Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 PENERAPAN METODE V-MODEL DALAM PERANCANGAN SISTEM PENJUALAN ONLINE PRODUK FURNITURE MENGGUNAKAN PHP MYSQL DI PD DUA PUTRI Yuyun Yuningsih Universitas Panca Sakti Bekasi Jalan Raya Hankam No 54 Jati Rahayu Pondok Melati Bekasi 17414 E-mail : yuningsihyuyun224@gmail. ABSTRAK Perkembangan dunia internet saat ini sangat diharapkan karena meningkatnya jumlah pertumbuhan perusahaan dan instansi yang berdampak terhadap kebutuhan layanan informasi. E-Commerce merupakan salah satu hasil dari layanan internet yang perkembangannya saat ini sangat nyata, dan begitu cepat. Penelitian ini mencoba untuk membuat E-Commerce dengan objek penelitian PD Dua Putri Furniture yang basis penjualan berupa furniture. PD Dua Putri Furniture melakukan penjualan dan pemasaran secara konvensional, yaitu konsumen masih diharuskan untuk memesan secara langsung ke tempat pembuatan. Bisnis tentu kurang kompetitif bila tidak memiliki media pemasaran secara online seperti website. Keberadaan suatu website dapat memperluas jangkauan dalam pemasaran produk yang dijual pada PD Dua Putri Furniture. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu sistem E-commerce yang dapat mempermudah customer dalam mendapatkan informasi tentang berbagai produk furniture pada PD Dua Putri Furniture dan membantu meningkatkan daya penjualan dengan menggunakan E-commerce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan sistem informasi penjualan berbasis online dapat membantu konsumen dalam mengakses informasi mengenai produk yang dijual serta memperluas pemasaran produk-produk furniture. Kata Kunci: Sistem Informasi. Model V. E-Commerce ABSTRACT The development of the internet world today is highly expected due to the increasing number of growth companies and agencies that have an impact on the need for information services. E-Commerce is one of the results of internet services whose development is currently very real, and so fast. This study tries to create an E-Commerce with the object of research is PD Dua Putri Furniture whose sales base is in the form of furniture. PD Dua Putri Furniture does sales and marketing in a conventional manner, where consumers are still required to order directly to the place of manufacture. Businesses are certainly less competitive if they don't have online marketing media such as websites. The existence of a website can expand the reach in marketing the products sold at PD Dua Putri Furniture. The purpose of this research is to produce an E-commerce system that can make it easier for customers to get information about various furniture products at PD Dua Putri Furniture and help increase sales power by using E-commerce. The results of the study indicate that the design of an online-based sales information system can assist consumers in accessing information about the products being sold and expanding the marketing of furniture products. Key word: Information System. V-Models. E-Commerce PENDAHULUAN Teknologi internet merupakan salah satu bidang yang mengalami perkembangan sangat pesat. Telah banyak sektor yang menerapkan teknologi ini, salah satunya dalam bidang penjualan, yaitu ecommerce/penjualan online. Implementasi ecommerce / penjualan online dalam dunia bisnis salah satunya adalah dengan banyaknya bermunculan situs situs penjualan secara online atau berbasis web. Hal ini menbawa kita dalam budaya baru dalam melakukan transaksi yang tidak lagi konvensional, melainkan membawa kita kepada transaksi dunia maya. Disadari atau tidak penerapan e- commerce ini telah berdampak pada efisiensi dan efektivitas transaksi, serta dapat mengangkat produk atau citra dari perusahaan yang menerapkan konsep tersebut. Peningkatan commerce oleh perusahaan merupakan 182 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. bahwa manajemen memiliki komitmen terhadap pemanfaatan cara baru atau lebih tepat digambarkan sebagai suatu komitmen untuk ecommerce di dalam pengembangan perusahaan. Selama ini, sistem penjualan yang digunakan oleh perusahaan hanya bersifat manual dan secara tertulis, yang tidak jarang cenderung menyesatkan. Dengan adanya layanan jasa berupa e-commerce yang dapat secara cepat dapat dinikmati oleh pelanggan maupun perusahaan sendiri, maka segala layanan yang diinginkan oleh para pelanggan dapat segera ditindak lanjuti dengan secepat mungkin, sehingga perusahaan tersebut akan mampu memberikan palayanan yang terbaik dan tercepat bagi para pelanggan Belum terdapatnya media penjualan secara online, menambah masalah yang ada pada PD Dua Putri. Saat ini suatu bidang usaha tentu kurang kompetitif jika memiliki media pemasaran online seperti Konsumen sangat kesulitan mencari informasi tentang keberadaan PD Dua Putri yang tentunya mengakibatkan perusahaan dagang tersebut kurang dikenal oleh banyak orang dan tidak bisa memasarkan produk yang memiliki jangkauan pasar yang lebih luas Dengan adanya masalah yang dihadapi oleh perusahaan PD Dua Putri tersebut maka dibutuhkan kehadiran sebuah website. Hal ini sangat penting karena keberadaan suatu website dapat membantu penyampaian informasi produk dan harga secara detail kepada konsumen, serta dapat meminimal kan biaya- biaya operasional seperti biaya iklan dan juga biaya sewa toko secara fisik. Selain itu melalui website akan dapat mengakses informasi yang dibutuhkan kapan saja dan dimana saja. Suatu website akan menjelaskan bagaimana proses perusahaan dalam melakukan kegiatannya sehingga dapat ditampilkan waktu pemesanan dan waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan pesanan hingga sampai kepada pelanggan yang memesannya. Maka jika dilihat dari fakta diatas penulis berinovasi untuk membuat sebuah aplikasi berbasis website metode V-Model. Karena metode V-Model ini merupakan perluasan yang di kembangakan dari metode waterfall yang di gambarkan dalam bentuk V. Tahapan V-Model hampir sama dengan waterfall hanya saja pada metode VModel ini tahapan pengujian di rinci untuk masing- masing tahap. Sedangkan metode waterfall di perlukan manajemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat di P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 lakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu V-Model yaitu (Validasi/Verifikasi Mode. dimana metode tersebut termasuk kedalam metode SDLC (System Development Life Cycl. yaitu mendemonstrasikan hubungan antara proses pengembangan sistem . evelopment activite. Dalam permodelan V-Model proses pengujiannya jauh lebih kompleks karena di bagi menjadi beberapa bagian yang lebih detail. Proses pengembangan sistem meliputi: requirement requirement specification, desain Sedangkan dalam proses pengujian meliputi acceptance testing, system testing, integration testing, dan unit testing. Diantara development activities dan testing activities terdapat proses penulisan code. Pada penelitian sebelumnya, metode V-Model ini digunakan untuk pengembangan sistem informasi manajemen ruang rapat. Untuk melakukan proses peminjaman ruang rapat tersebut masih secara manual dan tidak adanya riwayat Mekanisme V-Model dalam menyelesaikan masalah tersebut berdasarkan hasil wawancara didapatkan beberapa kebutuhan berupa aktivitas atau fungsi yang di harapkan terdapat pada sistem yang akan di bangun. Pada tahap architectural design kebutuhan sistem yang telah diidentifikasi akan di terjemahkan ke dalam bentuk mapping. Pada tahap component design data flow diagram didefinisikan untuk mengetahui alur fungsi pada sistem yang akan di Pada tahap code generation proses implementasi sistem menggunakan Bahasa pemrogramn PHP. Referensi Pustaka V- Model Model ini merupakan perluasan dari model waterfall, disebut sebagai perluasan karena tahap- tahapnya mirip dengan yang terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, maka dalam V-Model proses . V-Model adalah model pengembangan sistem pemahaman atas kompleksitas. Pada rekayasa sistem, model V digunakan untuk menyatakan prosedur yang seragam dalam pengembangan proyek atau produk. Penamaan V pada model V merupakan kependekan dari 183 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. Verification Validation. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Kelebihan dari Model V adalah: . Disebut sebagai perluasan karena tahap-tahapnya mirip dengan yang terdapat dalam model Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, maka dalam model-V proses dilakukan bercabang. Dalam model-V ini digambarkan hubungan antara tahap pengujiannya adalah sebagai berikut : Dapat bekerja dengan sangat baik untuk proyek kecil dimana requirement sangat mudah dipahami. Mudah untuk mengatur dalam tiap tahapan karena sifat kekakuan dari model dan setiap fase dalam siklus memiliki tujuan yang Setiap fasenya spesifik dan memiliki pengiriman tertentu dan hasil yang jelas. Sistem Sistem adalah suatu susunan yang teratur dari kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dan prosedur-prosedur berhubungan, sinergi dari semua unsur- unsur dan elemen-elemen yang ada didalamnya, yang menunjang pelaksanaan dan mempermudah kegiatan-kegiatan utama tercapai dari suatu organisasi ataupun kesatuan kerja. Gambar 1. V-Models Penjelasan V-Model sebagai berikut : . Requirement Analysis Acceptance TestingTahap ini adalah persyaratan pengguna yang dicatat pada tahap sebelumnya. Output pada tahap ini adalah dokumen yang dibutuhkan oleh pengguna. Acceptance Testing adalah tahap yang akan memeriksa apakah dokumen yang dihasilkan diterima oleh pengguna. System Design & System Testing Analisis pada tahap ini mulai merancang sistem yang mereferen- sikan pengguna yang telah diselesaikan pada tahap Tahap spesifikasi perangkat lunak mencakup struktur data dan organisasi umum Misalnya, tampilkan "ERD dan Data Dictionary" di jendela. Architecture Design and Integration Testing Sering disebut desain level tinggi. Dasar untuk memilih arsitektur yang akan digunakan didasarkan pada beberapa hal, seperti: penggunaan kembali setiap modul, dependensi tabel dalam database, hubungan antar antarmuka, detail teknologi yang digunakan. Module Design and Unit Testing Desain tingkat rendah adalah desain yang membuat modul lebih kecil, dan setiap modul memiliki instruksi yang cukup untuk memudahkan programmer untuk coding. Coding Program setiap modul yang telah Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang. Bahasa Pemrograman PHP AuBahasa pemrograman atau sering diistilahkan juga pemrograman komputer, adalah instruksi standar Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan sematik yang dipakai untuk mendefinisikan program computerAy. AuPHP sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari AuHypertext PreprocessorAy, yang merupakan pemrograman web bersifat server side, yang bertujuan untuk menghasilkan skrip yang akan di- generate dalam kode HTML yang merupakan bahasa standar webAy. Penjualan Online Penjualan online adalah kegiatan komunikasi penjualan dengan menggunakan media internet. Sesuai perkembangannya penjualan online tidak hanya menggunakan media website, tapi juga email dan aplikasi-aplikasi lain yang berjalan di atas protokol internet seperti internet, iklan internet . eriklanan di interne. menjadi pilihan 184 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 yang menarik bagi para marketer khususnya dan dunia usaha umumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Metode pengumpulan Data Metode penelitian adalah rencana sistematis sebagai kerangka yang dibuat untuk mencari jawaban atas pertanyaan penelitian. Metode penelitian mengacu pada strategi keseluruhan yang dipilih untuk mengintegrasikan berbagai komponen penelitian dengan koheren dan logis untuk memastikan efektifitas pemecahan masalah . Gambar 2. Kerangka Pemikiran Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 4 Hasil Penelitian 1 Observasi /Pengamatan 1 Requirements Analysis Mungumpulkan data dengan cara pengamatan langsung terhadap semua kebutuhan yang diperlukan pada obyek penelitian, tidak terkecuali hardware, software dan brainware yang mendukung Pembuatan aplikasi/sistem dan di dapatkan hasil dari tahap observasi ini berupa kebutuhan sistem yang akan di buat berupa menu-menu yang akan di tampilkan di sistem tersebut dengan fungsi yang bisa menyelesaikan permasalahan yang ada. Kebutuhan sistem yang berupa menu-menu tersebut terdapat pada bab selanjutnya pada proses perancangan sistem. Tahap requirements Analisis dikenal juga sebagai tahap mendefinisikan kebutuhan. Baik kebutuhan pengguna ataupun kebutuhan sistem. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak PD Dua Putri, didapatkan beberapa kebutuhan pengguna berupa aktivitas atau fungsi yang diharapkan terdapat pada sistem yang akan Adapun analisis kebutuhan pengguna Tidak adanya sistem penjualan online pada kegiatan transaksi yang ada pada PD Dua Putri dan juga Belum bisa memasarkan produk yang memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. 2 Wawancara /Interview Adapun kebutuhan sistem terbagi menjadi dua kebutuhan yaitu kebutuhan perangkat keras dan kebutuhan perangkat lunak dalam pembangunan aplikasi ini adalah : Metode ini digunakan untuk studi pendahuluan dalam menemukan permasalahan yang harus diteliti, proses pengambilan data melalui tanya jawab dan wawancara langsung di tempat penelitian PD dua putri Bersama pemilik nya yaitu bapak Karna dan mendapatkan hasil dari wawancara tersebut sesuai permasalahan yang penulis paparkan pada bab sebelumnya. 2 Kerangka Pemikiran Dari latar belakang dan rumusan masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini mereferen- sikan dokumen persyaratan pengguna yang telah diselesaikan pada tahap sebelumnya. Tahap spesifikasi perangkat lunak mencakup struktur data dan organisasi umum lainnya. Pada penelitian kali ini mengunkan use case diagram untuk menggambarkan perancangan sistem yang akan di buat. Kebutuhan Perangkat Keras Perangkat keras pendukung yang dibutuhkan dalam pembuatan program pada sistem ini adalah sebagai berikut Minimum processor intel Pentium 4 atau yang lebih tinggi Memory minimum RAM 2 GB Hardisk minimum 150 GB Keyboard. Mouse dan Monitor sebagai peralatan antar muka. Kebutuhan Perangkat Lunak Perangkat lunak pendukung yang dibutuhkan dalam pembuatan aplikasi adalah sebagai berikut : Sistem Operasi : min windows 7 32 bit b. MySQL PHP XAMPP Visual Studio Code atau text editor lainnya 185 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 2 System Design 3 Architecture Design Pada tahap ini mulai merancang sistem yang Use case diagram digunakan untuk memahami hubungan yang terjadi antar aktor dengan aktivity yang ada pada sistem. Sasaran pemodelan use case adalah untuk mengartikan kebutuhan operasional dan fungsional sistem dengan mendefinisikan skenario penggunaan Adapun user interface pada sistem ini di buat menjadi dua yaitu admin dan juga user (Pelangga. berikut masing-masing penjelasan dari use case diagram di masing-masing user Dasar untuk memilih arsitektur yang akan digunakan didasarkan pada beberapa hal, seperti: dependensi tabel dalam database, hubungan antar antarmuka, detail teknologi yang digunakan. Berikut struktur tabel-tabel yang telah di rancang untuk sistem yang akan di buat. Use case diagram Admin Gambar 5. Hubungan antar tabel Sedangkan untuk teknologi yang di pakai untuk sistem yang akan di buat di antara nya amenggunakan teknologi framework codeigniter, bootstrap versi 4. Bahasa pemrograman PHP versi 7, menggunakan aplikasi XAMPP versi 2 dan juga menggunakan texeditor visual studio code 4 Module Design Gambar 3. Use case diagram admin Use case diagram Pelanggan Module Design Desain tingkat rendah adalah desain yang membuat modul lebih kecil, dan setiap modul memiliki instruksi yang cukup untuk memudahkan programmer untuk coding. Pada tahap ini perancangan yang telah sebelumnya dipecah menjadi modul-modul yang lebih kecil. Setiap modul akan diberi penjelasan yang cukup untuk memudahkan programmer melakukan Adapun rancangan-rancangan sebagai Rancangan Menu Login Dalam rancangan antar muka sistem, pengguna diharuskan Login terlebih dahulu sebelum masuk ke menu utama. Gambar 4. Use case diagram pelanggan Gambar 6. Form Login 186 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. Rancangan Dashboard Admin Setelah melakukan login, maka admin akan Menu Utama/dashboard. Form ini merupakan tampilan awal program aplikasi untuk Dalam form menu utama admin terdapat beberapa menu yang masingmasing memiliki fungsi sendiri. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 5 Coding Coding Program setiap modul yang telah dibentuk. Pada tahap ini dilakukan coding dan implementasi terhadap keseluruhan aplikasi setelah tahap pengkodingan selesai. bagaimana komponen software dari sistem informasi akan dijalankan pada hardware Form Login Gambar 7. Rancangan Dashboard Admin Rancangan Menu Produk Gambar 10. Form Login Dashboard Admin Form ini merupakan tampilan table pada daftar produk yang telah di input oleh admin Gambar 11 Dashboard Admin Gambar 8. Rancangan Menu Produk Menu Produk Rancangan Menu Pemesanan Form ini merupakan tampilan data table yang berisi data daftar pesanan pembeli yang sudah melakukan pesanan pada setiap akun yang sudah user buat. Gambar 12. Menu Produk KESIMPULAN Dari hasil proses penelitian yang dilakukan, maka penulis dapat menarik beberapa sebagai berikut: Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sistem penilaian peserta pelatihan yang Gambar 9 Rancangan Menu Pesanan 187 | S T M I K D i a n C i p t a C e n d i k i a K o t a b u m i Jurnal informasi dan Komputer Vol: 10 No:2. dibangun memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian proses penilaian dapat dilakukan secara cepat dan memberikan hasil yang akurat. Adanya komponen penilaian serta bobot yang ditentukan menunjukan bahwa penilaian dilakukan secara objektivitas. Sehingga para peserta harus mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh nilai terbaik. Dengan demikian penilaian dilakukan secara fair tanpa ada unsur subjektivitas. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Winarmo and A. Zaki. Buku Sakti Pemrograman. Jakarta: elex Media Komputindo, 2016. Nurdin and S. Hartati. Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media Sahabat Cendekia, 2019. DAFTAR PUSTAKA