J-PEN Borneo: Jurnal Ilmu Pertanian Volume 5. Number 2. Oktober 2022 Pages: 1-4 BI O D I V ER S I T AS E-ISSN: 2599-2872 P-ISSN: 2549-8150 ISSN: 1412me 16. Number 1. April 2015E-ISSN: 2085-s: xx-xx DOI: 10. ANALISIS MINAT PETANI DALAM USAHATANI TANAMAN KELOR DI KABUPATEN SUMBA TIMUR Anggreni Madik Linda1. Windy Paskawati Suwarno1 Program Studi Agribisnis. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Kristen Wira Wacana Sumba E-Mail: madik@unkriswina. Diterima: 14 Agustus 2022 Disetujui: 28 September 2022 ABSTRACT Moringa is a plant that has many benefits because it is rich in nutrition. At present, moringa plants are being crowded in East Nusa Tenggara Province. Farmers' interest in carrying out farming is very important because it can be a reason to continue to do and develop farming that is being carried out. This study aims to determine the interest of farmers in the assistance of moringa plants in East Sumba Regency. The data used is primary data obtained from 45 respondents. The data analysis used in this study is descriptive statistical analysis. Measurement of farmers' interest in the assistance of moringa plants using the likert scale. Measurement of research variables is carried out by describing variable indicators in the form of statement items arranged in a questionnaire with a value of grades . answer 1-5. Indicators of variables used are the role of government, land, capital, private farmers, and community tastes. The results showed that the average score of all indicators was 4. 05 with the "high" category, this shows farmers' interest in high moringa farming in East Sumba Regency. Keywords: Farming, farmers' interest, moringa plant ABSTRAK Kelor adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat karena kaya akan gizi. Saat ini, tanaman kelor sedang ramai dibudidayakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Minat petani dalam melakukan usahatani sangat penting karena dapat menjadi alasan untuk terus melakukan dan mengembangkan usahatani yang sedang dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat petani dalam usahatani tanaman kelor di Kabupaten Sumba Timur. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari 45 petani responden. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Pengukuran minat petani dalam usahatani tanaman kelor menggunakan Skala Likert. Pengukuran variabel penelitian dilakukan dengan cara menguraikan indikator-indikator variabel dalam bentuk itemitem pernyataan yang disusun dalam kuesioner dengan bobot nilai . jawaban 1-5. Indikator variabel yang digunakan adalah peran pemerintah, lahan, modal, pribadi petani, dan selera masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor dari seluruh indikator adalah 4,05 dengan kategori AutinggiAy, ini menunjukkan bahwa minat petani terhadap usahatani kelor tinggi di Kabupaten Sumba Timur. Kata kunci: Usahatani. Minat petani, tanaman kelor PENDAHULUAN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu penghasil kelor di Indonesia. Pada awalnya tanaman ini dianggap masyarakat setempat sebagai tanaman mistis yang dipercaya masyarakat untuk melakukan kegiatan-kegiatan supranatural, sehingga tanaman ini dibiarkan tumbuh begitu saja tanpa ada perawatan khusus sama sekali, kemudian setelah diteliti oleh pemerintah setempat, ternyata tanaman kelor sangat banyak manfaat nya bagi kesehatan tubuh. Tanaman kelor (Moringa oleifera La. merupakan tanaman dengan segudang manfaat dan kaya akan kandungan gizi, sehingga tidak diperdagangkan hingga ke pasar internasional. Kelor merupakan tanaman khas dari wilayah himalaya dimana tanaman ini mampu tumbuh baik dengan kondisi lahan yang tergolong sedikit air. Pembudidayaan tanaman kelor sendiri tidak terlalu rumit dan pemeliharaannya dapat dilakukan secara Kelor dikenal diseluruh dunia sebagai tanaman bergizi dan WHO telah memperkenalkan kelor sebagai salah satu pangan alternatif untuk mengatasi masalah gizi . Di Afrika dan Asia daun kelor direkomendasikan sebagai suplemen yang kaya zat gizi untuk ibu menyusui dan anak pada masa pertumbuhan (Fuglie, 2. Telah banyak penelitian yang dilakukan terkait kandungan gizi dan kegunaan kelor. Daun kelor sangat kaya akan nutrisi, diantaranya kalsium, zat besi, fosfor, kalium, zinc, protein, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin K, asam folat dan biotin (Aminah et al. ,2. Pada umumnya tanaman kelor belum dibudidayakan dengan baik oleh masyarakat atau SJ-PEN Borneo: Jurnal Ilmu Pertanian 5. : 1-4. Oktober 2022ive Faktor-faktor perkembangan usaha tanaman kelor diantaranya adalah pengetahuan petani yang masih rendah, produksi daun kelor tidak merata, kurangnya penanganan saat pasca panen, dan selera konsumen masih tergolong rendah. Salah satu faktor sumber daya manusia yang menentukan seseorang melakukan sesuatu adalah minat. Menggunakan minat sebagai aspek kunci dalam melihat kesesuaian antara seseorang dengan pekerjaan yang dilakukan, dapat menjadi alasan petani untuk tetap melakukan usahatani yang sedang dijalankan (Sari et al. ,2. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Minat Petani Dalam Usahatani Tanaman Kelor di Kabupaten Sumba Timur. METODE Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Sumba Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timur. Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan petani tanaman kelor di Kabupaten Sumba Timur. Provinsi NTT dengan jumlah 45 orang petani. dalam menentukan jumlah sampel, teknik sampling yang digunakan adalah NonProbability Sampling dengan metode Sampel Jenuh. Teknik sampel jenuh merupakan teknik yang digunakan apabila semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel (Sugiyono, 2. Sehingga, jumlah sampel adalah 45 orang. Untuk keperluan analisis maka dalam penelitian digunakan data primer, yang diperoleh langsung dari wawancara petani tanaman kelor dan pengambilan sampel petani yang aktif di Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan alat bantu kuesioner dengan memberikan daftar pernyataan terstruktur yang disesuaikan dengan tujuan dari penelitian ini untuk diisi oleh petani sampel. Penelitian ini menggunakan analisa statistik Pengukuran minat petani dalam usahatani tanaman kelor menggunakan skala Likert. Penggunaan skala Likert menurut Sugiyono . adalah: AuSkala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosialAy. Pengukuran variabel penelitian dilakukan dengan cara menguraikan indikator-indikator variabel dalam bentuk item-item pernyataan yang disusun dalam kuesioner dengan bobot nilai . jawaban Jawaban yang dihasilkan dari item-item pernyataan dalam kuesoner memiliki gradasi dari sangat positif hingga sangat negatif. Skor penilaian untuk menjawab kategori minat petani terhadap usahatani kelor akan dikategorikan pada rentang skor berikut: Skor minimum Skor maksimum = 5 Lebar skala = . - . : 5 = 0,8 dapat disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Skor Penilaian untuk Menjawab Kategori Minat Petani Terhadap Usahatani Kelor di Kabupaten Sumba Timur Kategori Skala Skor 1,00 Ae Sangat rendah 1,80 1,81 Ae Rendah 2,60 2,61 Ae Cukup 3,40 3,41 Ae Tinggi 4,20 4,21Ae Sangat tinggi 5,00 Sumber: Ridwan, 2013 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Jumlah petani yang dijadikan responden adalah 45 orang. Karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 2. Berdasarkan Tabel 2, dapat disimpulkan Jenis kelamin. Jumlah petani laki-laki . ,6%) lebih banyak dibandingkan petani perempuan. Umur petani. Petani dengan rentang usia 41-50 tahun lebih banyak dengan persentase 44,4%. Pendidikan. Jumlah petani dengan pendidikan SD lebih banyak dengan persentase 42,2%. Pengalaman berusahatani. Jumlah petani dengan pengalaman antara 3-4 tahun dengan persentase 46,7%. Pekerjaan Pokok. Jumlah petani dengan pekerjaan pokok sebagai petani lebih banyak dengan persentase 48,9%. Tabel 2. Karakteristik Responden Frekue Karakteris Presenta Keterangan se (%) (Oran. Laki Ae Laki Jenis Perempuan Kelamin Jumlah 20 - 30 Tahun 31 - 40 Tahun 41 - 50 Tahun Umur Ou 51 Tahun Jumlah Pendidika SD SJ-PEN Borneo: Jurnal Ilmu Pertanian 5. : 1-4. Oktober 2022ive SMP SMA Sarjana Jumlah < 1 Tahun Pengalama 1 - 2 Tahun 3 - 4 Tahun Berusahat Ou 5 Tahun Jumlah Petani Wirausaha Pekerjaan Karyawan Swasta Pokok PNS Jumlah 1 - 2 Orang 3 - 4 Orang Tanggunga 5 - 6 Orang n Keluarga Ou 7 Orang Jumlah Sumber: Hasil olahan data primer, 2021 Minat Petani Terhadap Usahatani Kelor Minat petani terhadap usahatani kelor diketahui dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil seluruh jawaban yang diberikan responden sebanyak 45 orang, maka skor dari jawaban petani dapat dikategorikan minat petani menjadi sangat rendah, rendah, cukup, tinggi dan sangat tinggi. Hasil kategorisasi minat petani terhadap usahatani kelor disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Kategorisasi Minat Petani Terhadap Usahatani Kelor. Indikator Nilai RataKateg Variabel rata Skor Peran 1 Pemerintah 4,10 Tinggi Sangat Lahan 4,50 Tinggi Modal 3,45 Tinggi Pribadi 4 Petani 4,05 Tinggi Selera 5 Masyarakat 4,15 Tinggi Ratarata skor Tinggi Sumber: Hasil olahan data primer, 2021 Peran Pemerintah Indikator peran pemerintah terdiri dari 3 . Rata-rata skor yang dihasilkan dari dari pernyataan tersebut adalah 4,10 dengan kategori AutinggiAy. Artinya minat usaha petani responden ditinjau dari indikator peran pemerintah adalah AutinggiAy, hal ini terbukti dengan adanya bantuan dari pemerintah berupa bibit tanaman kelor yang diberikan kepada setiap petani dan adanya sosialisasi yang dilakukan dalam pengembangan usahatani Peran pemerintah adalah indikator yang paling sering digunakan dalam melihat minat petani dalam melakukan usahatani. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Punarut, et al. menyatakan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah yang diberikan kepada petani, berpengaruh nyata terhadap minat petani dalam melakukan usahatani padi di Desa Sendangan. Menurut Crow and Crow . , rangsangan yang datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan seseorang akan mudah menimbulkan minat. Lahan Indikator lahan terdiri dari 3 . Rata-rata skor yang dihasilkan dari pernyataan tersebut adalah 4,50 dengan kategori Ausangat tinggiAy. Hal tersebut terjadi karena rata-rata lahan yang digunakan untuk melakukan usahatani kelor adalah milik pribadi, memiliki lahan yang cukup luas dan kondisi lahan sangat cocok untuk ditanami pohon Panurat, et al. menyatakan bahwa luas lahan memberikan pengaruh yang positif terhadap minat petani dalam melakukan usahatani. Sari, et al. juga menyatakan bahwa petani yang memiliki luas lahan yang lebih besar, maka akan berpeluang memiliki tingkat minat dalam berusahatani lebih besar dibandingkan dengan petani yang memiliki luas lahan lebih sempit. Modal Indikator modal terdiri dari 2 . Rata-rata skor yang dihasilkan dari pernyataan tersebut adalah 3,45 dengan kategori AutinggiAy. Hal tersebut terjadi karena modal yang digunakan untuk melakukan usahatani kelor tidaklah terlalu banyak, karena tanaman kelor tidak memerlukan perawatan khusus, hanya perlu disiram secara rutin dan diberikan pupuk kandang agar tanaman kelor dapat tumbuh subur. Namun dalam melakukan usahatani kelor, tentu tidak hanya dalam budidaya saja, namun perlu adanya penanganan pasca panen agar daun kelor yang dihasilkan tidak terbuang percuma. Untuk melakukan hal tersebut, tentu sangat dibutuhkan modal yang cukup baik dalam bentuk uang, peralatan dan kreativitas yang dimiliki oleh petani. Pribadi Petani Indikator pribadi petani terdiri dari 3 . Rata-rata yang dihasilkan adalah 4,05 dengan kategori AutinggiAy. Dalam melakukan SJ-PEN Borneo: Jurnal Ilmu Pertanian 5. : 1-4. Oktober 2022ive usahatani kelor, petani selalu melibatkan anggota keluarga mulai dari penanaman, pemeliharaan dan Petani senang melakukan usahatani tersebut, karena petani suka mengkonsumsi daun kelor ataupun biji kelor karena ada sejuta manfaat kelor bagi kesehatan manusia. Selera Masyarakat Indikator selera masyarakat terdiri dari 3 . Rata-rata yang dihasilkan adalah 4,15 dengan kategori AutinggiAy. Tanaman kelor sangat populer di masyarakat yang berada di Kabupaten Sumba Timur. Tanaman tersebut biasanya digunakan sebagai sayur untuk dikonsumsi seharihari. Selain itu juga masyarakat mengolah daun kelor menjadi beberapa olahan seperti puding, bolu, es krim, teh dan masih banyak lagi. Daun kelor juga digunakan sebagai bahan kecantikan, dalam hal ini digunakan sebagai masker wajah. Petani Dalam Berusahatani Ubi Kayu di Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur. JIIA, 8 . : 474-481. Sugiyono. Statistika untuk Penelitian. Penerbit Alfabeta. Bandung. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta. Bandung KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bahwa rata-rata skor dari seluruh indikator adalah 4,05 dengan kategori AutinggiAy, ini menunjukkan bahwa minat petani terhadap usahatani kelor tinggi di Kabupaten Sumba Timur. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan Kebudayaan. Riset dan Teknologi yang telah mendanai sepenuhnya penelitian ini melalui hibah penelitian. DAFTAR PUSTAKA