Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 174 - 182 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/460 Hubungan Waktu Paparan Layar Smartphone Dengan Forward Head Posture Pada Siswa. SMA The Relationship of Smartphone Screen Exposure Time with Forward Head Posture in High School Students Syahrani Wa Ode Adisty Nurul. Mustari Yery Universitas Hasanuddin adistyns129@gmail. com, yery. mustari@unhas. Diterima: 23 Desember 2024 | Ditinjau: 02 Januari 2025 | Disetujui: 15 April 2025 | Publikasi Online: 16 Mei 2025 ABSTRAK Smartphone merupakan media komunikasi yang paling banyak dipakai oleh masyarakat disemua kalangan usia pada masa kini. Saat menggunakan smartphone, posisi kepala menatap ke layar smartphone membuat cervical tidak pada posisi yang ergonomis. Jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus dengan mempertahankan posisi statis dalam waktu yang cukup lama, dapat menimbulkan suatu masalah yakni Forward Head Posture. Di Asia, prevalensi terjadinya Forward Head Posture mencapai 66%. Minimnya penelitian tentang FHP yang dilakukan pada siswa SMA di Indonesia, membuat peneliti ingin melakukan pengkajian lebih lanjut khususnya pada siswa SMA. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara waktu paparan layar smartphone dengan Forward Head Posture pada siswa. SMA Negeri 1 Baubau. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study dengan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 314 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Waktu paparan layar smartphone diukur dengan melihat laporan waktu layar pada smartphone responden dan FHP diukur dengan menggunakan aplikasi Protractor. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa sebanyak 94. 9% sampel terindikasi FHP kategori ringan dengan presentase perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki. Hasil uji normalitas data CVA tidak terdistribusi normal dengan nilai 200 yang kemudian di uji korelasi Spearman rho nilai signifikansi sebesar 0. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara waktu paparan lauar smartphone dengan Forward Head Posture pada siswa. SMA Negeri 1 Baubau dikarenakan banyaknya faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya FHP selain penggunaan smarthphone. Kata kunci: Siswa. Smartphone. Waktu Layar. Forward Head Posture. CVA ABSTRACT Smartphones are the most widely used communication media by people of all ages today. When using a smartphone, the position of the head staring at the smartphone screen makes the cervical not in an ergonomic position. If this is done continuously by maintaining a static position for a long time, it can cause a problem, namely Forward Head Posture. In Asia, the prevalence of Forward Head Posture is as high as 66%. The lack of research on FHP conducted on high school students in Indonesia, makes researchers want to conduct further studies, especially on high school This study aims to determine the relationship between smartphone screen exposure time and Forward Head Posture in students of SMA Negeri 1 Baubau. This study is a quantitative analytic descriptive study using a crosectional study approach with purposive sampling method and obtained a sample of 314 samples that met the inclusion and exclusion criteria. Smartphone screen exposure time was measured by looking at the screen time report on the respondent's smartphone and FHP was measured using the Protractor application. In this study, it was found 9% of the samples indicated mild category FHP with a greater percentage of women than men. The results of the CVA data normality tes t were not normally distributed with a significance value of 0. 200 which was then tested for Spearman rho correlation with a significance value of 0. It can be concluded that there is no significant relationship between smartphone exposure time and Forward Head Posture in students of SMA Negeri 1 Baubau because there are many other factors that can affect the occurrence of FHP besides smartphone use. Keywords: Student. Smartphone. Screen Time. Forward Head Posture. CVA PENDAHULUAN Smartphone merupakan salah satu media komunikasi yang paling banyak dipakai oleh masyarakat di semua kalangan usia pada masa kini. Pengguna smartphone mencakup anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Hal ini tidak terlepas dari fitur yang dihadirkan oleh smartphone yang memudahkan penggunanya dalam hal komunikasi, mengakses internet, bermain game dan masih banyak lagi. Seiring dengan perkembangan teknologi digital, pengguna smartphone juga ikut meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022, tercatat adanya peningkatan pengguna smartphone dari tahun 2018 yang berjumlah 319,43 Hubungan Waktu Paparan Layar Smartphone. | Syahrani Wa Ode dan Mustari Yery Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 174 - 182 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/460 juta pengguna menjadi 365,87 juta pengguna pada tahun 2022. Hadirnya wabah Covid-19 mengharuskan komunikasi antarsesama dilakukan secara online atau dalam jaringan, sehingga terjadi peningkatan dalam kepemilikan smartphone yang mencapai 65,87% pada tahun 2021. Hasil survey nasional oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyebutkan bahwa sebanyak 99,55% masyarakat pada rentan usia 13-18 tahun menggunakan Adapun berdasarkan latar belakang tingkat pendidikan, sebanyak 99,4% masyarakat tamat SMP/Paket B menggunakan smartphone . Hasil dari sebuah penelitian menunjukkan penggunaan gadget pada siswa di jam belajar-weekdays dengan durasi 2-4 jam/hari yaitu sebanyak 50,6%, penggunaan di luar jam belajar-weekdays dengan durasi 2-4 jam/hari sebanyak 42,5% dan penggunaan pada waktu weekend meningkat menjadi >4jam/hari yaitu sebanyak 54% . Adapun penelitian yang dilakukan oleh Universitas Oxford, menyebutkan bahwa batas atas penggunaan gadget untuk anak usia 5-17 tahun adalah 5 jam 8 menit. Jika lebih dari itu, gadget dianggap dapat merusak kinerja otak . Smartphone juga memiliki dampak bagi penggunanya, terutama pelajar. Smartphone dapat memudahkan penggunanya untuk informasi secara luas dan cepat dan menambah wawasan pelajar karena mudah mencari informasi. Namun, jika digunakan secara berlebihan akan menjadikan penggunanya malas, hanya mengandalkan smartphone, menjadi kecanduan social media, dan juga dapat mengganggu kesehatan penggunanya, terutama kesehatan mata dan muskuloskeletal . Penggunaan smartphone di kalangan pelajar membutuhkan perhatian khusus karena dapat mempengaruhi aspek pendidikan serta kesehatan mereka . Saat menggunakan smartphone, posisi kepala menatap ke layar smartphone membuat cervical menjadi tidak ergonomis . Jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus dan dalam waktu yang cukup lama, dapat menimbulkan suatu masalah pada leher yakni Forward Head Posture (FHP). In Jung et al. , 2016 dalam penelitiannya menyebutkan bahwa pengguna smartphone yang menghabiskan waktu 1-4 jam/hari menatap layar dalam posisi statis secara berulang-ulang dapat meningkatkan resiko terjadinya Forward Head Posture. FHP dapat menyebabkan gangguan muskuloskeletal seperti crossed syndrome, pemendekkan otot-otot disekitar sendi atlanto-occipital, ketegangan otot, serta nyeri leher kronik. Di Asia, prevalensi terjadinya Forward Head Posture mencapai 66% . Penelitian lain di India, prevalensi FHP pada anak usia 12-16 tahun sebesar 63%. Prevalensi yang tinggi ini meningkatkan potensi terjadinya musculoskeletal disorder yang mempengaruhi postur cervical . Studi lain yang dilakukan di Indonesia pada mahasiswa dengan rata-rata usia 20,94 tahun didapatkan bahwa sebesar 94,2% mahasiswa pengguna smartphone mengalami Forward Head Posture . Sebuah studi tentang prevalensi FHP dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari di kalangan siswa menyimpulkan bahwa persentasi prevalensi FHP dikalangan siswa ialah 73% dan sebagian besar siswa mengalami keluhan nyeri leher . Beberapa penelitian yang dilakukan terkait waktu penggunaan smartphone dan juga tentang Forward Head Posture, membuat peneliti tertarik tentang hubungan waktu paparan layar smartphone dengan Forward Head Posture. Minimnya penelitian yang dilakukan pada siswa SMA di Indonesia, membuat peneliti ingin melakukan pengkajian lebih lanjut khususnya pada siswa SMA. Untuk itu peneliti melakukan studi pendahuluan pada instansi tujuan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada beberapa siswa SMA Negeri 1 Baubau dilakukan pengukuran Craniovertebral Angle (CVA) untuk mengetahui kejadian Forward Head Posture, dan hasilnya menunjukkan bahwa dari 115 siswa, 92% diantaranya mengalami resiko Forward Head Posture (FHP). Dengan persentase laki-laki yang terkena sebesar 37,73% dan persentasi perempuan sebesar 62,26% (Data Primer, 2. Besarnya kejadian Forward Head Posture dikalangan siswa. ini menjadi kekhawatiran akan dampak yang terjadi kedepannya jika tidak ditinjau lebih dalam. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross sectional study dengan metode purposive sampling. Populasi Hubungan Waktu Paparan Layar Smartphone. | Syahrani Wa Ode dan Mustari Yery Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 174 - 182 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/460 pada penelitian ini adalah siswa. SMA Negeri 1 Baubau yang mencakup kelas 10, kelas 11 dan kelas 12 yang berjumlah 1441 siswa dan didapatkan sampel sebanyak 314 siswa. Data didapatkan dari mencatat rata- rata penggunaan waktu layar yang terdapat pada smartphone responden selama 1 minggu dan untuk nilai CVA didapatkan dengan mengukur menggunakan aplikasi protractor. Kemudian, data yang diperoleh dianalisis menggunakan SPSS 29 yang kemudian diuji normalitas menggunakan uji kolmogrov-smirnov dan uji korelasi menggunakan uji spearman rhoAo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu paparan layar smartphone dengan Forward Head Posture pada siswa. SMA Negeri 1 Baubau. Penelitian ini telah mendapat persetujuan etik dari Komisi Etik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dengan nomor etik 609/UN4. 1/TP. 02/2024. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 menunjukkan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkatan kelas, waktu layar, nilai CVA, aplikasi yang paling sering diakses serta jenis konten yang Proporsi responden dengan kategori usia terbanyak adalah usia 17 tahun sebanyak 125 responden, dan didominasi oleh kelas XII yang berjumlah 152 siswa. Perbandingan responden berdasarkan jenis kelamin ialah 6:4 yang didominasi oleh responden perempuan yakni sebanyak 196 responden dan responden laki-laki sebanyak 118 responden. Untuk nilai CVA, didominasi oleh 300 - 490 yakni sebanyak 298 responden. Jika ditinjau dari aplikasi yang paling sering digunakan, whatsapp menjadi aplikasi yang paling populer. Sebanyak 23. 5% responden menjadikan whatsapp sebagai aplikasi yang paling sering digunakan. Berkaitan dengan itu, jenis konten yang paling sering diakses oleh responden ialah konten sosial. Tabel 1. Karakteristik Umum Responden Karakteristik Frekuensi . Respnden Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Usia Total Tingkatan Kelas XII Total Waktu Layar < 8. 3 Jam Ou 8. 3 Jam Total CVA >30o 30o Ae 49o Ou50o Presentase (%) Hubungan Waktu Paparan Layar Smartphone. | Syahrani Wa Ode dan Mustari Yery Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 174 - 182 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/460 Total Aplikasi Populer Whatsapp Tiktok Instagram Lainnya Total Jenis Konten Populer Sosial Video Game Lainnya Total Tabel 2 menunjukkan distribusi rata-rata, nilai minimal dan nilai maksimal pada karakteristik responden. Dapat diketahui bahwa rata-rata penggunaan waktu layar responden 53 menit atau 9 jam 2 menit, rata-rata nilai CVA ialah 38. 80 dan rata-rata usia responden ialah 16. 5 tahun. Tabel 2. Distribusi Mean. Deviasi. Min dan Max pada Karakteristik Responden Karakteristik Deviasi Mean Min Max Usia 5 tahun 14 tahun 19 tahun Waktu Layar 53 menit 171 menit 1000 menit CVA 854 derajat 1 derajat 6 derajat Berdasarkan hasil pengambilan data terkait jenis konten yang paling sering diakses oleh siswa. SMA Negeri 1 Baubau. Adapun jenis konten yang didapatkan merupakan jenis konten yang paling sering diakses oleh responden pengguna smartphone dengan merek samsung. Hal ini dikarenakan merek ponsel lain tidak melaporkan jenis konten yang paling sering diakses oleh Diketahui bahwa jenis konten sosial merupakan jenis konten yang paling sering diakses oleh responden. Jenis konten ini umumnya sebagai media berkomunikasi ataupun pertukaran informasi baik berupa pesan, gambar ataupun video antar sesama penggunanya. Sejalan dengan hasil penelitian, survei yang dilakukan oleh APJII pada tahun 2023 menunjukkan bahwa sebesar 24. 73% masyarakat indonesia mengakses konten politik, sosial, hukum dan HAM . Adapun jenis aplikasi yang paling sering diakses oleh responden kaitannya dengan konten sosial ialah aplikasi whatsapp. Selanjutnya, jenis konten video merupakan jenis konten lain yang populer dikalangan responden. Jenis konten ini berkaitan dengan aplikasi sebagai media pemutar konten baik berbasis kuota internet maupun tidak. Adapun diketahui bahwa aplikasi youtube menjadi aplikasi yang paling banyak diakses sebagai pemutar video di kalangan responden. Dalam surveinya. APJII melaporkan bahwa sebesar 06% masyarakat indonesia mengakses video online sebagai konten internet hiburan dimana youtube menjadi aplikasi media sosial yang paling banyak digunakan yakni sebesar 65. penduduk Indonesia. Selain itu, sebesar 23. 02% penduduk Indonesia mengakses game online dengan persentasi pengguna game Mobile Lagend sebesar 84. 73% dan 46. 36% pengguna game Free Fire . Pada penelitian ini, diketahui bahwa Mobile Lagend dan Free Fire menjadi 2 aplikasi game online yang paling sering dimainkan. Namun ada perbedaan persentasi antara survei yang dilakukan apjii dengan penelitian ini, dimana Free Fire menjadi aplikasi game yang populer dikalangan responden dengan presentasi sebesar 48. 4% dan presentasi moblie lagend Dapat disimpulkan bahwa. Free Fire menjadi aplikasi populer pada jenis konten Hubungan Waktu Paparan Layar Smartphone. | Syahrani Wa Ode dan Mustari Yery Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 174 - 182 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/460 SOSIAL FACEBOOK INSTAGRAM TELEGRAM TIKTOK WHATSAPP Gambar 1. Distribusi Aplikasi Yang paling sering digunakan berdasarkan jenis konten Sosial HIBURAN Gambar 2. Distribusi Aplikasi Yang paling sering digunakan berdasarkan jenis konten Hiburan GAME POU PUBG ROYAL MATCH FREEFIRE GTA LAINNYA LITE MOBILE OJEK LAGEND ONLINE Gambar 3. Distribusi Aplikasi Yang paling sering digunakan berdasarkan jenis konten Game Tabel 3 menunjukkan hasil distribusi FHP berdasarkan jenis kelamin. FHP kategori ringan mendominasi hasil penelitian yakni sebanyak 298 responden dengan sebaran jenis kelamin Hubungan Waktu Paparan Layar Smartphone. | Syahrani Wa Ode dan Mustari Yery Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 174 - 182 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/460 perempuan sebesar 59. 5% . dan jenis kelamin laki-laki sebesar 35. Tabel 3. Distribusi FHP Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Forward Head Posture Laki-Laki Perempuan (FHP) Normal Ringan Berat Total Total N (%) Tabel 4 menunjukkan distribusi kejadian Forward Head Posture berdasarkan usia. Terdapat 4 responden yang teridentifikasi FHP kategori berat yang jika di tinjau dari usianya, yakni masing-masing 1 responden yang berusia 15, 16, 17 dan 19 tahun. Adapun distribusi penyebaran FHP didominasi oleh FHP ringan dan diketahui bahwa responden yang berusia 17 tahun mendominasi hasil dari FHP kategori ringan. Tabel 4 Distribusi FHP Berdasarkan Usia Forward Head Posture (FHP) Usia Normal Ringan Berat Total N(%) 12 . Total Tabel 5 menunjukkan korelasi antara Forward Head Posture dengan karakteristik Berdasarkan hasil uji korelasi dengan menggunakan uji spearman rhoAo, diketahui bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara Forward Head Posture dengan 3 variabel yang lain yakni usia, jenis kelamin dan waktu layar. Untuk hubungan antara Forward Head Posture dengan 3 variabel yang lain yaitu dengan jenis kelamin diketahui bahwa nilai 0714 (>0. , dengan usia diketahui nilai signifikansi 0. 297 (>0. dan dengan waktu layar nilai signifikansi 0. 067 (> 0. Tabel 5 Korelasi Forward Head Posture dengan Karakteristik Responden Variabel Signifikansi (P) Koefisien korelasi . Forward Head Posture dengan Jenis Kelamin Forward Head Posture dengan Usia Forward Head Posture dengan Waktu Layar - 0. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, didapatkan bahwa sebesar 96. 2% responden terindikasi FHP. Dengan perbandingan responden laki-laki dan perempuan sebesar 4:6. Hubungan Waktu Paparan Layar Smartphone. | Syahrani Wa Ode dan Mustari Yery Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 174 - 182 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/460 Berdasarkan hasil pengukuran, didapatkan bahwa nilai CVA terendah ialah 26. 10 dan nilai CVA tertinggi ialah 55. Hal ini menunjukkan tingginya kejadian FHP pada siswa. SMA khususnya di SMA Negeri 1 Baubau. Kejadian Forward Head Posture ini disebabkan oleh banyak hal, selain penggunaan smartphone kejadian FHP juga disebabkan oleh penggunaan perangkat elektronik lain yang mengharuskan penggunanya untuk menunduk dalam posisi statis dalam waktu yang lama, seperti penggunaan laptop dan komputer . Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan bahwa beberapa dari responden diharuskan menggunakan laptop untuk mengerjakan tugas dan juga ada pula responden yang lebih banyak menghabiskan waktunya bermain laptop dibandingkan bermain smartphone. Selain itu FHP disebabkan juga dengan posisi tidur statis dengan kepala yang terlalu elevasi dan juga posisi yang tidak nyaman. Penggunaan bantal harus diperhatikan. hal ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa bantal penyangga harus meminimalkan aktivitas otot leher dan punggung serta harus memberikan kenyamanan bagi penggunanya. Hal ini menyebabkan berkurangnya aktivitas otot-otot cervical jika tulang cervical disejajarkan dengan tulang lumbal secara horizontal dengan pengoptimalan penggunaan bantal. Selain itu, terminimalisirnya tekanan biologis pada muskuloskeletal selama tidur . Sayangnya, belum ada penelitian yang pasti tentang pengaruh bahan bantal kaitannya dengan kejadian FHP . Dalam penelitian ini, diketahui bahwa sebagian dari responden lebih nyaman menggunakan lebih dari 1 bantal saat Namun dalam pengambilan data tidak ditinjau lebih lanjut mengenai ketinggian serta jenis bantal yang digunakan tiap responden. Selain itu, bermain game online dalam waktu yang lama dengan mempertahankan posisi statis bisa menjadikan salah satu alasan besarnya kejadian FHP. Seperti hasil yang didapatkan bahwa, banyaknya responden yang sering bahkan menjadi kebiasaan bermain game baik saat jam sekolah maupun diluar jam sekolah bersama-sama dengan teman-temannya. Selain itu aplikasi berbasis konten hiburan seperti instagram dan tiktok mengharuskan penggunanya menatap layar saat mengakses aplikasi tersebut, dan saat dilakukan pengambilan data dapat dilihat bahwa tingginya pengguna aplikasi berbasis konten hiburan yang diakses oleh responden. Adapun hal lain yang bisa menyebabkan tingginya kejadian Forward Head Posture diantaranya, tidak dapat dipastikan apakah responden saat menggunakan smartphone memposisikan dirinya dalam posisi statis dalam jangka waktu yang lama. Hal ini berkaitan dengan jurnal yang menyatakan bahwa pengguna smartphone yang mempertahankan posisi statis dalam waktu 1-4 jam dapat meningkatkan resiko terjadinya FHP dan menurunnya nilai CVA . Penelitian yang lain juga menyebutkan bahwa adanya penurunan nilai CVA dan ROM pada seseorang yang menghabiskan 5-6 jam waktunya menatap layar smartphone . Sejalan dengan penelitian tersebut, penelitian lain menyebutkan bahwa batas atas penggunaan gadget untuk anak usia 5-17 tahun ialah 5 jam 8 menit. Jika lebih dari itu, gadget dianggap dapat merusak kinerja otak . Untuk itu, perlu adanya pengkajian yang lebih dalam terkait posisi responden saat bermain smatrphone dan juga berapa lama responden mempertahankan posisinya saat menggunakan smartphonenya. Hal lain yang mendukung tidak adanya hubungan antara waktu paparan layar smartphone dengan Forward Head Posture pada penelitian ini dikarenakan penggunaan screentime responden yang tidak spesifik ke smartphone saja. Penggunaan screentime pada perangkat lain seperti laptop/komputer dan tv dapat menjadi perancu. Bersamaan dengan itu, jenis konten dan jenis aplikasi yang dilihat juga dapat mempengaruhi posisi tubuh dan leher responden saat menggunakan smartphone nya. Aplikasi berbasis pemutar musik seperti spotify dapat dijalankan tanpa mengharuskan penggunanya menatap layar smartphone dalam waktu yang lama, dikarenakan aplikasi pemutar musik dapat berjalan di latar belakang smartphone akan tetapi tetap dihitung dalam penggunaan waktu layar saat layar smartphone menyala. Lain halnya dengan aplikasi yang mengharuskan penggunanya menatap layar dalam jangka waktu yang lama, seperti aplikasi game dan juga aplikasi sosial seperti whatsapp. Jenis aplikasi berbasis video seperti youtube bisa menjadi aplikasi yang Hubungan Waktu Paparan Layar Smartphone. | Syahrani Wa Ode dan Mustari Yery Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 09 No. 02 Bulan Juli 2025 p-ISSN 2548-8716 Halaman 174 - 182 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/460 mengharuskan penggunanya melihat layar saat menonton, akan tetapi jenis konten yang lagi marak di youtube seperti podcast menjadikan beberapa penggunanya hanya sekedar memutar video dan mendengarkan suaranya sembari melakukan aktivitas-aktivitas lain. Hal ini didapatkan saat melakukan penelitian, bahwa sebagian dari responden menggunakan aplikasi berbasis video seperti youtube sebagai aplikasi yang berjalan di latar belakang smartphone dan hanya mendengarkan suara dari videonya tanpa harus menatap ke layar smartphone. Selanjutnya terkait analisis hubungan Forward Head Posture dengan usia dan jenis kelamin menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antar variabelnya. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi umur seseorang tidak menjamin seseorang tersebut memiliki resiko mengalami Forward Head Posture. Sama halnya dengan hubungan Forward Head Posture dengan jenis kelamin. Namun dalam penelitian ini didapatkan bahwa kejadian Forward Head Posture pada perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian pada laki-laki. Hal ini sejalan dengan penelitian yang menyebutkan bahwa kemungkinan perempuan mengalami FHP dua kali lebih banyak dari laki-laki . SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan terkait hubungan waktu paparan layar smartphone dengan Forward Head Posture pada siswa. SMA Negeri 1 Baubau, dapat ditarik kesimpulan bahwa distribusi Forward Head Posture pada siswa. SMA Negeri 1 Baubau menunjukkan angka yang sangat tinggi yang mana didominasi oleh FHP kategori ringan sebesar 94. 9% dengan frekuensi kejadian perempuan lebih besar . ,5%) dibandingkan dengan laki-laki . 5%). Selanjutnya, distribusi jenis aplikasi yang paling sering digunakan dari seluruh jenis aplikasi yang sering diakses oleh responden ialah aplikasi whatsapp, tiktok dan instagram, serta distribusi jenis konten yang paling sering diakses oleh responden pengguna smartphone bermerek samsung ialah konten sosial. Tidak ada hubungan signifikan antara waktu paparan layar smartphone dengan Forward Head Posture pada siswa. SMA Negeri 1 Baubau dikarenakan banyaknya faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya FHP selain penggunaan smarthphone. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat, mahasiswa Fisioterapi maupun mahasiswa pada bidang lain tentang gambaran terkait dampak dari penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menyebabkan Forward Head Posture. Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya peneliti meninjau lebih dalam terkait jenis aplikasi dan jenis konten yang mengharuskan responden menatap layar smartphone saat menjalankannya agar hasil penelitian lebih spesifik dan akurat. Dan juga sebaiknya perlunya penelitian lebih lanjut terkait lama waktu yang dihabiskan responden dalam menatap waktu layar dalam posisi statis. DAFTAR PUSTAKA