ANALISIS EFEKTIVITAS PENDEKATAN PROJECT-BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA KELAS VII PADA PEMBELAJARAN SENI DAN PRAKARYA Yanti Endrasari. Nuraidah Br Manurung. Nuning Christiana. Adi Asmara. Tomi Hidayat. 1,2,3,4,5 ) Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Bengkulu. Indonesia Email : . yantiendasari75@gmail. nuraidabrmanurung@gmail. nuningchristn@gmail. nuningchristn@gmail. adiasmara@umb. tomihidayat@umb. ARTICLE HISTORY Received . Mei 2. Revised . Juni 2. Accepted . Juli 2. This is an open access article under the CCAeBYSA license ABSTRAK Pendekatan yang mengutamakan partisipasi aktif siswa melalui aktivitas pembelajaran yang bersifat kontekstual, menantang, serta bermakna, guru dapat menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL). Kreativitas merupakan salah satu kompetensi utama yang perlu dikembangkan sejak awal guna mendukung kemampuan abad ke-21 lebih-lebih pada mata Pelajaran Seni dan Prakarya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana model PjBL dapat berkontribusi terhadap pengembangan kreativitas peserta didik kelas VII dalam pelajaran Seni dan Prakarya. Metode yang digunakan dalam Pengabdian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest pada satu kelompok, tanpa membandingkannya dengan kelompok lain, dengan melibatkan 30 siswa kelas VII sebagai responden. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan instrumen tes kreativitas yang diberikan baik sebelum maupun setelah proses pembelajaran berbasis proyek berlangsung. Temuan Pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam skor kreativitas siswa setelah mengikuti pembelajaran berbasis proyek, jika dibandingkan dengan pendekatan pembelajaran tradisional. Model ini terbukti mampu memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan ide-ide, berinovasi, serta menggabungkan berbagai keterampilan melalui kegiatan kolaboratif dan reflektif. Oleh karena itu. PjBL dapat dipertimbangkan sebagai pendekatan pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam menumbuhkan kreativitas siswa pada mata pelajaran Seni dan Prakarya di jenjang SMP. ABSTRACK An approach that prioritizes active student participation through contextual, challenging, and meaningful learning activities is the Project-Based Learning (PjBL) model. Creativity is one of the essential competencies that must be developed early on to support 21st-century skills, particularly in Art and Craft This study aims to analyze the extent to which the PjBL model contributes to the development of creativity among seventh-grade students in Art and Craft classes. The method used in this study is a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest format, without comparison to another group, involving 30 seventh-grade students as respondents. To collect data, the researchers used a creativity test instrument administered both before and after the project-based learning process. The research findings show a significant increase in students' creativity scores after participating in projectbased learning, compared to traditional teaching approaches. This model has proven to provide space for students to develop ideas, innovate, and integrate various skills through collaborative and reflective activities. Therefore. PjBL can be considered an innovative and effective learning approach for fostering student creativity in Art and Craft subjects at the junior high school level. Keywords: Project-Based Learning, kreativitas. Seni dan Prakarya. Skills. PENDAHULUAN Pada era abad ke-21, pendidikan menekankan pentingnya penguasaan berbagai kompetensi, seperti kemampuan berpikir secara kritis, berkreasi, bekerja sama, serta berkomunikasi secara efektif. Keempat kompetensi ini menjadi fondasi penting agar peserta didik mampu beradaptasi dan berkontribusi secara bermakna dalam dunia yang terus berubah dan penuh tantangan (NursayaAobani et al. , 2. Dalam kerangka penguatan kompetensi tersebut, pendidikan memainkan peran sentral dalam membentuk kreativitas siswa, yang merupakan salah satu pilar utama dalam proses pembelajaran yang bermakna. Salah satu pendekatan yang mendapat perhatian luas dalam mendukung perkembangan kreativitas adalah Project-Based Learning yang memfokuskan pada proses belajar aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa (Fauziah et al. , 2. Namun, meskipun kreativitas sangat penting untuk dikembangkan sejak dini, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran Seni dan Prakarya masih banyak didominasi oleh pendekatan konvensional yang berorientasi pada hasil akhir. Hal ini menyebabkan potensi kreatif peserta didik belum tergali secara optimal (Lestari & Kinesti, 2. Sebagai solusi atas keterbatasan pendekatan pembelajaran sebelumnya yaitu konvensional. ProjectBased Learning hadir sebagai metode pembelajaran alternatif yang dinilai mampu mengakomodasi kebutuhan pendidikan masa kini. Model PjBL mendorong keterlibatan aktif siswa dalam setiap tahap proyek, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian, yang dikaitkan langsung dengan pengalaman nyata dalam kehidupan mereka sehari-hari, sambil secara bersamaan mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreativitas (Media Scanter. Kreativitas dalam konteks pembelajaran Seni dan Prakarya mencakup kemampuan siswa dalam mengekspresikan ide secara orisinal, fleksibel, dan elaboratif. Sayangnya, pendekatan konvensional yang masih dominan di kelas sering kali membatasi ruang eksplorasi siswa, sehingga potensi kreatif mereka belum tergali secara optimal (Lestari & Kinesti, 2. Model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) memberi kesempatan kepada siswa untuk terlibat secara aktif sebagai pelaku utama dalam pembelajaran melalui pelaksanaan proyek yang berkaitan langsung dengan pengalaman hidup sehari-hari mereka. Pendekatan ini telah menunjukkan efektivitasnya dalam mendorong partisipasi aktif, menumbuhkan tanggung jawab personal, dan mengasah kemampuan berpikir kreatif siswa dalam berbagai konteks pembelajaran. termasuk dalam mata pelajaran Seni dan Prakarya (Media Scanter, 2. Efektivitas PjBL dalam Mengembangkan Kreativitas Siswa. Studi terkini mengungkapkan bahwa penggunaan model PjBL secara signifikan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa, khususnya dalam hal orisinalitas, keluwesan, dan kemampuan mengelaborasi ide. Selain itu, siswa juga terlihat antusias dan aktif terlibat sepanjang proses pembelajaran. (Telaumbanua et al. , 2. Pada tahap perkembangan siswa kelas VII, rasa ingin tahu dan dorongan untuk bereksplorasi sangat Oleh sebab itu, pendekatan PjBL sangat sesuai untuk memfasilitasi kebutuhan perkembangan tersebut, sekaligus membangun fondasi kreativitas yang kuat melalui proyek-proyek seni yang kontekstual dan bermakna (Hakim & Nurdyansyah, 2. Pendekatan ini sangat cocok diterapkan pada siswa kelas VII, yang berada pada tahap perkembangan dengan rasa ingin tahu tinggi serta semangat besar untuk mengeksplorasi ide-ide baru. Oleh sebab itu, penting untuk mengkaji efektivitas metode PjBL dalam mata pelajaran Seni dan Prakarya (Telaumbanua et al. , 2. Dengan menggunakan pendekatan ini. Pengabdian ini diharapkan mampu berkontribusi dalam merancang atau mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif. , terutama dalam merancang kegiatan belajar yang mampu menumbuhkan potensi kreatif peserta didik sejak dini melalui pelaksanaan proyek-proyek yang terorganisir dan terarah (Hakim & Nurdyansyah, 2. II. METODE Pengabdian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksperimen semu . uasiexperimental desig. karena peneliti tidak sepenuhnya dapat mengontrol variabel bebas secara ketat, namun tetap ingin mengetahui pengaruh perlakuan terhadap variabel terikat (Hakim & Nurdyansyah, 2. Pendekatan kuasi eksperimen yang diterapkan menggunakan desain One-Group Pretest-Posttest, di mana satu kelompok siswa dijadikan subjek Pengabdian tanpa adanya kelompok kontrol sebagai pembanding. Pemilihan desain ini dilatarbelakangi pertimbangan praktis di lapangan, seperti keterbatasan akses terhadap kelompok kontrol dan fokus utama Pengabdian yang ingin melihat perubahan hasil belajar dalam satu kelompok yang diberi perlakuan. Secara prosedural. Pengabdian ini diawali dengan pemberian tes awal . untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum perlakuan, dilanjutkan dengan penerapan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif, kreativitas, dan pemahaman konseptual siswa melalui aktivitas proyek yang aplikatif. Setelah perlakuan selesai, dilakukan tes akhir . untuk mengukur perubahan capaian belajar siswa setelah penerapan model PjBL. Dengan membandingkan skor pretest dan posttest, peneliti dapat mengidentifikasi sejauh mana penerapan PjBL berkontribusi pada peningkatan hasil belajar Seni dan Prakarya. Meskipun desain ini tidak melibatkan kelompok kontrol, penggunaan analisis statistik yang tepat, seperti Paired Samples T-Test, memberikan bukti kuantitatif atas efektivitas perlakuan yang diberikan. Desain One-Group Pretest-Posttest termasuk dalam kuasi eksperimen yang hanya menggunakan satu kelompok sampel tanpa pembanding, dengan evaluasi dilakukan melalui pengukuran sebelum dan sesudah perlakuan untuk mengetahui dampak intervensi terhadap subjek Pengabdian (Kang. Ji, & Yoon, 2. Untuk menganalisis dampak penerapan pendekatan PjBL, data sebelum dan sesudah perlakuan dianalisis menggunakan uji t berpasangan . aired samples t-tes. Pemilihan uji ini dikarenakan pengukuran dilakukan pada kelompok subjek yang sama, yaitu siswa kelas VII-A, pada dua waktu berbeda, yaitu sebelum perlakuan . dan setelah perlakuan . Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 16 dengan kriteria pengambilan keputusan berdasarkan nilai signifikansi . -valu. < 0,05. Nilai ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara hasil belajar siswa sebelum dan setelah penerapan PjBL. TUJUAN Menganalisis efektivitas penerapan model Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas VII, khususnya pada pembelajaran Seni dan Prakarya. Mengukur perbedaan tingkat kreativitas siswa sebelum dan sesudah penerapan PjBL melalui pretestposttest menggunakan instrumen tes kreativitas. Membuktikan bahwa pendekatan PjBL mampu merangsang kemampuan berpikir kreatif, seperti orisinalitas, fleksibilitas berpikir, dan elaborasi ide dalam konteks pembelajaran yang kontekstual dan MANFAAT Memberikan dasar pengembangan strategi pembelajaran kontekstual dalam upaya meningkatkan mutu Membantu siswa mengembangkan potensi kreativitas secara optimal melalui kegiatan nyata, kolaboratif, dan reflektif. SASARAN Pengabdian ini dilaksanakan di SMP Negeri 61 Bengkulu Utara yang berlokasi di Kabupaten Bengkulu Utara pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Pelaksanaan Pengabdian berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada bulan Februari hingga April 2025. Populasi dalam Pengabdian ini adalah seluruh siswa kelas VII, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kesetaraan kemampuan awal siswa serta ketersediaan waktu guru pendamping. Sampel Pengabdian adalah siswa kelas VII-A yang berjumlah 30 orang, yang menjadi subjek utama dalam Pengabdian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN BL) dalam meningkatkan kreativitas peserta didik kelas VII pada mata pelajaran Seni dan Prakarya. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek memberikan pengaruh yang lebih signifikan dalam pengembangan kreativitas siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Hal ini tercermin dari peningkatan partisipasi aktif siswa dalam merancang dan menyelesaikan proyek berbasis permasalahan nyata, yang memberikan pengalaman belajar lebih kontekstual dan bermakna sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik. Tahapan PjBL yang dilaksanakan dalam Pengabdian ini dimulai dengan merumuskan pertanyaan esensial yang bersifat kontekstual untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan motivasi siswa. Selanjutnya, guru dan peserta didik bersama-sama menyusun rencana proyek dengan langkah-langkah kerja yang terstruktur, penentuan alat dan bahan, serta target capaian yang jelas. Proses pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan penyusunan jadwal kegiatan, sehingga siswa dapat memaksimalkan waktu dalam menyelesaikan proyek yang Dalam pelaksanaan proyek, guru berperan sebagai fasilitator yang memantau perkembangan siswa, memberikan bimbingan, serta umpan balik secara berkala. Penilaian dilakukan tidak hanya pada produk akhir yang dihasilkan, tetapi juga pada proses pelaksanaan proyek untuk melihat keterampilan berpikir kritis dan kerja sama yang terbentuk selama proses belajar. Tahap akhir diisi dengan refleksi bersama antara guru dan siswa untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan proyek sebagai dasar perbaikan pada pembelajaran Implementasi PjBL dalam pembelajaran Seni dan Prakarya memiliki dampak positif terhadap pengembangan kreativitas siswa, di antaranya mendorong pemikiran divergen, memberikan ruang kebebasan berekspresi, serta mengasah keterampilan pemecahan masalah secara inovatif. Melalui tantangan proyek yang diberikan, siswa terlatih untuk menghasilkan ide-ide orisinal dan menyusun elaborasi ide secara detail, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Pelaksanaan proyek juga memfasilitasi kolaborasi antar siswa, sehingga terjadi pertukaran ide dan gagasan baru yang memperkaya proses pembelajaran. Selain itu. PjBL mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa dalam berkreasi, karena mereka memiliki kesempatan untuk mengekspresikan minat dan bakat yang dimiliki dalam bentuk karya nyata, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab atas tugas yang diberikan. Keberhasilan penerapan PjBL dalam meningkatkan kreativitas siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, seperti kompetensi guru dalam merancang proyek yang relevan dengan kebutuhan siswa, motivasi intrinsik peserta didik yang tumbuh dari keterkaitan proyek dengan kehidupan sehari-hari, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung yang memadai. Selain itu, dukungan dari lingkungan sekolah turut memberikan peran penting dalam kelancaran pelaksanaan PjBL. Namun demikian, terdapat tantangan dalam implementasi PjBL, seperti kebutuhan waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode konvensional, keterbatasan fasilitas pendukung, dan tuntutan peran guru yang lebih kompleks sebagai fasilitator selama proses pelaksanaan Hasil analisis data menggunakan uji paired samples t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa pada mata pelajaran Seni dan Prakarya setelah penerapan PjBL. Nilai rata-rata pretest sebesar 66,77 meningkat menjadi 80,00 pada posttest, dengan selisih rata-rata sebesar 1,323. Pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000, yang lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan PjBL. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan PjBL mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan capaian hasil belajar dan kreativitas peserta didik pada pembelajaran Seni dan Prakarya. Penerapan strategi ini dapat menjadi alternatif efektif dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, kolaboratif, dan adaptif untuk mendukung pengembangan kreativitas siswa secara optimal. DOKUMENTASI PELAKSANAAN KEGIATAN Gambar 1. Kegiatan Seni dan Prakarya Gambar 2. Kegiatan Pembelajaran IV. PENUTUP Kesimpulan Dari temuan yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis proyek berdampak positif dan nyata terhadap pengembangan aspek kreativitas siswa kelas VII dalam proses pembelajaran Seni dan Prakarya. Model PjBL memberikan stimulus yang lebih kuat terhadap potensi berpikir tingkat tinggi peserta didik dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional. Penerapan pendekatan Project-Based Learning menghadirkan peluang yang besar bagi siswa dalam rangka mengeksplorasi dan mengembangkan potensi personal mereka. berkreasi secara mandiri, serta bekerja sama dalam menghasilkan karya seni maupun produk keterampilan yang memiliki nilai kontekstual. Tak hanya mendorong perkembangan kreativitas, pendekatan ini juga efektif dalam meningkatkan motivasi serta partisipasi aktif peserta didik, lantaran mereka merasa memiliki kebebasan untuk mengekspresikan ide serta mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki dalam situasi kehidupan nyata. Walaupun memiliki banyak keunggulan, penerapan model PjBL tidak terlepas dari berbagai hambatan yang muncul di lapangan antara lain kebutuhan waktu yang lebih banyak, keterbatasan sarana dan prasarana, serta peran guru yang menuntut kemampuan tinggi dalam membimbing pembelajaran secara aktif dan inovatif. Oleh karena itu, strategi pelaksanaan PjBL perlu terus ditingkatkan agar dapat menghasilkan capaian yang lebih maksimal. Dalam pelaksanaannya, pendekatan PjBL juga berperan penting dalam membentuk kemandirian belajar Peserta didik dilatih untuk bertanggung jawab atas tugas yang dikerjakan, mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan informasi, pengolahan data, hingga pelaporan hasil proyek. Proses ini secara tidak langsung menumbuhkan rasa percaya diri dan meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah secara kreatif. Guru sebagai fasilitator berperan aktif dalam memberikan arahan dan umpan balik selama proses berlangsung, sehingga dapat memotivasi siswa untuk terus berinovasi dan memperbaiki hasil kerja mereka. Namun demikian, penerapan PjBL tidak lepas dari sejumlah tantangan, seperti keterbatasan waktu yang relatif panjang untuk pelaksanaan setiap tahap proyek, kebutuhan akan sarana prasarana pendukung, serta kesiapan guru dalam memfasilitasi proses pembelajaran secara aktif dan terstruktur. Oleh sebab itu, diperlukan perencanaan yang matang serta kolaborasi antara guru, sekolah, dan peserta didik agar setiap proyek yang dilaksanakan dapat berjalan optimal. Dukungan dari pihak sekolah dalam menyediakan fasilitas, serta penguatan kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran berbasis proyek juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi PjBL. Saran Berdasarkan temuan Pengabdian ini, disarankan kepada guru untuk terus meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam merancang serta menerapkan pendekatan Project-Based Learning secara terstruktur dalam pembelajaran Seni dan Prakarya. Guru perlu memilih proyek yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik, melaksanakan bimbingan secara aktif selama proses pelaksanaan proyek, serta melakukan penilaian komprehensif yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pengembangan kreativitas peserta didik. Selain itu, pihak sekolah diharapkan dapat mendukung penerapan PjBL dengan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, serta memberikan ruang bagi guru untuk mengikuti pelatihan terkait implementasi pembelajaran berbasis proyek agar dapat memfasilitasi peserta didik secara Bagi peserta didik, penerapan PjBL hendaknya dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana untuk melatih tanggung jawab, kemandirian, dan keterampilan berpikir kreatif mereka. Peserta didik juga diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam setiap tahap proyek, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, sehingga mereka memperoleh pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka di abad ke-21. Untuk Pengabdian selanjutnya, disarankan agar dilakukan pengembangan Pengabdian dengan desain eksperimen yang melibatkan kelompok kontrol sebagai pembanding, sehingga dapat diperoleh data yang lebih akurat dalam menilai efektivitas PjBL dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Selain itu. Pengabdian lanjutan juga dapat memperluas penerapan PjBL pada mata pelajaran lain untuk mengukur efektivitas pendekatan ini dalam berbagai konteks pembelajaran, sekaligus memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan pendidikan, termasuk guru, kepala sekolah, dan peserta didik, sangat diperlukan agar penerapan PjBL dapat berjalan secara optimal, sehingga upaya meningkatkan kreativitas peserta didik melalui pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif dapat tercapai secara maksimal. Dengan demikian, penerapan PjBL sebagai alternatif strategi pembelajaran di sekolah menengah dapat menjadi upaya nyata dalam mendukung penguatan kompetensi abad ke-21, khususnya dalam pengembangan kreativitas peserta didik pada mata pelajaran Seni dan Prakarya, serta meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan Pengabdian ini, khususnya kepada Kepala SMP Negeri 61 Bengkulu Utara yang telah memberikan izin dan dukungan penuh sehingga Pengabdian dapat berjalan dengan lancar. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada guru Seni dan Prakarya serta seluruh siswa kelas VII-A yang telah berpartisipasi aktif dalam setiap tahap pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek, sehingga Pengabdian ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis juga menyampaikan apresiasi kepada rekan-rekan dan keluarga atas doa dan dukungan moril yang telah diberikan selama proses Pengabdian hingga penyusunan laporan ini. Semoga hasil Pengabdian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih kreatif, adaptif, dan kontekstual dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Seni dan Prakarya di tingkat sekolah menengah. DAFTAR PUSTAKA