ANALISIS PENGARUH RETURN ON ASSET. TOTAL ASSET TURNOVER, CURRENT RATIO. DAN NET PROFIT MARGIN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN YANG TERGABUNG DALAM INDEKS KOMPAS 100 Andry Antonius Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak e-mail: andry_liu96@yahoo. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari return on asset, total asset turnover, current ratio, dan net profit margin terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang tergabung dalam indeks kompas 100. Jumlah populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 perusahaan dengan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 45 perusahaan. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel return on asset, total asset turnover, dan current ratio tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba dengan nilai signifikansi masing-masing variabel sebesar 0,491, 0,344, dan 0,053, sedangkan variabel net profit margin memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,014 yang menunjukkan pengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, saran yang dapat diajukan yaitu pada penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan untuk memeriksa data perusahaan yang akan dijadikan objek penelitian dan memfokuskannya pada industri yang sama sebelum menentukan perusahaan yang akan diteliti. Kata Kunci: Pertumbuhan Laba. Return On Asset. Total Asset Turnover. Current Ratio PENDAHULUAN Seiring dengan perkembangan zaman setiap perusahaan tentunya selalu memiliki suatu tujuan yang tidak pernah berubah dari dulu yaitu untuk memperoleh keuntungan dan terus memperbesar ruang lingkup usahanya. Dengan penerapan strategi yang berbeda-beda, perusahaan terus bersaing untuk memperoleh dan meningkatkan laba semaksimal mungkin. Perolehan laba inilah yang akan menjadi indikator dalam menilai seberapa besar perkembangan atau hasil yang telah dicapai oleh perusahaan. Dengan laba yang terus bertumbuh tentunya akan membantu perusahaan untuk mengembangkan berbagai kegiatan operasional dalam rangka memperluas lingkup usahanya. Sebaliknya, perolehan laba yang terus menerus menurun mengindikasikan bahwa kinerja perusahaan tersebut semakin memburuk. Pertumbuhan laba berperan penting dalam mencapai keberhasilan dalam suatu kegiatan usaha. Pertumbuhan laba yang tinggi akan mendorong kinerja fundamental perusahaan menjadi semakin baik sehingga operasional perusahaan akan dapat terus Diperlukan teknik analisis fundamental yang tepat agar perusahaan dapat Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 terus mengevaluasi berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan labanya di masa yang akan datang. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan berbagai jenis informasi atau data fundamental yang diperlukan. Data yang telah terkumpul kemudian akan diolah menjadi berbagai jenis rasio keuangan yang dibutuhkan. Analisis rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi berbagai aspek kinerja operasi dan keuangan perusahaan berdasarkan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan seperti laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi. Rasio keuangan akan memberikan gambaran mengenai baik atau buruknya keadaan posisi keuangan suatu perusahaan melalui angka yang diperoleh dari hasil perbandingan antara satu akun di dalam laporan keuangan dengan akun lainnya. Pertumbuhan laba setiap tahunnya diduga disebabkan oleh seberapa efektif upaya yang dilakukan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh aset yang dimiliki untuk menghasilkan penjualan dan hingga memperoleh laba bersih. Semakin efektif kegiatan perusahaan dalam mengelola seluruh aset yang dimiliki untuk menghasilkan penjualan, semakin besar juga laba yang akan dihasilkan serta semakin tinggi pula pertumbuhan laba bersih setiap tahunnya. Strategi perusahaan dalam mengoptimalkan laba bersih juga dapat dilakukan dengan cara meningkatkan margin laba bersih yaitu melalui pengurangan berbagai biaya yang tidak diperlukan selama kegiatan operasional perusahaan. Adanya tingkat likuiditas yang baik juga diharapkan dapat membantu meningkatkan perolehan laba bersih pada perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh return on asset, total asset turnover, current ratio, dan net profit margin terhadap pertumbuhan Analisis dilakukan pada Perusahaan Yang Tergabung Dalam Indeks Kompas 100 di Bursa Efek Indonesia. KAJIAN TEORITIS Perusahaan yang tergabung dalam indeks kompas 100 berisikan 100 saham . yang terpilih dari keseluruhan saham di Bursa Efek Indonesia yang akan terus diperbarui setiap satu semester dengan kategori saham yang memiliki likuiditas yang baik, kapitalisasi pasar yang tinggi, fundamental yang kuat, dan kinerja perusahaan yang baik. Kinerja suatu perusahaan akan dinilai baik jika laba yang diperoleh dapat Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 terus meningkat. Keberhasilan suatu perusahaan dalam mengelola dan mengembangkan suatu usaha tentu dapat dilihat dari pertumbuhan labanya. Menurut Kasmir . 6: . : AuLaba atau keuntungan merupakan salah satu tujuan utama perusahaan dalam menjalankan aktivitasnyaAy. Pihak manajemen selalu merencanakan besaran perolehan laba setiap periode yang ditentukan melalui target yang harus dicapai. Penentuan target besarnya laba ini penting guna mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan. Di samping itu, dengan adanya target yang harus dicapai, pihak manajemen lebih termotivasi untuk bekerja secara optimal. Hal ini penting karena pencapaian target merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya, sekaligus ukuran kinerja pihak manajemen di masa depan. Laba atau keuntungan pada dasarnya sering disebut sebagai tujuan utama Upaya dalam meningkatkan laba menekankan pada pemanfaatan barang secara efisien, namun upaya tersebut sebaiknya jangan hanya terfokus pada keuntungan jangka pendek saja. Perusahaan juga harus mempertimbangkan dampak jangka panjang yang ditimbulkan dalam upaya meningkatkan laba. Menurut Keown, et al . AuSeorang manajer keuangan dapat dengan mudah meningkatkan keuntungan saat ini dengan mengurangi beban riset dan pengembangan ataupun beban pemeliharaan rutin. Dalam jangka pendek, hal ini dapat meningkatkan keuntungan, namun untuk jangka panjang, hal ini sama sekali tidak menguntungkan perusahaan. Ay Penentuan target laba sangat penting agar para manajemen perusahaan termotivasi untuk bekerja secara maksimal dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya, sehingga perolehan laba dapat terus bertumbuh. Peningkatan laba tentunya akan sangat berdampak baik karena laba yang diperoleh perusahaan pada dasarnya akan digunakan untuk penambahan modal dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi atau untuk melakukan perluasan pemasaran ke berbagai wilayah. Selain itu perolehan laba juga pada umumnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan pemilik perusahaan dan seluruh karyawan. Menurut Harahap . 8: . : Pertumbuhan laba dapat dihitung dengan mengurangkan laba bersih tahun ini dengan laba bersih tahun lalu. Hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut merupakan total peningkatan maupun penurunan laba Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 sehingga hasil tersebut harus dibandingkan dengan laba bersih tahun lalu untuk memperoleh persentase pertumbuhan laba. Upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pertumbuhan laba perusahaan diduga disebabkan oleh beberapa faktor fundamental keuangan perusahaan diantaranya yaitu return on asset, total asset turnover, current ratio, dan net profit margin. Return on asset merupakan salah satu rasio profitabilitas yang mempu menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Return on asset mampu mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan pada masa lampau untuk kemudian diproyeksikan di masa yang akan datang. Asset atau aktiva yang dimaksud adalah keseluruhan harta perusahaan yang diperoleh dari modal sendiri maupun dari modal asing yang telah diubah perusahaan menjadi aktiva-aktiva perusahaan yang digunakan untuk kelangsungan hidup perusahaan. Menurut Husnan dan Pudjiastuti . 5: . : AuReturn on assets (ROA) menghitung berapa banyak laba bersih setelah pajak dihasilkan oleh total aset yang dimiliki perusahaanAy. Menurut Kasmir . 6: . : AuSemakin kecil . rasio ini, semakin kurang baik, demikian pula sebaliknya. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan. Ay Rasio ini dapat dihitung dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan total aset perusahaan. Semakin tinggi hasil pengembailan atas aset berarti semakin tinggi pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Sebaliknya, semakin rendah hasil pengembalian atas aset berarti semakin rendah pula jumlah laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Dikaitkan dengan pertumbuhan laba. ROA yang semakin tinggi menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba bersih semakin baik sehingga hal tersebut akan berdampak baik terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa return on asset berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian Silalahi . dan Andriyani . yang menyatakan bahwa return on asset berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Silalahi . juga menyatakan pendapat serupa mengenai pengaruh positif return on asset terhadap pertumbuhan laba. H1: Return on asset berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Menurut Hery . 5: . : AuPerputaran total aset merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur keefektifan total aset yang dimiliki perusahaan dalam menghasilkan penjualan, atau dengan kata lain untuk mengukur berapa jumlah penjualan yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total asetAy. Menurut Brigham dan Houston . 2: . : AuRasio perputaran total aset . otal asset turnover rati. mengukur perputaran seluruh aset perusahaan, dan dihitung dengan membagi penjualan dengan total asetAy. Total asset turnover menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan seluruh aktiva perusahaan di dalam menghasilkan volume penjualan tertentu. Semakin tinggi total asset turnover berarti semakin efisien penggunaan seluruh aktiva di dalam menghasilkan penjualan. Menurut Hery . 5: . : AuPerputaran total aset yang rendah berarti perusahaan memiliki kelebihan total aset, di mana total aset yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan penjualanAy. Dikaitkan dengan pertumbuhan laba. TATO yang semakin tinggi menunjukkan bahwa perusahaan berusaha meningkatkan penjualan dengan memaksimalkan penggunaan seluruh aktiva. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan laba yang lebih tinggi sehingga pertumbuhan laba juga akan ikut meningkat. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa variabel total asset turnover berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Gunawan dan Wahyuni . yang menyatakan bahwa total asset turnover berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Sihura dan Gaol . juga menyatakan pendapat serupa mengenai pengaruh positif total asset turnover terhadap pertumbuhan laba. H2: Total asset turnover berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba Menurut Kasmir . 6: . : Rasio lancar atau . urrent rati. merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan, dengan cara membandingkan antara total aktiva lancar dengan total utang lancar. Menurut Hery . 6: . AuRasio lancar . urrent rati. merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya yang segera jatuh tempo dengan menggunakan total aset lancar yang tersedia. Dengan kata lain, rasio lancar ini menggambarkan seberapa besar jumlah ketersediaan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan. Ay Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Current ratio dapat dihitung dengan cara membandingkan aktiva lancar dengan utang lancar. Aktiva lancar . urrent asse. merupakan harta perusahaan yang dapat dijadikan uang dalam waktu kurang dari atau sama dengan satu tahun. Menurut Kasmir . 6: . : AuKomponen aktiva lancar meliputi kas, bank, surat-surat berharga, piutang, sediaan, biaya dibayar di muka, pendapatan yang masih harus diterima, pinjaman yang diberikan, dan aktiva lancar lainnyaAy. Sebaliknya, utang lancar . urrent liabilitie. merupakan kewajiban jangka pendek perusahaan yang harus dilunasi dalam waktu kurang dari atau sama dengan satu tahun. Menurut Kasmir . 6: 134-. : AuKomponen utang lancar terdiri dari utang dagang, utang bank satu tahun, utang wesel, utang gaji, utang pajak, utang dividen, biaya diterima dimuka, utang jangka panjang yang sudah hampir jatuh tempo, serta utang jangka pendek lainnyaAy. Menurut Kasmir . 6: . : AuRasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan . argin of safet. suatu perusahaanAy. Current ratio (CR) yang rendah mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut memiliki aset lancar yang sedikit untuk membayar kewajiban jangka pendeknya. Dikaitkan dengan pertumbuhan laba, jika seluruh aktiva lancar saja tidak dapat digunakan untuk menjamin pembayaran hutang lancar, maka tidak terdapat lagi dana yang tersisa untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan dalam menghasilkan penjualan atau laba. Dengan kata lain current ratio yang rendah akan berdampak pada penurunan laba atau sebaliknya. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa current ratio berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian Peranginangin . yang menyatakan bahwa current ratio berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Silalahi . juga menyatakan pendapat serupa mengenai pengaruh positif current ratio terhadap pertumbuhan laba. H3: Current ratio berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba Menurut Hery . 5: . AuMarjin laba bersih . et profit margi. merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur besarnya persentase laba bersih atas penjualan bersih. Rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih terhadap penjualan bersih. Laba bersih sendiri dihitung sebagai hasil pengurangan antara laba sebelum pajak penghasilan dengan beban pajak penghasilan. Ay Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Yang dimaksud dengan laba sebelum pajak penghasilan adalah laba operasional ditambah pendapatan dan keuntungan lain-lain, lalu dikurangi dengan beban dan kerugian lain-lain. Net profit margin ini biasanya digunakan untuk mengukur seberapa efisien manajemen mengelola perusahaannya dan juga memperkirakan profitabilitas masa depan berdasarkan peramalan penjualan yang dibuat oleh manajemen. Tujuan perhitungan net profit margin adalah untuk mengukur keberhasilan keseluruhan bisnis suatu perusahaan. net profit margin yang tinggi menunjukkan perusahaan menetapkan harga produknya dengan benar dan berhasil mengendalikan biaya dengan baik. Rasio ini akan sangat berguna apabila digunakan untuk membandingkan profitabilitas pesaing di industri yang sama karena memiliki lingkungan bisnis dan basis pelanggan yang sama serta memiliki struktur biaya yang hampir sama. Menurut Hery . 5: . AuSemakin tinggi marjin laba bersih berarti semakin tinggi pula laba bersih yang dihasilkan dari penjualan bersih. Hal ini dapat disebabkan karena tingginya laba sebelum pajak penghasilan. Sebaliknya, semakin rendah marjin laba bersih berarti semakin rendah pula laba bersih yang dihasilkan dari penjualan bersih. Hal ini dapat disebabkan karena rendahnya laba sebelum pajak penghasilan. Net profit margin (NPM) menunjukkan tingkat laba bersih yang dapat diperoleh dari setiap rupiah penjualan. Semakin tinggi nilai rasio ini maka akan semakin baik karena menunjukkan perusahaan dapat menekan biaya yang tidak diperlukan sehingga laba bersih lebih yang diperoleh lebih maksimal. Hal ini tentunya akan meningkatkan pertumbuhan laba perusahaan sehingga dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa net profit margin berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Penelitian ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Manurung dan Silalahi . yang menyatakan bahwa net profit margin berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Peranginangin . juga menyatakan pendapat serupa mengenai pengaruh positif net profit margin terhadap pertumbuhan laba. H4: Net profit margin berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan permasalahan penelitian bersifat asosiatif dengan menggunakan empat variabel independen terhadap Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 satu variabel dependen yang akan diuji pengaruhnya. Pada penelitian ini, penulis mengumpulkan data sekunder melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia yaitu id berupa laporan keuangan tahunan Perusahaan yang Tergabung Dalam Indeks Kompas 100 di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total populasi berjumlah 100 Sampel pada penelitian ini berjumlah 45 perusahaan yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Analisis data pada penelitian ini meggunakan bantuan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan metode statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien korelasi dan determinasi, dan uji hipotesis. PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Berikut ini adalah Tabel 1 mengenai analisis statistik deskriptif terhadap variabel penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 45 perusahaan. TABEL 1 STATISTIK DESKRIPTIF INDEKS KOMPAS 100 Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation ROA -,0985 ,4464 ,080240 ,0827307 TATO ,1345 2,4167 ,715772 ,4619202 ,3626 9,7169 2,031769 1,3196510 NPM -,1747 ,7114 ,130164 ,1329370 Pertumbuhan_Laba -9,1164 15,8203 ,176946 1,7134154 Valid N . Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Uji Asumsi Klasik Pengujian normalitas menggunakan statistik non parametik One-Sample Kolmogorov-Smirnov terhadap 225 data menunjukkan data tidak berdistribusi Penulis berupaya menormalisasi data menggunakan transformasi ke dalam bentuk square root (SQRT) pada variabel X1. X2. X3, dan X4. Setelah melakukan transformasi, penulis mendeteksi data outlier dengan cara mengkonversi nilai ke dalam bentuk z-score. Hasil pengujian setelah dilakukan upaya normalisasi data tetap menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal. Namun, menurut Gujarati dan Dawn . 2: . : Jika ukuran sampel sangat besar . ebih dari 100 observas. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 kita dapat mengabaikan asumsi kenormalan ini. Dalam pengujian selanjutnya tidak terdapat masalah multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda bertujuan untuk mengukur kekuatan hubungan antar variabel dan menunjukkan arah hubungan variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut ini merupakan hasil analisis regresi linear berganda yang dijabarkan pada Tabel 2. TABEL 2 ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA INDEKS KOMPAS 100 Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Collinearity Coefficients Statistics Std. Model Error (Constan. -,055 ,350 ROA -1,802 2,612 TATO ,378 NPM Beta Sig. Tolerance VIF -,156 ,876 -,087 -,690 ,491 ,270 3,698 ,399 ,102 ,949 ,344 ,373 2,684 -,170 ,087 -,131 -1,943 ,053 ,949 1,054 3,463 1,404 ,269 2,467 ,014 ,363 2,758 Dependent Variable: Pertumbuhan_Laba Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Berdasarkan hasil regresi linear pada Tabel 2, dapat dibentuk persamaan regresi linear berganda dengan model matematis sebagai berikut: Y' = a b1 X1 b2 X2 b3 X3 b4 X4 e = -0,055-1,802X1 0,378X2 -0,170X3 3,463X4 e Koefisien Korelasi dan Determinasi Hasil pengujian koefisien korelasi dan determinasi ditunjukkan pada Tabel 3 sebagai berikut: TABEL 3 KOEFISIEN KORELASI DAN DETERMINASI INDEKS KOMPAS 100 Model R Square ,232a Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,054 ,036 1,6818741 Durbin-Watson 2,023 Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 Berdasarkan Tabel 3, nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,232 sehingga dapat diinterpretasikan terdapat hubungan yang lemah antara variabel independen terhadap variabel dependen karena nilai koefisien korelasi yang mendekati nilai nol. Nilai koefisien determinasi pada penelitian ini sebesar 0,054 dan apabila mengacu pada koefisien determinasi yang disesuaikan . djusted R squar. maka diperoleh nilai 0,036, yang menunjukkan kemampuan return on asset, total asset turnover, current ratio, dan net profit margin dapat memberikan penjelasan terhadap perubahan pertumbuhan laba yaitu sebesar 3,6 persen, sehingga dapat diketahui masih terdapat faktor-faktor lain sebesar 96,4 persen lainnya yang dapat memberikan penjelasan pada pengaruh terhadap pertumbuhan laba. Uji F Hasil pengujian uji F ditunjukkan pada Tabel 4 sebagai berikut: TABEL 4 UJI F INDEKS KOMPAS 100 ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 35,303 8,826 Residual 622,314 2,829 Total 657,617 Sig. 3,120 ,016b Dependent Variable: Pertumbuhan_Laba Predictors: (Constan. NPM. CR. TATO. ROA Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2019 Dari tabel 4, dapat diketahui nilai signifikan uji F sebesar 0,016 yang lebih kecil dari 0,05. Dari nilai tersebut dapat diketahui bahwa model regresi linear berganda ini layak untuk diuji. Uji t Berdasarkan pada Tabel 2 dapat dijabarkan hasil uji t sebagai berikut: Berdasarkan hasil pengujian melalui uji t dapat diketahui bahwa nilai t hitung pada variabel return on asset adalah sebesar -0,690 dan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,491. Dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 . ,491 > 0,. maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara return on asset terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang tergabung dalam indeks kompas 100 di Bursa Efek Indonesia, oleh karena itu H1 ditolak. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 b. Berdasarkan hasil pengujian melalui uji t dapat diketahui bahwa nilai thitung pada variabel total asset turnover adalah sebesar 0,949 dan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,344. Dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 . ,344 > 0,. maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara total asset turnover terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang tergabung dalam indeks kompas 100 di Bursa Efek Indonesia, oleh karena itu H 2 ditolak. Berdasarkan hasil pengujian melalui uji t dapat diketahui bahwa nilai t hitung pada variabel current ratio adalah sebesar -1,943 dan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,053. Dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 . ,053 > 0,. maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara current ratio terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang tergabung dalam indeks kompas 100 di Bursa Efek Indonesia, oleh karena itu H3 ditolak. Berdasarkan hasil pengujian melalui uji t diketahui bahwa nilai t hitung pada variabel net profit margin adalah sebesar 2,467 dan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,014. Dengan nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 . ,014 > 0,. maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif antara net profit margin terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan yang tergabung dalam indeks kompas 100 di Bursa Efek Indonesia, oleh karena itu H 4 diterima. PENUTUP Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan bahwa variabel return on asset, total asset turnover, dan current ratio tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba, sedangkan net profit margin berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Penelitian ini memperoleh nilai koefisien determinasi yang menunjukkan hubungan yang lemah sehingga saran yang dapat diajukan yaitu untuk penelitian selanjutnya untuk terlebih dahulu memeriksa data dan memfokuskan industri perusahaan yang akan dijadikan objek penelitian agar diperoleh hasil yang lebih akurat dikarenakan dalam penelitian ini variabel return on asset, total asset turnover, dan current ratio, dan net profit margin tidak memiliki pengaruh yang luas terhadap pertumbuhan laba. Jurnal FinAcc Vol 5. No. November 2020 DAFTAR PUSTAKA