleh nilai t_statistik sebesar 0. 988187 dengan probabilitas sebesar 3289, karena nilai t_statistik lebih kecil dari t_. abel ) -0. 988187 > -1. dan nilai probabilitas lebih besar dari 0. 3289 > 0. sehingga Ho diterima dan H ditolak. Maka dapat disimpulkan berpengaruh terhadap Harga Saham Hasil uji-t terhadap variabel kebijakan dividen diperoleh nilai t_statistik sebesar 661642 dengan probabilitas sebesar 0007, karena nilai t_statistik lebih kecil dari t-. abel ) . dan nilai probabilitas lebih kecil 05 . 0007 < 0. sehingga Ho ditolak dan H diterima. Maka dapat disimpulkan variabel kebijakan dividen berpengaruh terhadap Harga Saham. E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 dividen memiliki kontribusi sebesar 97% Harga Saham, sedangkan sisanya 13% . % - 97%) merupakan kontribusi variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian 5 Pembahasan Hasil Penelitian 1Pengaruh Penjualan terhadap Harga Saham Hasil Uji Regresi menggunakan Fixed Effect Model (FEM) menunjukkan terdapat pengaruh secara signifikan Penjualan terhadap Harga Saham pada tingkat = 0. 05, terlihat dari hasil uji-t yang dilakukan diperoleh t_statistik sebesar 988187 > t_. abel ) -1. 67793 dengan probabilitas sebesar 0. 3289 > 0. 05, dari hasil penelitian persamaan regresi diatas terlihat bahwa koefisien regresi untuk variabel penjualan sebesar -310. 2049, dapat disimpulkan bahwa Penjualan tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. 2 Pengaruh Kebijakan terhadap Harga Saham. Dividen 4 Uji Simultan (Uji-F) Berdasarkan hasil output Fixed Effect Model (FEM) diatas, pada tabel F-statistik yang terlampir pada lampiran df1 = 2, df2 = n. = 50-. => 47 dengan derajat kebebasan sebesar = 0. %), diperoleh nilai F-tabel sebesar 3. Jadi F-statistik 8384 > F-tabel 3. 20 dengan nilai 0000 < 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama variabel penjualan dan kebijakan dividen berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel Harga Saham. pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Periode 2017 - 2021. Hasil uji regresi secara parsial menggunakan Fixed Effect Model (FEM) menunjukkan terdapat pengaruh Kebijakan terhadap Harga Saham pada tingkat signifikan = 0. terlihat dari hasil uji-t yang dilakukan diperoleh t_statistik sebesar 3. 67793 dengan probabilitas 0007 < 0. 05, dari hasil penelitian persamaan regresi diatas terlihat bahwa profitabilitas sebesar 1132. 341, dapat disimpulkan bahwa Kebijakan Dividen berpengaruh terhadap Harga Saham. 5 Koefisen Determinasi 3 Pengaruh Penjualan dan Kebijakan Dividen Secara Bersama-sama terhadap Harga Saham Berdasarkan tabel yang diperoleh nilai Adjusted R-Squared sebesar 0. 975939, hal ini berarti variabel Penjualan dan kebijakan Berdasarkan hasi uji-F Output Fixed Effect Model (FEM) yang telah dilakukan di atas, dapat dilihat bahwa nilai t_statistik sebesar Jurnal Manajemen Vol 12 No 3 Oktober 2025 E-ISSN : 3046-4617 P-ISSN : 1410-9247 8384 dengan nilai Prob. t_statistik Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai t_statistik 119. 8384 > t_. abel ) 20 dan tingkat signifikansi Prob. t_statistik 0000 < 0. 05, artinya variabel bebas yaitu Penjualan dan Kebijakan Dividen secara bersama-sama berpengaruh terhadap Harga Saham. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dari pembahasan yang telah dilakukan terhadap 10 perusahaan Manufaktur sektor konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017 Ae 2021. Variabel Penjualan dan Kebijakan Dividen terhadap Harga Saham. Dari analisis data, pengujian hipotesis, dan pembahasan maka dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Penjualan tidak berpengaruh terhadap Harga Saham Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017 Ae 2021. Hal ini menunjukan bahwa Penjualan tidak berpengaruh terhadap Harga Saham Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kebijakan Dividen berpengaruh terhadap Harga Saham Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017 Ae 2021. Hal ini menunjukan bahwa Kebijakan Dividen berpengaruh terhadap Harga Saham Perusahaan. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa Penjualan dan Kebijakan Dividen secara bersama-sama berpengaruh terhadap Harga Saham Perushaan. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam Kesempatan baik ini kami selaku peneliti mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu untuk memfasilitasi dalam pembuatan jurnal penelitian ini yang diantaranya adalah . DOI : 10. 37817/jurnalmanajemen. Bapak Dr. Ir. Yudi Yulius. selaku Ketua Yayasan Administrasi (Y. I) Jakarta. Ibu Prof. Ir. Sri Astuti Indriyati. MS. Ph. , selaku Rektor Universitas Persada Indonesia Y. Ibu Dr. Marhalinda. , selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Persada Indonesia Y. Ibu Dr. Lely Indriati. SE. , selaku Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Persada Indonesia Y. Bapak Dr. Sularso Budilaksono. Kom, selaku Direktur LPPM UPI YAI. Ibu Dr. Euis Puspita Dewi. ST. Si. Selaku Koordinator Penelitian LPPM UPI YAI Bapak/Ibu Teman sejawat para Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPI YAI. DAFTAR PUSTAKA