ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PROSES PEMBELAJARAN GURU DAN SISWA KELAS i ARAFAH SDIT DAMBAAN UMMAT KECAMATAN JUNJUNG SIRIH KABUPATEN SOLOK Elan Halid Universitas Mahaputra Muhammad Yamin. Solok. Indonesia e-mail: elanhalid@gmail. Nur Aizah Juniati Universitas Mahaputra Muhammad Yamin. Solok. Indonesia e-mail: nuraizahjuniati@gmail. ABSTRACT The aim of this research is to describe the illocutionary speech acts in the learning process of teachers and students from Grade i Arafah at Integrated Islamic Elementary School (SDIT) Dambaan Ummat. The data sources are teachers and studentsAo conversations. The theory used is speech acts and illocutionary speech acts. Speech acts are part of the study of pragmatics. Pragmatics is a branch of linguistics that studies how context influences meaning in Speech acts serve psychological and social functions beyond the discourse. they are actions conveyed through speech. Illocutionary acts include representative, directive, expressive, commissive, and declarative speech acts. Data collection method includes observation with video recording, interviews, documentation and transcription techniques. Technique of data analysis is noting and identifying the spontaneous utterances through video The research results found 131 data: 24 instances of representative illocutionary acts, 66 instances of directive illocutionary acts, 20 instances of expressive illocutionary acts, 15 instances of commissive illocutionary acts, and six instances of declarative illocutionary acts. Keywords: Illocutionary Speech Acts. Pragmatics. Speech Acts PENDAHULUAN Pragmatik adalah studi tentang makna yang disampaikan oleh penutur . tau penuli. dan ditafsirkan oleh pendengar . tau pembac. (Yule, 2. Ilmu pragmatik merupakan ilmu baru dibanding dengan semiotik dan linguistik (Nasarudin dkk. Pragmatik membantu menjelaskan mengapa orang menggunakan bahasa dengan cara tertentu dan situasi tertentu, mengapa makna sebuah kalimat dapat berbeda, tergantung pada konteksnya, dan bagaimana pembicara dan pendengar saling 167 | P a g e berinteraksi dalam komunikasi (Nasarudin , 2. Haryono dkk. menyatakan bahwa ketika berkomunikasi, penting bagi kita untuk memahami Rani dan Martutik . berpendapat bahwa pragmatik memiliki peran yang penting dalam pengajaran bahasa Indonesia sebagai pendekatan dalam pembelajaran. Arfianti . mengatakan pragmatik juga membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan penggunaan bahasa yang sopan, jelas, dan menghormati lawan bicara. Dalam ujaran satuan-satuan beberapa konfigurasi, tergantung dari tujuan pengungkapan bahasa (Halid, 2. Putradi dan Supriyana . pragmatik dalam pengajaran bahasa Indonesia di antaranya: memahami konteks komunikasi, mengajarkan kehormatan berbahasa, mengajarkan prinsip kerjasama, mengajarkan keterampilan berbicara yang Pragmatik merupakan cabang studi linguistik yang mempelajari penggunaan bahasa dalam konteks komunikasi yang spesifik (Halid & Erlina, 2. Pragmatik membahas bagaimana bahasa digunakan dalam interaksi sosial, termasuk pemahaman makna bahasa yang tidak hanya terbatas pada struktur gramatikalnya, tetapi juga konteks sosial, budaya, dan situasional di mana bahasa tersebut digunakan (Haryono dkk. , 2. Nasarudin dkk. berpendapat berikut adalah beberapa kegunaan pragmatik dalam pengajaran bahasa Indonesia memahami keterampilan berbahasa yang tepat, mengajarkan etika berbahasa, mengajarkan keterampilan berbicara yang efektif, dan mengajarkan kesadaran akan makna Tindak tutur, atau speech act merujuk pada tindakan yang dilakukan melalui ucapan. Dalam konteks proses pembelajaran antara guru dan siswa, tindak tutur memainkan peran penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif dan membangun interaksi yang konstruktif. Tindak tutur ilokusi adalah tindakan yang dilakukan melalui ucapan dengan maksud Tindak tutur ilokusi terdiri: . uturan-tuturan melaporkan, menunjukkan, menyebutkan, memberikan, kesaksian, dan berspekulas. , . tindak tutur direktif . uturan-tuturan memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, menyarankan, memerintah, memberi abaaba, dan menantan. , . tindak tutur . uturan-tuturan mengucapkan terima kasih, mengkritik, mengeluh, menyalahkan, mengucapkan selamat, dan menyanjun. , . tindak tutur komisif . uturan berjanji, bersumpah, mengancam, menyatakan kesanggupan, dan berkau. , dan . tindak tutur deklarasi . uturan-tuturan memutuskan, membatalkan, melarang, mengizinkan, mengabulkan, mengangkat. Dalam proses pembelajaran, tindak tutur ilokusi antara guru dan siswa menciptakan komunikasi yang efektif dan interaksi yang bermakna. Menggambarkan proses pembelajaran antara guru dan siswa penggunaan bahasa untuk melakukan tindakan tertentu dalam konteks interaksi 168 | P a g e Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) merupakan sekolah yang menerapkan pendekatan penyelenggaraan pembelajaran dengan memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi satu jalinan SDIT Dambaan Ummat beralamatkan di jalan Gando Simpang Bawah Batung Jorong Gando Nagari Paninggahan. Kecamatan Junjung Sirih. Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Alasan peneliti melakukan penelitian ini yaitu terdapatnya tindak tutur ilokusi yang dilakukan oleh guru kepada siswa selama proses pembelajaran di dalam kelas. Peneliti memilih SDIT Dambaan Ummat sebagai lokasi penelitian karena lingkungan sekolah menyediakan konteks yang relevan dan alami untuk mengamati interaksi verbal antara guru dan siswa, yang menjadi fokus utama dalam kajian tindak tutur ilokusi. SDIT Dambaan Ummat menerapkan metode pengajaran yang inovatif, yang diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana tindak tutur ilokusi digunakan dalam konteks pendidikan modern. Hal ini berdasarkan observasi dan wawancara pada tanggal 5 Juli 2024 yang telah dilakukan oleh peneliti dengan salah seorang guru, contoh 1: AuSiap salah ZahAy. Tuturan yang mengacu pada siswa yang berbicara atau memberikan respon yang menyiratkan kesiapan untuk menerima Guru menegur murid atas sebuah kesalahan, dan murid menjawab, "Siap salah. Zah!" untuk menunjukkan pengakuan terhadap kesalahan tanpa Kalimat ini termasuk tuturan ilokusi representatif karena penuturnya menyatakan penerimaan atau pengakuan terhadap kemungkinan salah. Contoh 2: AuMaaf ana ZahAy. Kalimat ini termasuk tindak tutur ilokusi ekspresif yaitu seorang siswa merasa bersalah atau ingin meminta maaf atas suatu tindakan. Siswa tersebut bertutur dengan guru karena Memahami dan mengajarkan tindak tutur ilokusi kepada siswa dapat membantu menjadi komunikator yang lebih efektif dan empatik, serta mendukung perkembangan sosial dan akademik. Tindak tutur penting karena berfungsi sebagai dasar komunikasi manusia yang efektif. Dalam setiap interaksi konteks, dan membangun hubungan sosial. Hal inilah yang menjadi latar belakang masalah dalam penelitian ini. TINJAUAN PUSTAKA 1 Tindak Tutur Ada tiga jenis tindak tutur menurut Austin . , yaitu: lokusi, ilokusi, dan Tindak tutur ilokusi terjadi ketika seseorang mengatakan sesuatu dan melakukan tindakan yang mengandung maksud atau makna serta mewujudkan suatu ungkapan (Cutting, 2. Putrayasa . mendeskripsikan tindak tutur adalah kegiatan seseorang menggunakan bahasa kepada mitra tutur dalam rangka mengkomunikasikan sesuatu. Menurut Rahardi . saat menuturkan kalimat, seorang tidak semata-mata mengatakan sesuatu dengan mengucapkan kalimat itu, ketika ia menuturkan kalimat, berarti ia menindakkan sesuatu. Rahardi . menjelaskan bahwa kegiatan bertutur adalah tindakan-tindakan, janji atau permohonan. Tindak tutur . stilah kridalaksana penuturan atau speech act, speech even. menyatakan agar suatu maksud dari pembicara diketahui oleh pendengar (Nuramila, 2. Hal ini sesuai dengan 169 | P a g e pendapat Marni dkk. yang menjelaskan bahwa tindak tutur merupakan gejala individu, bersifat psikologis dan kemampuan bahasa si penutur dalam menghadapi situasi tertentu. 2 Tindak Tutur Ilokusi Tuturan yang mengandung maksud dan fungsi atau daya tuturan adalah tindak tutur ilokusi. Tindak ilokusi disebut the act of doing something (Adriana, 2. Macam-macam tindak tutur ilokusi yaitu ekspresif, komisif, dan deklarasi. Tindak tutur representatif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya akan kebenaran atas sesuatu yang Tindak tutur direktif adalah tindak tutur yang dilakukan oleh penutur dengan maksud agar mitra tutur melakukan tindakan yang disebutkan di dalam tuturan Tindak tutur ekspresif "pujian" adalah tindak tutur ekspresif di mana pembicara mengungkapkan persetujuan, kekaguman, atau pujian terhadap kualitas, tindakan, atau harta milik orang lain (Searle dan Vanderveken, 1. Tindak tutur komisif adalah tindak tutur yang mengikat penuturnya untuk melaksanakan sesuatu yang disebutkan di dalam tuturannya. Tindak tindak tutur deklarasi adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya untuk menciptakan hal . tatus, keadaan, dan sebagainy. yang baru. bentuk angka (Siyoto & Sodik, 2. Data dalam penelitian ini berupa tindak tutur ilokusi guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Sumber data berasal dari guru dan siswa kelas i Arafah SDIT Dambaan Ummat. Peneliti melakukan penelitian selama sebulan. Minggu pertama . ersiapan dan penentuan sumber dat. , minggu kedua dan ketiga . engumpulan dat. , dan minggu keempat analisis awal dan penyelesaian pengumpulan dat. Peneliti melakukan penelitian di kelas i Arafah sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap, yaitu: peneliti berperan sebagai pengamat penggunaan bahasa oleh Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik rekaman data, teknik ini digunakan agar data yang diperoleh Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu: peneliti menyimak dan mencatat semua ujaran spontan siswa melalui rekaman video, data yang didapat langsung dianalisis dengan menggunakan mengklasifikasikan data berdasarkan tindak tutur ilokusi dalam bentuk representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi berdasarkan konteks, berdasarkan hasil identifikasi dan klasifikasi data, dilakukan kegiatan penarikan simpulan sementara, memeriksa/mengecek kembali data yang ada, serta penarikan simpulan akhir. METODE PENELITIAN HASIL DAN PEMBAHASAN Metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk menentukan beberapa topik serta penentuan judul dalam suatu penelitian (Ramdhan, 2. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam 1 Hasil Pada hasil penelitian ditemukan sebanyak 131 data. Tindak tutur ilokusi dalam proses pembelajaran guru dan siswa terdiri dari: Pertama, tindak tutur ilokusi representatif ditemukan sebanyak 24 data, yakni: bentuk menyatakan terdapat 10 data, mengakui terdapat 1 data, menuntut, 170 | P a g e kesaksian, memberikan, dan berspekulasi tidak ditemukan datanya, melaporkan terdapat 10 data, menunjukkan terdapat 1 data, menyebutkan terdapat 2 data. Kedua, tindak tutur ilokusi direktif ditemukan sebanyak 66 data, yakni: bentuk mengajak terdapat 3 data, memaksa, memohon, dan menantang tidak ditemukan datanya, meminta terdapat 12 data, menyuruh terdapat 13 data, menagih terdapat 1 data, mendesak terdapat 1 data, menyarankan terdapat 9 data, memerintah terdapat 25 data, serta memberi aba-aba terdapat 2 Ketiga, tindak tutur ilokusi ekspresif ditemukan sebanyak 20 data, yakni: bentuk mengucapkan terima kasih terdapat 1 data, menguji dan mengucapkan selamat tidak ditemukan datanya, mengkritik terdapat 1 data, mengeluh terdapat 6 data, menyalahkan terdapat 1 data, serta menyanjung terdapat 11 data. Keempat, tindak tutur ilokusi komisif ditemukan sebanyak 15 data, yakni: bentuk berjanji, bersumpah, mengancam, dan berkaul tidak ditemukan datanya, menyatakan terdapat 13 data, serta kesanggupan terdapat 2 data. Kelima, tindak tutur ilokusi deklarasi ditemukan sebanyak 6 data, yakni: bentuk melarang terdapat 3 data, mengesahkan, memutuskan, membatalkan, mengizinkan, mengabulkan, mengangkat, mengampuni, dan memaafkan tidak ditemukan datanya, serta menggolongkan terdapat 3 data. 2 Pembahasan Tindak Tutur Ilokusi Representatif Tindak tutur representatif adalah jenis tindak tutur yang mengatakan apa yang diyakini penutur. Untuk masing-masing tindak tutur ilokusi representatif dijabarkan di bawah ini. Tindak Tutur Ilokusi Representatif Bentuk Menyatakan Tindak tutur ilokusi representatif bentuk menyatakan adalah jenis tindak tutur di mana penutur menyatakan sesuatu yang dianggap sebagai fakta atau Tindak representatif dalam bentuk menyatakan terdapat 24 data, yaitu: pada data 2, 39, 40, 54, 56, 57, 58, 59, 66, dan 86. Pada tindak ilokusi bentuk representatif bentuk menyatakan dijelaskan 2 data yaitu data 2 Data 2 Guru : Baik anak Ustazah sudah seperti ini bentuk model batik antum? Siswa-siswa : Sudah Pada data 2 tersebut merupakan tindak tutur ilokusi representatif bentuk menyatakan yang dituturkan oleh seorang guru kepada muridnya. Tindak tutur representatif adalah jenis tindak tutur yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, menyatakan fakta, atau menggambarkan sesuatu yang diyakini benar oleh penutur. Dalam kalimat ini, penutur adalah seorang menggambarkan suatu situasi, yaitu kondisi model batik yang dimiliki oleh "anak Ustazah". Kalimat ini menunjukkan bahwa penutur menyampaikan sebuah pernyataan atau observasi tentang keadaan atau bentuk model batik tersebut. Data 39 Guru : Yang tidak beribadah itu bukan manusia namanya lagi itu. Bentuk tuturan di atas bertujuan untuk menyampaikan suatu sikap atau keyakinan penutur tentang suatu hal. Tuturan "Yang tidak beribadah itu bukan manusia namanya lagi itu. Tindak tutur ini merupakan pernyataan tegas yang menunjukkan 171 | P a g e pandangan atau keyakinan penutur tentang seseorang yang tidak beribadah. Penutur menyatakan bahwa seseorang yang tidak melakukan ibadah tidak layak disebut sebagai manusia menurut definisinya. Dalam hal ini, kalimat tersebut termasuk dalam tindak tutur ilokusi representatif bentuk menyatakan karena penutur dengan tegas mengungkapkan sebuah pendapat atau penilaian tentang manusia dan perilaku Tindak Tutur Ilokusi Representatif Bentuk Mengakui Tindak tutur ilokusi representatif bentuk mengakui adalah jenis tindak tutur di mana penutur menyatakan pengakuan atau penerimaan terhadap suatu fakta, keadaan. Tindak representatif bentuk mengakui terdapat 1 data yaitu data 60. Hal ini dapat dijabarkan di bawah ini. Data 60 Guru : Buku, sapu, infocus, meja, kursi, laptop. Tindak tutur ilokusi representatif bentuk mengakui merupakan ketika penutur mengakui atau menerima kebenaran suatu fakta atau keadaan. Biasanya, bentuk ini muncul dalam situasi di mana penutur mengungkapkan sesuatu yang sudah diketahui, tetapi penutur mengafirmasi atau mengakui hal tersebut secara eksplisit. Dalam tuturan, "Guru: Buku, sapu, infocus, meja, kursi, laptop", guru berkemungkinan kepemilikan barang-barang tersebut yang terdiri dari buku, sapu, infocus, meja, kursi, lapto. di dalam suatu konteks, misalnya di ruang kelas. Tindak Tutur Ilokusi Bentuk Melaporkan Representatf Tindak tutur ilokusi representatif bentuk melaporkan adalah jenis tindak tutur di mana penutur menyampaikan informasi atau berita tentang suatu keadaan, kejadian, atau fakta kepada orang lain. Tindak tutur ilokusi representatif bentuk melaporkan terdapat 10 data yaitu: data 6, 83, 84, 106, 108, 109, 112, 114, 116, dan Pada representatif bentuk melaporkan dijelaskan 2 data yaitu data 6 dan data 83. Data 6 Siswa : Si Rizki ndak do buku ee do Zah. Pada data 6 tersebut merupakan tindak melaporkan karena penutur menyampaikan informasi atau fakta mengenai suatu tindakan yang telah terjadi. Hal ini dituturkan oleh seorang siswa kepada gurunya yang melaporkan kepada guru bahwa temannya yang bernama Rizki tidak mempunyai buku. Data 83 Guru : Berapa soal semuanya? Siswa : Dua puluh. Data 83 termasuk tindak tutur ilokusi melaporkan, karena siswa memberikan informasi mengenai jumlah soal sebagai respon terhadap pertanyaan guru. Siswa menyampaikan fakta yang terjadi dalam bentuk laporan mengenai jumlah total soal. Tindak Tutur Ilokusi Representatif Bentuk Menunjukkan Tindak tutur ilokusi representatif bentuk menunjukkan adalah jenis tindak tutur di mana penutur menyampaikan informasi dengan cara menunjuk atau mengarahkan perhatian pada suatu objek, kejadian, atau informasi tertentu. Tindak 172 | P a g e tutur menunjukkan terdapat 1 data. Data 24 Siswa : Seperti gambar orang Zah? Tuturan di atas mengandung makna bahwa penutur sedang menunjukkan gambar seseorang, yaitu Zah, dan meminta konfirmasi atau menyarankan bahwa gambar itu mirip dengan Zah. Dalam konteks ini, penutur menyampaikan atau menunjukkan representasi visual . yang menurutnya relevan dengan identitas orang yang dimaksud, yaitu Zah. Tuturan ini termasuk tindak tutur ilokusi representatif dalam bentuk menunjukkan karena penutur menghubungkan gambar tersebut dengan orang yang disebutkan. Tindak Tutur Ilokusi Representatif Bentuk Menyebutkan Tindak tutur ilokusi representatif bentuk menyebutkan adalah jenis tindak tutur di mana penutur memberikan informasi dengan menyebutkan atau merujuk kepada suatu objek, fakta, atau informasi tertentu. Tindak tutur ilokusi representatif bentuk menyebutkan terdapat 2 data yaitu data 45 Data 45 Guru : Hormati seluruh warga sekolah, siapa warga sekolah? Siswa : Guru, teman. Ustaz. Kakak kelas, adik, kakak kelas, abang Dalam tindak tutur representatif, penutur memberikan pernyataan yang diyakini sebagai kebenaran atau fakta. mengungkapkan nama-nama orang yang termasuk dalam kategori "warga sekolah". Siswa memberikan daftar tentang siapa saja yang termasuk warga sekolah, yaitu: guru, teman, ustaz, kakak kelas, adik kelas, dan abang kelas. Dalam hal ini, siswa menyatakan sesuatu yang dianggapnya benar berdasarkan pemahamannya tentang "warga sekolah". Tindak Tutur Ilokusi Direktif Tindak tutur direktif adalah jenis tindak tutur yang dipakai oleh penutur untuk menyuruh orang lain melakukan sesuatu. Jenis tindak tutur ini menyatakan apa yang menjadi keinginan penutur. Tindak tutur ini meliputi bentuk memaksa, mengajak, meminta, menyuruh, menagih, mendesak, memohon, menyarankan, memerintah, memberikan aba-aba, dan menantang. Tindak Tutur Ilokusi Direktif Bentuk Mengajak Tindak tutur ilokusi mengajak adalah bentuk ajakan yang bertujuan untuk mendorong pendengar melakukan suatu kegiatan bersama-sama, tanpa adanya kesan paksaan. Tindak tutur ilokusi direktif dalam bentuk mengajak terdapat 3 data, yaitu: pada data 10, 11, dan 20. Data 10 Guru : Coba pakai pena aja dulu! Tuturan pada data 10 adalah ajakan kepada murid untuk menggunakan pena terlebih dahulu. Kata "coba" berfungsi untuk membuat ajakan tersebut terdengar lebih sopan dan tidak memaksa. Guru mengarahkan murid untuk mencoba menggunakan alat tertentu . , tetapi dengan nada yang lebih permisif atau menawarkan pilihan. Guru seolah ingin agar murid mengikuti saran tersebut sebagai langkah awal dalam tugas tertentu. Tindak Tutur Ilokusi Direktif Bentuk Meminta 173 | P a g e Tindak tutur ilokusi direktif bentuk meminta adalah tindakan ujaran yang meminta, atau mengharapkan agar pendengar melakukan sesuatu. Tindak tutur ilokusi direktif bentuk meminta terdapat pada data 19, 22, 23, 27, 46, 48, 49, 52, 65, 72, 75, dan 77. Data 22 Guru : Yang sudah selesai tolong bikin lengkungannya lagi! Siswa : Zah kayak gini Zah? Guru : Haa iyaa, buat, seperti: huruf U. U ke atas. U ke bawah Data 22 menjelaskan tentang guru meminta siswa yang sudah selesai untuk membuat lengkungan lagi, dan ini adalah Kata "tolong" memberi kesan sopan, dan menghargai. Respon siswa berupa pertanyaan untuk klarifikasi memperjelas bahwa siswa menerima dan berusaha memahami permintaan tersebut. Tindak Tutur Ilokusi Direktif Bentuk Menyuruh Tindak tutur ilokusi direktif bentuk menyuruh adalah ujaran yang mengarahkan pendengar untuk melakukan suatu tindakan secara lebih tegas dibandingkan dengan bentuk meminta atau mengajak. Hal dapat dijabarkan pada data 1, 3, 4, 7, 18, 26, 76, 85, 89, 99, 123, 1128, dan 130. Data 1 Guru : Silahkan kepada Ibrahim untuk memulai doa kembali, karena tadi kita belum ada belajar. Tuturan di atas dapat termasuk dalam tindak tutur ilokusi direktif jika maksud Ibrahim melakukan sesuatu. Tindak tutur direktif adalah jenis tindak tutur yang berfungsi untuk membuat pendengar melakukan tindakan tertentu, dan "menyuruh" adalah salah satu bentuknya. Namun, frasa "Silahkan kepada Ibrahim" tampak lebih sebagai permintaan yang halus atau undangan, karena kata "silahkan" memberi kesan lebih sopan dan tidak memaksa. Tindak Tutur Ilokusi Direktif Bentuk Menagih Tindak tutur ilokusi bentuk menagih adalah meminta secara tegas agar pendengar memenuhi janji atau kewajiban yang sebelumnya telah disepakati. Tindak tutur ilokusi direktif bentuk menagih ditemukan pada data 44. Guru : Hormati seluruh warga sekolah. Tuturan di atas merupakan kalimat imperatif yang secara langsung menagih kewajiban siswa untuk menghormati orangorang di lingkungan sekolah. Kata "hormati" menyiratkan bahwa tindakan menghormati sudah menjadi norma yang harus dipatuhi oleh siswa, dan guru dalam hal ini sedang mengingatkan atau menuntut siswa untuk Tindak Tutur Ilokusi Direktif Bentuk Mendesak Tindak tutur ilokusi bentuk mendesak adalah tindakan yang menekan pendengar agar segera melakukan sesuatu karena keadaan mendesak atau penting. Tindak tutur ilokusi direktif bentuk mendesak terdapat pada data 29. Guru : Berarti sudah harus ingat, sekarang Zah tanya sekali lagi? Pada data 29 ini, guru menyatakan bahwa seharusnya sudah ingat. Dengan menekankan bahwa "sudah harus ingat sekarang", guru mendesak untuk segera 174 | P a g e mengingat sesuatu yang seharusnya sudah dipahami atau diingat pada saat itu juga. Guru kemudian melanjutkan dengan bertanya apakah perlu ditanya sekali lagi, yang mempertegas bahwa ini adalah merespon atau menunjukkan bahwa dia sudah mengingat apa yang dimaksud. Tindak Tutur Ilokusi Direktif Bentuk Menyarankan Tindak tutur ilokusi bentuk menyarankan adalah tindakan memberikan pendapat atau pandangan kepada pendengar tentang tindakan terbaik yang dapat diambil, tanpa kesan paksaan. Tindak tutur ilokusi direktif bentuk menyarankan terdapat pada data 14, 16, 71, 91, 105, 107, 110, 117, dan 129. Data 14 Guru : Kalau merasa tidak lurus, biarkan Guru menyarankan untuk tidak terlalu khawatir jika sesuatu tidak lurus, mengarahkan siswa untuk membiarkan hal tersebut terjadi. Data 14 berisikan tentang saran untuk menerima keadaan tanpa mencoba memperbaiki sesuatu yang mungkin tidak signifikan. Tindak Tutur Ilokusi Direktif Bentuk Memerintah Tindak tutur ilokusi bentuk memerintah adalah tindakan langsung yang mengharapkan pendengar melakukan sesuatu dengan segera dan tegas, tanpa pilihan lain. Tindak tutur ilokusi direktif bentuk memerintah terdapat dalam data 8, 21, 28, 30, 34, 35, 36, 37, 38, 42, 43, 61, 64, 81, 82, 94, 100, 103, 104, 111, 132, 115, 118, 119, dan 120. Data 8 Guru : Jangan ada yang di tepi! Tuturan di atas adalah perintah atau larangan, yang lebih mendekati tindak tutur direktif karena penutur mengarahkan pendengar untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Tindak Tutur Ilokusi Direktif Bentuk Memberi Aba-aba Tindak tutur ilokusi memberi abaaba adalah tindakan memberikan instruksi yang jelas dan teratur, biasanya dalam situasi yang membutuhkan koordinasi, seperti: kegiatan fisik atau militer. Tindak tutur ilokusi direktif bentuk memberi abaaba terdapat dalam data 62 dan 124. Data 62 Siswa : Duduk anak sholeh! Meskipun diucapkan oleh seorang siswa, ungkapan ini merupakan tindak tutur memerintah yang langsung. Siswa memberi instruksi kepada orang lain . emungkinan teman-temanny. untuk duduk. Frasa "anak sholeh" berfungsi sebagai panggilan atau bentuk motivasi, yang memberi kesan bahwa siswa yang menerima perintah diharapkan menjadi "baik" atau "sholeh" dengan menaati perintah. Tindak Tutur Ilokusi Ekpsresif Tindak tutur ilokusi ekspresif adalah jenis tindak tutur yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan atau sikap penutur terhadap suatu situasi atau Tindak tutur ekspresif ini berupa bentuk menguji, mengucapkan terima kasih, mengkritik, mengeluh, menyalahkan, mengucapkan selamat, dan menyanjung. Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif Bentuk Mengucapkan Terima Kasih Tindak tutur ilokusi ekspresif bentuk mengucapkan terima kasih adalah jenis tindak tutur yang digunakan untuk mengekspresikan rasa syukur, apresiasi, atau penghargaan penutur kepada orang 175 | P a g e lain atas bantuan, kebaikan, atau suatu tindakan yang telah dilakukan. Hal ini terdapat pada data 121. Guru : Ustazah ucapkan terimakasih kepada anak Ustazah yang sudah mau membacakan ceritanya ke Dalam konteks ini, guru (Ustaza. menyampaikan ucapan terima kasih kepada murid yang telah membacakan cerita di depan kelas. Tindak tutur ini merupakan bagian dari komunikasi antara seorang pengajar dan siswa di dalam situasi pembelajaran, di mana guru menunjukkan apresiasi kepada siswa yang telah Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif Bentuk Mengkritik Tindak tutur ini digunakan oleh penutur untuk menyatakan ketidakpuasan atau memberikan kritik terhadap sesuatu, biasanya terkait dengan tindakan atau situasi yang dianggap kurang memadai. Hal ini terdapat pada data 69. Guru : Bagus, berarti antum sudah bisa pengalaman, mana dia yang cerita hewan, mana dia yang masalalu, mana dia yang anak- anak udah tau antum! Tindak tutur ini digunakan untuk mengekspresikan rasa tidak puas, frustrasi, atau kesulitan terhadap suatu keadaan atau Hal ini terdapat pada data 9, 51, 55, 95, dan 102. Data 9 Siswa : Ustazah, wak ndak do pensil do Ustazah! Dalam hal ini, penutur menyatakan bahwa dia tidak memiliki pensil, yang mungkin mengisyaratkan ketidaknyamanan atau kesulitan yang sedang dihadapi. Dengan kata lain, pernyataan ini mengekspresikan ketidakpuasan atau rasa frustasi karena tidak memiliki alat tulis yang diperlukan, sehingga dapat dianggap sebagai keluhan siswa kepada gurunya. Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif Bentuk Menyalahkan Tindak tutur ini digunakan untuk menyampaikan bahwa penutur merasa seseorang bertanggung jawab atas sesuatu yang salah atau tidak sesuai harapan. Hal ini terdapat pada data 93. Guru : Kalau emang tidak selesai kenapa tidak bilang kalau belum diperiksa tadi. Tindak tutur ekspresif ini digunakan oleh penutur . untuk mengekspresikan penilaiannya terhadap suatu tindakan atau ucapan yang dilakukan oleh penerima . Kritik ini bersifat evaluatif, yang mengarah pada ketidakpuasan atau ketidakcocokan dengan ekspektasi. Data 93 ini, guru mengekspresikan kekecewaan atau rasa kesal atas tindakan siswa yang tidak memberi tahu bahwa pemeriksaan dimulai. Dengan kata lain, guru menyampaikan ketidakpuasan terhadap tindakan siswa, yang secara tidak langsung menyalahkan siswa karena kelalaiannya. Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif Bentuk Mengeluh Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif Bentuk Menyanjung 176 | P a g e Tindak tutur ini digunakan untuk menyatakan penghargaan, kekaguman, atau pujian terhadap seseorang atau sesuatu yang dilakukan. Hal ini terdapat pada data 13, 67, 68, 69, 96, 97, 101, 122, 125, 126, Data 13 Guru : Alhamdulillah sudah banyak yang Guru menyampaikan ungkapan ini setelah melihat banyak siswa mulai memahami materi yang diajarkan. Bentuk ini mengandung pujian dan rasa syukur. Guru menyanjung kemampuan siswa karena akhirnya banyak yang mengerti tentang Fungsinya berupa pujian . uru menyampaikan apresiasi kepada siswa yang sudah berhasil memahami pelajaran, motivasi . uturan ini juga berfungsi untuk memotivasi siswa agar terus meningkatkan pemahaman mereka, dan ekspresi syukur . enggunaan "Alhamdulillah" menambah dimensi ekspresif berupa rasa syukur, selain hanya menyanjung secara Tindak Tutur Ilokusi Komisif Tindak tutur komisif adalah jenis tindak tutur yang dipahami oleh penutur untuk mengikatkan dirinya terhadap tindakantindakan dimasa yang akan datang. Tindak tutur ini menyatakan apa saja yang dimaksudkan penutur. Tindak tutur komisif ini berupa berjanji, bersumpah, mengancam, menyatakan, kesanggupan, dan berkaul. Tindak Tutur Ilokusi Komisif Bentuk Berjanji Tindak tutur ilokusi komisif bentuk berjanji adalah salah satu bentuk tindak tutur ilokusi di mana pembicara menyatakan komitmen untuk melakukan suatu tindakan dimasa depan. Pada tindak tutur ilokusi komisif bentuk berjanji tidak ditemukan datanya. Tindak Tutur Ilokusi Komisif Bentuk Bersumpah Tindak tutur ilokusi komisif bentuk bersumpah adalah salah satu jenis tindak tutur di mana pembicara menyatakan komitmennya terhadap suatu tindakan atau kebenaran tertentu melalui sumpah. Pada tindak tutur ilokusi komisif bentuk bersumpah tidak ditemukan datanya. Tindak Tutur Ilokusi Komisif Bentuk Mengancam Tindak tutur ilokusi komisif bentuk mengancam adalah salah satu jenis tindak tutur ilokusi komisif di mana pembicara berkomitmen untuk melakukan suatu tindakan yang tidak menyenangkan atau merugikan pihak lain jika kondisi tertentu tidak terpenuhi. Pada tindak tutur ilokusi komisif bentuk mengancam tidak ditemukan Tindak Tutur Ilokusi Komisif Bentuk Menyatakan Tindak tutur ilokusi komisif bentuk menyatakan adalah jenis tindak tutur di mana penutur menyatakan komitmen untuk melakukan suatu tindakan dimasa depan. Hal ini terdapat pada data 17, 25, 32, 41, 50, 53, 70, 73, 78, 132, 87, 88, dan 90. Data 17 Siswa : Ustadzah, ko diperbaiki? Guru : Tidak asalkan jangan sampai salah-salah letaknya. Pada data 17 ini, tindak tutur ilokusi komisif bentuk menyatakan dilakukan oleh guru saat ia memberikan tanggapan terhadap pertanyaan siswa. Guru secara tegas menyatakan bahwa perbaikan tidak diperlukan selama tata letaknya benar. Guru menyatakan komitmennya untuk tidak memperbaiki tugas siswa dengan kondisi Tindak tutur ini menekankan 177 | P a g e bahwa selama siswa memenuhi persyaratan . idak salah meletakka. , maka tidak akan ada intervensi dari guru. Tindak Tutur Ilokusi Komisif Bentuk Kesanggupan Tindak tutur ilokusi komisif bentuk kesanggupan adalah jenis tindak tutur di mana penutur menyatakan komitmen atau kesiapan untuk melakukan suatu tindakan dimasa depan. Dalam tindak tutur ini, penutur menunjukkan bahwa ia mampu dan bersedia melaksanakan suatu tindakan. Hal ini terdapat pada data 31 dan 74. Data 31 Guru : Coba kita praktekkan! Siswa : Sudah Zah! Dalam percakapan ini, terdapat interaksi antara guru dan siswa yang mencerminkan tindak tutur ilokusi komisif bentuk kesanggupan. Respon siswa, "Sudah Zah!" menunjukkan bahwa siswa telah siap dan bersedia untuk melaksanakan praktek yang diminta oleh guru. Pada data 31 menciptakan suasana positif dalam kelas, di mana siswa menunjukkan komitmen untuk Tindak Tutur Ilokusi Deklarasi Tindak tutur deklarasi adalah jenis tindak tutur yang mengubah dunia melalui Tindak tutur deklarasi adalah tindak tutur yang dimaksudkan penuturnya untuk menciptakan hal . tatus, keadaan, dan sebagainy. yang baru. Mengesahkan, memutuskan, membatalkan, melarang, mengizinkan, mengabulkan, mengangkat, memaafkan termasuk bentuk tindak tutur ilokusi deklarasi. Tindak Tutur Ilokusi Deklarasi Bentuk Mengesahkan Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk mengesahkan adalah bentuk pernyataan yang bersifat resmi, di mana suatu keputusan, peraturan, atau kondisi tertentu disahkan atau ditetapkan. Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk mengesahkan tidak ditemukan datanya. Tindak Tutur Ilokusi Deklarasi Bentuk Memutuskan Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk memutuskan adalah salah satu jenis tindak tutur yang dilakukan oleh penutur untuk mengubah status atau keadaan suatu hal melalui kata-kata yang diucapkan. Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk memutuskan tidak ditemukan datanya. Tindak Tutur Ilokusi Deklarasi Bentuk Membatalkan Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk membatalkan adalah tindakan di mana penutur mengubah status suatu hal dengan secara resmi menyatakan pembatalan terhadap keputusan, perjanjian, atau status Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk membatalkan tidak ditemukan Tindak Tutur Ilokusi Deklarasi Bentuk Melarang Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk melarang adalah tindakan di mana penutur secara resmi menyatakan larangan terhadap suatu tindakan atau kegiatan, biasanya dengan menggunakan otoritas atau kekuasaan yang dimilikinya. Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk melarang terdapat pada data 5, 12, dan 98. Data 5 Guru : Jangan ada yang ke depan! Bentuk larangan ini menyatakan suatu aturan yang harus dipatuhi oleh siswa di kelas. Guru memiliki otoritas dalam 178 | P a g e lingkungan Pendidikan dan melalui tindak tutur ini, ia menetapkan batasan perilaku bagi siswa. Larangan ini merupakan tindakan langsung untuk mengubah situasi di kelas, di mana siswa dilarang bergerak ke Fungsi utamanya adalah untuk tindakan siswa melarang mereka melakukan suatu tindakan . aitu, pergi ke depa. Tindakan ini juga menetapkan aturan. Tindak Tutur Ilokusi Deklarasi Bentuk Mengizinkan Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk mengizinkan adalah tindakan di mana penutur memberikan izin kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk mengizinkan tidak ditemukan datanya. Tindak Tutur Ilokusi Deklarasi Bentuk Mengabulkan Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk mengabulkan adalah tindakan di mana penutur secara resmi menyetujui atau menerima suatu permintaan, keinginan, atau permohonan. Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk mengabulkan tidak ditemukan datanya. Tindak Tutur Ilokusi Deklarasi Bentuk Mengangkat Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk mengangkat adalah tindakan di mana penutur secara resmi memberikan jabatan atau posisi tertentu kepada seseorang. Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk mengangkatkan tidak ditemukan datanya. Tindak Tutur Ilokusi Deklarasi Bentuk Menggolongkan Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk menggolongkan adalah tindakan di mana penutur secara resmi atau otoritatif mengkategorikan atau mengelompokkan sesuatu ke dalam kategori tertentu. Tindak menggolongkan terdapat data 33, 47, dan Data 33 Guru : Baik, berarti antum sudah tau apa-apa saja warnanya. Siswa : Merah, kuning, biru. Dalam percakapan ini, guru secara tidak langsung melakukan tindak tutur "menggolongkan" dengan mengonfirmasi warna-warna disebutkan . erah, kuning, bir. Guru mengakui penggolongan warna ini sebagai bagian dari pemahaman yang diterima. Tindak tutur ini terjadi dalam konteks materi seni rupa tentang mengenal warna. Tindak Tutur Ilokusi Deklarasi Bentuk Mengampuni Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk mengampuni adalah tindakan di mana penutur, yang memiliki otoritas atau kekuasaan, secara resmi menghapus atau membebaskan seseorang dari hukuman atau kesalahan. Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk mengampuni tidak ditemukan datanya. Tindak Tutur Ilokusi Deklarasi Bentuk Memaafkan Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk memaafkan adalah tindakan di mana penutur secara resmi atau otoritatif mengakui kesalahan orang lain dan membebaskan mereka dari rasa bersalah atau konsekuensi yang mungkin timbul akibat kesalahan tersebut. Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk memaafkan tidak ditemukan datanya. 179 | P a g e SIMPULAN Tindak tutur ilokusi representatif ditemukan sebanyak 24 data, berupa: bentuk menyatakan terdapat 10 data, bentuk menuntut, memberikan, kesaksian, dan berspekulasi tidak ditemukan datanya, bentuk mengakui terdapat 1 data, bentuk melaporkan terdapat 10 data, bentuk menunjukkan terdapat 1 data, bentuk menyebutkan terdapat 2 data. Pada tindak menyatakan dan melaporkan yang paling banyak ditemukan datanya. Tindak ditemukan sebanyak 66 data, berupa: menantang tidak ditemukan datanya, bentuk mengajak terdapat 3 data, bentuk meminta terdapat 12 data, bentuk menyuruh terdapat 13 data, bentuk menagih terdapat 1 data, bentuk mendesak terdapat 1 data, bentuk menyarankan terdapat 9 data, bentuk memerintah terdapat 25 data, bentuk memberi aba-aba terdapat 2 data. Pada tindak tutur ilokusi direktif bentuk memerintah yang paling banyak ditemukan datanya. Tindak tutur ilokusi ekspresif ditemukan sebanyak 20 data, yakni: bentuk menguji tidak ditemukan datanya, bentuk mengucapkan terima kasih terdapat 1 data, bentuk mengkritik terdapat 1 data, bentuk mengeluh terdapat 6 data, bentuk menyalahkan terdapat 1 data, bentuk mengucapkan selamat tidak ditemukan datanya, serta menyanjung terdapat 11 Pada tindak tutur ilokusi ekspresif bentuk menyanjung yang paling banyak ditemukan datanya. Tindak ditemukan sebanyak 15 data, yakni: bentuk berjanji, bersumpah, mengancam, dan berkaul tidak ditemukan datanya, bentuk kesanggupan terdapat 2 data, serta bentuk berkaul tidak ditemukan datanya. Tindak tutur ilokusi deklarasi ditemukan sebanyak 6 data, berupa: bentuk mengesahkan, memutuskan, membatalkan, mengabulkan, mengangkat, mengampuni, dan memaafkan tidak ditemukan datanya, bentuk melarang terdapat 3 data, bentuk menggolongkan terdapat 3 data. Tindak tutur ilokusi deklarasi bentuk melarang dan menggolongkan yang paling banyak Penelitian tindak tutur ilokusi memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana bahasa digunakan tidak hanya untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk melakukan tindakan sosial dalam komunikasi sehari-hari. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mengeksplorasi penggunaan tindak tutur ini dalam berbagai konteks budaya, sosial, dan teknologi, serta memperkaya pemahaman tentang peran bahasa dalam membentuk interaksi DAFTAR PUSTAKA