JURNAL AGROSAINS VOL 18 N0 1 2025 ISSN: 1693-5225 Subjective Attitudes and Norms towards Bioremediation among Rice Farmers in Parit Baru Village Hery Medianto Kurniawan . Rudy Triadi Yuliarto . Fakultas Pertanian Sains Dan Teknologi Universitas Panca Bhakti STIE Boedi Oetomo email : herymedianto@upb. email : syifapga@gmail. Abstract Bioremediation rice farming is a development effort in the agricultural sector that must be supported through efforts to improve the quality of farming, and all of this cannot be separated from the attitudes, behavior and subjective norms of the farmers concerned. Farmers' behavior in responding to bioremediation rice farming cannot be separated from their activities in making decisions to behave through attitudes. This decision is taken on the basis of one's own considerations and on the basis of considerations of other people who are considered important. Subjective considerations of other parties can provide encouragement to make decisions, this is called subjective norms. Subjective norms are defined as social factors that indicate the social pressure felt to make or not make a decision. Therefore, an assessment of bioremediation rice farming was carried out from the perspective of the attitudes and subjective norms of rice farmers in Parit Baru Village. How do rice farmers in the village respond to bioremediation rice farming, and how subjective norms can influence this attitude. The variables observed are beliefs, evaluations, normative beliefs and evaluations. In this research, the data analysis tool uses the Fishbein Attitude and Behavioral Intent Model. The results of the research concluded that the respondent's attitude in carrying out bioremediation farming in Parit Baru Village. Sungai Raya District. Kubu Raya Regency is good, there is a good influence from attitudes and subjective norms on the behavior of respondents in carrying out bioremediation farming in Parit Baru Village. Sungai Raya District Kubu Raya Regency, and attitudes and subjective norms have a positive influence on respondents' behavior in carrying out bioremediation farming in Parit Baru Village. Sungai Raya District. Kubu Raya Regency. Keywords: Attitude. Subjective Norms. Rice. Bioremediation PENDAHULUAN Sistem pertanian berbasis bahan high input energi seperti pupuk kimia pestisida kimia dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan terutama lingkungan pertanian. Pupuk kimia dan pestisida kimia dapat merupakan agen pencemar yang masuk ke lingkungan baik melalui udara, air maupun tanah dapat berakibat langsung terhadap makhluk hidup maupun Dampak berupa ketidakstabilan ekosistem, adanya residu pada hasil panen dan bahan olahannya, pencemaran lingkungan dan keracunan bahkan kematian pada manusia (Dharmanesta. Salah satu upaya adalah dengan melakukan bioremediasi. Bioremediasi dapat diartikan sebagai proses pemulihan dari kondisi yang terkontaminasi oleh cemaran agar bersih kembali yang dapat dilakukan pada media air, udara dan tanah. Penggunaan mikroorganisme dalam proses pemulihan lingkungan tercemar merupakan alternatif pilihan yang ramah lingkungan. Bioremediasi adalah proses degradasi biologis dari sampah organik pada kondisi terkontrol menjadi suatu bahan yang tidak berbahaya atau konsentrasinya dibawah batas yang ditentukan oleh lembaga berwenang. Sedangkan menurut United States Environmental Protection Agency bioremediasi adalah suatu proses alami untuk membersihkan bahan-bahan kimia berbahaya. Ketika mikroba mendegradasi bahan berbahaya tersebut,akan dihasilkan air dan gas tidak berbahaya seperti CO2 (Surtikanti, 2. Sikap sebagai salah satu faktor lingkungan internal, dapat mempengaruhi seseorang mengambil keputusan terhadap Sikap merupakan respon atau penilaian yang diberikan secara konsisten, konsekuen, menguntungkan atau tidak menguntungkan, positif atau negatif, suka atau tidak suka, setuju JURNAL AGROSAINS VOL 18 N0 1 2025 ISSN: 1693-5225 atau tidak terhadap suatu obyek. Perilaku petani dalam menyikapi usahatani padi bioremediasi berperilaku tidak terlepas dari kegiatan melakukan keputusan untuk berperilaku. Keputusan yang akan diambil seseorang dilakukan dengan pertimbangan sendiri maupun atas dasar pertimbangan orang lain yang dianggap penting. Keputusan yang dipilih bisa gagal untuk dilakukan jika pertimbangan orang lain tidak mendukung, walaupun pertimbangan pribadi Dengan demikian pertimbangan subyektif pihak lain dapat memberikan dorongan untuk melakukan keputusan, hal demikian dinamakan norma subyektif. Norma subyektif diartikan sebagai faktor sosial yang menunjukkan tekanan sosial yang dirasakan untuk melakukan atau tidak melakukan keputusan. Usahatani padi bioremediasi merupakan upaya-upaya pembangunan di sektor pertanian yang tidak akan pernah terlepas dari upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang terdidik, yang mampu mengikuti dinamika yang berkembang secara cepat dan bervariasi. Dalam hal ini, pemerintah telah menetapkan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai salah satu arah pembangunan dan prioritas dalam pembangunan di sektor pertanian. Di Kabupaten Kubu Raya Kecamatan Sungai khususnya di Desa Parit Baru telah ditetapkan sebagai wilayah usahatani padi bioremediasi. Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Tanaman Pangan Dan Pertanian Kubu Raya Nomor : 310 Tahun 2023 tertanggal 5 Juni 2023. Di Desa Parit Baru terdapat beberapa dua Gapoktan yakni Gapoktan Sri Rahayu yang terdiri atas 8 Kelompok Tani (Pokta. , dan Gapoktan Sri rezeki yang terdiri atas tujuh Kelompok Tani (Pokta. yang selama ini melakukan usahatani padi. Beberapa Permasalah yang sering dihadapi dalam usahatani padi pengembangan lahan sawah pada umumnya, yaitu : pH tanah rendah dan ketersediaan hara tanah yang terbatas. Peningkatan kelarutan Fe dan Ca dan masalah keracunan Al3 . alam tanaman>300 ppm dan dalam tanah>200 pp. yang mengakibatkan tidak tersedianya unsur P untuk di serap Sisa panen tidak dikembalikan ketanah. Rekomendasi pemupukan diaplikasikan secara global pada setiap lokasi/lahan yang berbeda . urangnya informasi/penelitian pemupukan spesifik lokas. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian melakukan upaya untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah pertanian usahatani padi. Upaya yang dilakukan adalah melalui usahatani padi bioremediasi. Remediasi merupakan proses dekontaminasi air dan tanah dari senyawa yang berbahaya, seperti hidrokarbon, poliaromatik hidrokarbon (PAH), persistant organic pollutant (POP), logam berat, pestisida dan lain-lain. Proses remediasi yang menggunakan mikroorganisme dikenal sebagai Bioremediasi adalah proses penguraian limbah organik/anorganik polutan dari sampah organik dengan menggunakan organisme . akteri, fungi, tanaman atau enzimny. dalam mengendalikan pencemaran pada kondisi terkontrol menjadi suatu bahan yang tidak berbahaya atau konsentrasinya di bawah batas yang ditentukan oleh lembaga berwenang dengan tujuan mengontrol atau mereduksi bahan pencemar dari lingkungan (Vidali, 2. Kelebihan teknologi ini ditinjau dari aspek komersil adalah relatif lebih ramah lingkungan, biaya penanganan yang relatif lebih murah dan bersifat fleksibel. Lahan sawah yang ditanami padi terus menerus, pupuk kimia berlebihan sehingga mengakibatkan air permukaan tidak dapat tuntas menyebabkan pH tanah rendah. Tanah sawah yang layak ditanami adalah dengan pH di atas 5 atau 5. Jika lahan sawah memiliki pH kurang dari 5 maka disebut tanah masam, tanaman padi tidak akan tumbuh dan berproduksi dengan Tanah masam menyebabkan perakaran tanaman sulit menyerap nutrisi dari dalam tanah, padi tergenang air sepanjang fase pertumbuhan vegetatif dan generatif. Pada kondisi ini mikroba dalam tanah jumlahnya juga sangat sedikit. Bioremediasi adalah jalan untuk mengatasi hal JURNAL AGROSAINS VOL 18 N0 1 2025 ISSN: 1693-5225 tersebut, merupakan remediasi pada lahan asam dengan memanfaatkan mikroorganisme dan bahan organik lain yang mampu meningkatkan pH dan memperbaiki struktur tanah. Desa Parit Baru yang ada di Kecamatan Sungai Raya merupakan salah desa yang memiliki potensi untuk usahatani padi. Selama ini usahatani padi yang di jalankan oleh petani di Desa Parit Baru selalu menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia. Dampak jangka panjangnya adalah terjadinya kerusakan struktur tanah, kesuburan tanah dan ekologi tanah. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian melakukan upaya untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah pertanian usahatani Upaya yang dilakukan adalah melalui usahatani padi bioremediasi. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan sebuah penilaian terhadap usahatani padi bioremediasi dari sudut pandang sikap dan norma subyektif petani padi di Desa Parit Baru. Bagaimana petani padi di Desa menyikapi usahatani padi bioremediasi, dan bagaimana norma subyektif dapat mempengaruhi sikap tersebut. METODE PENELITIAN Kajian penelitian ini dilakukan secara empiris meneliti tentang sikap dan norma subyektif terhadap bioremediasi pada petani padi di Desa Prait baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif Metode deskriptif kuantitatif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena, peristiwa, gejala dan kejadian yang terjadi secara faktual, sistematis serta akurat (Sugiyono, 2. Fenomena dapat berupa bentuk, aktivitas, hubungan, karakteristik serta persamaan maupun perbedaan antar fenomena. Jumlah responden sebanyak 30 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Variabel Keyakinan Untuk Melakukan Usahatani Padi Bioremediasi Komponen-komponen dapat ditentukan sesuai dengan ciri pekerjaanya : mendapatkan penghasilan yang layak, mengimplementasikan inovasi, memiliki suasana usahatani yang berbeda, peningkatan pendapatan dan status di masyarakat, memenuhi kebutuhan sosialisasi, memenuhi akan kebutuhan penghargaan, memenuhi kebutuhan akan aktualisasi diri, dan jenis usahatani yang sesuai dengan yang diinginkan. Variabel Evaluasi Untuk Melakukan Usahatani Padi Bioremediasi Variabel ini merupakan tanggapan setelah bekerja, yang meliputi : mendapatkan penghasilan yang layak, mengimplementasikan inovasi, memiliki suasana usahatani yang berbeda, peningkatan pendapatan dan status di masyarakat, memenuhi kebutuhan sosialisasi, memenuhi akan kebutuhan penghargaan, memenuhi kebutuhan akan aktualisasi diri dan jnis usahatani yang sesuai dengan yang diinginkan . Variabel Keyakinan Normatif Untuk Melakukan Usahatani Padi Bioremediasi Merupakan pengaruh orang lain terhadap petani untuk mau melakukan usahatani padi bioremediasi : petugas penyuluh. Kelompok Tani, anggota keluarga dan sesama petani . Variabel Motivasi Untuk Melakukan Usahatani Padi Bioremediasi Merupakan keadaan dalam diri pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan suatu kegiatan atau aktivitas usahatani padi bioremediasi untuk mencapai tujuan tertentu : ptugas penyuluh. Kelompok Tani. Anggota Keluarga dan sesama petani JURNAL AGROSAINS VOL 18 N0 1 2025 ISSN: 1693-5225 Dari variabel-variabel penelitian tersebut guna memudahkan di dalam proses analisis maka tiap komponen pertanyaan atau pernyataan diberi skala dengan skor 3 sampai Ae 3 sebagai berikut yakni sebagai berikut : 3 = sangat setuju Ae 3 = agak tidak setuju 2 = setuju Ae 2 = tidak setuju 1 = agak setuju Ae 1 = sangat tidak setuju 0 = ragu-ragu Dalam penelitian ini alat analisis data menggunakan Model Sikap dan Maksud Perilaku Fishbein. i Untuk melihat pengaruh sikap dan norma subyektif terhadap perilaku dapat menggunakan persamaan fungsi sebagai berikut : Model Sikap Fishbein AB = Oc . = sikap total individu terhadap obyek tertentu = kekuatan keyakinan masyarakat bahwa obyek memiliki = evaluasi kepercayaan individu mengenai atribut i = jumlah criteria atribut yang relevan . Model Maksud Perilaku Fishbein B OO BI = W1 (AB) W2 (SN) = perilaku = maksud perilaku = sikap terhadap pelaksanaan perilaku = norma subyektif W1,W2 = bobot yang ditentukan secara empiris yang menggambarkan pengaruh relatif dari komponen Cara mencari nilai SN di dapat dengan rumus : SN = Oc (NB. (MC. = norma subyektif NBj = keyakinan normative individu MCj = motivasi masyarakat = banyaknya referen yang relevan HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Desa Parit Baru Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya mempunyai luas A13. 790 kmA . ,05% Wilayah Kecamatan Sungai Ray. dan jumlah penduduk A29. 668 jiwa yang meliputi Dusun Lestari. Dusun Cempaka. Dusun Nurul Huda. Dusun Banjar Baru, dan Dusun Sungai Seribu. Pembentukan desa Parit Baru tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kubu Raya No. Tahun 2011. Perkembangan perekonomian di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya sangat JURNAL AGROSAINS VOL 18 N0 1 2025 ISSN: 1693-5225 dipengaruhi oleh kota disekitarnya yaitu Kota Pontianak. Beberapa kegiatan perekonomian meliputi aspek-aspek perdagangan, industri, jasa, pertanian, perkebunan, dan peternakan. Kegiatan perdagangan di Kecamatan Sungai Raya secara dominan terpusat di Desa Parit Baru. Perekonomian Desa Parit Baru terdiri dari potensi sektor pertanian, sektor peternakan dan sektor Secara umum kegiatan perdagangan yang terjadi di Desa Parit Baru adalah saling keterkaitan dengan kegiatan perdagangan yang ada di Pusat Kota Pontianak. Sebagian besar ketersediaan barang konsumsi dan komoditi lainnya untuk memenuhi kebutuhan wilayah pengembangannya dilayani oleh Kota Pontianak sebagai pusat perdagangan. Perdagangan skala lokal umumnya dilayani oleh kegiatan pasar, toko, dan warung yang ada di setiap desa dalam Komoditi perdagangan umumnya bahan makanan, bahan bakar, sabun, semen, kertas dan lain-lain. Berikut Peta Lokasi Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya. Sikap Dan Norma Subyektif Sebelum dilakukan pengumpulan data penelitian, maka terlebih dahulu dilakukan uji instrument, berupa uji validitas dan uji reliabilitas. Berdasarkan hasil analisis Uji Validitas terhadap instrument peneltian menunjukkan bahwa semua variabel di dalam penelitian ini adalah Valid dan relibel. Langkah selanjutnya yakni menghitung besarnya nilai atribut keyakinan untuk berkerja dengan cara mengevaluasi dari nilai masing-masing-masing atribut guna mendapatkan nilai rata-rata tertimbang. Untuk lebih jelasnya hasil analisis data dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini. Tabel 1 Nilai Atribut Dari Variabel Keyakinan Untuk Melakukan Usahatani Padi Bioremediasi Atribut Mendapatkan penghasilan yang layak Mengimplementasikan inovasi Memiliki suasana usahatani yang berbeda Peningkatan pendapatan dan status di masyarakat Memenuhi kebutuhan sosialisasi Memenuhi akan kebutuhan penghargaan Memenuhi kebutuhan akan aktualisasi diri Jenis usahatani yang sesuai dengan yang diinginkan Sumber : Analisis Data, 2024 Rata-Rata Tertimbang Tabel 2 Nilai Atribut Dari Variabel Evaluasi Keyakinan Untuk Melakukan Usahatani Padi Bioremediasi Atribut Mendapatkan penghasilan yang layak Mengimplementasikan inovasi Memiliki suasana usahatani yang berbeda Peningkatan pendapatan dan status di masyarakat Memenuhi kebutuhan sosialisasi Memenuhi akan kebutuhan penghargaan Memenuhi kebutuhan akan aktualisasi diri Jenis usahatani yang sesuai dengan yang diinginkan Sumber : Analisis Data, 2024 Rata-Rata Tertimbang JURNAL AGROSAINS VOL 18 N0 1 2025 ISSN: 1693-5225 Tabel 3 Nilai Sikap Responden Untuk Melakukan Usahatani Padi Bioremedasi Atribut Keyakinan . Evaluasi . Mendapatkan penghasilan yang layak Mengimplementasikan inovasi Memiliki suasana usahatani yang berbeda Peningkatan pendapatan dan status di masyarakat Memenuhi kebutuhan sosialisasi Memenuhi akan kebutuhan penghargaan Memenuhi kebutuhan akan aktualisasi diri Jenis usahatani yang sesuai dengan yang diinginkan Nilai Sikap Sumber : Analisis Data, 2024 Total AB = . i x e. Berdasarkan hasil analisis sikap sebagaimana yang tertera dari Tabel 1 Ae Tabel 3, diketahui bahwa nilai sikap responden adalah sebesar 21,6011. Nilai sikap sebesar 21, 6011 ini harus ditentukan berada pada skala penilaian yang mana berdasarkan peniliaan skor maksimum pada renanag skor 3 sampai dengan Ae 3, sehingga dapat dibuat kesimpulan akhir bagaimana sikap responden di dalam melakukan usahatani bioremediasi, apakah sikap respoden baik atau tidak baik. Untuk itu maka dilakukan analisis nilai skor maksimum dari sikap responden. Berikut disajikan pada Tabel 16 nilai skor maksimum dari sikap reponden. Tabel 4 Nilai Skor Maksimum Sikap Responden Untuk Melakukan Usahatani Padi Bioremedasi Atribut Keyakinan Ideal Evaluasi Total Mendapatkan penghasilan yang layak Mengimplementasikan inovasi Memiliki suasana usahatani yang berbeda Peningkatan pendapatan dan status di masyarakat Memenuhi kebutuhan sosialisasi Memenuhi akan kebutuhan penghargaan Memenuhi kebutuhan akan aktualisasi diri Jenis usahatani yang sesuai dengan yang diinginkan Nilai Skor Maksimum Sikap Sumber : Analisis Data, 2024 Hasil analisis skor maksimum sikap responden darai hail analisis adalah sebesar 31,7000. Berdasarkan ketetapan rentang skor yang teah ditetapkan bahwa rentang skor 3 sangat baik dan Ae 3 sangat tidak baik, maka nilai sikap maksimum adalah 31,7000 dan minimum adalah Ae 10,5667. Jadi skala retang skor sikap responden adalah sebagai berikut : -31,7000 -21,1333 -10,5667 10,5667 21,1333 31,7000 Dari skala di atas, maka nilai sikap responden menurut hasil analisis penelitian yang nilainya sebesar 31,7000 adalah berada pada kategori baik. Jadi dari analisis tersebut di atas maka dapat dikatakan bahwa sikap responden di dalam melakukan usahatani bioremediasi, di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya adalah baik. Untuk mengatuhi pengaruh norma subyektif terhadap perilaku responden untuk melakukan usahatani bioremediasi di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu JURNAL AGROSAINS VOL 18 N0 1 2025 ISSN: 1693-5225 Raya adalah baik dapat dilihat dari hasil analisis sebgaimana yang disajikan pada tabel-tabel berikut ini. Tabel 5 Nilai Atribut Dari Variabel Keyakinan Normatif Petugas Penyuluh Kelompok Tani Anggota Keluarga . Sesama Petani Sumber : Analisis Data, 2024 Rata-Rata Tertimbang Rata-Rata Tertimbang Tabel 6 Nilai Atribut Dari Variabel Motivasi Atribut Petugas Penyuluh Kelompok Tani Anggota Keluarga . Sesama Petani Sumber : Analisis Data, 2024 Tabel 7 Nilai Norma Subyektif Motivasi Normatif (NB. Atribut Petugas Penyuluh Kelompok Tani Anggota Keluarga Sesama Petani Norma Subyektif SN Total (MC. SN=(NB. x(MC. Sumber : Analisis Data, 2024 Dari hasil analisis sebagaimana tertera pada Tabel 4 sampai Tabel 7 maka selanjutnya dicari nilai perilaku responden. Untuk mencaari nilai perilaku ini maka digunakan rumus sebagai berikut : B OO BI = W1 (AB) W2 (SN) = perilaku = maksud perilaku = sikap terhadap pelaksanaan perilaku = norma subyektif W1,W2 = bobot yang ditentukan secara empiris yang menggambarkan pengaruh relatif dari komponen B OO BI = W1 (AB) W2 (SN) = 0,6 . ,7. 0,4 . ,5. = 57,6435 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh nilai perilaku (B) sebesar 57,6435 atau berinilai positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa perilaku responden di dalam melakukan usahatani padi bioremediasi di Desa Parit Baru adalah baik. Berdasarkan uraian diatas maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang baik dari sikap dan norma subyektif terhadap perilaku responden di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya terhadap usahatani padi Jadi jelaslah disini bahwa sikap dan norma subyektif berpengaruh positif terhadap perilaku responden di dalam melakukan usahatani padi bioremediasi di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. JURNAL AGROSAINS VOL 18 N0 1 2025 ISSN: 1693-5225 KESIMPULAN Sikap responden di dalam melakukan usahatani bioremediasi di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya adalah baik. Terdapat pengaruh yang baik dari sikap dan norma subyektif terhadap perilaku responden di dalam melakukan usahatani bioremediasi di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Sikap dan norma subyektif berpengaruh positif terhadap perilaku responden di dalam melakukan usahatani bioremediasi di Desa Parit Baru Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. REFERENSI