JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 HUBUNGAN INVESTASI. PENDIDIKAN DAN UPAH TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA PADA SEKTOR INDUSTRI PENGOLAHAN DI PROVINSI JAMBI Abd Halim. Universitas Muhammadiyah Jambi. Abdh0074@gmail. Ahmad Soleh . Universitas Muhammadiyah Jambi. soleh@umjambi. Mukti . Universitas Muhammadiyah Jambi . Muktiyesi23@gmail. Muhammad Syafii . Universitas Muhammadiyah Jambi . ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan investasi, pendidikan dan upah terhadap penyerapan tenaga kerja sektor industri diprovinsi Jambi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan adalah Korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa data investasi, pendidikan,upah dan penyerapan tenaga kerja industri pengolahan provinsi selama periode 2008 hingga 2022, dapat disimpulkan bahwa data investasi , pendidikan dan upah memiliki hubungan terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data investasi, pendidikan , upah dan penyerapan tenaga kerja. selama periode 2008 hingga 2022 terdapat Hubungan yang positif. Dari hasil analisis korelasi data penyerapan tenaga kerja sektor industry diprovinsi Jambi, ditemukan bahwa nilai koefisien korelasi investasi, pendidikan dan upah memiliki hubungan yang positif. Kata kunci : Investasi. Pendidikan, upah dan tenaga kerja PENDAHULUAN Perkembangan sektor industri Provinsi Jambi adalah penjelasan bersumber kebijakan pembangunan industri nasional dan daerah yang rangkum dalam system pembangunan dan dilakukan sesuai dengan sektor industri. Sektor industri di Provinsi Jambi diharapkan mampu menyumbangkan porsi utama dalam struktur perekonomian daerah, meningkatkan pendapatan asli daerah serta menyerap tenaga kerja yang banyak. Sektor industri yang efisien membutuhkan koordinasi dari sektor lainnya, sektor industri mempunyai peran strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja dan pendapatan devisa ekspor. Menurut Sadono Sukirno UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 34 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 memungkinkan masyarakat untuk terus meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan nasional, dan meningkatkan taraf kemakmuran masyarakat. Menurut Todaro . , pembentukan modal dalam meningkatkan kapasitas produksi, pendapatan nasional, dan menciptakan lapangan kerja baru, yang pada gilirannya meningkatkan tingkat kemakmuran Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, pendidikan dimaksudkan sebagai upaya sadar dan mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran di mana peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. Todaro berpendapat bahwa struktur pendidikan yang berlaku di suatu daerah dapat mempengaruhi sifat sosial dan ekonomi masyarakat di daerah tersebut. Menurut teori kekayaan manusia, pendidikan formal merupakan investasi bagi individu dan masyarakat dalam hubungan dengan kesempatan kerja untuk memperoleh pekerjaan yang lebih terbuka bagi mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Pada umumnya, dengan pendidikan yang lebih tinggi, persaingan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih sesuai juga lebih ketat. Dengan menggunakan data dan fenomena yang ada pada subjek penelitian, para peneliti berusaha untuk menentukan peran upah minimum terhadap lapangan Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Neumark . menunjukkan bahwa peningkatan upah minimum memiliki dampak yang signifikan, yang secara langsung berkontribusi pada penurunan lapangan kerja yang lebih besar. Perindustrian adalah tatanan dan segala kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan industri. Industri adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri," kata Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2014. Dari definisi di atas dapat di simpulkan bahwa industri adalah kumpulan dari beberapa perusahaan yang memproduksi suatu barang sehingga memberikan nilai tambah setelah mengalami proses produksi. Menurut Bab 1 Pasal 1 Ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 35 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan untuk menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Menurut Badan Pusat Statistik, tenaga kerja adalah penduduk usia kerja . tahun atau lebi. yang bekerja atau mempunyai pekerjaan namun sementara tidak bekerja. Penduduk yang bekerja terserap dan tersebar di berbagai sektor ekonomi, yang ditunjukkan oleh banyaknya lapangan kerja yang sudah terisi. Permintaan akan pekerja menyebabkan penyerapan pekerja. Oleh karena itu, ketersediaan tenaga kerja sama juga penyerapan tenaga kerja. (Setyaningrum, 2. Menurut Karib . , tenaga kerja adalah kondisi di mana pekerjaan tersedia atau lowongan pekerjaan ada untuk di isi oleh para yang membutuhkan Selain itu, terserapnya tenaga kerja juga di artikan sebagai diterimanya pekerja untuk melakukan tugas sebagaimana mestinya. Dalam teori ekonomi, penanaman modal, juga dikenal sebagai investasi yaitu pengeluaran untuk membeli barang modal dan peralatan produksi dengan tujuan untuk mengganti dan terutama menambah barang modal dalam perekonomian yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa mendatang (Sukirno. Dengan kata lain, investasi mengacu pada tindakan yang dilakukan untuk membelanjakan uang untuk meningkatkan kapasitas produksi ekonomi seseorang untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Pada umumnya jenis dan tingkat Pendidikan dianggap mewakili kualitas tenaga kerja. Jenis dan tingkat pendidikan biasanya dianggap menunjukkan kualitas tenaga kerja. Untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kemandirian, pendidikan dilakukan. Modal dasar yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan adalah hal-hal yang melekat pada orang tersebut. Menurut Danu Anuari . , kemampuan merekan untuk bekerja produktif sebanding dengan nilai asset. Pemerintah harus segera menangani masalah pengangguran Di Indonesia karena banyak masyarakat yang bekerja tetapi tidak memiliki pekerjaan. Karena pengangguran merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kesehatan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 36 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 METODOLOGI Analisis kuantitatif adalah teknik yang dapat diukur dan digunakan dalam penelitian ini (Kountur, 2. Metode ini menggunakan angka atau angka untuk memberikan informasi yang berguna untuk menjelaskan data yang dihitung dengan alat menggunakan data tahunan yang meliputi tenagakerja industri di Provinsi Jambi, termasuk investasi. Pendidikan, dan Upah. Penelitian ini menggunakan variabel terikat tenaga kerja industri pengolahan, serta variabel bebas investasi, pendidikan, dan upah. Rumus untuk Perkembangan Gx = ( yaycu1Oeyaycu_1 ) x 100% yaycu_1 Keterangan : : Perkembangan Gx1 : Perkembangan Tahun Sekarang Gx_1 : Perkembangan Tahun Sebelumnya Model yang dihasilkan sebelum digunakan untuk pengujian hipotesis dilakukan pengujian terlebih dahulu. Pengujian di lakukan dengan: Uji Normalitas: Digunakan untuk menentukan apakah distribusi variabel dependen dan independen normal. Memeriksa JB hitung dengan X2 tabel dengan menggunakan tes Jarque-Bera atau J-B. Jika JB hitung kurang dari nilai X2 tabel, maka data berdistribusi normal. jika JB hitung lebih dari nilai X2 tabel, maka data berdistribusi tidak normal. Penilaian Heteroskedastisitas Ini dilakukan dengan meregresi semua variabel bebas dan tidak bebas. Kemudian, hasil regresi model diuji dengan Uji White. Nilai observasi R2 akan dihitung dari model dan kemudian dibandingkan dengan = 0,05 atau 5%. Kriteria pengujiannya adalah bahwa jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05, maka tidak ada masalah heteroskedastisitas, dan sebaliknya, jika nilai probabilitas lebih rendah dari 0,05, maka ada heteroskedastisitas. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 37 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 HASIL Hasil Uji Korelasi Pearson: yang dilakukan dengan aplikasi SPSS 25 dapat dihasilkan dalam tabel berikut: Correlations Penyerapan tenaga kerja Penyerapan tenaga kerja Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Dengan mempertimbangkan persamaan korelasi yang disebutkan sebelumnya, kita dapat memahami hasil berikut: Berdasarkan hubungan antara investasi dan penyerapan tenaga kerja menunjukkan bahwa investasi memiliki nilai 0,030 pada interprestasi hasil korelasi yang berada antara Au0,00-0,199Ay artinya termasuk pada tingkat hubungan yang rendah. Hal ini karena investasi tidak secara langsung berdampak pada penyerapan tenaga kerja hal ini disebabkan investasi pada sektor industri pengolahan lebih fokus pada teknologi yang berarti mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia. Hal tersebut sesuai dengan teori Berdasarkan temuan dari Penelitian Tesalonika Kario. Jacline Sumual 2021, berjudul UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 38 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 "Pengaruh investasi dan tingkat upah terhadap penyerapan tenaga kerja di provinsi Sulawesi Utara". Berdasarkan Pada pedoman interpretasi nilai korelasi, pendidikan memiliki nilai 0,365 berdasarkan hubungan antara pendidikan dan penyerapan tenaga kerja, yang menunjukkan bahwa tingkat hubungan antara pendidikan dan penyerapan tenaga kerja berada di rentang "0,20-0,399". Ini menunjukkan bahwa tingkat hubungan antara pendidikan dan penyerapan tenaga kerja berada di sektor pengolahan termasuk pada tingkat hubungan yang rendah. Menurut jurnal penelitian Windi Suarni. Annisa Nurul Audri 2021, "Hubungan antara pendidikan, jam kerja, dan usia terhadap hukum Berdasarkan hubungan upah atau pendapatan dan terserapnya tenaga kerja menunjukkan bahwa upah memiliki nilai 0,435 pada pedoman interprestasi Tingkat hubungan antara pendapatan dan tenaga kerja di industri pengolahan termasuk pada tingkat hubungan yang sedang, karena nilai korelasi berada di rentang "0,40Ae0,599. " Ini karena perubahan upah berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Dalam industri pengolahan, jika upah naik, perusahaan akan mengurangi karyawannya, dan sebaliknya, jika upah turun, perusahaan akan menyerap lebih banyak karyawan. Menurut teori ekonomi neoklasik, upah memainkan peran penting dalam pasar tenaga kerja, di mana upah setara dengan produk marginal tenaga (Fletwood, dipublikasikan pada tahun 2018 oleh Devi Lestyasari, "Hubungan upah minimum provinsi dengan jumlah tenaga kerja formal di jawa UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 39 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Untuk mengetahui apakah residunya berdistribusi baik atau tidak Gambar 5. 2 Uji normalitas Berdasarkan gambar diatas ploting atau titik titik mengikuti garis diagonal yang berarti dapat disimpulkan data tersebut berdistribusi normal. Uji Heteroskadastisitas Dengan katalain, untuk menidentfikasi ketidakpuasan dalam varian residual dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Gambar 5. 3 Uji Heterokedastisitas 1 Berdasarkan gambar diatas tidak terjadi heterokedastisitas dikarenakan tidak terdapat pola seperti mengumpul ditengah, menyempit, melebar ataupun sebaliknya. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 40 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 KESIMPULAN Kesimpulan Perkembangan investasi, pendidikan, upah, dan sektor industri berkorelasi dengan penyerapan tenaga kerja sektor industri di provinsi Jambi. Investasi yang berpusat pada penggunaan padat modal dibandingkan dengan padat karya menyebabkan pergeseran fungsi produksi, yaitu penggunaan tenaga kerja manusia beralih ke teknologi atau mesin canggih, sementara pendidikan yang tidak sesuai dengan standar industri mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia. Jika upah naik di atas tingkat produktivitas, itu dapat memengaruhi perekrutan dan pemeliharaan karyawan di industri pengolahan di provinsi Jambi. Selain itu, penurunan upah juga dapat memengaruhi penyerapan karyawan di sektor ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa penyerapan tenaga kerja di industri pengolahan provinsi Jambi memiliki hubungan yang rendah dengan nilai 0,030, pendidikan dengan nilai 0,365, dan upah dengan nilai sedang 0,435. Saran Menurut temuan penelitian yang dilakukan mengenai penelitian ini, beberapa hal berikut dapat disarankan: Perkembangan investasi ,pendidikan dan upah pada sektor industri pengolahan sebaiknya harus lebih ditingkatkan supaya dapat menerima tenaga kerja dengan peningkatan investasi dengan berfokus bahwa investasi tersebut lebih mengarah kepada penyerapan tenaga kerja bukan hanya berfokus kepada penambahan teknologi, pendidikan harus ditingkatkan dengan berfokus kepada pengembangan keahlian yang benar dan kebutuhan akan tenaga kerja pada sektor industri pengolahan, dan kestabilan tigkat upah sangat penting karena ada dampak yang sangat besar jika terjadi kenaikan dan penurunan upah pada sektor industri pengolahan diprovinsi Jambi. Pemerataan Hubungan investasi pendidikan dan upah terhadap penyerapan tenaga kerja harus lebih ditingkatkan agar tercipta penyerapan UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAMBI Page 41 of 202 JURNAL DEVELOPMENT VOL. 13 NO. 1 JUNI 2025 pISSN: 2338-6746 eISSN: 2615-3491 tenaga kerja yang signifikan pada sektor industry pengolahan diprovinsi Jambi. DAFTAR PUSTAKA