Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. Kombinasi Pemberian Suara Relaksasi Alam dan Relaksasi Nafas dalam Menurunkan Kecemasan Keluarga Pasien di Ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin The Combination of Nature Relaxation Sounds and Deep Breathing Relaxation Reduces Anxiety Level of PatientAos Families in the ICU RSUD Ulin Banjarmasin Nadia Meilanda Intriani | 2 Tina Handayani Nasution* | 3 Herry Setiawan 1 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Lambung Mangkurat. Indonesia, e-mail: nadiameilanda@gmail. 2 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Lambung Mangkurat. Indonesia, e-mail: nasution@ulm. 3 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Lambung Mangkurat. Indonesia, e-mail: ners_Herry@ulm. *Corresponding Author: tina. nasution@ulm. ARTICLE INFO Article Received: January, 2024 Article Accepted: January, 2024 Article Published: February, 2025 ISSN (Prin. : 2088-6098 ISSN (Onlin. : 2550-0538 Website: https://jurnal. E-mail: jkmmalang@gmail. DOI: https://doi. org/10. 36916/jkm ABSTRAK Latar belakang: Setiap situasi yang terjadi di ruang ICU, baik dalam kondisi kritis maupun kondisi yang mengancam jiwa dapat membuat keluarga pasien merasa Relaksasi napas dalam yang dikombinasikan dengan suara relaksasi alam yang menenangkan adalah salah satu strategi non-farmakologis yang dapat membantu menurunkan kecemasan Tujuan: Mengetahui efektivitas kombinasi suara relaksasi alam dan relaksasi nafas dalam menurunkan kecemasan keluarga pasien di ruang tunggu ICU RSUD Ulin Banjarmasin Metode: Dengan desain penelitian Quasi Eksperimen one group pre-post test without control dengan teknik consecutive sampling pada 29 responden keluarga pasien yang berada di ruang tunggu ICU, kuesioner menggunakan HARS. Analisis Bivariat menggunakan Uji Wilcoxon untuk menganalisis efektivitas sebelum dan setelah diberikan intervensi Hasil: Pada analisis data didapatkan nilai sign. 0,000 . < 0,. dengan Ha diterima yang berarti kombinasi suara relaksasi alam dan relaksasi nafas dalam dapat menurunkan kecemasan pada keluarga pasien di ruang tunggu ICU RSUD Ulin Banjarmasin Implikasi: Penurunan tingkat kecemasan keluarga pasien sebelum dan setelah diberikan intervensi suara relaksasi alam dan relaksasi nafas dalam yaitu dari kecemasan berat . ,3%) menjadi kecemasan ringan . ,3%). Hasil penelitian menunjukkan 10 responden mengalami penurunan skor > 10 poin. Sehingga intervensi ini dapat digunakan dan diaplikasikan untuk membantu menurunkan kecemasan keluarga pasien. Kata Kunci: ICU. Kecemasan. Keluarga. Relaksasi Nafas Dalam. Suara Relaksasi Alam ABSTRACT Background: Every situation that occurs in the ICU, whether in critical conditions or life-threatening conditions, can make the patient's family feel anxious. A combination of natural relaxation sounds and deep breathing relaxation is one of the nonpharmacological therapies that could help reduce anxiety Purpose: Understanding the effect of the combination of natural relaxation sounds and deep breathing relaxation reduces anxiety among families of patients in the waiting room at RSUD'S ICU of Ulin Banjarmasin Methods: Using sequential sampling approaches, a quasi-experimental pre- and post-test without control design was conducted with 29 respondent families of patients in the ICU waiting area, the questionnaire utilized the HARS (Hamilton Anxiety Rating Scal. Bivariate analysis employed the Wilcoxon Test to analyze the impact before and after the intervention was administered Result: In the data analysis, a significance value of 0. < 0. was obtained, with Ha accepted, indicating the combination of natural relaxation sounds and deep breathing relaxation can reduce the anxiety levels among families of patients in the waiting room at RSUD'S ICU of Ulin Banjarmasin Implication: The decrease in the anxiety levels among families of patients before and after the intervention with natural relaxation sounds and deep breathing went from severe anxiety . 3%) to mild anxiety . 3%). The research results indicated that 10 respondents experienced a decrease in scores of more than 10 points. Therefore, this intervention can be utilized. Keywords: Anxiety. Deep Breathing Relaxation. Family. ICU. Nature Relaxation Sounds Copyright A The Author. 2025 | Page 1 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. LATAR BELAKANG Intensive Care Unit (ICU) adalah ruang rumah sakit yang dikelola oleh para profesional medis yang telah menerima pelatihan khusus dalam merawat pasien dengan penyakit serius atau yang mengancam jiwa (Amaliah & Richana, 2. Perawatan yang terjadi di ruang ICU dapat menandakan adanya ancaman bagi pasien dan keluarga akan harapan hidup pasien, sehingga suatu perubahan yang terjadi pada pasien perlu dicermati secara menyeluruh agar pasien bisa mendapatkan tindakan yang tepat atau penanganan yang aman dengan segera (Wulan, 2. Setiap situasi yang terjadi di ruang ICU, baik dalam kondisi kritis maupun kondisi yang mengancam jiwa dapat mengakibatkan keluarga pasien untuk memiliki stres emosional yang tinggi, selain itu adanya peraturan akan batasan kunjungan pada pasien oleh keluarga pasien. Hal tersebut dapat membuat keluarga pasien merasa cemas dan khawatir akan kondisi pasien hingga dapat memicu faktor stres dan kecemasan (Sugiarto et al. , 2. Hasil wawancara yang dilakukan di ruang tunggu ICU menjadi dasar dari studi pendahuluan dengan keluarga pasien di ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin pada bulan Juni 2023, dengan 5 keluarga pasien, 4 dari 5 keluarga pasien . ebagai anak dan pasanga. mengatakan bahwa mereka merasa cemas dan khawatir selama menunggu pasien di ruang tunggu. Keluarga pasien juga mengatakan bahwa mereka cemas karena tidak bisa selalu mendampingi pasien, mereka hanya bisa mendatangi pasien apabila ada panggilan oleh perawat, juga mereka merasa khawatir dan takut apabila panggilan tiba-tiba dari perawat yang memberitahukan kabar terkait pasien yang berada di ruang ICU dalam kondisi yang tidak baik. Keluarga pasien dengan kecemasan dapat dibantu dengan suara relaksasi alam dan relaksasi nafas dalam . eep breathing relaxatio. Suara relaksasi alam merupakan salah satu bagian dari terapi musik, sebagai hasil dari kemajuan teknologi, sebuah genre musik klasik baru yang dikenal sebagai "musik suara alam" telah muncul (Waruwu et al. , 2. Menggunakan latihan pernapasan dalam . eep breathing relaxation dan relaksasi merupakan metode lain yang dapat dilakukan dan cukup mudah untuk mengatasi Manfaat dari mempraktikkan teknik pernapasan dalam meliputi pereda rasa sakit, ketenangan mental dan penurunan kecemasan (Laili & Wartini, 2. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mendengarkan musik dari suara alam dapat menurunkan kecemasan, begitu juga dengan relaksasi nafas dalam. Penelitian yang dilakukan oleh (Nurlina et al. , 2. menyimpulkan bahwa anak-anak, orang dewasa, dan Copyright A The Author. 2025 | Page 2 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. orang tua semuanya dapat menggunakan terapi musik untuk mengurangi kecemasan. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh (Wahyudi et al. , 2. menyimpulkan bahwa mengajarkan teknik relaksasi pernapasan dalam kepada para ibu hamil berdampak pada tingkat kecemasan mereka sebelum persalinan. Namun penelitian tersebut belum spesifik pada keluarga pasien di ICU dan tidak mengkombinasikan dua intervensi sehingga dalam penelitian ini peneliti akan meneliti intervensi kombinasi suara relaksasi alam dan relaksasi nafas dalam untuk menurunkan kecemasan keluarga pasien di ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin. METODE Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan one group pre-post test without control. Pengambilan data dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin dari 7 Oktober 2023 hingga 12 November 2023. Sampel pada penelitian ini adalah 29 responden yang didapat melalui teknik consecutive sampling dengan kriteria inklusi : . Berusia Ou 18 tahun, . Telah mendampingi pasien di ruang tunggu selama perawatan Ou 24 jam, . Keluarga inti pasien . asangan, saudara kandung, orangtua dan ana. , . Memiliki kecemasan dengan tingkat ringan, tingkat sedang hingga tingkat sangat berat, . Kooperatif selama kegiatan, . Bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Pengambilan data dilakukan pada responden saat berada di ruang tunggu ICU RSUD Ulin Banjarmasin sebelum atau setelah responden mengunjungi pasien di ruang ICU. Responden diberikan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk diisi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon signed rank test untuk mengetahui apakah kombinasi intervensi tersebut efektif terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien sebelum dan setelah diberikan intervensi. Penelitian ini menggunakan etik dari Komite Etik Penelitian FKIK ULM dengan nomor 411/KEPK-FK ULM/EC/XI/2023 dan Etik RSUD Ulin Banjarmasin dengan nomor 181/Vi-Reg Riset/RSUDU/23. HASIL Hasil analisa univariat yang ditunjukkan pada tabel 1 karakteristik responden diketahui bahwa jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sejumlah 22 responden . ,9%) dengan pendidikan terakhir terbanyak adalah lulusan SMA sejumlah 19 responden . ,5%) dan pekerjaan terbanyak adalah sebagai Ibu Rumah Tangga sejumlah 11 responden Copyright A The Author. 2025 | Page 3 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. ,9%) serta status hubungan dengan pasien terbanyak adalah sebagai saudara pasien sejumlah 12 responden . ,4%). Usia responden menunjukkan bahwa usia termuda adalah 19 tahun dan usia tertua adalah 55 tahun dengan rata-rata lama rawat pasien yang ditunggui responden adalah 2,62 hari. Tabel 1. Hasil analisa Univariat karakteristik responden di Ruang ICU Jenis Kelamin Frekuensi Presentase (%) Laki-laki Perempuan Total Usia Min-Max Mean Std. Deviasi n=29 34,21 13,216 Pendidikan Terakhir Frekuensi Presentase (%) SD/Sederajat SMP/Sederajat SMA/Sederajat Diploma Sarjana Total Pekerjaan Frekuensi Presentase (%) Pegawai Swasta Pegawai Publik IRT Lainnya Total Lama Rawat Min-Max Mean Std. Deviasi n=29 2,26 1,449 Status Hubungan Frekuensi Presentase (%) dengan Pasien Anak Orangtua Pasangan Saudara Total Sumber: Data Primer. N=29 Pada tabel 2 tingkat kecemasan responden sebelum diberikan intervensi kombinasi suara relaksasi alam dan relaksasi nafas dalam terbanyak adalah kecemasan berat dengan 19 responden . ,5%) dan pada tabel setelah intervensi, yang terdiri dari latihan pernapasan dalam dan suara relaksasi alami, tingkat kecemasan responden berkurang dengan 16 responden . ,2%). Tabel 2. Karakteristik responden berdasarkan Tingkat Kecemasan Sebelum dan Setelah diberikan Intervensi di Ruang ICU Tingkat Kecemasan Pre Test Post Test Kombinasi Suara Tidak ada kecemasan Relaksasi Kecemasan ringan Alam dan Kecemasan sedang Relaksasi Kecemasan berat Nafas Dalam Kecemasan berat sekali Total Copyright A The Author. 2025 Sumber: Data Primer. N=29 | Page 4 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. Hasil analisa bivariat yang ditunjukkan pada tabel 3 diperoleh data hasil uji Wilcoxon dengan nilai sign. 0,000 . <0,. dengan tingkat kecemasan terbanyak sebelum diberikan intervensi adalah kecemasan berat menjadi kecemasan ringan setelah diberikan intervensi, maka dapat dinyatakan kombinasi suara relaksasi alam dan relaksasi nafas dalam dapat menurunkan kecemasan keluarga pasien di ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin. Tabel 3. Uji Analisis Bivariat Pemberian Intervensi Kombinasi Suara Relaksasi Alam dan Relaksasi Nafas Dalam di Ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin Kombinasi Suara Pre test & Post test Relaksasi Alam dan Sig. Relaksasi Nafas ,000 Dalam Sumber: Data Primer. N=29 PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian temuan penelitian yang ditampilkan pada Tabel 2, menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kecemasan keluarga pasien yang menunggu di unit perawatan intensif (ICU) sebelum intervensi kombinasi relaksasi napas dalam dan suara relaksasi alami termasuk ke dalam kategori tingkat kecemasan berat. Sebelum diberikan intervensi kombinasi suara relaksasi alam dan relaksasi nafas dalam sebanyak 2 responden . ,9%) dengan kecemasan ringan, 5 responden . ,2%) kecemasan sedang, 19 responden . ,5%) kecemasan berat dan 3 responden . ,3%) kecemasan berat sekali. Hasil penelitian menemukan bahwa tingkat kecemasan keluarga pasien terbanyak sebelum diberikan intervensi berada pada tingkat kecemasan berat. Dalam kondisi kecemasan yang berat pada keluarga pasien dapat menunjukkan respon yang adaptif karena saat diajak berbicara keluarga dapat berinteraksi dengan baik dan dapat merespon dan memberikan informasi dengan baik. Dalam hal ini kecemasan berat yang diderita anggota keluarga dapat memicu respon emosional karena kondisi pasien sangat penting hingga dapat menimbulkan kecemasan (Gufron et al. , 2. Pada hasil penelitian yang ditunjukkan pada tabel 3 rata-rata tingkat kecemasan keluarga pasien termasuk dalam kecemasan tingkat ringan. Setelah diberikan intervensi sebanyak 5 responden . ,2%) tidak ada kecemasan, 16 responden . ,2%) tingkat kecemasan ringan, 6 responden . ,7%) tingkat kecemasan sedang, 2 responden . ,9%) tingkat kecemasan berat. Penurunan tingkat kecemasan anggota keluarga pasien sebelum dan sesudah intervensi relaksasi napas dalam dan suara relaksasi alami yaitu dari kecemasan berat . ,5%) menjadi kecemasan ringan . ,2%). Hasil penelitian menunjukkan 20 responden mengalami penurunan skor > 10 poin. Berdasarkan hasil tersebut dapat Copyright A The Author. 2025 | Page 5 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. disimpulkan bahwa setelah diberikan intervensi suara relaksasi alam dan relaksasi nafas keluarga pasien mengalami rentang penurunan skor kecemasan lebih jauh dibandingkan sebelum diberikan intervensi. Menurut beberapa penelitian, terapi musik dapat membantu pasien kanker merasa tidak Penelitian (Rossetti et al. , 2. musik telah terbukti memiliki manfaat psikologis, fisik, sosial dan spiritual yang dapat meningkatkan pengobatan pada pasien kanker. Terapi musik dapat meningkatkan kualitas hidup dan suasana hati pasien kanker (Nurlina et al. Banyak orang menggunakan musik untuk bersantai dan meningkatkan kondisi fisiologis dan fisik mereka. Anda dapat memiliki lebih banyak ruang untuk refleksi dan suasana yang lebih tenang dengan mendengarkan musik (Wadu et al. , 2. Berdasarkan hasil analisis data yang ditunjukkan pada tabel 4 didapatkan nilai sig. 0,000 . < 0,. , yang berarti intervensi kombinasi suara relaksasi alam dan relaksasi nafas dalam efektif terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh (Siregar et al. , 2. dengan hasil p = 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah diberikan intervensi suara musik alam. Kemudian hasil penelitian yang dilakukan oleh (Noorrakhman & Pratikto, 2. didapatkan hasil p = 0,043 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan kondisi kecemasan sebelum dan setelah diberikan teknik relaksasi nafas dalam. Berdasarkan hasil penelitian tersebut tingkat kecemasan responden setelah diberikan intervensi terapi musik maupun relaksasi nafas dalam sama- sama dapat mengalami penurunan dan efektif terhadap tingkat kecemasan responden. Hasil ini sesuai dengan pernyataan oleh (Lita & Ardanti 2. terapi non-farmakologis, terapi musik yang menampilkan musik yang terinspirasi dari suara alam seperti air terjun, angin, kicau burung, dan hujan, dapat secara efektif menstimulasi otak dan mengatur emosi seseorang. Sistem limbik, yang terkait dengan emosi, dapat dirangsang oleh musik, dan ketika hal ini terjadi, individu tersebut akan mengalami relaksasi (Ilmiyah et al. , 2. Kemudian teknik relaksasi nafas dalam dapat membantu meredakan rasa sakit, insomnia, kecemasan, dan stres fisik maupun emosional. Dengan mempraktikkan relaksasi nafas dalam, seseorang dapat menjadi lebih tenang dan rileks, sehingga membuat gelombang otak mereka menjadi tenang dan akhirnya dapat tidur nyenyak (Ridho et al. , 2. Copyright A The Author. 2025 | Page 6 Jurnal Keperawatan Malang (JKM) Vol. No. June 2025, pg. KESIMPULAN Sebelum intervensi, tingkat kecemasan keluarga pasien berada pada tingkat kecemasan sangat berat dengan 19 responden . ,5%) dan setelah diberikan intervensi rata-rata tingkat kecemasan dalam kategori kecemasan sedang dengan 16 responden . ,2%). Tingkat kecemasan dapat berkurang dengan relaksasi napas dalam dan suara musik alam yang menenangkan yang dikombinasikan pada keluarga pasien di ruang ICU RSUD Ulin Banjarmasin dengan nilai signifikan 0,000 . < 0,. Responden atau keluarga pasien dapat menggunakan intervensi ini sebagai cara untuk membantu menurunkan tingkat kecemasan selama menunggu pasien di ICU. Perawat di ICU dapat merekomendasikan intervensi kombinasi suara relaksasi alam dan relaksasi nafas dalam untuk membantu menurunkan kecemasan keluarga selama menunggu pasien di ruang tunggu ICU DAFTAR PUSTAKA