Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Volume 19. Nomor 1. Juni 2024: 9-19 https://jurnal. univpgri-palembang. id/index. php/ikan POTENSI AGEN IMUNOSTIMULAN RUMPUT LAUT DALAM MODULASI HEMOSIT UDANG VANAME (Litopenaeus vanname. Potential Seaweed Immunostimulant Agent in Modulating the Hemocytes of Vaname Shrimp (Litopenaeus vanname. Lili Suharli1*. Mardiana Hamjah1. Adi Suriyadin1. Milis2 Fakultas Ilmu dan Teknologi Hayati. Universitas Teknologi Sumbawa Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram *Corresponding author: lili. suharli@uts. ABSTRAK Pertahanan pertama terhadap penyakit pada udang vaname dilakukan oleh hemosit. Hemosit merupakan salah satu sel imun utama pada udang. Salah satu upaya dalam penanggulangan dan pencegahan penyakit udang adalah melalui peningkatan sistem pertahanan tubuh udang, yaitu dengan menggunakan imunostimulan. Rumput laut Sargasum sp. Eucheuma sp. dan Ulva sp. merupakan sumberdaya laut yang potensial sebagai sumber fitokimia yang mempunyai aktifitas biologi yang bermanfaat bagi Rumput laut ini memiliki kandungan seperti tannin, flavonoid, dan polisakarida sulfat yang mampu meningkatkan jumlah hemosit dan pertahanan tubuh pada udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modulasi hemosit dan pertumbuan udang vaname. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis masing-masing perlakuan yaitu 0,5 gram, 1 gram, 2 gram dan kontrol. Parameter pengamatan terdiri dari Total Haemocite Count (THC). Differensial Haemosite Count (DHC) dan Pertumbuhan pada udang vaname. Hasil penelitian menunjukkan bahwa THC dan DHC tertinggi didapat pada perlakuan pemberian ekstrak Euchema sp. dosis 2 gram dengan nilai THC sebesar 12. 75x104 cell/ml dan DHC 51%, serta pertumbuhan udang vaname dengan bobot 29. 87 gram dan panjang 66 cm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak rumput laut memberikan pengaruh dalam sistem pertahanan udang melalui parameter THC dan DHC serta peningkatan pertumbuhan panjang dan berat udang. Penggunaan ekstrak rumput laut Sargasum sp. Eucheuma sp. dan Ulva sp. sebagai immunostimulan dengan konsentrasi 2 gram memberikan pengaruh positif dalam modulasi hemosi serta pertumbuhan udang Kata Kunci: Immunostimulants. Hemocytes. Seaweed. Litopenaeus vannamei ABSTRACT The first defense against disease in white shrimp is carried out by hemocytes. Hemocytes are one of the main immune cells in shrimp. One of the efforts to overcome and prevent shrimp diseases is by increasing the shrimp's body defense system, namely by using Seaweed Sargasum sp. Eucheuma sp. and Ulva sp. is a marine resource that has potential as a source of phytochemicals that have biological activities that are beneficial for health. This seaweed contains ingredients such as tannins, flavonoids and sulfate polysaccharides which can increase the number of hemocytes and body defenses in This study aims to determine the effectiveness of hemocyte modulation and growth of vaname shrimp. The experimental design used was a Completely Randomized Design e-ISSN 2620-4622 p-ISSN 1693-6442 Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname. Lili Suharli et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2024: 9-19 (CRD) with 4 treatments and 3 replications. The doses for each treatment were 0. 5 grams, 1 gram, 2 grams and control. The observation parameters consist of Total Haemocite Count (THC). Differential Haemosite Count (DHC) and Growth in vaname shrimp. The research results showed that the highest THC and DHC were obtained in the treatment of Euchema sp extract. a dose of 2 grams with a THC value of 12. 75x104 cells/ml and a DHC of 0. as well as the growth of vaname shrimp with a weight of 29. 87 grams and a length of 19. So it can be concluded that the administration of seaweed extract has an influence on the shrimp defense system through the parameters THC and DHC as well as increasing the growth in length and weight of shrimp. Use of seaweed extract Sargasum sp. Eucheuma sp. and Ulva sp. as an immunostimulant with a concentration of 2 grams, it has a positive influence in modulating hemorrhage and growth of vaname shrimp. Keywords: Imunostimulant. Hemosit. Rumput laut. Litopenaeus vannamei PENDAHULUAN Menurut data statistik perikanan budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan tahun 2018, menunjukan bahwa perkembangan produksi udang vaname tahun 2017 sebesar 757. 793 ton dan tahun 2018 sebesar 717. 094 ton. Penurunan produksi udang terjadi pada tahun 2018 sehingga membuat pemerintah menargetkan produksi udang di tahun 2020 menjadi 934. 922 ton. Produksi udang vaname yang tinggi harus didukung dengan ketersediaan jumlah benur yang terpenuhi dan pemeliharaan kesehatan yang baik. Namun, wabah penyakit menjadi kendala di budidaya udang, karena dapat menyebabkan kematian massal (Siswati 2. Pertahanan pertama terhadap penyakit pada udang vaname dilakukan oleh hemosit. Hemosit merupakan salah satu sel imun utama pada udang, yang berperan penting dalam imunitas humoral maupun seluler. Hemosit berpartisipasi dalam proses imunitas humoral dengan mensintesis dan melepaskan molekul imun seperti peptida antibakteri, lektin, dan crustin. Hemosit juga terlibat dalam fagositosis, enkapsulasi, dan nodulasi. Berdasarkan sifat pewarnaan dan morfologinya, hemosit pada udang vaname umumnya dibagi menjadi tiga yaitu granulosit, semigranulosit, dan hialinosit (Battistella et al. , 1. Sistem imunitas pada udang sangat bergantung tehadap proses pertahanan pertama terhadap serangan penyakit . ee et al, 2. Salah satu upaya dalam penanggulangan dan pencegahan penyakit udang adalah melalui peningkatan sistem pertahanan tubuh udang, yaitu dengan menggunakan imunostimulan (Putri et al. , 2. Rumput sumberdaya laut yang potensial sebagai sumber fitokimia yang memiliki aktifitas biologi dan bermanfaat bagi kesehatan, seperti carotenoids, phycobilins, fatty acids, polysaccharides, vitamins, sterols, tocopherol dan phycocyanins dan juga peptida bioaktif dengan fungsi biologis seperti antihypertension, antithrombotic, antioxidant, anticancer dan antimicrobial activities (Subagyo dan Fatichah, 2. Berdasarkan senyawa bioaktif yang terdapat dalam rumput laut berperan penting dalam menstimulus sistem imun dan bekerja sebagai antibakteri, antifungi serta Oleh karena itu, penting untuk dilakukannya penelitian tentang potensi agen imunostimulan rumput laut dalam modulasi hemosit udang vaname (Litopenaeus vanname. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname. Lili Suharli et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2024: 9-19 Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - April tahun 2023, dengan pengamatan serta pengambilan data dilakukan di Laboratorium Balai Karantina Ikan Pengandalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Mataram. Alat dan Bahan Penelitian beberapa alat dan bahan diantaranya yaitu alqualrium, pisalu, gunting, plalstik hitalm, timbalngaln alnal itik, spuit insulin, mikroskop, pinset, calwaln petri, objet glalss, halemocytometer, tisu, aleraltor, rotalry evalporaltor. Sedangkan bahan balhaln yalng digunalkaln yaitu udalng valnalme (Litopenaeus vanname. , rumput lalut (Ulval sp. Salrgalssum sp. , daln Euchemal sp. ), alir, etalnol, lalrutaln giemsal, (EDTA. Rancangan Penelitian Ralncalngaln Alcalk Kelompok (RAlK) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4 perlakuan dengan 3 ulangan. Ekstrak rumput laut yang digunakan yaitu Ulval sp. Salrgalssum sp. , daln Euchemal sp. yang disimbolkan dengan masing-masing perlakuan UP. SP dan EP. Pemberian ekstrak perlakuan rumput laut dibuat menjadi beberapa dosis diantaranya yaitu perlakuan satu dengan dosis 0,5 g, perlalkualn dua dosis 1 g, dan perlalkualn tiga dosis 2 g. Sedangkan kontrol negaltif talnpal penalmbalhaln ekstralk rumput lalut. Berikut adalah tabel perlakukan pada Tabel 1. Perlakuan Pemberian Ekstrak Rumput Laut Pada Udang Vaname dengan dosis yang berbeda Perlakuan Ekstrak Rumput Laut K (-) Perlakuan Dosis Perlakuan 2 Perlakuan 1 0,5 g 0,5 g 0,5 g Keteralngaln: : Pemberian ekstrak Ulval sp. : Pemberian ekstrak Salrgalssum sp. K (-) Prosedur Penelitian Sampel Udang Vaname Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu udang vaname (Litopenaeus vanname. yang masih hidup dan segar. Udang yang digunakan adalah udang yang berumur 2 bulan dengan berat rata-rata 10-12 gram dan 30 cm. : Pemberian ekstrak Euchemal sp. : Tanpa pemberian ekstrak rumput laut tiga kali yang pertama mencuci rumput laut dengan air laut, yang kedua dengan air tawar, dan yang ketiga dengan aquades Setelah dicuci, sampel ditiriskan dan dikeringkan di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung selama 3-5 Rumput laut yang sudah kering kemudian di potong kecil-kecil dan dihaluskan dengan blender. Rumput laut yang telah dihaluskan kemudian disimpan di tempat yang bersih. Koleksi Sampel Rumput Lalut Rumput laut yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Ulva sp. Sargassum sp. dan Euchema sp. Rumput laut yang diambil dimasukkan ke dalam plastik hitam, kemudian disimpan dilaboratorium untuk dilakukan proses Proses pencucian dilakukan Perlakuan 3 Ekstraksi Sampel Rumput Laut Ketigal jenis rumput lalut (Ulval sp. Salrgalssum sp. , daln Euchemal sp. ) yalng sudalh dikoleksi kemudialn diekstralksi. Ekstralksi perendalmaln . dimalnal setialp Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname. Lili Suharli et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2024: 9-19 salmpel rumput lalut yalng telalh hal us dimalsukkaln ke dal alm talbung Erlenmeyer, ditalmbalhkaln etalnol 96% dengaln perbalndingaln 1:10 daln dishalker selalmal 6 Selalnjutnyal rumput lalut itu disalring dengaln menggunalkaln kertals salring algalr diperoleh supralnaltaln yalng benalr-benalr terpisalh dalri residunyal. Selalnjutnyal lalrutaln yalng didalpalt di rotalry evalporaltor paldal suhu 50AC selalmal 2 halri. Kemudialn halsil dalri ekstralk malsing malsing rumput lalut Ulval sp. 500 ml. Salrgalssum sp. ml, daln Euchemal sp. 500 ml disimpaln di tempalt yalng bersuhu dingin salmpali walktu yalng alkaln digunalkaln. Aplikasi Ekstrak Rumput laut Ekstrak rumput laut yang diperoleh ditambahkan ke dalam pakan udang komersial pakan yang digunakan dalam penelitian ini berupa pellet. Pertama-tama selanjutnya ditambahkan ke ekstrak rumput laut dengan masing-masing dosis 5%, 1%, dan 2% dicampur sampai Frekuensi pemberian ekstrak rumput laut dilakukan 4 kali sehari yaitu 00, 11. 30, 15. 00 dan 21. Analisis THC (Total Haemosite Coun. Paldal dilalkukaln dengaln calral meneteskaln hemolymph ke dal alm halemositometer daln dihitung jumlalh selnyal per ml dibalwalh mikroskop dengaln pembesalraln 40 kal i. Pengalmbilaln dilalkukaln paldal balgialn palngkal pleopod paldal segmen albdominal dekalt lubalng genital dengaln menggunalkaln syringe 1 ml yalng telalh dibalsalhi lalrutaln alntikoalgulaln (EDTA. Galmbar 1. Haemositometer . lat untuk menghitung se. Selalnjutnyal dihitung dengaln menggunalkaln rumus menurut Balxhal l dan Dalishley . Total Hemosit = Oc yaeyayaoya yaeyayau x Jenis Sel x yayaye Oc yaeyayayaoyau Analisis DHC Diferensialsi diferensial halemosite count (DHC) dilalkukaln dengaln calral hemolin diteteskaln paldal glalss objek daln dibualt ulalsaln. Selalnjutnyal prepalralt difiksalsi dengaln methalnol selalmal 5-10 menit. Kemudialn dikeringkaln di udalral kembal i. Setelalh itu prepalralt direndalm dal alm lalrutaln giemsal selalmal 5-10 menit, lal u dicuci dengaln alir mengal ir Selalnjutnyal mengelompokkaln sel hemosit ke dal alm 3 tipe sel . ralnulalr, semigralnulalr, daln hial i. di balwalh mikroskop dengaln pembesalraln 100 kal i. Total tipe sel hemosit yalng dihitung aldal alh 100 sel, lal u presentalse tialp jenis sel dan dihitung dengaln menggunalkaln rumus Balxhal l dan Dalishley . sebalgali berikut: % Jenis Sel Hemosit = Oc yaOyayayaya yaeyayau yaNyayayayayaya x yayaya yaeyayayaoyau yaNyayayayayaya Perhitungan Panjang dan Bobot Pengukuran panjang dan berat udang dilakukan sebelum diberi ekstrak rumput laut dan sesudah diberi ekstrak Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname. Lili Suharli et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2024: 9-19 rumput laut. Untuk pertambahan panjang udang diukur dari mulai antennula sampai keujung telson. Sementara pertambahan berat udang dilakukan dengan menimbang bobot udang. Pengukuran pertumbuhan berat udang menggunakan rumus Effendie . Wm = Wt -Wo Keterangan : Wm : Pertumbuhan berat mutlak . Wt : Berat akhir Wo : Berat awal HASIL DAN PEMBAHASAN THC dan DHC Hemosit berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh pada udang (Battistella et al. , 1. Jumlah total dan diferensiasi hemosit akan menentukan kondisi kesehatan pada udang vaname (Jasmine et al. , 2. Berdasarkan hasil THC pada tabel 2 diketahui bahwa hemosit dengan jumlah tertinggi terdapat pada perlakukan EP3. Pemberian perlakuan ekstrak rumput laut Eucheuma dengan konsentrasi 2% (EP. mampu memberikan pengaruh total hemosit tertinggi yaitu sebesar 12. 75x104 cell/ml sedangkan jumlah total hemosit terendah pada perlakuan kontrol sebesar 5. cell/ml. Hasil THC udang vaname penelitian ini dapat dilihat pada tabel 2 sebagai berikut: Pengukuran pertumbuhan panjang udang rumus Effendie . Lm = Lt AeLa Keterangan : Lm : Pertumbuhan panjang mutlak . Lt : Panjang akhir La : Panjang awal Talbel 2. Jumlalh THC paldal udalng valnalme (Litopenaleus valnnalme. Perlalkualn K(-) UP1 UP2 UP3 SP1 SP2 SP3 EP1 EP2 EP3 Keteralngaln: : Pemberian ekstrak Ulval sp. : Pemberian ekstrak Salrgalssum sp. : Pemberian ekstrak Euchemal sp. Jumlah total hemosit yang berbeda menunjukkan perbedaan respon dari pemberian ekstrak rumput laut pada udang Konsentrasi masing-masing ekstrak rumput laut yang tinggi selaras dengan tingginya jumlah total hemosit udang vaname dibandingkan dengan hemosit udang yang tidak diberikan ekstrak rumput laut (Kontro. sehingga ekstrak rumput laut berperan sebagai imunuostimulan bagi udang vaname. Penelitian ini sejalan dengan hasil Raltal-Raltal THC 25 x 104 cell/ml 18 x 104 cell/ml 55 x 104 cell/ml 25 x 104 cell/ml 45 x 104 cell/ml 25 x 104 cell/ml 15 x 104 cell/ml 35 x 104 cell/ml 75 x 104 cell/ml 75 x 104 cell/ml 1,2,3 K (-) : Dosis ekstrak rumput laut : Kontrol negatif penelitian dari Kilawati et al. , . bahwa pemberian ekstrak Eucheuma cottonii dan Gracillaria verrucossa memberikan pengaruh terbaik pada sistem imun non spesifik udang vaname melalui parameter THC. DHC. Enzim superoksida dismutase dan RB (Respiratory Brus. Peningkatan jumlah total hemosit sebagai repson dari meningkatnya kekebalan udang ketika ada patogen yang masuk dan ekstrak rumput laut berperan sebagai imunostimulan bagi udang Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname. Lili Suharli et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2024: 9-19 vaname untuk menghambat patogen penyebab penyakit pada udang (Kilawati et al. , 2021. Kreckhoff et al. , 2. Peningkatan ini diduga sebab terdapat senyawa bioaktif serta makro dan mikronutrien dalam rumput laut seperti protein, peptide, polifenol, asam lemak, pigmen dan mineral (Chojnacka, 2015. Silva et al. , 2. Senyawa bioaktif yang terdapat dalam rumput laut berperan penting dalam menstimulus sistem imun dan bekerja sebagai antibakteri, antifungi serta antioksidan (Biris-Dorhoi et al. , 2. Pemanfaatan kandungan senyawa bioaktif seperti astaxanthin yang bersumber dari rumput laut dalam bentuk pakan meningkatkan respon imun, antibakteri dan antioksidan yang sangat kuat pada udang vaname (Mansour et al. , 2. Selain itu, penelitian oleh Kreckhoff et al. menyebutkan bahwa K. mengandung polifenol yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai imunostimulan untuk meningkatkan sistem imun termasuk pada ikan. Keberadaan imunostimulan terbukti mampu menghambat infeksi dari berbagai penyakit pada udang seperti infectious myonecrosis (IMN). White spot syndrome virus (WSSV), and Vibrio harveyi bacteria (Muahiddah et al. , 2. Pengaruh imunostimulan ekstrak rumput laut pada udang vaname dapat diketahui juga melalui diferensiasi sel Perkembangan sel hemosit diketahui melaui perhitungan DHC. Terdapat tiga jenis diferensiasi sel hemosit yaitu sel hialian, semigranular dan granular (Battistella et al. , 1996. Ching, 2. Hemosit Distribusi ketiga subpopulasi hemosit berbeda antar spesies krustasea. Subpopulasi hemosit yang berbeda pada berbagai krustasea menunjukkan berbagai aktivitas kekebalan tubuh yang bervariasi (Liu et al. , 2. Diferensiasi sel hemosit pada udang valnalme yang diberikan ekstrak rumput laut (Litopenaleus valnnalme. dapat dilihat pada tabel 3 sebagai berikut: Talbel 3. Persentalse DHC paldal udalng valnalme (Litopenaleus valnnalme. Perlakuan K(-) UP1 UP2 UP3 SP1 SP2 SP3 EP1 EP2 EP3 Jenis Hemosit Semi Granular Hialin Keteralngaln: : Pemberian ekstrak Ulval sp. : Pemberian ekstrak Salrgalssum sp. : Pemberian ekstrak Euchemal sp. 1,2,3 K (-) Berdasarkan tabel 3 diketahui masing-masing ekstrak rumput laut menunjukkan perbedaan jumlah diferensiasi ketiga jenis sel hemosit. Sel hialin ditemukan paling banyak pada perlakuan EP Granular : Dosis ekstrak Rumput laut : Kontrol negative 51% sedangkan sel granular dan semigranular pada perlakuan UP dengan jumlah 0. 38% dan 0. Hal ini menunjukkan bahwa pada ekstrak rumput laut Eucheuma sp. berperan dalam pembentukan lebih Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname. Lili Suharli et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2024: 9-19 Berat . banyak sel hialin sedangkan ekstrak rumput laut Ulva sp. berperan lebih banyak pada pembentukan sel granular dan semigranular. Eucheuma sp. dan Ulva sp. merupakan makroalga yang memiliki kandungan berbagai jenis senyawa bioaktif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh udang. Eucheuma sp. termasuk alga merah (Rhodophyt. yang mengandung 40-50% agar dan karagenan (Iota-carrageenan dan kappa carrageena. dengen efek farmakologi sebagai antioksidan (Carpena et al. Menaa et al. , 2. Ulva sp. termasuk alga hijau . memiliki kandungan 9Ae26% dibandingkan alga coklat (Biris-Dorhoi et al. , 2. serta polisakarida . yang bersifat sebagai antioksidan (ElBeltagi et al. , 2. Kedua jenis makroalga ini memiliki kandungan senyawa bioaktif sebagai antioksidan yang diduga menjadi imunostimulan dalam pembentukan diferensiasi sel hemosit udang. Diferensiasi sel hemosit pada udang yang diberikan imunostimulan ekstrak rumput laut . menunjukkan bahwa sel hialin lebih banyak dari sel granular dan Hal ini serupa dengan penelitian oleh Chen et al. , . bahwa udang vanamei yang direndam dalam air laut yang mengandung ekstrak Gracilaria tenuistipitata dan diberikan stres ammonia menunjukkan pemulihan lebih awal berdasarkan parameter kekebalan dan jumlah sel hialian lebih banyak dibandingkan sel granular dan Pembentukan sel hialin dan granular berperan penting pada sistem kekebalan tubuh udang melawan bakteri gram negative seperti bakteri Vibrio (Jian-An Xian et al. , 2. Pertumbuhan Udang Vanamei Pengaruh ekstrak rumput laut terhadap pertumbuhan udang dapat diamati dan diukur melalui pengukuran penambahan panjang dan bobot udang. Panjang dan bobot udang diukur sebelum dan sesudah diberikannya ekstrak rumput laut Eucheuma sp. Ulva sp. dan Sargasum yang dapat dilihat pada gambar 2 dan 3 sebagai berikut: BERAT AWAL BERAT AKHIR UP1 UP2 UP3 SP1 SP2 SP3 EP1 EP2 EP3 Gambar 2. Bobot udang vaname sebelum dan sesudah diberikan ekstrak rumput laut Berdasarkan hasil perhitungan bobot udang diketahui bahwa bobot udang tertinggi pada perlakuan EP3. Pemberian ekstrak rumput laut Eucheuma sp. sebanyak 2% memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan peningkatan bobot udang hingga mencapai 3 gr. Panjang . Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname. Lili Suharli et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2024: 9-19 PANJANG AWAL PANJANG AKHIR UP1 UP2 UP3 SP1 SP2 SP3 EP1 EP2 EP3 Gambar 3. Pertumbuhan panjang badan udang vaname sebelum dan sesudah diberikan ekstrak rumput laut. Panjang pemberian ekstrak rumput laut tertinggi pada perlakuan EP3 mencapai 9,2 cm. berdasarkan hasil pengukuran panjang dan bobot udang maka pemberian ekstrak Eucheuma sp. sebanyak 2% memberikan pengaruh peningkatan pertumbuhan terbaik pada udang. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif pada pemberian ekstrak rumput laut Eucheuma sp. terhadap pertumbuhan udang vaname. Sejalan dengan penelitian (Sasmaya dan Ridlo, 2. menunjukkan bahwa suplementasi G. verrucosa sebanyak 2% pada pakan udang meningkatkan panjang udang 131,43% dan 32,50% berat udang. Berdasarkan gambar 2 dan 3 diketahui pula bahwa perlakuan dengan pemberian ekstrak ketiga rumput laut Sargasum sp. Eucheuma sp. dan Ulva pertumbuhan panjang dan berat udang Penelitian oleh (Suantika et al. , 2. membuktikan bahwa kandungan dalam diet rumput laut mengandung energi sebanyak 137 kkal/g . ebih tinggi dibandingkan kontro. , kandungan lipid 1,5% . ebih tinggi dibandingkan kontro. sehingga mampu menyuplai energi sebanyak 9 kkal/g serta kandungan protein 0,5% lebih tinggi dibandingkan kontrol. Selain itu, kandungan bioaktif dalam ekstrak rumput laut seperti pigmen xantopil dan karotenoid. Asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), kandungan fenolik, tannin, peptida, lipid, enzim, vitamin, carbohydrates, dan terpenoid (Biris-Dorhoi et al. , 2020. Menaa et al. , 2. diketahui memiliki kemampuan dalam meningkatkan laju meningkatkan kekebalan udang (Zhao et al. , 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak rumput laut Sargasum sp. Eucheuma sp. dan Ulva sp. pengaruh dalam sistem pertahanan udang melalui parameter Total Haemocyte Count (THC) dan Differential Haemocyte Count (DHC) pertumbuhan panjang dan berat udang. Penggunaan ekstrak rumput laut sebagai immunostimulan dengan konsentrasi 2% memberikan pengaruh positif dalam modulasi hemosi serta pertumbuhan udang vaname. SARAN Perlu adanya penelitian lanjutan atau uji coba skala lapangan yaitu aplikasi ekstrak rumput laut pada budidaya udang meningkatkan sistem imun dan bobot Potensi Agen Imunostimulan Rumput Laut Dalam Modulasi Hemosit Udang Vaname. Lili Suharli et al. Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. Vol. Juni 2024: 9-19 udang vaname yang berdasarkan pada dosis ekstrak rumput laut pada penelitian UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil DAFTAR PUSTAKA