Iftitah Yasmin Qurrotul Ain. Ayu Syarifatul Aulya Empatheia : Jurnal Psikologi ISSN :A. DOI :AA. Cinderella Complex: A Case Study of College Student Experiencing Cinderella Complex Cinderella Complex: Studi Kasus pada Mahasiswa yang Mengalami Cinderella Complex Iftitah Yasmin Qurrotul Ain1. Ayu Syarifatul Aulya2 220401110073@student. uin-malang. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 220401110073@student. uin-malang. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Abstract This research focuses on the subject's experience related to the Cinderella Complex, as well as the factors and aspects that influence it. The purpose of choosing this theme is to find out the tendency of Cinderella Complex in the subject. The method used in this research is a qualitative method with a case study approach. The results showed that the subject had aspects of Cinderella Complex in the form of always expecting support and help from others and fear of abandonment. In addition, the subject shows a lack of ability to make life choices. So it can be concluded that the subject has a tendency to experience Cinderella Complex. Keywords: Cinderella Complex, student, female Abstrak Penelitian ini berfokus pada pengalaman subjek terkait Kompleks Cinderella, serta faktor dan aspek yang memengaruhinya. Tujuan pemilihan tema ini adalah untuk mengetahui kecenderungan Kompleks Cinderella pada subjek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki aspek Kompleks Cinderella berupa selalu mengharapkan dukungan dan bantuan dari orang lain serta rasa takut ditinggalkan. Selain itu, subjek menunjukkan kurangnya kemampuan untuk membuat pilihan hidup. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa subjek memiliki kecenderungan mengalami Kompleks Cinderella. Kata kunci : Cinderella Complex. Mahasiswa. Perempuan Vol. No. Tahun 2024 41 Iftitah Yasmin Qurrotul Ain. Ayu Syarifatul Aulya Exploration Pendahuluan Cinderella Complex Cinderella ComplexAy terhadap 408 siswi di Taiwan tentang kecenderungan pada perempuan yang Cinderella Complex. Hasil penelitian tersebut mengalami ketergantungan psikologis menunjukkan bahwa siswi dengan rentang usia 19-21 tahun cenderung membatasi mendalam untuk dirawat dan dilindungi potensi diri mereka dan lebih memilih untuk orang lain terutama laki-laki, serta ketakutan untuk menjadi mandiri (Dowling, 1. Fitriani . mengemukakan bahwa Cinderella Complex merupakan suatu gejala krisis perempuan dimana mengakibatkan mengaktualisasikan dirinya dengan permasalahan tanpa pengarahan dari orang lain dan lebih mengandalkan orang lain. Dowling . juga berpendapat bahwa Cinderella Complex pada umumnya mulai menyerang perempuan berusia 16 atau 17 tahun, terkadang hal tersebut menghalangi mereka untuk melanjutkan pendidikan atau memunculkan pemikiran untuk mempercepat pernikahan. Sedangkan menurut Zain . , mencari seseorang atau sesuatu dari luar diri Cinderella Complex juga menyerang pendidikan tinggi, perempuan yang memiliki banyak pengetahuan ataupun skill (Abidah, 2. Pendapat tersebut sesuai dengan hasil penelitian oleh Wang dan Liao . dengan judul AyThe Psychological Dependency Syndrome In Women Of Taiwan AeAn mereka dengan tujuan untuk menemukan makna dalam kehidupan mereka. Beberapa kemandirian dikarenakan hal tersebut akan membuat mereka sulit mendapatkan perhatian dari lawan jenis, bahkan mereka juga takut kesulitan dalam mencari pasangan hidup (Ananda, 2. Penelitian ini berfokus pada pengalaman subjek yang berhubungan dengan Cinderella Complex, serta faktor dan aspek yang memengaruhi hal tersebut. Tujuan dipilihnya tema ini adalah karena peneliti mengamati adanya gejala Cinderella Complex pada teman terdekatnya. Seperti penjelasan diatas, bahwa perempuan memiliki harapan yang kebahagiaan dan bergantung pada orang lain, bahkan beberapa dari mereka rela melakukan apapun hingga merubah jati dirinya sendiri. Peneliti juga menilai bahwa tema ini menarik untuk dikaji, sebab tidak banyak orang yang mengetahui tentang Cinderella Complex. Beberapa Vol. No. Tahun 2024 42 Iftitah Yasmin Qurrotul Ain. Ayu Syarifatul Aulya mengatahui bahwa dirinya bergantung teknik pengumpulan data berupa wawancara pada orang lain, namun tidak menyadari semi terstruktur. Analisis data yang dilakukan bahwa hal tersebut merupakan salah pada penelitian ini berupa pengumpulan data satu gejala dari Cinderella Complex. berupa wawancara, penyusunan data, koding Dengan dan kategorisasi, pengembangan tema dan pola, interpretasi data, dan verifikasi temuan mengalami Cinderella Complex diluar sana dapat memahami dampak buruk Cinderella Complex bagi dirinya dan Hasil masa depannya, sehingga mereka dapat Pada penelitian ini terdapat dua subjek keluar dari situasi tersebut. Peneliti juga yang memiliki kriteria, perempuan berusia 20 berharap perempuan diluar sana tumbuh menjadi perempuan yang mandiri dan Complex. Subjek 1 memandang konsep dapat berdiri dengan usahanya sendiri. Cinderella Complex sebagai suatu kondisi Cinderella ketergantungan pada orang lain, sedangkan Metode Penelitian Metode yang digunakan subjek 2 berpandangan bahwa Cinderella penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian fenomena yang dialami oleh subjek penelitian dengan cara deskriptif dalam kata-kata Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus. Teknik Complex merupakan rasa takut untuk mandiri. Pemahaman Cinderella Complex menurut kedua subjek sejalan disampaikan oleh Dowling . yang Cinderella Complex merupakan kecenderungan pada perempuan yang mengalami ketergantungan psikologis dimana terdapat keinginan yang mendalam untuk dirawat dan dilindungi orang lain pengambilan sampel pada penelitian ini sampling, yang merupakan teknik pengambilan informan sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan terutama laki-laki, serta ketakutan untuk menjadi mandiri. Salah satu faktor penyebab Cinderella Complex adalah pola asuh yang diterima. Subjek 1 memiliki orang tua dengan pola asuh diberikan kesempatan untuk menentukan Vol. No. Tahun 2024 43 Iftitah Yasmin Qurrotul Ain. Ayu Syarifatul Aulya pilihannya sendiri, seperti bergabung akan merasakan ada yang kurang di dalam Selain itu, subjek juga merasa takut Subjek jika di masa depan ia tidka bersama dengan hampir selalu dilarang dan orang tuanya akan meminta untuk mengkuti kemauan mengiyakan permintaan orang lain agar tidak mereka meskipun itu bukan keinginan Dalam hal ini, pola asuh yang Sedangkan subjek 2 merasa bergantung diterima oleh subjek 1 adalah pola asuh dengan orang lain pada aspek emosi, ia mudah memburuk saat orang Sedangkan subjek 2 mendapatkan terdekatnya marah padanya atau melakukan pola asuh yang terlalu bebas, subjek hal yang tidak disukainya. Subjek juga tidak kurang mendapatkan kasih sayang dari mampu mengambil keputusan sendiri, ia akan orang tuanya, hal ini membuat subjek meminta keputusan dari orang terdekatnya mencari kasih sayang ke orang lain. dan langsung menuruti keputusan itu tanpa Menurut Yatim dan Irwanto . pola memikirkan keinginan dirinya. Selain itu, asuh yang memberikan kebebasan pada subjek 2 juga selalu berusaha melakukan anak untuk berperilaku sesuai dengan apapun yang orang lain inginkan agar tidak keinginannya sendiri adalah pola asuh Seseorang yang mendapatkan pola asuh permisif cenderung rentan mengalami Cinderella Complex. subjek juga cukup posesif terhadap orang Subjek Subjek Terkadang terdekatnya, subjek juga sering membatasi dengan orang lain terutama pada orang pergaulan orang tersebut dan selalu curiga terdekatnya, contohnya saat dikarenakan perasaan takut kehilangan yang ingin melakukan suatu kegiatan, ia ia rasakan. Seperti halnya subjek 1, subjek 2 selalu mengajak orang lain, apabila juga memiliki aspek yang hampir sama. orang tersebut tidak bisa, subjek lebih memilih untuk tidak mengikuti kegiatan Pembahasan Konsep Cinderella Complex dipandang Subjek sebagai suatu kondisi ketergantungan pada cenderung ingin selalu bertemu dengan orang terdekatnya, dalam hal ini adalah berpandangan bahwa Cinderella Complex Jika tidak bertemu, subjek Vol. No. Tahun 2024 44 Iftitah Yasmin Qurrotul Ain. Ayu Syarifatul Aulya Pemahaman terkait konsep Cinderella meskipun itu bukan keinginan pribadi. Dalam Complex menurut kedua subjek sejalan hal ini, pola asuh yang diterima oleh subjek dengan beberapa teori, sebagaimana disampaikan oleh Dowling . yang penelitian yang dilakukan Mayangsari . , mengatakan bahwa Cinderella Complex semakin besar pola asuh otoriter yang diterima oleh perempuan, maka akan semakin tinggi kecenderungan Cinderella Complex Berdasarkan yang dialami. Selain itu, orang tua yang terdapat keinginan yang mendalam untuk dirawat dan dilindungi orang lain kecemasan pada anak karena anak tidak terutama laki-laki, serta ketakutan untuk mampu mengembangkan keterampilan untuk menjadi mandiri. Selain itu. Fitriani menghadapi permasalahan dalam hidupnya . juga mengemukakan bahwa dan memicu munculnya Cinderella Complex Cinderella Complex adalah suatu gejala pada saat dewasa. krisis kemandirian yang terjadi pada Di sisi lain subjek mendapatkan pola mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya dan membuat subjek mencari kasih sayang ke orang lain. Menurut Yatim dan Irwanto permasalahan tanpa pengarahan dari . pola asuh yang memberikan kebebasan orang lain dan lebih mengandalkan pada anak untuk berperilaku sesuai dengan orang lain. Salah Seseorang yang mendapatkan pola Cinderella Complex adalah pola asuh asuh permisif cenderung rentan mengalami yang diterima. Subjek memiliki orang Cinderella Complex. Hal ini sesuai dengan tua dengan pola asuh yang cenderung penelitian yang dilakukan Fitriani. Arjanggi & Rohmatun . bahwa persepsi pola asuh permisif dengan kecenderungan cinderella pilihannya sendiri, seperti bergabung Selain pengembangan minatnya. Subjek selalu Oktinisa. Rinaldi & Hermaleni . yang dilarang dan diminta orang tuanya AuKecenderungan Cinderella Complex Perempuan Mahasiswa Vol. No. Tahun 2024 45 Iftitah Yasmin Qurrotul Ain. Ayu Syarifatul Aulya Ditinjau dari Persepsi Pola AsuhAy kompetisi, mengandalkan sosok laki-laki, dan takut kehilangan feminitas. permissive-indulgent Para pengidap Cinderella complex sering Complex mengalami kesulitan dalam menjalani fungsi paling tinggi dibandingkan tiga pola hubungan timbal balik. Keinginan untuk asuh lainnya dan pola asuh authoritative selalu menyenangkan orang lain membuatnya kehilangan prioritas untuk menyenangkan Cinderella Cinderella Complex paling rendah. Aspek yang dimiliki oleh seseorang berpengaruh pada kecintaan terhadap diri yang mengalami Cinderella Complex karena jika seseorang mengutamakan orang adalah bergantung pada orang lain dan lain diatas dirinya sendiri, maka dirinya akan memiliki ketakutan untuk ditinggalkan. Banyak kesulitan lain yang timbul Sebagaimana Cinderella melakukan suatu kegiatan, ia selalu mempengaruhi kehidupan pribadi maupun mengajak orang lain, apabila orang hubungan dengan orang lain. Dengan ini tersebut tidak bisa, subjek lebih memilih dapat dibuktikan bahwa subjek memenuhi untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut aspek-aspek dalam Cinderella Complex. meskipun ingin. Subjek cenderung ingin bergantung dengan orang lain pada aspek terdekatnya, dan jika tidak bertemu, emosi, memburuknya suasana saat orang subjek akan merasakan ada yang kurang terdekatnya marah atau melakukan hal yang di dalam harinya. Ada rasa takut jika di tidak disukainya. Subjek juga tidak mampu masa depan ia tidak bersama dengan orang terdekatnya, sehingga ia selalu meminta keputusan dari orang terdekatnya dan langsung menuruti keputusan itu tanpa sebab takut ditinggalkan. Hal ini sejalan memikirkan keinginan dirinya. Subjek kedua dengan teori Dowling . yang selalu berusaha melakukan apapun yang menyatakan bahwa terdapat beberapa orang lain inginkan agar tidak ditinggalkan. aspek yang ada Subjek Complex, antara lain, mengharapkan mengusahakan yang pengarahan dari orang lain, memiliki Terkadang subjek juga cukup posesif kontrol diri eksternal, rendahnya harga terhadap orang terdekatnya dan membatasi Sedangkan Cinderella Vol. No. Tahun 2024 46 Iftitah Yasmin Qurrotul Ain. Ayu Syarifatul Aulya pergaulan orang tersebut dikarenakan membiarkan orang lain untuk mengambil alih perasaan takut kehilangan. keputusan yang dalam dirinya dan memiliki Kedua subjek juga memiliki aspek keterbatasan kemampuan dalam pengambilan yang hampir sama. Hal ini sejalan pula dengan teori Dowling . yang menyatakan bahwa terdapat beberapa mendapatkan dukungan orang lain. Dengan aspek yang ada dalam ini dapat dibuktikan bahwa subjek memenuhi Cinderella sehari-hari. Complex, antara lain, mengharapkan aspek-aspek pengarahan dari orang lain, memiliki Idealnya individu ketika memasuki fase kontrol diri eksternal, rendahnya harga dewasa dapat menjadi mandiri dan terbebas dari ketergantungan. Dan riset ini sebagai kompetisi, mengandalkan sosok laki- laki, dan takut kehilangan feminitas. Para pengidap Cinderella Complex Cinderella hal-hal Complex. ketergantungan dan menimbukan ketakutan menjalani fungsi hubungan timbal balik. ketangguhan dan karakter resilien yang Keinginan untuk selalu menyenangkan terbebas dari gangguan kesehatan mental. orang lain membuatnya kehilangan prioritas untuk menyenangkan dirinya secara utama, hal ini akan berpengaruh Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan dari pada kecintaan terhadap diri karena jika penelitian ini, dapat ditemukan seseorang mengutamakan orang lain terdapat adanya gejala Cinderella Complex diatas dirinya sendiri, maka dirinya pada subjek, berupa selalu mengharapkan akan terlupakan. Banyak kesulitan lain dukungan dan bantuan dari orang lain serta yang timbul akibat Cinderella Complex, ketakutan akan ditinggalkan. Selain itu, yang dapat mempengaruhi kehidupan pribadi maupun hubungan dengan orang Sehingga dapat disimpulkan bahwa Terdapat pula aspek yang dimuat subjek memiliki kecenderungan mengalami dalam AuBuku Saku Diagnosis Gangguan Cinderella Complex. Oleh karena itu riset ini Jiwa PPDGJ i dan DSM-5Ay yang menjadi wawasan agar individu terhindar dari Cinderella Cinderella Complex Complex memiliki aspek yang meliputi. Vol. No. Tahun 2024 47 Iftitah Yasmin Qurrotul Ain. Ayu Syarifatul Aulya Daftar Pustaka