Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 BAHASA SEBAGAI SIMBOL PERADABAN KEHIDUPAN MANUSIA DALAM BERKOMUNIKASI DAN BERSOSIALISASI Gatut Setiadi. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang Jl. Keramat No. Desa. Dusun Gandon Barat. Sukolilo. Kec. Jabung. Kabupaten Malang. Jawa Timur 65155 Email: gatutx@gmail. Abstract. Language is an inseparable part of society, because language has many functions in human life. The function of language in general is as a means of interaction between humans. This interaction between humans besides being able to develop one's abilities and skills in language also raises new vocabulary in language. Language is also used to express human imagination which is useful for creating the aesthetic value of the language. Every society has a different language, with differences in these languages automatically giving rise to a different language order, and becoming a civilization in human life. Civilizations in general are parts of a high, refined, beautiful, and advanced culture. Keywords: language, civilization, human Abstrak. Bahasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masayarakat, karena bahasa memiliki banyak fungsi dalam kehidupan manusia. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai sarana interaksi antar manusia. Interaksi antar manusia ini selain dapat mengembangkan kemampuan dan ketrampilan seseorang dalam berbahasa juga memunculkan kosakata baru dalam berbahasa. Bahasa juga digunakan untuk mengekspresikan imajinasi manusia yang berguna untuk menciptakan nilai estetis dari bahasa tersebut. Setiap masyarakat memiliki bahasa yang berbeda-beda, dengan perbedaan berbagai bahasa tersebut otomatis memunculkan tatanan bahasa yang berbeda pula, dan menjadi suatu peradaban pada kehidupan manusia. Peradaban secara umum merupakan bagian-bagian dari kebudayaan yang tinggi, halus, indah, dan maju. Kata kunci: bahasa, peradaban, manusia Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 Pendahuluan Tiap negara di dunia ini bahkan tiap suku bangsa memiliki bahasa mereka sendiri yang menjadi tanda sebagai ciri dari keberadaan mereka. Dengan bahasa manusia mampu menunjukkan jati diri serta kreativitasnya, karena kehidupan manusia selalu berdampingan dengan bahasa, hal itu menyebabkan bahasa menjadi suatu hal yang tak terpisahkan dari peradaban manusia, maka dari itu sangat perlu dipahami tentang apa hakikat dari bahasa, bagaimana bahasa itu sebenarnya sehingga mampu berperan penting dalam berbagai segi kehidupan manusia, baik dari segi, segi pengetahuan, segi formalitas dan lain sebagainya. Berdasarkan pendapat Kridalaksana . 3, dalam Chaer: 2. AuBahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diriAy. Definisi tersebut menyebutkan dua hal penting tentang bahasa yakni, pertama bahasa sebagai sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer, dan yang kedua bahasa digunakan oleh suatu masyarakat. Berdasarkan pendapat dari Bloomfield seorang tokoh linguistik struktural, yang menegaskan bahwa Aubahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang . yang dipakai anggota-anggota masyarakat untuk saling berhubungan dan berinteraksiAy . alam Sumarsono, 2011: . Dari pengertian tersebut dapat dipahami tentang dua hal yaitu sistem dan arbitrer. Bersistem artinya susunan yang teratur dan berpola berbentuk suatu keseluruhan yang bermakna dan berfungsi. Sebagai sebuah sistem bahasa memiliki sifat yang menjadi dasar dari bahasa itu sendiri, yakni bahasa bersifat sistematis dan sistemis. Bersifat sistematis memiliki arti bahwa bahasa tersusun dengan pola yang teratur dan rapi serta tidak sembarangan, sedangkan sistemis memiliki maksud bahwa bahasa bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri dari beberapa sub-sistem lain yang mendukung terbentuknya bahasa itu, seperti fonologi, sintaksis, semantik, dan leksikon. Sub-sistem tersebut juga tersusun menurut pola tertentu sehingga dapat berfungsi sesuai dengan tujuan dari kebahasaan yang Sedangkan arbitrer diartikan sesuatu hal yang sewenang-wenang, berubahubah, tidak tetap, dan suka seenaknya atau manasuka. Dalam hal ini tidak ada Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 hubungan wajib antara lambang bahasa . ang berwujud buny. dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut, artinya hubungan antara bahasa dan wujud bendanya didasarkan pada kesepakatan antara penutur bahasa di dalam masayarakat yang berperan sebagai pengguna bahasa itu. Jadi bahasa bisa sangat bermacam-macam dan berbeda-beda antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain, hal ini disebabkan karena kearbitreran bahasa itu, yang terpenting bahasa itu dipahami dan disepakati oleh pengguna bahasa dalam masyarakat Sehingga bahasa mampu berkembang sesuai dengan masa dan peradaban yang ada pada masyarakat pengguna bahasa. Sugono . 9: . menjelaskan bahwa AuBerdasarkan pengelompokan bahasa-bahasa dalam Austronesia. Bahasa Indonesia termasuk kelompok Melayu Polinesia Barat. Dalam kelompok ini terdapat 175 bahasa . atu diantaranya Bahasa Indonesi. Ay. Dari pendapat ini dapat diketahui banyak sekali bahasa dalam satu rumpun, dan pastinya dari tiap bahasa tersebut mencerminkan karakter serta peradaban pada bangsa tersebut, karena tiap bahasa memiliki struktur dan ciri bahasanya sendiri. Ciri dan struktur yang berbeda itulah yang akan menjadi penanda peradaban bahasa dalam suatu bangsa. Peradaban secara umum dapat diartikan sebagai kebudayaan yang tinggi, halus, indah, dan maju. Sedangkan secara luas peradaban adalah segala hasil dari budi dan daya manusia yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia baik fisik . angunan, jalan, dan lain-lai. , maupun non fisik . atanan kehidupan, pengetahuan, dan lain-lai. Dari pengetahuan secara luas tersebut bahasa juga termasuk dalam peradaban manusia, karena bahasa berkembang seiring dengan perubahan peradaban manusia. Secara langsung bahasa menjadi cerminan tingkat kemajuan suatu peradaban di suatu negara, disinilah fungsi penting bahasa dalam suatu peradaban kehidupan manusia di dunia. Ludwing Binswanger . : 2. menyatakan bahwa Manusia adalah makhluk yang mempunyai kemampuan untuk mengada, suatu kesadaran bahwa ia ada dan mampu mempertahankan adanya di dunia. Manusia berada di bumi ini tidak bias lepas dari manusia yang lainnya, karena manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan antara manusia yang satu dengan manusia Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 lainnya dengan cara berinteraksi. Interaksi antar manusia ini membutuhkan peranan Bahasa untuk saling memahami maksud, keinginan, dan pola pikir manusia tersebut. Jadi Bahasa peradabannya di dunia ini. Metode Penelitian (Research Metho. Dalam penelitian skripsi ini, penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data (Mahmud, 2011: . Penelitian kepustakaan . ibrary researc. dapat diartikan suatu penelitian yang mengunakan cara untuk mendapatkan data informasi dengan menempatkan fasilitas yang ada di perpus seperti buku, majalah, dokumen, catatan kisah-kisah sejarah atau penelitian kepustakaan murni yang terkait dengan obyek penelitian. Mustika Zed mengemukakan tiga alasan dalam menggunakan penelitian pustaka, yaitu: . Persoalan penelitian tersebut hanya dapat dijawab melalui penelitian pustaka dan sebaliknya tidak mungkin mengharapkan datanya dari penelitian lapangan. Penelitian dalam bidang sejarah umumnya menggunakan metode library research, . selain itu penelitian studi agama dan sastra juga menggunakan metode ini. Maka itu sesuai dengan kajiannya yakni tentang tentang perkembangan Bahasa sebagai penanda perkembangan peradaban manusia, maka Penelitian ini menggunakan metode library research. Hasil Penelitian dan Pembahasan (Research Results and Discussio. Hasil Penelitian (Research Result. Hakikat Bahasa Bahasa mencerminkan karakter dari seseorang atau sebuah kelompok masyarakat dalam suatu negara. Maka dari itu banyak sekali berbagai jenis bahasa di dunia ini, selain itu para ahli bahasa juga memberikan beragam pengertian tentang bahasa. Secara umum masyarakat memahami bahwa bahasa adalah sarana untuk komunikasi dalam berinteraksi. Jika dipelajari secara mendalam bahasa tidaklah sesederhana itu, bahas memiliki berbagai ciri dan fungsi serta Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 keberagaman yang menjadikannya suatu hal yang identik dengan penggunanya. Bolinger . 5: 13-. menjelaskan didalam bukunya yang berjudul AuAspects of LanguageAy mengemukakan sepuluh sifat dasar bahasa yaitu: . bahasa bersifat manusiawi, . bahasa sebagai tingkah laku, . media bahasa berupa bunyi, . bahasa memiliki hierarki, . bahasa berubah, . bahasa berkaitan dengan sikap, . bahasa bersifat arbitrer, . bahasa terstruktur, . bahasa bersifat vertikal dan horisontal, dan . bahasa didengar juga diucapkan . alam Chaer, 2007: . Dari kesepuluh hal tersebut bisa dijabarkan satu persatu untuk lebih memahaminya. Bahasa bersifat manusiawi maksudnya adalah bahasa menjadikan ciri dari manusia yang membedakannya dengan binatang. Karena bahasa yang digunakan manusia jelas berbeda dengan binatang. Bahasa manusia dapat berkembang dan memiliki suatu tatanan bahasa yang berbeda dari tiap negara maupun suku bangsa. Bahasa manusia di dunia sangat beragam sesuai dengan karakteristik masyarakat di suatu daerah, hal inilah yang menjadikan bahasa bersifat manusiawi. Bahasa sebagai tingkah laku, hal ini dapat diartikan bahwa manusia sebagai pengguna bahasa aktif, dengan bahasa yang digunakan manusia dalam berinteraksi dapat menjadi ciri dari kemampuan manusia tersebut, sebab cara berbahasa manusia dapat dikembangkan dan ditingkatkan melalui interaksi sosial, semakin sering manusia berinteraksi maka kemampuan bahasa yang digunakan juga akan semakin berkembang, selain itu kemampuan intelektual berbahasa juga semakin meningkat, maka dari itu banyak orang yang mampu menguasai lebih dari dua bahasa, sebab bahasa selain diperoleh melalui interaksi langsung, bahasa juga diperoleh melalui suatu pembelajaran resmi. Jadi kemampuan bahasa seseorang akan selalu berkembang dengan semakin seringnya orang tersebut berinteraksi dengan orang lain, semakin dia sering berinteraksi dengan orang dari berbagai daerah atau negara, maka secara tidak langsung dia akan memiliki kemampuan berbahasa sesuai dengan mitra bicaranya. Bahasa kebahasaan, dan media bahasa adalah bunyi. Bunyi menjadi media dalam bahasa karena bunyi dihasilkan dari alat ucap manusia yang disebut artikulator, yang tergolong dalam artikulator adalah bibir atas, gigi atas, lengkung kaki gigi atas, langit-langit keras, langit-langit lunak, dan anak tekak. Fungsi dari artikulator Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 tersebut adalah untuk memunculkan simbol-simbol bunyi ujaran yang membentuk suatu konteks dalam berbahasa. Simbol-simbol bunyi ujaran tersebut memiliki makna tertentu sesuai dengan kesepakatn berbahasa dalam suatu masyarakat. Jadi dalam bunyi bahasa terdapat dua hal penting, yaitu simbol bunyi ujaran yang memiliki makna tertentu dan artikulator yang berperan sebagai alat ucap penghasil bunyi bahasa, cara pengucapan bunyi bahasa ini masuk pada bidang fonologi bahasa, sedangkan makna bunyi ujar yang dihasilkan masuk dalam bidang semantik bahasa. Bahasa memiliki hierarki, dalam hal ini hierarki yaitu urutan tingkat atau Hal ini menandakan bahwa bahasa tersusun dari unit-unit yang memiliki tingkat tataran yang berbeda-beda. Jadi bahasa merupakan suatu gabungan antara tingkatan huruf, kata, kalimat, hingga menjadi suatu teks. Gabungan ini berdasarkan suatu sistem bahasa yang berlaku, yang membentuk suatu rangkaian dan memberikan makna tertentu. Dalam hal ini menjadikan bagaimana suatu tatanan kata hingga menjadi suatu bahasa sehingga dapat dipahami oleh mitra bicara. Susunan bahasa ini bisa terbentuk dalam suatu frasa, klausa, kalimat yang semuanya masuk dalam bidang sintaksis bahasa. Bahasa mengalami perubahan, yakni bahasa bisa berkembang seiring dengan perubahan budaya yang ada di masyarakat pengguna bahasa tersebut. Istilah-istilah baru akan muncul untuk memerkaya kosakata bahasa berkaitan dengan perubahan kehidupan masyarakat, bisa dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, pendidikan, gaya hidup, dan lain sebagainya. Perubahan bahasa semacam ini yang lebih karena dipengaruhi faktor luar disebut perubahan eksternal Selain hal itu bahasa juga mengalami perubahan karena adanya gejala dalam bahasa itu sendiri yakni berhubungan dengan . morfologi, . fonologi, . semantik, . sintaksis, dan juga . leksikon bahasa tersebut. Perubahan bahasa yang disebabkan oleh hal itu disebut perubahan internal bahasa. Pada perubahan internal bahasa. Morfologi lebih menekankan pada susunan bagian-bagian kata secara gramatikal, yakni sesuai dengan tata bahasa, serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut. Pengertian lainnya morfologi memelajari tentang bentuk kata yang berkaitan dengan makna kata tersebut. Dalam morfologi secara langsung berhubungan dengan morfem, morf dan alomorf. Fonologi Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 berkaitan dengan bunyi-bunyi bahasa. Fonologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari tata bunyi/kaidah bunyi dan cara menghasilkannya. Karena wujud bahasa yang paling primer adalah bunyi. Bunyi adalah Getaran udara yang masuk ke telinga sehingga menimbulkan suara. Bunyi bahasa adalah bunyi yang dibentuk oleh tiga faktor, yaitu pernafasan . ebagai sumber tenag. , alat ucap atau artikulator . ang menimbulkan getara. , dan rongga pengubah getaran . ita suar. Sintaksis merupakan cabang linguistik yang mempelajari tentang susunan kalimat dan bagian-bagiannya, pada sintaksis bahasa berhubungan erat dengan bidang morfologi karena kalimat berunsurkan kata-kata. Semantik merupakan bidang bahasa yang menekankan pada makna kata, baik yang berkaitan dengan fonologi, morfologi, maupun sintaksis. Karena bahasa bisa dipahami dengan benar jika kita mengetahui makna dari kata tersebut jika sesuai dengan konteks kalimat atau Sedangkan leksikon adalah kosakata dalam bahasa, jadi leksikon lebih pada perbendaharaan kata atau strukturalisasi kosakata, leksikon mengacu pemaknaan kata pada kesesuainya dengan kamus. Jadi bahasa tidak tetap, bahasa selalu mengalami perubahan dari masa ke masa, karena bahasa selalu berubak maka bahasa juga akan mengalami tiga hal yakni, bahasa lahir, bahasa berkembang, dan bahasa mati. Diartikan bahasa mati karena bahasa tersebut sudah ditinggalkan penggunanya, sehingga pengguna bahasa tersebut tidak ada sama sekali, maka bahasa tersebut diartikan sebagai bahasa mati, contohnya adalah bahasa sansekerta, karena pengguna aktif bahasa sansekerta sudah tidak ada lagi, yang diambil hanyalah istilah-istilah tertentu dari bahasa tersebut. Bahasa berkaitan dengan sikap yakni bahasa memiliki peran sebagai sarana bagi manusia untuk mengekspresikan imajinasi, emosi, perasaan, serta ide yang ada dalam pikirannya. Dengan bahasa manusia mewujudkan semua hal tersebut yang muncul dari dalam dirinya, bisa dalam bentuk suatu karya sastra maupun non sastra, ataupun dalam bentuk interaksi secara langsung dengan manusia lain atau dengan lingkungan sekitar. Berdasarkan pendapat dari Bloomfield seorang tokoh linguistik struktural, yang menjelaskan bahwa Aubahasa adalah sistem lambang berupa bunyi yang bersifat sewenang-wenang . yang dipakai anggota-anggota masyarakat Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 untuk saling berhubungan dan berinteraksiAy . alam Sumarsono, 2011: . Dari pendapat ini menegaskan tentang kearbitreran suatu bahasa, hal penting dari pendapat tersebut adalah bahwa kearbitreran bahasa berkaitan langsung dengan hubungan dan interaksi dalam suatu masyarakat, jadi bahasa bersifat arbitrer maksudnya bahasa dipahami oleh sekelompok masyarakat pengguna bahasa tersebut berdasarkan kesepakatan penutur dalam masayarakatnya. Arbitrer dalam KBBI offline diartikan sewenang-wenang atau manasuka, dalam hal ini kearbitreran bahasa karena tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang bahasa . ang berwujud buny. dengan konsep atau pengertian yang mengacu pada lambang bahasa tersebut, misalnya lambang bahasa yang berwujud bunyi AukomputerAy, dari kata komputer tersebut tidak ada hubungan dengan bentuk konkret dari komputer yang merupakan benda berbentuk segi empat. Contoh lain kearbitrean dalam bahasa yaitu, dalam Bahasa Indonesia ada lambang bunyi kuda, dalam bahasa inggris disebut horse, bahasa jepang menyebutnya uma, sedangkan bahasa itali menamakannya cavallo, tiap-tiap negara memiliki istilah sendiri untuk kata tersebut, yang bertujuan melambangkan satu objek yang sama. Lambang bunyi tersebut merupakan contoh dari kearbitreran bahasa. Bahasa terstruktur berarti bahasa memiliki suatu susunan yang dibentuk dalam berbagai pola dari unsur-unsur bahasa hingga menjadi sebuah kalimat. Struktur kalimat ini sangat berperan penting dalam kebahasaan, karena susunan unsur bahasa dalam kalimat tersebut bisa memengaruhi makna dari kalimat itu. Jadi susunan kalimat yang terstruktur dengan baik, tidak mengandung kerancuan atau pun kata-kata yang bermakna ambigu akan memudahkan mitra tutur memahami maksud dari kalimat itu, baik kalimat itu secara tertulis maupun secara lisan. Kerancuan dan kata yang ambigu dalam suatu struktur kalimat harus dihilangkan karena dapat menimbulkan ketidakjelasan maksud serta makna dari kalimat Jadi struktur bahasa sangat dipengaruhi oleh unsur bahasa seperti subjek, predikat, objek, pelengkap, keterangan, kata, frasa, dan klausa. Bahasa bersifat vertikal dan horisontal, dalam hal ini berarti bahasa bisa dibagi dalam dua tataran, yakni bersifat vertikal maksudnya yaitu bahasa disusun melalui kata-kata atau unsur-unsur mulai dari topik, ide pokok, kalimat utama, kalimat penjelas, paragraf, hingga membentuk menjadi suatu teks bacaan. Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 Sedangkan bahasa bersifat horisontal yaitu kata-kata dalam suatu teks tersebut memiliki relasi antar kata yang diasosiasikan, sehingga memiliki suatu makna yang bisa berterima dalam suatu bahasa. AuSusunan secara vertikal dan horisontal dapat diuji dengan subtitusi . secara vertikal dan derivasi . secara horisontal sesuai dengan sifat . unsur-unsurnyaAy (Chaer, 2007: . Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa vertikal berhubungan dengan pergantian sedangkan horisontal berhubungan dengan perluasan, misalnya pada kalimat saya makan nasi goreng, pada kalimat tersebut dapat dipahami secara vertikal kalimat tersebut terdiri dari unsur saya=subjek, makan=predikat, dan nasi goreng=objek, dari unsur tersebut bisa saling berganti atau menggantikan, misalnya diubah menjadi nasi goreng saya makan, pergantian tersebut juga mengubah unsur bahasa tersebut yaitu nasi goreng=subjek dan saya makan=predikat. Jika secara horisontal kalimat tersebut dapat diperluas, misalnya menjadi saya tidak mau makan nasi goreng, atau teman saya tidak mau makan nasi goreng. Dalam bahasa ada kata yang berterima dan tidak berterima, dari contoh kalimat tersebut kata makan tidak bisa digantikan dengan kata minum, jika diganti maka kalimatnya menjadi saya minum nasi goreng, kata minum tidak berterima dalam kalimat tersebut karena secara semantik frasa nasi goreng menolak kata minum. Bahasa didengar juga diucapkan karena hal inilah yang menandakan adanya bentuk bahasa, secara umum hal ini bisa dipahami dalam ranah sosiolinguistik, dan secara khususnya pada fonologi bahasa. Manusia sebagai pengguna bahasa secara langsung menggunakan bahasa tersebut dalam suatu interaksi sosial dengan masyarakat, bahasa bisa dipahami maknanya jika mitra tutur mendengar bunyi bahasa yang diucapkan oleh penutur. Bisa disimpulkan dari hal ini bahwa bahasa bukan sekedar sarana komunikasi, tetapi cara seseorang mengujarkan suatu bentuk bahasa menjadikan tipikal orang tersebut, atau secara luas daerah bahkan negara dari pengguna bahasa itu, sedangkan mendengarkan suatu ujaran bahasa bisa menjadikan wacana berdasarkan ujaran tersebut, tergantung dari perspektif dan kompetensi dari audien dari bahasa tersebut. Pembahasan (Discussio. Perkembangan Bahasa Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 Bahasa selalu berkembang mengikuti perkembangan dari kehidupan manusia, karena manusia merupakan pengguna langsung bahasa dalam berinteraksi sosial. Seperti pada Bahasa Indonesia, bahasa nasional ini tidak muncul begitu saja, tetapi melalui beberapa proses hingga membentuk suatu kesatuan bahasa yang dapat digunakan dalam kalangan masyarakat. Karena berkembang, maka bahasa selalu mengalami berbagai perubahan dari masa ke masa, baik dalam bentuk penulisan maupun pengucapannya. Seperti pendapat dari Sugono . 9: . yang menyatakan dalam bukunya yaitu AuBahasa mengalami perubahan sejalan dengan perubahan yang terjadi di dalam masyarakat Sebagaimana diketahui, bahasa digunakan sebagai sarana pikir, ekspresi, dan sarana komunikasi dalam kegiatan kehidupan manusia, seperti dalam bidang ilmu, teknologi, dan seniAy. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa bahasa sebagai sarana berpikir, berkspresi, dan berkomunikasi merupakan unsur yang menjadikan perkembangan suatu bahasa dalam suatu masyarakat. Cara berpikir seseorang dalam penggunaan kebahasaan memunculkan berbagai perspektif tentang keilmuan bahasa, hal tersebut menyebabkan perkembangan dalam bahasa, sehingga memunculkan berbagai cabang ilmu yang berhubungan dengan kebahasaan, serta memerbanyak pula kosakata dalam bahasa tersebut, contohnya pada linguistik bahasa, yaitu ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. Perkembangan bahasa sangat ditentukan oleh pola pikir pengguna bahasanya yang berkaitan dengan asal pengguna bahasa Karena pola pikir manusia yang berbeda-beda maka banyak sekali muncul tokoh-tokoh bahasa yang memiliki berbagai teori tentang bahasa, yang semua itu didasarkan pada kehidupan manusia dalam berbahasa. Penganalisaan tentang tata bahasa baik formal maupun non formal juga selalu berubah. Contohnya penggunaan ejaan pada Bahasa Indonesia, dari masa penjajahan sampai sekarang ini setidaknya telah mengalami beberapa kali Dimulai dari ejaan van Ophuijsen pada tahun 1896 yang digagas oleh Charles van ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan MaAomoer dan Moehamad Taib Soetan, dan resmi diakui oleh pemerintah kolonial pada tahun 1901. Selanjutnya Ejaan Republik yang resmi digunakan tanggal 19 Maret 1947 yang diprakarsai oleh Soewandi, sehingga dikenal juga dengan nama ejaan Soewandi. Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 Beberapa tahun kemudian pada tahun 1959 ejaan mengalami perubahan lagi menjadi ejaan melindo atau Melayu Indonesia. Karena perubahan politik ejaan melindo inipun diganti dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) yakni pada tanggal 16 Agustus 1972. Dan yang terakhir tepatnya pada tanggal 16 Agustus 2022 EYD ini juga mengalami perubahan menjadi Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan atau dikenal denga EYD Edisi Ke V yang telah disahkan melalui Keputusan Kepala Badan No. 0321/I/BS. 00/2021. Dari pola pikir manusia memunculkan berbagai perubahan yang menyebabkan semakin berkembangnya suatu bahasa, salah satu contohnya adalah perubahan tentang ejaan di Indonesia. Dengan menggunakan pola pikir yang berbeda-beda manusia dapat menentukan baik atau buruk, membuat suatu karya yang bernilai estetis dan hal ini pulalah yang membedakan antara manusia dengan binatang. Pola pikir berbeda tersebut menjadikan perkembangan dan keberagaman dalam berbahasa di dunia. Bahasa sebagai sarana ekspresi, hal ini juga merupakan suatu aspek yang menyebabkan perkembangan bahasa. Jika dipahami Ekspresi merupakan pengungkapan atau menyatakan suatu gagasan, dalam berbahasa, manusia berekspresi biasanya melalui sebuah sastra, karena sastra memberikan kebebasan pada manusia untuk mengungkapkan gagasannya yang berkaitan dengan emosi, perasaan, dan berbagai ide yang lainnya. Manusia mewujudkan ekspresi bersastranya ini melaui suatu cerpen, novel, puisi, lirik lagu, bahkan kata-kata mutiara yang setiap manusia memiliki gaya bahasanya sendiri sehingga menjadi ciri khas berbahasa orang tersebut. Sastra merupakan hasil ekspresi berbahasa manusia yang membawa perkembangan bahasa, hal ini dapat diketahui dari perbedaan antara sastra lama dengan sastra baru. Perbedaan inilah yang membuat bahasa semakin berkembang pada setiap masanya. Teknologi merupakan aspek yang tidak bisa lepas dari manusia, teknologi ini juga berperan dalam perkembangan bahasa. Teknologi berhubungan dengan ilmu pengetahuan, semakin banyak ilmu pengetahuan maka semakin banyak pula perkembangan kosakata dalam bahasa. Misalnya bidang ilmu kedokteran dengan bidang ilmu otomotif, masing-masing bidang ilmu tersebut memiliki ciri khas kosakata masing-masing yang digunakan dalam bidang keilmuannya tersebut. Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 sehingga dapat memerkaya kosakata bahasa didunia, sebab istilah dalam bidang keilmuan digunakan secara universal. Selain itu Dari perkembangan bahasa. Komunikasi antar manusia dari berbagai daerah atau negara akan menyebabkan adanya campur kode bahasa, alih kode bahasa, iterferensi bahasa yang menyebabkan munculnya berbagai kosakata baru dalam perbendaharaan suatu bahasa. Apalagi pada era globalisasi pada sekarang ini berbagai pertukaran informasi dan berinteraksi antar manusai dari berbagai daerah atau negara sangat mudah dilakukan, berbagai aplikasi dalam sosial media sangat beragam, bahkan video call bukan hal yang sulit lagi, waktu dan jarak bukan lagi perkembangan teknologi komunikasi yang semakin cangih. Karena mudahnya berkomunikasi maka pada setiap masa bahasa akan selalu mengalami perkembangan, sebab manusia sebagai pengguna bahasa selalu menggunakan bahasa sebagai sarana pikir, ekspresi, komunikasi dalam seni dan teknologi. Berbagai fungsi bahasa dalam kehidupan manusia Bahasa selalu berkaitan dengan kehidupan manusia, sebab manusia akan selalu berhubungan dengan bahasa dalam kehidupannya. Bahasa dibutuhkan manusia karena bahasa memiliki fungsi yang penting dalam memermudah manusia dalam menyampaikan gagasan, pikiran, konsep atau juga perasaan, yang oleh manusia diwujudkan dalam berbagai hal sesuai dengan tingkat intelegensi dan pola pikir manusia sebagai pengguna bahasa tersebut. Studi tentang bahasa sudah lama dilakukan oleh para ahli logika atau ahli filsafat, karena bahasa membutuhkan suatu telaah khusus untuk memahaminya, salah satunya tentang berbagai fungsi bahasa dalam kehidupan manusia. Dalam bukunya Chaer dan Leonie . 0: . menuliskan yaitu AuBagi sosiolinguistik konsep bahwa bahasa adalah alat atau berfungsi untuk menyampaikan pikiran dianggap terlalu sempit, sebab seperi diungkapkan Fishman . bahwa yang menjadi persoalan linguistik adalah Auwho speak language to whom, when and to what endAy. Oleh karena itu, fungsi-fungsi bahasa itu, antara lain dapat dilihat dari sudut penutur, pendengar, topik, kode, dan amanat pembicaraan. Ay Jadi fungsi bahasa tidak hanya sekedar sebagai alat Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 Bahasa memiliki fungsi-fungsi lain tergantung dari mana aspek sudut pandang dalam menganalisa bahasa tersebut. Jika diuraikan secara terperinci fungsi bahasa dari kajian sosiolinguistik meliputi, . Personal atau Pribadi . ungsi emoti. , . mengatur tingkah laku pendengar . ungsi direkti. , . segi kontak antara penutur dan pendengar . ungsi fati. , . segi topik ujaran . ungsi referensial, . segi kode . ungsi metalingual atau metalinguisti. , dan . segi amanat/ message . ungsi Imaginati. Bahasa sebagai fungsi emotif, yaitu melalui bahasa si penutur bahasa dapat mengungkapkan emosi yang dia rasakan dalam dirinya, emosi dalam KBBI Offline adalah suatu luapan perasan yang berhubungan dengan psikologis dan fisiologis seseorang yaitu rasa senang, gembira, sedih, marah, dan lain-lain, dari rasa emosi itu akan tercermin melalui fisik seseorang secara langsung. Jadi bahasa menjadi sarana manusia yang dapat mengungkapkan emosi yang dirasakannya tersebut melalui berbagai bentuk nyata, seperti puisi, novel, drama, maupun melalui percakan langsung. Karena emotif yang menjadi dasar berbahasa, maka pendengar atau yang menjadi mitra tutur dalam bahasa tersebut, jika pada bahasa tulis berarti pembaca, akan merasakan emosi dari apa yang disampaikan oleh Bahasa berfungsi deriktif, dalam hal ini bahasa memiliki peranan untuk mmengatur suatu tindakan atau perbuatan yang akan dilakukan oleh penutur. Untuk mencapai hal ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh si penutur. Chaer . menyebutkan hal-hal tersebut antara lain dengan cara menggunakan kalimat-kalimat yang menyatakan suatu perintah, himbauan, permintaan, dan Dalam masyarakat, kalimat-kalimat yang berkaitan dengan deriktif sangat dibutuhkan dalam interaksi guna mengendalikan tindakan suatu masyarakat agar sesuai dengan kehendak penutur, penguasaan konsep deriktif ini tergantung dari suasana, lingkungan, dan intelegensi penuturnya dalam berbahasa atau biasa disebut retorika. Seseorang yang mampu beretorika dengan baik maka dia akan dapat menggunakan fungsi deriktif ini dengan baik, misalnya seperti pada pidato atau ceramah, bernegosiasi, membuat suatu karya sastra, iklan dan lain-lain, halhal yang berkaitan dengan direktif membutuhkan kemampuan retorika yang baik. Karena fungsi direktif pada bahasa ini bertujuan memengaruhi tindakan atau Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 perbuatan yang akan dilakukan oleh lawan bicara, sesuai dengan kehendak penuturnya melalui kalimat-kalimat yang diujarkan oleh penuturnya baik secara lisan maupun tulis, bahkan bisa juga melalui simbol-simbol tertentu yang dapat dipahami oleh lawan bicara. Bahasa berfungsi fatik, yaitu bahasa memiliki peranan dalam menjalin hubungan, memelihara, memerlihatkan perasaan bersahabat, atau hubungan sosial antar manusia dalam masyarakat. Ketika manusia saling berkomunikasi maka secara langsung akan terjadi suatu hubungan, yakni penutur dan mitra tutur. Ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam komunikasi ini disesuaikan dengan situasi dan tindakan yang dilakukan oleh pengguna bahasa tersebut yang menandakan suatu keakraban dan kesantunan dalam berbahasa, seperti ketika bertemu, berpamitan, membicarakan suatu topik tertentu. Kegiatan tersebut biasanya diikuti oleh gestur atau ekspresi wajah ketika sedang berkomunikasi, misalkan ketika seseorang bertemu saling menyapa dengan tersenyum dan berjabat tangan, yang tujuannya untuk menjaga suatu keakraban. Dalam berbincangpun kalimat-kalimat yang digunakan dapat meningkatkan tingkat keakraban seseorang, inti dari fungsi fatik ini adalah menjalin kontak sosial antara penutur dan mitra tutur dalam suatu komunikasi yang dilakukan. Bahasa sebagai fungsi referensial yakni fungsi bahasa yang lebih menekankan pada suatu objek atau peristiwa yang menjadi bahan pembicaraan. Menurut Chaer dan Leonie . 0: . menjelaskan dalam bukunya AuFungsi referensial inilah yang melahirkan paham tradisional bahwa bahasa itu adalah alat untuk menyatakan pikiran, untuk menyatakan bagaimana pendapat si penutur tentang dunia di sekelilingnyaAy. Dari pendapat ini dapat disimpulkan fungsi referensial bahasa berarti membicarakan hal-hal yang faktual dan objektif, misalnya ketika ada seseorang berkunjung ke suatu tempat yang indah, secara umum orang tersebut akan mengungkapkan melalui kalimat Auindah sekali desa ini, suasananya sejuk dan damai, banyak persawahan sehingga membuat suasana semakin terasa segar dan berkesan alamiAy dari kalimat tersebut dapat kita pahami bahwa penutur mengungkapkan tentang keindahan suatu desa. Secara umum fungsi referensial ini bisa tergolong dalam suatu informasi, seperti berita tentang suatu peristiwa, atau berhubungan dengan pengetahuan, misalnya pembelajaran tata surya. Melalui Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 fungsi referensial ini manusia dapat memeroleh informasi dan memahami berbagai hal yang ada atau yang sedang terjadi disekelilingnya. Fungsi metalingual atau metalinguistik merupakan fungsi bahasa yang mengkaji bahasa sebagai objek kajiannya. Jadi fungsi ini menjelaskan tentang berbagai hal tentang bahasa, misalnya bahasa menjelaskan tentang kaidah-kaidah bahasa, bagaimana bunyi bahasa, pembentukan suatu kata, cara menyusun suatu kalimat yang benar dan tepat, serta semua hal yang berhubungan dengan bahasa itu sendiri. Ilmu yang memelajari berbagai hal tentang bahasa ini masuk pada linguistik bahasa. Fungsi imajinatif bahasa berkaitan dengan amanat yang akan disampaikan dalam berkomunikasi. Chaer dan Leonie . 0: . menjelaskan bahwa Ausesungguhnya, bahasa itu dapat digunakan untuk menyanpaikan pikiran, gagasan, perasaan, baik yang sebenarnya, maupun yang cuma imajinasi . hayalan, rekaa. Fungsi imajinati ini biasanya berupa karya seni . uisi, ataupendengarnyaAy. Dari penejelasan ini bisa disimpulkan bahwa fungsi imajinatif lebih pada penggunaan bahasa pada suatu karya sastra, yang dalam karya sastra tersebut dapat diambil suatu pesan atau nilai filosofi dari karya sastra tersebut, selain itu fungsi imajinatif juga dapat memberikan kebebasan bagi penuturnya untuk mewujudkan imajinasinya dalam sebuah bentuk nyata sehingga dapat dinikmati nilai estetisnya oleh orang lain, dan menjadi kepuasan tersendiri bagi penutur karena mampu mewujudkan imajinasi yang ada dalam pikirannya. Semua fungsi bahasa tersebut saling berhubungan, karena fungsi-fungsi tersebut digunakan masyarakat dalam berbahasa. Dengan memanfaatkan fungsi bahasa tersebut maka kehidupan manusia dalam berinteraksi akan dapat berlangsung dengan baik dan hubungan antar manusia akan selalu terjalin dengan baik, sehingga secara umum fungsi bahasa adalah menyatukan masyarakat dalam suatu kebahasaan yang disepakati bersama oleh pengguna bahasa. Bahkan masyarakat yang berbeda bahasapun dapat menjalin hubungannya dengan cara saling berinteraksi dan bertukar bahasa. Dari hal ini dimungkinkan adanya suatu bahasa yang universal, yakni bahasa yang dapat digunakan oleh seluruh masyarakat dunia. Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 Keterkaitan bahasa dengan kebudayaan manusia Bahasa dan kebudayaan manusia merupakan dua hal yang saling berhubungan, karena bahasa dapat mencerminkan kebudayaan dari suatu masyarakat pengguna bahasa tersebut. Seperti pendapat dari Koentjaraningrat . alam Chaer dan Leonie, 2010: . yang menyatakan Aubahasa merupakan bagian dari kebudayaan, atau dengan kata lain bahasa itu dibawah lingkup kebudayaanAy. Dari pendapat tersebut dapat dipahami tentang bagaimana hubungan antara bahasa dan kebudayaan. Jika kita telaah lebih dalam berarti ada dua hal penting, yakni bahasa dan kebudayaan. Hakikat bahasa seperti yang telah dijelaskan pada awal artikel ini yakni sistem lambang bunyi yang bersifat arbitrer, sedangkan kebudayaan menurut KBBI . adalah Auhasil kegiatan dan penciptaan batin . kal bud. manusia spt kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat atau diartikan juga antara keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunyaAy. Dari pengertian itu bisa dipahami bahwa kebudayaan merupakan hasil dari kreasi manusia yang bersumber pada budi . kal dan perasaa. , dan daya . emampuan melakukan sesuat. Tiap budi dan daya manusia memiliki tingkat yang berbeda-beda, perbedaan budi dan daya tersebut mengakibatkan manusia dalam suatu masyarakat memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda-beda yang menggambarkan kekhasan dari masyarakat tersebut, termasuk bahasa yang digunakan oleh suatu masyarakat memiliki ciri khas sendiri-sendiri karena bahasa bagian dari kebudayaan. Bahasa memiliki peranan yang signifikan dalam kebudayaan. Dikutip dari Kunjana . 6: 2. Aupara ahli linguistik struktural bersama-sama Levi-Strauss berargumentasi bahwa aneka fenomena kebudayaan misalnya seperti permitosan, perkerabatan, peritusan, tidak ubahnya dengan sistem tanda atau simbol sebagaimana diintroduksikan Ferdinand de Saussure dengan konsep parole, langue, dan langagenyaAy. Langue adalah bahasa sebagai objek sosial yang murni, yang keberadaanya terletak di luar individu, yakni sebagai seperangkat konvensikonvensi sistemik atau kesepakatan dalam suatu masyarakat yang berperan penting di dalam komunikasi, hal ini memungkinkan penutur mengkombinasikan Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 dua hal tersebut dalam berbahasa dalam berkomunikasi dengan sesamanya dalam sekelompok anggota masyarakat tertentu. Langage adalah multi bentuk yang menjadikannya bersifat universal yakni sistem lambang bunyi yang digunakan manusia pada umunya, bukan manusia pada suatu tempat atau masa tertentu. Langue dan langange bersifat abstrak karena dalam bentuk kaidah-kaidah kebahasaan, maka Parole merupakan bentuk konkret dari bagian bahasa yang diwujudkan dalam suatu bentuk, sehingga parole bersifat nyata dan dapat diamati dan dianalisa secara empiris. Dari tiga hal tersebut yakni langue, langange, dan parole dapat membentuk suatu kebudayaan manusia, karena melalui tiga hal tersebut berbagai hal yang berhubungan dengan tingkah laku, adat istiadat, serta cara komunikasi dalam suatu masayarakat baik secara kelompok maupun universal, yang semuanya didasarkan pada penggunaan bahasa dalam hubungan sosial Jadi bahasa dapat memunculkan kebudayaan baru dalam suatu masyarakat, karena bahasa berada dalam ruang lingkup kebudayaan. Keunggulan dari bahasa indonesia dalam menunjang peradaban bangsa Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa indonesia, dengan satu bahasa ini mampu menyatukan berbagai suku bangsa di Indonesia yang memiliki berbagai macam bahasa daerah. Bahasa Indonesia tidak muncul begitu saja, tetapi melalui sebuah proses perkembangan yang lama, sehingga pada akhirnya bisa menjadi seperti sekarang ini, menjadi bahasa persatuan Indonesia. Jika dipahami dari asal-usulnya, bila mengacu pada pendapat Sugono . 0: . AuBerdasarkan pengelompokan bahasa-bahasa dalam rumpun Austronesia. Bahasa Indonesia termasuk kelompok melayu Polinesia baratAy. Jadi dari pendapat tersebut dapat diketahui, bahwa banyak sekali bahasa yang sejenis dengan Bahasa Indonesia, dari berbagai rumpun bahasa itu pasti ada yang saling memengaruhi dan saling mendominasi, karena perkembangan bahasa tergantung dari banyaknya pengguna bahasa tersebut. Dari berbagai rumpun yang berbeda-beda, perkembangan Bahasa Indonesia terus berlanjut, hingga muncullah peristiwa penting dalam perkembangan Bahasa Indonesia,yakni tercetusnya sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 sebagai penanda jadinya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Sebagai bahasa nasional tentunya Bahasa Indonesia memiliki keunggulan, keunggulan Bahasa Indonesia ini dapat kita pahami melalui kedudukan Bahasa Indonesia di dalam negara Indonesia. Kedudukan Bahasa Indonesia di dalam negara Indonesia yaitu, . Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, . Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara. Fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dapat kita ketahui dari uraikan masnur . yang menjelaskan fungsi bahasa antara lain sebagai . lambang kebanggan nasional, . lambang identitas nasional, . alat pemersatu masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya, dan . alat perhubungan antarbudaya antar daerah. Sebagai lambang kebanggaan nasional. Bahasa Indonesia ini merefleksikan nilai-nilai sosial budaya luhur bangsa indonesia. Maka dari itu sudah sepantasnya banggsa indonesia merasa bangga dan menjunjung tinggi kaidah dalam Bahasa Indonesia, agar keaslian dari Bahasa Indonesia tetap terjaga. Sebagai perwujudan rasa bangga kita terhadap Bahasa Indonesia, diantara semakin banyaknya bahasa asing yang masuk ke Indonesia, sepatutnyalah kita menggunakan Bahasa Indonesia sesuai konteks kebahasaannya dan tanpa rasa rendah diri, dengan kata lain bangga berBahasa Indonesia. Sebagai lambang identitas nasional, dalam hal ini Bahasa Indonesia merupakan jati diri dari bangsa Indonesia. Melalui Bahasa Indonesia masyarakat lain dapat mengenal siapa kita, darimana kita berasal, dan bagaimana ciri khas bangsa kita. Jadi secara langsung dengan berBahasa Indonesia lawan bicara akan dapat mengenal bagaimana sebenarnya bangsa Indonesia, karena bahasa lahir melalui pengguna bahasa tersebut, bagaimana cara penggunaan bahasa, baik secara lisan maupun tulis, karena secara alami penggunaan bahasa dalam lingkup masyarakat akan membentuk bahasa itu sendiri, yang lama-kelamaan akan menjadi suatu kaidah dan ciri khas dari bangsa pengguna bahasa tersebut. Jadi Bahasa Indonesia yang telah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia pasti telah memiliki ciri khasnya tersendiri, sehingga melalui Bahasa Indonesia dapat mengenal bangsa Indonesia. Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 Bahasa Indonesia merupakan pemersatu masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya dan bahasanya, inilah yang terpenting dari fungsi Bahasa Indonesia karena bangsa Indonesia merupakan negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau dan memiliki banyak bahasa daerah. Chaer dan Leonie . menjelaskan AuKalau kita bersandar pada peta bahasa yang dibuat Lembaga Bahasa Nasional . ini Pusat Bahas. tahun 1972 ada sekitar 480 buah bahasa daerah dengan jumlah penutur setiap bahasa berkisar antara 100 orang . da di Irian Jay. sampai yang lebih dari 50 juta . enutur bahasa Jaw. Ay. Dari pendapat tersebut dapat diketahui banyak sekali bahasa daerah yang ada di Indonesia, sehingga Bahasa Indonesia menjadi penyatu dari berbagai keragaman bahasa tersebut, dan meskipun menggunakan Bahasa Indonesia, identitas suku seperti logat, dialek, serta nilai-nilai sosial dari daerah tersebut masih dapat tercermin melalui Bahasa Indonesia. Hal ini penting karena bahasa daerah juga memiliki peranan di dalam masyarakat Indonesia. Chaer dan Leonie . 0: . menjelaskan fungsi dari bahasa daerah yaitu Au. lambang kebanggan daerah, . lambang identitas daerah, . sarana perhubungan didalam keluarga dan masyarakat daerah, dan . sarana pengembangan serta pendukung kebudayaan Selain itu, di dalam hubungannya dengan Bahasa Indonesia, bahasa daerah ini bertugas pula sebagai . penunjang bahasa nasional, . sumber pengembangan bahasa nasional, . bahasa pengantar pembantu pada tingkat permulaan disekolah dasardi daerah tertentu untuk memeperlancar pengajaran Bahasa Indonesia dan mata pelajaran lainAy. Dari penjelasan tersebut dapat dipahami tentang hubungan antara bahasa daerah dengan Bahasa Indonesia, keberadaan bahasa daerah berperan penting penting, karena menunjang keberadaan Bahasa Indonesia, selain itu bahasa daerah yang menjembatani masyarakat disuatu daerah dalam memelajari Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai alat perhubungan antarbudaya antardaerah, dalam hal ini Bahasa Indonesia berperan sebagai alat komunikasi. Misalnya ketika beberapa orang bertemu dan kemudian berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerahnya masing-masing, maka akan sulit sekali terjadi suatu pemahaman dalam berkomunikasi, karena setiap Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 individu tidak memahami apa yang diujarkan oleh penuturnya. Tetapi dengan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia, maka pemahaman dalam komunikasi akan diperoleh, karena masing-masing penutur telah memahami tentang Bahasa Indonesia. Inilah fungsi Bahasa Indonesia yang berperan sebagai sarana komunikasi, yang menjadikan semua suku bangsa Indonesia dapat berinteraksi antara satu sama yang lainnya, melalui komunikasi yang saling dapat dipahami inilah pula lahir rasa persaudaraan antar bangsa yang akan memerkuat persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Itulah peran penting komunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesi, sebab Bahasa Indonesia sebagai penghubung antarbudaya dan daerah. Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara, untuk mencapai kedudukan ini Bahasa Indonesia mengalami perjalanan sejarah yang Bahasa Indonesia secara resminya dimulai ketika sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, tetapi bahasa melayu pada masa itu masih tetap digunakan, karena bahasa melayu merupakan bahasa resmi kedua oleh pemerintah jajahan Hindia Belanda, sedangkan Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa diluar pemerintahan. Penggunaan Bahasa Indonesia dan bahasa Melayu digambarkan oleh Masnur . 0: . dalam bentuk tabel berikut ini : Bahasa Melayu Bahasa Bahasa Indonesia Bahasa disamping bahasa belanda, gerakan kebangsaan untuk mencapai terutama untuk tingkat yang dianggap rendah Bahasa Bahasa penerbitan-penerbitan yang bertujuan disekolah-sekolah untuk mewujudkan cita-cita perjuangan didirikan atau menurut sistem kemerdekaan Indonesia baik berupa: Bahasa pers Hindia Belanda Bahasa dalam hasil sastra Penerbitan-penerbitan yang Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 Hindia Belanda Kondisi ini berlangsung hingga tahun 1945, kemudian bersamaan dengan diproklamasikannya kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tahun 1945, maka diangkat pulalah Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi negara, yang dituangkan dalam pasal 36 Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyiAyBahasa negara ialah Bahasa IndonesiaAy. Dengan ditetapkannya sebagai bahasa resmi negara maka Bahasa Indonesia berfungsi Au sebagai . bahasa resmi kenegaraan, . bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan, . bahasa resmi didalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan, dan . bahasa resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modernAy (Sugono, 2009: . Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa resmi negara karena penyebaran Bahasa Indonesia merata dan hampir semua suku bangsa indonesia, karena sebelumnya bahasa melayu sebagai dasar dari Bahasa Indonesia telah dipakai sebahai Lingua Franca yang diartikan sebagai bahasa pengantar atau bahasa pergaulan selama berabad-abad di kawasan nusantara, sehingga Bangsa Indonesia mayoritas telah memahaminya. Dan yang terpenting adalah tiap suku bangsa bersedia menerima Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara, mereka tidak mementingkan bahasa daerah mereka masing-masing untuk menjadi bahasa negara. Karena dua hal tersebut maka jadilah Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara resmi Bangsa Indonesia. Dalam perkembanga bahasa di dunia, pasti banyak bahasa-bahasa asing yang dipelajari oleh bangsa indonesia, masyarakat memelajari berbagai bahasa asing dengan tujuan yang berbeda-beda, misalnya untuk menempuh pendidikan di luar negeri, bekerja, perdagangan dan lain-lain. Tetapi hal itu tidak akan memengaruhi peranan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama bangsa Indonesia, sebab bahasa asing dalam negara indonesia memang memiliki tugas tertentu. Chaer dan Leonie . 0: . menjelaskan tugas bahasa asing antara lain Au. sarana perhubungan antar bangsa, . sarana pembantu pengembangan Bahasa Indonesia, dan . alat untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 teknologi modern bagi kepentingan pembangunan nasionalAy. Jadi bahasa asing memiliki peranan juga dalam perkembangan Bahasa Indonesia. Dalam sosial politik penggunaan bahasa di Indonesia mencakup tiga bagian. Bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Bahasa daerah dan bahasa asing adalah bersifat sebagai pendukung Bahasa Indonesia, secara nasional kedudukan Bahasa Indonesia adalah pada tingkat pertama, bahasa daerah pada tingkat kedua, dan bahasa asing pada tingkat ketiga. Bahasa Indonesia memiliki kedudukan utama karena Bahasa Indonesia yang mampu berperan ganda sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara adalah merupakan keunggulan dari Bahasa Indonesia, karena tidak semua negara memiliki bahasa nasionalnya. Seperti penjelasan dari Masnur . 0: . Aysebagai contoh konkret, negara tetangga kita Malaysia. Singapura. Filipina, dan India, masih tetap menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di negaranya, walaupun sudah berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan bahasanya sendiri sebagai bahasa resmiAy. Dari penjelasan tersebut dapat kita pahami betapa sulitnya menjadikan suatu bahasa menjadi bahasa nasional dan bahasa resmi negara. Karena hal tersebut membutuhkan syarat tertentu, dan dalam Bahasa Indonesia syarat-syarat tersebut telah dipenuhi yakni, . Bahasa Indonesia sudah lama dikenal, dikuasai dan dipahami oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, . penyebaran Bahasa Indonesia sebagai lingua franca telah merata keseluruh nusantara, . setiap suku bangsa di Indonesia dengan ikhlas menerima dan mengakui,serta dengan bangga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara. Jadi perkembangan Bahasa Indonesia sudah sangat lama, kita sebagai bangsa Indonesia sudah sepatutnya menjaga Bahasa Indonesia yang telah menjadi Bahasa nasional dan Bahasa resmi negara tetap terjaga dan selalu menjadi jati diri Bangsa Indonesia untuk selamanya. Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 Simpulan (Conclusio. Bahasa selalu berperan penting dalam kehidupan manusia, kita tidak bisa membayangkan bagaimana jika bahasa tidak ada dalam kehidupan ini, dipastikan akan sulit sekali adanya interaksi sosial antar manusia. Oleh sebab itu banyak sekali studi dan penelitian tentang bahasa yang telah dilakukan oleh ahli bahasa, yang bertujuan untuk lebih mengenal bahasa, tetapi ternyata itu belum cukup untuk memahami tentang kebahasaan dalam kehidupan manusia, sebab bahasa berhubungan dengan individu dan juga lingkungan, bahasa selalu berkembang Karena perkembangan bahasa ini dimungkinkan suatu saat nanti akan muncul satu bahasa yang dapat dipahami dan digunakan seluruh bangsa didunia, sehingga terwujudnya keuniversalan bahasa, yang akan menandakan semakin tingginya tingkat peradaban manusia, sebab bahasa dapat menjadi simbol peradaban kehidupan manusia di dunia. Asmaraloka: Jurnal Bidang pendidikan. Linguistik, dan Sastra Indonesia PRINTED ISSN: 3025-4647 ONLINE ISSN: 3025-4191 Vol. No. 1, 2024 Page: 1-24 Daftar Pustaka (Reference.