AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies P-ISSN: 2622-9897 E-ISSN: 2622-9838 Vol. No. March 2025, 216-232 DOI: https://doi. org/10. 58223/al-irfan. Implications of Ellipsis Cohesion in Al-Furuq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian Ummi Rohmatuningsih Universitas Gadjah Mada. Indonesia ummirohmatuningsih@mail. Arief MaAonawi Universitas Gadjah Mada. Indonesia arief_arb@ugm. Sajarwa Universitas Gadjah Mada. Indonesia sajarwa@ugm. Abstract Keywords: Elliptical cohesion is a part of research in the field of translation science, namely the expression of meaning from one language to cohesion. Al- another language as intended by the author. This study aims to Furuq, identify the types of ellipsis cohesion found in Kitab Al-Furuq by KH. Zainal Abidin Munawwir and its Indonesian translation. It also seeks to analyze the translation strategies employed by the translator in handling ellipsis. Kitab Al-Furuq, which translates to Aoseveral differencesAo in Indonesian, is one of the works of KH. Zainal Abidin Munawwir from the Al-Munawwir Islamic boarding school in Krapyak. Yogyakarta. It consists of 39 chapters across 60 pages, discussing differences in several Islamic jurisprudence . rulings related to worship practices. This study employs a qualitative descriptive method, using translational, comparative, and interpretative approaches. The analysis identified 54 instances of ellipsis cohesion, consisting of 27 nominal ellipses, 8 verbal ellipses, and 19 clausal ellipses. Ellipsis in the source language. Arabic, when translated into the target language. Indonesian, results in different types, forms, and meanings. This variation AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 occurs due to the distinct linguistic characteristics of Arabic and Indonesian. These ellipsis findings contribute to making both the source and target texts more concise, dense, and efficient while avoiding word repetition. Kata Kunci: kohesi elipsis. AlFuruq. Abstrak Kohesi elipsis merupakan salah satu bagian penelitian dalam bidang ilmu terjemahan, yaitu pengungkapan makna dari suatu bahasa ke bahasa yang lain seperti makna yang dimaksudkan penulisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja jenis-jenis kohesi elipsis yang ada pada kitab Al-Furuq karya KH. Zainal Abidin Munawwir dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Serta untuk mengetahui bagaimana strategi penerjemahan yang dilakukan penerjemah dalam menangani elipsis. Kitab Al-Furuq atau yang dalam bahasa Indonesia berarti Aobeberapa perbedaanAo merupakan salah satu karya KH. Zainal Abidin Munawwir dari pondok pesantren Al-Munawwir. Krapyak. Yogyakarta. Terdiri dari 39 bab dalam 60 halaman yang isinya berupa pembahasan berbedaan beberapa hukum fikih . ata cara beribada. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode padan translational, komparatif, dan interpretatif. Berdasarkan hasil analisis ditemukan data sejumlah 54 kohesi elipsis, yang terdiri dari 27 elipsis nomina, 8 elipsis verba, dan 19 elipsis klausa. Elipsis dalam bahasa sumber, bahasa Arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran, bahasa Indonesia menghasilkan jenis, bentuk, dan makna yang berbeda. Hal itu karena adanya perbedaan karakteristik antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Temuan elipsis ini menjadikan teks bahasa sumber dan bahasa sasaran lebih ringkas, padat, dan efisien, serta menghindari pengulangan Received: 05-12-2024. Revised: 16-02-2025. Accepted: 27-03-2025 A Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa Pendahuluan Elipsis atau pelesapan menurut Baker . adalah penghilangan sebuah unsur bahasa tanpa menggantinya dengan unsur yang lain. Jadi meski unsur bahasa tersebut dihilangkan, struktur bahasa sendiri lah yang akan menunjukkan unsur yang hilang tersebut, sehingga pembaca tidak perlu untuk mencari makna unsur tersebut. Elipsis merupakan penggantian unsur kosong atau zero yang sebenarnya ada tapi sengaja dihilangkan, tujuannya agar bahasa lebih singkat, efisien, dan indah, sehingga meminimalisir adanya pengulangan (Mulyana, 2. Elipsis dalam bahasa Arab disebut dengan istilah ha. f (A) eAA. 216 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 Al-Khulli . membagi elipsis menjadi ijazu ha. f dan taAobirun ha. Ijazu ha. f adalah penghilangan satu kata atau banyak tanpa merusak hubungan linguistiknya, dengan cara menunjukkan bukti kata yang dibuang tersebut, sedangkan taAobirun ha. fiyyu merupakan penghilangan sebagian kata dan sebagian lain masih tetap ada. Adapun lambang elipsis menurut Verhaar . berupa tanda zero . , menggambarkan ada sesuatu yang dikosongkan dalam Elipsis merupakan bagian dari kohesi gramatikal. Halliday & Hasan . dalam bukunya menjelaskan secara jelas mengenai pembahasan kohesi, bahwa kohesi terbagi menjadi dua jenis, yaitu kohesi leksikal dan kohesi Kohesi gramatikal adalah kohesi yang berkaitan dengan keterkaitan unsur secara gramatikal, antara lain: referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi, sedangkan kohesi leksikal adalah kohesi yang berkaitan dengan pemilihan Selanjutnya elipsis elipsis menjadi tiga jenis, yaitu: elipsis nomina, elipsis verba, dan elipsis klausa. Elipsis nomina merupakan penghilangan unsur kelompok nomina. Elipsis verba merupakan penghilangan unsur verba atau predikat dalam kalimat, sedangkan elipsis klausa adalah penghilangan sebagian atau seluruh klausa yang ada pada teks. Penelitian tentang elipsis membutuhkan pemahaman terhadap konteks, karena penelitian elipsis ini berada dalam cakupan wacana teks. Konteks menurut Mulyana . merupakan sebab dan alasan terjadinya suatu pembicaraan atau dialog. Sebuah teks wacana memiliki tiga hal utama dalam unsur penelitian, yaitu: teks, konteks, dan wacana. Maka titik perhatian dari wacana adalah penggambaran dari teks dan konteks bersama-sama dalam proses komunikasi. Selanjutnya untuk menunjang keutuhan wacana, kohesi selalu berkaitan dengan koherensi. Koherensi berkaitan dengan hubungan teks dengan makna yang dapat mempengaruhi pemahaman dari pembaca (Baker. Pemahaman terhadap kepaduan wacana ini selanjutnya sebagai acuan untuk mengetahui antaseden dalam elipsis. Anteseden adalah salah satu unsur 217 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 dalam kalimat atau klausa terdahulu yang ditunjuk oleh ungkapan dalam suatu kalimat atau klausa Kridalaksana . Antaseden ini yang akan menjelaskan kemana rujukan yang diacu oleh elipsis, juga untuk mengatasi adanya kerancuan sebuah makna. Oleh karena itu antaseden terbagi menjadi dua macam, yaitu anafora dan katafora. Anafora adalah pengulangan struktur sintaksis pada larik, klausa atau kalimat yang telah disebutkan. Adapun katafora adalah penunjukan pada sesuatu yang disebut di belakang. Kohesi elipsis merupakan salah satu bagian penelitian dalam bidang ilmu terjemahan, yaitu pengungkapan makna dari suatu bahasa ke bahasa yang lain seperti makna yang dimaksudkan penulisnya (Newmark, 1. Adapun analisis pada penelitian ini meneliti tentang elipsis dalam bahasa Arab sebagai bahasa sumber (Bs. dan bahasa Indonesia sebagai bahasa sasaran (Bs. Bahasa Arab sebagai Bsu memiliki karakteristik yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Syihabuddin . menjelaskan beberapa ciri khas bahasa Arab yang seringkali menjadi permasalahan dalam proses penerjemahan Bsu ke Bsa. Pertama, keberadaan iAorab . atau perubahan akhir kata karena adanya partikel yang masuk pada kata tersebut. Kedua, bahasa Arab sangat mengutamakan makna, sehingga ditemukan berbagai pola bahasa dengan ringkas dan padat. Ketiga, paralelisme bahasa Arab yang tampak dalam pemakaian kata sarana penghubung antar kata, antar frase, antar klausa, antar kalimat, dan antar Ketiga Arab memunculkan penghilangan unsur kalimat atau elipsis. Keberadaan elipsis dalam bahasa Arab menjadi hal wajar untuk pembaca dengan pemahaman penuh terhadap bahasa Arab. Akan tetapi kalimat berelipsis tersebut menjadi permasalahan ketika diterjemahkan ke dalam Bsa, bahasa Indonesia. Oleh karenanya konsep analisis ini meneliti temuan elipsis pada Bsu yang kemudian diteliti keberadaannya pada teks Bsa. Selanjutnya dapat diketahui apakah elipsis tetap muncul di Bsa dan sepadan seperti pada Bsu, ataukah muncul dengan bentuk yang berbeda, atau bahkan hilang dari Bsa. Proses analisis elipsis ini 218 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 membutuhkan ketelitian dan kedalaman ilmu antara Bsu dan BSa. Permasalahan tersebut akhirnya menjadi temuan-temuan penting mengenai kedudukan elipsis dalam bahasa Arab sebagai bahasa sumber dan bahasa Indonesia sebagai bahasa Penelitian elipsis dalam bidang penerjemahan berkaitan erat dengan strategi penerjemahan yang dilakukan penerjemah dalam menangani elipsis. Adapun strategi penerjemahan menurut Newmark . antara lain: pemertahanan elipsis atau transfer . emindahkan langsung Bsu ke Bs. , pelengkapan elipsis . endeskripsikan Bs. , dan penggantian elipsis . engganti istilah Bsu ke Bsa dengan ekspresi yang lebih familia. Strategi-strategi penerjemahan ini menjadi faktor penting kemunculan elipsis dalam teks terjemahan bahasa sasaran. Adapun teks terjemah Arab yang dipilih sebagai obyek penelitian elipsis ini adalah kitab Al-Furuq beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia, yang merupakan karya KH. Zainal Abidin Munawwir dari pondok pesantren AlMunawwir Krapyak. Yogyakarta. Al-Furuq dalam bahasa Indonesia berarti Aobeberapa perbedaanAo, yaitu sebuah karya yang disusun berdasarkan rangkuman dari kitab fikih Asybah wan-Na. a>ir karya Imam Khatimatul Huffadz Jalaluddin Abdurrahman bin Abu Bakar As-Suyuthi. Ditulis 39 bab dalam 60 halaman dengan bahasa yang lugas, ringkas, dan mudah dipahami, membuat kitab ini masyhur dan banyak diminati para pembaca dan peneliti kitab. Di pondok pesantren Al-Munawwir Krapyak. Yogyakarta, kitab ini dijadikan salah satu pelajaran wajib bagi para santri madrasah salafiyah dengan sistem bandongan . enyimak bersama-sama dengan satu pengaja. Penelitian mengenai kitab Al-Furuq sebelumnya belum pernah ada, sehingga ini merupakan penelitian baru. Adapun penelitian mengenai kohesi elipsis dan bidang terjemahan bahasa Arab sudah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti, di antaranya sebagai berikut. Pertama, penelitian tentang elipsis pada ayat-ayat al-QurAoan dilakukan. Pranoto . Aziz . , dan Ismail et al. Kedua, penelitian elipsis dalam wacana di koran ditulis oleh 219 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 Rampung et al. , serta Sari & Sumarlam . Berikutnya, penelitian tentang metode penerjemahan serta penerjemahan gramatikal bahasa Arab dan bahasa Indonesia ditulis oleh Sobri et al. , . serta MuthiAoah & Albab . Penelitian tentang penerjemahan kitab bahasa Arab dituliskan oleh Masrukhi . dan Anis et al. , . Terakhir. Yunianti & Fajria . menulis penelitian mengenai tren penelitian terjemah bahasa Arab di Indonesia. Hal yang membedakan penelitian ini dengan penelitian lain adalah dalam penelitian ini membahas jenis-jenis elipsis dan strategi penerjemahannya pada kitab terjemahan Al-Furuq. Kemudian mengaitkannya dengan konteks bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini menarik dan penting untuk dilakukan, agar terciptanya keilmuan baru dan menghasilkan manfaat dalam bidang ilmu linguistik dan ilmu terjemahan. Metode Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dalam cakupan wacana. Pendekatan kualitatif digunakan untuk menganalisis temuan-temuan data berupa klausa, kalimat, dan wacana yang mengandung elipsis dalam kitab Al-Furuq dan terjemahannya. Pemilihan obyek penelitian kitab Al-Furuq dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia memiliki alasan yang mendasarinya. Hal itu karena dalam kitab Al-Furuq dan terjemahannya terdapat temuan-temuan data elipsis dan penerjemahannya dalam bahasa sasaran. Permasalahan tersebut diantaranya jenis-jenis elipsis antara bahasa sumber dan bahasa sasaran memiliki perbedaan karakteristik gramatikal, selain itu temuan elipsis dalam bahasa sumber dapat hilang pada bahasa sasaran atau berganti dengan ekspresi penjelasan lain. Adapun dalam penelitian, ada tiga tahapan yang harus dilalui oleh peneliti menurut Sudaryanto . , yaitu tahap penyediaan data, tahap analisis data, dan tahap penyajian hasil analisis data. Pada tahap penyediaan data digunakan metode simak, yaitu menyimak penggunaan bahasa pada kitab AlFuruq dan terjemahannya. Kemudian teknik dasar yang digunakan dalam 220 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 metode ini adalah teknik sadap dengan teknik lanjutan teknik catat, yaitu mencatat ke dalam kartu data. Tahapan kedua adalah proses analisis data. Adapun tahap analisis terjemahan dilakukan dengan beberapa tahapan: 1. Metode padan translational, metode deskriptif, 3. metode komparatif, dan 4. metode interpretatif (Sajarwa. Metode padan menurut Sudaryanto . adalah metode penelitian yang alat penentunya di luar atau bukan dari bagian bahasa yang bersangkutan. Tahap ini akan menghasilkan klasifikasi data berupa jenis-jenis elipsis yang ada pada kitab Al-Furuq dan terjemahannya. Tahap kedua adalah metode deskriptif, yaitu peneliti mendeskripsikan data teks sumber dan teks sasaran (Sajarwa, 2. Metode deskriptif pada penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan data elipsis yang ada pada teks bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Tahap analisis ketiga metode komparatif, yaitu membandingkan data satu dengan data lainnya (Sudaryanto, 1. Metode komparatif dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui strategi penerjemahan yang dilakukan penerjemah dalam menangani kohesi elipsis dalam kitab Al-Furuq. Setelah dikomparasikan, selanjutnya dilakukan metode interpretatif, yaitu mengungkapkan maksud atau fakta yang terdapat di dalam objek penelitian (Sajarwa, 2. Tahap ketiga adalah penyajian hasil analisis data, dengan metode formal maupun informal. Metode penyajian formal adalah perumusan dengan tanda dan lambang, sedangkan metode informal adalah perumusan dengan kata-kata biasa agar mudah dipahami pembaca. Pembahasan dan Diskusi Pembahasan penelitian ini menganalisis apa saja jenis-jenis elipsis dalam kitab Al-Furuq, yang diklasifikasikan berdasarkan elipsis nomina, verba, dan Jenis-jenis tersebut kemudian diteliti berdasarkan strategi penerjemahan yang dilakukan penerjemah dalam menangani elipsis. Temuan data jenis-jenis elipsis secara menyeluruh dapat dilihat berdasarkan tabel hasil jumlah data berikut ini. Tabel 1. Klasifikasi data jenis-jenis elipsis 221 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 No. Jenis kohesi elipsis Jumlah data Persentase Nomina Verba Klausa Jumlah Tabel 1 menjelaskan bahwa temuan data elipsis nomina sebagai data paling dominan pada kitab Al-Furuq. Elipsis Nomina Elipsis nomina adalah penggantian unsur kata dalam frasa nomina. Elipsis nomina dalam kitab Al-Furuq dan terjemahannya ditemukan sebanyak 27 data, yang merupakan jenis elipsis terbanyak dibanding jenis lainnya. Penemuan elipsis nomina dalam Bsu dan Bsa, ada kalanya sama dan ada kalanya berbeda. Artinya ada kalanya dalam Bsu disebut elipsis, tetapi dalam Bsa bukanlah elipsis, dan begitu pula sebaliknya. Data analisis penelitian yang diambil dari kitab AlFuruq dan terjemahannya diberikan lambang zero . sebagai tanpa adanya unsur yang dihilangkan, yang kemudian dideskripsikan dan dianalisis dengan metode komparatif dan interpretatif. Berikut ini analisis detailnya. Data . Bsu Bsa ae aa ae e aa aa e a ea Aea A e a a ea aa a y AeE aA acA aAeEaEeC ( aueU E OEN EN eEA e A"I eA ) :AaI") (EAOCA AEaA ACA AEA a AOaE I aA : AoDan ia tidak diperintahkan untuk mencukur rambut kepalanya . enurut ijmaAo ulama bahkan makruh baginya mencukur habis rambut kepala menurut qaul yang lebih sahih, keterangan dari kitab Mugni. Ao Data . merupakan kalimat yang mengandung elipsis nomina, yaitu kata berlambang zero eA aI e aIAy yang bermakna Aokitab MugniAo. Tahap pertama adalah mengetahui konteks kalimat yang menyertainya. Konteks kalimat di atas ada pada bab perbedaan orang laki-laki dan perempuan. Adapun penggalan kalimat tersebut menjelaskan mengenai hukum mencukur rambut kepala menurut ijmaAo yang dijelaskan dalam kitab Mugni. Namun menurut teks sumbernya tidak 222 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 disebutkan mengenai kata Aoketerangan dariAo kitab Mugni, yang ada hanyalah AuMugniAy saja. Hal ini berarti kata tersebut sengaja dihilangkan oleh pengarang, karena pembaca dianggap sudah paham akan kata yang dibuang tersebut. Selain itu juga hal tersebut untuk meringkas kalimat, membuatnya lebih efisien saat Setelah dianalisis kata yang dibuang tersebut mengandung qarinah . kata eA aOaIAyang berarti AoketeranganAo. Jika ditulis secara lengkap menjadi eA aOaI aeII e aIe a eIAyang bermakna Aoketerangan dari kitab MugniAo. Maka kata eA aOaIAini adalah antaseden dari elipsis, yang berjenis nomina atau ism. Antaseden tersebut dalam Bsa telah muncul dan diterjemahkan dalam bahasa sasarab. Maka strategi penerjemahan yang dilakukan penerjemah ini adalah pelengkapan elipsis nomina yang ada. Hal ini menjadikan hilangnya temuan elipsis dalam Bsa. Strategi yang dilakukan penerjemah ini memiliki alasan bahwa adanya elipsis dalam kalimat dapat menjadikan kebingungan pembaca dalam memahami Bsu, terutama terkait istilah-istilah fikih dalam kitab Al-Furuq. Selain itu karena genre Al-Furuq adalah fikih yang menyangkut hukum dan tata cara beribadah, maka perlu dijelaskan secara detail kata-kata elipsis dalam Bsu agar tidak menjadikan kesalahpahaman hukum. Data . BSu a a e a e a e a a e a a ca a a e a ea a e e a a ca a a ca a e a ) :A (EAOCA. A IaO O ONAy A aII OAy AC AO IN aN a EAaEa aea O OA Bsa : AoPara ulama telah membenarkan bahwa orang perempuan boleh mengeraskan suara di dalam sholat ketika bersama suami atau y mahram atau y orang-orang perempuan atau sendirian. Ao Kalimat data . merupakan kalimat yang memiliki dua unsur elipsis, yaitu seAOA e A eIAye A e eaIaI e eaOAye A eaOAyang bermakna atau y mahram atau y orang-orang Konteks kalimat tersebut menjelaskan tentang pendapat Imam Nawawi tentang bersama siapa saja orang perempuan boleh mengeraskan 223 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 suaranya saat sholat, yaitu kepada ketika bersama suami, bersama mahramnya, dan saat sendirian. Jika diteliti secara mendalam, pada kalimat di atas ada kata yang dibuang. Adapun kata yang bisa menjadi antaseden yang bersifat anafora yaitu kata AeA e a yang artinya AokehadiranAo atau AobersamaAo yang merupakan ism atau nomina. Antaseden kata AeA e A aAdalam bahasa Arab merupakan jenis ism masdar . Adapun pemertahanan elipsis. Artinya penerjemah tidak menyebutkan kata yang dibuang karena konteks yang ada dianggap sudah mampu memberikan pemahaman kepada pembaca. Oleh karena itu, baik dalam bahasa sumber maupun bahasa sasaran sama-sama mengandung elipsis nomina. Penerjemah sengaja menghilangkan kata tersebut untuk membuat efek kalimat sama seperti Bsu yang ringkas dan padat, sehingga menghindari banyak pengulangan. Elipsis Verba Elipsis verba adalah penggantian unsur kata dalam kelompok verba. Elipsis verba dalam sumber data kitab Al-Furuq dan terjemahannya ditemukan sebanyak 8 temuan. Temuan ini yang merupakan elipsis paling sedikit diantara data elipsis lainnya. Berikut ini analisisnya. Data . BSu Bsa e ca ca ca a aA eEAy A a aO aaEA e a aE aaOeA ) :A a (EAOCA a a eO aE EA aO a IEA : AoAir kencing bayi perempuan tidak cukup hanya dengan diperciki air atau y dengan batu. Ao Data . merupakan kalimat berelipsis verba yaitu eAA a aAEAye A aOaEAyang bermakna Aoatau dengan batuAo dalam Bsa. Konteks kalimat di atas menjelaskan mengenai bagaimana cara membersihkan air kencing perempuan yang caranya 224 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 tidak hanya dengan memercikkan air atau hanya dengan batu saja. Jika dibaca secara cermat, kata yang sejenis dengan eAA a aA aOaE eEAyang berada sebelumnya dan dihubungkan dengan kata penghubung (Aoata. adalah Aac aeA e A EIAyang berarti Aopercikan airAo. Maka setelah dianalisis, antaseden yang diacu oleh kata berelipsis eA aOaea a adalah verba eAA a A eaO aAyang bermakna AocukupAo, yang jika ditulis secara lengkap a a ca A aeaA e OaEA menjadi eAA e A aEAyang bermakna AoAir kencing bayi perempuan e a e a AeaO aA a a aAeEAOac eEA tidak cukup hanya dengan batu. Ao Antaseden kata AA ea A eaO aAtermasuk jenis kata verba atau dalam bahasa Arab disebut fiAoil mu. ariAo. Keberadaan elipsis dalam Bsu tetap ada dalam Bsa dengan jenis sama, yang kemudian disebut sebagai elipsis verba. Strategi penerjemahan yang dilakukan penerjemah adalah pemertahanan elipsis yang ada, artinya pengarang tidak menyebutkan makna kata yang dihilangkan karena konteks kalimat dianggap sudah memahamkan pembaca. Data . Bsu Bsa a a a e a a e a ca a a a a ) :A ea aE aI aN (EAOCAy A a eE e aO aOaEA AOaE CE eEA : AoIa tidak sunah mencium dan mengusap hajar aswad. Ao Penggalan data . merupakan kalimat berelipsis, yaitu aeAaEa aINA e aA eAye aA eaOaEAyang bermakna Aotidak mengusapnyaAo. Jika melihat kata tersebut, tampak ada unsur kalimat yang dibuang, maka perlu diketahui konteks kalimat yang Setelah dianalisis ditemukan penjelasan kalimat sebelumnya, e a e a a e e a e aa a a eaa ) :A Oa aO aN aO aO aN aN (EAOCA AeEIa A a AOOI EN aIA AoSunah baginya mewarnai kedua tangan dan wajahnya ketika ihram. Ao 225 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 Konteks kalimat pada data . menjelaskan mengenai hal-hal yang disunahkan untuk para perempuan ketika melaksakan ibadah haji, salah satunya perempuan disunnahkan untuk tidak mencium dan mengusap hajar aswad. Setelah dianalisis, diketahui antaseden yang diacu elipsis adalah kata eAA a A OaeI aAyang bermakna AosunnahAo. Kata tersebut merupakan informasi lama yang sudah pernah disebut sebelumnya, sehingga berpotensi untuk dihilangkan agar kalimat lebih singkat, efisien, dan menghindari pengulangan kalimat. Antaseden kata eAA a A OaeI aAdalam bahasa Arab merupakan jenis kata verba atau dalam bahasa Arab disebut fiAoil mudariAo, maka elipsis ini disebut elipsis verba. Akan tetapi dalam Bsa penerjemah membuat penjelasan dari kata yang dihilangkan tersebut dengan terjemahan AoIa tidak sunah mencium dan mengusap hajar aswadAo. Oleh karena itu, pada data . ini strategi penerjemahan yang dilakukan penerjemah adalah pelengkapan elipsis verba. Ini adalah langkah penerjemah untuk membantu pembaca memahami konteks kalimat, karena keberadaan elipsis dinilai dapat membuat ambigu dan membingungkan Elipsis Klausa Elipsis klausa adalah penghilangan sebagian atau seluruh klausa yang ada pada teks. Temuan data elipsis klausa dalam kitab Al-Furuq dan terjemahannya sebanyak 19 data. Berikut ini analisis detailnya. Data . Bsu aae a a eae a a a ae a a a a e a e a a a a a a ca a a a a a )u :A a " auUI" (EAOCA a A eECAy A eEOaE a OAy A EEI a OAy A eEI aO a OEA a AO OI EN aO CA Bsa : AoDisunahkan bagi orang perempuan ziaroh kubur para nabi, demikian pula y para ulama, y para wali, dan y para kerabat, keterangan dari kitab IAoanah. Ao 226 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 Data . merupakan kalimat yang mengandung elipsis klausa. Ditemukan ada tiga unsur kalimat berlambang zero. AA ea A eaCa aAye A e eaOEaOa a e aOAye eA EeaEa aI ae aOAye A eOaE aeAyang bermakna Aodemikian pula para ulama, para wali, dan para kerabatAo. Keempat unsur itu merupakan beberapa kata yang saling berkaitan karena setelah diberi kata penghubung wau Aoa. A) aOA. Adapun konteks kalimat di atas menjelaskan tentang hal-hal yang disunnahkan untuk para perempuan, di antaranya berziaroh kubur nabi, ulama, auliya`, dan para kerabat. Maka setelah dianalisis a aA Oa acIe aaEae aO aaeCAyang secara detail, antaseden yang diacu oleh elipsis adalah klausa eAA bermakna Aosunnah untuk perempuan ziaroh kuburAo. Jika dituliskan secara lengkap menjadi: a a e a a a a a ca a a a a e a e a a a a a ca a a a a a a e a a a a a ca a a a a a :A a (EAOCA a AOE OI EN aO EEI a O OI EN aO eEOaE a O OI EN aO eECA )u AoDemikian pula disunahkan bagi orang perempuan ziaroh kubur para ulama, demikian pula disunnahkan ziaroh kubur para wali, demikian pula disunahkan ziarah kubur para kerabat. Ao a aA Oa acI e aaEae aO aa eCAtermasuk jenis klausa, karena telah memenuhi Antaseden e AA unsur subyek dan predikat, yang dalam bahasa Arab tersebut termasuk jumlah fiAoliyyah . alimat yang terdiri dari fiAoil sebagai verba dan faAoil sebagai pelak. Strategi penerjemahan yang dilakukan penerjemah adalah pemertahanan elipsis, sehingga penerjemah tidak menjelaskan lebih detail maksud dari elipsis Hal itu karena konteks kalimat yang ada dinilai sudah dapat dipahami secara jelas oleh pembaca. Selain itu antaseden tersebut merupakan informasi lama yang berpontensi untuk dihilangkan agar kalimat menjadi lebih singkat dan efisien. 227 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 Data . Bsu a e a a a a e a e a ca a a a a a a a a e a a a a a ca e e A AaE Oa a eO aIAy AI IEacaE a aO auaEA AeE eaEIa a E aa A a AOOCA ON EO aE (A auI uaaEA "A"a aOeA ) :A(EAOCA Bsa : AoDan istrinya yang sudah pernah dijimaAo ditangguhkan . ika ia kembali masuk Islam ketika istrinya masih masa iddah maka pernikahannya tetap, jika tidak masuk Islam maka tidak tetap, keterangan dari kitab Tahrir. Ao Data . merupakan kalimat yang mengandung elipsis klausa, yaitu kata y eA aOuaacaEAyang bermakna Aojika tidakAo. Konteks kalimat di atas ada pada bab perbedaan orang murtad dan kafir asli. Selanjutnya penggalan kalimat tersebut membahas mengenai pernikahan hukum seorang perempuan yang bukan muslim yang dinikahi yang kemudian ditalak, bagaimana hukum iddahnya. Jika perempuan itu mau masuk Islam maka tetap iddah, tapi jika tidak mau masuk Islam maka tidak ada iddah untuknya. Kata y eA aOuaacaEAyang bermakna Aojika tidakAo mengandung sesuatu yang ambigu karena ada unsur yang dihilangkan. Setelah dianalisis, ditemukan antaseden a A Aaua eI ae a a euaaEAyang bermakna Aojika ia yang diacu elipsis secara anafora, yaitu eAaEaIA e AeA tidak kembali masuk IslamAo. Kata eA uaacaEAmerupakan gabungan partikel . eA ueaIAdan eA aEAdalam bahasa Arab termasuk jenis kata penghubung, yang berfungsi sebagai penghubung antar kalimat. Pada pembahasan elipsis, kata ini seringkali digunakan untuk menggantikan penghubung pada unsur kalimat yang terletak Maka jika dituliskan secara detail antaseden yang diacu oleh elipsis a aua eI eaE eOaea a euaaEA. Antaseden tersebut termasuk jenis klausa klausa menjadi eAaEaIA e AeA yang dalam bahasa Arab termasuk jumlah fiAoliyyah . alimat yang terdiri dari fiAoil sebagai verba dan faAoil sebagai pelak. 228 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 Adapun bentuk strategi penerjemahan yang dilakukan penerjemah adalah pelengkapan elipsis klausa. Hal itu karena dalam kalimat di atas penerjemah memaknai eA uaacaEAsebagai Aojika tidak masuk IslamAo. Artinya penerjemah telah menjelaskan secara detail klausa yang dihilangkan dalam Bsu, walaupun menjadikan hilangnya temuan elipsis dalam Bsa. Alasannya karena keberadaan elipsis dapat menjadikan pembaca kurang memahami konteks kalimat yang ada pada teks, maka tugas penerjemah adalah menyampaikan pesan secara maksud dari Bsu dengan bahasa yang dapat diterima oleh pembaca Bsa. Kesimpulan Hasil penelitian mengenai implikasi kohesi elipsis pada kitab Al-Furuq dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia ini, menghasilkan beberapa temuan Elipsis dalam bahasa sumber, bahasa Arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran, bahasa Indonesia menghasilkan jenis, bentuk, dan makna yang berbeda. Elipsis dalam Bsu adakalanya tetap muncul, ada kalanya hilang, dan adakalanya muncul dalam ekspresi ungkapan lain dalam Bsa. Hal itu karena adanya perbedaan karakteristik antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Selain itu, keberadaan elipsis tersebut dipengaruhi oleh strategi penerjemahan yang dipilih penerjemah dalam menanggapi elipsis, yang tujuan utamanya untuk memberi pesan yang jelas kepada pembaca. Penggunaan elipsis dalam Bsu dan Bsa menjadikan sebuah teks yang padat, singkat, dan menghindari banyak Selain itu, keberadaan elipsis pada teks karena adanya unsur informasi lama yang berpeluang untuk dihilangkan, sehingga pengarang maupun penerjemah tidak ingin mengulangnya kembali agar menimbulkan ekspresi bahasa yang efektif dan ringkas. 229 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 Penelitian ini memiliki keterbatasan, sehingga ada saran yang harapannya bisa melengkapi penelitian ini, serta menjadi peluang penelitian di masa Pertama, analisis jenis-jenis dan strategi penerjemahan dapat dilengkapi dengan jenis-jenis selain nomina, verba, dan klausa saja dan dengan teori dari ahli penerjemah lain seperti Nida. Catford. Bell, dan sebagainya. Penelitian mengenai elipsis ini juga akan menarik jika ditambahkan dengan implikasinya pada kesepadanan tekstual dan pendekatan dari segi budaya. 230 | Ummi Rohmatuningsih. Arief MaAonawi. Sajarwa. Implications of Ellipsis Cohesion in AlFuruq Book Zainal Abidin Munawwir's Work and Its Translation into Indonesian AL-IRFAN: Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. No. March 2025, 216232 Daftar Pustaka